p-Index From 2021 - 2026
5.556
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI MOTIVATOR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI KERJA GURU DI SMPTI AL-HIDAYAH KUTOREJO Ihya Mubarok, Ihya Mubarok; Heru Setiawan, Heru Setiawan; Ashari, Ashari
JOURNAL J-MPI : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN, PENELITIAN DAN KAJIAN KEISLAMAN Vol. 4 No. 2 (2025): JOURNAL J-MPI: JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN, PENELITIAN DAN KAJIAN KEISLAMAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) STIT Muhammadiyah Tempurejo, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63353/journaljmpi.v4i2.512

Abstract

Peran kepala sekolah sebagai motivator merupakan aspek krusial dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya terkait motivasi kerja guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah sebagai motivator serta dampaknya terhadap motivasi kerja guru di SMPTI Al-Hidayah Kutorejo. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan dalam membangun komunikasi, memberi kesempatan berinovasi, mengatur kelompok kerja sesuai kemampuan, serta memberikan penghargaan. Dampaknya, motivasi kerja guru meningkat, ditunjukkan oleh peningkatan tanggung jawab, efektivitas kerja, pemberian umpan balik, serta terciptanya rasa aman dan nyaman. Pembahasan penelitian ini diperkuat dengan teori kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja guru yang relevan lima tahun terakhir.
Creative teaching in English language classrooms: A reflective and contextual interpretation Ahsanu, Muhamad; Wardani, Erna; Ashari, Ashari
JEES (Journal of English Educators Society) Vol 10 No 2 (2025): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/jees.v10i2.1967

Abstract

Creativity has become a defining competency in twenty-first-century higher education, particularly in English language teaching (ELT), yet how university educators conceptualize and enact it remains under-explored. This study investigates the lived experiences of two Indonesian lecturers—one from a public and one from a private university—through a narrative inquiry approach supported by classroom observations and thematic analysis. The findings reveal that creative teaching in ELT is a reflective, adaptive, and contextually grounded process characterized by continual negotiation between pedagogical innovation and institutional constraints. Two interrelated models emerged: the Five-Facet Framework (FFF) (teaching capital, material, media, method, and evaluation) and Reflective Adaptation as the sustaining mechanism of creativity. Effective creative teaching was found to rely not on isolated techniques but on the orchestration of these five components, harmonized like instruments in an orchestra. Teachers’ passion, autonomy, and responsiveness to learners’ needs serve as catalysts that transform routine instruction into dynamic, student-centered learning experiences. Reflection and contextual empowerment further enable resilience amid limited resources and rigid curricula. The study contributes to sociocultural and constructivist perspectives by framing creativity as both a personal and collective endeavour—rooted in interaction, reflection, and contextual engagement. Theoretically, it reaffirms that creative teaching forms the foundation of effective pedagogy; practically, it advocates institutional support systems that nurture reflective professional cultures and empower teachers to sustain innovation in ELT.
Pola Okupasi Perempuan Petani Pegunungan dalam Ranah Domestik Ashari, Ashari
Jurnal Pattingalloang Vol. 12, No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i3.23455

Abstract

Penelitian  adalah penelitian dasar, yang mengambil setting penelitian  pada komunitas pegunungan  Pengkasalu, Desa Kaili Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Signifikansi penelitian adalah berupaya untuk menjabarkan pola kerja perempuan petani pegunungan dalam ranah domestik.  Pola kerja dalam ranah domestik adalah bagian dari pola kerja, yang menjadi rutinitas para petani perempuan sebelum berangkat kerja dalam ranah publik, pada lahan pertanian.  Metode penelitian yang digunakan dalam penbelitian ini adalah metode riset deskriptif, dengan berupaya untuk “mengambarkan”, tentang skenario para perempuan dalam mensiasati, berbagai kerja dalam keluarga dan ,masyarakat luas. Proses penelitian di awali dengan pengumpulan data, kemudian dilanjutkan dengan  verifikasi, untuk selanjutnya, di rekonstruksi dalam bentuk narasi ilmiah. Hasil riset menunjukkan bahwa : pola kerja perempuan pegunungan dalam ranah domestik adalah pola kerja yang berkaitan dengan merawat anak, memasak mendidik / membelajakan anak,  dan mencuci dalam rumah tangga. Pola kerja ini dilakukan dengan penuh kesadaran sebagai bagian dari pola kultur yang dianggap, menstruktur dalam keluarga. Dengan okupasi ini, dimaksudkan dapat lebih memperkaya  fungsi keluarga dan membangun keluarga yang demikian harmoni, dan dipahami jauh dari tindak kekerasan.Kata Kunci :  Okupasi Perempuan dan  Ranah DomestikAbstractThis research is a basic research setting in the Pengkasalu mountain community, Kaili Village, Luwu Regency, South Sulawesi. Its significance lies in its attempt to describe the work patterns of women farmers in the domestic sphere. Domestic work patterns are part of the routine work patterns of women farmers before leaving for public work on agricultural land. The research method used in this study is descriptive, which attempts to "describe" the scenarios women navigate through various work within the family and the wider community. The research process begins with data collection, followed by verification, and then reconstructed into a scientific narrative. The research results indicate that: mountain women's work patterns in the domestic sphere are related to childcare, cooking, educating/parenting, and washing in the household. These work patterns are carried out consciously as part of a cultural pattern that is considered to structure the family. This occupation is intended to further enrich family functions and build a harmonious family, understood to be free from violence.Keywords: Women's Occupation and the Domestic Sphere
GENDER ROLE IDENTITY DAN DARK PERSONALITY : STUDI KORELASI PADA POPULASI MAHASISWA Gibran, Rabbani Muhammad; Ashari, Ashari
Pinisi Journal of Sociology Education Review Volume 5, Nomor 3 November 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pjser.v5i3.80907

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gender role identity dengan dark triad personality pada mahasiswa di Kota Makassar. Dark triad personality merupakan kepribadian dengan tiga dimensi utama, yaitu machiavellianism, narcissism, dan psychopathy. Sementara itu, gender role identity mengacu pada identitas peran gender individu yang dikategorikan menjadi maskulin, feminin, dan androgini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian berjumlah 52 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Makassar, yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner secara daring dan luring. Instrumen yang digunakan adalah Bem Sex Role Inventory untuk mengukur gender role identity dan skala dark triad personality yang diadaptasi dari Avitasari (2018). Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gender role identity dengan ketiga dimensi dark triad personality, yaitu machiavellianism (p = 0.080), narcissism (p = 0.408), dan psychopathy (p = 0.138). Temuan ini menunjukkan bahwa identitas peran gender tidak berpengaruh terhadap kecenderungan sifat-sifat kepribadian gelap pada mahasiswa. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan jumlah sampel yang lebih besar dan cakupan populasi yang lebih luas.
Pembinaan Kehidupan Sosial Keagamaan dalam Membangun Kehidupan Keluarga dan Masyarakat Harmoni Ashari, Ashari; Ahmadin, Ahmadin; Darmayanti, Dyan Paramitha; Najamuddin, Najamuddin; Rahman, Abd
Humanis Vol 24, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v24i2.77180

Abstract

Komunitas Tandara Kaili di Desa Kaili, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, merupakan komunitas multietnik yang menghadapi tantangan sosial yang kompleks, termasuk ketimpangan penguasaan lahan, penetrasi nilai sekular, konflik relasi kerja, dan krisis keimanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan sosial keagamaan yang muncul serta mengevaluasi efektivitas pola pembinaan berbasis ceramah keagamaan aplikatif dan interaktif. Metode yang digunakan meliputi identifikasi masalah melalui observasi lapangan dan dialog terarah, diikuti dengan penyampaian materi keagamaan yang menekankan etika interaksi sosial, penghargaan antaretnik, dan tanggung jawab moral. Hasil bimbingan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya keharmonisan sosial, kesadaran akan dampak negatif konflik sosial, penguatan praktik pengendalian diri dan penyelesaian masalah secara damai, serta penguatan orientasi hidup berbasis nilai keagamaan. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan need-based yang memadukan keteladanan sosial dan ceramah interaktif, dianggap efektif dalam memperkuat nilai moral, meningkatkan kohesi sosial, dan mendukung terciptanya kehidupan komunitas yang stabil, inklusif, dan berkelanjutan. Abstract: The Tandara Kaili Community in Kaili Village, Luwu Regency, South Sulawesi, is a multi-ethnic community facing complex social challenges, including land tenure inequality, the penetration of secular values, labor relations conflicts, and a crisis of faith. This study aims to analyze emerging socio-religious issues and evaluate the effectiveness of a guidance pattern based on applicable and interactive religious lectures. The methods used include problem identification through field observation and directed dialogue, followed by the delivery of religious materials that emphasize the ethics of social interaction, inter-ethnic respect, and moral responsibility. The guidance results indicate an increase in community understanding of the importance of social harmony, awareness of the negative impacts of social conflict, strengthening self-control practices and peaceful problem solving, and strengthening a life orientation based on religious values. These findings confirm that a needs-based approach that combines social role models and interactive lectures is considered effective in strengthening moral values, increasing social cohesion, and supporting the creation of a stable, inclusive, and sustainable community life.curricula, transforming students into agents of prehistoric heritage preservation.
Co-Authors 'Aini, Ninin Nun A. Tirmidzi Abd Rahman Abdul Aziz Achmad Fauzan, Achmad AD. Basniwati Adhari, Muhamad Arya Agung Setiawan agung setiawan Agusman, Yudi Agusriyadin, Agusriyadin Ahmad Saeful Rochman Ahmad Tafsir, Ahmad Ahmadin Ahmadin Amalia, Riska Ari Amru Almu’tasim Ana, Hotik Anang Budi Cahyono Aprilia Whetyningtyas Ari Amalia, Riska Arruan Bulawan, Juniaty Arumsari, Nurul Rizka Asmawati Asmawati Aulianita, Aulianita Awaludin, Ahmad Wahyu Bariroh, Hurril Bistari Darmayanti, Dyan Paramitha Dedi Wahyudi Dewaldi, Dewaldi Fadly Usman Gibran, Rabbani Muhammad Helviani, Helviani Heru Setiawan, Heru Setiawan Ida Surya Ihya Mubarok, Ihya Mubarok Ilhamda, Rofi Firdan Imran Imran Inges Sukma Fatimah Putri Irwan, Muhamad Kartomo, Kartomo Khairul Umam Khan, Naseer A KHOIRUL ANWAR Kusmadi, Moh Ery Kusworo, Zulfikar Aji La Mpia Lestari, Ade Tuti Lubis, Guntur Abdul Fattah Maulana Nur Kholis Mifta Alfiyana Nashihah Muhamad Ahsanu Muhtap, Alfansa Ali MUSLIHUN MUSLIHUN Muslihun Muslihun Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Ngazizah, Nur Nurfitri, Septiani Nurfyanti, Rezki Nursalam Nursalam Obi Kasmin, Muh. Patih Kushartawan Pravitasari, Deria Purnama, Shilmy Putri, Syifa Amalia Rachman Maulana Kafrawi Rahayu, Masita Indah Rahmadani Rahmadani Rahmat Hidayat Rahmawati, Rahmawati Ramadhani, A. Murya Reskiawan, Muh Miftahul Nurul Said Ahmad, M. Ridwan Saifuddin Saifuddin Sapto Nisworo Sembiring, Rinawati Shofarina, Larash Silvia Rismawati Siti Khoiriyah Sri Mulyani Suherni, Aas Sulaiman, Dede Suryaningrat, Suryaningrat Syaifuddin, Efa Rubawati Tamrin, Sopian Tenri Awaru, A. Octamaya Torro, Supriadi Tri Utami Ula, Ladaiki Hasanatul Uun Yuliatinupus w Suhaeb, Firdaus Wahyuni, Nengsih Sri Wardani, Erna Waridin Wilhan Juliatmaja, Aan Zakariyah Zakariyah Zakariyah Zakariyah