p-Index From 2021 - 2026
17.247
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : journal of exploratory dynamic problems

Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengenal Warna Melalui Media Pasir Warna Pada Kelompok B Di RA Ridho Ilahi Desy Gusmisari; Joni Joni; Melvi Lesmana Alim; Musnar Indra Daulay; Nurmalina Nurmalina
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.151

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan anak dalam mengenali, menyebutkan, dan mengelompokkan warna pada anak Kelompok B di RA Ridho Ilahi sehingga diperlukan media pembelajaran yang lebih menarik dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan mengetahui peningkatan kemampuan mengenal warna anak melalui media pasir berwarna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan dukungan data kuantitatif melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 15 anak Kelompok B usia 5–6 tahun di RA Ridho Ilahi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mengenal warna anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada tahap prasiklus, kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) masih sebesar 0%. Setelah diberikan tindakan pada Siklus I, persentase BSB meningkat menjadi 50%, kemudian meningkat secara signifikan pada Siklus II menjadi 82,30%. Peningkatan tersebut terlihat pada kemampuan anak dalam menyebutkan, menunjuk, mengelompokkan, dan mencocokkan warna dengan tepat. Selain itu, penggunaan media pasir berwarna juga meningkatkan keaktifan, konsentrasi, dan antusiasme anak selama proses pembelajaran. Dengan demikian, media pasir berwarna efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan mengenal warna pada anak usia dini.
Implementasi Teknik Usap Abur Dalam Meningkatkan Motorik Halus Anak Kelompok B Di TK Pelita Harapan Erlina Ratna Asmara; Melvi Lesmana Alim; Moh Fauziddin; Musnar Indra Daulay; Kasman Edi Putra
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.155

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik halus anak kelompok B di TK Pelita Harapan. Berdasarkan hasil observasi awal, sebagian besar anak masih mengalami kesulitan dalam menggenggam alat tulis dengan benar, mengoordinasikan gerakan mata dan tangan, mengontrol gerakan jari, serta menghasilkan karya yang rapi. Oleh karena itu, diperlukan suatu kegiatan pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini, salah satunya melalui teknik usap abur.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui penerapan teknik usap abur pada kelompok B di TK Pelita Harapan Kecamatan Kerumutan Kabupaten Pelalawan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan menghitung persentase ketuntasan kemampuan motorik halus pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik usap abur mampu meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Pada kondisi awal, persentase ketuntasan kemampuan motorik halus anak mencapai 28%. Setelah dilaksanakan tindakan pada Siklus I, persentase meningkat menjadi 57%, kemudian pada Siklus II meningkat kembali menjadi 86%. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar anak telah mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB). Selain meningkatkan kemampuan motorik halus, teknik usap abur juga membuat anak lebih aktif, percaya diri, teliti, kreatif, serta lebih antusias mengikuti kegiatan pembelajaran.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik usap abur efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B di TK Pelita Harapan Kecamatan Kerumutan Kabupaten Pelalawan. Teknik usap abur dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif kegiatan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan untuk menstimulasi perkembangan motorik halus anak usia dini.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Melalui Kegiatan Melukis Dengan Teknik Tarikan Benang Alisdar Alisdar; Musnar Indra Daulay; Nurmalina Nurmalina; Joni Joni; Masrul Masrul
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.156

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan motorik halus anak Kelompok B di TK IT Jasmiina yang terlihat dari kemampuan anak dalam mengoordinasikan gerakan mata dan tangan, mengendalikan gerakan jari, serta melakukan aktivitas yang memerlukan ketelitian masih belum berkembang secara optimal. Kondisi tersebut disebabkan oleh kurang bervariasinya kegiatan pembelajaran sehingga stimulasi terhadap perkembangan motorik halus anak belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak melalui kegiatan melukis dengan teknik tarikan benang. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak Kelompok B TK IT Jasmiina yang terdiri atas 10 anak perempuan dan 5 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan motorik halus anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Persentase anak yang mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) meningkat dari 13,3% pada prasiklus menjadi 53,3% pada Siklus I dan meningkat lagi menjadi 86,7% pada Siklus II. Selain itu, persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 33,3% pada prasiklus menjadi 73,3% pada Siklus I dan mencapai 93,3% pada Siklus II sehingga telah melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan, yaitu 80%. Dengan demikian, kegiatan melukis dengan teknik tarikan benang terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak Kelompok B di TK IT Jasmiina
Upaya Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Mencap Dengan Berbagai Media Bahan Bekas Di Kelompok B TK Negeri 2 Kerumutan Anita Anita; Yenda Puspita; Joni Joni; Masrul Masrul; Musnar Indra Daulay
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.157

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan motorik halus anak kelompok B di TK Negeri 2 Kerumutan. Sebagian besar anak masih mengalami kesulitan dalam memegang alat cap, menekan alat dengan tepat, mengoordinasikan gerakan mata dan tangan, mengontrol arah cap, serta menghasilkan cap yang rapi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan peningkatan keterampilan motorik halus anak melalui kegiatan mencap dengan berbagai media bahan bekas. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B TK Negeri 2 Kerumutan tahun ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana melalui persentase pencapaian perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kegiatan mencap dengan berbagai media bahan bekas dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak. Anak menjadi lebih terampil dalam menggunakan alat cap, koordinasi mata dan tangan semakin baik, serta hasil karya yang dihasilkan lebih rapi dan jelas. Dengan demikian, kegiatan mencap menggunakan berbagai media bahan bekas dapat dijadikan alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia dini.
Penerapan Papan Magnet Huruf Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Pada Anak Kelompok A DI RA Zaid Bin Tsabit Sri Wahyuni; Amin Yusi Nur Sa’ida; Yenda Puspita; Musnar Indra Daulay; Nurmalina Nurmalina
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.158

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal huruf pada anak kelompok A di RA Zaid Bin Tsabit. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf anak melalui penerapan media papan magnet huruf. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 19 anak kelompok A usia 4–5 tahun di RA Zaid Bin Tsabit. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif melalui perhitungan persentase capaian perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media papan magnet huruf dapat meningkatkan kemampuan mengenal huruf anak. Pada tahap pratindakan, rata-rata kemampuan mengenal huruf anak sebesar 17,12%, kemudian meningkat menjadi 81,5% pada Siklus I dan mencapai 94,75% pada Siklus II. Peningkatan terlihat pada kemampuan anak dalam mengenal bentuk huruf, menyebutkan nama huruf, membedakan huruf yang memiliki bentuk serupa, serta menghubungkan huruf dengan bunyinya. Penggunaan media papan magnet huruf juga meningkatkan keaktifan, perhatian, dan antusiasme anak selama proses pembelajaran. Dengan demikian, media papan magnet huruf terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf pada anak kelompok A di RA Zaid Bin Tsabit.
Upaya Meningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Permainan Playdough Fitriani Fitriani; Nurmalina Nurmalina; Musnar Indra Daulay; Masrul Masrul; Joni Joni
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.159

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun di TK Permata Bunda. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar anak masih mengalami kesulitan dalam menggenggam dan menekan adonan, menggulung playdough, membentuk objek sederhana, menggunakan alat bantu, serta mengoordinasikan gerakan tangan dan mata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil penerapan permainan playdough dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun di TK Permata Bunda. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B di TK Permata Bunda. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk menggambarkan peningkatan kemampuan motorik halus anak pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan playdough mampu meningkatkan kemampuan motorik halus anak secara signifikan. Persentase ketuntasan kemampuan motorik halus meningkat dari 43% pada tahap pra-tindakan, menjadi 84% pada Siklus I, dan kembali meningkat menjadi 93% pada Siklus II, sehingga terjadi peningkatan sebesar 50% dari kondisi awal. Peningkatan tersebut terlihat pada kemampuan anak dalam menggenggam dan menekan adonan, menggulung, membentuk berbagai objek sederhana, menggunakan alat bantu dengan benar, serta mengoordinasikan gerakan tangan dan mata selama kegiatan bermain. Dengan demikian, permainan playdough terbukti efektif sebagai media pembelajaran yang menyenangkan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun di TK Permata Bunda.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Melalui Permainan Tradisional Lompat Tali Pada Anak Kelompok B Di Tk Adzkyah Bangkinang Kota Wulandari Wulandari; Nurmalina Nurmalina; Musnar Indra Daulay; Joni Joni; Amin Yusi Nur Sa’ida
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.161

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan motorik kasar anak kelompok B di TK Adzkyah Bangkinang kota.Hal ini terlihat dari masih banyak anak yang belum mampu melakukan gerakan melompat dengan baik,menjaga keseimbangan tubuh,serta kurang lincah melakukan aktivitas fisik.Permasalahan tersebut disebabkan oleh kurang bervariasinya kegiatan pembelajaran yang dapat menstimulasi perkembangan motorik kasar dan minimnya penggunaan permainan yang menarik dalam proses pembelajaran.Solusi yang ditawarkan peneliti untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui permainan tradisional lompat tali pada anak kelompok B di TK Adzkyah Bangkinang Kota.penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan jenis penelitian Tindakan Kelas(PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus dimana setiap siklus terdiri dari dua pertemuan dan empat tahap proses belajar,dimana setiap siklus terdiri atas perencanaan,pelaksanaan,,observasi,dan refleksi.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi,sedangkan teknik analisis data dilakukan secara kualitatif untuk mendeskripsikan proses pembelajaran dan kuantitatif menggunakan persentase untuk melihat peningkatan hasil belajar.Subjek penelitian berjumlah 7 laki-laki 7 perempuan .Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik kasar anak mengalami peningkatan pada setiap siklus.Pada pra dindakan,persentase kemampuan motorik kasar hanya mencapai 42,86% denagn katagori mulai berkembang (MB).Setelah dilakukan tindakan pada siklus 1 persentase meningkat menjadi 64,29%denagn katagori berkembang sesuai harapan(BSH).Pada siklus II kemampuan motorik kasar anak kembali meningkat menjadi 85.71%dengan katagori Berkembnag Sangat Baik(BSB) dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan permaianan tradisional lompat tali dapat meningkat kemampuan motorik kasar anak kelompok B di TK Adzkyah Bangkinang kota.
Upaya Meningkatkan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Menempel Kertas Warna Di TK Darul Yaqin Desi Anggraini; Nurmalina Nurmalina; Melvi Lesmana Alim; Joni Joni; Musnar Indra Daulay
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.165

Abstract

Rendahnya kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun di TK Darul Yaqin menjadi latar belakang dilaksanakannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan menempel kertas warna. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak kelompok B usia 5–6 tahun yang terdiri atas 8 anak perempuan dan 7 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan menempel kertas warna mampu meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Pada Siklus I, kemampuan motorik halus anak mencapai persentase 66% pada kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada Siklus II, persentase tersebut meningkat menjadi 87%, sehingga terjadi peningkatan sebesar 21%. Peningkatan terlihat pada kemampuan anak dalam mengoordinasikan mata dan tangan, ketepatan menempel sesuai pola, kerapian hasil karya, serta kemandirian dalam menyelesaikan tugas. Selain itu, anak menunjukkan antusiasme, konsentrasi, dan partisipasi yang lebih baik selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, kegiatan menempel kertas warna terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun di TK Darul Yaqin.
Upaya Peningkatan Motorik Halus Anak Dengan Penerapan Metode Pemberian Tugas Dalam Kegiatan Menggunting Pola Gambar Geometri Anisa Lestari; Nurmalina Nurmalina; Joni Joni; Yenda Puspita; Musnar Indra Daulay
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.166

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik halus anak Kelompok B di TK IT Jasmiina Desa Karya Indah Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar. Berdasarkan hasil observasi awal, sebagian besar anak masih mengalami kesulitan dalam memegang gunting dengan benar, menggunting sesuai pola, mengikuti garis dengan tepat, serta menyelesaikan tugas secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui penerapan metode pemberian tugas dalam kegiatan menggunting pola gambar geometri. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak Kelompok B yang terdiri atas 10 anak perempuan dan 5 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik halus anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Persentase rata-rata kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) meningkat dari 6,7% pada prasiklus menjadi 66,7% pada Siklus I dan 78,6% pada Siklus II. Peningkatan juga terjadi pada seluruh indikator, yaitu kemampuan memegang gunting, menggunting garis lurus, menggunting pola sederhana, ketelitian mengikuti pola, serta kemandirian dalam menyelesaikan tugas. Dengan demikian, metode pemberian tugas melalui kegiatan menggunting pola gambar geometri terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak Kelompok B di TK IT Jasmiina.
Penerapan Permainan Ular Tangga Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Angka Anak Usia 5-6 Tahun Erfi Yanti; Nurmalina Nurmalina; Musnar Indra Daulay; Joni Joni; Melvi Lesmana Alim
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.174

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan, yang ditunjukkan oleh masih banyaknya anak yang belum mampu menyebutkan urutan angka, mengenali simbol angka, dan mencocokkan angka dengan jumlah benda secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil penerapan permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B TK Pelita Harapan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase yang didukung deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan ular tangga mampu meningkatkan kemampuan mengenal angka anak secara signifikan. Rata-rata kemampuan mengenal angka meningkat dari 35,7% pada kondisi awal menjadi 64,3% pada Siklus I dan mencapai 90,5% pada Siklus II. Peningkatan juga terjadi pada setiap indikator, yaitu kemampuan menyebut angka secara urut meningkat dari 42,9% menjadi 92,9%, kemampuan mengenal simbol angka meningkat dari 35,7% menjadi 92,9%, dan kemampuan mencocokkan angka dengan jumlah benda meningkat dari 28,6% menjadi 85,7%. Selain itu, penerapan permainan ular tangga juga meningkatkan keaktifan, antusiasme, dan kepercayaan diri anak selama proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan ular tangga efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan, yang ditunjukkan oleh masih banyaknya anak yang belum mampu menyebutkan urutan angka, mengenali simbol angka, dan mencocokkan angka dengan jumlah benda secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil penerapan permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B TK Pelita Harapan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase yang didukung deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan ular tangga mampu meningkatkan kemampuan mengenal angka anak secara signifikan. Rata-rata kemampuan mengenal angka meningkat dari 35,7% pada kondisi awal menjadi 64,3% pada Siklus I dan mencapai 90,5% pada Siklus II. Peningkatan juga terjadi pada setiap indikator, yaitu kemampuan menyebut angka secara urut meningkat dari 42,9% menjadi 92,9%, kemampuan mengenal simbol angka meningkat dari 35,7% menjadi 92,9%, dan kemampuan mencocokkan angka dengan jumlah benda meningkat dari 28,6% menjadi 85,7%. Selain itu, penerapan permainan ular tangga juga meningkatkan keaktifan, antusiasme, dan kepercayaan diri anak selama proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan ular tangga efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan, yang ditunjukkan oleh masih banyaknya anak yang belum mampu menyebutkan urutan angka, mengenali simbol angka, dan mencocokkan angka dengan jumlah benda secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil penerapan permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B TK Pelita Harapan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase yang didukung deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan ular tangga mampu meningkatkan kemampuan mengenal angka anak secara signifikan. Rata-rata kemampuan mengenal angka meningkat dari 35,7% pada kondisi awal menjadi 64,3% pada Siklus I dan mencapai 90,5% pada Siklus II. Peningkatan juga terjadi pada setiap indikator, yaitu kemampuan menyebut angka secara urut meningkat dari 42,9% menjadi 92,9%, kemampuan mengenal simbol angka meningkat dari 35,7% menjadi 92,9%, dan kemampuan mencocokkan angka dengan jumlah benda meningkat dari 28,6% menjadi 85,7%. Selain itu, penerapan permainan ular tangga juga meningkatkan keaktifan, antusiasme, dan kepercayaan diri anak selama proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan ular tangga efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan, yang ditunjukkan oleh masih banyaknya anak yang belum mampu menyebutkan urutan angka, mengenali simbol angka, dan mencocokkan angka dengan jumlah benda secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil penerapan permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B TK Pelita Harapan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase yang didukung deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan ular tangga mampu meningkatkan kemampuan mengenal angka anak secara signifikan. Rata-rata kemampuan mengenal angka meningkat dari 35,7% pada kondisi awal menjadi 64,3% pada Siklus I dan mencapai 90,5% pada Siklus II. Peningkatan juga terjadi pada setiap indikator, yaitu kemampuan menyebut angka secara urut meningkat dari 42,9% menjadi 92,9%, kemampuan mengenal simbol angka meningkat dari 35,7% menjadi 92,9%, dan kemampuan mencocokkan angka dengan jumlah benda meningkat dari 28,6% menjadi 85,7%. Selain itu, penerapan permainan ular tangga juga meningkatkan keaktifan, antusiasme, dan kepercayaan diri anak selama proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan ular tangga efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmad Syarifudin, Achmad Adi Atmoko Aditya Aditya Afandi Afandi Afrianti, Sulis Afrianti, Sulis Agustina Lestari Alisdar Alisdar Alta Feros Amin Yusi Nur Sa’ida Amir Iuthfi Amira Amira Andi Usman Animar Anisa Lestari Anita Anita Ardalina, Ardalina Asmiyanti Asmiyanti Asrina Nelti AZMI AZMI Azriani, Yuni Berkatul Jannah Burhanuddin Cakranegara, Pandu Adi Chairani Lubis Chichi Malyuni Citra Ayu Citra Ayu Dahraini Hannum Daulay Darwanis Darwanis Daulay, Dahraini Hannum Daulay, Henri Yanto Desi Anggraini Desy Elviani Desy Gusmisari Dina Mariana Dwi Viora Elmi Yati Erfi Yanti Eriana, Evi Erlina Ratna Asmara Erlinawati Erlinawati Eva Kurnia Ningsih Evi Daryani Fadhilaturrahmi Fadhilaturrahmi Fatmawati Fatmawati Fauzi Aldina Fazira, Sinta Fazira, Sinta Febri Nurhayati Fina Alfianita Fitri Fitri Fitri Indriani Fitri Yanti Fitriani Fitriani Habibah Siregar Hairi Juanda Hanisa Haris Haris, Hanisa Harum Suprianingsih Hasanah, Lailatun Hasnawati Hasnawati Hastuty, Milda Helen Devimar Hendri Yanto Daulay Herniwati Herniwati Hijrah, Ilham Maulana husnah, Fidyatul Ida Ayu Putu Sri Widnyani Idawati Idawati Ihsaniati Ihsaniati Iis Aprinawati Ilham Maulana Hijrah Imam Hanafi Irawati Irawati Irfadillah Putri Irwan Ita Mariani Ita Paridawati Izurani, Izurani Jenny Amelia Joni Joni Joni, Joni Kamal Kamsiah Kamsiah Karyawati, Tuti Kasman Edi Putra Kasman Ediputra Khumairoh Khumairoh Kusuma, Yanti Yandri Lestari, Leni Lestari, Yesi Lusi Marleni, Lusi M. Habib Ridho M. Habib Ridho A.R M. Syahrul Rizal Mahdalena Mahdalena Mardhatillah, Mardhatillah Mariana Jumaida Marsul Masrul Marzul Masnun Masnun Masrul Djalal Masrul Masrul Mazdalena Mazdalena Melvi Lesmana Alim Melvi Lesmana Amin Miftahul Husna Miftahul Jannah Mira Ariyanti Mohammad Fauziddin Mohd Khairul Aswadi Mohd. Fauziddin Molli Wahyuni Mufarizuddin Muhammad Syahrul Riza Muhammad Yusup Muhidin Muhidin Mukminan Musmulyadi Musmulyadi Nabila Safitri Nasrul Nelpita Sari Nining Yuningsih Nuraisah Nurasiah Nurhaswinda Nurhayati, Febri Nurhayati Nurhidayah Sari Nurmalina Nurmalina , Nurmalina Nurmalina Nurmalina Nurmalina Nurmalina, Nurmalina Nurmnalina Piliati, Indros Pitri Humairoh Putra, Iwan Putri Asilestari, Putri Putri Hana Pebriana Putri Suci Wulandari Putri, Irfadillah Putri, Monica Dwi Rahmat Rahmat Rais Ramdhan Witarsa Ramdhan Wtarsa Rani, Afriza Rahma Ranti Aftalina Reni MaharanI Rissa, Mutia Rizal, Muhammad Syahrul Rizki Amalia Rizki Amalia Rizki Ananda Robisah Robisah Rosda Fatimah Rusdial Marta Saniati Septian Mulyadi Setriana Kasih Siti Aisyah Aisyah Siti Mahot Hasibuan Sri Wahyuni Sumarni Sumarni Sumianto Sumianto Supeno Supeno Supeno Supeno Suriyani Suriyani Suryaningsih Suryaningsih Syafril Efendi Syaripudin Syaripudin Tatiana, Tatiana Tety Sarah Toto Nusantara Ucu Rahayu Ufaul Hasanah Vitri Anggraini Hardi Wiwid Satriyo Wulandari Wulandari Yanti Yandri Kusuma Yenda Puspita Yenni Fitra Surya Yenteti, Filda Yesi Lestari Yolanda Pahrul Yurdaningsih Yurdaningsih Yusuf Hanafi Zainudin Zainudin Zamroh, Zamroh Zul Azmi Zulhendri Zulhendri Zulhendri