Claim Missing Document
Check
Articles

INVENTARISASI POTENSI EKOWISATA DI JALUR BUKIT TEPANGGANG HUTAN ADAT GUGUK KABUPATEN MERANGIN Albayudi, Albayudi; Adriadi, Ade; Irgi Firaa, Mohd; Saputra , Rizky; Kurnia, Agung
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol. 14 No. 01 (2025)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.14.01.40666

Abstract

The Guguk Customary Forest has a forest area of 690 ha. Since 2003 it has been designated as a customary forest area through Merangin Regent Decree Number: 287 of 2003, precisely on November 23 2003. Potential attraction object Natural tourism (ODTWA) in the Guguk Traditional Forest area consists of several objects, namely potential natural views at the top of Tepanggang Hill, hiking/tracking in the Guguk traditional forest area, fishing, swimming and exploring the area using boats or bamboo rafts along the Betung River. and enjoy the Betung River waterfall., Potential flora in the form of various types of rare trees, which based on the results of the KKI-Warsi survey there are 10 families with a total of 167 trunks with an average diameter of more than 90cm and Dipterocarpaceae as the dominant tree group, orchards owned by residents and the damang tree where bees place their hives and produce honey. Potential fauna diversity, based on the results of a survey of vertebrate animals by Fauna Flora Indonesia in the Batang Nilo-Nilo Cold production forest area, which was recorded as consisting of 83 types of mammals, 91 types of Herpetofauna, and 221 types of Aves. The aim of this research is to inventory the flora and fauna on the Tepanggang hill climbing route in the Guguk traditional forest in Guguk Village, Merangin Regency, Jambi Province. The Guguk Traditional Forest has one route that has been inventoried, namely the Bukit Tepanggang route which has the potential for birds, mammals, primates and plants. The potential flora and fauna found on the route are 9 types of birds, 3 types of primates, 2 types of mammals, 20 types of plants, rivers and 2 viewpoints. The planning for observation activities on the tepanggang hill route of the Guguk Traditional Forest includes activities to recognize mammals, observe primate activities, identify tree types in the area, birdwatching, rivers and viewing peaks
Potensi Dan Strategi Pengembangan Ekowisata Danau Tangkas Di Desa Tanjung Lanjut Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi: Potential and Strategy for the Development of Lake Tangkas Ecotourism in Tanjung Continue Village, Sekernan District, Muaro Jambi Regency Albayudi, Albayudi; Mekensi, Pedi; Adriadi, Ade; Napitupulu, Richard RP
Jurnal Silva Tropika Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v8i1.35337

Abstract

ABSTRACT The background of this research is that one of the tourist destinations in Muaro Jambi Regency which offers a natural feel is Tangkas Lake Ecotorisme. This nature tour is located in Tanjung Lanjut Village, Sekernan District, Muaro Jambi Regency, Jambi Province. The natural tourism potential of Lake Tangkas itself is very diverse and there are still many that have not been identified, both the flora, fauna and the uniqueness of other natural resources. In the development of Lake Tangkas natural tourism, a good and appropriate strategy is needed. The purpose of this study is to analyze the potential and development strategies contained in Lake Tangkas, Tantung Lanjut Village, Sekernan District, Muaro Jambi Regency. This research was carried out in Muaro Jambi Regency which offers a natural feel, namely Tangkas Lake Nature Tourism. This nature tour is located in Tanjung Lanjut Village, Sekernan District, Muaro Jambi Regency, Jambi Province. The analytical method used in this research was descriptive qualitative and sampling for visitors was carried out using purposive sampling method, determining the number of respondents using the Slovin formula which obtained as many as 100 respondents. Data analysis techniques in this study are ADO-ODTWA analysis and SWOT analysis. The results showed that the natural tourism object of Lake Tangkas based on the results of ADO-ODTWA research had the potential to be developed because the scoring component scored very potential, namely tourist attraction (1100), accessibility (500), accommodation (45), facilities and infrastructure (180) and availability of clean water (630). The SWOT analysis is in quadrant 1 where this position is favorable for the development of the Lake Tangkas natural tourism object.   Keywords: potential, strategy, development, lake tangkas ecotourism   ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh salah satu destinasi wisata di Kabupaten   Muaro Jambi yang menawarkan nuansa alamnya adalah Ekowisata Danau Tangkas. Wisata alam ini berada di Desa Tanjung Lanjut, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Potensi wisata alam Danau Tangkas sendiri sangat beragam dan masih banyak yang belum teridentifikasi, baik flora, faunanya serta keunikan sumber daya alam lainnya. Dalam pengembangan wisata alam danau tangkas diperlukan strategi yang baik dan tepat. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi dan strategi pengembangan yang terdapat di Danau Tangkas Desa Tanjung Lanjut, Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian ini dilaksanakan di di Kabupaten Muaro Jambi yang menawarkan nuansa alamnya adalah Wisata Alam Danau Tangkas. Wisata alam ini berada di Desa Tanjung Lanjut, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif dan pengambilan sampel untuk pengunjung dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling, penentuan jumlah responden dengan menggunakan rumus Slovin yang diperoleh sebanyak 100 responden. Teknik analasis data dalam penelitian ini adalah analisis ADO-ODTWA dan Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan objek wisata alam Danau Tangkas berdasarkan hasil penelitian ADO-ODTWA sangat berpotensi untuk dikembangkan dikarenakan komponen penilaian scoring mendapatkan nilai sangat berpotensi yaitu daya tarik wisata (1100), aksebilitas (500), Akomodasi (45), sarana dan prasarana (180) serta ketersediaan air bersih (630). Analisi SWOT berada diposisi kuadran 1 dimana posisi ini menguntungkan bagi pengembangan objek wisata alam Danau Tangkas.   Katakunci: potensi, strategi, pengembangan, ekowisata danau tangkas
Pemanfaatan Tumbuhan Ritual: Eksplorasi Etnobotani Dalam Kegiatan Adat Masyarakat Melayu Jambi Seberang Kota Jambi Khoiriyah, Zhulfatul; Adriadi, Ade; Husnudin, Uni Baroroh
Jurnal Penelitian Sains dan Pendidikan (JPSP) Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/tx0enh53

Abstract

Masyarakat suku Melayu Jambi memanfaatkan tumbuhan dalam berbagai kegiatan adat. Beberapa kegiatan adat yang masih dilestarikan yaitu dalam rangkaian acara pernikahan, kehamilan dan kelahiran. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi spesies tumbuhan yang digunakan dalam kegiatan adat serta menentukan Indeks Cultural Significance (ICS), Use Value (UV), dan Plant Part Value (PPV). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui proses wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik snowball sampling dan purposive sampling. Analisis data tumbuhan yang digunakan dalam kegiatan adat dilakukan secara kualitatif secara deskriptif dan kuantitatif dengan menghitung nilai Indeks Cultural Significance (ICS), Use Value (UV) dan Plant Part Value (PPV). Hasil penelitian menunjukkan, tumbuhan yang digunakan untuk kegiatan adat di Kelurahan Olak Kemang yaitu sebanyak 28 spesies dari 20 famili.  Nilai ICS paling tinggi yaitu 52 dari spesies Pandanus amaryllifolius. Nilai UV paling tinggi yaitu 0,037 dari spesies Cananga odorata, Cocos nucifera, Pogostemon cablin, Jasminum sambac, Pandanus amryllifolius, Rosa sp. dan Oryza sativa. Nilai PPV paling tinggi yaitu pada bagian daun sebesar 47%.
PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA DESA TANGKIT MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH ALAM LOKAL MENJADI PRODUK EKONOMI UNTUK MEMBANTU PEREKONOMIAN KELUARGA Riski Gusti, Diah; Lestari, Intan; Adriadi, Ade; Oktarise Dwina, Dila; Alfernando, Oki
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i2.556-561

Abstract

Setiap jenis tumbuhan ataupun tanaman memiliki bagian morfologi yaitu daun, batang, buah, bunga dan akar. Tidak banyak dari kita yang tahu bahwa beberapa jenis daun ternyata bisa dimanfaatkan sebagai bahan seni atau kerajinan yang bernilai tinggi. Misalnya daun sirsak, daun nangka, daun jeruk, daun rambutan, daun pterydophyta dan lain-lain. Banyak kita jumpai jenis-jenis tanaman tersebut dibudidayakan oleh masyarakat karena buah dari jenis tanaman tersebut memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Akan tetapi banyak dari masyarakat tidak memanfaatkan daun dari jenis tanaman tersebut, padahal daun dari jenis tanaman tersebut bisa berpotensi sebagai obat-obatan, selain itu bisa juga digunakan untuk produk kerajinan tangan yaitu dibuat menjadi souvenir. Sekitar desa tangkit banyak terdapat berbagai jenis tanaman yang umumnya tumbuh liar yang tidak terlalu dimanfaatkan dan hanya menjadi sampah. Hal ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk yang memiliki nilai ekonomi seperti souvenir. Produk dapat dihasilkan dengan memberdayakan ibu rumah tangga untuk dapat membantu perekonomian keluarga yang semakin sulit akibat semakin menipisnya stock bahan baku batu bata yang menjadi sumber utama perkenonomian warga. Kegiatan pembuatan souvenir ini sangat penting dilakukan karena bahan dan alatnya sangat mudah didapatkan serta prosedur kerjanya yang tidak susah sehingga ibu-ibu rumah tangga bisa membuat souvenir. Mitra yang akan bekerjasama dengan kami adalah masyarakat khususnya ibu rumah tangga RT. 26 Desa Tangkit Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi. Melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan akan memberikan pengetahuan, keterampilan dan bakat berwirausaha kepada mitra yaitu masyarakat terutama Ibu-Ibu Rumah Tangga RT. 26 Desa Tangkit melalui pelatihan pengolahan limbah alam lokal menjadi produk bernilai ekonomi untuk membantu perekonomian keluarga. Dalam melakukan pengabdian pelatihan pembuatan souvenir dari limbah alam lokal, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan bahwa limbah alam lokal memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan bisa dijadikan sebagai pendapatan. Kegitan ini juga diharapakan dapat meningkatkan softskill mitra dalam bidang kewirausahaan sehingga mitra dapat membuat atau mendirikan sendiri tempat penjualan dari souvenir gantungan kunci dari limbah alam lokal tersebut sehingga bisa membuka lapangan kerja bagi orang lain. Kegiatan dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 23 September 2023 di Desa Tangkit Kecamatan Sungai Gelam, dimana ibu-ibu sangat antusias dalam mengikuti pelatihan, diakhir kegiatan terbuatnya produk souvenir gantungan kunci yang bisa membantu menambah penghasilan ibu-ibu dalam kehidupan sehari-hari.
Community Service: Training on Creating Dry Herbarium As A Learning Media For Senior High School Students : Pengabdian kepada Masyarakat: Pelatihan Membuat Herbarium Kering Sebagai Media Pembelajaran Untuk Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 11 Kota Jambi Asra*, Revis; Adriadi, Ade; Suprayogi, Dawam; Ul Maritsa, Hasna; Wahyuni, Fitra
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 6 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i6.23755

Abstract

This community service program aimed to enhance the competencies of senior high school teachers and students in creating a simple herbarium as an environmentally based biology learning medium. The program employed tutorials and group mentoring, receiving positive feedback from all participants. During the training, five plant species were successfully identified and converted into herbarium specimens, thereby improving practical knowledge and skills. The findings indicate that the use of herbarium effectively deepens students’ understanding of biological concepts through interactive activities both in the classroom and in the laboratory. Additionally, the program fostered the utilization of local biodiversity within the school environment, raising awareness of ecosystem conservation. Overall, the development of a simple herbarium contributed significantly to achieving biology learning objectives in senior high schools and can continue to serve as a sustainable educational resource.
The Utilization of Organic Waste at State Senior High School 3 Muaro Jambi as an Environmentally Friendly Multipurpose Liquid: Pemanfaatan Limbah Organik Di Sma N 3 Muaro Jambi Sebagai Cairan Serbaguna Yang Ramah Lingkungan Ihsan, Mahya; Adriadi, Ade; Wulandari, Tia; Sazali, Ahmad; Wahyuni, Fitra; Vermita Bestari, Andini; Suprayogi, Dawam
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 6 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i6.24449

Abstract

Waste management has become a central issue due to the growing population and the increasing amount of unmanaged waste. This management should be implemented across all aspects of life, from small to large scales. At the smaller scale, waste management is introduced starting from schools, where values are instilled in students that they will carry into adulthood. The habit of managing waste from an early age is expected to become a positive practice in the future. State Senior High School (SMA N) 3 Muaro Jambi is a well-regarded Senior High School in Jambi Province, holding an A accreditation. Currently, SMA N 3 Muaro Jambi does not have an effective waste management system, particularly for organic waste. Additionally, the school is planning to implement the Adiwiyata program, which includes waste management as one of its key points. This community service activity is carried out in three stages: a survey and analysis of the waste problems, socialization of organic waste management into liquid organic fertilizer as an environmentally friendly solution, and practical training in organic waste management. It is hoped that this activity will provide students with knowledge that can lead to business development, serve as a benchmark for other schools in Jambi Province, and help fulfill the requirements for the Adiwiyata program.
KAJIAN SISTEM POLINASI BEBERAPA GENUS ARECACEAE BERDASARKAN MORFOLOGI PERBUNGAAN: Study of Polination Systems of Several Arecaceae Genus Based on Flower Morphology Yulianto, Dwi Cahyo; Asra, Revis; Adriadi, Ade
Biospecies Vol. 15 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v15i2.14662

Abstract

Famili Arecaceae (Palem-paleman) merupakan famili tertua di antara tumbuhan berbunga, yang memiliki lebih dari 200 genus dan 3.000 spesies yang tersebar di daerah tropis dan sub tropis di dunia. Ciri morfologi perbungaan setiap spesies tumbuhan mengakibatkan perbedaan proses polinasi, sehingga pengetahuan tentang morfologi perbungaan Arecaceae akan mempermudah menentukan sistem polinasi serta metode pemuliaan yang dapat diterapkan. Tujuan dari kajian studi literatur ini untuk mengetahui sistem polinasi berdasarkan morfologi perbungaaan pada famili Arecaceae dan korelasi antara morfologi perbungaan dengan agen polinasi pada famili Arecaceae.Metode yang digunakan dalam kajian studi literatur ini yaitu pengoleksian artikel, penyeleksian artikel dan pengolahan data secara deskriptif kualitatif. Pengoleksian dan penilaian artikel dilakukan melalui data base google scholar, Garuda dan scimagojr. Hasil analisis artikel yang diperoleh yaitu morfologi perbungaan pada 7 genus famili Arecaceae yang ditelusuri memiliki bunga berwarna kuning dan merah. Karakteristik infloresen yaitu terletak di ketiak daun, tipe infloresen tidak terbatas, bentuk infloresen tongkol majemuk (kecuali genus Nypa dan Elaeis berbentuk bongkol majemuk), dan panjang infloresen berkisar 8 cm – 440 cm. Struktur perbungaan adalah monoecious, dioecious, dan androdioecious. Agen polinasi potensial pada 7 genus tersebut adalah serangga dari famili Apidae (lebah), Curculionidae (kumbang), dan Formicidae (semut. Jenis-jenis lebah dan kumbang mendominasi penyerbukan pada bunga berbentuk bongkol majemuk, sedangkan pada bunga tongkol majemuk ketiga agen polinasi potensial dapat ditemukan dengan jumlah jenis yang beragam. Agen-agen polinasi tersebut berinteraksi secara mutualisme sesuai dengan ketertarikan mereka dengan morfologi perbungaan genus-genus tersebut dan secara tidak langsung mempengaruhi adaptasi morfologi perbungaan 7 genus tersebut dalam proses reproduksinya.
KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN PERIFITON PADA VEGETASI TUMBUHAN DI RAWA BENTO SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS AIR: Diversity And Abundance of Perifitonon Plant Vegetation in Bento Swampas A Water Quality Bioindicator Thiara, Thiara Sri Utami; Asra, Revis; Adriadi, Ade
Biospecies Vol. 15 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v15i2.14924

Abstract

Perifiton merupakan salah satu organisme yang dapat digunakan sebagai indikator biologi suatu perairan yang hidupnya menetap atau menempel pada makhluk hidup maupun benda mati. Rawa bento meruapakan salah satu rawa tertinggi yang berada di Sumatera, yang memiliki perairan yang jernih sehingga dapat menunjang kehidupan masyarakat sekitarnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Keanekaragaman dan Kelimpahan perifiton pada substrat alami vegetasi tumbuhan, serta faktor fisik dan kimia di rawa bento, lalu menganalisis hubungan keduanya terhadap kualitas air. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan maret-juni 2021 berdasarkan metode purposive sampling. Hasil yang didapatkan ialah kelimpahan perifiton memperoleh nilai yang tinggi pada substrat tumbuhan Krokot (Portulaca sp), yang diikuti oleh substrat Eceng gondok (Echornia crassipes), dan Kiambang (Salvinia sp.) Keanekaragaman perifiton terdapatnya 35 jenis perifiton yang termasuk kedalam 7 kelas. Hubungan Kelimpahan Perifiton dengan kualitas air di Rawa Bento memiliki hubungan yang positif pada parameter oksigen terlarut dan nitrat. Kualitas air di Rawa Bento termasuk kedalam kategori tidak tercemar berdasarkan kelimpahan dan keanekaragaman perifiton pada vegetasi tumbuhan dan berdasarkan pengukuran faktor fisik dan kimia perairan di Rawa Bento yang diperoleh pada penelitian ini.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KAYU SECANG ( Caesalpinia sappan L.) TERHADAP BAKTERI Edwardsiella tarda DAN Edwardsiella ictaluri PATOGEN BUDIDAYA PERIKANAN Sazali, Ahmad; Adriadi, Ade; Yusuf, Ashif Irvan; Maritsa, Hasna Ul; Siringo-ringo, Annisa Juliana; Kise, Hanny Faatihah
Berita Biologi Vol 23 No 1 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/beritabiologi.2024.2606

Abstract

The disease caused by pathogenic bacteria is one of the main problems in aquaculture in the Jambi Province. One of the diseases that occurs in cultivated catfish is due to infection by bacteria Edwardsiella tarda and Edwardsiella ictaluri, which cause Edwardsiellosis with a mortality rate above 50%. The antibacterial properties of the sappanwood extract (Caesalpinia sappan, L.) can be used to overcome problems in aquaculture, while reducing the use of antibiotics that can have negative impacts. This research aims to explore the antibacterial potential of sappanwood extract (Caesalpinia sappan, L.), a local plant believed to possess strong antimicrobial activity. The study began with isolating bacteria from catfish that showing symptoms of the disease, identifying the test bacteria, followed by extracting sappanwood using 96% ethanol solvent. Subsequently, the antibacterial activity was tested using the disc diffusion method with extract concentrations of 1%, 5%, and 10%. The research results indicate that sappanwood extract at a concentration of 5% has a very strong ability to inhibit the growth of E. tarda and E. ictaluri bacteria. The inhibition zones produced show significant antibacterial activity equivalent to the antibiotic ciprofloxacin used as a positive control.
Cultural Importance Of Useful Plants In Kenduri Sko Traditional Ceremony Of Kerinci Community, Hamparan Rawang Sub-District, Sungai Penuh City, Jambi Province Adriadi, Ade; Asra, Revis; Wahyuni, Fitra; Marsanda, Firda Dwi; Hikmah , Nurul
Berita Biologi Vol 24 No 1 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.8326

Abstract

Hamparan Rawang District is one of the sub-districts in Sungai Penuh City, Jambi Province which has a culture and tradition. One of the traditional ceremonies in Hamparan Rawang District is the Kenduri Sko Traditional Ceremony or what is called Kenduri Pusako. Assessment of the cultural importance of plant species diversity in Kenduri Sko is useful in ethnobotanical studies which include subsistence activity strategies and traditional classifications. Data collection was carried out by interviewing key informants using the "in depth interview" method, then estimating the cultural importance value of each plant species used in Kenduri Sko with the ICS(Index Cultural Significance) formula. The results of the study found that Kenduri Sko is a tradition that symbolises the greatness of customs in their respective regions with the aim of improving friendship and which is characterised by the crowning of traditional titles, cleaning heirlooms and uniting male children of butino children. Based on the results of interviews and estimation of ICS values, it is known that the ICS value of useful plants for Kenduri Sko ranges from 8 to 50. Areca nut (Areca catechu L ) has the highest ICS value, while Cynodon dactylon (L.) Pers. has the lowest ICS value.
Co-Authors Abdul Manab Ade Nurdin Aditiya, Randi Afni Yunita Agil, Faza Satria Agung Kurnia Ahmad Sazali Aini, Yasri Syarifatul Akbar, Naufal Septrio Albayudi, Albayudi Alex Sandro Tarihoran Alfernando, Oki Almunawwar, Ahmad Faiz Amanda Rhamadani Angelita, Antra Arsa, Daniel Asniati, Asniati Asra*, Revis Asrizal Paiman Asrizal Paiman Asrizal Paiman Az-Zahra, Kanaya Bening Bakti Mandala Bambang Hariyadi Bambang Irawan Bestari, Andini Vermita Beti Septiana Darsono Budilaksono, Tri Chairul Chairul, Muhammad Citra Amelia Purba Damris Muhammad Damris, M. Dawam Suprayogi Defrizal Defrizal Diah Riski Gusti Dila Oktarise Dwina Dila Oktarise Dwina Dyah Kumalasari Edi Saputra Edi Saputra Emilia Evrillia Firmawati Ananda Febrianti, Arikah Femei Rahmilija Fernando, M. Gusri, Lailal Hafiz Muchti Kurniawan Hanum, Nabila Asri Hardiyanti, Rizky Ayu Hari Wiki Utama Hasanah, Nur Umi Hasbullah Hasbullah Hasnaul Maritsa Heriberta Heriberta Hermina Pasaribu Hikmah , Nurul Hombing, Apriana Br Hutasoit, Monica Hazelina Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ihsan, Mahya Indriani, Rini Intan Lestari Intan Lestari Irgi Firaa, Mohd Ismi Dewi Azzahra Itoh Masitoh Joko Ridho Witono Juni Harlin Anggraini Khoiriyah, Zhulfatul Kise, Hanny Faatihah M. Damris Mardhotillah, Bunga Mardiyah Ulpa Marsanda, Firda Dwi Marwoto Mauluddin, Muhammad Maya Rivana Meitriani, Yohana Mekensi, Pedi Miranti Miranti Muhajir Muhajir Musiana, Bebrina Naily Fadzillah Nanda Rayani Nanda Rayani Napitupulu, Richard RP Nopitaq, Melni Noverina, Yolla Novita Sari Nugraha, A. Prima Nur'aini, Hanifah Nursanti Nursanti Nursanti Nursanti Nursanti Nursanti Nursanti Nursanti Nursanti Nursanti Oki Alfernando Oktarise Dwina, Dila Panji, Muhamad Puji Astuti, Dwi Ramadhona, Octory Fillia Rayani , Nanda Rayani, Nanda Retno Putri Andini Revis Asra Revis Asra Revis Asra Riana Anggraini, Riana Rike Puspitasari Tamin Rike Setiawati Rini Indriani Rizaldi, M. Khafid Rezki Rizka Fikrinnisa Rizky Saputra, Rizky Sabrina Pane Sai'in Sai'in Saputra , Rizky Saragih, Rasmita Berliana Sari, Puja Permata Simamora, Edenia Septefine Siringo-ringo, Annisa Juliana Siti Solikah Solfiyeni Solfiyeni Suci Ratna Puri Suprayogi , Dawam Tampubolon, Louisa Bella Br Tazkiah Auliaputri Teguh Fachmi Thiara, Thiara Sri Utami Tia Wulandari Tri Budilaksono Tri Syukria Putra Uce Lestari Uce Lestari Ul Maritsa, Hasna Ulfa Khaira, Ulfa Uni Baroroh Husnudin Virda, Virda Yurniar Wahyuni, Silvia Yanova, Shally Yasri Syarifatul Aini Yosi Riduas Hais Yulianto, Dwi Cahyo Yuliarsyahdana, M. Rifqi Dwirafi Yusuf, Ashif Irvan