Claim Missing Document
Check
Articles

EDUCATION REFORM IN THE ERA OF REGIONAL AUTONOMY ENTERING THE GLOBAL ERA Ida Bagus Made Astawa
Media Komunikasi Geografi Vol. 16 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v16i2.8426

Abstract

Revolusi peradaban dunia dewasa ini telah memasuki era global. Indonesia sebagai negara dunia ketiga (the silent majority), untuk mampu bersaing di era global ini dituntut kesungguhan dan ketulusan menata dunia pendidikannya dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusianya, karena pendidikan pada hakekatnya merupakan kunci keberhasilan pembangunan suatu bangsa dan negara. Pemberlakuan UU No. 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), dan UU No. 14 Tahun 2005, tentang Guru dan Dosen, yang kemudian ditindak lanjuti dengan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), telah membuka harapan untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dengan otonomi pendidikannya. Realitanya permasalahan pendidikan di Indonesia dari Pelita pertama hingga saat ini masih relatif sama. Berkenaan dengan itu di era otonomi pendidikan dibutuhkan reformasi dengan melalui tujuh hal, yaitu (1) memprioritaskan pendidikan sebagai kebutuhan, (2) memaknai pendidikan secara utuh, (3) perimbangan penyelenggaraan pendidikan antara pusat-daerah, (4) pelibatan masyarakat dalam pendidikan, (5) memberikan posisi sentral kepada pendidik dan tenaga kependidikan, (6) menuju kepada paradigma pemberdayaan pendidikan, dan (7) menciptakan pembelajaran yang bermakna dan menantang.Kata kunci: globalisasi, the silent majority, otonomi pendidikan, reformasi pendidikan
MEMAHAMI KEWAJIBAN GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Ida Bagus Made Astawa
Media Komunikasi Geografi Vol. 16 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v16i1.10168

Abstract

Otonomi pendidikan melalui UU Sisdiknas telah memberikan kewenangan pada guru sebagai pengembang kurikulum. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan salah satu wujud dari pengembangan kurikulum yang wajib disusun oleh guru dan digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan pembelajaran. Namun, realitanya masih banyak guru yang belum melaksanakan kewajiban tersebut. Paling tidak terdapat tiga faktor yang dipandang sebagai penyebab guru belum melaksa-nakan kewajiban tersebut. Pertama, karena sudah terlalu lama menjadi ”tukang mengajar” (kurikulum 1950 – 1994), sehingga belum tumbuhnya kesadaran bahwa menyusun RPP adalah kewajiban guru; kedua, karena belum dipahaminya makna sebuah RPP dalam pembelajaran; dan ketiga dengan sistem rekrutmen guru dan sifat terbukanya profesi guru, bisa jadi sebagian guru belum memiliki kompetensi untuk menyusun RPP.
UNDERSTANDING THE DYNAMICS IN DEVELOPMENT PHILOSOPHY FOUNDATION GEOGRAPHY Ida Bagus Made Astawa
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 2 No. 1 (2016): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiis.v2i1.8545

Abstract

The development of the geography of the early to enter the melinium century has shifted significantly. In terms of approach, the geography has shifted from empirical science-analitycal to historical hermeneutic and critical. However, the shift from one approach to another an approach is not exclusive but rather the development of "area of concern", so that geography no longer rely solely on quantitative methods and modeling, but also on qualitative methods. In terms of the flow of thoughts, post modernism also influenced included eksata field studies on geography, although it is recognized that the paradigm of positivism still dominating. Keywords:        shifted, empirical-analitycal, historical hermeneutic, critical, positivism paradigm, exclusive
Hubungan Motif Mahasiswa Menempuh Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Geografi di Universitas Pendidikan Ganesha dengan Hasil Belajar Nyoman Julita Sari; Ida Bagus Made Astawa; I Made Sarmita
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v10i1.37877

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) menganalisis motif mahasiswa menempuh pendidikan pada Prodi Pendidikan Geografi (2) menganalisis hubungan antara motif mahasiswa menempuh pendidikan pada Prodi Pendidikan Geografi dengan hasil belajar (3) menganalisis kendala-kendala yang dihadapi mahasiswa menempuh pendidikan pada Prodi Pendidikan Geografi di Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Undiksha. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian deskriptif dengan meneliti sampel sejumlah 65 orang dari 100 orang mahasiswa aktif semester II, IV, dan VIII Prodi Pendidikan Geografi, FHIS, Undiksha yang ditentukan secara non probability sampling menggunakan teknik Quota sampling. Pengumpulan data menggunakan metode pencatatan dokumen dan kusioner/angket terstruktur/tertutup yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif dan korelasional. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) motif mahasiswa menempuh pendidikan pada Prodi Pendidikan Geografi  tergolong sedang (66% ) dengan didominasi motif bakat dan minat (52%), (2) tidak terdapat hubungan antara motif mahasiswa menempuh pendidikan pada prodi Pendidikan Geografi dengan hasil belajar, (3) kendala-kendala yang dihadapi mahasiswa dalam menempuh pendidikan pada Prodi Pendidikan Geografi mencakup kendala intrinsik yakni (31%: akademik) dan kendala ekstrinsik (ekonomi (48%) dan social (20%).
Efektivitas Strategi Pembelajaran Geografi pada Masa Pandemi Covid-19 di Kota Bontang Maria Evanrista Roslovenia Ndoi; Ida Bagus Made Astawa; Putu Indra Christiawan
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v10i1.39352

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan: (1) menganalisa strategi pembelajaran daring yang diterapkan guru geografi di masa pandemic COVID19 (2)mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi guru geografi pada pembelajaran daring di masa pandemi COVID-19, (3)menganalisis efektivitas strategi pembelajaran daring yang diterapkan guru geografi di masa pandemi COVID 19. Populasi penelitian adalah guru geografi  di Kota Bontang berjumlah 16 orang dan 6 orang  adalah sampel penelitian secara non probability sampling dengan teknik purposive sampling dan  populasi siswa berjumlah 525 siswa penentuan sampel secara ‘proposional random sampling’ mengambil 10% dari jumlah siswa, yaitu 53 siswa. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif  menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yaitu: (1)strategi pembelajaran yang terapkan yakni kooperatif, ekspositorik, inquiri, dan problem solving.Strategi yang digunakan dalam pembelajaran sesuai (79,17%) dengan tujuan, lingkungan belajar, sarana dan prasarana sekolah, sintak pembelajaran. 20,83% Guru menyatakan ketidaksesuaian  strategi yang digunakan, terutama sintak pembelajaran, (2) kendala yang dihadapi guru geografi (83,33%) saat pembelajaran daring berasal dari siswa, yaitu jaringan, fasilitas, kompetensi dan evaluasi. 7,54 % siswa tidak memiliki smartphone yang berbasis android sehingga akses menjadi terbatas dan tidak memiliki laptop untuk pembelajaran daring (3) Efektivitas  strategi pembelajaran daring yang diterapkan guru geografi di Kota Bontang pada masa pandemi COVID 19 tergolong efektif, yaitu 85,67%.
Perubahan Sosial Ekonomi Penduduk Pendatang Pelaku Usaha Wisata pada Masa Pandemi Covid-19 di Desa Ungasan Dhea Vier Nanda Dewi; Ida Bagus Made Astawa; I Putu Ananda Citra
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v10i1.44005

Abstract

Keterpurukan sektor pariwisata di Bali menyebabkan pelaku usaha wisata tidak dapat lagi melanjutkan usahanya dengan normal termasuk penduduk pendatang pelaku usaha wisata. Sebagai dampak berkurangnya wisatawan yang diakibatkan oleh Pandemi Covid-19 adalah terjadinya pengurangan jumlah karyawan (PHK), pemotongan upah karyawan, bahkan sampai pada pemberhentian pekerjaan serta merumahkan sejumlah karyawan dengan jangka waktu yang tidak ditentukan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan; (1) Menganalisis aktivitas ekonomi penduduk pendatang pelaku usaha wisata di Desa Ungasan antara sebelum dan pada masa Pandemi Covid-19. (2) Menganalisis keadaan sosial ekonomi penduduk pendatang pelaku usaha wisata di Desa Ungasan antara sebelum dan pada masa Pandemi Covid-19. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian deskriptif dengan melakukan studi populasi pada 105 penduduk pendatang pelaku usaha wisata di Desa Ungasan. Pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Terdapat perubahan aktivitas ekonomi penduduk pendatang pelaku usaha wisata di Desa Ungasan antara sebelum dan pada masa Pandemi Covid-19.  Sebelum Pandemi Covid-19, aktivitas ekonomi penduduk pendatang pelaku usaha wisata di Desa Ungasan secara garis besarnya ada dua, yaitu pemandu wisata (49,52%) dan karyawan hotel (50,48%). Pada masa Pandemi Covid-19, hanya 27,62% yang masih bertahan pada kegiatan ekonomi pada usaha wisata, selebihnya kegiatan ekonominya mengalami mobilitas vertical yang tersebar pada 5 kegiatan ekonomi, yaitu: Bidang jasa, Perdagangan, Pertanian, dan Industri. (2) Terjadi perubahan keadaan sosial ekonomi penduduk pendatang pelaku usaha wisata di Desa Ungasan antara sebelum dan pada masa Pandemi Covid-19. Perubahan keadaan sosial sebelum pandemi berada dalam katagori tinggi (66,67%) dan sangat tinggi (33,33%). Pada masa Pandemi Covid-19, penduduk pendatang pelaku usaha wisata di Desa Ungasan yang tergolong keadaan sosial ekonominya sangat tinggi sudah tidak ada, sementara yang tergolong tinggi menjadi 90,48%, sisanya tergolong dengan keadaan sosial ekonomi cukup (9,52%). Perubahan kegiatan ekonomi terdapat 6 jenis pekerjaan yang dulunya menekuni kegiatan ekonomi bidang pariwisata (Pemandu wisata dan Karayawan Hotel), yaitu perdagangan, pertanian, peternakan, industri, bidang jasa dan sebagian masih bekerja di bidang pariwisata. Hal ini dilakukan memaksimalkan pendapatan rumah tangga.
Pengintegrasian Nilai-Nilai Kearifan Lokal Kaja-Kelod ke dalam Pembelajaran IPS sebagai Upaya Pembentukan Sikap Peduli Lingkungan Siswa SMP Negeri 1 Gianyar Anak Agung Gede Agung Darmawan; I Gede Astra Wesnawa; Ida Bagus Made Astawa
Media Komunikasi FPIPS Vol. 21 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v21i2.47235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar yang mengintegrasikan nilai-nilai peduli lingkungan yang terkandung dalam kearifan lokal Kaja-Kelod dalam pembelajaran IPS di SMP dan menganalisis dampak pengintegrasian tersebut terhadap sikap peduli lingkungan siswa. Penelitian dirancang sebagai Penelitian Pengembangan menggunakan Model 4-D yang dimodifikasi menjadi tiga tahap. Uji coba suplemen  bahan ajar yang dilakukan pada tahap Develop menggunakan Kelas VIII-B. Pengumpulan data primer menggunakan metode Wawancara, observasi, dan kuesioner. Data sekunder dikumpulkan menggunakan metode pencatatan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga makna kearifan lingkungan yang terkandung dalam kearifan lokal Kaja-Kelod, yaitu arah, zonasi dan tata letak. Nilai-nilai kearifan Lokal Kaja-Kelod yang berkearifan lingkungan dapat diintegrasikan ke dalam bahan ajar untuk materi “Pengaruh konservasi lahan pertanian ke industri dan permukiman terhadap perubahan ruang dan interaksi antarruang”. Penggunaan bahan ajar IPS yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal Kaja-Kelod dalam pembelajaran IPS terbukti dapat meningkatnya sikap peduli lingkungan siswa sebesar 34% (dari rata-rata nilai 51,33 menjadi 85,33) dan secara signifikan teruji dengan t hitung > t tabel (32,781 > 1.98729).
Penggunaan Model Kooperatif Tipe STAD berbantuan Media Mind Mapping terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar IPS Siswa SMP Negeri 3 Sukawati Ni Luh Sri Novi Sumitadewi; I Gede Astra Wesnawa; Ida Bagus Made Astawa
Media Komunikasi FPIPS Vol. 21 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v21i2.49617

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Model Kooperatif Tipe STAD berbantuan media mind mapping diimplementasikan guru dalam membelajarkan IPS, menganalisis aktivitas dan hasil belajar siswa setelah implementasi model serta menganalisis pengaruh pengimplementasian Model aktivitas dan hasil belajar. Subjek sasaran perbaikan dalam PTK ini adalah Kelas VIII F SMP Negeri 3 Sukawati dengan jumlah siswa 41 orang. Data dikumpulkan menggunakan metode tes (data hasil belajar siswa) dan observasi (data pengimplementasian pembelajaran dan data aktivitas belajar siswa) yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Model Kooperatif Tipe STAD berbantuan media mind mapping telah diimplementasikan guru dalam membelajarkan IPS dengan nilai mencapai 80,83 terkategori baik. Penerapan pembelajaran kooperatif tife STAD berbantuan media mind mapping mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran IPS dengan peningkatan sebesar 23,7% (dari rata-rata 57,60 pada Siklus 1 menjadi 81,34 pada Siklus II. Hasil belajar siswa setelah digunakannya Model Kooperatif Tipe STAD berbantuan media mind mapping dalam membelajarkan IPS tergolong tinggi dengan peningkatan sebesar 10,63% (dari rata-rata 69,80 pada Siklus 1 menjadi 81,90 pada siklus 2. Di sisi lain, terdapat pengaruh yang signifikan pengimplementasian model terhadap aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas VIII F SMP Negeri 3 Sukawati. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tife STAD berbantuan media mind mapping dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Berkenaan dengan itu, guru dapat mempertimbangkan untuk menggunakan model pembelajaran Koperatif Tipe STAD berbantuan Media Mind Mapping sebagai laternatif untuk digunakan dalam mengatasi permasalah pembelajaran yang sejenis.
Penerapan Problem Based Learning Model dalam Pembelajaran Geografi untuk Mengembangkan Keterampilan Belajar Abad 21 pada Siswa di SMA Negeri 1 Taliwang Uswatun Hasanah; Ida Bagus Made Astawa; I Putu Ananda Citra
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v11i1.52424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Problem Based Learning Model dalam pembelajaran geografi untuk mengembangkan keterampilan belajar abad 21, menganalisis keterampilan belajar abad 21 pada siswa, sebelum dan sesudah diimplementasikan Problem Based Learning Model dalam pembelajaran geografi, dan menganalisis perbedaan keterampilan belajar abad 21 siswa sebelum dan sesudah diterapkannya Problem Based Learning Model dalam pembelajaran geografi. Rancangan penelitian menggunakan Quasi Experiment  dengan Non-Equivalent Control Group Design. Kelas eksperimen dan kontrol ditentukan menggunakan simple random sampling setelah dilakukan uji kesetaraan. Pengumpulan data menggunakan angket, lembar observasi, dan lembar pencatatan dokumen yang selanjutnya data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan inferensial dengan independent student t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Problem Based Learning Model untuk mengembangkan keterampilan belajar abad 21 dapat diimplementasikan dalam pembelajaran Geografi dengan kategori ‘sangat baik’. Nilai rata-rata keterampilan belajar abad 21 pada siswa, sebelum diimplementasikan Problem Based Learning Model dalam pembelajaran geografi adalah 63,23 dan menjadi 83,87 sesudah Problem Based Learning Model diimplementasikan dalam pembelajaran geografi, dan terdapat perbedaan keterampilan belajar abad 21 siswa secara signifikan antara sebelum dan sesudah diterapkannya Problem Based Learning Model dalam pembelajaran geografi (0,00 < 0,05). Sehingga, pembelajaran geografi dapat terlaksana, sehingga bersamaan dengan itu keterampilan belajar abad-21 dengan 4C juga dapat diwujudkan dalam pembelajaran geografi.
Studi Kelayakan Objek Wisata Water Slide Lemukih I Made Windu Antara; I Putu Ananda Citra; Ida Bagus Made Astawa
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v11i1.55577

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Water Slide Lemukih, Desa Lemukih, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan potensi objek wisata Water Slide Lemukih, menganalisis pengelolaan objek wisata Water Slide Lemukih, dan menganalisis tingkat kelayakan Water Slide Lemukih sebagai suatu objek wisata. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian deskriptif menggunakan pendekatan ekologi dengan tema hubungan manusia dengan lingkungannya. Sampel ditentukan menggunakan purposive (Kepala Desa, Pengelola Lapangan, dan masyarakat desa Lemukih) dan accidental (responden pengunjung). Pengumpulan data untuk potensi objek wisata menggunakan metode observasi, untuk pengelolaan menggunakan metode wawancara, dan untuk pengumpulan data studi kelayakan objek wisata menggunakan teknik observasi serta pencatatan dokumen yang didapat dari Kepala Desa Lemukih, Pengelola, dan internet yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi Objek Wisata Water Slide Lemukih terkateori sedang. karena aksesibilitas, akomodasi, dan pelestarian lingkungan potensinya tergolong kurang. Pengelolaan Objek Wisata Water Slide Lemukih belum maksimal. Perencanaan, Pengorganisasian, Penggiatan, belum terlihat dengan jelas. Tingkat kelayakan objek wisata Water Slide Lemukih masuk ke dalam kategori kurang layak.
Co-Authors ., In&#039 A Sediyo Adi Nugraha Abdi Radinal Saragih Ahzan, Sukainil Anak Agung Gede Agung Darmawan Anak Agung Gede Sugianthara Anggraeni, Nida Anna Sharah Artini, Nyoman Sri Aryani, Luh Nitra Aryati, Ni Ketut Dian Bharata, Ida Bagus Arya Yoga Budiastini, Ni Putu Desi CHRISTIANI ENDAH POERWATI . Cordia, Grassiana Misseri Darmiati, Ni Made Ayu Diah Dewa Made Atmaja Dewi, Kadek Ary Kumala Dewi, Ni Komang Ayu Triadi Dewi, Putu Siska Krisna Dharma Tari, I Dewa Ayu Eka Purba Dhea Vier Nanda Dewi Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Dwipawati, Ni Made Gunarsih Faizatun Nisa' Gita, I Gusti Lanang Mahendra Gregorius Sebo Bito Gustama, I Wayan Hamimah, Siti Handayani, Baiq Vina Harefa, Darmawan Haribaik, Made Adelia Suryani Hawali, Rebeka Filda I Gede Algunadi I Gede Algunadi I Gede Arya Sumarabawa I Gede Arya Sumarabawa I Gede Astra Wesnawa I Gede Budiarta I Gusti Lanang Mahendra Gita I Kadek Arta I Kadek Arta I Ketut Putra Jaya I Ketut Putra Jaya i ketut suratha I Ketut Suratha I Komang Wisnu Budi Wijaya I Made Sarmita I Made Sutajaya I Made Tegeh I Made Windu Antara I Nyoman Suditha I Putu Ananda Citra I Putu Sriartha I Wayan Suarsana I Wayan Suja I Wayan Treman Ida Ayu Laksmi Yuliasari In&#039;Am Azizur Romadhon . Julia Vironika Julia Vironika K. Yunitha Aprillia K. Yunitha Aprillia Kadek Ary Kumala Dewi Kadek Ayu Astiti Kadek Ayu Astiti Komang Adi Komang Adi Kristiani, Putu Ery laxmi zahara Luh Nitra Aryani Made Adelia Suryani Haribaik Made Suryadi Made Suryadi Made Visnu Dasa Made Visnu Dasa Mahadewi, Luh Putu Putrini Mahadewi, Luh Putu Putrini Mahayani, Ni Nyoman Tri Mahsup, Mahsup Maretanta Ananda Pinasthi Maria Evanrista Roslovenia Ndoi Mujiburrahman Mujiburrahman Mujiburrahman Muslim, Suyitno Nasar, Ismail Nasar, Ismail Ni Ketut Dian Aryati Ni Komang Ayu Triadi Dewi Ni Komang Noviani Ni Komang Sinta Ratnasari Ni Luh Desy Dwi Anike Dhamayanti Ni Luh Desy Dwi Anike Dhamayanti Ni Luh Sri Novi Sumitadewi Ni Luh Yunika Valina Ni Made Ayu Diah Darmiati Ni Made Ayu Suryaningsih Ni Made Gunarsih Dwipawati Ni Nyoman Tri Mahayani Ni Putu Desi Budiastini Ni Putu Dwi Sucita Dartini Ni Putu Sri Astuti Ni Putu Sri Astuti Ni Wayan Ayu Suparmi Nida Anggraeni Nisa', Faizatun Noviani, Ni Komang Nurhalimah Nurhalimah Nurhalimah Nurhalimah Nyoman Julita Sari Nyoman Sri Artini Pahriah, Pahriah Pangga, Dwi Piscesita, Brilliantari Boeky Poerwati, Christiani Endah Putu Indra Christiawan Putu Siska Krisna Dewi Qo'idul Umam Ratnasari, Ni Komang Sinta Restu Ade Yanti Ros Indah Mareta Simanjuntak Sakinah Sakinah Sakinah Sakinah Saragih, Abdi Radinal Sharah, Anna Simanjuntak, Ros Indah Mareta Suarsana, I Wayan Suditha, I Nyoman Suja, Wayan Sukadi Sukroyanti, Baiq Azmi Suparmi, Ni Wayan Ayu Suryati Suryati Sutajaya, Made Sutarjo Sutarjo sutarjo sutarjo Syamsiar, Syamsiar Taufik Samsuri Umam, Qo'idul Uswatun Hasanah Valina, Ni Luh Yunika Wahyu Sumardeni Wisnu, I Komang Wisnu Budi Wijaya Yuliasari, Ida Ayu Laksmi