p-Index From 2021 - 2026
8.906
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Literature Review: Pengaruh Efektivitas Pemberian Nordic Hamstring Exercise Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Hamstring Pada Pemain Sepak Bola Anita Faradilla Rahim; Winda Hartika Sari; Safung Rahmanto
Gerak: Journal of Physical Education, Sports, and Health Vol 3 No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Phsyical Education Health and Recreation Department of STKIP-YPUP Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37086/gerak.v3i1.1129

Abstract

Dalam dunia sepak bola cedera hamstring merupakan cedera yang paling umum dan sering terjadi. Penyebab cedera otot hamstring salah satunya karena kekuatan otot hamstring yang lemah. Bagi pemain sepak bola kekuatan otot hamstring sangat dibutuhkan karena dalam permainan, karena karakteristik gerakan yang eksplosif. Untuk meningkatkan kekuatan otot hamstring dapat dilakukan dengan nordic hamstring exercise. Tetapi sampai saat ini masih belum ditentukan, waktu atau dosis pemberian nordic hamstring exercise berapa lama yang efektif untuk memberikan hasil yang signifikan terhadap kenaikan kekuatan otot hamstring. Tujuan studi literatur ini untuk mengetahui efektivitas waktu pemberian nordic hamstring exercise terhadap peningkatan kekuatan otot hamstring pada pemain sepak bola berdasarkan studi terdahulu. Penelitian ini menggunakan teknik literature review, dengan melakukan penelusuran jurnal pada dua database (Google Scholar dan Pubmed) yang diterbitkan antara tahun 2015 sampai 2020. Dari analisis yang dilakukan, didapatkan nordic hamstring exercise yang diberikan selama 8 minggu memberikan hasil yang signifikan terhadap peningkatan kekuatan otot hamstring pada pemain sepak bola.
Literature Review: Perbandingan High Intensity Interval Training (HIIT) dengan Circuit Training Terhadap Peningkatan Vo2max pada Atlet Bulutangkis Ziyadatul Khair; Anita Faradilla Rahim; Ali Multazam
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 3 No 1 (2023): JUPIN April 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.127

Abstract

Atlet bulutangkis membutuhkan berbagai komponen penunjang prestasi salah satunya adalah kapasitas konsumsi oksigen yang maksimal. Untuk meningkatkan konsumsi oksigen dibutuhkan berbagai macam latihan seperti High Intensity Interval Training dan Circuit Training. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbandingan antara High Intensity Interval Training (HIIT) dengan Circuit Training terhadap peningkatan Vo2max pada atlet bulutangkis. Penelitian ini menggunakan metode literature review, dimana peneliti menggunakan beberapa artikel dan jurnal yang membahas secara akurat tentang topik penelitian. Artikel dan jurnal didapatkan dari database Google Scholar, Pubmed, NCBI, Proques. Penelitian full text yang diterbitkan tahun 2010 hingga 2021. Dari hasil penelitian yang dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi terdapat 5 jurnal yang memenuhi syarat. Hasil pada penelitian ini adalah High Intesnity Interval Training lebih signifikan meningkatkan Vo2max terhadap atlet bulutangkis dibandingkan dengan Circuit Training.
Pengaruh Circuit Training Terhadap Kelincahan Atlet Pencak Silat Renalda Anggil Urbaningrum; anita faradilla rahim
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 5 No. 1 (2023): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Juni 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v5i1.26061

Abstract

Saat ini banyak para atlet pencak silat yang memiliki kelincahan yang rendah sehingga memiliki resiko cedera tinggi dan dapat mempengaruhi kondisi atlet pencak silat. Kelincahan memiliki peran sangat penting untuk meningkatkan performa atlet dalam pertandingan pencak silat, oleh karena itu kelincahan menjadi prioritas utama dalam melatih bela diri pencak silat. Kelincahan merupakan kemampuan merubah posisi dan arah tubuh atau bagian tubuh dengan cepat. Adapun latihan yang mampu meningkatkan kelincahan yaitu circuit training. Circuit training merupakan program latihan olahraga yang memiliki rangkaian posko, masing-masing pos memiliki jenis latihan yang berbeda yang dilaksanakan secara lebih sistematis dan tearah. Untuk mengetahui pengaruh pemberian circuit training terhadap peningkatan kelincahan pada atlet pencak silat. Penelitian ini menngunakan quasi experimental dengan one group pretest-postetst design dengan jumlah responden 21 atlet silat di UKM PSHT UMM. Responden merupakan atlet pencak silat yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Instrumen penelitian ini menggunakan T-test agility. Dengan pemeberian intervensi circuit training sebanyak 3 kali seminggu dalam 4 minggu. Berdasarkan hasil uji analisa menggunakan shapiro wilk test diperoleh nilai P-value 0,000> 0,005 maka H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya adanya pengaruh circuit training terhadap peningkatan kelincahan pada atlet pencak silat di UKM PSHT UMM. Terdapat pengaruh circuit training terhadap peningkatan kelincahan pad atlet pencak silat. 
EFEKTIVITAS FELDENKRAIS EXERCISE TERHADAP KESEIMBANGAN DINAMIS PADA LANSIA DI UPT PELAYANAN SOSIAL TRESNA WERDHA JOMBANG: Feldenkrais Effectiveness Training on Dynamic Balance in the Elderly at upt Tresna Werdha Jombang Social Services Nikmatur Rosidah; Selvia Wahyu Nur'Aini; Anita Faradilla Rahim
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 2 (2023): JIKep | Juni 2023
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i2.1526

Abstract

Pendahuluan : Lanjut usia ialah individu yang telah mengalami perubahan fisiologis dan fungsi tubuh seiring bertambahnya usia yang dapat menyebabkan gangguan fungsi tubuh salah satunya gangguan keseimbangan. Selain itu, perubahan tersebut menyebabkan peningkatan resiko jatuh pada lansia. Tujuan penelitian : untuk mengetahui pengaruh Feldenkrais Exercise terhadap keseimbangan dinamis pada lansia. Metode : Metode dalam riset ini menggunakan pre experimental design dengan jenis one group design. Time Up and Go Test (TUG) untuk mengukur keseimbangan dinamis. Analisis data menggunakan SPSS uji Sample Paired T test. Hasil : Hasil analisa data TUG menunjukkan P = 0.000 < 0.05 setelah 6 minggu intervensi, menunjukkan bahwa H1 di terima dan H0 di tolak. Kesimpulan : Feldenkrais Exercise meningkatkan keseimbangan dinamis lansia.
HUBUNGAN SELECTIVE CONTROL LOWER EXTREMITY DAN KEMAMPUAN BERJALAN PADA ANAK CEREBRAL PALSY TIPE SPASTIK: The Correlation Selective Control Lower Extremity and Walking Ability in Children with Spastic Crerbral Palsy Atika Yulianti; Elita Hafi Dhiyah; Anita Faradilla Rahim
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 2 (2023): JIKep | Juni 2023
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i2.1527

Abstract

Pendahuluan: Cerebral Palsy (CP) merupakan gangguan karena lesi pada otak yang mengakibatkan beberapa permasalahan pada tonus otot, postur, dan gerakan. Tipe yang sering ditemui adalah tipe spastik. Pada tipe spastik ini letak kerusakannya pada bagian motor korteks yang akan menimbulkan spastisitas bahkan kontraktur sehingga sulit bergerak dan melakukan aktivitasnya. Gangguan pada CP spastik yang belum menjadi perhatian adalah gangguan pada selective motor control (SMC) yang merupakan salah satu faktor dalam perkembangan kemampuan motorik pada anak, dimana akan mempengaruhi kemampuan berjalannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan selective control lower extremity dan kemampuan berjalan pada anak dengan spastic cerebral palsy. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional study yang dilakukan pada bulan Februari-Maret 2023. Subjek penelitian ini adalah anak CP spastik yang berada di YPAC Malang dan ASYA Therapy Center Mojokerto dengan usia 6 - 12 tahun dengan jumlah subjek sebanyak 24 orang dengan menggunakan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan alat ukur Selective Control of the Lower Extremity (SCALE) dan Gross Motor Function Classification System (GMFCS). Hasil: Analisis yang dilakukan adalah analisis bivariat dengan menggunakan spearman’s rho dengan hasil uji spearman’s rho (p=0,000). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara selective control lower extremity dan kemampuan berjalan pada anak dengan spastic cerebral palsy.
Education on Early Detection of Knee Pain At Dungus Madiun Regional Hospital Putu Mariska Abdi Cahyani; Kristiyono Putro; Anita Faradilla Rahim
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol 7 No 3 (2023): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta (DIS) Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36339/je.v7i3.820

Abstract

Dungus Regional General Hospital is one of the public hospitals in the city of Madiun. Many patients who visit hospitals, especially physiotherapy clinics, are elderly people who are experiencing degenerative processes. The degenerative process is a decrease in physical function, one of which is musculoskeletal, such as knee pain. There are still many elderly people who do not know the signs and symptoms of knee pain and the right time for treatment. Based on this, education was carried out regarding early detection of pain in the knee. Counseling was presented using PowerPoint media, holding a question-and-answer session, and educating the elderly to seek treatment immediately if they experienced knee pain. The education process is going well, people are starting to understand the signs and symptoms of knee pain. By providing outreach to the public, it is hoped that it can increase the expansion of public knowledge about the signs and symptoms of knee pain, risk factors and early detection of knee pain.
ANALISIS FAKTOR RISIKO POSISI KERJA DUDUK DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEGAWAI ADMINISTRASI RSUD KABUPATEN BANGLI I Made Adi Septiana Saputra; Anita Faradilla Rahim; Made Suparsa
Advances In Social Humanities Research Vol. 1 No. 1 (2023): ADVANCES in Social Humanities Research
Publisher : Sahabat Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/adv.v1i1.4

Abstract

Ergonomi adalah kemampuan untuk menerapkan informasi mengenai karakter manusia, kapasitas, dan keterbatasan desain pekerjaan manusia, sistem mesin, ruangan, dan lingkungan sehingga masyarakat dapat hidup dan bekerja dengan aman, nyaman dan efisien. Banyak hal yang mempengaruhi penyakit akibat kerja, salah satunya adalah posisi kerja. Administrasi merupakan suatu bagian ketatausahaan yang bertugas menyusun keterangan-keterangan secara sistematis dan pencatatan secara tertulis pada semua kegiatan yang diperlukan. Pegawai Administrasi dalam bekerja yaitu selama 8 jam serta dengan posisi duduk stastis. Posisi statis dengan waktu yang cukup lama dapat menimbulkan kelelahan pada otot. Analisis ini dimulai tanggal 9 Maret 2022 sampai 26 Maret 2022. Analisis ini dimulai dengan studi literatur, setelah itu melakukan observasi serta penyebaran kuesioner Nordic Body Map untuk mengetahuia keluhan pegawai administrasi. Berdasarkan hasil NBM diperoleh sebanyak 13 orang pegawai masuk ke dalam Resiko “RENDAH” dengan artian belum diperlukan perbaikan dan 2 orang berisiko “SEDANG” dengan artian mungkin diperlukan tindakan dikemudian hari
HUBUNGAN POSTUR KERJA TERHADAP KELUHAN CARPAL TUNNEL SYNDROME PADA PEGAWAI ADMINISTRASI DI RSUD BANGLI I Gede Wirya Pertama; Anita Faradilla Rahim; I Made Suparsa
Advances In Social Humanities Research Vol. 1 No. 1 (2023): ADVANCES in Social Humanities Research
Publisher : Sahabat Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/adv.v1i1.5

Abstract

Pendahuluan: Postur tangan adalah salah satu permasalahan yang terdapat dalam ergonomi dimana posisi kerja statis dan postur tangan tidak ergonomis pada bahu, lengan, dan pergelangan tangan dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan keluhan musculoskeletal salah satunya yaitu Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Tujuan: Untuk mengetahui apakah ada faktor risiko postur kerja terhadap keluhan carpal tunnel syndrome pada pegawai administrasi. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur skor keluhan musculoskeletal yaitu Nordic body map (NBM) dan RULA (Rappid Upper Limb Assesment) untuk mengukur postur kerja. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini berjenis noneksperimen yang bersifat observasional. Desain ini akan digunakan untuk menganalisa faktor resiko postur kerja terhadap keluhan carpal tunnel syndrome dengan jumlah sampel sebanyak 15 orang. Hasil: Berdasarkan penilaian Nordic Body Map (NBM) didapatkan tingkat nyeri yang dirasakan para pegawai administrasi berada pada kategori 2-4 (sedikit nyeri-nyeri sekali) dan tingkat risiko rata-rata rendah yaitu dengan skor individu berkisar antara 30-69. Analisa posisi kerja menggunakan alat ukur Rapid Upper Limb Assesment (RULA) dimana posisi kerja pegawai administrasi tergolong kedalam klasifikasi "Beresiko tinggi hingga sangat tinggi” sehingga diperlukan adanya investigasi dan perbaikan secepat mungkin. Simpulan : Perlu dilakukan tindakan perbaikan postur kerja dan memberikan beberapa edukasi terkait keselamatan dan kesehatan kerja.
HUBUNGAN KEKUATAN CORE STABILITY DENGAN RISIKO CEDERA MUSKULOSKELETAL EKSTREMITAS BAWAH PADA PEMAIN TENIS LAPANGAN DI KOTA MALANG Anita Faradillah Rahim; Fatimah Safira; Nikmatur Rosidah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.20461

Abstract

Tenis lapangan adalah jenis olahraga permainan dengan karakteristik yang cepat sehingga memerlukan kelincahan, koordinasi, power dan daya tahan.. Cedera olahraga tenis lapangan dilihat dari biomekanik dan mekanisme yang terbagi menjadi cedera trauma dan non trauma. Salah satu faktor untuk mengurangi terjadinya cedera adalah dengan meningkatkan core stability pada pemain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekuatan core stability dengan risiko cedera muskuloskeletal ekstremitas bawah pada pemain tenis lapangan di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini terdiri dari pemain tenis lapangan yang berada di Kota Malang dengan sampel sebanyak 20 responden. Pengumpulan data menggunakann Functional Movement Screening (FMS) untuk mengukur risiko cedera dan Prone Plank Test untuk mengukur core stability. Berdasarkan uji statistik Spearmen risiko cedera dan core stability diperoleh nilai p = 0,00, r = 0,538 dengan hasil cukup kuat, sehingga terdapat hubungan antara core stability dan risiko cedera. Terdapat hubungan antara core stability yang dapat mempengaruhi risiko cedera muskuloskeletal ekstremitas bawah pada pemain tenis lapangan di Kota Malang.
PENGARUH LATIHAN BOOMERANG RUN TERHADAP TINGKAT KECEPATAN PEMAIN FUTSAL Hasibuan, Yenia Kartika; Rahim, Anita Faradilla; Rosidah, Nikmatur
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i5.14232

Abstract

Kecepatan merupakan kemampuan berpindah tempat dari suatu tempat ketempat lainnya dengan memperoleh waktu yang singkat. Kecepatan yang tinggi membuat para pemain menyelesaikan permainan dengan waktu yang singkat. Kecepatan adalah salah satu komponen syarat fisik yang berguna dalam menjalankan passing pendek, umpan trobosan, serta antisipasi serangan. Salah satu untuk mendapatkan kecepatan adalah dengan melakukan latihan Boomerang run. Mengetahui adanya pengaruh tingkat kecepatan sesudah diberikan latihan Boomerang run. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui pendekatan pre experimental two group pre-post design. Populasi merupakan pemain futsal klub Kawatduri Kota Malang. Sampel sebanyak 30 orang dan kemudian dibagi 2 kelompok berupa 15 kelompok perlakuan dan 15 kelompok kontrol. Data yang diperoleh dianalisa degan menggunakan Uji SPSS. Perlakuan Boomerang run berperan sebagai latihan yang dapat meningkatkan kecepatan pada pemain futsal dengan P = 0,001 (p < 0,005) yang berarti adanya pengaruh perlakuan yang diberikan kemudian dengan memperhatikan karakteristik responden sebagai pendukung keberhasilan yang akan diperoleh. Pada penelitian ini diperoleh 30 responden dimana 15 responden diberikan latihan Boomerang run yang mendapatkan hasil adanya peningkatan kecepatan yang signifikan dibanding 15 kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan.
Co-Authors Aditya Arma Darmawan Aditya Arma Darmawan Afifah Tohiroh Agum Pradhika Firlanna Akhir, Raudatul Ali Multazam Anbiola, Farokha Lamafa Alun Anisa Mila Prasetya Anisa Milla Prasetya Anni Afifatus Shalihah Ardi Aziz Anhar Atika Yulianti Atika, Yulianti Auliarahma, Adinda Fawzia Azzahroh, Novita Lorenza Bagus Rahmansyah Baiq Farlindia Dirgantari Baiq Yunia Harlin Indarti Batasa Rachman, Dani Alqea BAYU PRASTOWO Bila, Dhea Salsa Bima Infaqur Riezky Bugis, Jihan Fatiha Cevin Risky Ditia Charismawati, Linda Aulia Darmawan, Aditya Arma Dava Iman Nurudin Dewi Sawitri Dimas Sondang Irawan Dinda Diah Permata Sari Doni Oktavianto Doni Oktavianto Dony Oktavianto Elita Hafi Dhiyah Faisal Yuliansyah Fatimah Safira Felix Nashar Novanto Fika Ertitri Fini Aprilia Sitra Salampessy Fitri, Desi Tri Syawatul Fortunella Levyana Gamar Binti Non Shamdas Hasibuan, Yenia Kartika I Gede Wirya Pertama I Gusti Agung Yuda Paradita Cahyana I Made Adi Septiana Saputra I Made Suparsa Imam Abusyahiqo Zulkarnaen Imtiaz, Zitni Chelsea Budi Iriandi, Abdi Muslimin Kharin Desyani Pentalia Kiswati, Cempaka Indah Krisna Adji Eko Santoso Kristiyono Putro Kurnia Putri Utami Lina Sriyatun Made Suparsa Mahardika, Desvita Ramadhini Nurulcahya Mansyah, Alika Masagita, Ervira Muammar Rizanzani Muchammad Masrinda Mulya, Nurma Nasifa, Raudhatun Nikmatur Rosidah Nugroho Ageng Prabowo Nur Laisya Mayeda Nurpriadi, Akbar Afni Nurudin, Moch. Dava Iman Nurul Aini Rahmawati Oktavianto, Doni Oktavianto, Dony Paddusa, Achmad Fadly Hilal Latif Prabowo, Nugroho Ageng Pratiwi, Mahardita Hanum Purukan, Anisya Setya Anggriani Putra, Bagus Rahmansyah Fajeri Dwi Putu Mariska Abdi Cahyani Putu Maryansyah Indra Fahlefi Rahmatullah, Muhammad Rizqy Rejeki, Purwo Sri Renalda Anggil Urbaningrum rianni, Fatmarianni Riezky, Bima Infaqur Riswina, Tania Ica Rizki Eka Prasetya Romadhona, Nurul Faj'ri Rosadi, Rakhmad Rosidah, Nikmatur Rozamala Ma'arij Safun Rahmanto Sari, Ni Putu Desy Purnama Selvia Wahyu Nur'Aini Simbolon, Melisa Cindy Siti Ainun Marufa Siti Chairun Ni’mah Sulistia, Nur Syifa Supik Supik, Supik Syamsa Liatis Zailia T., Hendrawan TANAZZA, Syi'ar Aprilla Tika Shafira Tohiroh, Afifah Tsany, Sasna Fauziah Untoro, Sophya Fadila Nisa Utami, Mayang Sri Waahid, Mohammad Abdul Wanda Sepviani Putri Wicaksono, Faris Pamungkas Winda Hartika Sari Zhulkifli, Siti Nurhaliza Zidni Imanurrohmah Lubis Zidni Imanurrohmah Lubis Ziyadatul Khair Zulkarnaen, Imam Abusyahiqo