Claim Missing Document
Check
Articles

Sistem Informasi Destinasi Wisata Provinsi Jawa Tengah: Studi Kasus di 8 Kabupaten dan Kota Wasino, Wasino; Beng, Jap Tji
Computatio : Journal of Computer Science and Information Systems Vol. 1 No. 2 (2017): Computatio : Journal of Computer Science and Information Systems
Publisher : Faculty of Information Technology, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/computatio.v1i2.1016

Abstract

Industri pariwisata pada masa kini sangat berkembang dan ada kebutuhan untuk lebih lanjut melakukan pengembangan dan pembangunan sarana dan prasarana, termasuk di dalamnya kemudahan informasi yang disampaikan kepada masyarakat umum. Pada penelitian ini di lakukan penelusuruan destinasi wisata di 8 kota dan kabupaten, mendesain sistem basis data, dan membuat aplikasi destinasi wisata Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini juga untuk menginspirasi para pembuat kebijakan dalam bidang pariwisata di Provinsi Jawa Tengah untuk mendukung peningkatan promoisi pariwisata secara online. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah sebuah program aplikasi sistem informasi destinasi wisata di Provinsi Jawa Tengah. Sistem ini menampilkan obyek wisata yang ada di Kabupaten Tegal, Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Kabupaten Klaten, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Semarang, dan Kota Semarang. Desain sistem ini diimplementasikan dengan alamat www.pesonajawa.com, sehingga masyarakat umum atau wisatawan yang akan melakukan perjalanan wisata ke Provinsi Jawa Tengah dapat menggunakan sistem ini untuk memandu tujuan wisatanya.
Utilizing ROP in a Mobile Based Warehouse Management System for Small Retail Businesses Setiawati, Winni; Beng, Jap Tji; Tony, Tony
Journal of Information System and Informatics Vol 7 No 4 (2025): December
Publisher : Asosiasi Doktor Sistem Informasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63158/journalisi.v7i4.1326

Abstract

ABC Store, a wholesale sock retailer, operates through both physical and online platforms. With increasing online sales, the company has experienced frequent stockouts due to inefficient manual inventory processes. This study aims to address these challenges by developing a mobile-based Warehouse Management System (WMS) integrated with a Reorder Point (ROP) calculation. The system was developed using the V-Shaped model, which involved requirement gathering through interviews and warehouse observations. The application was built using the lightweight Flutter framework and an SQLite local database, with testing including white-box, black-box, and User Acceptance Testing (UAT). Additionally, QR code scanning was implemented to improve document tracking and inventory management. The results indicate that the system functions as expected, with the ROP calculation effectively supporting restocking decisions and minimizing stockouts. This study contributes to the field by demonstrating the practical application of integrating simplified ROP calculation into a mobile-based WMS, highlighting its potential to improve warehouse operations for small businesses with limited infrastructure. The approach offers a scalable solution for managing inventory efficiently and cost-effectively, especially in small-scale retail settings.
BUDAYA TERTIB DI TRANSPORTASI UMUM: TINJAUAN SISTEMATIS TENTANG PERAN NORMA SOSIAL DALAM INTERAKSI SOSIAL DI RUANG PUBLIK Ramadhan, Asya A. P.; Kamila, Nadia N.; Latupono, Sania A. R.; Ikishima, Faura I.; Putri, Melzha E.; Beng, Jap Tji
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.7934

Abstract

Public transportation plays a central role in supporting urban mobility and serves as a shared social space where individuals from diverse backgrounds interact. However, the quality of users’ travel experience is shaped not only by the availability of infrastructure and services but also by the social norms that guide behavior within these public environments. This systematic review aims to examine how social norms influence passenger behavior and how these norms contribute to the development of orderliness, comfort, and inclusivity in public transportation settings. Literature was collected through Google Scholar for publications from 2020 to 2025, covering both Indonesian and English-language articles. Of the 54 articles initially identified, ten met the inclusion criteria and were analyzed in depth. The synthesis reveals that social norms significantly enhance orderly conduct, strengthen perceptions of safety, and support the creation of inclusive transport spaces, particularly for vulnerable groups such as women and persons with disabilities. Furthermore, norms related to politeness, mutual respect, and rule compliance are found to positively affect overall comfort and user satisfaction. This review highlights that strengthening social norms, integrating responsive policies, and implementing continuous public education are essential strategies for developing public transportation systems that are safe, comfortable, and equitable for all users. ABSTRAKTransportasi umum merupakan elemen penting dalam mendukung mobilitas masyarakat perkotaan dan menjadi ruang interaksi sosial yang mempertemukan berbagai kelompok pengguna. Namun, kualitas pengalaman pengguna tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana, melainkan juga oleh norma sosial yang berkembang dan dipraktikkan dalam ruang publik tersebut. Kajian sistematis ini bertujuan untuk menelaah bagaimana norma sosial membentuk perilaku pengguna transportasi umum serta pengaruhnya terhadap terciptanya budaya tertib, kenyamanan, dan inklusivitas. Proses pengumpulan literatur dilakukan melalui Google Scholar dengan rentang publikasi 2020–2025, melibatkan artikel berbahasa Indonesia dan Inggris. Dari 54 artikel yang berhasil dihimpun, hanya 10 artikel yang memenuhi kriteria kelayakan dan dianalisis lebih lanjut. Hasil sintesis menunjukkan bahwa norma sosial berperan signifikan dalam membangun perilaku tertib, memperkuat rasa aman, serta menciptakan lingkungan transportasi yang lebih inklusif bagi kelompok rentan seperti perempuan dan penyandang disabilitas. Selain itu, norma kesopanan, kepedulian, dan kepatuhan terhadap aturan terbukti berkontribusi pada peningkatan kualitas pengalaman perjalanan. Kajian ini menegaskan bahwa penguatan norma sosial, integrasi kebijakan yang responsif, dan edukasi berkelanjutan merupakan kunci untuk menciptakan transportasi umum yang aman, nyaman, dan berkeadilan bagi seluruh pengguna.
EMPATI DIGITAL SEBAGAI FONDASI ETIKA BERMEDIA DI ERA INKLUSIVITAS Ho, Stevanie; Angelina, Ellen; Fateema, Sabrina Ayesha; Matondang, Mikhayla Illyna; Stivanus, Celvin; Beng, Jap Tji
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i3.7723

Abstract

ABSTRACT The phenomenon of bullying that has shifted into the digital realm presents serious ethical challenges. Unlimited internet access allows the spread of hate speech and aggressive behavior without sufficient moral control. Various reports show that cyberbullying cases in Indonesia continue to rise, reflecting the weakening of digital empathy among social media users. This study aims to examine the role of digital empathy as a preventive strategy against unethical behavior in online spaces. The method used is a systematic review of scientific literature published between 2020 and 2025, with searches conducted through Google Scholar, Scopus, PubMed, and ProQuest using the keywords “digital empathy,” “media ethics,” “cyberbullying,” “hate speech,” and “digital literacy.” The analysis results indicate that digital empathy significantly contributes to reducing online bullying behavior, fostering tolerance, and strengthening media ethics. Empathy-based digital literacy has also been proven to enhance social responsibility and reduce the spread of misinformation. This study recommends integrating empathy-based digital character education into curricula, establishing cross-sector collaboration for human-centered digital literacy programs, and fostering collective awareness to create a safe, ethical, and inclusive digital environment. ABSTRAK Fenomena perundungan yang kini bergeser ke ranah digital menimbulkan persoalan etis yang serius. Akses internet yang tak terbatas memungkinkan penyebaran ujaran kebencian dan perilaku agresif tanpa kontrol moral yang memadai. Berdasarkan berbagai laporan, angka cyberbullying di Indonesia terus meningkat, memperlihatkan lemahnya empati digital di kalangan pengguna media sosial. Penelitian ini bertujuan menelaah peran empati digital sebagai strategi preventif terhadap perilaku tidak etis di ruang maya. Metode yang digunakan adalah systematic review terhadap literatur ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025, dengan penelusuran melalui Google Scholar, Scopus, PubMed, dan ProQuest menggunakan kata kunci “empati digital,” “etika bermedia,” “cyberbullying,” “ujaran kebencian,” dan “literasi digital.” Hasil analisis menunjukkan bahwa empati digital berkontribusi signifikan dalam menekan perilaku perundungan daring, meningkatkan sikap toleran, dan memperkuat etika bermedia. Literasi digital berbasis empati juga terbukti mampu menumbuhkan tanggung jawab sosial dan mengurangi penyebaran disinformasi. Penelitian ini merekomendasikan integrasi pendidikan karakter digital berbasis empati dalam kurikulum, kolaborasi lintas sektor untuk program literasi digital yang humanis, serta pembentukan kesadaran kolektif guna menciptakan ruang digital yang aman, etis, dan inklusif.
Pengalaman Mahasiswa Dalam Menginternalisasi Kepatuhan Pajak Orang Tua Sebagai Pembentuk Niat Kepatuhan Pajak Diri Andrean, Dina; Rahmat, Dindi Maulysa; Saputri, Marselina; Nazwah, Sarah Azka; Beng, Jap Tji
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5267

Abstract

Kepatuhan pajak merupakan aspek penting dalam mendukung pembangunan nasional yang masih menghadapi berbagai tantangan. Khususnya di kalangan generasi muda seperti mahasiswa. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman subjektif mahasiswa dalam menginternalisasi nilai-nilai kepatuhan pajak dari orang tua sebagai agen sosialisasi utama dalam pembentukan niat kepatuhan pajak diri. Penelitian ini mengkaji peran orang tua dalam membentuk kepatuhan pajak mahasiswa dan gambaran pengalaman internalisasi nilai pajak dari orang tua. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang melibatkan empat hingga enam mahasiswa aktif sebagai partisipan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan aplikasi MAXQDA dengan teknik coding dan thematic analysis. Hasil penelitian diharapkan memperkaya kajian teoritis tentang sosialisasi nilai dan pembelajaran sosial dalam konteks perpajakan, serta menjadi landasan pengembangan program edukasi pajak yang lebih kontekstual dan efektif bagi mahasiswa sebagai calon wajib pajak di masa mendatang. Hasilnya menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai kepatuhan pajak pada mahasiswa terjalin melalui peran keluarga dan pendidikan. Orang tua terutama memiliki peranan utama dalam memperkenalkan nilai kepatuhan pajak. Mahasiswa menangkap nilai tersebut lewat pengamatan, pengalaman sehari-hari, dan kebiasaan dalam lingkungan keluarga. Pendidikan formal di sekolah melengkapi pemahaman teknis serta tanggung jawab pajak. Kesadaran pribadi mulai terbentuk ketika mahasiswa memahami bahwa pajak memiliki fungsi sosial dalam pembangunan. Dengan demikian, internalisasi nilai pajak berasal dari kombinasi pengalaman nyata, pengajaran, dan teladan positif dari keluarga.
REVITALISASI NILAI PANCASILA DALAM UPAYA MENGATASI KETIDAKMERATAAN PENDIDIKAN DI INDONESIA Calista Shierly Wijaya; Jap Tji Beng; Veebie Cleodora Valein; Angelica Liefianti; Viola Vincentia
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1126

Abstract

Penelitian ini mengkaji revitalisasi nilai-nilai Pancasila sebagai kerangka praktis dalam mengatasi ketidakmerataan pendidikan di Indonesia. Sistem pendidikan nasional masih menghadapi kesenjangan akses, mutu, dan infrastruktur, terutama di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Dengan menggunakan metode studi literatur kualitatif, data diperoleh dari jurnal akademik, dokumen pemerintah, dan laporan resmi terbitan tahun 2020 ke atas yang relevan dengan tema Pancasila, kebijakan pendidikan, dan keadilan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi guru, fasilitas, dan akses teknologi yang tidak merata memperdalam ketimpangan pendidikan antarwilayah. Namun demikian, Pancasila-khususnya sila kedua dan kelima yang menekankan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial memberikan dasar moral dan filosofis bagi kebijakan pendidikan yang berkeadilan. Analisis menegaskan bahwa revitalisasi nilai-nilai tersebut melalui Kurikulum Merdeka dan proyek Profil Pelajar Pancasila (P5) mampu memperkuat karakter kebangsaan dan solidaritas sosial, meski implementasinya masih terhambat oleh keterbatasan infrastruktur dan pelatihan guru. Oleh karena itu, penguatan kapasitas guru, kolaborasi lintas sektor, dan pembelajaran berbasis literasi digital direkomendasikan untuk mengkontekstualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
Budaya Betawi Di Persimpangan Globalisasi : Upaya Menjaga Identitas Lokal Prajna Paramitha Marhaeni; Kezia Alexandra Emor; Dias Amaliah Kangiden; Alma Silvi; Jap Tji Beng
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3180

Abstract

Budaya Betawi sebagai simbol identitas lokal masyarakat Jakarta saat ini menghadapi tantangan besar akibat derasnya arus globalisasi, modernisasi, dan urbanisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika budaya Betawi, proses akulturasi yang membentuknya, serta pengaruh perubahan sosial terhadap keberlanjutan budaya tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada 8 tokoh dan pelaku budaya Betawi yang tersebar di beberapa wilayah Jakarta, yaitu Menteng, Senen, Setu Babakan, Tanjung Priok, Condet, Kampung Melayu, Kemayoran, dan kawasan Taman Mini Indonesia Indah  (TMII). Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya Betawi terbentuk melalui proses sejarah panjang yang melibatkan akulturasi dengan berbagai bangsa, seperti Cina, Arab, Belanda, Portugis, dan India. Pengaruh tersebut tercermin dalam seni pertunjukan tradisional seperti Lenong dan Gambang Kromong, kuliner khas, bahasa sehari-hari, serta berbagai tradisi dan upacara adat. Namun, perkembangan zaman, dominasi budaya populer, dan minimnya minat generasi muda menyebabkan semakin memudarnya praktik budaya tradisional di kehidupan sehari-hari.Upaya pelestarian yang telah dilakukan, seperti pengembangan kawasan wisata budaya Setu Babakan, dinilai belum cukup jika tidak diiringi dengan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat, khususnya generasi muda. Oleh karena itu, diperlukan strategi pelestarian yang adaptif melalui pendidikan berbasis budaya lokal, pemanfaatan media digital, serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan komunitas seni agar budaya Betawi tetap lestari dan relevan tanpa kehilangan identitas aslinya.
REVITALISASI NILAI PANCASILA DALAM UPAYA MENGATASI KETIDAKMERATAAN PENDIDIKAN DI INDONESIA Calista Shierly Wijaya; Jap Tji Beng; Veebie Cleodora Valein; Angelica Liefianti; Viola Vincentia
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1126

Abstract

Penelitian ini mengkaji revitalisasi nilai-nilai Pancasila sebagai kerangka praktis dalam mengatasi ketidakmerataan pendidikan di Indonesia. Sistem pendidikan nasional masih menghadapi kesenjangan akses, mutu, dan infrastruktur, terutama di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Dengan menggunakan metode studi literatur kualitatif, data diperoleh dari jurnal akademik, dokumen pemerintah, dan laporan resmi terbitan tahun 2020 ke atas yang relevan dengan tema Pancasila, kebijakan pendidikan, dan keadilan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi guru, fasilitas, dan akses teknologi yang tidak merata memperdalam ketimpangan pendidikan antarwilayah. Namun demikian, Pancasila-khususnya sila kedua dan kelima yang menekankan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial memberikan dasar moral dan filosofis bagi kebijakan pendidikan yang berkeadilan. Analisis menegaskan bahwa revitalisasi nilai-nilai tersebut melalui Kurikulum Merdeka dan proyek Profil Pelajar Pancasila (P5) mampu memperkuat karakter kebangsaan dan solidaritas sosial, meski implementasinya masih terhambat oleh keterbatasan infrastruktur dan pelatihan guru. Oleh karena itu, penguatan kapasitas guru, kolaborasi lintas sektor, dan pembelajaran berbasis literasi digital direkomendasikan untuk mengkontekstualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
Co-Authors Aeda Andianturi Taim Agustin, Dinda Aisya Putri Handayani Alivia Fitriani Amanto Alivia Fitriani Amanto Alma Silvi Andrean, Dina Angela, Octarifa Angelica Liefianti Angelina, Ellen Anisa Husnul Khotimah Arumsari, Chysanti Arvelia Yoshianne Anggie Ayesha Desfitrianie Bianca Debby Bryan Riyanto Calista Shierly Wijaya Calvinus, Yohanes Caroline, Angeline Claudia Fiscarina Claudia Fiscarina Daniel Daniel Davin Sebastian Dedi Trisnawarman Desella Chandra Desella Chandra Desella Chandra Desi Arisandi Desi Arisandi Desi Arisandi Dewi, Ezra Shandra Dias Amaliah Kangiden Dinatha, Vienchenzia Oeyta Dwitama Elysia Putri Elysia Putri, Elysia Endah Setyaningsih Eoh, Vivin Bolu Ery Dewayani Eugenius Edsel Barito Fateema, Sabrina Ayesha Febynola Tiara Salsabilla Felicita Mauli Firliana, Dira Fitriya, Febby Nurul Fransisca I. R. Dewi Fransisca Iriani Roesmala Dewi Fransisca Pranata Gregorio, Keanen Han, Hansen Hartinah Dinata Henry Candra Hervanny Zisli Hetty Karunia Tunjungsari Ho, Stevanie Hutagaol, Alice Shizuka Ikishima, Faura I. Ivan Juan Jonathan Jap, Bernard Amadeus Jaya Juliana, Sarah Gracyntia Juniarto Salim Kamila, Nadia N. Kelvin Julian Tannius KENI KENI Kezia Alexandra Emor Larasati, Kirey Latupono, Sania A. R. Lawrence, Valerie Layla Adila Ramadhani Limbor, Ellen Gabriel Lunzaga, Ele Lusiana, Fenny Lygia Teresa Timoria Natan Marcydiaz, Andrew Haikal Margareta Margareth Natalia Marwahdi, Azahra Putri Matondang, Mikhayla Illyna Mei Ie Mei Ie Michelle Friscilia Michelle Friscilia Michellen, Kyren Mira Bella Mirabella Mirabella Mirabella Muhammad Irfan Pradana Muhammad Nashir Mutiara, Maitri Widya Nadya Aliwarga Nadya Aliwarga, Nadya Nagm, Fouad Nazwah, Sarah Azka Nina Perlita Nina Perlita Nina Perlita Norita Margareth Berta, Norita Margareth Novario Jaya Perdana Nurkholiza, Rahmiyana Octarifa Angela Oeyta, Vienchenzia Oktovianus Irvan P. Tommy Y. S. Suyasa P. Tommy, Y. S. Suyasa Pandumpi, Shania Krisan Prajna Paramitha Marhaeni Putri, Erika Ardya Mesia Putri, Melzha E. Putri, Tifani Anasya Qadriah, Sekar Aurannisa Ramdhani Rahmat, Dindi Maulysa Rahmiyana Nurkholizah Ramadhan, Asya A. P. Rasji Rasji Riani Riani Ricky Sanjaya Rita Markus Idulfilastri Rita Markus Idulfilastri Rizky Eka Putra Salsabila, Tasya Mulia Samantha, Velline Sania Alikha Rahmadira Latupono Saputri, Marselina Sari, Emilia Sefira, Fasia Meta Setiawati, Winni Shalsa Dea Purnama Sharon Yosephine Sihotang, Fitriana Nursinta Silky Goswara Silky Goswara Solikhah, Nafiah Sri Tiatri Sri Tiatri Sri Tiatri Sri Tiatri Sri Tiatri Stefania Morin Stenly Handy Wijaya Stivanus, Celvin Sugeng Astanggo Sumantri, Paramitha Mudita Tasya Mulia Salsabila Thalia Syahrunia Suci Ardhia Tony Tony Valensia Audrey Rusli Vania Yori Wakano Veebie Cleodora Valein Vincent Suryawidjaja Viola Vincentia Vivien H. Wangi Wasino Wasino Wasino Wasino Wasino Wijaya, Angeline Carolina Yuniawati, Elisa Ika Zahra Shafira ZAHRO, TIARA Zheng, Margareta