Claim Missing Document
Check
Articles

Mitigasi Longsor Berbasis Komunitas Melalui Penerapan Metode Bioengineering Rumput Vetiver di Desa Petir Putra, Heriansyah; Sutoyo, Sutoyo; Ramadhanis, Zainab; Apriadi, Apriadi; Utami, Anisa Dwi; Khayyira, Avrill; Aryanti, Windy D; Bilqist, Fitri W; Praditya, Meindika R; Faiq, Muhammad F; Munawar, Muhammad A I; Hutapea, Jose T; Athourrohman, Muhammad
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 5 No 6 (2025): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v5i6.1457

Abstract

Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan tanah longsor yang tinggi. Kondisi topografi yang curam, curah hujan tinggi, serta sejarah kejadian longsor yang telah menimbulkan korban jiwa menjadi alasan diperlukan mitigasi yang efektif dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat upaya mitigasi longsor berbasis komunitas melalui penerapan metode soil bioengineering menggunakan tanaman rumput vetiver (Vetiveria zizanioides). Kegiatan dilaksanakan pada Juni sampai Oktober 2025 yang mencakup empat tahapan, yaitu pengukuran kemiringan lereng, sosialisasi bencana longsor dan metode bioengineering, penanaman vetiver, penetapan daerah rawan. Hasil pengukuran di RW 03 dan RW 04 mengidentifikasi kemiringan lereng 17,7°–35° ,yang tergolong sesuai untuk penanaman vetiver berdasarkan pedoman teknis PUPR (2012). Dua titik di RW 03 dan RW 04 Desa Petir dijadikan sebagai prioritas penanaman rumput vetiver karena letaknya yang dekat dengan pemukiman warga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa metode bioengineering berbasis vegetasi dapat diaplikasikan secara di wilayah tersebut. Selain membentuk barisan vegetasi penguat lereng, kegiatan ini juga meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memahami serta melaksanakan mitigasi bencana yang ramah lingkungan.
Effect of Relative Density Variation on The Effectiveness of Fly Ash in Stabilization of Sandy Soils for Liquefaction Mitigation Yunan Yakuta Wangsawitana; Muhammad Fauzan; Heriansyah Putra; Erizal; Minson Simatupang
Journal of the Civil Engineering Forum Vol. 12 No. 3 (September 2026)
Publisher : Department of Civil and Environmental Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jcef.26551

Abstract

Indonesia is highly vulnerable to earthquakes that can trigger soil liquefaction, particularly in coastal regions where saturated sandy soils with low relative densities are prevalent. This study investigated the influence of varying Class C fly ash contents (5%, 10%, and 15%), relative densities (50%, 70%, and 90%), and curing periods (7 and 14 days) on the unconfined compressive strength of fully saturated sandy soils as a liquefaction mitigation approach. The methodology included physical soil characterization, sample preparation with specific fly ash and relative density variations, and unconfined compressive strength testing after the curing period. The results demonstrated that increasing the fly ash content, relative density, and curing time significantly enhanced the strength of the samples. The highest strength occurred at 15% fly ash and 90% relative density, with 426.22 kPa (7 days) and 438.57 kPa (14 days). The most notable improvement occurred with an increase in fly ash content from 5% to 10% and relative density from 50% to 70%. Fly ash was more effective at enhancing the strength of sandy soil by promoting interparticle cementation, whereas excessive compaction tended to disrupt the soil structure and generate fine particles that reduced cohesion, as evidenced by the UCS test results and SEM observations. The most significant strength gain between 7 and 14 days was observed at 50% relative density and 5% fly ash, with a twofold increase. The combination of 10% fly ash and 70% relative density was optimal for field implementation, as it yielded strength values exceeding the liquefaction resistance thresholds, while maintaining practical compaction levels and material efficiency. A comparative cost assessment considering materials, labor, equipment, and construction time is recommended to evaluate the practical feasibility of fly ash stabilization relative to alternative ground improvement methods for Indonesian projects.
Peningkatan Parameter Kuat Geser Clay Shale Menggunakan Xanthan Gum Modifikasi Polyvinyl Alcohol (PVA) Chandra Ismail; Heriansyah Putra; Apriadi Apriadi
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 31, Nomor 2 (2025)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v31i2.66731

Abstract

Karakteristik kembang susut pada tanah clay shale dapat menimbulkan berbagai permasalahan dalam konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan xanthan gum (XG), polyvinyl  alcohol (PVA) dan kombinasi keduanya untuk meningkatkan parameter kuat geser tanah clays hale. Berbagai pengujian laboratorium dilakukan, mulai dari pengujian properties fisik berupa pengujian berat jenis, gradasi dan batas atterberg serta properties mekanis berupa pengujian kuat geser tanah untuk mengevaluasi pengaruh penambahan xanthan gum dan PVA beserta kombinasinya terhadap parameter tanah. Xanthan gum dan PVA dicampurkan ke dalam tanah menggunakan metode dry mixing dan wet mixing secara terpisah.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan xanthan gum, PVA dan modifikasinya mampu meningkatkan nilai indeks plastisitas tanah berturut-turut sebesar 156%, 98% dan 6%. Modifikasi xanthan gum menggunakan polyvinyl alcohol mampu meningkatkan nilai kohesi dan sudut gesek dalam pada clay shale sebesar 200% dan 103%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penambahan PVA pada Xanthan Gum mampu meningkatkan kekuatan clay shale secara efektif.
Efektivitas Metode Calcite Precipitation Dengan Biocatalyst Bubuk Kedelai Sebagai Metode Biogrouting Untuk Mencegah Likuifaksi Tanah Pasir Akbar Renaldi Loebis; Heriansyah Putra
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i1.595

Abstract

Abstrak Likuifaksi merupakan fenomena perubahan konsistensi tanah dari keadaan padat menjadi keadaan cair akibat gempa bumi. Metode calcite precipitation merupakan salah satu metode inovatif untuk mitigasi likuifaksi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas metode calcite precipitation dengan biocatalyst bubuk kedelai sebagai metode biogrouting pada tanah terlikuifaksi. Penelitian ini menggunakan sampel tanah berpotensi likuifaksi dengan variasi gradasi. Pengujian pengendapan kalsit diperlukan untuk menentukan komposisi optimum larutan calcite precipitation. Evaluasi efektivitas pada tanah dilakukan dengan pengujian distribusi kalsit dan penentuan nilai kekuatan tanah berdasarkan kurva hubungan antara kadar kalsit dan nilai UCS. Hasil pengujian pengendapan kalsit didapatkan konsentrasi bubuk kedelai 15 g/L sebagai komposisi optimum larutan calcite precipitation. Nilai kadar kalsit maksimum yang terbentuk di sampel pasir halus, sedang, dan kasar berturut-turut sebesar 4,96; 6,12; dan 1,32 % sehingga mampu menghasilkan nilai prediksi UCS sebesar 132, 172, dan 59 kPa. Hasil penelitian ini didapatkan metode calcite precipitation dengan biocatalyst bubuk kedelai terbukti efektif diaplikasikan pada sampel pasir untuk meningkatkan kekuatan tanah sehingga mampu mencegah terjadinya peristiwa likuifaksi. Kata kunci: bubuk kedelai, gradasi tanah, kalsit, likuifaksi Abstract Liquefaction was a phenomenon of change in soil consistency from a solid state to a liquid state due to the earthquake. Calcite precipitation method may be one of the innovative methods for liquefaction mitigation. The purpose of this research was to evaluate the effectiveness of the calcite precipitation method with soybean powder biocatalyst as a biogrouting method in liquefied soil. This research used potentially liquefied soil samples with various gradations. A precipitation test was needed to determined the optimum composition of the calcite precipitation solution. Evaluation of the effectiveness on soil was carried out by calcite distribution test and determining the value of soil strength based on the correlation curve between calcite contents and UCS values. The result of the precipitation test showed that 15 g/L soybean powder concentration was the optimum composition of the calcite precipitation solution. Maximum calcite content values had formed in fine, medium, and coarse sand sample was 4,96; 6,12; and 1,32 % so that able to produced UCS prediction values of 132, 172, and, 59 kPa.  The results of this research show that calcite precipitation method with soybean powder biocatalyst proved to be effective on sand samples to improved the strength of the soils so can prevented liquefaction. Keywords: calcite, liquefaction, soil gradation, soybean powder 
Peningkatan Efisiensi Biaya Pembangunan Gedung Bertingkat Dengan Aplikasi Building Information Modeling (BIM) 5D Faqih Nadiya Umam; Erizal Erizal; Heriansyah Putra
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i1.704

Abstract

Abstrak Sebagian besar perusahaan konstruksi di Indonesia saat ini masih menggunakan aplikasi konvensional yang dilakukan secara terpisah. Akibat yang sering ditemukan dari penggunaan aplikasi konvensional terfragmentasi antara lain adanya limbah kontruksi dan keterlambatan informasi yang menyebabkan inefisiensi biaya dan waktu. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu sistem integrasi yang dapat menjawab permasalahan tersebut. Salah satu teknologi yang telah muncul untuk menjawab permasalahan adalah Building Information Modeling (BIM). Penelitian ini dilakukan dengan simulasi pemodelan dan perhitungan untuk mengevaluasi akurasi dan efisiensi biaya penggunaan aplikasi BIM 5D dibandingkan dengan metode konvensional pada pekerjaan besi dan beton. Simulasi proyek dilakukan pada apartment 16 lantai. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan aplikasi BIM 5D dapat mengurangi biaya tenaga kerja sebesar Rp171.989.939,00 atau menghemat 6,33%. Nilai efisiensi volume pekerjaan beton fc30 MPa, beton fc35 MPa, dan pekerjaan besi tulangan masing-masing sebesar 7,21%, 10,87%, dan 5,98%. Total efisiensi biaya yang didapatkan sebesar Rp406.697.000,00. Biaya tersebut sangat besar dibandingkan biaya investasi aplikasi BIM 5D seharga Rp127.000.000,00. Kata kunci: Aplikasi BIM 5D, Building Information Modeling, Efisiensi Biaya Abstract Most construction companies in Indonesia currently still use conventional applications that are carried out separately. The consequences that are often found from the use of fragmented conventional applications include construction waste and delays in the information that cause cost and time inefficiencies. Therefore, an integrated system is needed to answer these problems. One technology that has emerged to answer these problems is Building Information Modeling (BIM). This research was conducted by modeling simulations and calculations to evaluate the accuracy and cost-efficiency of using the BIM 5D application compared to conventional methods in rebar and concrete work. The project simulation was carried out on a 16-floor apartment. As a result, the use of the BIM 5D application can reduce labor costs by Rp171,989,939.00 or save 6.33%. The efficiency values of fc'30 MPa concrete work, fc'35 MPa concrete, and rebar work are 7.21%, 10.87%, and 5.98%, respectively. The total cost-efficiency obtained is Rp406,697,000.00. This cost is huge compared to the investment cost of the BIM 5D application for Rp127,000,000.00. Keywords: BIM 5D application, Building Information Modeling, Cost Efficiency
Analisis Kerawanan Longsor dengan Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) di Kabupaten Padang Pariaman Zenia Dwi Putri; Sutoyo Sutoyo; Heriansyah Putra
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 2 (2023): Volume 13 Nomor 2, September 2023
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v13i2.922

Abstract

Abstrak Bencana longsor dapat mengancam daerah permukiman, lahan pertanian, infrastruktur dan hutan seperti yang sering dijumpai di daerah perbukitan. Kondisi topografi di Kabupaten Padang Pariaman yang cukup landai serta terletak pada dua jalur patahan lempeng global mengakibatkan daerah tersebut rawan bencana longsor. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi tingkat kerawanan dan risiko serta sebaran daerah longsor di Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan melakukan skoring dan pembobotan terhadap parameter longsor. Hasil penelitian diperoleh areal dengan tingkat kerawan longsor rendah 2.899,13 ha (2,22%), kerentanan sedang 39.485,20 ha (30,24 %), kerentanan tinggi 29.706,89 ha (22,75%) dan kerentanan sangat tinggi 58.491,41 ha (44,79%).  Wilayah rawan longsor sangat tinggi banyak dijumpai di Limo Koto Timur (7.031,85 ha), IV Koto Aur Melintang (6.265,79 ha), Limo Koto Kampung Dalam (5.604,04 ha), Sungai Limau (5.341,70 ha), Dua Kali Sebelas Kayu Tanam (5.225,93 ha), Sungai Geringging (5.041,83 ha), dan Patamuan (4.218,86 ha). Pemetaan wilayah risiko longsor di Kabupaten Padang Pariaman didominasi oleh kelas risiko sedang yaitu 62.577,28 ha (47,92%). Sebaran wilayah kategori risiko sangat tinggi banyak dijumpai diantaranya di Kecamatan VII Koto Sungai Sarik (235,15 ha), Limo Koto Kampung Dalam (145,73 ha) dan Patamuan (142,42 ha). Kata kunci: longsor, peta, rawan, risiko, sistem informasi geografis Abstract Landslides can threaten residential areas, agricultural land, infrastructure and forests as is often found in hilly areas. The topography of Padang Pariaman Regency, which is quite sloping and located on two global plate fault lines, makes the area prone to landslides. The purpose of this study were to identify the level of vulnerability and risk as well as the distribution of landslide areas in Padang Pariaman Regency. This study uses secondary data by scoring and weighting the landslide parameters. The results showed that the area with low landslide susceptibility was 2.899,13 ha (2,22%), moderate vulnerability was 39.485,20 ha (30,24 %), high vulnerability was 29.706,89 ha (22,75%) and very high vulnerability was 58.491,41 ha (44,79%). Landslide prone areas are very high and often found in Limo Koto Timur (7.031,85 ha), IV Koto Aur Melintang (6.265,79 ha), Limo Koto Kampung Dalam (5.604,04 ha), Sungai Limau (5.341,70 ha), Twice Eleven Timber Plants (5.225,93 ha), Geringging River (5.041,83 ha), and Patamuan (4.218,86 ha). The mapping of landslide risk areas in Padang Pariaman Regency is dominated by the medium risk class, which is 62.577,28 ha (47,92%). The distribution of areas in the very high risk category is often found in District VII Koto Sungai Sarik (235,15 ha), Limo Koto Kampung Dalam (145,73 ha) and Patamuan (142,42 ha). Keywords: landslide, map, prone, risk, geographic information system
Analisis Tingkat Risiko Banjir dan Tanah Longsor di Jalur Kereta Api Makassar-Parepare Aura Putri Zafira; Sutoyo Sutoyo; Heriansyah Putra; Jatmiko Murdiono; Danang Arief Nugroho
Jurnal Greenation Ilmu Teknik Vol. 2 No. 3 (2024): (JGIT) Jurnal Greenation Ilmu Teknik (Agustus - Oktober 2024)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgit.v2i3.74

Abstract

Transportasi umum merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat di kota-kota dan kabupaten besar di Sulawesi Selatan, seperti Kota Makassar, Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Kabupaten Barru, serta Kota Parepare. Kelancaran operasional kereta api Makassar-Parepare oleh PT Celebes Railway Indonesia menjadi prioritas utama dalam pengelolaan sistem transportasi massal. Beberapa kendala, seperti bencana banjir dan longsor, dapat mengancam operasional kereta api tersebut. Daerah yang berisiko mengalami banjir dan longsor di sepanjang jalur kereta api Makassar-Parepare dapat diidentifikasi melalui analisis Sistem Informasi Geografis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko banjir dan tanah longsor di sepanjang jalur operasional kereta api Makassar-Parepare dengan menggunakan metode scoring dan overlay yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) menggunakan parameter yang berpengaruh terhadap banjir dan longsor meliputi kemiringan lahan, ketinggian lahan, curah hujan, jenis tanah, geologi, dan tekstur tanah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di sepanjang jalur kereta api Makassar-Parepare, terdapat area seluas 4459,445 Ha yang masuk pada kelas banjir risiko tinggi, 93555,26 Ha kelas banjir risiko sedang, 28538,32 Ha kelas banjir risiko rendah dan 37190,67 Ha termasuk kelas banjir aman. Jalur kereta api dari Stasiun Parangloe (13+900) hingga Stasiun Palanro (115+800) melalui daerah dengan kelas banjir “Risiko tinggi” dan “Risiko sedang”. Sementara itu, terdapat area seluas 13880,72 Ha yang masuk pada kelas longsor risiko tinggi, 69296,58 Ha kelas longsor risiko sedang, 54344,16 Ha kelas longsor risiko rendah, dan 26222,07 Ha termasuk kelas longsor aman. Jalur kereta api dari Stasiun Parangloe (13+900) hingga Stasiun Mandalle (67+857) melalui daerah dengan kelas longsor “Aman” dan “Risiko rendah”. Jalur kereta api dari Stasiun Mandalle (67+857) hingga Stasiun Palanro (115+800) melalui daerah dengan kelas longsor “Risiko sedang” dan “Risiko tinggi”.
An Integrated GIS-Based Framework for Tsunami Evacuation Planning: Shelter Accessibility and Route Network Analysis in Palabuhanratu, Indonesia Zhafran, Muhammad Naufal; Putra, Heriansyah; Fauzan, Fauzan; Basuki, Achmad; Sudibyo, Tri; Ramadhanis, Zainab; Zafira, Aura Putri
Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology Vol. 11 No. 3 (2026): JGEET Vol 11 No 03 : September (2026)
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jgeet.2026.11.3.28893

Abstract

Palabuhanratu is located along the southern coast of Java and is at high risk of tsunami disasters owing to seismic gaps along the Sunda subduction zone. The seismic gap could generate earthquakes up to 9.1 Mw, potentially triggering tsunamis as high as 20.2 meters. Mitigation efforts require evacuation sites that can be reached within a limited evacuation time, yet existing temporary evacuation sites are moderately to poorly accessible, with a substantial proportion of the affected population unable to reach them within 30 minutes. This study develops an integrated GIS-based framework linking tsunami hazard mapping and inundation modeling with affected-population assessment, shelter location planning, and evacuation route analysis. The methodological approach uses existing evacuation sites as a baseline and progressively evaluates alternative shelter configurations based on population coverage within a 30-minute travel-time constraint, followed by network-based evacuation route analysis for the selected shelter configuration. GIS-based spatial analysis estimated inundation areas of 3.57 km² and 6.44 km² under 10- and 20-meter tsunami scenarios, affecting 13,553 and 23,574 people, respectively. Existing evacuation sites were reachable by only 38% of the affected population under the 20-meter inundation scenario. The addition of three proposed shelter locations increased the modeled accessibility to 100% within the 30-minute travel-time threshold. Network analysis subsequently identified 55 evacuation routes connecting tsunami-affected areas to designated evacuation sites. The integrated framework provides a systematic basis for comparing shelter configurations and linking shelter planning with evacuation route development, thereby supporting comprehensive tsunami mitigation planning in vulnerable coastal communities.
Co-Authors Achmad Basuki Achmad Hafidz Agus Purwito Akbar Renaldi Loebis Akbar Renaldi Loebis Albar, Dimas Kharizmi Alfian Helmi Alifah Fidela Alim S Slamet Alim Setiawan Slamet Amigunani, Zahra Wajdini Amperanoto, Agus Andes Ismayana Andra Ardiana Angga Prayoga Angie Irmajulianna Anisa D Utami Annisa Daniswara Apriadi Apriadi Apriadi, Apriadi Apriadi, Apriadi Ardhana, Wigo Ari Setiawan Arief Nugroho, Danang Arief Sabdo Yuwono Arif Satria Aryanti, Windy D Aswin Lim Athourrohman, Muhammad Aulia , Syifa Aulia Andi Mustika Aura Putri Zafira Bella Yuliani Bilqist, Fitri W Budi Purwanto Budijanto Widjaja Chandra Ismail Chusnul Arif Danang Arief Nugroho Daniswara, Annisa Debendra Neupane Devya Meisnnehr Devyan Meisnnehr Dian Hestiyantari Dodik Ridho Nurrochmat Dwi Utami , Anisa Eka Putra, Reza Erizal Erizal Erizal . Erizal Erizal Faiq, Muhammad F Faqih Nadiya Umam Fauzan . Fauzan Raflinur Ananda Fauzan Subeantoro Fazrina Andriani Sakinah Lubis Febrian R Hidayat Febrianto, Ari Febrita, Joana Fifi Gus Dwiyanti Fikha Raihani Fitriyah, Fadla Salma Giri Rasyidpradana Ganda Hafidz, Achmad Hamdun, Mohammad Handian Purwawangsa Hendra Prasetia Henky Muljana Herlan Darmawan Hidayat, Febrian R Hideaki Yasuhara Hideaki Yasuhara Hideaki Yasuhara Hideaki Yasuhara Hudaya, Aang Husin Alatas Hutapea, Jose T I Wayan Wirya Aristyana IBNUL QAYIM Imam Suyanto IPB, BPKB Irgie Yudhistira irwan meilano Irzaman, Irzaman ISKANDAR ZULKARNAEN SIREGAR Jatmiko Murdiono Julianto, Baskoro Tri Khairunnisa, Zayyaan Nabiila Khayyira, Avrill Khoirunisa, Hana Khoirunnisa, Hana Kosasih, Akhmad Larasaty Layla Alifani Ekrep Loebis, Akbar Renaldi Lofianda, Luthfi Lukvy, Wisely Luthfi Lofianda Maharama , Mochammad Zhafran Ichsan Maria Evita Maulasih, Resti Maulina Lamuse Meti Ekayani Minson Simatupang Mitra Djamal Moch Ridwan Widiansyah Mochammad Izzudin Ma’mun Moh Yasin Muhamad Raffi Rahman Muhammad Adhiragil Kandyas Muhammad Fauzan Muhammad fauzan Munawar, Muhammad A I Murdiono, Jatmiko N Annisa, Chika Naoki Kinoshita Naoki Kinoshita Naoki Kinoshita Natasyarini, Nanda Purwita Nina Siti Aminah Nofriadi Nurmansyah, Muhammad Reza Nurul Chairunnisa Nyoto Santoso Oktafiani, Pradyta Galuh Oktafiani, Pradyta Galuh Oktaviani, Tetra Praditya, Meindika R Prawira, Gilang Indracakti Purwo Mahardi Putri , Riska Aulia Putri , Risky Sherly Putri Zafira, Aura Putri, Risky Sherly Putri, Wirdatun Nafiah Putri, Zenia Dwi Rahman, Muhamad Raffi Rahmawan, Rama Zaky Rai Sita Ramadhan, Fathur Ramadhanis, Zainab Regina Aprilia Zulfikar Retna Apsari Rhini Wulan Dary Rifnadhi, Bayu RIKA RAFFIUDIN Rina Mardiana Risky Sherly Putri Risma Amelia Rivansyah, Mohamad Daffa Rizki Amelia Rosyadah, Rani Rukmana, Adi Sari, Windi Mayang Satyanto Krido Saptomo Shahilla Larasaty Slamet, Alim S Suryanto, Wiwit Sutanto , Filipus Gianus Sutoyo Sutoyo Sutoyo Sutoyo Sutoyo Sutoyo Syamsul Arifin Tri Sudibyo Triyogo Aleksandria Ulhaq, Yasminna Dhiya Umam, Faqih Nadiya Utami, Anisa D Utami, Anisa Dwi Utami, Annisa Dwi Wahyu Srigutomo Wahyudi Wahyudi WINDRA PRIAWANDIPUTRA, WINDRA Yasuhara, Hideaki Yudi Chadirin Yuli Suharnoto Yunan Yakuta Wangsawitana Zaenal Abidin Zafira, Aura Putri Zalfa Maulida Ihsani Zenia Dwi Putri Zhafran, Muhammad Naufal