Claim Missing Document
Check
Articles

I-NusaPlant Apps : Indonesian Medical Plants Identification Using Convolutional Neural Network With Pre-trained Model MobileNetV2 Khaira, Ulfa; Saputra, Edi; Adriadi, Ade
Jurnal Ilmu Komputer dan Agri-Informatika Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Sains Data, Matematika, dan Informatika. Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jika.11.2.185-194

Abstract

Indonesia has about 30,000 different kinds of medicinal plants, which is a very large number compared to the total of 40,000 that exist all over the world. In fact, Indonesia, along with other Asian countries like China and India, has one of the highest concentrations of medicinal plants in the world. An expert is required to identify functional medicinal plants, but the number that such experts is quite limited. Convolutional Neural Networks (CNNs) and transfer learning can be very effective tools for identifying Indonesian medical plants. These methods have been shown to be highly accurate at classifying different objects. Transfer learning was used because it can reuse the knowledge gained from previous training, which speeds up the process and improves accuracy. This study used 5,000 images divided into 20 categories. The MobileNetV2 model was used, and it achieved 100% accuracy for all categories in the experiments. The Identification Indonesian Medical Plants method in this study has been implemented in the I-NusaPlant mobile-based application. The app's performance was tested, and it was found to use a maximum of 17% CPU and 197 MB of memory. This app works on all Android versions from 8.0 to 13.
Nilai Kepentingan Budaya Keanekaragaman Tumbuhan Obat Masyarakat Desa Teluk Rendah Ilir Kabupaten Tebo: Index Cultural Significance of Medicinal Plants in the Community of Teluk Rendah Village, Tebo Ilir District, Tebo Regency Albayudi, Albayudi; Adriadi, Ade; Budilaksono, Tri; Aini, Yasri Syarifatul; Nur'aini, Hanifah; Mandala, Bakti
Jurnal Silva Tropika Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v8i2.38685

Abstract

ABSTRACT Indonesia  is  a  country  with a  high  biodiversity, including medicinal plants. Fertile soil, a supportive climate, and flora diversity are significant potential for producing natural-based medicines. The use of plants in traditional medicine has long been practiced by various ethnic groups or communities across Indonesia. One way to document the use and interaction of communities with plants is through ethnobotanical studies. Quantitative ethnobotanical studies analyze plant species that hold significance for communities, aiming to support the valuation of useful plant diversity from both social and economic perspectives. This study focuses on identifying important plant species, particularly medicinal plants, that play a vital role in the lives of the people in Teluk Rendah Village, Tebo Ilir Subdistrict, Tebo Regency. The use of medicinal plants has been a long-standing tradition among the residents of Teluk Rendah Ilir Village, Tebo Ilir Subdistrict, Tebo Regency. The study was conducted from September to October 2020 in Teluk Rendah Ilir Village, Tebo Ilir Subdistrict, Tebo Regency. This research is descriptive-quantitative, employing survey methods, in-depth interviews, and quantitative analysis using the Index of Cultural Significance (ICS). A total of 65 species from 35 families were identified as medicinal plants utilized by the community. The ICS results indicated two medicinal plants with the highest scores: Zingiber officinale with an ICS value of 60 and Citrus aurantifolia with an ICS value of 54. Plants with moderate ICS values included 7 species, while 39 species were categorized as low, and 17 species were categorized as very low.   Keywords: ethnobotany, ICS (Index of Cultural Significance), medicinal plants   ABSTRAK Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumberdaya hayati, termasuk tumbuhan obat. Kesuburan tanah, iklim yang mendukung, serta keanekaragaman flora yang melimpah menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki potensi sebagai penghasil obat-obatan dari bahan alam. Penggunaan tumbuhan dalam pengobatan tradisional telah lama dilakukan oleh berbagai suku atau etnis di Indonesia. Salah satu cara pendokumentasian penggunaan dan interaksi masyarakat dengan tumbuhan adalah dengan studi etnobotani. Studi etnobotani kuantitatif dengan menganalisis jenis-jenis tumbuhan yang penting bagi masyarakat dilakukan untuk mendukung upaya valuasi keanekaragaman tumbuhan berguna baik dari nilai sosial dan ekonominya. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan khususnya tumbuhan obat yang penting dalam kehidupan masyarakat Desa Teluk Rendah Kecamatan Tebo Ilir Kabupaten Tebo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Index Nilai Budaya dari tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat Desa Teluk Rendah Ilir Kabupaten Tebo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-Oktober tahun 2020. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan metode survey dan wawancara in-depht interview dan analisis kuantitatif menggunakan analisis nilai kepentingan budaya (Index of Cultural Significanse/ICS). Terdapat sebanyak 65 spesies dari 35 famili yang dimanfaatkan sebagai obat oleh masyarakat Desa Teluk Rendah Illir. Nilai Index Cultural Significance (ICS) menunjukkan 2 jenis tumbuhan obat dengan nilai ICS tertinggi, yaitu Zingiber officinale (jahe merah) dengan nilai ICS sebesar 60 dan Citrus aurantifolia (jeruk nipis) dengan nilai ICS sebesar 54. Tumbuhan dengan dengan nilai ICS kategori moderat/sedang sebanyak 7 spesies, kategori rendah sebanyak 39 spesies dan kategori sangat rendah sebanyak 17 spesies.   Kata kunci: etnobotani, ICS (Index of Cultural Significance), tumbuhan obat
Pembudidayaan Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) Sebagai Media Pembiakan Jamur Tiram dan Jamur Merang Damris, M.; Lestari, Uce; Adriadi, Ade; Minarni, Minarni
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2020): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.896 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v4i3.11588

Abstract

Kelurahan Tanjung Johor merupakan kelurahan yang terletak di Kecamatan Pelayangan Kota Jambi yang merupakan salah satu desa binaan Universitas Jambi. Masyarakat Tanjung johor mayoritas bermata pencaharian sebagai petani karet dan sawit. Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) banyak sekali ditemukan diarea perkebunan kelapa sawit. Dengan melihat potensi yang ada maka muncul ide untuk memanfaatkan TKKS sebagai media pembiakan jamur tiram dan jamur merang diharapkan masalah limbah pada industri dan perkebunan kelapa sawit dapat dikurangi. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah membudidayakan limbah TKKS, meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai cara pembudidayaan limbah TKKS menjadi media pembiakan jamur dan memaksimalkan sumber daya manusia kelurahan Tanjung Johor. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini, yaitu penyuluhan tentang manfaat limbah TKKS dan pembuatan baglog sebagai media pembiakan jamur. Kegiatan ini menghasilkan baglog atau tempat media tumbuh jamur yang dapat meningkatkan nilai jual dari jamur tiram dan jamur merang yang dihasilkan, serta meningkatkan kreativitas sumber daya manusia di Kelurahan Tanjung Johor, Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi
Analisis Kemampuan Literasi Sains Mahasiswa Melalui Pembelajaran Berbasis Proyek pada Mata Kuliah Biologi Konservasi: (Analysis of Students’ Scientific Literacy Capabilities Through Project-Based Learning in Conservation Biology Course) Adriadi, Ade; Bestari , Andini Vermita; Suprayogi , Dawam; Rayani , Nanda
BIODIK Vol. 11 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v11i1.38123

Abstract

This study was conducted to determine the profile of students' scientific literacy skills in the conservation biology course of the Biology Study Program, FST UNJA. This study is a descriptive study conducted to determine students' initial scientific literacy skills. In this learning process, the researcher used the Project Based Learning model by utilising project assignments as literature studies carried out by students in groups. The sampling technique uses purposive sampling. The sample used was 30 students taking Conservation Biology courses from a total population of 60 students. The results of the analysis of the assignments that students had carried out obtained data on students' scientific literacy skills for one indicator in the very low category (8,3%), three indicators in the sufficient category (54,15%), four indicators in the good category (78%-81,5%), and one indicator in the outstanding category (86,6%). In conclusion, students' scientific literacy skills are good and excellent in several indicators. However, other indicators need to be improved. The existence of project-based learning by assigning students in groups to create literature study projects is capable of facilitating students to hone their scientific literacy skills with proper guidance from lecturers. If this is done, students will be able to choose and use reference sources that are guaranteed to be valid for writing scientific papers or as learning resources. Abstrak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil kemampuan literasi sains mahasiswa pada mata kuliah biologi konservasi Prodi Biologi FST UNJA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal literasi sains mahasiswa. Pada proses pembelajaran ini peneliti menggunakan model Project Based Learning dengan memanfaatkan tugas proyek berupa studi literatur yang dikerjakan oleh mahasiswa secara berkelompok. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel yang digunakan adalah 30 mahasiswa yang  mengambil mata kuliah Biologi Konservasi dari total populasi 60 mahasiswa. Adapun hasil analisis dari tugas yang telah dilakukan oleh mahasiswa didapatkan data kemampuan literasi sains mahasiswa untuk 1 indikator berada pada kategori sangat rendah (8,3%), 3 indikator berada pada kategori sedang (54,15%), 4 indikator berada pada kategori tinggi (78%-81,5%), dan 1 indikator berada pada kategori sangat tinggi (86,6%). Kesimpulannya kemampuan literasi sains mahasiswa sudah tinggi dan sangat tinggi pada beberapa indikator. Namun perlu ditingkatkan pada indikator lainnya. Adanya pembelajaran berbasis proyek dengan menugaskan mahasiswa secara berkelompok dalam membuat proyek literatur studi cukup mampu memfasilitasi mahasiswa untuk mengasah kemampuan literasi sains dengan bimbingan yang tepat oleh dosen. Jika hal ini dibiasakan mahasiswa akan mampu memilih dan menggunakan sumber rujukan yang terjamin validitasnya untuk keperluan penulisan karya ilmiah maupun untuk dijadikan sumber belajar.
KARAKTERISTIK MORFOLOGI POLEN (Calamus acehensis) Asra, Revis; Wahyuni, Silvia; Adriadi, Ade; Febrianti, Arikah
PendIPA Journal of Science Education Vol 9 No 2 (2025): June
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.9.2.349-354

Abstract

Calamus acehensis (Rustiami), known as Aceh jernang rattan, is an endemic plant with high economic value in Aceh Province. This jernang produces red resin from its fruit which is used as a natural dye for rattan handicrafts as well as in traditional medicine, such as wound medicine, headaches, and post-natal pilis. The advantage of C. acehensis over other jernang species lies in its rapid growth and high resin production at a young age. At the age of two years, the plant has reached a height of two meters and started to bear fruit. Distinctive morphological features include stem internodes up to 50 cm, leaves up to 2 meters long, petioles 35 cm long, and black leaf sheaths with long and dense spines. This study aims to assess pollen morphology to determine its pollination system and taxonomic status. Pollen samples were taken from C. acehensis growing in Rieseh Tengoh Village, Aceh and from cultivation in Jambi. Analysis was conducted using a Scanning Electron Microscope (SEM) at the UGM Integrated Research and Testing Laboratory. Results showed that both samples had small pollen size, 1.212 µm (Aceh) and 1.116 µm (Jambi), with a single monocolpate aperture shape and flat exine ornamentation. These characteristics indicate the potential for wind-assisted cross-pollination (xenogamy) (anemogamy), providing important insights for the conservation and cultivation of Acehnese jernang.
Kualitas Dan Daya Simpan Buah Naga (hylocereus costaricencis) dengan Edible Coating Pektin Kulit Buah Kakao dan Penambahan Ekstrak Jahe (Zingiber officinale): Quality and Shelf Life of Dragon Fruit with Edible Coating of Cocoa Pod Peel Pectin and Addition of Ginger Extract Asniati, Asniati; Asra, Revis; Adriadi, Ade
Biospecies Vol. 16 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v16i1.20548

Abstract

Horticultural commodities, especially fruits, have bright prospects in the agricultural sector. One of the fruits that has bright prospects and is ogled by a number of plantations and is available in fruit shops, markets, and supermarkets is dragon fruit. Efforts that can be made to maintain the quality and shelf life of dragon fruit are by coating methods, namely edible coating of pectin of cocoa pods and the addition of ginger extract. The purpose of this study was to determine the quality and shelf life of dragon fruit with edible coating of pectin of cocoa fruit peel and addition of ginger extract and to obtain the best concentration of addition of ginger extract that can maintain quality and extend shelf life of dragon fruit. This research was carried out in March-April 2022 using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 levels, namely 2 grams of cocoa peel pectin with 0% ginger extract, 2 grams of cocoa husk pectin with 9% ginger extract, 2 grams of cocoa husk pectin. with 27% ginger extract, and 2 grams of cocoa rind pectin with 54% ginger extract. The best result was the combination of 2 gram cocoa rind pectin with 54% ginger extract with a fruit weight loss value of 6.728%, fruit texture neutral, fruit color neutral with storage for 14 days. Keywods: dragon fruit, edible coating, ginger extract.   Abstrak Komoditas hortikultura, khususnya buah-buahan memiliki prospek cerah dalam sektor pertanian. Salah satu buah yang memiliki prospek yang cerah dan dilirik oleh sejumlah perkebunan serta telah tersedia ditoko buah, pasar, dan swalayan yaitu buah naga. usaha yang dapat dilakukan untuk menjaga kualitas dan umur simpan pada buah naga adalah dengan metode pelapisan yaitu edible coating dari pektin kulit buah kakao dan penambahan ekstrak jahe. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas dan daya simpan pada buah naga dengan edible coating dari pektin kulit buah kakao dan penambahan ekstrak jahe dan Mendapatkan konsentrasi penambahan ekstrak jahe terbaik yang dapat mempertahankan kualitas dan memperpanjang daya simpan pada buah naga. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan maret-april 2022 dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 taraf yaitu pektin kulit kakao 2 gram dengan ekstrak jahe 0%, pektin kulit kakao 2 gram dengan ekstrak jahe 9%, pektin kulit kakao 2 gram dengan ekstrak jahe 27%, dan pektin kulit kakao 2 gram dengan ekstrak jahe 54%. Hasil penelitian terbaik adalah pada kombinasi pektin kulit kakao 2 gram dengan ekstrak jahe 54% dengan nilai susut bobot buah 6,728%, tekstur buah netral, warna buah netral dengan penyimpanan selama 14 hari. Kata Kunci: buah naga, edible coating, ekstrak jahe.
Ragam Jenis Tumbuhan Obat dan Pemanfaatannya dari Hutan Adat Lubuk Tinting dan Maliki Desa Pungut Hilir Kecamatan Air Hangat Timur Kabupaten Kerinci: Different Types Of Medicine Plants And Its Utilization From Lubuk Tinting And Maliki Traditional Forests, Pungut Hilir Village, East Warm Water District, Kerinci Regency Nursanti, Nursanti; Adriadi, Ade Adriadi; Mauluddin, Muhammad
Biospecies Vol. 16 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v16i1.21454

Abstract

Medicinal plants are all plant species that produce one or many active components that are used as ingredients for health treatment or all types of plants that are believed to have medicinal properties. One of them is still used by the community around the Lubuk Tinting and Maliki Traditional Forests in Pungut Hilir Village. This study aims to determine the various types of medicinal plants found in the Lubuk Tinting and Maliki Traditional Forests, Pungu Hilir Village, Air Warm East District. The results showed that 43 plant species were found with 30 families. Based on the understorey, seedlings, and saplings. Some families with the highest number of species include Rubiaceae, Lauraceae, Araceae, Arecaceae, Euphorbiaceae, Fabaceae, and Urticacaeae. In the vegetation analysis plot, 43 plant species were found, including 42 plant species with 30 families identified as potential medicinal plants used by ethnic groups throughout the world. In addition, 25 plant species with 18 families with medicinal potential were used by the community from the Lubuk Tinting and Maliki customary forest areas, both in the vegetation analysis plot and outside the vegetation analysis plot. The plants found in the vegetation analysis plot were 10 plant species, while outside the vegetation analysis plot 15 plant species were found. The percentage of organs used by the community around the Lubuk Tinting and Maliki Indigenous Forests as medicine was dominated by 44% (11 species). While the percentage of medicinal plants processing methods is often done by boiling 42% (11 species). The percentage of how to use medicinal plants is mostly done by smearing 37% (10 species). Keywords: Variety of Species, Utilization, Medicinal Plants, Lubuk Tinting, and Maliki Traditional Forests.   Abstrak Tumbuhan obat merupakan seluruh spesies tumbuhan yang menghasilkan satu atau banyak komponen aktif yang digunakan sebagai bahan pengobatan kesehatan. Salah satunya masih dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Pungut Hilir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ragam jenis tumbuhan obat yang terdapat pada Hutan Adat Lubuk Tinting dan Maliki Desa Pungut Hilir Kecamatan Air Hangat Timur. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 43 spesies tumbuhan dengan 30 famili. Berdasarkan meliputi tumbuhan bawah, semai, dan pancang. Beberapa famili dengan jumlah jenis tertinggi antara lain Rubiaceae, Lauraceae, Araceae, Arecaceae, Euphorbiaceae, Fabaceae, Urticacaeae. Pada petak analisis vegetasi ditemukan 43 spesies tumbuhan diantaranya 42 spesies tumbuhan dengan 30 famili teridentifikasi sebagai tumbuhan berpotensi obat. Selain itu ditemukan 25 spesies tumbuhan dengan 18 famili, berpotensi obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat dari kawasan Hutan Adat Lubuk Tinting dan Maliki, baik yang terdapat pada petak analisis vegetasi maupun diluar petak analisis vegetasi. Adapun persentase organ tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat disekitar Hutan Adat Lubuk Tinting dan Maliki sebagai obat didominasi daun 44% (11 spesies). Sedangkan cara pengolahan tumbuhan obat sering dilakukan dengan cara direbus 42% (11 spesies), cara pemakaian sering dilakukan dioles 37% (10 spesies). Kata kunci: Ragam Jenis, Pemanfaatan, Tumbuhan Obat, Hutan Adat Lubuk Tinting dan Maliki
Ekologi Serdang (Livistona sp.) di Kecamatan Sekernan dan Kecamatan Mendahara Ulu: Serdang (Livistona sp.) Ecology in Sekernan Sub-Districd and Mendahara Ulu Sub-District Nursanti, Nursanti; Adriadi, Ade Adriadi; Puji Astuti, Dwi
Biospecies Vol. 16 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v16i2.21623

Abstract

Livistona is one of the genera of palm plants with a wide distribution area, ecologically diverse and of horticultural, economic and ecological importance. The Livistona genus is an important ornamental plant species for landscapes, and generally tolerates it as an indoor (Siregar, 2005). The purpose of this study was to determine the ecology of Serdang (Livistona sp.) in Sekernan District and Mendahara Ulu District. This research was conducted in SeptemberOctober 2021 based on the purposive sampling method. The results obtained are Serdang ecology (Livistona sp.) Sekernan and Mendahara Ulu subdistricts found 16 serdang individuals, the composition of vegetation at the study site for tree stadia population was only slightly in secondary forest cover found 8 species of trees, while for oil palm plantations/rubber plantations there were 5 tree species, for the pole level most were found in oil palm plantations/rubber plantations with a total of 5 species while in secondary forest only 3 species, the sapling level was mostly found in oil palm plantations/rubber plantations because in rubber plantations the community allowed their gardens to be grown other than rubber, the seedling rate was mostly found in oil palm/rubber plantations with a total of 29 species with 129 individuals compared to secondary forests. Ecological factors around the herbaceous plants for humidity range from 250C–310C. The condition of the soil at the research site is sandy soil with a pH of 4.00 – 5.06. The slope of the medium-growing area is between 8% to 21%, which means that the herbaceous plant grows on the slope of the sloping to moderately steep area. Keywords: Livistona, Vegetation, Ecological Factors   Abstrak Livistona adalah salah satu dari marga tumbuhan palma yang wilayah penyebarannya lebar, ekologinya beragam dan bernilai penting secara hortikultura, ekonomi dan ekologi. Livistona adalah jenis tumbuhan hias yang penting untuk landskap, dan umumnya toleransi sebagai tanaman dalam ruang (Siregar, 2005). Tujuan penelitian ini mengetahui ekologi serdang (Livistona sp.) di Kecamatan Sekernan dan Kecamatan Mendahara Ulu. Penelitian dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2021 berdasarkan metode purposive sampling. Hasil penelitian ekologi serdang (Livistona sp.) Kecamatan Sekernan dan Kecamatan Mendahara Ulu ditemukan 16 individu serdang, Komposisi vegetasi dilokasi penelitian stadia pohon populasinya hanya sedikit pada tutupan hutan sekunder ditemukan 8 spesies pohon, sedangkan untuk kebun sawit/kebun karet terdapat 5 spesies pohon, tingkat tiang paling banyak ditemukan di tutupan kebun sawit/kebun karet dengan jumlah 5 spesies sedangkan di hutan sekunder hanya 3 spesies, tingkat pancang banyak di temukan pada tutupan kebun sawit/kebun karet karena pada kebun karet masyarakat membiarkan kebunnya ditumbuhan selain karet, tingkat semai banyak ditemukan di kebun sawit/kebun karet dengan jumlah 29 spesies dengan individu 129 dibandingkan hutan sekunder. Faktor ekologi di sekitar tumbuhan serdang kelembaban berkisar 250C–310C. Keadaan tanah di lokasi penelitian yaitu tanah berpasir dengan pH 4.00 – 5.06. Kemiringan tempat tumbuh serdang antara 8% hingga 21% bearti tumbuhan serdang tumbuh di kemiringan tempat landai hingga agam curam. Kata kunci: Livistona, Vegetasi, Faktor Ekologi
The Local Knowledge and Use of Plants In The Kenduri Sko Traditional Ceremony In The Community Of Hamparan Rawang District, Sungai Penuh City, Jambi Province, Indonesia Marsanda, Firda Dwi; Adriadi, Ade; Witono, Joko Ridho
Biospecies Vol. 17 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v17i2.36104

Abstract

The Kenduri Sko Traditional Ceremony is an ancestral tradition passed down by ancestors, characterized by the conferment of traditional titles and the cleansing of heirloom objects. In the Kenduri Sko ceremony, plants are used as symbols and for purifying heirloom objects. This study aims to identify the types of plants used in the Kenduri Sko ceremony, determine their Use Value and Plant Part Value. The research was conducted from February to July 2024. The findings reveal that there are 16 species of plants from 10 families used in the Kenduri Sko ceremony in the Hamparan Rawang district, with the highest Use Value being 1 and the most utilized plant part being leaves (38%).
Vegetation Analysis in the Freshwater Swamp Ecosystem of Tangkas Lake, Muaro Jambi Rahmilija, Femei; Nursanti, Nursanti; Adriadi, Ade; Sari, Novita; Anggraini, Riana
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 2 (2025): April-Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i2.8751

Abstract

Tangkas Lake, a freshwater swamp in Muaro Jambi and Batanghari, is dominated by Homalium sp., but its overall plant diversity remains undocumented. This study inventories plant species as a baseline for conservation. Plant sampling was conducted using transect and plot methods in two locations, Pulau Tepus and Rawa Liontin, over two months. A total of 37 species from 21 families were recorded, with higher diversity in Pulau Tepus (31 species, dominated by Myrtaceae, Elaeocarpaceae, and Euphorbiaceae) compared to Rawa Liontin (6 species, dominated by Homalium sp.). Species diversity indices were moderate in Pulau Tepus but lower in Rawa Liontin. Species richness was highest in Pulau Tepus for tree (4.6) and seedling (4.5) stages, while pole-stage richness was 3.7. Rawa Liontin had low species richness across all stages, with low evenness in both sites. Environmental factors varied, with Pulau Tepus experiencing wider temperature fluctuations (23–30°C), lower light intensity, and sandy loam soils, while Rawa Liontin had a narrower temperature range (25.5–27.3°C), higher light intensity, and similar soil texture. Soil pH ranged from 4.29 to 6.21. These findings highlight the need for conservation, particularly in Rawa Liontin. Further research is needed to support habitat restoration and long-term monitoring.
Co-Authors Abdul Manab Ade Nurdin Aditiya, Randi Afni Yunita Agil, Faza Satria Agung Kurnia Ahmad Sazali Aini, Yasri Syarifatul Akbar, Naufal Septrio Albayudi, Albayudi Alex Sandro Tarihoran Alfernando, Oki Almunawwar, Ahmad Faiz Amanda Rhamadani Angelita, Antra Arsa, Daniel Asniati, Asniati Asra*, Revis Asrizal Paiman Asrizal Paiman Asrizal Paiman Az-Zahra, Kanaya Bening Bakti Mandala Bambang Hariyadi Bambang Irawan Bestari, Andini Vermita Beti Septiana Darsono Budilaksono, Tri Chairul Chairul, Muhammad Citra Amelia Purba Damris Muhammad Damris, M. Dawam Suprayogi Defrizal Defrizal Diah Riski Gusti Dila Oktarise Dwina Dila Oktarise Dwina Dyah Kumalasari Edi Saputra Edi Saputra Emilia Evrillia Firmawati Ananda Febrianti, Arikah Femei Rahmilija Fernando, M. Gusri, Lailal Hafiz Muchti Kurniawan Hanum, Nabila Asri Hardiyanti, Rizky Ayu Hari Wiki Utama Hasanah, Nur Umi Hasbullah Hasbullah Hasnaul Maritsa Heriberta Heriberta Hermina Pasaribu Hikmah , Nurul Hombing, Apriana Br Hutasoit, Monica Hazelina Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ihsan, Mahya Indriani, Rini Intan Lestari Intan Lestari Irgi Firaa, Mohd Ismi Dewi Azzahra Itoh Masitoh Joko Ridho Witono Juni Harlin Anggraini Khoiriyah, Zhulfatul Kise, Hanny Faatihah M. Damris Mardhotillah, Bunga Mardiyah Ulpa Marsanda, Firda Dwi Marwoto Mauluddin, Muhammad Maya Rivana Meitriani, Yohana Mekensi, Pedi Miranti Miranti Muhajir Muhajir Musiana, Bebrina Naily Fadzillah Nanda Rayani Nanda Rayani Napitupulu, Richard RP Nopitaq, Melni Noverina, Yolla Novita Sari Nugraha, A. Prima Nur'aini, Hanifah Nursanti Nursanti Nursanti Nursanti Nursanti Nursanti Nursanti Nursanti Nursanti Nursanti Oki Alfernando Oktarise Dwina, Dila Panji, Muhamad Puji Astuti, Dwi Ramadhona, Octory Fillia Rayani , Nanda Rayani, Nanda Retno Putri Andini Revis Asra Revis Asra Revis Asra Riana Anggraini, Riana Rike Puspitasari Tamin Rike Setiawati Rini Indriani Rizaldi, M. Khafid Rezki Rizka Fikrinnisa Rizky Saputra, Rizky Sabrina Pane Sai'in Sai'in Saputra , Rizky Saragih, Rasmita Berliana Sari, Puja Permata Simamora, Edenia Septefine Siringo-ringo, Annisa Juliana Siti Solikah Solfiyeni Solfiyeni Suci Ratna Puri Suprayogi , Dawam Tampubolon, Louisa Bella Br Tazkiah Auliaputri Teguh Fachmi Thiara, Thiara Sri Utami Tia Wulandari Tri Budilaksono Tri Syukria Putra Uce Lestari Uce Lestari Ul Maritsa, Hasna Ulfa Khaira, Ulfa Uni Baroroh Husnudin Virda, Virda Yurniar Wahyuni, Silvia Yanova, Shally Yasri Syarifatul Aini Yosi Riduas Hais Yulianto, Dwi Cahyo Yuliarsyahdana, M. Rifqi Dwirafi Yusuf, Ashif Irvan