Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Perkembangan Kelembagaan Ekowisata Berbasis Masyarakat di Deswita Non Pendakian Savana Propok Resort Aikmel Taman Nasional Gunung Rinjani Kusuma, Nila; Anwar, Hairil; Rini, Dwi Sukma
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/tryc9z93

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi kelembagaan ekowisata berbasis masyarakat di Deswita Non Pendakian Savana Propok Resort Aikmel, Taman Nasional Gunung Rinjani, serta merumuskan strategi penguatan kelembagaan yang berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan adalah Institutional Development Framework (IDF) untuk menilai tingkat efektivitas kelembagaan melalui lima dimensi utama, yaitu ekologi, ekonomi, sosial budaya, tata kelola, dan pengalaman wisatawan. Selain itu, analisis SWOT diterapkan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam pengelolaan ekowisata sebagai dasar perumusan strategi penguatan. Data penelitian diperoleh melalui observasi langsung di lapangan dan wawancara mendalam dengan tiga kelompok responden utama, yaitu pihak pemerintah, pengelola lokal, dan wisatawan. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai indeks IDF gabungan sebesar 1,6, yang menempatkan kelembagaan pada kategori “berkembang”. Pemerintah dan pengelola menilai kelembagaan telah menunjukkan arah menuju tahap pemantapan, sementara wisatawan menilai masih terdapat kekurangan terutama pada aspek fasilitas dan pelayanan wisata. Berdasarkan hasil analisis SWOT, strategi prioritas diarahkan pada peningkatan koordinasi antarlembaga, penguatan kapasitas sumber daya manusia, perluasan jaringan kemitraan eksternal, dan optimalisasi promosi digital berbasis komunitas. Hasil kajian ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta dalam memperkuat kelembagaan ekowisata agar mampu berkembang secara adaptif, berdaya saing, dan berkelanjutan serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat lokal. Analisis data dalam penelitian ini juga menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui triangulasi antara hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memastikan keabsahan data. Temuan penelitian memberikan implikasi praktis bagi pengelola dan pemerintah dalam memperkuat koordinasi kelembagaan, meningkatkan kapasitas SDM, serta memperluas jejaring kemitraan. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah responden dan cakupan lokasi yang relatif terbatas, sehingga disarankan adanya penelitian lanjutan dengan pendekatan kuantitatif untuk memperkuat hasil evaluasi kelembagaan.
Daya Tampung Dan Daya Dukung Wisata Air Terjun Kerta Gangga Di Desa Genggelang Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara Hamdani, Sahrun; Anwar, Hairil; Valentino, Niechi
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/gsqdqq95

Abstract

Air Terjun Kerta Gangga merupakan salah satu wisata alam yang berada di Dusun Kerta, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Air terjun kerta gangga memiliki keunikan yaitu terdapat tiga air terjun dalam satu tempat sehingga dapat menikmatinya secara bersamaan. Selain air terjunnya yang unik, objek wisata ini juga menyuguhkan pemandangan hutan yang masih terjaga keasriannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis daya dukung dan strategi pengelolaan yang tepat agar tidak terjadi kerusakan. Metode yang digunakan yaitu metode wawancara. Penentuan responden menggunakan random sampling dan purposive sampling. Analisis strategi pengelolaan menggunakan analisis SWOT dengan analisis internal dan eksternal menggunakan IE dan EFE serta Matriks IE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai PCC, RCC dan ECC wisata air terjun Kerta Gangga secara berurutan yaitu 21, 20, dan 19 orang per hari. hasil PCC>RCC = 21>20 dan RCC>ECC = 20>19 yang berarti daya dukung yang dimiliki oleh wisata air terjun kerta gangga tergolong besar dan tidak melebihi daya dukung yang ada. Hasil analisis strategi pengelolaan berdasarkan matriks IE yaitu berada pada kuadran VI yang berarti strategi yang dapat diterapkan yaitu Harvest and Divest (panen atau divestasi) strategi mengalihkan atau mengubah arah dengan cara mengurangi salah satu faktor penghambat usaha.
Evaluasi Sebaran Longitudinal Sifat Fisika Dan Mekanika Dendrocalamus Asper Dan Gigantochoa Apus Menggunakan Mixed-Effect Modeling Dwi Sukma Rini; Ichsan, Andi Chairil; Anwar, Hairil; Ningsih, Rima Vera; Khiarunnisa, Aulia; Ngadianto, Agus
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol. 43 No. 2 (2025): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jphh.2025.11302

Abstract

Bamboo is an environmentally friendly construction material because it is renewable, lightweight, and possesses good mechanical strength. However, due to the lack of basic knowledge about the properties of bamboo culms, only a few species are commonly utililized. This study aims to investigate the longitudinal variation of physical and mechanical properties of Dendrocalamus asper and Gigantochloa apus that grow naturally on Lombok Island. Sampling was carried out by selecting 10 bamboo culms, aged 3-4 years old, from different clumps at each location. The tests conducted include moisture content, basic density, tangential and radial shrinkage, modulus of elasticity (MOE), and modulus of rupture (MOR). Statistical analysis was performed using R software, incorporating linear and non-linear mixed-effects models to evaluate longitudinal variations and the influence of individual and location on the distribution of bamboo properties. The results showed that the values for green moisture content, basic density, tangential and radial shrinkage at 1% moisture content change, MOE, and MOR for G. apus were 99.97%, 0.60 g/cm³, 0.29%, 0.35%, 8.27 GPa, and 108.80 MPa, respectively. Meanwhile, the values for D. apser were 108.13%, 0.58 g/cm³, 0.34%, 0.42%, 9.71 GPa, and 102.47 MPa, respectively. The longitudinal variation of moisture content in G. apus followed a linear pattern, while a logarithmic equation best described the variation in moisture content of D. asper, basic density, MOE, and MOR for both bamboo species. Additionally, the longitudinal variation in tangential and radial shrinkage for both species remained constant, following a linear equation with a y-intercept.
PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP DISIPLIN KERJA PEGAWAI KANTOR KECAMATAN JONGKONG KABUPATEN KAPUAS HULU Parlina, Cici; Maryuni, Sri; Anwar, Hairil
PublikA Jurnal Ilmu Administrasi Negara (e-Journal) Vol 12, No 1 (2023): PUBLIKA EDISI MARET 2023
Publisher : FISIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/publika.v12i1.3095

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap disiplin kerja pegawai Kantor Kecamatan Jongkong Kabupaten Kapuas Hulu. Permasalahan dalam penelitian ini mengenai kurangnya disiplin kerja pegawai di Kantor Camat Jongkong Kabupaten Kapuas Hulu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yang dilakukan dengan uji statistik korelasi ganda, analisis regresi berganda, dan determinasi (R Square). Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori dari Tohardi (2002, 397) antara lain  punishment and reward (hukum dan penghargaan), sikap adil dan tegas, motivasi, keteladanan pimpinan, lingkungan yang kondusif, dan ergonomis (lingkungan fisik yang aman dan nyaman).Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat koefisien korelasi (R) antara motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap disiplin kerja pegawai adalah sebesar 0,571 dengan arah hubungan positif dan menunjukkan hubungan yang sedang. Persamaan regresi Y = 8,479 + 0,132x + 0,174x. Selanjutnya dari perhitungan determinasi diperoleh R Square 32,6% yang menunjukkan besar pengaruh motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap disiplin kerja pegawai di Kantor Camat Jongkong Kabupaten Kapuas Hulu, sedangkan sisanya 67,4% dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Saran dari peneliti yaitu pegawai di Kantor Camat Jongkong Kabupaten Kapuas Hulu harus meningkatkan motivasi di dalam diri pegawai itu sendiri, pemerintah harus memperhatikan lingkungan kerja pegawai yang nantinya akan meningkatkan disiplin pegawai dalam bekerja, serta pegawai dan pemerintah harus menyadari besarnya peran motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap peningkatan disiplin kerja pegawai di Kantor Kecamatan Jongkong Kabupaten Kapuas Hulu.
Model Konseptual Eco Village Berbasis Kearifan Lokal untuk Mendukung Destinasi Wisata Berkelanjutan di Dusun Sade Kitirman, Kitirman; Basuki, Prayitno; Anwar, Hairil
Empiricism Journal Vol. 7 No. 2: June 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i2.6118

Abstract

Pengembangan destinasi wisata budaya memerlukan pendekatan yang mampu menyeimbangkan pelestarian lingkungan, budaya, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan. Meskipun konsep Eco Village telah banyak diterapkan sebagai pendekatan pembangunan berkelanjutan, kajian yang mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam seluruh dimensi Eco Village pada masyarakat adat masih terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk merumuskan model konseptual Eco Village berbasis kearifan lokal guna mendukung destinasi wisata berkelanjutan di Dusun Sade, Desa Rembitan, Kabupaten Lombok Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal merupakan fondasi utama pengembangan Eco Village karena mampu mengintegrasikan dimensi ekologi, sosial, budaya, dan ekonomi dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini menghasilkan Model Konseptual Eco Village Berbasis Kearifan Lokal yang menempatkan kearifan lokal sebagai fondasi, didukung oleh kolaborasi stakeholder, serta diimplementasikan melalui integrasi empat dimensi Eco Village untuk mendukung terwujudnya destinasi wisata berkelanjutan. Kontribusi teoretis model ini adalah memperluas konsep Eco Village dengan menempatkan kearifan lokal sebagai fondasi yang mengintegrasikan dimensi ekologi, sosial, budaya, dan ekonomi, sementara kontribusi praktisnya adalah menyediakan kerangka acuan bagi pengembangan desa wisata berbasis masyarakat adat. Persepsi yang positif dan partisipasi aktif stakeholder memperkuat implementasi nilai-nilai lokal melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung keberlanjutan destinasi wisata. Model tersebut memberikan kontribusi konseptual dengan menempatkan kearifan lokal sebagai fondasi yang mengintegrasikan dimensi ekologi, sosial, budaya, dan ekonomi dalam pengembangan Eco Village berbasis masyarakat adat.   A Local Wisdom-Based Eco Village Conceptual Model for Supporting Sustainable Tourism Destinations in Dusun Sade The development of cultural tourism destinations requires an approach that balances environmental, social, cultural, and economic sustainability. Although the Eco Village concept has been widely adopted as a sustainable development approach, studies integrating local wisdom into all dimensions of the Eco Village concept within indigenous communities remain limited. This study employed a qualitative case study approach to formulate a Local Wisdom-Based Eco Village Conceptual Model to support sustainable tourism development in Dusun Sade, Rembitan Village, Central Lombok Regency, Indonesia. The findings reveal that local wisdom serves as the fundamental basis for Eco Village development by integrating ecological, social, cultural, and economic dimensions into the community's daily life. This study proposes a Local Wisdom-Based Eco Village Conceptual Model that positions local wisdom as the foundation of Eco Village development, supported by stakeholder collaboration and implemented through the integration of the four Eco Village dimensions. The theoretical contribution of this model is to broaden the Eco Village concept by positioning local wisdom as the foundation integrating ecological, social, cultural, and economic dimensions, while its practical contribution is to provide a reference framework for the development of indigenous community-based tourism villages. Positive stakeholder perceptions and active participation further strengthen the implementation of local values through collaborative engagement among multiple stakeholders in supporting sustainable tourism development. The proposed model contributes conceptually by positioning local wisdom as the core framework that integrates ecological, social, cultural, and economic dimensions in developing an Eco Village within an indigenous community context.
Vegetation Ecostructure in the Mejet Community Forest Conservation Block, North Lombok Regency Wirebakti, Lalu Gede Galuh; Valentino, Niechi; Anwar, Hairil
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i2.12253

Abstract

The Mejet HKm Protection Block plays a crucial role as a water catchment area and supports the livelihoods of the surrounding community. This area serves as a water source for domestic needs, agricultural irrigation, and supports the growing ecotourism activities in the surrounding area. This study aimed to determine the ecostructure of plant vegetation in the Mejet Community Forest Protection Block, including species composition, horizontal and vertical structures, and the Importance Value Index (IVI), as well as the diversity, evenness, and richness indices of plant species. The research method used grid lines with a systematic sampling technique with random origins. Vegetation data were categorized based on the growth stage of seedlings, saplings, poles, and trees. The results showed that there were 95 plant species with Coffea sp. as the species with the largest number of individuals. The horizontal vegetation structure was dominated by small to medium diameter classes, while the vertical structure was dominated by low height classes, indicating that the vegetation regeneration process was still active. The highest IVI value at the seedling and sapling levels was held by Brownlowia peltata, at the pole level by Tabernaemontana, and at the tree level by Palaquium obtusifolium. The highest species diversity index value at the tree level was 3.69. The evenness and species richness indices across growth strata were also high, indicating a relatively even distribution of individuals across species and a stable forest ecosystem. Overall, the vegetation in the Mejet HKm Protection Block reflects a diverse, stable, and regenerative plant community, which supports the sustainable ecological function of the forest area.
MEDIA SOSIAL DAN KRISIS MORAL GENERASI MUDA: TANTANGAN DAN PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA GLOBAL Fenindra Jailani; Hairil Anwar; Sapril
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.52904

Abstract

This article critically examines the role of Islamic Religious Education (PAI) in responding to the moral crisis among young generations triggered by the massive use of social media in the global era. Moral degradation phenomena such as free association, dissemination of negative content, and the weakening of religious values among adolescents are increasingly alarming with the rapid growth of digital platforms. This study employs a qualitative approach with library research method, analyzing relevant primary and secondary sources from Islamic education literature, educational psychology, and media studies. The findings indicate that PAI has strategic potential that has not been fully optimized in shaping the moral character of young generations through three main approaches: internalization of tawhid values, development of emotional-spiritual intelligence based on the Quran and Sunnah, and innovation of technology-based digital learning. This study argues that the challenge of social media should not merely be addressed through restriction, but through a transformation of PAI learning paradigms that are responsive, contextual, and oriented toward the formation of insan kamil (the perfect human being). The implications of this study are relevant for PAI curriculum development, teacher training, and national education policy.
Pengembangan Model Pentahelix untuk Penguatan Resiliensi Desa Wisata Bonjeruk Lestari, Erin Yudia; Supryadi, Didy Ika; Anwar, Hairil
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6325

Abstract

Pengembangan desa wisata di kawasan rawan guncangan menuntut resiliensi, yaitu kemampuan bertahan, beradaptasi, dan bertransformasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi eksisting kolaborasi antaraktor pentahelix, mengidentifikasi faktor penguat dan penghambat resiliensi, merumuskan model pengembangan pentahelix untuk penguatan resiliensi, serta menguji kelayakan dan efektivitasnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Design Based Research yang disederhanakan, diawali studi pendahuluan fenomenologis melalui wawancara mendalam terhadap sebelas informan dari lima unsur pentahelix, observasi, dan dokumentasi, yang dianalisis secara tematik mengikuti tahapan Colaizzi dan diperkuat analisis faktor strategis internal dan eksternal. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik serta member checking. Hasil penelitian menunjukkan kolaborasi eksisting di Bonjeruk berpola linier-episodik dan belum terlembaga, dengan dimensi sosial sebagai kekuatan utama dan dimensi institusional sebagai kerentanan. Analisis faktor strategis menempatkan Bonjeruk pada posisi pertumbuhan yang perlu dikonsolidasikan dan menghasilkan empat strategi kebijakan resiliensi. Dari temuan tersebut dirumuskan Model Pentahelix Resilien Bonjeruk (MPRB), yaitu model kolaborasi jaring laba-laba yang menempatkan Forum Koordinasi Desa Wisata sebagai pusat operasional, didukung sistem informasi desa wisata sebagai peringatan dini, koperasi desa wisata, dan media center desa, serta berlandaskan awig-awig. Validasi ahli menghasilkan rerata skor 3,50 berkategori sangat layak, dan implementasi terbatas menunjukkan peningkatan koordinasi antaraktor. Penelitian merekomendasikan pelembagaan forum koordinasi melalui payung hukum desa, penguatan ekonomi kolektif, pembangunan sistem deteksi dini, dan tata kelola adaptif berbasis kearifan lokal.   Development of a Pentahelix Model for Strengthening the Resilience of Bonjeruk Tourism Village Abstract The development of tourism villages in shock-prone areas requires resilience, namely the ability to survive, adapt, and transform. This study aims to analyze the existing conditions of collaboration among pentahelix actors, identify the factors strengthening and inhibiting resilience, formulate a pentahelix development model for strengthening resilience, and test its feasibility and effectiveness. A qualitative approach with a simplified Design Based Research design was employed, beginning with a phenomenological preliminary study through in-depth interviews with eleven informants representing the five pentahelix elements, observation, and documentation, analyzed thematically following Colaizzi's stages and reinforced by an analysis of internal and external strategic factors. Data validity was maintained through source and technique triangulation and member checking. The results show that the existing collaboration in Bonjeruk follows a linear-episodic pattern and is not yet institutionalized, with the social dimension as its main strength and the institutional dimension as its vulnerability. The strategic factor analysis places Bonjeruk in a growth position that needs consolidation and yields four resilience policy strategies. Based on these findings, the Bonjeruk Resilient Pentahelix Model (MPRB) was formulated, namely a spider-web collaboration model positioning the Tourism Village Coordination Forum as the operational center, supported by a tourism village information system as an early warning system, a tourism village cooperative, and a village media center, and grounded in awig-awig customary norms. Expert validation produced an average score of 3.50 in the highly feasible category, and limited implementation demonstrated improved coordination among actors. The study recommends institutionalizing the coordination forum through village legal instruments, strengthening the collective economy, developing an early warning system, and adaptive governance based on local wisdom.
Co-Authors ., Salminawati . Abdul Fattah ABDUL MUIN Abdul Mu’ti Abuddin Nata, Abuddin Aditya, Muhamad Pradana Sasaka Ahmad Riki Kadri Budiman Ahmad, Zamhur Akbar, Muhammad Firmansyah Akhmad Saufi Alpha Amirrachman Amin, Fitrah Maulidi Andi Chairil Ichsan Andi Tri Lestari Andrie Ridzki Prasetyo Aprianto, Didik Ayu P.D, Ni Ny. Chrisna Azizah, Lutfiah Azzomarayosra Wicaksono B, Kornelia Webliana BAHARI SHOIMUR RAMADHANU E1011161109 Baiq Nurainun Apriani Idris Baiti, Nanda Nurul Chainar, Chainar chairil ichsan, andi Dedi Kusnadi Desca Thea Purnama Dhidik Apriyanto DIAH PERMATA SARI, DIAH PERMATA Diah Permatasari Diah Permatasari, Diah Didy Ika Supryadi Dita Anggraini Dwi Putra Buana Sakti Dwi Sukma Rini E1011151143 Nussella E1011161069 Livianty Endah Wahyuningsih Endah Wahyuningsih Endah Wahyuningsih Fatmawati, Binar Aura Fenindra Jailani Firashinta, Aminah Frarera, Andre Nova GB Daril Rama Aditia Hamdani, Sahrun Handry Sudiartha Athar Harahap, Yudhi Septian Hardilina Hardilina, Hardilina Haris Saputra Haryaningsih, Sri I Putu Angga Teja Maya Ichsan, Andi Chairil Ijah, Uswatun Irwan Mahakam Lesmono Aji Jaelani, Muhammad Januardi, Januardi Juliadi, Erwin Khiarunnisa, Aulia Khusnul Hayati Kitirman, Kitirman Kornelia Webliana Krismon Nusantara Saksi Kusuma, Nila L. Sukardi, L. Lestari, Andi Tri Lestari, Erin Yudia Lina Sunyata Liza Umitasari lriani, Endang Mahyuni Mahyuni Manalu , Sri Rahmayani Manalu, Sri Rahmayani Marini Marini . Markum Markum Maryuni, Sri Maulia, Zsarytha Mayaning Sari, Ni Kadek Media Zainul Bahri Mega Fatimah Rosana Mochamad Iqbal Firmansyah Muhamad Husni Idris, Muhamad Husni Muhammad Husni Idris Mukhlis Mukhlis Mustain Mustain Muteringbumi, Haidir Ali Mu’ti, Abdul Nasruddin, Muhammad Azwar Fahri Ngadianto, Agus Niechi Valentino Nova, Andre Nuzulian, Ully Padilah, Ahirul Habib Pande Komang Suparyana Parlina, Cici Patriani, Ira Prasetyo, Andrie Ridzki Prayitno Basuki, Prayitno Pudjianto, Sy. Putri, Regina Natasya Rahman, Muhamad Ari Rasidar Rima Vera Ningsih Rukyani, Sinta Safitri, Dewi Sambawa, Wayan Prabudi Sathya Hindu Sapril Sardani, Ali Septian, Yuhdi Sitti Latifah Sufyan, hadi Sukarsono Sukarsono Suparto Suparto Suprapto Suprapto Syahputra, Maiser Webliana B, Kornelia Webliana B., Kornelia Webliana, Kornelia Widiantari, Laely Wihelmus Jemarut Winduri, Monika Endang Wirebakti, Lalu Gede Galuh Wulandari, Febriana Tri Wulandari, Ni Wayan Maika Putri