p-Index From 2021 - 2026
9.455
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Language and Education Journal Humanus: Jurnal ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora Diglossia Mozaik Humaniora KEMBARA KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra CaLLs : Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics Lire journal (journal of linguistics and literature Kandai Indonesian Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra WIDYABHAKTI Jurnal Ilmiah Populer SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Janaru Saja : Jurnal Program Studi Sastra Jepang Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Pioneer: Journal of Language and Literature JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Tunas Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Omiyage: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Jepang Kulturistik : Jurnal Bahasa dan Budaya Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurnal Abdi Dharma Masyarakat TRIMAS: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Fakultas Bahasa Asing Universitas Mahasaraswati Denpasar Jurnal Daruma : Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang Journal of Education for All Japanology Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Abdi Humaniora: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Humaniora Indonesian Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics
Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR KEPRIBADIAN TOKOH DAZAI DALAM FILM NINGEN SHIKAKKU: DAZAI OSAMU TO 3 NIN NO ONNATACHI Dharma, Wilyem; Anak Agung Ayu Dian Andriyani; Ni Wayan Meidariani
Jurnal Daruma : Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Daruma: Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang
Publisher : Program Studi Sastra Jepang Fakultas Bahasa Asing Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kepribadian tokoh Dazai Osamu dalam film Ningen Shikkaku: Dazai Osamu to 3 nin no Onnatachi karya Mika Ninagawa. Yang dikaji dengan teori psikoanalisis dari Carl Gustav Jung yang dimana menjelaskan ketidaksadaran pribadi dan ketidaksadaran kolektif. Sumber data yang digunakan adalah Film Ningen Shikkaku: Dazai Osamu To 3 Nin No Onnatachi karya dari Mika Ninagawa sebagai data primer. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi nonpartisipasi dan teknik simak catat. Metode dan teknik analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sedangkan, metode dan teknik penyajian data menggunakan metode secara informal. Hasil yang telah didapatkan yang menujukan bahwa tokoh Osamu Dazai yang mempengaruhi kepribadian berdasarkan ketidaksadaran pribadi yaitu faktor kedewasaan, faktor cinta, faktor konflik dan faktor ancaman. Berdasarkan ketidaksadaran kolektif yaitu faktor biologis dan faktor lingkungan.
AFIKSASI VERBA TRANSITIF BAHASA AINU I Made Vikananda Satrya Wibawa; Ni Wayan Meidariani; Anak Agung Ayu Dian Andriyani
Jurnal Daruma : Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Daruma: Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang
Publisher : Program Studi Sastra Jepang Fakultas Bahasa Asing Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas mengenai proses-proses morfologis afiksasi yang terjadi pada verba transitif bahasa Ainu dan makna verba transitif bahasa Ainu sebelum dan sesudah mengalami proses afiksasi. Teori yang digunakan dalam artikel ini adalah teori proses morfologis afiksasi yang menyatakan bahwa Afiks merupakan bentukan linguistik yang terikat baik secara morfologis maupun secara semantis. Keberadaan afiksasi pada sebuah kalimat biasanya selalu melekat pada bentuk dasar. Proses morfologis afiksasi melibatkan komponen (1) Bentuk dasar, (2) alat pembentuk, (3) makna gramatikal, (4) hasil proses pembentukan. Menurut chaer jenis-jenis afiks dibagi menjadi 4, yaitu prefiks, infiks, sufiks dan konfiks. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode kepustakaan dan teknik simak kemudian di catat dan mengklasifikasikan data. Metode dan teknik analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan teknik 1) menganalisis data, 2) pendeskripsian dan 3) penarikan kesimpulan. Serta metode penyajian hasil analisis data adalah secara informal. Analisis data pada 24 cerita rakyat suku Ainu baik berupa naskah maupun rekaman suara oleh museum dan taman nasional suku Ainu upopoi ini menghasilkan total 18 data mengenai verba transitif bahasa Ainu
TINGKAT TUTUR RANAH KELUARGA PERNIKAHAN ANTAR BANGSA JEPANG DAN BALI I Made Yawara Sumi Putra; Anak Agung Ayu Dian Andriyani; Ni Wayan Meidariani
Jurnal Daruma : Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Daruma: Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang
Publisher : Program Studi Sastra Jepang Fakultas Bahasa Asing Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.06 KB)

Abstract

This research aims to analyze the function of speech acts in the dialogue of Japanese and Balinese intermarriage family and identify the type of speech level in speech acts contained in the results of Japanese and Balinese intermarriage family. The research uses the theory of sociopragmatics, supported by the theory of speech act function, another supporting theory is the theory of context. The methods and techniques of data collection used in the research are listening method and chap method followed by note-taking and classification techniques. The methods and techniques of data analysis used are qualitative descriptive methods. While the method and technique of presenting data analysis using informal methods. The results showed that in the Japanese and Balinese Intermarriage Family Spoken Level there are ten data of speech act functions consisting of, assertive speech act functions as much as two data, expressive speech act functions as much as three data, directive speech act functions as much as three data, and commissive speech act functions as much as two data, and five data of speech level types consisting of, three data of futsuugo speech level types, two data of teineigo speech level types.
MAKNA LIRIK LAGU “INOCHI NI KIRAWARETE IRU” KARYA KANZAKI IORI Anak Agung Putu Wahyu Adiarta; Anak Agung Ayu Dian Andriyani; Ni Luh Gede Meilantari
Jurnal Daruma : Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Daruma: Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang
Publisher : Program Studi Sastra Jepang Fakultas Bahasa Asing Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.323 KB)

Abstract

This study aims to discuss the analysis of meaning in the lyrics of the song Inochi ni Kirawarete Iru with the research subject being the researcher himself. The object of research is the lyrics of a song by Kanzaki Iori entitled Inochi ni Kirawarete Iru. The method used in collecting data in this research is the method of discourse analysis/observation and focused discussion with the data source of the song lyrics of Inochi ni Kirawarete Iru. The data were analyzed with a qualitative descriptive semiotic approach, which resulted in data in the form of sentences or words contained in the lyrics of the song Inochi ni Kirawarete iru. The results of this study are the meaning of the lyrics of a song by Kanzaki Iori entitled Inochi ni Kirawarete iru about the bitterness of life that is felt by someone with feelings that require choosing in life.
WATASHI GA MITA MIRAI : KAJIAN SEMIOTIKA MODEL CHARLES SANDERS PIERCE Devina Cahya Putri Sondang; Anak Agung Ayu Dian Andriyani
Jurnal Daruma : Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Daruma: Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang
Publisher : Program Studi Sastra Jepang Fakultas Bahasa Asing Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1926.039 KB)

Abstract

This study discusses about dream prediction from the manga Watashi ga Mita Mirai by Tatsuki Ryo. The research type that was used is qualitative research with descriptive method. Data samples were acquired by reading, taking notes, and translating the contents of the manga. The theory was based off Charles Sanders Pierce's Semiothic as the primary source and the manga Watashi ga Mita Mirai by Tatsuki Ryo as the secondary source. Watashi ga Mita Mirai tells the story of dreams predicting things that will happen in the future. One of the dream that will be elevated in this research is the death of Fredie Mercury that has been predicted at 1976.
Analisis Kepribadian Tokoh Utama pada Novel Mirai no Mirai Karya Mamoru Hosoda Ryaw Tiwu, Ni Made Anjhelia; Andriyani, Anak Agung Ayu Dian
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 13 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v13i2.8094

Abstract

Abstract This research was conducted to determine the psychological personality of the characters in the novel ‘Mirai no Mirai’ by Mamoru Hosoda. The research used is qualitative research with descriptive method. The data collection technique was carried out in three steps, namely observation, reading, and classifying. The theory is carried out using the literary psychology approach of Sigmund Freud's theory with primary and secondary data sources in the form of the novel ‘Mirai no Mirai’ in Japanese and the novel ‘Mirai no Mirai’ translated by Ninuk Sulistyawati. The main character's personality with the theoretical approach of Sigmund Freud who looks for aspects of the character's personality consisting of the id, ego, and superego. It was found that the unfulfilled id aspect showed an ego response that made the main character act by hitting his father. This was due to the character's weak superego structure. Keywords: Literature Psychology, Personality, Novel, ‘Mirai no Mirai’ Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk dapat mengetahui kepribadian psikologi tokoh pada novel ‘Mirai no Mirai’ karya Mamoru Hosoda. Penelitian yang digunakan menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskripstif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tiga langkah yaitu observasi, membaca, dan mengklasifikasi. Teori yang dilakukan menggunakan pendekatan psikologi sastra teori Sigmund Freud dengan sumber data primer dan sekunder berupa novel ‘Mirai no Mirai’ dalam bahasa Jepang dan novel ‘Mirai no Mirai’ terjemahan dari Ninuk Sulistyawati. Kepribadian tokoh utama dengan pendekatan teori Sigmund Freud yang mencari aspek-aspek kepribadian tokoh yang terdiri dari id, ego, dan superego. Ditemukan aspek id yang tidak terpenuhi menunjukkan respon ego yang membuat tokoh utama bertindak dengan memukul ayahnya. Hal ini disebabkan karena struktur superego yang lemah dari tokoh tersebut. Kata kunci: Psikologi Sastra, Tokoh, Novel, ‘Mirai no Mirai’
WABAH CORONA DAN UNGGAHAN DI INSTAGRAM: ANALISIS KOMPONEN TINDAK TUTUR Andriyani, Anak Agung Ayu Dian; Jayantini, I Gusti Agung Sri Rwa
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 7, No 1 (2021): CaLLs, Juni 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v6i2.3715

Abstract

This research focuses on investigating speech acts on the posts containing Corona virus outbreak alerts on Instagram. The primary data include the written posts uploaded on this social media. This pragmatic approach is a qualitative research. The method used was observation realized through note taking the characteristics of the posts. In-depth interviews were also conducted involving 20 Instagram users to be utilized as supporting data for more comprehensive analysis. The data were analyzed using domain analysis, taxonomy, componential analysis, and cultural theme observation by taking into account the context of situation. The results showed that every conversation on Instagram uses not only illocution but also locution, which is identical to interrogative sentences, commands, and statements. Meanwhile, perlocution was used when the users uploaded various information, suggestions and criticisms. The dominant speech act functions found in this study were expressive, commissive, declarative, and directive. Various posts aimed to provide current information, to suggest people to listen to the government's rules to stay at home, practice social restriction, improve healthy lifestyle as well as give criticism concerning lack of discipline behavior. Social media users are able to react on information, criticisms and suggestions on Instagram wisely so that the social media can play an effective role in anticipating the spread of the Corona virus in Indonesia. Tindak tutur memiliki peran dalam kehidupan nyata maupun dunia maya yaitu, melalui media sosial. Penelitian ini berfokus pada implementasi komponen tindak tutur pada unggahan terkait wabah virus Corona di media sosial Instagram. Data primer meliputi data tertulis pada unggahan di Instagram. Penelitian dengan pendekatan pragmatik ini merupakan penelitian kualitatif. Metode yang digunakan observasi, teknik pengumpulan data menyimak, mencatat unggahan di Instagram yang saat ini menjadi media sosial sangat populer dan  banyak diminati. Wawancara mendalam terhadap 20 pengguna Instagram dilakukan sebagai pendukung. Data dianalisis menggunakan analisis domain, taksonomi, komponensial, dan tema budaya dengan mempertimbangkan konteks situasi. Hasil penelitian menunjukkan setiap unggahan di Instagram tidak saja menggunakan tindak tutur ilokusi yang diimplementasikan dengan fungsi dan jenis tindak tutur, tetapi juga lokusi yang  identik dengan kalimat interogatif, perintah serta pernyataan dan perlokusi yang digunakan ketika mengunggah berbagai informasi, saran maupun kritik dalam bentuk mengajak serta menarik perhatian. Fungsi tindak tutur dominan adalah fungsi ekspresif, komisif, deklaratif dan direktif yang disesuaikan dengan konteks situasi. Jenis tindak tutur langsung dan tidak langsung lebih dominan ketika memberikan informasi, saran atau himbauan. Berbagai unggahan bertujuan memberikan informasi yang terjadi saat ini, mengajak masyarakat untuk mendengarkan himbauan pemerintah agar tidak keluar rumah, pembatasan sosial, pola hidup bersih dan sehat, serta kritik terhadap perilaku kurang disiplin. Meskipun jenis dan fungsi tuturan beragam, pengguna media sosial mampu memahami informasi, kritik maupun saran dalam unggahan di Instagram dengan bijaksana. Media sosial berperan sangat efektif sebagai media informasi dalam mengantisipasi merebaknya virus Corona di Indonesia.
PENDAMPINGAN DALAM PEMAHAMAN LINTAS BUDAYA BAGI POKDARWIS DESA WISATA BENGKALA Dian Andriyani, Anak Agung Ayu; Ida Ayu Putri Gita Ardiantari; Agung Pandawana, I Dewa Gede; Utami Putri, Ni Putu Sri; Putra Wirawan, I Putu Agus; Putra Salain, Putu Pradiva; Indah Mentari, Ni Made; Shahizan Ali, Mohd. Nor
Jurnal Abdi Dharma Masyarakat (JADMA) Vol. 6 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : LPPM Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jadma.v6i1.11878

Abstract

Desa Bengkala merupakan salah satu desa yang berada di Kabupaten Singaraja, dikenal sebagai desa wisata dengan komunitas difabel, khususnya penyandang tuna rungu dan wicara. Kondisi ini menjadi keunikan sekaligus peluang dalam pengembangan desa wisata berbasis inklusif. Namun karena desa wisata ini baru terbentuk maka banyak kendala yang dihadapi salah satunya dalam pemahaman lintas budaya Ketika memberikan pelayanan kepada wisatawan yang berkunjung baik wisatawan lokal maupun mancanegara dengan kondisi disabilitas maupun tidak. Melalui Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB), team merancang beberapa kegiatan pelatihan dengan mengundang narasumber yang berkopeten di bidang pemahaman lintas budaya dengan harapan setelah mendapatkan pendapingan dalam bentuk pelatihan para pokdarwis mampu memberikan pelayanan dengan baik sehimngga mampu membangun Kesan yang baik pula. Pendekatan yang digunakan meliputi pelatihan hospitality berbasis inklusi, pengembangan layanan wisata yang aksesibel, serta pendampingan dalam promosi wisata berbasis nilai-nilai lokal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman anggota Pokdarwis terhadap konsep pemahaman lintas budaya sebagai pendukung pariwisata inklusif di desa wisata Bengkala. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pendampingan bagi seluruh desa wisata inklusif lainnya di Indonesia.
Variasi Strategi Kesantunan Berbahasa pada Interaksi Pariwisata di Desa Wisata Sade: Kajian Sosiopragmatik Andriyani, Anak Agung Ayu Dian; Putri Gita Ardiantari, Ida Ayu; Burhanuddin, Burhanuddin
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v10i1.2442

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menemukan variasi kesantunan berbahasa dalam interaksi antara pemandu wisata khusus dan wisatawan di Desa Sade, Lombok, dengan pendekatan sosiopragmatik. Desa Sade merupakan destinasi wisata budaya yang mempertahankan tradisi suku Sasak, di mana pemandu wisata berkomunikasi dengan wisatawan menggunakan berbagai bahasa seperti bahasa Indonesia, dan bahasa asing seperti Inggris. Dalam interaksi tersebut, pemandu wisata menerapkan strategi kesantunan berbahasa untuk menjaga harmoni komunikasi dan menyesuaikan diri dengan latar belakang wisatawan yang beragam. Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan teknik pengumpulan data berupa simak, catat, rekam dan wawancara mendalam kepada pemandu wisata di Desa sade. Data dianalisis menggunakan metode padan pragmatic berdasarkan teori kesantunan Brown dan Levinson serta pendekatan sosiopragmatik untuk mengidentifikasi strategi kesantunan berbahasa yang digunakan dalam interaksi yang terjadi di Desa Wisata Sade.data berupa dialog yang ditentukan berdasarkan pada konteks situasi tuturan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemandu wisata menggunakan berbagai strategi kesantunan positif dan negatif sesuai dengan konteks sosial dan budaya wisatawan dengan tujuan untuk menjalin interaksi yang harmonis dan sebagai bagian dari hospitality ranah pariwisata. Temuan ini memberikan kontribusi bagi kelompok sadar wisata dalam memahami bagaimana kesantunan berbahasa berperan dalam komunikasi lintas budaya di sektor pariwisata. Hasil penelitian ini juga dapat menjadi acuan dalam pelatihan komunikasi bagi pemandu wisata guna meningkatkan efektivitas interaksi dengan wisatawan.
Honorific Words in Japanese and Balinese Languages: A Case Study of Social Interaction Dynamics Ida Ayu, Putri Gita Ardiantari; Meidariani, Ni Wayan; Andriyani, Anak Agung Ayu Dian
Humanus Vol 24, No 2 (2025)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/humanus.v24i2.133929

Abstract

Honorifics are words that show respect and politeness. They are important in languages like Balinese and Japanese because they reflect the culture and social rules of the society This study aims to examine the use of honorifics in Balinese and Japanese languages, with a focus on their dynamic role in everyday communication. The research investigates how honorific expressions reflect cultural norms, social hierarchies, and interpersonal relationships in both linguistic contexts. A qualitative comparative method was employed, using data collected from native speakers through participant observation, and structured interviews. The primary sources of data include recorded conversations, cultural texts, and interviews with Balinese and Japanese speakers. Data collection techniques involved field study and discourse analysis, while the data were analyzed using sociolinguistic and pragmatic frameworks. The results showed that Balinese honorifics come from traditions like caste, age, and social status, while Japanese honorifics depend more on the situation and how people relate to each other, influenced by context and the nature of interpersonal relationships. These results highlight the role of honorifics in maintaining social harmony and expressing cultural values. The study contributes to a deeper understanding of politeness strategies across cultures and offers insights for cross-cultural communication and sociolinguistic research
Co-Authors Agung Pandawana, I Dewa Gede Anak Agung Istri Candrawati Anak Agung Putu Wahyu Adiarta Anggita Stovia Anita Sari Ade Bagus Reza Hariyadi Betty Debora Aritonang Burhanuddin Burhanuddin Dea Luna Valerina, Ni Komang Desak Putu Eka Pratiwi, Desak Putu Devina Cahya Putri Sondang Dewa Gede Agung Gana Kumara Dharma, Wilyem Dian Nugraha, I Gusti Komang Dian Puspita Candra Djatmika Djatmika Djatmika Djatmika, Djatmika Dwi Putra, I Made Kembang Dwipa, I Made Suryana Dwiyana Putra, I Gusti Kadek Adrian Eka Susylowati Ely Triasih Rahayu Farisysa Rizkah Rachman Gema Sukana Putra Hadiah, Bedriany Yedesilva Hajimia, Hafizah Hartati Hartati Hartati Hartati I Dewa Ayu Devi Maharani Santika I Dewa Ayu Devi Maharani Santika I Dewa Gede Agung Pandawana I GD Yudha Partama I Gede Agus Dewangga I Gusti Ayu Vina Widiadnya Putri I Komang Sulatra I Made Vikananda Satrya Wibawa I Made Wahyu Wijaya I Made Yawara Sumi Putra I Made Yogi Marantika I Putu Agus Putra Wirawan I Putu Gede Aditya Djanardhana I Wayan Arip Kertanegara I Wayan Juniarta Juniarta I Wayan Wahyu Cipta Widiastika I Wayan, Juniartha Ida Ayu Putri Gita Ardiantari Ida Ayu Putri Gita Ardiantari Ida Ayu Putri Gita Ardiantari Ida Ayu Putu Ita Febriyanti Ida Ayu, Putri Gita Ardiantari Ida Bagus Made Satya Swabawa Kadek Ayu, Diah Krisnayanti Kadek Yonita Yona Komang Ayu Nuriasih Ladycia Sundayra Made Henra Dwikarmawan Sudipa Made Henra Dwikarmawan Sudipa Made, Adi Arta Sudarta Megawati Dewi Ni Ketut Ni Kadek Adiari Ni Kadek Novianti Ayu Purnami Ni Ketut Prihantini Widianingsih Ni Kompyang Widi Pradnyani Ni Luh Ayu Aprilita Ni Luh Gede Meilantari Ni Luh Gede Yuliantarini Ni Luh Kristy Ariani Ni Luh Meliyanty Ni Luh Soniartini Soniartini Ni Made Adriyani Resti Wiratami Ni Made Dwi Puspitawati Ni Made Indah Mentari Ni Made Indah Mentari, Ni Made Ni Made Intan Maulina Ni Nengah Megayanti Ni Putu Ayu Diantari Ni Putu Wahyu Srijayanti Ni Wayan Meidariani Ni Wayan Vera Purnamasari Norika, Putu Dian Nova Winarta, Ida Bagus Gde Permana, I Putu Andri Putra, Bagus Putu Pramana Putra, Gusti Made Mega Adi Putri Agung Permata Sari Putri, Widyawati Hema Mona Putu Nur Ayomi Putu Pradiva Putra Salain, Putu Pradiva Putu Sita Juniantini Raharjo, Mentari Nur Addinda Raharjo, Yusuf Muflikh Rahmat Wisudawanto Rai Subawa, Kadek Krisna Rifaldo Antonio Nicholas Vianey Ronald Umbas Ryaw Tiwu, Ni Made Anjhelia Sandra Dewi, Ni Putu Laksmi SANG AYU ADE ARIE DEWAYANTI Shahizan Ali, Mohd. Nor Sharita, Jasmine Sri Rwa Jayantini, I Gusti Agung Sugiarto, Alvin Jonathan Sumarlam Sumarlam Sumarlam Sumarlam, Sumarlam Susila, I Putu Dipa Pranata System, Administrator Tarasista, Ni Putu Vineisya Tri Rokhani Utami Putri, Ni Putu Sri Wayan Nurita Wayan Nurita Wayan Nurita Widhiantara, Oka Widi Pradnyani, Ni Kompyang Winarta, Ida Bagus Gde Nova Yogi Marantika, I Made Yulianti, Wiwik Yusuf Muflikh Raharjo