p-Index From 2021 - 2026
8.834
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Litera Interaksi : Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal Nalar Pendidikan Indonesian Journal of Applied Linguistics (IJAL) Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra BAHASA DAN SASTRA Lingua Cultura Semantik : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia English Review: Journal of English Education KEMBARA Caraka : Jurnal Ilmu Kebahasaan, Kesastraan, dan Pembelajarannya RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Diksa : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya ABDIMAS SILIWANGI JOURNAL OF APPLIED LINGUISTICS AND LITERATURE Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia JISAE (Journal of Indonesian Student Assesment and Evaluation) Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pendidikan dan Konseling Scope: Journal of English Language Teaching Jurnal Pena Indonesia Edusentris: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran Educenter: Jurnal Ilmiah Pendidikan Journal of Pragmatics and Discourse Research Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya IBDA': Jurnal Kajian Islam dan Budaya JASL - Journal of Applied Studies in Language Journal of Language and Literature Studies Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Widyaparwa DIMASATRA Studies in English Language and Education BAHASTRA EDUCENTER JURNAL PENDIDIKAN Jurnal Pendidikan Progresif Sawerigading Aksara Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Indonesian Language Education and Literature
Claim Missing Document
Check
Articles

Bahasa Iklan Dengan Teknik Copywriting AIDA di habiskerja.com Ramadhan, Khilda Mufida; Dadang S. Anshori; Ahmad Fuadin
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3334

Abstract

Pemasaran yang baik tidak terlepas dari strategi periklanan. Iklan digunakan untuk memasarkan produk atau jasa agar menarik minat beli calon pelanggan. Bahasa iklan yang baik mampu menimbulkan persuasif untuk meningkatkan penjualan. Fokus permasalahan penelitian ini adalah menganalisis makna dan fungsionalis bahasa iklan dengan teknik Copywriting yang digunakan oleh platform habiskerja.com. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur bahasa dengan menjabarkan teknik Copywriting di platform habiskerja.com di postingan iklan dan menganalisis fungsional bahasa dalam iklan habiskerja.com. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. Teknik yang digunakan adalah teknik rekam dan teknik catat sehingga menghasilkan analisis peneliti berupa kesimpulan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis sebuah teks membentuk maknanya dalam sebuah konteks. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: (1) postingan iklan di laman instagram habiskerja.com menggunakan teknik Copywriting AIDA (Attention, Interest, Desire, dan Action), (2) bahasa iklan yang efektif dan informatif mampu meningkatkan penjualan dan kredibilitas pelanggan, dan (3) penggunaan bahasa iklan yang edukatif dan soft selling sebagai alternatif dari keragaman bahasa iklan.
Xenoglosofilia dalam Ragam Bahasa Tulis Generasi Z pada Komunitas Belajar Studygram: Analisis Interpretasi Fenomenologi Rohmat, Rohmat; Dadang S. Anshori; Encep Kusumah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5641

Abstract

Xenoglosofilia berkaitan erat dengan bahasa Indonesia sebagai identitas nasional dan bahasa asing sebagai alat komunikasi global. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, penyebab, serta implikasi xenoglosofilia dari generasi Z pada Studygram terhadap literasi bahasa. Metode yang digunakan ialah kualitatif deskriptif jenis Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) melalui analisis konten dan wawancara tertulis dengan wordcloud sebagai alat pengolahan data dan Analisis Wacana Kritis Fairclough sebagai landasan teori. Hasil analisis terhadap 300 unggahan dari 10 subjek menunjukkan xenoglosofilia dalam bentuk campur kode ke luar pada tataran kata dan frasa (nomina, verba, pronomina, adverbia, preposisi, konjungsi, adjektiva, interjeksi) serta alih kode ke luar pada klausa dan kalimat (nominal, verbal, adverbial, adjektival). Pada level tekstual, bentuk ini mencerminkan nilai eksperiental, relasional, dan ekspresif. Pada level praktik diskursif, fenomena ini dipicu oleh strategi menjangkau audiens global, efisiensi istilah, tekanan komunitas, pencitraan profesional, dan optimalisasi algoritma digital. Bahasa asing juga diposisikan sebagai simbol prestise digital yang mewakili simbol kecerdasan dan modernitas, citra profesional-akademik, strategi menarik audiens, kesan eksklusif, dan adaptasi tren global. Xenoglosofilia berimplikasi terhadap peningkatan kompetensi berbahasa asing, tetapi di sisi lain mendorong pengabaian padanan kata bahasa Indonesia. Hal ini terlihat melalui dimensi situasional (diksi dipilih demi daya tarik digital), institusional (Studygram membentuk kebiasaan linguistik baru), dan sosial (globalisasi mendorong marginalisasi bahasa dan jarak antarpenutur). Penelitian ini merekomendasikan penguatan Trigatra Bangun Bahasa secara kreatif dan kolaboratif agar bahasa Indonesia tetap adaptif dan berdaya di ruang digital.
Representasi Kekuasaan dalam Teks Pidato Presiden Prabowo Subianto: Tinjauan AWK Norman Fairclough Rumaf, Nouval; Dadang S. Anshori; Vismaia S. Damaianti; Andoyo Sastromiharjo; Siti Fatihaturrahmah Al Jumroh
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kekuasaan dalam teks pidato perdana Presiden Prabowo Subianto pada acara pelantikan presiden dan wakil presiden tahun 2024 menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) Norman Fairclough. Fokus penelitian ini meliputi tiga aspek utama: (1) mengungkap nilai eksperensial, (2) mengungkap nilai relasional, dan (3) mengungkap nilai ekspresif dalam teks pidato tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis teks yang berpijak pada model tiga dimensi Fairclough, yakni analisis teks, praktik diskursif, dan praktik sosiokultural. Data penelitian ini berupa kutipan kata, frasa, klausa, dan kalimat. Sumber data dalam penelitian ini berupa teks pidato perdana Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan pada 20 Oktober 2024 di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, yang diperoleh dari Sekretariat Negara Republik Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam dimensi analisis teks, nilai eksperensial dalam pidato Presiden Prabowo dimanifestasikan melalui penggunaan kosakata (wording, overwording, dan metafora) serta tata bahasa (transitivitas dan nominalisasi) yang mencerminkan ideologi nasionalisme, kemandirian ekonomi, dan persatuan bangsa. Nilai relasional terungkap melalui penggunaan modalitas ('harus', 'akan', 'dapat'), eufemisme, dan struktur kesantunan yang membangun relasi kekuasaan antara Presiden dengan rakyat, institusi negara, dan dunia internasional. Nilai ekspresif termanifestasi dalam evaluasi positif terhadap keberagaman Indonesia dan komitmen pada nilai-nilai Pancasila melalui penggunaan kata sifat evaluatif dan strategi legitimasi. Pada dimensi praktik diskursif, ditemukan intertekstualitas dengan pidato-pidato presiden sebelumnya dan referensi pada teks-teks kebangsaan, sementara dalam dimensi praktik sosiokultural terungkap kontestasi wacana populisme dan teknokrasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa representasi kekuasaan dalam pidato perdana Presiden Prabowo menunjukkan perpaduan antara otoritas kepemimpinan yang kuat dengan upaya membangun solidaritas nasional dan internasional, yang mencerminkan orientasi ideologis dan agenda politik pemerintahannya.
Sundanese Cultural Values in Paribasa as a Guide to Language Politeness: An Ethnopragmapedagogy Approach Hidayatullah, Asep; Anshori, Dadang S.; Sastromiharjo, Andoyo
Studies in English Language and Education Vol 12, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to identify and analyze the values contained in Sundanese paribasa and explore their application in learning language politeness in pragmatics courses using an ethnopragmappedagogy approach. Through a content analysis method with a qualitative approach, this research succeeded in finding nine indicators of language politeness contained in paribasa, namely: friendly, clear, correct, honest, wise, respectful, sensitive, true to promises, and quality. Friendly indicators emphasize the importance of being open and polite in communication, while clear indicators show the importance of conveying messages that are easy to understand. The correct and honest indicator underlines the importance of honesty and accuracy in every utterance, while the wise indicator emphasizes the ability to consider the impact of each word before conveying it. Respect and sensitivity indicators emphasize that language politeness must pay attention to the feelings and dignity of the interlocutor. Accurate promises underline the importance of consistency in fulfilling commitments that have been made, while quality indicators refer to the importance of speaking with quality that provides benefits and value to the listener. These nine indicators show that Sundanese paribasa can be used as a practical guide in learning language politeness in pragmatics courses through ethnopragmapedagogy. This research concludes that Sundanese paribasa is relevant as teaching material in learning language politeness in pragmatics courses to strengthen ethical awareness in communication
Nilai-nilai Eksistensialisme pada Buku Cerita Anak ‘Pelukis Istimewa’ Nuthihar, Rahmad; Syihabuddin; Anshori, Dadang S.; Eliya, Ixsir; Rizki, Azrul
CARAKA Vol 11 No 1 (2024): Desember
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v11i1.18526

Abstract

Anak berkebutuhan khusus memiliki keunikan yang berbeda dengan anak normal lainnya. Perbedaan tersebut karena anak berkebutuhan khusus karena nilai eksistensialisme yang terdapat pada diri mereka. Pengarang buku cerita anak berperan dalam menginternalisasi nilai eksistensialisme dalam karangannya agar anak berkebutuhan khusus memiliki kesempatan yang sama. Melalui penelitian ini akan dikaji nilai eksistensialisme yang terdapat pada buku cerita anak yang berjudul ‘Pelukis Istimewa’. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pemilihan jenis dan pendekatan tersebut bertujuan menemukan internalisasi nilai eksistensialisme dalam buku cerita anak. Hasil penelitian ini menemukan bahwa nilai-nilai eksistensialisme yang diinternalisasikan pengarang dalam buku cerita anak meliputi kebebasan, keunikan, keautentikan, dan ketidakpastian/tantangan. Pengarang menerapkan nilai-nilai eksistensialisme untuk menghapus stigma negatif terhadap anak berkebutuhan khusus dan menekankan pada pendidikan inklusif. Bentuk eksistensialisme yang diterapkan berupa kebebasan yang berdampak positif bagi individu maupun kelompok. Anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama serta bebas menggapai cita-cita sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
SURVEI PEMBELAJARAN MENULIS TEKS BERITA SEBAGAI REFLEKSI LITERASI MEMBACA SISWA Dewi Pramesti, Utami; Sastromiharjo, Andoyo; S.Anshori, Dadang; Mulyati, Yeti
Diksa : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 1 (2022): Diksa : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/diksa.v8i1.21000

Abstract

This article describes the comparison of news-writing learning during offline learning and online learning with the aim of getting a portrait of news-writing learning in both types of learning. Research conducted is descriptive quantitative. The research sample was Junior High School teachers in all regions of Indonesia who were randomly selected. The questionnaire is an instrument in this studywhich is distributed via google form. The research steps were as follows: (1) determining the topic; (2) exploring theoretical studies; (3) formulating instruments; (4) validating the instrument; (5) disseminating instruments; (6) collecting and calculating the results of the questionnaire that has been obtained; (7) discussing and concluding the research results. The results of research on both types of learning show several similarities and differences. The findings that contain the similarities between offline and online learning are: (1) more than 50% of the teachers did not use certain learning models for news writing materials; (2) that audiovisual media is the most widely used (50-51.8%); (3) news text is the final product of learning more than 50%; and (4) performance assessment used 50-56.1%. The resulting differences are: (1) offline learning does not use applications, while applications that are widely used online are the WA Group (48.6%); (2) the most prominent learning methods and techniques used when offline were discussion (48.2%), while online was direct observation (35.7%).
The Role of Argument-Based Science Inquiry Learning Model to Improve Scientific Argumentation Ability Rohayati, Rohayati; Syihabuddin, Syihabuddin; Anshori, Dadang; Sastromiharjo, Andoyo
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 12, No 3 (2022): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Role of The Argument Based Science Inquiry (Absi) Learning Model To Improve Scientific Argumentation Ability. Objectives: The purpose of this study was to determine the role of the argument-based science inquiry (ABSI) learning model in improving scientific argumentation skills. Methods: The quasi-experimental method used in this study was a one group pretest posttest design. The population in this study were high school students in the city of Bandung with a sample of two classes selected by cluster random sampling with a total of 100 students. Findings: The results of the study confirm that the ABSI learning model has a very significant effect on students' scientific argumentation skills. The improvement can be seen in the depth, organization, and accuracy scientific argumentation.  Conclusion: Students' argumentation skills increase because they are trained to organize thoughts completely, scientifically, and systematically. Keywords: argument-Based Science Inquiry (ABSI) learning model, Scientific argumentation ability, critical thinking ability.DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpp.v12.i3.202223 
Tinjauan pustaka bahasa masyarakat desa dalam komunikasi formal sebagai bahan ajar bagi aparatur pemerintah Afandi, Ade Kusnan; Sunendar, Dadang; Sastromiharjo, Andoyo; Anshori, Dadang
Educenter : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2023): Educenter : Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/educenter.v2i1.596

Abstract

Bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan yang digunakan diseluruh Indonesia sebagai bahasa resmi dalam bernegara. Pelatihan bagi aparatur pemerintahan adalah proses pendidikan non formal yang digunakan untuk meningkatkan kompetensi yang dimiliki. Bahan Ajar adalah panduan yang dipakai dalam aktifitas pelatihan akan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa formal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjadikan bahasa Indonesia yang digunakan dalam pelatihan sebagai bahasa utama dalam proses pembelajaran menggunakan panduan bahan ajar. Metode yang digunakan adalah literature review yang menggunakan referensi terkait pelatihan. Hasil penelitian menjadi bahan ajar acuan dalam pelaksanan pelatihan bagi aparatur pemerintah. Implikasinya seluruh pelaksana pelatihan aparatur pemerintah akan memiliki komunikasi penggunaan bahasa Indonesia yang sama.
Preservation of Indonesian language Buttonscarves and Erigo in public spaces (Implementation of Law Number 24 of 2009 and PERMENDAG No. 73/M-Dag/Per/9/2015) Juwita, Silvia Ratna; Anshori, Dadang S; Sunendar , Dadang; Kuwing, Asiyah
BAHASTRA Vol. 43 No. 1 (2023): BAHASTRA
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/bs.v43i1.299

Abstract

The study in this article describes the application of regulations on the use of the Indonesian language on trademarks already contained in Law Number 24 of 2009 which is supported by PERMENDAG No. 73/M-Dag/Per/9/2015 on local fashion products that enter the international market. The aim is to map the application of the use of the Indonesian language that has been carried out by local fashion products that are worldwide because it can help efforts to develop Indonesian into an international language. This study uses a qualitative approach with descriptive analytical specifications and aims to provide a comprehensive, detailed and systematic description. The data is taken from the official website pages of two local fashion product brands that are worldwide, Buttonscarves and Erigo. It was found that Buttonscarves did not fulfill the application of the use of the Indonesian language regarding the trademark name due to the use of the English word to make the Buttonscarves brand more easily accepted in the international market, while for Erigo it cannot be said that it is fulfilled/not because it is not part of the Indonesian word contained in in the Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Analisis Tuturan Deddy Corbuzier dalam Podcast “Smart People” di Media Youtube Deri Wan Minto; Dadang S. Anshori; Vismaia S. Damaianti; Ananda Putriani
SAWERIGADING Vol 30, No 1 (2024): Sawerigading, Edisi Juni 2024
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v30i1.1139

Abstract

Advances in technology develop aspects of digital virtual communication. Deddy Corbuzier, the YouTube Channel owner, utilizes digital virtual media for Podcast shows. Problems arise from communication that tends to be straightforward, assertive, and no-nonsense. In the communication process, the other person failed to understand. This study aims to describe Deddy Corbuzier's communication on the YouTube channel. Qualitative research uses a descriptive form of analysis. The analysis technique used was data reduction, data presentation, and conclusions drawn at the end of the study. The research results are essential for Podcast hosts on YouTube Channels to be better and friendlier in choosing language strategies in public spaces. Specifically, the analysis of Deddy Corbuzier's speech in the 'Smart People' podcast on YouTube media should have a socially friendly language order. This is because the YouTube Channel "Smart People" is consumed by the public, which has 8 million followers. Based on the data processed, the most dominant speech uses frank, no-nonsense speech, which is as much as 45%. Meanwhile, negatives are very rare. This is evidenced by the data, which is 11% using vague and negative politeness pleasantries. Good language will cause comfort in the communication system. AbstrakKemajuan teknologi mengembangkan aspek komunikasi virtual digital. Deddy Corbuzier sebagai pemilik Channel YouTube memanfaatkan media virtual digital untuk acara Podcast. Masalah muncul dari komunikasi yang cenderung lugas, tegas, dan tanpa basa-basi. Dalam proses komunikasi, orang lain bisa gagal paham. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan analisis tuturan Deddy Corbuzier di channel YouTube. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Teknik analisis yang dilakukan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan di akhir penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembawa acara pada Podcast di Channel YouTube, harus lebih bagus dan ramah dalam pemilihan strategi bahasa di ruang publik. Secara spesifik analisis tuturan Deddy Corbuzier dalam Podcast “Smart People” di media YouTube sebaiknya memiliki tatanan bahasa yang ramah. Hal ini disebabkan Channel YouTube “Smart People” sangat banyak dikonsumsi publik dengan jumlah pengikut sekitar 8 juta jiwa. Berdasarkan data yang diperoleh, percakapan yang paling dominan menggunakan jenis bertutur terus terang tanpa basa-basi, yaitu sebanyak 45%. Sementara itu, bertutur dengan terus terang dengan kesantunan negatif dan samar-samar sangat jarang ditemukan. Hal ini dibuktikan dengan adanya 11% menggunakan samar-samar dan basa-basi kesantunan negatif. Bahasa yang bagus akan menimbulkan kenyamanan dalam sistem komunikasi.
Co-Authors Aceng Ruhendi Syaifullah Ade Kusnan Afandi Adiningsih, Yulia Afandi, Ade Kusnan Algina Shofiyatul Husna Amalia, Tiara Vidya Ananda Putriani Andoyo Sastromiharjo Andoyo Satromiharjo Apriliya, Seni Asiyah Kuwing Ayuningrum, Sylpia Dadang Sunendar Damayanti, Vismaia S Darmawan, Hana Mumtazia Nurhaq Deri Wan Minto Deri Wan Minto Diena San Fauziya, Diena San DWI ALIA, DWI Encep Kusumah Fadlilah, Afi Faisal, Abdul Haris Faradilla Intan Sari Farokhah, Laely Fasya, Dilfa Karina Fathya, Floka Nasywa Fitriana Fitriana Fitriyani, Lia Fu'adin, Ahmad Fuadin, Ahmad Fu’adin, Ahmad Hakiki Elvionika Halimah Helni Sadiyah HENDRA KURNIA PULUNGAN, HENDRA KURNIA Hernawan Hernawan Hidayatullah, Asep Indah Pujiastuti Irawati Irawati Ixsir Eliya Juwita, Silvia Ratna Khaerudin Kurniawan Khilda Mufida Ramadhan Kuwing, Asiyah Lati Andriani Maharani, Amanda Minto, Deri Wan Muhammad Zulfadhli, Muhammad Mustopa, Rizki Akbar Naufal, Daffa Imam Nita Anjung Munggaran Nugroho, Rudi Adi Nunung Sitaresmi Nuny Sulistiany Idris Nurfidah, Nurfidah Nurhadi, Jatmika Nurul Khairani Abduh Nurulrabihah Mat Noh Pulungan, Hendra Putriani, Ananda Rahmad Nuthihar Ramadhan, Khilda Mufida Rizki, Azrul Rohayati Rohayati rohayati rohayati Rohmat rohmat Rumaf, Nouval Sartika, Cintya Dewi Siti Fatihaturrahmah Al Jumroh Sofia, Risnawati Srinawati, Wawat Sumiyadi Sumiyadi Sunendar , Dadang Syahfitri, Iqssyzia Syaputra, Juni Syihabuddin Syihabuddin Syihabuddin Tedi Permadi Tiara Vidya Amalia Trisnawati Trisnawati Ulya, Aqilah Iffatul Utami Dewi Pramesti Vismania S. Damaianti, Vismania S. W. Winingsih Welly Nores Kartadireja Yulianeta