Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Task-Based Learning Model terhadap Keterampilan Komunikasi dan Kolaborasi Siswa dalam Pembelajaran IPS Wahyu Sumardeni; Ida Bagus Made Astawa; Tuty Maryati
Media Komunikasi FPIPS Vol. 22 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v22i1.51045

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum berkembangnya keterampilan komunikasi dan kolaborasi siswa dalam pembelajaran IPS dengan tujuan untuk menganalisis pengimplementasian Task-Based Learning Model dalam pembelajaran IPS pada Kelas VIII, menganalisis pengaruh Task-Based Learning Model terhadap keterampilan komunikasi siswa kelas VIII dalam pembelajaran IPS, menganalisis pengaruh Task-Based Learning Model terhadap keterampilan kolaborasi siswa kelas VIII dalam pembelajaran IPS, dan menganalisis pengaruh Task-Based Learning Model secara simultan terhadap keterampilan komunikasi dan kolaborasi siswa kelas VIII dalam pembelajaran IPS. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian eksperimen semu/quasy eskperimental dengan posttest only control group design. Sampel penelitian ditentukan secara random dengan tehnik undian untuk menetapkan dua (2) dari tiga (3) kelas populasi, yaitu satu sebagai kelompok eksperimen (Kelas VIII-3) dan satu sebagai kelompok kontrol (Kelas VIII-2) setelah terlebih dahulu dilakukan uji kesetaraan. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, angket, dan pencatatan dokumen yang datanya kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan Kuantitatif (Manova) untuk uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengimplementasian Task-Based Learning Model yang dilakukan guru dalam pembelajaran IPS pada Kelas VIII tergolong dalam kriteria baik sekali dengan nilai sebesar 95. Selain itu, terdapat pengaruh Task-Based Learning Model secara signifikan (Fhitung 63,985 dan nilai signifikansi 0,000) terhadap keterampilan komunikasi siswa kelas VIII  dalam pembelajaran IPS, terdapat pengaruh Task-Based Learning Model secara signifikan (Fhitung 49,581 dan nilai signifikansi 0,000) terhadap keterampilan kolaborasi siswa kelas VIII dalam pembelajaran IPS. Secara simultan terdapat pengaruh Task-Based Learning Model  yang signifikan (Fhitung 41,124 dan nilai signifikansi 0,000) terhadap keterampilan komunikasi dan kolaborasi siswa kelas VIII dalam pembelajaran IPS.
Penggunaan Media Story Maps dalam Pembelajaran Geografi dan Implikasinya Terhadap Minat Belajar Siswa di SMA Negeri 1 Singaraja Restu Ade Yanti; Ida Bagus Made Astawa; I Made Sarmita
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v11i2.64048

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis: (1) penerapan media ArcGIS Story Maps dalam pembelajaran geografi untuk meningkatkan minat belajar, (2) minat belajar siswa sebelum dan sesudah diterapkan media ArcGIS Story Maps, dan (3) pengaruh media ArcGIS Story Maps terhadap minat belajar siswa dalam pembelajaran geografi pada kelas XI IIS SMA Negeri 1 Singaraja. Penelitian dirancang sebagai penelitian eksperimen semu (Quasi Experimental Design) Non Equivalent Control Group Design menggunakan studi populasi/sensus pada dua kelas. Kedua kelas memiliki kesetaraan sehingga dilakukan randomisasi dan menetapkan kelas XI IIS 2 sebagai kelompok eksperimen dan kelas XI IIS 1 sebagai kelompok kontrol serta guru geografi pada kelas bersangkutan. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan analisis inferensial menggunakan uji-t serta analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Guru telah mampu mengimplementasikan media ArcGIS Story Maps dalam pembelajaran geografi dengan kriteria sangat baik (89,93), (2) terdapat perbedaan minat belajar siswa secara signifikan antara sebelum dan sesudah diimplementasikan media pembelajaran ArcGIS Story Maps dalam pembelajaran Geografi di kelas XI IIS SMA Negeri 1 Singaraja (0,048 < 0,05), dan (3) terdapat pengaruh positif dan signifikan media pembelajaran ArcGIS Story Maps terhadap minat belajar Geografi siswa kelas XI IIS SMA Negeri 1 Singaraja (4,234 > 2,048). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa media ArcGIS Story Maps dapat memberikan pengaruh positif terhadap minat belajar siswa dan dapat dijadikan sebagai referensi media pembelajaran bagi guru.
Pengaruh Model Process Oriented Guided Inquiry Learning terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran Geografi di SMA Negeri 1 Singaraja Maretanta Ananda Pinasthi; I Putu Sriartha; Ida Bagus Made Astawa
Journal on Education Vol 6 No 4 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 4 Mei-Agustus 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i4.6115

Abstract

The study’s objectives were to: (1) describe how the Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) model was utilized in teaching geography to students at SMA Negeri 1 Singaraja, (2) analyze the variation in students’ critical thinking abilities before and after POGIL’s implementation in their geography studies, (3) analyze the impact of the POGIL onenhancing students' critical thinking in geography learning. Employing a quasi-experimental design, subjects were divided into experimental and control groups through random selection post-equality testing. ata collection involved observations, document reviews, and test. Analysis included qualitative descriptions and inferential statistics using t-tests. The results of the research is: (1) effective execution of POGIL in geography education by the teacher, (2) a boost in the experimental group students’ critical thinking compared to the control group, (3the study revealed significant disparities in students’ critical thinking skills when comparing geography education utilizing the POGIL model to traditional teaching methods. This shows that the Process Oriented Guided Inquiry Learning model has a significant effect on improving students' critical thinking skills in geography learning.
Karakteristik Karakteristik Jalur Trekking Sebagai Potensi Landskap Wisata Alam di Desa Panji Anom Bharata, Ida Bagus Arya Yoga; Wesnawa, I Gede Astra; Astawa, Ida Bagus Made
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 11 No. 3 (2023): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v11i3.59355

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Jalur Trekking yang dirintis di kawasan Wisata Alam Panorama Puncak Landep, Desa Panji Anom yang memiliki Potensi Daya Tarik Wisata pemandangan alam di Bali Utara. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mendeskripsikan Karakteristik Jalur Trekking yang ada di kawasan Wisata Alam Panorama Puncak Landep, dan (2) untuk mendeskripsikan Potensi  Landskap yang ada di sepanjang setiap Jalur Trekking yang ada di kawasan Wisata Alam Panorama Puncak Landep. Penelitian dirancang sebagai penelitian deskriptif dengan pendekatan keruangan. Data diperoleh melalui survei lapangan dengan Mobile GPS, dan Observasi Lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) karakteristik Jalur Trekking yang terdapat di kawasan Wisata Alam Panorama Puncak Landep dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu Titik Potensi Tinggi (Beda Tinggi =  Rata-Rata 64 meter, Jarak Miring =  Rata-Rata 405 meter, Kelerengan =  Rata-Rata 15,8% – 17,3%, Relief =  Miring Sedang, Waktu Tempuh = Rata-Rata ± 20 Menit), Titik Potensi Sedang (Beda Tinggi =  Rata-Rata 79 meter, Jarak Miring =  Rata-Rata  586 meter, Kelerengan =  Rata-Rata 15% – 22%, Relief =  Miring Sedang – Miring Terjal, Waktu Tempuh =  Rata-Rata ± 28 Menit), Titik Potensi Rendah (Beda Tinggi = Rata-Rata  103 meter, Jarak Miring = Rata-Rata  897 meter, Kelerengan = Rata-Rata  11,8% – 21,6%, Relief = Miring Sedang – Miring Terjal, Waktu Tempuh = Rata-Rata  ± 40 Menit), (2) Potensi  Landskap yang terdapat pada masing-masing Jalur Trekking di kawasan Wisata Alam Panorama Puncak Landep dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu potensi tinggi dengan bentuk, vegetasi, dan warna sebagai factor dominan; potensi sedang dengan bentuk, vegetasi, dan warna sebagai faktor dominan; potensi rendah dengan bentuk, pemandangan, kelangkaan dan modifikasi struktural sebagai faktor dominan.
SINERGI FILOSOFI TRI HITA KARANA DALAM PEMBELAJARAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING Mujiburrahman, Mujiburrahman; Zahara, Laxmi; Mahsup, Mahsup; Sutajaya, Made; Suja, Wayan; Astawa, Ida Bagus Made
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9, No 2 (2024): Volume 9 Nomor 2 Edisi Oktober 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v9i2.13299

Abstract

Modern education not only focuses on the development of cognitive abilities but also emphasizes the importance of shaping students' character to be balanced spiritually, socially, and environmentally. The Tri Hita Karana philosophy, rooted in Balinese culture, provides a framework that underscores the significance of harmonious relationships between humans and God (Parahyangan), humans and others (Pawongan), and humans and nature (Palemahan). This research aims to examine the synergy between the Tri Hita Karana philosophy and the Project-Based Learning (PBL) model in creating holistic and sustainable learning. The method used in this study is a literature review, where various relevant works on Tri Hita Karana and PBL are analyzed to understand the integration of these two concepts in the educational context. The analysis is conducted by identifying how each dimension of Tri Hita Karana can be applied in PBL-based projects, as well as the impact of this synergy on students' character development. The results of this review indicate that integrating Tri Hita Karana with PBL can create a learning environment that supports students' spiritual, social, and environmental awareness development. Through PBL, students engage in real-world projects that not only enhance academic skills but also instill values of harmony with God, others, and nature. This synergy results in a more meaningful, relevant, and sustainable educational approach, where students not only improve their cognitive skills but also become socially and environmentally responsible individuals.
Peran Tri Hita Karana dalam Kehidupan Masyarakat dan Institusi: Kajian Komprehensif Berdasarkan Literatur Ahzan, Sukainil; Pangga, Dwi; Sutajaya, I Made; Astawa, Ida Bagus Made; Suja, I Wayan
Empiricism Journal Vol. 5 No. 2: December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i2.2370

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran filosofi Tri Hita Karana (THK) sebagai kerangka kerja untuk menciptakan harmoni dalam kehidupan masyarakat dan institusi di Bali. Dengan menggunakan tinjauan pustaka sistematis berbasis pedoman PRISMA, penelitian ini menganalisis 30 artikel yang relevan dari tahun 2014 hingga 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa THK memainkan peran signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk hubungan spiritual dengan Tuhan (parhyangan), interaksi sosial (pawongan), dan pelestarian lingkungan (palemahan). Filosofi ini tidak hanya mendukung harmoni sosial dan budaya melalui kegiatan kolektif seperti gotong royong dan pelestarian adat, tetapi juga menjadi pedoman dalam praktik keberlanjutan lingkungan. Pada tingkat institusi, THK diadopsi dalam kebijakan pemerintah, pendidikan, dan pariwisata, menghasilkan keseimbangan antara pembangunan ekonomi, pelestarian budaya, dan konservasi lingkungan. Meski demikian, tantangan dalam implementasi THK mencakup tekanan globalisasi, individualisme, dan modernisasi yang dapat mereduksi nilai-nilai tradisional. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan mengidentifikasi praktik terbaik dalam penerapan THK serta relevansinya dalam konteks global. Implikasi praktis dari penelitian ini mencakup pengembangan kebijakan berbasis THK, penguatan strategi pendidikan, dan model keberlanjutan institusi yang menekankan keterpaduan antara nilai tradisional dan inovasi modern. Hasil ini mempertegas bahwa THK bukan sekadar filosofi lokal, melainkan pendekatan universal yang relevan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan harmoni sosial di era modern. The Role of Tri Hita Karana in Community and Institutional Life: A Comprehensive Literature ReviewAbstractThis study explores the role of the Tri Hita Karana (THK) philosophy as a framework for fostering harmony in community and institutional life in Bali. Using a systematic literature review guided by PRISMA protocols, the research analyzes 30 relevant articles published between 2014 and 2024. The findings demonstrate that THK plays a significant role across various aspects of life, including spiritual connections with God (parhyangan), social interactions (pawongan), and environmental preservation (palemahan). This philosophy not only promotes social and cultural harmony through collective activities such as communal work (gotong royong) and cultural preservation but also serves as a guideline for environmental sustainability practices. At the institutional level, THK is adopted in government policies, education, and tourism, creating a balance between economic development, cultural preservation, and environmental conservation. However, challenges in implementing THK include pressures from globalization, individualism, and modernization, which can erode traditional values. This study contributes by identifying best practices in applying THK and highlighting its relevance in a global context. The practical implications of this research include the development of THK-based policies, the strengthening of educational strategies, and institutional sustainability models that emphasize the integration of traditional values and modern innovation. These findings underscore that THK is not merely a local philosophy but a universal approach relevant to supporting sustainable development and social harmony in the modern era.
Membangun Keseimbangan Global dengan Implementasi Tri Hita Karana untuk Keberlanjutan Sosial, Ekologis, dan Budaya Handayani, Baiq Vina; Sutajaya, I Made; Suja, I Wayan; Astawa, Ida Bagus Made
Empiricism Journal Vol. 5 No. 2: December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i2.2382

Abstract

Filosofi Tri Hita Karana (THK) yang berakar pada budaya Bali melambangkan keharmonisan antara manusia dengan Tuhan (Parahyangan), manusia dengan sesamanya (Pawongan), serta manusia dengan lingkungan (Palemahan). Tinjauan literatur sistematis ini mengeksplorasi penerapan THK di bidang sosial, ekologi, dan budaya melalui analisis tinjauan literatur menggunakan metodologi deskriptif kualitatif. Kajian analisis penelitian ini diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2024. Di bidang sosial, THK terbukti efektif meningkatkan pembentukan karakter, perilaku etis, dan hasil belajar, serta menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran dan kerja sama. Pada aspek ekologi, THK diterapkan untuk melestarikan sistem irigasi Subak dan Sungai Ayung, menonjolkan kolaborasi masyarakat dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Dari perspektif budaya, THK melestarikan identitas lokal melalui tata kelola berbasis nilai tradisional yang mendukung keberlanjutan lintas generasi. Hasil studi menunjukkan bahwa pendekatan holistik THK mempunyai potensi signifikan dalam mengatasi tantangan keseimbangan global, terutama dalam menyeimbangkan pembangunan dengan pelestarian budaya. Namun masih terdapat kesenjangan penelitian, seperti kurangnya kajian mengenai penerapan THK di luar Bali dan integrasinya dengan teknologi modern. Penelitian di masa depan diharapkan dapat mengeksplorasi adaptasi prinsip-prinsip THK dalam konteks global dan mendorong inovasi interdisipliner untuk memastikan relevansi dan penerapannya secara luas. Building Global Balance by Implementing Tri Hita Karana for Social, Ecological and Cultural SustainabilityAbstractThe Tri Hita Karana (THK) philosophy, which is rooted in Balinese culture, symbolizes harmony between humans and God (Parahyangan), humans and each other (Pawongan), and humans and the environment (Palemahan). This systematic literature review explores the application of THK in the social, ecological, and cultural fields through literature review analysis using descriptive qualitative methodology. This research analysis study was published between 2015 and 2024. In the social sector, THK has proven effective in improving character formation, ethical behavior, and learning outcomes, as well as instilling values such as honesty and cooperation. In the ecological aspect, THK is applied to preserve the Subak irrigation system and the Ayung River, highlighting community collaboration in maintaining ecosystem balance. From a cultural perspective, THK preserves local identity through traditional value-based governance that supports sustainability across generations. The study results show that THK's holistic approach has significant potential in overcoming the challenges of global balance, especially in balancing development with cultural preservation. However, research gaps remain, such as the lack of studies regarding the application of THK outside Bali and its integration with modern technology. Future research is expected to explore the adaptation of THK principles in a global context and encourage interdisciplinary innovation to ensure their relevance and widespread application.
Sinergi Tradisi Perang Topat dan Tri Hita Karana: Studi Hubungan Antara Religi, Sosial, dan Lingkungan dalam Masyarakat Lombok Samsuri, Taufik; Sutajaya, I Made; Suja, Wayan; Astawa, Ida Bagus Made; Pahriah, Pahriah; Sukroyanti, Baiq Azmi
Empiricism Journal Vol. 5 No. 2: December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i2.2480

Abstract

Tradisi Perang Topat di Lombok merupakan salah satu warisan budaya yang mencerminkan harmoni antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan, sebagaimana tercermin dalam filosofi Tri Hita Karana. Tradisi ini tidak hanya menjadi simbol toleransi antarumat beragama, tetapi juga sarana untuk menjaga keseimbangan ekosistem melalui penghormatan terhadap siklus agraris. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis Tradisi Perang Topat dalam konteks Tri Hita Karana, menyoroti tantangan pelestarian nilai-nilai tradisi ini di era modern, serta menawarkan solusi dan rekomendasi praktis untuk menjaga keberlanjutan tradisi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif berbasis kajian literatur, dengan mengumpulkan data dari artikel akademik, buku, dan dokumen digital. Analisis dilakukan berdasarkan tiga pilar Tri Hita Karana: Parahyangan (hubungan dengan Tuhan), Pawongan (hubungan dengan sesama), dan Palemahan (hubungan dengan lingkungan). Temuan menunjukkan bahwa Tradisi Perang Topat memainkan peran penting dalam memperkuat hubungan spiritual melalui doa lintas agama, menciptakan harmoni sosial melalui kerja sama lintas komunitas, dan menjaga keberlanjutan lingkungan melalui simbolisme agraris. Namun, tantangan seperti komersialisasi budaya, degradasi lingkungan, dan kurangnya keterlibatan generasi muda mengancam pelestarian nilai-nilai tradisi ini. Oleh karena itu, artikel ini merekomendasikan penguatan pendidikan berbasis kearifan lokal, revitalisasi tradisi dengan pendekatan kreatif untuk melibatkan generasi muda, serta pengembangan pariwisata budaya yang berkelanjutan. Tradisi Perang Topat tidak hanya relevan sebagai warisan budaya lokal tetapi juga memiliki potensi untuk menjadi model harmoni sosial dan pelestarian lingkungan yang dapat menginspirasi dunia. The Synergy of Perang Topat Tradition and Tri Hita Karana: A Study of the Relationship Between Religion, Society, and Environment in Lombok SocietyAbstractThe Perang Topat tradition in Lombok is a cultural heritage that reflects harmony between humans and God, fellow humans, and the environment, as embodied in the philosophy of Tri Hita Karana. This tradition not only symbolizes interreligious tolerance but also serves as a means to maintain ecosystem balance through respect for the agrarian cycle. This article aims to analyze the Perang Topat tradition within the context of Tri Hita Karana, highlighting the challenges of preserving its values in the modern era and offering practical solutions and recommendations for its sustainability. The method used is a qualitative approach based on literature review, collecting data from academic articles, books, and digital documents. The analysis is conducted based on the three pillars of Tri Hita Karana: Parahyangan (relationship with God), Pawongan (relationship with fellow humans), and Palemahan (relationship with the environment). The findings indicate that the Perang Topat tradition plays a crucial role in strengthening spiritual relationships through interreligious prayers, fostering social harmony through cross-community cooperation, and maintaining environmental sustainability through agrarian symbolism. However, challenges such as cultural commercialization, environmental degradation, and the lack of youth involvement threaten the preservation of these traditional values. Therefore, this article recommends strengthening education based on local wisdom, revitalizing traditions with creative approaches to engage younger generations, and developing sustainable cultural tourism. The Perang Topat tradition is not only relevant as a local cultural heritage but also holds potential as a model for social harmony and environmental preservation that can inspire the world.
NILAI MORAL TRI HITA KARANA DALAM ALBUM “KERAMAT” CIPTAAN H. RHOMA IRAMA Harefa, Darmawan; I Made Sutajaya; I Wayan Suja; Ida Bagus Made Astawa
Ndrumi : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora Vol 7 No 2 (2024): Ndrumi : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora
Publisher : LPPM Universitas Nias Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57094/ndrumi.v7i2.2117

Abstract

The purpose of this study is to characterize Tri Hita Karana's moral principles as they appear in the H. Rhoma Irama album "Keramat". This study use content analysis as a qualitative tool. The findings of this study demonstrate that there are five moral values: (1) the value of honesty; (2) the value of discipline; (3) the value of caring for others and paying attention to them; (4) the value of respecting others; and (5) the value of fairness. Therefore, it may be claimed that one of the moral precepts present in the lyrics of many sacred songs is the moral precept of respect for other people. Suggestions (1) Teachers and music enthusiasts can learn a lot from this about overcoming obstacles in life. In addition, this holy song by H. Rhoma Irama has significant queries for all of us since it highlights how crucial it is for kids to obey their parents, particularly the mother who gave birth, reared, and took care of us all. The researcher proposes that listeners and admirers of this song should incorporate the five moral principles into their daily lives so that they can safeguard others no matter where they are; (3) the purpose of this research is to encourage readers to delve deeper into other albums to find more inspiration. It also serves as a resource for other scholars who bring up pertinent study topics.
LOWALANGI DALAM KONSEP TRI HITA KARANA DALAM KEARIFAN LOKAL NIAS Harefa, Darmawan; I Made Sutajaya; I Wayan Suja; Ida Bagus Made Astawa
Ndrumi : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora Vol 7 No 2 (2024): Ndrumi : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora
Publisher : LPPM Universitas Nias Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57094/ndrumi.v7i2.2226

Abstract

This study aims to explore the local wisdom of the Nias community, particularly the concept of Lowalangi (God) within the context of Tri Hita Karana. This concept emphasizes the balance between humans, nature, and God as a foundation for daily life. Through a literature study method, this research analyzes various sources that link spiritual values, customary practices, and environmental preservation within Nias culture. The findings indicate that Lowalangi serves as a unifying element in social and ecological relationships, creating harmony in the interactions between the community and the environment. This research also highlights the challenges of modernization faced by the Nias community and the importance of education and policies that support the preservation of local wisdom. It is hoped that the results of this study will contribute to a deeper understanding of the integration of local values in efforts towards sustainability and cultural preservation.
Co-Authors ., In&#039 A Sediyo Adi Nugraha Abdi Radinal Saragih Ahzan, Sukainil Anak Agung Gede Agung Darmawan Anak Agung Gede Sugianthara Anggraeni, Nida Anna Sharah Artini, Nyoman Sri Aryani, Luh Nitra Aryati, Ni Ketut Dian Bharata, Ida Bagus Arya Yoga Budiastini, Ni Putu Desi CHRISTIANI ENDAH POERWATI . Cordia, Grassiana Misseri Darmiati, Ni Made Ayu Diah Dewa Made Atmaja Dewi, Kadek Ary Kumala Dewi, Ni Komang Ayu Triadi Dewi, Putu Siska Krisna Dharma Tari, I Dewa Ayu Eka Purba Dhea Vier Nanda Dewi Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Dwipawati, Ni Made Gunarsih Faizatun Nisa' Gita, I Gusti Lanang Mahendra Gregorius Sebo Bito Gustama, I Wayan Hamimah, Siti Handayani, Baiq Vina Harefa, Darmawan Haribaik, Made Adelia Suryani Hawali, Rebeka Filda I Gede Algunadi I Gede Algunadi I Gede Arya Sumarabawa I Gede Arya Sumarabawa I Gede Astra Wesnawa I Gede Budiarta I Gusti Lanang Mahendra Gita I Kadek Arta I Kadek Arta I Ketut Putra Jaya I Ketut Putra Jaya i ketut suratha I Ketut Suratha I Komang Wisnu Budi Wijaya I Made Sarmita I Made Sutajaya I Made Tegeh I Made Windu Antara I Nyoman Suditha I Putu Ananda Citra I Putu Sriartha I Wayan Suarsana I Wayan Suja I Wayan Treman Ida Ayu Laksmi Yuliasari In&#039;Am Azizur Romadhon . Julia Vironika Julia Vironika K. Yunitha Aprillia K. Yunitha Aprillia Kadek Ary Kumala Dewi Kadek Ayu Astiti Kadek Ayu Astiti Komang Adi Komang Adi Kristiani, Putu Ery laxmi zahara Luh Nitra Aryani Made Adelia Suryani Haribaik Made Suryadi Made Suryadi Made Visnu Dasa Made Visnu Dasa Mahadewi, Luh Putu Putrini Mahadewi, Luh Putu Putrini Mahayani, Ni Nyoman Tri Mahsup, Mahsup Maretanta Ananda Pinasthi Maria Evanrista Roslovenia Ndoi Mujiburrahman Mujiburrahman Mujiburrahman Muslim, Suyitno Nasar, Ismail Nasar, Ismail Ni Ketut Dian Aryati Ni Komang Ayu Triadi Dewi Ni Komang Noviani Ni Komang Sinta Ratnasari Ni Luh Desy Dwi Anike Dhamayanti Ni Luh Desy Dwi Anike Dhamayanti Ni Luh Sri Novi Sumitadewi Ni Luh Yunika Valina Ni Made Ayu Diah Darmiati Ni Made Ayu Suryaningsih Ni Made Gunarsih Dwipawati Ni Nyoman Tri Mahayani Ni Putu Desi Budiastini Ni Putu Dwi Sucita Dartini Ni Putu Sri Astuti Ni Putu Sri Astuti Ni Wayan Ayu Suparmi Nida Anggraeni Nisa', Faizatun Noviani, Ni Komang Nurhalimah Nurhalimah Nurhalimah Nurhalimah Nyoman Julita Sari Nyoman Sri Artini Pahriah, Pahriah Pangga, Dwi Piscesita, Brilliantari Boeky Poerwati, Christiani Endah Putu Indra Christiawan Putu Siska Krisna Dewi Qo'idul Umam Ratnasari, Ni Komang Sinta Restu Ade Yanti Ros Indah Mareta Simanjuntak Sakinah Sakinah Sakinah Sakinah Saragih, Abdi Radinal Sharah, Anna Simanjuntak, Ros Indah Mareta Suarsana, I Wayan Suditha, I Nyoman Suja, Wayan Sukadi Sukroyanti, Baiq Azmi Suparmi, Ni Wayan Ayu Suryati Suryati Sutajaya, Made Sutarjo Sutarjo sutarjo sutarjo Syamsiar, Syamsiar Taufik Samsuri Umam, Qo'idul Uswatun Hasanah Valina, Ni Luh Yunika Wahyu Sumardeni Wisnu, I Komang Wisnu Budi Wijaya Yuliasari, Ida Ayu Laksmi