Claim Missing Document
Check
Articles

Tinjauan Yuridis Terhadap Anggota Polri Yang Melakukan Penembakan dan Mengakibatkan Kematian Agustinus Deny Bria; Anak Agung Sagung Laksmi Dewi; I Made Minggu Widyantara
Jurnal Analogi Hukum 251-255
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/ah.5.3.2023.251-255

Abstract

Kasus-kasus penyalahgunaan senjata api di kepolisian akhir-akhir ini semakin marak. Mulai dari penembakan terhadap sipil, penembakan sesama polisi sampai menembak diri sendiri. Adapun rumusan masalah yang diangkat, yakni: 1) Bagaimana pengaturan tentang kewenangan tindakan polisi melakukan tembak ditempat? 2) Bagaimana akibat hukum apabila polisi melakukan tembak ditempat tidak sesuai dengan peraturan perundangundangan? Metode penelitian yang digunakan adalah tipe penelitian hukum normatif dengan jenis pendekatan perundang-undangan. Hasil yang didapatkan yaitu untuk memahami kewenangan tindakan polisi melakukan tembak ditempat dan akibat hukum apabila polisi melakukan tembak ditempat tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dengan adanya pemisahan Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan TNI, sekarang ini Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia tunduk kepada kekuasaan peradilan umum. Petugas polisi berhak menembak dengan todongan senjata jika merasa nyawanya dalam bahaya. Keputusan ini didasarkan pada peraturan perundang-undangan, khususnya hukum KUHP dan Hak Asasi Manusia.
Pertanggungjawaban pidana perbuatan prank kekerasan dalam rumah tangga (kdrt) I Gusti Agung Mahyuni; Anak Agung Sagung Laksmi Dewi; IG.A.A.Gita Pritayanti Dinar
Jurnal Analogi Hukum 167-171
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/ah.5.2.2023.167-171

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk dapat mengetahui bagaimana pengaturan hukum tindak pidanaKekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT dan Sanksi pidana terhadap pelaku prank Kekerasan Dalam RumahTangga (KDRT).Komunikasi media sosial yang turut dikembangkan oleh teknologi menjadi wadah dalammasyarakat membagikan fitur secara bebas. Namun dibutuhkan kebijakan masyarakat itu sendiri dalammemanfaatkan perkembangan informasi dalam kehidupan sehari hari. Adapun permasalahnnya : bagaimanakahpengaturan hukum tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan bagaimanakah Sanksi pidanaterhadap pelaku prank Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Penelitian ini menggunakan metodepenelitian hukum normatif yang berdasarkan peraturan perundang – undangan dan data yang di dapat penulis dimedia sosial. Pengaturan hukum tindak pidana prank Kekerasan Dalam Rumah Tangga tidak diatur jelas dalamKUHPidana namun ada beberapa prank yang memang bersifat merugikan banyak pihak dan dapat dilaporkansesuai dengan pasal 390 tentang berita bohong, 359 tentang kelalian serta Undang – Undang No 1 tahun 1946pasal 14 ayat (1) tentang menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong. Prank yang merugikan masyarakatdapat melaporkan dengan pasal 390 dengan sanksi dihukum penjara selama – lamanya delapan bulan.Pemerintah hendaknya memberikan penyuluhan mengenai bahayanya hukuman bagi pelaku prank khususnyaanak-anak serta peran orang tua dalam mengontrol tontonannya.
Analisis yuridis penanganan kasus anak pelaku tindak pidana yang berstatus kawin (studi kasus: 3/pid.sus.anak/2019/pn gin) I Gusti Ayu Gita Dwiyanthi Merta; Anak Agung Sagung Laksmi Dewi; Ni Made Sukaryati Karma
Jurnal Analogi Hukum 172-178
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/ah.5.2.2023.172-178

Abstract

Perlakuan terhadap pelaku tindak pidana anak dengan pelaku dewasa haruslah dibedakan. Pembedaanini mencakup perlakuan di dalam hukum acara maupun ancaman pemidanaannya pembedaan ini dimaksudkanuntuk lebih memberikan perlindungan anak. Dalam hal ini, terdakwa masih dibawah umur dan seharusnyamasih diupayakan penyelesaian sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem PeradilanPidana Anak. Hal ini harus segera ditentukan agar tidak terjadi norma kosong dalam peradilan Indonesia.Berdasarkan uraian latar belakang diatas, penulis dapat merumuskan dua permasalahan yaitu Bagaimanakedudukan anak pelaku tindak pidana yang berstatus kawin? dan Bagaimana penanganan kasus anak pelakutindak pidana yang berstatus kawin? Tipe Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Hukum Normatifmerupakan penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka. Dalam penelitian inidigunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan analisis konseptual. Hasil dari penelitian ini adalahkedudukan anak pelaku tindak pidana yang berstatus kawin tidak diterangkan secara jelas dalam UndangUndang. Kemudian Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 mengesampingkan peraturan lainnya yangmembahas mengenai status kedewasaan seseorang sehingga ia masih tetap dikategorikan sebagai anak.Sehingga dapat disimpulkan anak kedudukan seorang anak mengacu pada batasan usia. Saran dari penulis bagimasyarakat, pemerintah, pelaku untuk lebih fokus terhadap kasus anak.
Perlindungan Hukum Terhadap Korban Kekerasan Pada Anak Serta Upaya Pemulihan Untuk Korban (Studi Kasus Kejaksaan Negeri Denpasar) Triana Agus Widiasih; Anak Agung Sagung Laksmi Dewi; I Made Minggu Widyantara
Jurnal Analogi Hukum 245-250
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/ah.5.2.2023.245-250

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu perlindungan hukum terhadap korban kekerasan pada anak serta upayapemulihan untuk korban. Anak merupakan golongan sosial yang paling rawan menjadi korban kekerasan.Kekerasan yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya dengan maksud mendidik termasuk dalam tindakpidana kekerasan kepada anak, sehingga diperlukannya upaya perlindungan hukum untuk anak yang menjadikorban kekerasan. Permasalahan yang akan dibahas yaitu: (1) Bagaimana perlindungan hukum bagi anak yangmenjadi korban kekerasan pada perkara dengan nomor register PDM-1849/DNPSR/06/2022? (2) Bagaimanaupaya untuk pemulihan anak yang menjadi korban kekerasan pada perkara dengan nomor register PDM-1849/DNPSR/06/2022? Empiris adalah metode yang digunakan pada penelitian ini. Adapun hasil penelitian iniyaitu, anak telah dijamin perlindungan hukumnya dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002, Anak yangmenjadi korban kekerasan dalam menjalani proses perkaranya akan mendapatkan pendampingan dari dinasperlindungan perempuan dan anak serta mendapat bantuan dari tenaga medis maupun psikolog untukmemulihkan kondisinya. Sanksi bagi orang tua yang memperlakukan tindakan kekerasan kepada anak mereka,dijerat dengan pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, Maka untuk mencegah anak terkena tindakankekerasan dilakukanlah upaya preventif dan represif.
Hak Asuh Anak Akibat Perceraian Orang Tua Kadek Puspayoga; Anak Agung Sagung Laksmi Dewi; Luh Putu Suryani
Jurnal Analogi Hukum 329-334
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/ah.5.3.2023.329-334

Abstract

Hak asuh anak saat terjadi perceraian dengan situasi adanya seorang anak, menimbulkan akibat dari adanya perceraian yakni persoalan hak asuh anak, maka dengan itu baik ayah atau ibu berhak mengajukan permohonan atas hak asuh anak mereka ke pengadilan. Adapun rumusan masalah yaitu;1)Bagaimanakah pengaturan terhadap hak asuh anak akibat perceraian orang tua? 2)Bagaimana akibat hukum bagi anak dari perceraian orang tua? Pada penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan jenis pendekatan perundang-undangan yang berhubungan dengan isu yang dibahas. Hasil penelitian ini menunjukkan peraturan hukum mengenai hak asuh anak sangat berkaitan dengan perlindungan anak baik itu mengenai adanya pengarahan dalam hak yang dilakukan oleh orang tua. Akibat hukum bagi anak dari perceraian orang tua atau adanya keputusan dalam putusnya hubungan keluarga menjadikan tetap wajib dalam mendidik anak tersebut, karena bagi anak pendidikan secara biologis, sosial serta mental sangat penting bagi anak dari orang tua. Bagi Pemerintah atau penegak hukum dengan berupa penegakkan yang dilakukan secara langsung ataupun tidak dengan menggunakan sistem yuridis mengenai perlindungan yang dilakukan sesuai dengan dasar hukum undangundang yang berkaitan.
Perlindungan Hukum Terhadap Pelapor Tindak Pidana Whistleblower dalam Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang Ni Made Dhea Wijayanti Upadana; Anak Agung Sagung Laksmi Dewi; Kade Richa Mulyawati
Jurnal Analogi Hukum 353-357
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/ah.5.3.2023.353-357

Abstract

Indonesia menunjukkan peningkatan kasus tindak pidana perdagangan orang pada tahun 2020 selama pandemi. Whistleblower merupakan metode yang tepat untuk mencegah dan menanggulangi tindak pidana tertentu seperti tindak pidana perdagangan orang. Whistleblower memiliki resiko setelah mengungkap fakta kepada publik. Karena itu, penting sekali untuk menjamin perlindungan hukum bagi whistleblower rahasia. Perlindungan hukum bagi pelapor yang melaporkan kejahatan perdagangan orang dan struktur hukum untuk pelaporan tersebut menjadi fokus penelitian ini. Dari perspektif hukum, penelitian ini menggunakan metodologi penelitian normatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa KUHAP dan beberapa peraturan perundang undangan lainnya memberikan pengaturan normatif dan penjelasan singkat bagi pelapor tentang tindak pidana perdagangan orang. Bagi mereka yang melaporkan perdagangan orang, undang-undang memberikan empat bentuk perlindungan hukum
Implementasi Tugas Pokok dan Fungsi Balai Pemasyarakatan Denpasar dalam Bimbingan Terhadap Klien Anak Pramana, Dwik Aditya; Dewi, Anak Agung Sagung Laksmi; Suryani, Luh Putu
Jurnal Analogi Hukum 65-71
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jah.6.1.2024.65-71

Abstract

Children in conflict with the law must be protected as the nation's successor, therefore the Correctional Center has an important role in guiding the child to be accepted back into society. The formulation of this research problem is , How is the implementation of the main tasks and functions of Denpasar Correctional Center? Factors that hinder the process of guidance to child clients at Denpasar Correctional Center? This research is of the empirical legal type, with a data analysis approach using descriptive methods. The results of the study show that the main tasks and functions of the Correctional Center in providing guidance to juvenile clients have been implemented properly, through two forms of guidance mechanisms. The conclusion of this study, there are obstacles by the Correctional Center in conducting guidance, these obstacles consist of internal obstacles and external obstacles. External barriers consist of communication problems. While external problems consist of the lack of availability of facilities and infrastructure. The author's suggestion in this study is that good coordination between legal agencies and the availability of adequate facilities and infrastructure are needed, so that the guidance process can be carried out properly.
Sanksi Hukum Terhadap Rumah Sakit yang Melakukan Pencemaran Lingkungan dengan Sampah Alat-Alat Kesehatan Priana, Cahya Edy; Dewi, Anak Agung Sagung Laksmi; Suryani, Luh Putu
Jurnal Analogi Hukum 14-20
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jah.6.1.2024.14-20

Abstract

Hospitals are a double burden on society because despite offering much-needed medical care, they also risk spreading disease and contributing to pollution due to the waste they produce. The formulation of the problem from this study is: How is the legal regulation for hospitals that pollute the environment with medical equipment waste? and What are the legal sanctions against hospitals that pollute the environment with medical equipment waste? This type of research uses normative legal research with the type of approach used is a statutory approach. Legal material is collected through literature studies and the analysis method that researchers will use is qualitative descriptive. The results of the analysis of the regulation of the Hospital Law that pollutes the environment with medical equipment waste are contained in the Law of the Republic of Indonesia Number 32 of 2009 concerning Environmental Protection and Management. Legal sanctions against hospitals that pollute the environment with plastic medical device waste where hospitals that dispose of medical waste carelessly will be subject to legal sanctions in the form of revocation of the hospital's operating license and punished with a maximum imprisonment of 3 (three) years and a maximum fine of Rp. 3,000,000,000,000,00 (three billion rupiah)"..
Pertanggung Jawaban Pidana Terhadap Pemberi dan Penerima Suap yang Dilakukan Oknum Pemerintah di Kabupaten Tabanan Gunawan, I Kadek Faiza Putra; Dewi, Anak Agung Sagung Laksmi; Ujianti, Ni Made Puspasutari
Jurnal Analogi Hukum 87-91
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jah.6.1.2024.87-91

Abstract

Acts of corruption often drag people who work in government agencies. KPK records show that corruption in the scope of agencies occurred in districts / cities as many as 409 problems in the period 2004-2020. the formulation of this research problem is: How is the Bribery Arrangement that occurs in the tabanan government. Criminal responsibility for the giver and receiver of bribes in the government environment in tabanan district discussing this problem, using Normative legal research. The regulation of bribery or every problem of corruption criminal activity must be processed by the court according to the existing provisions. Settlement is applied proactively based on existing laws and regulations and government authority. Each process of handling the problem must be carried out to check its progress. the Denpasar District Court's decision No. Case 16 //Pid. Sus-TPK//2020//PN, decided that the Defendant NI PUTU EKA WIRYASTUTI had been proven clearly and convincingly guilty of committing "the crime of corruption jointly and continuously".
Tinjauan Yuridis Penyidikan Tindak Pidana Perikanan di Laut Oleh Penyidik Polisi Mahardika, Made; Dewi, Anak Agung Sagung Laksmi; Suryani, Luh Putu
Jurnal Analogi Hukum 28-32
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jah.6.1.2024.28-32

Abstract

Starting from 2004, the illegal fishing sector is now supervised by Fisheries Law. Fishermen generally use a variety of fishing gear to pull fish from the waters, but any means that can damage the marine ecosystem in the long run are prohibited. The formulation of the problem in this study is, How are the arrangements for investigations carried out by investigators against perpetrators of fisheries crimes? And what is the authority in investigating fisheries crimes? This research aims to determine who has jurisdiction to investigate fishing offenses and how the police carry out such investigations. Specifically, a normative law study was used. Investigators from the Indonesian National Police (Polri) have the authority to investigate illegal activities in designated areas of Indonesia in accordance with the Criminal Procedure Law and other legal regulations. The procedure for investigating unlawful acts in the fisheries sector is based on the authority of Polri investigators as stipulated in Article 73 paragraph 4 Fisheries Law.
Co-Authors A A Ngurah Bagus Krishna Wirajaya A. A Mas Stela Kurtika adi Adhi Wibisana, Anak Agung Ngurah Agus Hindiana Christantino Mek Agus Rai Mahardika Agustinus Deny Bria Agustinus Samosir Amelia Anak Agung Ayu Gayatri Anak Agung Ayu Mas Merta Sari Anak Agung Ayu Wina Putri Mayuni Anak Agung Ayu Wulan Pramesti Puja Dewi Anak Agung Bagus Ari Satya Dharma Anak Agung Bagus Indra Dwipraditya Anak Agung Bagus Sempidi Junior Anak Agung Dinda Trisna Kesumadewi Anak Agung Gede Agung Anak Agung Istri Agung Anak Agung Istri Pradnya Paramitha Anak Agung Ngurah Adhi Wibisana Anak Agung Ngurah Dharma Bayu Subandi Anak Agung Ngurah Oka Yudistira Darmadi Anak Agung Putra Agung Dwicahyana Anak Agung Tias Sandya Dianti Anggia Maharani Putri Antara, I Wayan Eka Antari, Putu Agustina Mega Antonius De Andrade Fahik Arimastanaya, I Gede Arini , Desak Gde Dwi Arini, Desak Gde Dwi Arinjaya, I Gede Yudi Arjana, Made Ryoko Aditya Arniti, Ni Komang Ayu Artana, I Putu Arya Wiguna Ashton, Annie Long Astri , Dewa Ayu Mareyta Ayou Lestari Duarkossu Ayu Ratih Indra Kusumawati Bagus Andika Artha Surya Bagus Putu Lanang Agastya Berliana Indah Sari Brahmanta, I Gusti Ngurah Agung Sweca Budiastra, I Kadek Roger Budikusuma, I Gede Herry Cahyani, Dewa Agung Ari Aprillya Devita Cipta PutraI Ketut Wira Cipta Putra Cokorda Gede Agung Rama Yudha Dananjaya, A.A. Ngr. Dwi Darmayanti, Ni Komang Arik Dedi Romadhan Desak Ketut Linda Saraswati Desak Nyoman Ayu Melbi Lestari Desak Rurik Pradnya Paramitha Nida Desak Rurik Pradnya Paramitha Nida Desy Kristiani Rahma Putri Devi, A.A Mas Karpeka Dewa Gede Agung Getsumeda Dewa Gede Ananta Prasetya Dewa Gede Dirgayusa Werdi Bumi Dewa Gede Widya Swastika Dewa Made Natha Dwitama Dewa Putu Mantera Dewi, Komang Ayu Trisna DEWI, Ni Luh Putu Yuni Sartika Dharmayuda, Made Satria Diah Gayatri Sudibya Diah Gayatri Sudibya Dimas Putra Wicaksana Dinar, I Gusti Agung Ayu Gita Pritayanti Dinar, I Gusti Ayu Gita Pritayanti Dinata, I Gede Agus Marta Dwipayana, I Kadek Denny Harta Dwipayana, I Made Aditya Eka Andrean Ramadhan Erlin Kusnia Dewi Esa Nurillah Firdaus, Ilham Gede Agus Antonio Leovandy Gede Agus Sukawantara Gede Dwiki Cahyadi Gede Indra Yasa Asiawan Gede Oka Swarbhawa Gemaya Wangsa Gowinda Prasad Gregorius Yolan setiawan Gunantara, I Gede Agus Surya Gunawan, I Kadek Faiza Putra Gusti Ayu Euanggelin Marsha Wangania Gusti Nyoman Adung Setiawan Guterres, Mirela Maria Ribeiro Haris Wirayuda Herowati Poesoko, Herowati Hery Sudiarto I Gde Ardi Suarbawa I Gede Agus Sudiantara I Gede Fajar Manggala I Gede Made Widia Permana I Gede Suariawan I Gede Susila Putra I Gede Yoga Pratama I Gede Yogi Arya Windiarta I Gusti Agung Ayu Gita Pritayanti Dinar I Gusti Agung Gede Utara Hartawan I Gusti Agung Mahyuni I Gusti Agung Mas Cahyani Dewi I Gusti Agung Prama Yoga I Gusti Ayu Firga Julia I Gusti Ayu Gita Dwiyanthi Merta I Gusti Ayu Sukrisma Dewi I Gusti Dama Galang Devara I Gusti Ngurah Arya Brahmantara I Kadek Nova Astrawan I Kadek Purwadi Putra I Kadek Suar Putra Dana I Ketut Sukadana I Komang Aditya Diputra I Komang Arya Sentana Mahendra I Komang Oka Raharja I Komang Widnyana I Made Adi Endra Supardi I Made Andy Sabda Permana I Made Andy Sabda Permana I Made Arimbawa Wiraputra I Made Ary Supartawan I Made Della Dwi Angga Saputra I Made Deni Pramudya Adi Putra I Made Dwi Mahardika I Made Dwi Narendra Dananjaya I Made Gede Adi Arya Natih I Made Irvan Ariansyah Putra I Made Khrisna Dwi Payana I Made Krisna Bagus Wisena I Made Minggu Widyantara I Made Minggu Widyantara I Made Minggu Widyantara I Made Minggu Widyantara I Made Minggu Widyantara I Made Minggu Widyantara I MADE MINGGU WIDYANTARA, I MADE MINGGU I Made Oka Wiradharma I Made Rai Dwi Surya Atmaja I Made Sepud I Made Subantara I Made Yasa Wahyuda I Maoe Hinggu Widyantara I Nyoman Arya Mugi Raharja I Nyoman Budiantara I Nyoman Gede Sugiartha I Nyoman Gede Sugiartha I Nyoman Gilang Radwithama I Nyoman Loka Hari Prabawa I Nyoman Putu Budiartha I Nyoman Subamia I Nyoman Sugiarta I Nyoman Sukrata I Nyoman Surya Natha I NYOMAN SUTAMA I Nyoman Sutama I Nyoman Sutama I Nyoman Sutama I Nyoman Sutama I Putu Andika Sanjaya I Putu Aris Sedana Putra I Putu Budi Astika I Putu Gede Seputra I Putu Gede Seputra I Putu Pradita Wiradinatha I Wayan Ari Subakti I Wayan Arthana I Wayan Arthanaya I Wayan Arthanaya I Wayan Bagas Surya Adi Pratama I Wayan Chandra Adyatma I Wayan Dedi Arta I Wayan Dedy Cahya Pratama I Wayan Edi Kurniawan I Wayan Edy Darmayasa I Wayan Kevin Mahatya Pratama I Wayan Kusuma Purwanta I Wayan Merta Jaya I Wayan Werasmana Sancaya I Wayan Wira Jaya Udaya I Wayan Yuda Atmaja I.B. Gede Agustya Mahaputra Ibnu Maruf Ida Ayu Gede Adi Suandewi Ida Ayu Prawita Utami Putri Ida Ayu Putri Ary Yulandari Ida Ayu Sri Wahyuni Ida Ayu Vera Wirya Paramita Ida Ayu Viony Adniasari Ida Bagus Ari Nugraha Ida Bagus Gede Arimbawa Putra Ida Bagus Gede Krismantara Manuaba Ida Bagus Wimba Pratama Ida Bagus Wimbha Nugraha Putra Pidada IG.A.A.Gita Pritayanti Dinar Indah Permatasari Indrawan, Putu Pery Indrayana, I Wayan Aditya Intan Dian Vitaloka Jaya, I Gede Agus Purna Johannes Ibrahim Kosasih Julius Roland Lajar Juniana, I Kade Kade Richa Mulyawati Kadek Bayu Krisna Juliantara Kadek Hary Harmawan Kadek Indra Prayogi Kadek Krisna Amacya Kadek Puspayoga Kadek Putra Dwi Payana Kadek Suryasantosa Kadek Wahyu Juniarta Kadek Yuda Kumala T.D Kamaswara, Anak Agung Gde Agung Kresna Kardiyasa, I Made Karma, Ni Made Sukaryati Karna, Ida Bagus Adi Pati Karna, Putu Indra Satya Kasirinus Jee Lua Ketut Adi Wirawan, Ketut Adi Ketut Danu Yudistira Komang Adika Bayu Mahendra Komang Gede Reska Joanykernia Pradila Komang Ikka Shintya Daivi Komang Krisna Prema Kosalya , I Gusti Ayu Agung Kresensia Angelica Hardi Kumara, GD. Bagus Maesha Kusomo, Livia Kusuma, Ida Bagus Wahyu Wira Kusuma, Ngurah Arya Laning, Marthen Lazarus lda Ayu Mirah Widnyani Linda Vianty Mala Takko Luh Ketut Ayu Andayani Luh Putu Sudini Luh Putu Suryani Luh Putu Yustika Riani Kusuma Luiter Lubalu Made Adityaswara Amerta Yoga S Made Dwi Kurnia Dananjaya Made Dwi Mahayuni Dharmayanti Made Harum Pratiwi Made Minggu Widyantara Mahaputra, Ida Bagus Gede Bawa Mahaputri, Anak Agung Istri Maharani, Ni Made Intan Mahardika, Made Marianus Oktavian Darung Mario Viano Rasi Wangge Mella Ismelina Farma Rahayu Meysin Liston Sinaga Nadila Purnama Sari Negara, I Made Rai Arya Suta Ni Gusti Putu Wirawati Ni Kadek Ari Swartini Ni Kadek Ayu Reza Chintya Dewi Ni Kadek Lia Sri Padmiani Ni Kadek Nilawati Dwi Cahya Ni Kadek Nisa Alfiyana Ni Kadek Pingkan Putri Natalia Ni Komang Ayu Sri Agustini Ni Komang Ayu Triana Dewi Ni Komang Diana Trisnayanti Ni Komang Nanda Permata Dewi Ni Komang Putri Pratiwi Ni Komang Sri Herawati Octa Ni Luh Putu Sintya Purnama Dewi Ni Luh Putu Sri Laksemi Dharmapadmi Ni Luh Putu Yosi Pratiwi Ni Made Dhea Wijayanti Upadana Ni Made Dwi Ari Cahyani Ni Made Nindya Maheswari Ni Made Puspasutari Ujianti Ni Made Puspasutari Ujianti Ni Made Puspasutari Ujianti Ni Made Ratna Pratiwi Ni Made Sasmita Ayuningrum Ni Made Sukariyati Karma Ni Made Sukaryati Ni Made Sukuryati Karma Ni Made Suryati Ni Made Swandari Ni Made Wismantari Ni Made Yeni Sukmawati Ni Nyoman Gabriella Christiawan Putri Ni Nyoman Rina Desi Lestari Ni Nyoman Sonia Santhy Suryani Ni Putu Ayu Mia Paramartha Sari Ni Putu Dyah Ayu Karina Prabandari Ni Putu Kristin Ningtyas Kusuma Ni Putu Lalitha Candra Laksmi Ni Wayan Regina Novyanti Nono , Ignasius Yosanda Novitasari Kusuma Dewi Nurjaya, I Nyoman Widi Nyoman Ananda Bimastara Nyoman Gede Aditya Jay Medhika Nyoman Handytya Wiarsa Putra Pande Putu Rastika Paramartha Pangjaya, Anak Agung Ananda Putra Paramita, Ni Putu Ayu Prasetya Paramitha, Dewa Ayu Cahyani Permana, I Putu Bayu Pius. A. Samponu Poly Pagna Pramana, Dwik Aditya Praminingrat, I Gusti Agung Istri Arinda Prasetia, I Gusti Ngurah Yudha Prayascita, I Made Wira Manik Prayoga, Gede Kristya Yuan Priana, Cahya Edy Purnacandrama, I Putu Gede Anom Putra , Andrie Eka Putra, I Gusti Ngurah Agung Bagus Bima Putra, I Made Mudana Adi Putri, Anak Agung Ayu Desy Nadhira Putri, Ni Made Melly Deni Kiara Putri, Ni Putu Ayu Sri Darma Putri, Ni Putu Yuni Suantika Putu Aditya Witanaya Putra Putu Ayu Sarina Selsa Oktaviani Putu Budiartha, I Nyoman Putu Cyntia Rizdyanti Putu Kayla Yunita Dewi Putu Ryan Baskara Putu Suryani . Putu Wisesa Sagara Rendi Salasbi Rizal, Michael Jose Ronaldo Darmawan Ronaldo Ragowino Bira SAKTI, Sawung Aji Bhawono Sanjaya, Anom Bagus Sari, Anak Agung Arista Purnama Sari, Ni Wayan Dian Anggita Saripan, Hartini Sarwini, Ida Ayu Ketut Sastra, Putu Arya Adi Sena, Putu Gede Prema Septianingsih, Komang Ayuk Seputra, I Putu Gede Sienny Karmana Somayasa, I Made Gede Bagus Sri Ulina Theresa Perangin-Angin Suarnegara, I Putu Agus Suartama, I Kadek Anom Sudibya, Diah Gayatri Sugiarta, I Kadek Agus Sugiartha, I Nyoman Gede Sujana, I Nyoman Sujana, Putu Krisna Widya Suradnya, I Gusti Ngurah Made Susanti, Ni Komang Dewik Ary Taruna, Darly Teo Dentha Maha Pratama Tjokorda Istri Agung Devitia Widya Paramita Putri Triana Agus Widiasih Trianti, Dhania Bagus Fajar Ujianti, I Made puspasutari Ujianti, Ni Made Puspasutari Utami, Ni Putu Marsya Utari Paramita Devi Wayan Ardi Indra Jaya Wayan Artana Wianta, I Made Prama Wibawa, Theo Sukardi Wibisana, Anak Agung Ngurah Adhi Wicaksana, Dewa Putu Ade Wicaksana, I Gusti Ngurah Ketut Satya Widhiastuty, Ni Putu Ayu Angreny Widiana, I Gusti Agung Ngurah Satya Widiantara, Made Minggu Widyaningsih, Gusti Ayu Erlin Widyantara, Made Minggu Widyastuti, Ida Ayu Wayan Wijana, Kadek Wijaya, Kadek Agus Mahendra Wijaya, Pande Putu Dinda Novita Wijayanti, Ni Kadek Sri Wiraguna, Komang Wiryawan, I Kadek Arya Wisantya, Khresna Wisnumurti, Anak Agung Gede Oka Yanti, Ni Kadek Derlin Yudha, I Gede Dharma