p-Index From 2021 - 2026
17.966
P-Index
This Author published in this journals
All Journal IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Al Ishlah Jurnal Pendidikan Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Journal on Education SALTeL Journal (Southeast Asia Language Teaching and Learning) Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Jurnal Basataka (JBT) Jurnal Mantik Jurnal Pendidikan dan Konseling Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra (Pendistra) JURNAL PENDIDIKAN SAINS SOSIAL DAN AGAMA JURNAL RECTUM: Tinjauan Yuridis Penanganan Tindak Pidana JPM: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT International Journal of Multidisciplinary: Applied Business and Education Research Dharmas Education Journal (DE_Journal) Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Society: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan IKHLAS: Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa Innovative: Journal Of Social Science Research Sintaks: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Teknik Mesin UDA Pengembangan Penelitian Pengabdian Jurnal Indonesia (P3JI) Pande Nami Jurnal (PNJ) Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Blaze: Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembangan Asian Journal of Multidisciplinary Research CSR International Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Makna Mamogoti Bagas Sibaganding Tua Budaya Adat Batak Toba (Kajian Semiotika) Agnes Petriciana Simarmata; Vita Riahni Saragih; Immanuel Doclas Belmondo Silitonga; Jumaria Sirait; Junifer Siregar
Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/pssa.v9i2.2506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Analisis Makna Mamogoti Bagas Sibaganding Tua Budaya Adat Batak Toba (Kajian Semiotika). Berdasarkan hsil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan tentang kajian semiotika mamogoti bagas sibaganding tua budaya Batak Toba, maka peneliti menyimpulkan sebagai berikut:Mamogoti bagas sibaganding tua mengungkapkan bahwa acara ini merupakan budaya Batak Toba: ungkapan syukur atas rezeki rumah baru (Mamogoti Bagas) menjadikannya sebuah teks kaya yang dapat diurai melalui teori Charles Sanders Peirce. Fokus semiotika pada lima elemen menunjukkan bagaimana benda-benda ritual bertransformasi menjadi tanda sosial dan spiritual. Dekke arsik berfungsi ikonik dengan bentuknya yang utuh dan tidak terpotong, merepresentasikan keutuhan, keberkahan, dan pengharapan agar penghuni rumah baru mencapai keberuntungan seperti ikan yang selalu berlimpah; sedangkan Tudu-tudu sipangaon (kepala hewan) adalah ikon yang menegaskan pengakuan terhadap status sosial pemberi dan penerima, mencerminkan hierarki dan penghormatan. Kemudian, ulos bintang maratur bertindak sebagai indeks dari doa dan harapan agar kehidupan dalam rumah baru tertata rapi (maratur), menunjuk pada kerukunan dan kedamaian keluarga. Selanjutnya, boras sipir ni tondi adalah indeks yang berfungsi memperkuat semangat (tondi) dan keselamatan penghuni rumah. Puncaknya, itak gurgur menjadi simbol berkat dan pengharapan yang secara ritual harus "ditelan" atau diresapi oleh keluarga, mewakili penyerapan energi positif untuk kebahagiaan dan kemakmuran. Secara keseluruhan, mamogoti bagas sibaganding tua adalah demonstrasi kearifan lokal yang menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, leluhur, dan sesama, memastikan bahwa rumah baru tidak
Analisis Tindak Tutur Dan Pesan Moral Dalam Novel “Toko Tukar Tambah Nasib” Karya Lia Seplia (Kajian Pragmatik) Rospida Marianti Purba; Jumaria Sirait; Marlina Agkris Tambunan; Junifer Siregar; Immanuel Doclas Belmondo Silitonga
Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/pssa.v9i2.2513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk tindak tutur dan pesan moral yang terdapat dalam novel Toko Tukar Tambah Nasib karya Lia Seplia. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan pragmatik dengan teori tindak tutur John L. Austin yang membagi tindak tutur menjadi tiga jenis, yaitu tindak lokusi, tindak ilokusi, dan tindak perlokusi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik studi pustaka, membaca, menyimak, dan mencatat tuturan yang terdapat dalam novel sebagai sumber data utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Toko Tukar Tambah Nasib ditemukan berbagai bentuk tindak tutur, yaitu tindak tutur lokusi yang berfungsi menyampaikan informasi, tindak tutur ilokusi yang mengandung maksud seperti memerintah, meminta, berterima kasih, dan berjanji, serta tindak tutur perlokusi yang menimbulkan efek atau pengaruh terhadap mitra tutur. Selain itu, penelitian juga menemukan adanya pesan moral yang berkaitan dengan nilai-nilai kehidupan seperti kejujuran, kekhlasan, tanggung jawab, rasa syukur, dan penerimaan diri. Novel ini mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak diperoleh dengan menukar nasib, tetapi dengan menerima dan mensyukuri kehidupan yang dimiliki. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tindak tutur dalam novel berperan penting dalam menyampaikan pesan moral yang ingin diungkapkan pengarang. Melalui kajian pragmatik, dapat dipahami bahwa setiap tuturan memiliki makna tersirat yang menggambarkan pandangan hidup dan nilai-nilai sosial yang relevan dengan kehidupan masyarakat modern.
Identifikasi Makna Simbolik Umpasa Pada Pernikahan Adat Batak Toba Natasia Mentari Simanjuntak; Jumaria Sirait; Vita Riahni Saragih; Junifer Siregar; Marlina Agkris Tambunan
Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/pssa.v9i2.2548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Identifikasi Makna Simbolik Umpasa Pada Pernikahan Adat Batak Toba. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti mengenai makna umpasa simbolik pada pernikahan adat Batak Toba dapat disimpulkan sebagai berikut: Makna umpasa simbolik yang terdapat dalam pernikahan adat Batak Toba. Adapun makna umpasa simbolik tersebut adalah:Marsibuhabuha : Biasanya dilaksanakan pada pagi hari dengan menyertakan keluarga yang paling dekat. marsibuhabuhai merupakan acara pembuka sebelum masuk ke acara pemberkatan nikah dan acara marunjuk/pesta adat. Biasanya acara marsibuhabuhai dilaksanakan di rumah pihak pengantin perempuan jika kategori pesta adalah "alap jual/jemput jual" . Bila kategori pesta adalah "taruhon jual/antar jual" maka marsibuhabuhai akan dilaksanakan di rumah pihak laki-laki. Marsibuhabuhai biasanya dilakukan makan bersama untuk memohon agar acara adat disukseskan.Penyambutan : Sebagai makna dari penerimaan dengan sukacita pihak paranak kepada pihak parboru.Tudutudu Sipanganong : Pada saat makan kedua belah pihak akan menyerahkan tudu-tudu sipanganon masing-masing. Pihak laki-laki akan menyerahkan daging hewan utuh, sedangkan pihak perempuan akan menyerahkan ikan mas. Masing-masing pihak akan membagikan tudu-tudu sipanganon tersebut dalam bentuk jambar na margoar/bernama kepada kerabat masing-masing untuk di makan bersama-sama.Manjalo Tumpak : Tumpak dalam bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai bantuan atau sumbangan. Tumpaini biasanya berupa uang untuk membantu meringankan beban keluarga pengantin yang telah melakukan atau menjalankan adat dalam pernikahan.Tintin marangkup : Secara harafiah berarti cincin penyatu dan biasanya dimaknai sebagai tanda kesepakatan/perjanjian antara Tulang mempelai pria dengan orangtua mempelai wanita bahwa meskipun mempelai pria menikah bukan dengan putri mereka, melainkan dengan putri dari marga lain, namun mereka akan memperlakukan mempelai wanita tersebut sama seperti putri mereka sendiri.Mangolusi : Mangulosi ialah wujud pengharapan dan doa-doa, suka cita dan rasa sayang yag disimbolkan dengan pemberian ulos yang mana ulos merupakan kain pelindung agar kelak doa-doa da harapan-harapan yang dicita-citakan kemudian akan menjadi pelindung pernikahan mereka sampai ajal menjemput
Analysis Of The Meaning Of Boraspati Philosophy As A Cultural Symbol Of The Simalungun Batak Society (Semiotic Study) Meilina Siahaan; Jumaria Sirait; Vita Riahni Saragih; Junifer Siregar; Immanuel Doclas Belmondo Silitonga
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i1.1489

Abstract

This study aims to determine the Analysis of the Philosophical Meaning of Boraspati as a Cultural Symbol of the Batak Simalungun Community (Semiotic Study). Based on the results of research conducted by researchers regarding the Boraspati symbol in the culture of the Batak Simalungun community reviewed from the semiotic study of Charles Sanders Peirce, it can be concluded that Boraspati is a traditional symbol that has a deep philosophical meaning and does not merely function as an ornament or visual decoration. The Boraspati symbol represents the outlook on life, belief system, and social structure of the Simalungun community which is full of local wisdom values. Through a semiotic approach, Boraspati is understood as a cultural sign that contains moral and spiritual messages, which depicts a harmonious relationship between humans, nature, and the Creator. The results of this study indicate that each symbolic element in Boraspati reflects the ethics of life, social order, and cultural identity of the Simalungun community which is passed down from generation to generation
Analisis Makna Umpasa Pada Proses Acara Saur Matua Budaya Batak Toba (Kajian Semantik) San Laura Limbong; Junifer Siregar; Marlina Agkris Tambunan; Jumaria Sirait; Immanuel Doclas Belmondo Silitonga
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i1.1511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna semantik dan fungsi sosial linguistik umpasa yang digunakan dalam prosesi adat saurmatua masyarakat Batak Toba. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran bahasa sebagai media ekspresi budaya dan pewarisan nilai-nilai tradisional. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semantik dan analisis konteks budaya. Data diperoleh melalui dokumentasi teks umpasa dan wawancara dengan tokoh adat Batak Toba.Hasil penelitian menunjukkan bahwa umpasa dalam upacara saurmatua mengandung makna konotatif dan simbolik yang mencerminkan nilai-nilai kehidupan, doa, dan penghormatan kepada orang yang telah mencapai kesempurnaan hidup (saurmatua). Secara linguistik sosial, umpasa berfungsi sebagai sarana penyampaian pesan moral, penguatan solidaritas sosial, serta media komunikasi estetis yang mempererat hubungan kekerabatan. Dari sisi kebudayaan, umpasa memperlihatkan keterkaitan erat antara bahasa dan adat Batak Toba, terutama dalam menjaga prinsip dalihan na tolu, nilai penghormatan kepada leluhur, serta pandangan hidup mengenai kehidupan dan kematian.Kesimpulannya, umpasa dalam prosesi saurmatua tidak hanya memiliki makna semantik yang mendalam, tetapi juga berperan penting sebagai wahana pelestarian identitas dan nilai-nilai budaya masyarakat Batak Toba yang tetap relevan di tengah arus modernisasi.
Penguatan Kompetensi Guru melalui Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar dan Media Pembelajaran Berbasis Artificial Intelligence (AI) Immanuel Doclas Belmondo Silitonga; Partohap S. R. Sihombing; Jumaria Sirait; Marlina Agkris Tambunan; Berliana Sihombing
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): July 2026
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jpm.v7i1.3443

Abstract

The implementation of the Merdeka Curriculum requires teachers to possess the competence to develop innovative teaching materials and instructional media while effectively integrating digital technologies, including Artificial Intelligence (AI), into the learning process. However, a needs analysis conducted at SMP Negeri 6 Pematangsiantar revealed that most teachers had limited knowledge and skills in utilizing AI to develop instructional materials and learning media. This Community Service Program aimed to strengthen teachers' competencies through training on the development of AI-based teaching materials and instructional media to support the implementation of the Merdeka Curriculum. The program employed a participatory approach consisting of needs analysis, theoretical sessions, AI application demonstrations, hands-on workshops, mentoring, product presentations, and evaluation. The training involved 35 teachers from various subject areas at SMP Negeri 6 Pematangsiantar. The results demonstrated that all participants successfully developed instructional products, including teaching modules, handouts, student worksheets, interactive presentation media, and AI-assisted digital learning media. The developed products achieved an average quality score of 91.60, categorized as Excellent, while teachers' competency scores increased from an average pre-test score of 69.50 to a post-test score of 90.50, representing an improvement of 21.00 points. Participants' responses to the training were also highly positive, with an average satisfaction score of 4.85 (97.0%), indicating excellent acceptance of the program. These findings suggest that AI-based training integrating theoretical instruction, practical workshops, and intensive mentoring effectively enhances teachers' competencies in developing teaching materials and instructional media. The novelty of this program lies in its product-oriented training model, which integrates generative AI into the development of teaching materials and instructional media, enabling teachers to produce classroom-ready learning resources that support the effective implementation of the Merdeka Curriculum.
IMPLEMENTASI LITERASI DIGITAL BERBASIS ETHNOCULTURAL “SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI” DALAM PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN DEEP LEARNING Mungkap Mangapul Siahaan; Jumaria Sirait; Susy Alestriani Sibagaring; Esti Marlina Sirait; Esther Romaartana Sitorus; Sanggam Magda Lasmaria Siahaan; Junifer Siregar; Sunggul Pasaribu; Naomi Simanjuntak
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i3.18061

Abstract

Kesenjangan literasi digitial di abad ke-21 ini sangat besar antara Kota dan Kabupaten yang berakibat terhadap tantangan serius dalam mewujudkan kemampuan adaptif siswa yang berakarakter. Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital guru-guru di SMA 1 Sidamanik, Kabupaten Simalungun melalui implementasi literasi digital yang diintegrasikan dengan kearifan lokal Sapanganbei Manoktok Hitei serta penerapan pendekatan Deep Learning. Kegiatan PkM ini dilaksanakan selama 3 tiga hari (19-21 Maret 2026) dan diikuti oleh kepala sekolah dan jajarannya serta guru-guru dari berbagai bidang studi sejumlah 50 orang. Metode pelaksanaan terbagi menjadi tiga tahap yakni (1) sosialisasi konsep literasi digital dan relevansinya dengan nilai budaya lokal; (2) pelatihan teknis penggunaan aplikasi pembelajaran digital berbasis Android seperti Articulate Storyline, Kahoot, Quizizz, Google Classroom, dan Avnet Learning Website; serta (3) penerapan langsung dalam simulasi kelas virtual. Dosen Tim Pengabdi terdiri dari delapan dosen dengan latar belakang keilmuan yang beragam, mulai dari ilmu computer hingga pendidikan Matematika dan Bahasa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi digital guru, dengan rata-rata penguasaan aplikasi mencapai 80%, terutama pada Google Classroom (90%) dan Articulate Storyline (80%). Selain itu, sebanyak 60% guru berhasil mengintegrasikan nilai-nilai Sapanganbei Manoktok Hitei – seperti kebersamaan, saling menghargai dan kebijaksanaan dalam berteknologi – ke dalam rencana pembelajaran mereka. Dampaknya, partisipasi aktif siswa dalam proses belajara meningkat hingga 91,7%. Dapat disimpulkan bahwa integrasi literasi digital berbasis kearifan lokal efektif tidak hanya dalam meningkatkan keterampilan teknis guru, tetapi juga dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna, kontekstual dan berkarakter.
ANALISIS TINDAK TUTUR PADA ACARA ADAT MARHATA SINAMOT DALAM PERNIKAHAN ADAT BATAK TOBA (KAJIAN PRAGMATIK) Lubis , Desy Silvia; Sirait, Jumaria; Saragih, Vita Riahni; Tambunan, Marlina Agkris; Silitonga, Immanuel Doclas Belmondo
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1047

Abstract

Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan menganalisis secara mendalam bentuk dan fungsi tindak tutur (lokusi, ilokusi, dan perlokusi) yang terwujud dalam acara adat marhata sinamot pada pernikahan Batak Toba. Marhata sinamot merupakan perundingan resmi di Parsoburan, Kabupaten Toba Samosir, untuk menentukan besaran sinamot sebagai simbol tanggung jawab dan keseriusan pihak laki-laki. Data diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi tokoh adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur dalam tradisi ini memiliki pola pragmatik yang khas: Tindak lokusi digunakan sebagai penyampai informasi faktual mengenai maksud kedatangan dan tawaran awal; Tindak ilokusi didominasi oleh fungsi komisif (seperti menawarkan dan berjanji) dan deklarasi (mengesahkan keputusan); sementara tindak perlokusi berimplikasi langsung pada tercapainya kesepakatan (sarimatua), dipereratnya hubungan kekerabatan, dan kelancaran teknis pesta. Melalui kajian ini, terungkap bahwa tindak tutur dalam marhata sinamot bukan sekadar alat komunikasi transaksional, melainkan refleksi kuat dari hierarki sosial, sistem nilai, dan makna budaya yang mengakar dalam masyarakat Batak Toba.
ANALISIS STILISTIKA DALAM KUMPULAN PUISI "HIDUP TETAP BERJALAN DAN KITA TELAH LUPA ALASANNYA" KARYA IBE S. PALOGAI Samosir, Tiara; Tambunan, Marlina Agkris; Siregar, Junifer; Sirait, Jumaria; Silitonga, Immanuel Doclas Belmondo
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1051

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kekayaan stilistika dalam kumpulan puisi Hidup Tetap Berjalan dan Kita Telah Lupa Alasannya karya Ibe S. Palogai, dengan fokus pada analisis pemajasan, penyiasatan struktur, dan citraan. Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya kajian stilistika komprehensif terhadap puisi kontemporer Indonesia yang memanfaatkan bahasa simbolik dan reflektif secara intens, padahal karya Palogai menawarkan kompleksitas bahasa yang signifikan untuk diurai. Urgensi penelitian ini terletak pada upaya sistematis untuk mengungkap bagaimana estetika kebahasaan penyair, yang merupakan kunci memahami pandangan dunianya, diejawantahkan dalam karya tersebut. Penelitian kkajian kualitatif deskriptif ini menggunakan pendekatan stilistika, dengan data berupa larik, kata, dan struktur kebahasaan yang mengandung unsur gaya bahasa dan imaji sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metafora merupakan pemajasan yang paling dominan (45 kemunculan), menandai kecenderungan penyair mengolah bahasa secara simbolik untuk makna eksistensial. Pada aspek struktur, hiperbola paling sering digunakan, berfungsi memperkuat intensitas emosi. Sementara itu, citraan visual menjadi citraan yang paling menonjol, menunjukkan kemampuan penyair membangun imaji konkret dan reflektif. Secara keseluruhan, gaya Palogai memperlihatkan perpaduan antara simbolisme, emosionalitas, dan kedalaman filosofis tentang kehidupan manusia.
ANALISIS SEMIOTIKA PADA NOVEL "3726 MDPL" KARYA NURWINA SARI Hutajulu, Elisa Ellen Hotmarina; Sirait, Jumaria; Silitonga, Immanuel Doclas Belmondo; Tambunan, Marlina Agkris; Siregar, Junifer
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1054

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam tanda-tanda (sign) yang termuat dalam novel 3726 MDPL karya Nurwina Sari, sebuah karya yang kaya akan deskripsi alam dan perjuangan hidup, namun membutuhkan interpretasi semiotik untuk mengungkap pesan tersembunyi pengarang. Tanpa analisis sistematis, lapisan makna yang kompleks mengenai representasi lingkungan, nilai moral, dan perjuangan manusia dalam novel tersebut berisiko terlewatkan, sehingga urgensi penelitian ini adalah menjamin pemahaman yang komprehensif. Masalah penelitian ini berfokus pada identifikasi bentuk tanda, hubungan tanda dengan objek, dan interpretant yang dihasilkan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan kerangka semiotika Charles Sanders Peirce; metode ini dipilih karena kemampuannya dalam membedah proses semiosis melalui trikotomi tanda (qualisign, sinsign, legisign), objek (ikon, indeks, simbol), dan interpretant (rheme, dicent sign, argument). Hasil penelitian mengidentifikasi 60 data tanda yang merefleksikan hubungan manusia dan lingkungan serta nilai-nilai perjuangan. Kesimpulannya, semiotika Peirce efektif digunakan untuk mengungkap kekayaan makna dalam novel 3726 MDPL.
Co-Authors Agkris Tambunan, Marlina Agnes Petriciana Simarmata Agza Mei Seply Grace Sitanggang Anita Apriani Sijabat Artauli Ling Ling Wei Sitohang Asister Fernando Siagian Ayu Ramadhani Berliana Sihombing Berliana Sihombing Betaria Siringoringo Br. Purba, Mega Indah Deborw Butar-Butar, Putri Herawati Butarbuta, Devi Olivia ButarButar, Susi Canni Loren Sianturi Dabukke, Tri Arti Esianna Damay Gresia Butar-Butar Dea Renita Saragih Debora Yosevine Manurung Dedy Sitohang Defi Oftafiya Saragih Destri Wuliana Sinaga Dueno Indra Sitio Eka Seprianti Sihaloho Eliezer Naibaho, Jhon Elprida Kristina Silalahi Emi Gracella Sinaga Esther Romaartana Sitorus Esti Marlina Sirait Eva Herdina Hutahaean Eva Pasaribu Fajar Ningsih Simanjuntak Gita Suryani Harry Cristofel Simanjuntak Harry Cristofel Simanjuntak Heru P. Sitorus Hevryka Hevryka Hutagaol, Febriana Hutajulu, Elisa Ellen Hotmarina Hutapea, Lauli Ica Maysari Siallagan Immanuel D. B. Silitonga Immanuel Doclas Belmondo Silitonga Injen Pardamean Butar-Butar Ipan Sihite Johannes Riscy Purba Jovanka Happy Christine Saragih Junifer Siregar Junifer Siregar Junifer Siregar Junifer Siregar Junifer Siregar Junifer Siregar Junifer Siregar Junifer Siregar Junita Batubara Katrin Sihaloho Krisna T.F. Sitanggang Lidya Natalia Sibarani Limbong, San Laura Lubis , Desy Silvia Lumbantobing, Michael Marthin Lumbantoruan, Wersing Malau, Ruth Novelita Manalu, David Berthony Manalu, Monika Manurung, Agatha Olivia Putri Manurung, Fetronella Manurung, Rafency Marbun, Lastri Evati Mori Marlina A. Tambunan Marlina Agkris Tambunan Marlina Agkris Tambunan Marlina Angkris Tambunan Martua Reynhat Sitanggang Gusar Mawar Sijabat Maylani, Dea Meilina Siahaan Meliana Manullang Meliati Tambunan Melsi Tiolina Sinaga Monalisa Frince S Monika Martinova Simanjuntak Mungkap Mangapul Siahaan Mungkap Mangapul Siahaan Nadapdap, Talenta Nainggolan, Tiwinda Naomi Simanjuntak Nasif Maruli Sinaga Nasution, Wina Natalina Purba Natasia Mentari Simanjuntak Niswa, Khairun Nurmala Simanjuntak Ofchan Damanik Osco Parmonangan Siajabat Ovi Maria Simanjuntak Pakpahan, Reny Rianti Pandiangan, Ernawati Afrina Pane, Eva Pratiwi Panjaitan, Riama Yanti Panjaitan, Ruthanggam Sahanaya Partohap S.R Sihombing Pasaribu, Eva Pasaribu, Sunggul Permatasari, Lerista Pesta Siregar Purba, Ckrisna Ajai Purba, Johanes Riscy Purba, Johannes Riscy Purba, Lili Lia Selawani Purba, Mei Vionariska Purba, Renita Br Purba, Rudiarman Purba, Yoel Octobe Ramadhani, Ayu Reinha Rosari Simanungkalit Reni Manurung Riahni Saragih, Vita Riama Yanti Panjaitan Rieke Nadya Sitanggang Rifka Sriwati Hutagaol Rio Parsaoran Napitupulu Risma Dame Silitonga Rizki Rizki Ronald Hasibuan Rospida Marianti Purba Rugun Manalu Runa, Gadis Ayang Samosir, Tiara San Laura Limbong Sanggam Magda Lasmaria Siahaan Saragih, Jovanka Happy Christine Saragih, Sonya Putri Four Saragih, Vita Riahni Selviana Napitupulu Siahaan, Meilina Sianipar, Ribka Sibarani, Ega Putri Sani Siburian, Sofiah Leorensa Sidabutar, Meliana Sari Sidabutar, Ropinus Sihaloho, Katrin Sihombing, Rohmayani Gusti Sihombing, Santa R Sihotang, Melani Kinasih Sijabat, Desi Sijabat, Osco Parmonangan Silaban, Ida Sihenrawati Silaban, Lusia Pebriyani Silalahi, Ayu Kristina Silalahi, Maruli Silitonga, Risma Dame Simanjuntak, Chuyn Evelina Simanjuntak, Clara Simanjuntak, George Simanjuntak, Gina Wijaya Simanjuntak, Harry Cristofel Simanjuntak, Lasmaria Simanjuntak, Lismawati Simanjuntak, Ovi Maria Simanjuntak, Sri Maya Simanullang, Yohanna Simanungkalit, Romora Christopher Sinaga, Asima Rohana Sinaga, Asima Rohani Sinaga, Emi Gracella Sinaga, Fininta Sasronida Sinaga, Melsi Tiolina Sinaga, Nasif Maruli Sinaga, Sandri Sinaga, Siska Oktafia Sinulingga, Andhika Sinurat, Vinnyta Cechylia Sirait, Esti Marlina Siregar, Esra Novelina Siregar, Pesta Siregar, Risro Sitanggang, Marco Christian Sitanggang, Yuli Sitinjak, Yusnita Sitohang, Dedy Sitohang, Roulina Sitorus, Ester Sitorus, Esther Sitorus, Maria Dornauli Sitorus, Veronika Dewi Stefani Rahel Angel Yolanda Sukardo Sitohang Sunggul Pasaribu Suprapto Manurung Suryani, Gita Susy Alestriani Sibagariang Susy Alestriani Sibagaring Tambunan, Marlina Tambunan, Marlina A. Tambunan, Marlina Agkris Tambunan, Marlina Angkris Tambunan, Meliati Tampubolon, Indah Tampubolon, Novitasari Tampubolon, Tasya Tarida Alvina Simanjuntak Tasya Tampubolon Tengku Riza Zarzani N Theo Affany Dhea Purba Theresia Annori Purba Thesalonica Thesalonika, Emelda Tri Arti Esianna Dabukke Veni Melinda Sinaga Via Deboris Purba Via Renita Lubis Vita Riahni Saragih Vita Riahni Saragih Vita Riahni Saragih Vita Riahni Saragih Vita Riahni Saragih Vita Riahni Saragih Vita Riahni Saragih Vita Riahni Saragih Vivi Imelda Simangunsong Widya Sridearni Saragih Yanti Arasi Sidabutar Yoel Octobe Purba Yosua Nagara Purba