Claim Missing Document
Check
Articles

Histological Studies on Digestive System Development and Early Feeding Activity of Pangasius Hybrid Larvae Agus Putra AS; M. Fauzan Isma; Rindhira Humairani; Yusrizal Akmal
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 9 No. 2 (2020): JAFH Vol. 9 No. 2 June 2020
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3042.868 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v9i2.15810

Abstract

AbstractThis study was conducted to investigate the digestive system development and early feeding activity of Pangasius hybrid larvae. Four crossbreeding program in triplicate were examined between Pangasius hypopthalmus and Pangasius nasutus. Results showed that the digestive systems of both hybrid larvae were poorly developed immediately after hatching. The digestive system of the newly hatched larvae consisted of straight undifferentiated tube and anus still closed. The gastro intestinal tract, liver and pancreas were formed and developed by 2-dAH. The zymogen granules were also observed in the pancreas and thus imply that function of pancreas started before the exogenous feeding period. Gastric glands were only present and started to secrete enzyme on 6-dAH. Artemia were first seen in digestive tract of the larvae at 54-hAH. However, onset of exogenous feeding was detected at 60-hAH, whereas stomach became enlarged with isometric epithelium cells, which were different from the elongated cells in the intestinal part. Keywords: Pangasius, hybrid, digestive system, histology
Penerapan Teknologi Closed system Pada Pembudidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Kelompok “Laut Mina Budidaya” Bireuen, Aceh Yusrizal Akmal; Rindhira Humairani; Mandasari; Ilham Zulfahmi
Jurnal SOLMA Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v9i2.5398

Abstract

Lipah Rayeuk Village located on the Bireuen Regency which has potential marine and brackish fishery resources, especially vannamei shrimp ponds, but the problem in vannamei shrimp ponds was lack of understanding of water quality management, open system still used as water management system for the pond, technology and management of shrimp farming aren’t yet understood, causing the production of each harvest to decrease. This service aims to apply appropriate technology in form if closed system and probitic applications in water to meet quality standards in the pond water management system. The community service program is carried out in the Mina Budidaya Laut group in Lipah Rayeuk Village, Bireuen Regency. The method used in this activity is assisting the improvement of cultivation technology which applied is closed system and the application of probiotics to water. Increased understanding of partners about knowledge and practical closed system applications from 3.53% to 10.91%. Increasing the knowledge and ability of partners in water quality management and closed system applications in vannamei shrimp cultivation, partners can run biosecurity so that in the end there will be an increase in production and quality of the shrimp produced which can increase the selling value of vaname shrimp.
Peningkatan Nilai Ekonomi Pada Kelompok Pembudidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Laut Mina Budidaya Kabupaten Bireuen, Aceh Yusrizal Akmal; Rindhira Humairani; M. Muliari; Ilham Zulfahmi
Jurnal SOLMA Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v10i2.6437

Abstract

Background: Vaname shrimp farmers in Bireuen Regency have experienced a decrease in production because many pond farmers do not have adequate technology. To improve vaname shrimp output, the Laut Mina Budidaya Group has deployed closed system technology and water sanitation in reservoir ponds. The purpose of this service is to determine the rise in economic value of the vaname shrimp (Litopenaeus vannamei) Laut Mina Budidaya group in Bireuen Regency, Aceh. Methods: This service was carried out from August to November 2020. The service included direct assistance and practice in the areas of food management, water quality during shrimp rearing, shrimp health, and vaname shrimp harvesting, all of which were done using closed system technology. Results: Enlargement of vaname shrimp for 88 days with the number of fry of around 120,000 fish, the production results are 1,950 kg total weight. Meanwhile, the value of Feed Conversion Ratio (FCR) for partner ponds is 1.4 at harvest or if the average is 1.36. The FCR value is 1.4 which is considered good in the cultivation of vaname shrimp in partners so that the use of feed is classified as efficient. The profit earned is ± Rp. 23,834,000.00 and the value of the return on operational costs Revenue Cost Ratio (RCR> 1 category is feasible to work on). Conclusions: The maintenance of vaname shrimp by applying closed system technology can increase production and economic value in the maintenance of vaname shrimp in partner groups.
Karakteristik Morfometrik dan Skeleton Ikan Keureling (Tor tambroides Bleeker 1854) Yusrizal Akmal; Ilham Zulfahmi; Fatmawati Saifuddin
Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1358.654 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik morfometrik dan skeleton ikan keureling, Tor tambroides (Bleeker, 1854). Tahapan pembuatan preparat skeleton, dilakukan di Laboratorium Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Al Muslim Kabupaten Bireuen. Identifikasi terminologi tulang skeleton ikan dilakukan di Laboratorium Terpadu Biologi, Program studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. Pengukuran karakter morfometrik ikan dilakukan berdasarkan persamaan Schindler & Schmid 2006. Pembuatan preparat skeleton dilakukan secara fisik dan kimiawi, sedangkan penamaan setiap bagian skeleton dilakukan dengan cara membandingkan kemiripan bentuk dan letak dari setiap bagian tulang belakang ikan yang telah diteliti sebelumnya, baik dari famili yang sama maupun dari famili yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik morfologi yang khas pada ikan keureling diataranya adalah letak mulut terminal dengan bentuk mulut dan bibir terdapat lipatan kulit yang terjumbai dan bisa disembulkan, bentuk moncong cembung serta memiliki dua pasang sungut pada rahang atas. Tulang rangka Ikan keureling terdiri dari skeleton axial dan skeleton appendicularis. Ossa cranium, ossa verterbrae, ossa costae, urostylus vertebralis termasuk dalam skeleton axial, sedangkan ossa appendicularis terdiri dari sepasang sirip dada, sepasang sirip perut, sirip punggung, sirip anal dan sirip ekor.
EKSTRAK DAUN GANJA (Cannabis sativa Linn) SEBAGAI AGEN ANESTESI IKAN KOI (Cyprinus carpio Koi) ilham zulfahmi; Rindhira Humairani; Yusrizal Akmal
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 16 No 2 (2018): Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.648 KB) | DOI: 10.32663/ja.v16i2.447

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas ganja (Cannabis sativaLinn) sebagai agen anestesi Ikan Koi (Cyprinus carpioKoi). Tahapan ekstraksi ganja dan pemaparan kepada ikan uji dilaksanakan di Laboratorium Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Almuslim, sedangkan analisis hematologi dilakukan pada Laboratorium Patologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala. Penelitian dilakukan berdasarkan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari empat perlakuan dengan lima ulangan untuk masing-masing perlakuan. Perlakuan A (1 mL.L-1 ekstrak daun ganja), perlakuan B (1,5 mL.L-1ekstrak daun ganja), perlakuan C (2 mL.L-1ekstrak daun ganja), perlakuan D (4 mL.L-1ekstrak daun ganja). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap waktu sedatif dan waktu sadar antar perlakuan. Waktu sedatif tercepat diperoleh pada perlakuan C sedangkan waktu sedatif terlama diperoleh pada perlakuan A yaitu masing masing sebesar 13,16 ± 2,28menit dan 20,08 ± 6,30 menit. Penggunaan dosis ekstrak yang terlalu tinggi dapat menyebabkan terjadinya penurunan tingkat konsumsi oksigen dan perubahan profil hematologi
KARAKTERISTIK MORFOMETRIK DAN STUDI OSTEOLOGI IKAN KEURELING Yusrizal Akmal; Fatmawati Saifuddin; Ilham Zulfahmi
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 6, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VI 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.557 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v6i1.4298

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik morfometrik dan osteologi ikan keureling, Tor tambroides (Bleeker, 1854). Tahapan pembuatan preparat osteologi, dilakukan di Laboratorium Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Al Muslim Kabupaten Bireuen. Identifikasi terminologi osteologi ikan dilakukan di Laboratorium Terpadu Biologi, Program studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. Pengukuran karakter morfometrik ikan dilakukan berdasarkan persamaan Schindler dan Schmid (2006). Pembuatan preparat skeleton dilakukan secara fisik dan kimiawi, sedangkan penamaan setiap bagian skeleton dilakukan dengan cara membandingkan kemiripan bentuk dan letak dari setiap bagian tulang ikan yang telah diteliti sebelumnya, baik dari famili yang sama maupun dari famili yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik morfologi yang khas pada ikan keureling diataranya adalah letak mulut terminal dengan bentuk mulut dan bibir terdapat lipatan kulit yang terjumbai dan bisa disembulkan, bentuk moncong cembung serta memiliki dua pasang sungut pada rahang atas. Osteologi ikan keureling terdiri dari skeleton axial dan skeleton appendicularis. ossa cranium, ossa verterbrae, ossa costae, urostylus vertebralis termasuk dalam skeleton axial, sedangkan ossa appendicularis terdiri dari sepasang sirip dada, sepasang sirip perut, sirip punggung, sirip anal dan sirip ekor.
DAYA TETAS DAN ABNORMALITAS LARVA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) YANG DIPAPAR TIMBAL R Nurlian R Nurlian; Arif Sardi; Muliari Muliari; Yusrizal Akmal; Ilham Zulfahmi
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 8, No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VIII 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1064.753 KB) | DOI: 10.22373/pbio.v8i2.9649

Abstract

 Ikan nila merupakan salah satu jenis ikan yang berpotensi terpapar polutan timbal. Walaupun demikian, penelitian terkait dampak paparan timbal terhadap daya tetas dan abnormalitas larva ikan nila masih belum diungkap. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat daya tetas dan abnormalitas larva ikan nila yang dipapar timbal. Rancangan penelitian terbagi kedalam empat perlakuan disertai dengan tiga ulangan untuk masing masing perlakuannya yaitu Perlakuan Kontrol, Perlakuan A (0,21 mg/L PbCl2), Perlakuan B (0,42 mg/L PbCl2) dan Perlakuan C (0,63 mg/L PbCl2). Masa pemaparan berlangsung selama sepuluh hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan timbal klorida dengan konsentrasi lebih besar dari 0,42 mg/L telah menyebabkan terjadinya penurunan daya tetas telur. Persentase daya tetas terendah terdapat Perlakuan B yaitu 40,42±8,17 %. Disamping itu, paparan timbal klorida dengan konsentrasi 0,63 mg/L menyebabkan terjadinya peningkatann detak jantung dan laju malformasi larva ikan nila. Detak jantung larva ikan nila meningkat secara signifikan dari 91,37 detak/menit pada perlakuan kontrol menjadi 115,6 detak/menit pada perlakuan C. Bentuk malformasi larva ikan nila yang terpapar timbal yang teramati meliputi lordosis, kiposis dan pembentukan ekor. Paparan timbal tidak berdampak signifikan terhadap parameter kelangsungan hidup dan panjang larva ikan nila. 
KOMPERATIF OSTEOCRANIUM TOR TAMBRA (Valenciennes 1842) DAN TOR TAMBROIDES (Bleeker 1854) DI PERAIRAN ACEH M.Radhi M.Radhi; Ilham Zulfahm; Yusrizal Akmal
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 8, No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VIII 2020
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.708 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v8i1.9429

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mendeskripsikan secara utuh perbedaaan anatomi morfologi tulang rangka ikan Keureling, Tor tambroides dan Tor tambra. pengamatan dianalisis secara deskriptif, sampel dikoleksi dari kawasan perairan desa Ie Jeureungeh, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh. Pembuatan preparat tulang rangka ikan dilakukan secara fisik dan kimiawi. Tahapan fisik diawali Sisik ikan dihilangkan dengan menggunakan pisau atau pinset otot di bedah, pembedahan otot ikan dilakukan sampai tulang-tulang pada ikan nampak baik, Tahapan kimiawi diawali dengan merendam preparat tulang rangka kedalam formalin 10% selama tujuh hari. Selanjutnya dilakukan perendaman dalam larutan etanol 100% selama 24 jam
Phytoplankton community as bioindicators in aquaculture media Tilapia (Oreochromis niloticus) exposed to detergent and pesticide waste Yusrizal Akmal; Rindhira Humairani; Muliari Muliari; Hanum Hanum; Ilham Zulfahmi
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.5.1.7-14

Abstract

Phytoplankton is a bio-indicator of fertility in waters. This study aims to determine the impact of detergent and pesticide waste on the phytoplankton community structure in in tilapia aquaculture media. The phytoplankton identification stage was carried out at the MIPA Laboratory Almuslim University. The parameters studied were phytoplankton abundance, diversity index, uniformity index, dominance index, and water quality parameters. The results of this study showed that detergent and pesticide waste at the end of the study had caused a decrease in the abundance value of phytoplankton by 3,250 individual/L and 3,750 individual/L. In the control treatment, the highest phytoplankton composition was dominated by Chaetoceros sp., while the pesticide and detergent treatments were dominated by Golenkenia sp. and Microcystis sp. Exposure to detergent and pesticide waste reduced the diversity index value, the phytoplankton uniformity index value. At the beginning of the study, it has a moderate diversity index (H '= 2.485–3.072), while at the end of the study it shows low diversity (H' = 2.111–2.375). Furthermore, at the beginning and at the end of the study there was a decrease in the uniformity index value (E = 0.87–1.01) and (H '= 0.88–0.94).
Kandungan lipid dan hormon reproduksi ikan nila (Oreochoromis niloticus Linnaeus 1758) yang dipapar limbah cair kelapa sawit Khairatun Nisak; Yusrizal Akmal; Muliari Muliari; Ilham Zulfahmi
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 2 No 2: November 2020
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v2i2.394

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proses penurunan kadar konsentrasi yang terjadi pada kinerja hormon reproduksi (estradiol, progesterone, testosterone) dan proses penurunan kadar lipid pada hati serta gonad akibat dari paparan limbah cair kelapa sawit. Uji yang digunakan adalah ikan nila betina dengan kisaran 9-10 gram dan panjang 10-13 cm. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri 4 perlakuan dengan 3 ulangan. Perlakuan A: (0% Limbah Cair Kelapa Sawit), PerlakuanB (10% dari nilai LC50-96 jam :1,565 mg/L), perlakuan C : (15% dari nilai LC50-96 : 2,347 mg/L), Perlakuan D:(20% dari nilai LC50-96: 3,13 mg/L). Pengujian hormon reproduksi (estradiol, progesterone, testosterone) menggunakan metode Elisa Kit, sedangkan untuk pengujian lipid hati dan gonad dengan metode Soxhlet dan dianalisis menggunakan stastistik anova satu arah. Hasil penelitian menunjukkan pengujian hormon estradiol dan testosterone pada ikan nila yang dipapar limbah cair kelapa sawit menunjukkan perbedaan nyata disebabkan terjadinya proses penurunan kinerja dan fungsi hormon reproduksi menjadi terhambat dan berdampak pada proses pematangan gonad, sedangkan pengujian lipid gonad pada ikan nila yang menunjukkan perbedaan nyata dikarenakan pada proses transfer lipid terjadinya gangguan pada gonad.
Co-Authors Abass, Kasim Sakran Agung Setia Batubara Agung Setia Batubara Agung Setia Batubara Agus Putra AS Ajmir Akmal Amiruddin Amiruddin Anis Nugrahawati Antoni Antoni Arief Hidayat Zulkifli Arief Hidayat Zulkifli Arif Sardi, Arif Asih Makarti Muktitama Asmaul Husna Batubara, Agung Setia Chairun Nisa’ Cut Ayu Nurazmi Cut Mutia Sena Devi Dani Pratama Putra Dewi Nola Nasution Dwi Yuliandhani Epa Paujiah, Epa Ernita Ernita Fadhilah, Raudhatul Fatmawati Saifuddin Fatmawati Saifuddin Febri, Suri Purnama Hajisamae, Sukree Hakim, Syahirman Halus Satriawan Hamama, Rosi Hani Plumeriastuti Hani Plumeriastuti Hanum Hanum Hanum Haser, Teuku Fadlon Heni Pujiastuti Herlina Putri Endah Sari Herpandi . Herpandi Herpandi Humairani, Rindhira Ikram, Said Ilham Zulfahm Ilham Zulfahmi Ilham Zulfahmi Ilham Zulfahmi Ilham Zulfahmi Ilham Zulfahmi Ilham Zulfahmi Ilham Zulfahmi Intan Nazarah Irfannur Irfannur Irfannur Irfannur Irfannur Irfannur Irfannur Irfannur Irfannur Irfannur Irfannur, Irfannur Izwar, Akmal Khairatun Nisak Khairun Nisa M Isa M. F. Rahardjo M. Fauzan Isma M. Muliari Mahdaliana Mahdaliana, Mahdaliana Mahyana Mahyana Maisura, Mulqiya Mandasari Mardiana Mardiana Masda Admi Maulida, Rafdhayatul Maulina Maulina, Ina Mida Wahyuni Misnar Misnar Mochamad Syaifudin Mochamad Syaifudin, Mochamad Mona Fattya Anisha Muammar Yulian Muchammad Yunus Muhammad Reza Mujibul Rahman Mukhlis Mukhlis Muliari Muliari Muliari Muliari Muliari Muliari Muliari Muliari Muliari Munawwar Khalil, Munawwar Muslich Hidayat Mustaqim Mustaqim Mustaqim Mustaqim, Mustaqim Mustasar, Mutasar Mutasar Nafis, Badratus Najmuddin MA, Najmuddin Nanda Rizki Purnama Nazariah Hayatun Neri Kautsari Nuraida Nuraida Nursyifa, Nazwa Perdana, Adli Waliul Plumeriastuti , Hani Purnama, Nanda Rizki R Nurlian R Nurlian Rachmawati Rusydi, Rachmawati Radhi, M Rahma Mulyani Ramadani, Cut Putri Rizqia Ramadani, Nofa Rasmaidar Rasmaidar Ratna Fitriani Resti Faumi Rianjuanda, Rianjuanda Rinaldi Rinaldi Rindhira Humairani Rindhira Humairani Rindhira Humairani Rindhira Humairani Rindhira Humairani Rindhira Humairani Rindhira Humairani Rindhira Humairani Rita, Zaitun Ritaqwin Rossy Azhar Rumondang Rumondang salamah salamah Salsabila, Unik Hanifah Savitri Novelina Sithra Almunadiya Siti Komariyah Suryani Suryani Syahputra, Hidayat Syamsul Arifin T Zahrial Helmi T. Irfan Fajri Teuku Zahrial Helmi Wahyuni, Mida Wenny Novita Sari Winaruddin Winaruddin Yeni Dhamayanti Yulidar Yulidar Yuni Sari Yunina Rahmi Yunus , Muchammad Yunus, Muchammad Zulkifli, Arief Hidayat