Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA KREATIVITAS GURU DAN GAYA BELAJAR SISWA DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 BONTOMARANNU KABUPATEN GOWA Reski Ramadani; St. Hasmiah Mustamin; Ridwan Idris
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 5 No 1 (2017): June
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.864 KB) | DOI: 10.24252/mapan.2017v5n1a6

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui hubungan antara kreativitas guru dan gaya belajar siswa dengan hasil belajar matematika siawa kelas X SMA Negeri 1 Bontomarannu Kabupaten Gowa. Jenis penelitian ini adalah Ex-post facto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kreativitas guru dan gaya belajar siswa dengan hasil belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 1 Bontomarannu Kabupaten Gowa. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan statistik deskriptif untuk kreativitas guru dan gaya belajar siswa berada pada kategori sedang dengan persentase 76% dan 66%. Kemudian untuk hasil belajar matematika siswa diperoleh nilai persentase sebesar 55% yang berada pada kategori sedang. Adapun hasil analisis statistik inferensial (korelasi berganda) diperoleh sig. F Change < 0.05. Artinya, terdapat hubungan positif penerapan antara kreativitas guru dan gaya belajar siswa secara bersama-sama dengan hasil belajar matematika siswa di SMA Negeri 1 Bontomarannu Kabupaten Gowa.
PERBEDAAN TINGKAT PEMAHAMAN MATEMATIKA PESERTA DIDIK KELAS VIII YANG DIAJAR MENGGUNAKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) DAN KURIKULUM 2013 DI SMPN 1 DAN SMPN 2 MARBO KAB. TAKALAR Hadrianti Budiman; Muhammad Rusydi Rasyid; Ridwan Idris
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 5 No 1 (2017): June
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.285 KB) | DOI: 10.24252/mapan.2017v5n1a9

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta didik yang diajar dengan menggunakan KTSP dan kurikulum 2013 di SMPN 1 Marbo Kab. Takalar. Pendekatan penelitian ini tergolong kuantitatif dengan jenis penelitian Kausal Komparatif. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pemahaman matematika Peserta Didik kelas VIII di SMPN 2 Marbo lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat pemahaman matematika Peserta Didik kelas VIII di SMPN 1 Marbo (???? ???????????????? = 45.71 > ???? ????.13 = 42.86). Selanjutnya, hasil analisis SPSS Versi 20.0 menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan tingkat pemahaman Matematika Peserta Didik kelas VIII di SMPN 2 Marbo yang diajar menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Kurikulum 2013 di SMPN 2 dan SMPN 1 Marbo Kab.Takalar ditunjukkan dengan perhitungan ????ℎ???????? = 0,536, df = 40 dan nilai sig. (2-tailed) = 0,595, karena ????ℎ???????? < ???????????????????????? = 2,02 dan sig > ???? = 0.05 yang berarti ????0 diterima.
MINIMALISASI KESULITAN SISWA DALAM PENYELESAIAN MASALAH MATEMATIKA DENGAN PENERAPAN POLA LATIHAN TERBIMBING KELAS XII IPA1 SMA NEGERI 1 ANGGERAJA, KECAMATAN ANGGERAJA, KABUPATEN ENREKANG Akwal W; Thamrin Tayeb; Ridwan Idris
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 4 No 2 (2016): December
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.266 KB) | DOI: 10.24252/mapan.2016v4n2a6

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan di SMA Negeri 1 Anggeraja yang bertujuan untuk meminimalkan kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika dengan menerapkan pola latihan terbimbing. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas XII IPA1 SMA Negeri 1 Anggeraja pada Tahun Pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 24 orang. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa setelah diberikan tindakan pada Siklus I, diperoleh skor rata-rata kemampuan menyelesaikan masalah matematika sebesar 70,00 dari skor ideal 100 dan berada pada kategori sedang, selanjutnya pada Siklus II, diperoleh skor rata-rata kemampuan menyelesaikan masalah matematika sebesar 76,875 dari skor ideal 100 dan berada pada kategori tinggi, hal ini berarti rata-rata tingkat penguasaan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika dengan menerapkan pola latihan terbimbing berada pada kategori tinggi berarti bahwa tingkat ketuntasan siswa mengalami peningkatan sebagai akibat dari minimalnya kesulitan belajar, dan sikap siswa terhadap pembelajaran yang dilakukan meningkat, yang dapat dilihat dari hasil respon siswa terhadap situasi yang diberikan dari Siklus I ke Siklus II. Dari hasil penelitian ini, secara umum dapat disimpulkan bahwa kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika siswa Kelas XII IPA1 SMA Negeri 1 Anggeraja setelah dilakukan pembelajaran dengan pola latihan terbimbing dapat diminimalkan.
PENGARUH KECERDASAN INTERPERSONAL DAN TAKS COMMIMENT TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII MTS NEGERI BALANG-BALANG KABUPATEN GOWA Najamuddin Najamuddin; Ridwan Idris; Ahmad Afiif
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 3 No 2 (2015): December
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.411 KB) | DOI: 10.24252/mapan.2015v3n2a3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kecerdasan interpersonal dan taks commitment terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII MTs Negeri Balang-Balang Kebupaten Gowa. Jenis penelitian ini adalah Ex-post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTs Negeri Balang-Balang Kabupaten Gowa yang berjumlah 257 siswa sedangkan sampelnya adalah 51 siswa dengan teknik pengambilan sampel random sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan menggunakan analisis regresi sederhana dan analisis regresi ganda. Berdasarkan analisis statistik deskriptif diperoleh gambaran kecerdasan interpersonal berada pada kategori sedang yakni sebesar 57%, gambaran task commitment berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 65% dan gambaran gasil belajar matematika berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 67%. Berdasarkan analisis statistik inferensial dengan menggunakan analisisregresi sederhana, pengaruh kecerdasan interpersonal terhadap hasil belajar matematika didapatkan nilai sig adalah 0,000<0,05 berarti H0 ditolak, pengaruh task commitment terhadap hasil belajar matematika didapatkan nilai sig adalah 0,000<0,05 berarti H0 ditolak. Analisis regresi ganda didapatkan pengaruh kecerdasan interpersonal dan task commitment terhadap hasil belajar matematika siswa didapatkan Fhitung>Ftabel (30,251>3,19) berarti H0 ditolak. Ini artinya baik kecerdasan interpersonal dan task commitment terdapat pengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa.
PROBLEM-BASED LEARNING WITH A SCIENTIFIC APPROACH AS A SOLUTION TO DEVELOP STUDENTS' MATHEMATICS LEARNING OUTCOMES A. Riska Atika; Ridwan Idris; Andi Ika Prasasti Abrar; Ahmad Farham Majid
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 8 No 1 (2020): JUNE
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.199 KB) | DOI: 10.24252/mapan.2020v8n1a4

Abstract

Abstract:This study aims to understand the influence of the problem-based learning model with a scientific approach to grade VIII students' mathematics learning  outcomes at SMP Negeri 1 Sungguminasa. This research uses a quasi-experimental method with a non-equivalent control group design. This research collected its research data through the distribution of observation sheets and learning achievement tests. Based on the descriptive statistical analysis results that the average value of student learning outcomes by using the problem-based learning model is 78.7, and the standard deviation is 7.21, while the average value of student learning outcomes without the problem-based learning model treatment is 72.19, and the standard deviation is 7.01. The results of the inferential analysis indicate the significant value (2-tailed) of 0.003 < 0.05, signifying a rejected H0. For that reason, this research concludes that there is a significant difference in grade VIII students' mathematics learning outcomes at SMP Negeri 1 Sungguminasa when the problem-based learning model with a scientific approach is implemented.Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaraan berbasis masalah dengan pendekatan saintifik terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII  SMP Negeri 1 Sungguminasa. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain penelitian non equivalent control group design. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan tes hasil belajar. Berdasarkan hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa menggunakan model problem based learning adalah sebesar 78,7 dan standar deviasinya 7,21, sedangkan rata-rata hasil belajar siswa yang tidak menggunakan model problem based learning adalah 72,19 dan standar deviasinya 7,01.  Hasil analisis inferensial menunjukkan nilai signifikan (2-tailed) sebesar 0,003 < 0,05, yang berarti H0 ditolak. Oleh karena itu, apat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan dalam hasil belajar matematika siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Sungguminasa ketika menerapkan model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan saintifik.
PENDIDIKAN SEBAGAI AGEN PERUBAHAN MENUJU MASYARAKAT INDONESIA SEUTUHNYA Ridwan Idris
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 16 No 1 (2013): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2013v16n1a5

Abstract

 Abstrak: Tulisan ini akan membahas tentang perubahan sosial di Indonesia, proses pendi- dikan di Indonesia, masyarakat Indonesia seutuhnya dan peranan pendidikan sebagai agen perubahan sosial. Saat sekarang ini, pendidikan kita masih jauh untuk dapat  dikatakan  menjadi  agen  perubahan.  Hal  tersebut  dikarenakan  variatifnya tantangan seperti; masalah mutu pendidikan, relevansi pendidikan, akses pendidikan,  manajemen  sistem  pendidikan  nasional,  sumber  pembiayaan,  perbedaan prioritas pengelolaan pendidikan antar-kabupaten/kota sebagai konsekuensi otonomi daerah. Tantangan mesti dihadapi untuk dapat mewujudkan manusia Indonesia yang; religius dan bermoral, menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan, sehat jasmani dan rohani, berkepribadian dan bertanggung jawab. Untuk mewujudkan  masyarakat  Indonesia  seutuhnya,  pendidikan  harus  relevan  dengan empat  pilar  belajar  yaitu;  learning  to  know,  learning  to  do,  learning  to  live  together, dan learning to be. Abstract: This paper discusses about social change in Indonesia, the process of education in Indonesia, the complete Indonesian people and the role of education as an agent of social change. Nowadays, our education is still far to be called as an agent of change.  That  is  because  of  the  varied  challenges  such  as  problems  of  education quality,  relevance  of  education,  access  to  education,  national  education  system management, financing sources, differences in management priorities inter regency/city as a consequence of regional autonomy. Challenges must be overcome to realize  the  Indonesian  people;  which  are  religious  and  moral,  master  of  science and skills, have physically and mentally healthy, have good personality and have responsiblity.  To  realize  the  complete  Indonesian  society,  education  should  be relevant to the four pillars of learning, namely: learning to know, learning to do, learning to live together, and learning to be.  
PENGARUH IMPLEMENTASI MANAJEMEN KELAS TERHADAP PERILAKU BELAJAR MAHASISWA PADA JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN ALAUDDIN MAKASSAR Ahmad Afiif; Ridwan Idris
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 19 No 2 (2016): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2016v19n2a1

Abstract

This paper contains the results of the research which aimed to determine the ef-fect of the implementation of classroom management on students learning beha-vior at the Department of Islamic Education Management at Tarbiyah and Tea-ching Faculty of UIN Alauddin Makassar. The research approach was quantita-tive with the type of Ex Post Facto and the model of research was descriptive cor-relational study. The population of the research was all of the students of the De-partment of Islamic Education Management of Tarbiyah and Teaching Faculty. The sample consisted of 31 students. The methods that were used in the data col-lection was a questionnaire on the implementation of classroom management and a scale of learning behavior. Data analysis techniques used was simple linear reg-ression formula. The results of the research pointed-out that there was a positive correlation between the implementation of classroom management and students learning behavior. This means that the better the implementation of class mana-gement, the better the student learning behavior.
PENDEKATAN PENDIDIKAN BERBASIS MUTU Ridwan Idris
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 12 No 1 (2009): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2009v12n1a8

Abstract

It is widely accepted that educational institution plays an important role in developing human resource. Due to this, high quality educational institutions should be thoroughly developed. It is argued that to develope high quality education depends strongly on the government policy, particularly in the issue of autonomy level of the institution. The concept of school based management which leads educational institution to be more independent is a relevant model of developing good quality education. This model allows community at large to actively participate in developing the quality of education.
MENGATASI KESULITAN BELAJAR DENGAN PENDEKATAN PSIKOLOGI KOGNITIF Ridwan Idris
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 12 No 2 (2009): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2009v12n2a3

Abstract

The profession of teaching is not always easy, as it needs respective knowledge and skill. The responsibility of teachers is not only to transfer their knowledge to their students, but most importantly is to help them solve learning difficulties. Students coming to schools bring different problems as they are from different background. Some go to school with their personal problems, and some with family problems. The teachers, therefore, should be close to their students and know their individual learning difficulties, and help them how to learn effectively.
APBN PENDIDIKAN DAN MAHALNYA BIAYA PENDIDIKAN Ridwan Idris
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 13 No 1 (2010): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2010v13n1a7

Abstract

The budget of education which has been promoted for an increase would be a reality. The importance of qualified education has been explicitly expressed in the National Constitution, and an increase of educational budget may positively be associated with the quality of education. The remaining problem is the high cost of education particularly for the bottom and middle economic class. Basically, an increase of educational budget would help the com-munity to get access to low cost education easily. Therefore, there must be a political will by the government and the parliament to wisely allocate the budget. In addition, the community and all other stakeholders of educational institutions should control and direct the budget to the right way to achieve qualified education evenly.