Claim Missing Document
Check
Articles

Creative teaching in English language classrooms: A reflective and contextual interpretation Ahsanu, Muhamad; Wardani, Erna; Ashari, Ashari
JEES (Journal of English Educators Society) Vol 10 No 2 (2025): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/jees.v10i2.1967

Abstract

Creativity has become a defining competency in twenty-first-century higher education, particularly in English language teaching (ELT), yet how university educators conceptualize and enact it remains under-explored. This study investigates the lived experiences of two Indonesian lecturers—one from a public and one from a private university—through a narrative inquiry approach supported by classroom observations and thematic analysis. The findings reveal that creative teaching in ELT is a reflective, adaptive, and contextually grounded process characterized by continual negotiation between pedagogical innovation and institutional constraints. Two interrelated models emerged: the Five-Facet Framework (FFF) (teaching capital, material, media, method, and evaluation) and Reflective Adaptation as the sustaining mechanism of creativity. Effective creative teaching was found to rely not on isolated techniques but on the orchestration of these five components, harmonized like instruments in an orchestra. Teachers’ passion, autonomy, and responsiveness to learners’ needs serve as catalysts that transform routine instruction into dynamic, student-centered learning experiences. Reflection and contextual empowerment further enable resilience amid limited resources and rigid curricula. The study contributes to sociocultural and constructivist perspectives by framing creativity as both a personal and collective endeavour—rooted in interaction, reflection, and contextual engagement. Theoretically, it reaffirms that creative teaching forms the foundation of effective pedagogy; practically, it advocates institutional support systems that nurture reflective professional cultures and empower teachers to sustain innovation in ELT.
Pembinaan Kehidupan Sosial Keagamaan dalam Membangun Kehidupan Keluarga dan Masyarakat Harmoni Ashari, Ashari; Ahmadin, Ahmadin; Darmayanti, Dyan Paramitha; Najamuddin, Najamuddin; Rahman, Abd
Humanis Vol 24, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v24i2.77180

Abstract

Komunitas Tandara Kaili di Desa Kaili, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, merupakan komunitas multietnik yang menghadapi tantangan sosial yang kompleks, termasuk ketimpangan penguasaan lahan, penetrasi nilai sekular, konflik relasi kerja, dan krisis keimanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan sosial keagamaan yang muncul serta mengevaluasi efektivitas pola pembinaan berbasis ceramah keagamaan aplikatif dan interaktif. Metode yang digunakan meliputi identifikasi masalah melalui observasi lapangan dan dialog terarah, diikuti dengan penyampaian materi keagamaan yang menekankan etika interaksi sosial, penghargaan antaretnik, dan tanggung jawab moral. Hasil bimbingan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya keharmonisan sosial, kesadaran akan dampak negatif konflik sosial, penguatan praktik pengendalian diri dan penyelesaian masalah secara damai, serta penguatan orientasi hidup berbasis nilai keagamaan. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan need-based yang memadukan keteladanan sosial dan ceramah interaktif, dianggap efektif dalam memperkuat nilai moral, meningkatkan kohesi sosial, dan mendukung terciptanya kehidupan komunitas yang stabil, inklusif, dan berkelanjutan. Abstract: The Tandara Kaili Community in Kaili Village, Luwu Regency, South Sulawesi, is a multi-ethnic community facing complex social challenges, including land tenure inequality, the penetration of secular values, labor relations conflicts, and a crisis of faith. This study aims to analyze emerging socio-religious issues and evaluate the effectiveness of a guidance pattern based on applicable and interactive religious lectures. The methods used include problem identification through field observation and directed dialogue, followed by the delivery of religious materials that emphasize the ethics of social interaction, inter-ethnic respect, and moral responsibility. The guidance results indicate an increase in community understanding of the importance of social harmony, awareness of the negative impacts of social conflict, strengthening self-control practices and peaceful problem solving, and strengthening a life orientation based on religious values. These findings confirm that a needs-based approach that combines social role models and interactive lectures is considered effective in strengthening moral values, increasing social cohesion, and supporting the creation of a stable, inclusive, and sustainable community life.curricula, transforming students into agents of prehistoric heritage preservation.
KONTRIBUSI ORANG TUA DI SEKOLAH DASAR NEGERI 325 POLEWALIE KECAMATAN GILIRENG KABUPATEN WAJO Ashari, Ashari; Mahmud, Moh. Natsir; Safei, Safei
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 3 (2017): December
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i3.7034

Abstract

Tulisan ini akan menyoroti tentang kontribusi orang tua di Sekolah Dasar Negeri 325 Polewalie Kecamatan Gilireng Kabupaten Wajo dalam meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan lokasi penelitian pada Sekolah Dasar Negeri 325 Polewalie Kecamatan Gilireng Kabupaten Wajo. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan pedagogis dan psikologis. Data diperoleh melalui metode wawancara dan dokumentasi dengan instrumen penelitian adalah pedoman wawancara dan alat dokumentasi seperti kamera dan flasdish. Aktifitas dalam analisis meliputi reduksi data (data reduction), penunjukan data (display daya) serta penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing/ verificatiori). Data diuji keabsahannya dengan cara melakukan perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, dan triangulasi yang mencakup triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi antara orang tua dan pendidik dalam meningkatkan prestasi belajar dapat meningkatkan belajar anak di sekolah , sangat ditentukan oleh kerja sama orang tua dan pendidik karena pedidikan merupakan usaha untuk mendewasakan orang yang belum dewasa sehingga mampu berdiri sendiri sebagai manusia dewasa yang penuh ilmu pengetahuan. Sebagai implikasi dari penelitian ini, orang tua lebih memperhatikan potensi dan kreativitas yang dimiliki anak dan memberikan dukungan dan motivasi kepada anak dengan menciptakan suasana pembelajaran dirumah yang dapat mengasah potensi dan kreativitas pada anak.
Problematika Pengangkatan Tentara Nasional Indonesia Aktif Dalam Jabatan Sipil Ditinjau Dari Undang-Undang 3 Tahun 2025 Tentang Tentara Nasional Indonesia dan Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik Ashari, Ashari; Setiawan, Agung; Amalia, Riska Ari
JIHAD : Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Vol 8, No 1 (2026): JIHAD : Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jihad.v8i1.10492

Abstract

keterlibatan militer dalam politik tidak selalu membawa dampak positif. Meski dalam jangka pendek dapat membantu mengatasi krisis tertentu, dominasi militer dalam politik sering kali mengabaikan prinsip demokrasi, membatasi kebebasan sipil, dan memperkuat otoritarianisme. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dasar pengangkatan tentara nasional indonesia aktif dalam jabatan sipil dan ditinjau dari asas-asas umum pemerintahan yang baik. penelitian ini merupakan jenis penelitian hukum normatif yang menggunakan metode pendekatan perundang-undangan, konseptual dan kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengangkatan tentara nasional indonesia (TNI) aktif dalam jabatan sipil  memiliki dasar hukum yang jelas, akan tetapi dibatasi hanya empat belas (14)lembaga negara yang bisa diduduki antara lain koordinator bidang politik dan keamanan negara, pertahanan negara termasuk dewan pertahanan nasional, kesekretariatan negara yang menangani urusan kesekretariatan presiden dan kesekretariatan militer presiden, intelijen negErra, siber dan/ atau sandi negara, lembaga ketahanan nasional, pencarian dan pertolongan, narkotika nasional, pengelola perbatasan, penanggulangan bencana, penanggulangan terorisme, keamanan laut, Kejaksaan Republik Indonesia, dan Mahkamah Agung. Sementara kalau ditinjau dari asas-asas umum pemerintahan yang baik pengangkatan tentara nasional indonesai (TNI)  aktif menimbulkan berbagai persoalan hukum dan administratif, terutama terkait asas kepastian hukum, profesionalitas, netralitas, tidak menyalahgunakan kewenangan, dan akuntabilitas. 
Tantangan Perempuan Karir pada Kepala Madrasah Raudhatul Athfal di Kemetrian Agama Kabupaten Maros Rezki Nurfyanti; A. Octamaya Tenri Awaru; M. Ridwan Said Ahmad; Ashari Ashari; Najamuddin Najamuddin
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 3 (2025): July
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i3.46973

Abstract

This study aims to identify and analyze the challenges faced by career women serving as Heads of Raudhatul Athfal (RA), or early childhood Islamic education institutions. In their roles, female school leaders are expected not only to manage the institution professionally but also to balance family responsibilities and personal life. The findings reveal several key challenges, including emotional strain such as frequent anger and sudden crying, time-consuming administrative tasks like school accreditation, limited quality time with family, curriculum changes, miscommunication with parents, differences in students' personalities, conflicts with colleagues, and often-neglected health issues. These challenges are interconnected and can affect leadership effectiveness and overall school management quality. The study suggests the importance of emotional support, stress management training, improved interpersonal communication skills, and institutional policies that are more accommodating to the needs of female school leaders. With the right strategies, these challenges can be addressed, allowing headteachers to perform their roles effectively and sustainably.
Tripusat pendidikan karakter dan urgensinya dalam menata pembinaan karakter generasi muda Ashari Ashari
Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science Vol 10 No 2 (2026): TEBAR SCIENCE: JURNAL KAJIAN SOSIAL DAN BUDAYA
Publisher : Rayhan Intermedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36653/jksb.v10i2.306

Abstract

Penelitian pustaka ini adalah penelitian untuk mengurai, tentang pusat pendidikan karakter, pada institusi pendidikan, sebagai lembaga pencetak, sekaligus sebagai pencipta moral bangsa. Kajian menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil kajian menunjukkan, bahwa terdapat tripusat pendidikan karakter dalam masyarakat, yang perlu di daur ulang kembali, agar kehidupan berbangsa dapat berjalan dengan baik. Ketiga tripusat pendidikan karakter tersebut adalah pendidikan fomal, pendidikan informal dan pendidikan non formal. Pendidikan formal, adalah model pendidikan resmi yang dikelolah oleh pemerintah atau negara, model pendidikan in formal, adalah model pendidikan dalam keluarga, dan model pendidian non formal adalah adalah model pendidikan yang lahir dari masyarakat. Semua model pedidikan ini adalah model pendidikan tripusat yang mampu memberikan dan membangun pendidikan karakter bagi generasi muda.
Revitalisasi dan orientasi pendidikan karakter pada lembaga pendidikan Ashari Ashari
Jurnal Kajian Sosial dan Budaya: Tebar Science Vol 10 No 1 (2026): TEBAR SCIENCE: JURNAL KAJIAN SOSIAL DAN BUDAYA
Publisher : Rayhan Intermedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36653/jksb.v10i1.305

Abstract

Kajian ini, adalah kajian untuk mengurai, tentang revitalisasi dan orientasi pendidikan karakter, pada lembaga pendidikan, sebagai konsepsi upaya menyelamatkan moral bangsa, yang berlandaskan pada nilai-nilai pancasila. Penelitian ini adalah penelitian pustaka, dengan kualitatif deskriptif. Hasil kajian menunjukan membangun moral bangsa, maka pendidikan karakter harus direvitalisasi. Revitalisasi pendidikan karakter melalui sistem pendidikan guna mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yang berdampak pada penciptaan karakter ke arah yang lebih baik, sesuai dengan nilai, moral, dan akhlak. etermpilan kepada anak didik. Melalui jalur ini diharapkan bentukan karakter bangsa dapat tercapai, sebagai generasi yang bermartabat dan berdedikasi kapada bangsa dan negara. Hal, ini menunjukkan bangunan karakter, adalah hal vital dalam kehidupan.
Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Problem Solving Terintegrasi Karakter Islami Kelas 3 Tema 5 SD Negeri Pekutan Piraseto, Anggit Wulung; Ashari, Ashari; Ngazizah, Nur
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 11, No 2 (2023): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v11i2.78502

Abstract

Pembelajaran di era digital perlu mengintegrasikan pembelajaran berbasis teknologi namun tetap memperhatikan karakter peserta didik agar berkembang dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk dan mengetahui kelayakan multimedia interaktif berbasis problem solving terintegrasi karakter Islami kelas 3 tema 5. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan metode ADDIE. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan kelayakan multimedia interaktif dari ahli materi sebesar 4,00 (sangat valid), ahli media sebesar 3,22 (valid) dan praktisi 3,75. Kepraktisan multimedia dilihat dari lembar respon peserta didik uji coba terbatas sebesar 3,51 dan uji coba diperluas sebesar 3,8 (sangat praktis) sedangkan keterlaksanaan pembelajaran memperoleh nilai 3,72 (sangat praktis). Kefektifan multimedia interaktif memperoleh nilai 85,8% (sangat efektif). Dapat disimpulkan bahwa multimedia interaktif berbasis problem solving terintegrasi karakter Islami pada tema 5 dinyatakan layak dengan mencakup tiga aspek yaitu valid, praktis, dan efektif.
Implementasi Manajemen Literasi dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTs Sabilul Anwar Kabupaten Tebo Provinsi Jambi Muhamad Guntur; Rahmat Rahmat; Ashari Ashari
Hidayah : Cendekia Pendidikan Islam dan Hukum Syariah Vol. 3 No. 1 (2026): Maret : Hidayah : Cendekia Pendidikan Islam dan Hukum Syariah
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/hidayah.v3i1.2303

Abstract

This study aims to analyze the implementation of literacy management in improving students’ learning achievement in the subject of Islamic Cultural History (Sejarah Kebudayaan Islam/SKI) at MTs Sabilul Anwar, Tebo Regency, Jambi Province, and to identify the supporting and inhibiting factors affecting the development of literacy culture within the school environment. The study employed a qualitative approach using a case study design. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving the principal, Islamic Cultural History teachers, students, and parents. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that literacy management was implemented through reading habituation programs, literacy-based assignments, library utilization, group discussions, presentations, and the use of supplementary learning resources related to Islamic Cultural History. The literacy culture significantly enhanced students’ understanding of learning materials, strengthened their critical thinking skills, increased learning motivation, and positively influenced their academic achievement. Supporting factors included teachers’ commitment, parental involvement, the availability of library facilities, and access to educational technology. Meanwhile, inhibiting factors consisted of students’ varying reading interests, limited access to reading materials, time constraints, and unequal internet accessibility. The study concludes that literacy culture serves as a strategic instrument for improving the quality of Islamic Cultural History learning and should be continuously strengthened through collaboration among schools, families, and communities. The findings contribute to the development of literacy-based learning strategies in Islamic educational institutions and emphasize the importance of sustainable literacy management in enhancing students’ academic performance.
Peran Manajemen Integral Pendidikan dalam Manajemen Kurikulum Berbasis Muatan Lokal di MI Tahfizhul Qur'an Asasul Huda Majalengka Moch. Mahbub Jauhari; Muslihun Muslihun; Ashari Ashari
Hidayah : Cendekia Pendidikan Islam dan Hukum Syariah Vol. 3 No. 1 (2026): Maret : Hidayah : Cendekia Pendidikan Islam dan Hukum Syariah
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/hidayah.v3i1.2304

Abstract

Local content-based education plays an important role in shaping students’ character while preserving regional cultural values. The success of local content curriculum implementation is determined not only by curriculum content but also by the effectiveness of educational management. This study aims to analyze the role of integral educational management in managing a local content-based curriculum at MI Tahfizhul Qur'an Asasul Huda Majalengka. This research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through interviews, observations, and documentation, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldana model consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that integral educational management is implemented through the involvement of all school stakeholders in curriculum planning, implementation, supervision, and evaluation. The local content curriculum is developed contextually by integrating Sundanese language, Qur'anic memorization, and Islamic values into the learning process. Curriculum implementation is conducted systematically through special scheduling, regular supervision, and collaboration among school leaders, teachers, parents, and the community. The curriculum contributes positively to students’ religious character, discipline, appreciation of local culture, and cultural identity. These findings indicate that integral educational management significantly contributes to the effectiveness of local content curriculum management in Islamic elementary schools.
Co-Authors A. Octamaya Tenri Awaru A. Tirmidzi Aan Wilhan Juliatmaja aas siti aisyah Abd Rahman Abdul Aziz AD. Basniwati Adhari, Muhamad Arya agung setiawan Agung Setiawan Agusman, Yudi Agusriyadin, Agusriyadin Ahmad Tafsir, Ahmad Ahmadin Ahmadin Akhiruddin Akhiruddin Amalia, Riska Ari Amru Almu’tasim Ana, Hotik Anang Budi Cahyono Aprilia Whetyningtyas Ari Amalia, Riska Arruan Bulawan, Juniaty Asmawati Asmawati Awaludin, Ahmad Wahyu Baso Witman Adiaksa Bistari Dewaldi, Dewaldi Fadly Usman Helviani, Helviani Heru Setiawan, Heru Setiawan Ida Surya Ihya Mubarok, Ihya Mubarok Ilhamda, Rofi Firdan Imran Imran Inges Sukma Fatimah Putri Irwan, Muhamad Kartomo, Kartomo Khairul Umam KHOIRUL ANWAR Kusmadi, Moh Ery La Mpia Lestari, Ade Tuti Lubis, Guntur Abdul Fattah M. Ridwan Said Ahmad Maulana Nur Kholis Mifta Alfiyana Nashihah Moch Natsir Mahmud Moch. Mahbub Jauhari Muh Alfian Fallahiyan Muhamad Ahsanu muhamad Guntur Muhtap, Alfansa Ali MUSLIHUN MUSLIHUN Najamuddin Najamuddin Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Ngazizah, Nur Nurfitri, Septiani Nursalam Nursalam Nurul Rizka Arumsari Obi Kasmin, Muh. Paramitha, Dyan Patih Kushartawan Piraseto, Anggit Wulung Purnama, Shilmy Putri, Syifa Amalia Rachman Maulana Kafrawi Rahmadani Rahmadani Rahmat Hidayat Rahmat Rahmat Rahmawati, Rahmawati Ramadhani, A. Murya Reskiawan, Muh Miftahul Nurul Rezki Nurfyanti Safei Safei Saifuddin Saifuddin Shofarina, Larash Silvia Rismawati Siti Khoiriyah Sri Mulyani Suherni, Aas Sulaiman, Dede Suryaningrat, Suryaningrat Tamrin, Sopian Torro, Supriadi Tri Utami Ula, Ladaiki Hasanatul Uun Yuliatinupus w Suhaeb, Firdaus Wahyuni, Nengsih Sri Wardani, Erna Zakariyah Zakariyah