p-Index From 2021 - 2026
9.222
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Language and Education Journal Humanus: Jurnal ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora Diglossia Mozaik Humaniora KEMBARA KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra CaLLs : Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics Lire journal (journal of linguistics and literature Kandai Indonesian Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra WIDYABHAKTI Jurnal Ilmiah Populer SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Janaru Saja : Jurnal Program Studi Sastra Jepang Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Pioneer: Journal of Language and Literature JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Jurnal Sakura : Sastra, Bahasa, Kebudayaan dan Pranata Jepang Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Tunas Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Omiyage: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Jepang Kulturistik : Jurnal Bahasa dan Budaya Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurnal Abdi Dharma Masyarakat SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Fakultas Bahasa Asing Universitas Mahasaraswati Denpasar Jurnal Daruma : Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang Journal of Education for All Japanology Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Abdi Humaniora: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Humaniora Indonesian Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics
Claim Missing Document
Check
Articles

DISCOURSE ANALYSIS ON JIWA YANG BERSEDIH SONG LYRICS Ida Ayu Putri Gita Ardiantari; Anak Agung Ayu Dian Andriyani; Ida Bagus Made Satya Swabawa
Lire Journal (Journal of Linguistics and Literature) Vol 7 No 2 (2023): Lire Journal (Journal of Linguistics and Literature)
Publisher : Elite Laboratory English Department Universitas Bangka Belitung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/lire.v7i2.227

Abstract

This research aimed to analyze the message contained in the lyrics of the song “Jiwa Yang Bersedih” by using discourse analysis approach. The primary data in this research are the lyrics of the song entitled “Jiwa Yang Bersedih”. The song lyrics are taken from the sonora.id website. The data were then analyzed using discourse analysis theory which includes language, structure and context of song lyrics. This research used theory by Paltridge (2006) in analyzing discourse elements and Mitchell (2023) in analyzing the lyric structure. Based on the results of the analysis, the song reveals a well-structured composition with a conventional format comprising verses, choruses, an interlude, and an outro. Repetition of specific phrases, especially in the verses and choruses, underlines the empathetic message, emphasizing understanding and support for individuals grappling with sorrow. The narrative flow of the song takes the listener on a journey from an invitation to express emotions to a reaffirmation of strength and the promise of being heard, illustrating resilience in the face of challenges. Linguistic elements, including pronouns, metaphors, imagery, alliteration, and symbolism, are strategically used to establish a personal connection with the listener and vividly convey emotional struggles.
Penggunaan Aizuchi Oleh Penutur Asli Bahasa Jepang dalam Video Kanal Youtube Hajimesyacho Ni Kompyang Widi Pradnyani; Anak Agung Ayu Dian Andriyani
Jurnalistrendi : Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Vol 8 No 2 (2023): Edisi November 2023
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v8i2.1750

Abstract

Penelitian ini berfokus pada bentuk dan fungsi aizuchi yang dilontarkan oleh penutur asli bahasa Jepang yang bertujuan untuk mengetahui apa saja fungsi dan bentuk aizuchi yang dilontarkan. Sumber data diambil dari kanal youtube data primer berupa dialog interaksi antara penutur asli bahasa Jepang dengan penutur asing Bahasa Jepang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Metode dan teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode observasi dan teknik simak catat. Metode yang digunakan dalam analisis data adalah metode padan pragmatis. Metode yang digunakan dalam penyajian hasil analisis adalah metode informal. Hasil penelitian ini menemukan bentuk aizuchi yang sering dilontarkan oleh penutur asli Jepang adalah bentuk aizuchishi dengan jumlah temuan sebanyak 61 data, sedangkan fungsi yang banyak dilontarkan adalah fungsi kiiteiru to iu shingou dengan temuan sebanyak 58 data. Hal ini dikarenakan bentuk aizuchishi merupakan memiliki bentuk sedernaha sehingga mudah dilontarkan oleh penutur. Sedangkan fungsi aizuchi kiiteiru to iu shingou sering diungkapkan karena penutur asli Jepang sering mendengarkan informasi-informasi baru dari mitra tutur. Kata kunci: aizuchi, interaksi, penutur asli bahasa Jepang
Tindak Tutur pada Interaksi Penjual dan Pembeli di Warung Tradisional Desa Penglipuran Anak Agung Ayu Dian Andriyani; Ida Ayu Putri Gita Ardiantari
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 15 No. 1 (2023): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v15i1.4048

Abstract

Interaksi penjual dan pembeli di warung tradisional yang menjual souvenir dan kuliner Desa Penglipuran merupakan suatu fenomena kebahasaan, terjadi hampir setiap hari ketika wisatawan berkunjung ke desa ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur antara penjual dengan pembeli ketika interaksi terjadi. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi, menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara merekam, menyimak dan mencatat berbagai interaksi yang terjadi di warung tradisional. Data primer adalah dialog antara penjual terhadap wisatawan dominan yaitu, wisatawan lokal, dilakukan di 20 warung tradisional yang berada di Desa Penglipuran kabupaten Bangli dengan dasar pertimbangan warung tersebut memiliki intensitas kunjungan tinggi. Metode analisis padan pragmatik menjadi pendekatan dalam mengklasifikasikan data yang alat penentunya adalah mitra tutur. Hasil analisis dideskripsikan menggunakan kata-kata biasa agar tidak terkesan kaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur yang muncul adalah tindak tutur lokusi merujuk pada tuturan yang tidak mengandung makna tersirat dengan kalimat deklaratif, kalimat interogatif sedangkan tindak tutur ilokusi mengandung makna mengajak, memerintah, menyuruh dan meminta menggunakan kalimat interogatif, kalimat perintah, kalimat persuasif sedangkan tindak perlokusi memiliki daya tuturan yang mempengaruhi pembeli untuk melakukan sesuatu dominan menggunakan kalimat deklaratif, interogatif serta kalimat direktif. Pilihan tindak tutur yang tepat dengan konteks situasi yang sesuai memberikan dampak positif pada kenyamanan pengunjung, sehingga menjadikan desa wisata ini banyak dikunjungi wisatawan, selain keindahan serta kebersihan Desa yang sangat menarik.
HOW IS THE FUNCTION OF SPEECH ACT BETWEEN TOUR GUIDE AND JAPANESE TOURISTS IN BALI Anak Agung Ayu Dian Andriyani; I Gusti Ayu Vina Widiadnya Putri; I Komang Sulatra Sulatra
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 12 No. 1 (2020): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v12i1.1870

Abstract

Ilmu pragmatik mengkaji tindak tutur dalam situasi bahasa yang sangat terikat dengan konteks. Penelitian ini mendeskripsikan fungsi tindak tutur pada interaksi pemandu wisata dengan wisatawan Jepang di Bali. Data primer berupa tuturan dalam bentuk dialog antara pemandu wisata di bawah naungan biro perjalanan dengan wisatawan Jepang disesuaikan menurut konteks yang mengikuti setiap peristiwa tutur. Lokasi penelitian berada di Pulau Bali tepatnya di kabupaten Badung dan Gianyar. karena intensitas perjalanan wisatawan Jepang sangat tinggi ke daerah tersebut. Teknik pengumpulan data yaitu, merekam berbagai interaksi lisan antara pemandu wisata dengan wisatawan Jepang, kemudian mencatat dan menyimak setiap interaksi dilanjutkan menggunakan teknik wawancara mendalam kepada pemandu wisata sebanyak 20 orang dengan kriteria yang sudah ditetapkan secara sembunyi-sembunyi guna mendapatkan informasi yang alami. Hasil analisis menunjukkan bahwa ditemukan pada tuturan pemandu wisata dalam satu konteks memungkinkan menggunakan lebih dari satu fungsi tuturan. Pada analisis ditemukan empat fungsi tindak tutur pemandu wisata ketika memberi layanan jasa kepada wisatawan Jepang  yaitu, a) fungsi asertif digunakan saat menjawab pertanyaan, menceritakan, mengomentari dan menjelaskan, b) fungsi direktif, untuk menyatakan bentuk menyuruh atau memerintah, memohon, memberikan saran, memesan, melarang dan mengkonfirmasi, c) fungsi komisif untuk menawari serta berjanji dan d) fungsi ekspresif menyatakan kegembiraan, kesedihan, kesukaan serta berhubungan dengan rasa. Dengan memahami fungsi tindak tutur maka, pemandu wisata dapat menggunakan fungsi tersebut dengan menyesuaikan pola komunikasi menurut budaya Jepang Selain itu, memahami fungsi tindak tutur mempermudah pembelajar bahasa dalam mempelajari pola pembentukan tuturan menurut tata bahasa Jepang, khususnya dalam domain pariwisata sebagai bahasa layanan. Abstract               Pragmatics examines speech acts in a language situation that related to the context of situation. This study describes the speech act function on the interaction of tour guides with Japanese tourists in Bali. Primary data are the kinds of utterances in some dialogue between tour guides in travel agency and Japanese tourists that follows the dialogue. The research location is in Bali, exactly in Badung and Gianyar regencies. This location chosen because the intensity of Japanese tourist travel is very high. Data collection techniques used recording various interactions between tour guides and Japanese tourists, then recording and listening to each interaction continued using interviews with tour guides as many as 20 people to get same information. The results of the analysis show that the utterances in a context allows using more than one speech function. There are four functions of the tour guide's speech acts when providing services to Japanese tourists such as, a) assertive functions are used when answering questions, telling, commenting and explaining, b) directive functions, to state the form of ordering, asking, giving advice, prohibiting and confirming, c) the commissive function to offer and promise and d) expressive functions expressing joy, sadness, liking and relating to taste. By understanding speech act functions, tour guides can use these functions by adjusting communication patterns according to Japanese culture. In addition, understanding speech act functions makes it easier for language learners to learn speech formation patterns according to Japanese grammar, especially in the tourism domain as a hospitality.  
Realisasi Kesantunan Tindak Tutur Antara Mahasiswa dan Dosen dalam Interaksi Verbal di Universitas Surakarta Susylowati, Eka; Yulianti, Wiwik; Agung Ayu Dian Andriyani, Anak; Wisudawanto, Rahmat
JOURNAL OF EDUCATION FOR ALL Vol 1 No 1 (2023): Januari - Maret 2023
Publisher : Yayasan Arrahman Nahdlatul Wathan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61692/edufa.v1i1.8

Abstract

The purpose of this study is to find out the forms of speech acts between lecturers and students at Surakarta University in the verbal interactions in Surakarta University. The data in this study namely student and lecturer speech in teaching-learning interactions and outside teaching-learning interactions. Data collection was carried out by means of observation, interviews and notes. The results of this study indicate that the University of Surakarta includes locutionary, illocutionary, and perlocutionary speech acts. The most frequently occurring speech act is the illocutionary act which includes directives. The pragmatic power contained in conversations between lecturers and students in verbal interactions is realized through directive speech acts. The pragmatic powers found in the study including giving information, ordering, suggesting, praising and challenging.
Semiotika Riffaterre: Signifikansi Puisi Shirayuri Jima Karya Kaneko Misuzu Raharjo, Mentari Nur Addinda; Andriyani, Anak Agung Ayu Dian; Meidariani, Ni Wayan
Janaru Saja: Jurnal Program Studi Sastra Jepang (Edisi Elektronik) Vol 12 No 2 (2023): November 2023
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v12i2.5312

Abstract

This article aims to determine the significance of the poem Shirayuri Jima by Kaneko Misuzu. The theory used in this research is Riffaterre's semiotic theory. Sources of data used in this study is primary data sources obtained from data collection using non-interactive methods. The data obtained were analyzed using a qualitative descriptive method, then presented with an informal method, namely the data is presented in the form of sentences that are good and can be understood easily. Based on the results of data analysis that has been obtained, it can be seen that the significance of Shirayuri Jima's poem is about someone with a closed personality who prefers to spend his time painting the imaginary world he creates.
IKON, INDEKS, SIMBOL PADA LAGU LIGHT, CRYSTAL SNOW, DAN YOUR EYES TELL KARYA BTS Norika, Putu Dian; Andriyani, Anak Agung Ayu Dian; Meilantari, Ni Luh Gede
Janaru Saja: Jurnal Program Studi Sastra Jepang (Edisi Elektronik) Vol 12 No 2 (2023): November 2023
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v12i2.6775

Abstract

Penelitian ini berjudul Ikon, Indeks, dan Simbol Pada Lirik Lagu Light, Crystal Snow, Your Eyes Tell Karya BTS dengan menggunakan teori semiotika yang dikemukakan oleh Charles Sander Peirce. Sumber data pada penelitian ini menggunakan data dari tiga lagu karya BTS dengan judul Light, Crystal Snow, dan Your Eyes Tell. Data diperoleh dengan mengunduh lagu Light, Crystal Snow, Your Eyes Tell Karya BTS lalu melakukan penelitian secara kualitatif dengan menggunakan metode simak dan catat. Hasil dari penelitian ditemukan ikon, indeks, dan simbol. Selain ditemukannya data berupa tanda, pada penelitian ini juga ditemukan data berupa makna yang diklasifikasikan beriringan dengan tanda tersebut. Kata kunci: tanda, makna, lirik lagu
Kepribadian, Ketidaksadaran Kajian Kepribadian Ketidaksadaran Kolektif Tokoh Tooru Dalam Film Ai Uta: Yakusoku No Nakuhito Karya Taisuke Kawamura: Kajian Kepribadian Ketidaksadaran Kolektif Tokoh Tooru Dalam Film Ai Uta: Yakusoku no Nakuhito Hadiah, Bedriany Yedesilva; Andriyani, Anak Agung Ayu Dian; Meidariani, Ni Wayan
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 13 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v13i1.7814

Abstract

Abstract This article aims to explain the personality-forming factors of Tooru’s character based on one of the personality structures, namely collective unconscious containing two archetypes in the film Ai Uta: Yakusoku no Nakuhito. the data collection technique was done by listening and rcording the dialogue between characters. The data analysis technique is done by classifying the data in the form of dialogue and expressions between characters. Informal methods are used to present the results of data analysis. The theory used is Carl Gustav Jung’s psychoanalytic theory. From the results of the study through the two data found, it describes that Tooru character experiences shadow archetypes when scolding Tatsuya, and persona archetypes whwn trying to calm his mother and himself. Keywords: Personality; collective unconscious; film Abstrak Penelitian ini, bertujuan untuk menjelaskan faktor pembentuk kepribadian tokoh Tooru berdasarkan struktur kepribadian ketidaksadaran kolektif yang memuat dua arketip yang terdapat dalam film Ai Uta: Yakusoku no Nakuhito. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara menyimak dan mencatat dialog antar tokoh. Teknik analisis data dilakukan dengan mengklasifikasikan data berupa dialog dan ekspresi antar tokoh. Metode informal digunakan untuk menyajikan hasil analisis data. Teori yang digunakan adalah psiko analitik milik Carl Gustav Jung. Dari hasil penelitian melalui dua data yang ditemukan, mendeskripsikan bahwa tokoh Tooru mengalami arketip shadow (bayangan) ketika memarahi Tatsuya, dan arketip persona ketika berusaha menenangkan ibunya dan dirinya sendiri. Kata Kunci: Film; kepribadian;ketidaksadaran kolektif
Implementasi Tingkat Tutur Dalam Konsep Uchi Soto Made, Adi Arta Sudarta; Andriyani, Anak Agung Ayu Dian; Meilantari, Ni Luh Gede
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 13 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v13i1.7818

Abstract

ABSTRACT In the Japanese bussness recognizes uchi soto concept which affects the use of speech levels used by speakers to speech partners This research is aims to analyze and describe how the implementation of speech level according to the ” Uchi soto” concept in the japanese bussness is described in the drama Love Phantom. The data in this research are primary data in the form of dialogue obtained using the observation method using the note-taking technique on the video drama Phantom which is watched online on the website filmarks.com. Analysis of the data using the technical method of determining pillar elements to select the speech data to be studied, namely the level of Japanese speech as a form of qualitative research that describes the speech between characters that appear in the drama Love Phantom, which is allegedly the level of Japanese speech when speaking to uchi and soto side of person. From the results obtained from this research, it shows that in the implementation of the speech level in the “uchi soto”concept, the level of speech used by uchi is futsuugo and teineigo only, this is based on the intimacy between fellow employees which is realized by useing futsuugo, and the use of teineigo to superiors as a form of respect. While the type of speech level used for the Soto party is the Keigo form which is used to show respect to the speech partner who is the Soto side of person. and also found the use of the Futsuugo pattern to the soto Side of person based on a close friendship relationship between the speaker and the speech partner during job. Keyword : Speech level, Uchi soto, Drama, Futsuugo, Keigo ABSTRAK Di dalam ranah bisnis Jepang mengenal konsep uchi soto yang mempengaruhi penggunaan tingkat tutur penutur kepada mitra tutur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan bagaimana implemntasi tingkat tutur menurut konsep uchi soto dalam ranah bisnis jepang yang digambarkan dalam drama Love Phantom. Data penelitian ini adalah data primer berupa dialog yang didapat dengan metode observasi menggunakan teknik simak catat pada video drama Live Phantom yang secara daring di web filmarks.com. Penganalisisan data menggunakan metode teknik unsur pilar penentu untuk memilih data tuturan yang diteliti, yaitu tingkat tutur bahasa Jepang sebagai wujud penelitian yang kualitatif yang mendeskripsikan tuturan antar tokoh dalam drama Love Phantom saat berbicara kepada pihak uchi maupun soto. Dari hasil yang diperoleh penelitian ini, menunjukan bahwa dalam implementasi tingkat tutur dalam konsep uchi soto, tingkat tutur yang digunakan kepada pihak uchi yaitu futsuugo dan teineigo saja, hal ini didasar oleh adanya keakraban diantara sesama pegawai yang diwujudkan dengan penggunaan futsuugo, serta penggunaan teineigo kepada atasan sebagai wujud rasa hormat. Sementara jenis tingkat tutur yang digunakan kepada pihak soto adalah bentuk Keigo yang dipergunakan untuk menunjukan penghormatan kepada mitra tutur yang merupakan pihak soto, serta ditemukan pula adnaya penggunaan pola Futsuugo kepada pihak soto yang didasari adanya hubungan pertemannan yang akrab diantara sang penutur dan mitra tutur. Keyword : Tingkat tutur, Uchi soto, Drama, Futsuugo, Keigo
MAKNA KESEDIHAN PADA KUMPULAN LIRIK LAGU KARYA GRUP MUSIK YOASOBI (KAJIAN SEMANTIK) : Bahasa Indonesia Sugiarto, Alvin Jonathan; Anak Agung Ayu Dian Andriyani; Betty Debora Aritonang
Jurnal Daruma : Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Daruma: Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang
Publisher : Program Studi Sastra Jepang Fakultas Bahasa Asing Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa digunakan untuk mengungkapkan ekspresi manusia baik dalam sebuah tulisan maupun lisan. Ungkapan ekspresi tersebut berdasarkan pada pemikiran, pendapat, perasaan, juga pengalaman yang berbentuk imajinatif yang disebut sebuah karya sastra. Contoh dari karya sastra adalah: mite, dongeng, dan lagu. Lagu merupakan bagian karya sastra yang memiliki unsur keindahan pada liriknya, memiliki pesan baik secara implisit maupun eksplisit kepada para pendengar. Pada penelitian ini penulis hanya memfokuskan pembahasan pada unsur kesedihan pada 5 judul lagu yang dibawakan oleh grup musik Yoasobi, antara lain: Yoru ni Kakeru, Tabun, Ankooru, Harujion, dan Gunjou melalui kajian semantik. Penelitian semantik dapat dikatakan sebagai ilmu yang mempelajari tentang makna dan perubahan makna antara makna satu dengan lainnya yang terdapat pada suatu karya sastra. Dalam penelitian ini penulis dapat menemukan makna kesedihan pada lagu tersebut dengan kajian semantik, yang dapat di tarik kesimpulan, setiap karya sastra memiliki ekspresi dalam penciptaannya, baik dari pengalaman penyair, imajinasi, dan buah fikiran. Kata kunci: Bahasa, Lagu, Makna Kesedihan, Kajian Semantik
Co-Authors Agung Pandawana, I Dewa Gede Anak Agung Istri Candrawati Anak Agung Putu Wahyu Adiarta Anggita Stovia Anita Sari Ade Bagus Reza Hariyadi Betty Debora Aritonang Burhanuddin Burhanuddin Dea Luna Valerina, Ni Komang Desak Putu Eka Pratiwi, Desak Putu Devina Cahya Putri Sondang Dewa Gede Agung Gana Kumara Dewa Gede Agung Gana Kumara Dewa Gede Agung Gana Kumara Kumara Dharma, Wilyem Dian Nugraha, I Gusti Komang Dian Puspita Candra Djatmika Djatmika Djatmika Djatmika, Djatmika Dwi Putra, I Made Kembang Dwipa, I Made Suryana Dwiyana Putra, I Gusti Kadek Adrian Eka Susylowati Ely Triasih Rahayu Farisysa Rizkah Rachman Gema Sukana Putra Hadiah, Bedriany Yedesilva Hajimia, Hafizah Hartati Hartati Hartati Hartati I Dewa Ayu Devi Maharani Santika I Dewa Ayu Devi Maharani Santika I Dewa Gede Agung Pandawana I GD Yudha Partama I Gede Agus Dewangga I Gusti Ayu Vina Widiadnya Putri I Komang Sulatra I Made Vikananda Satrya Wibawa I Made Wahyu Wijaya I Made Yawara Sumi Putra I Made Yogi Marantika I Putu Agus Putra Wirawan I Putu Gede Aditya Djanardhana I Wayan Arip Kertanegara I Wayan Juniarta Juniarta I Wayan Wahyu Cipta Widiastika I Wayan, Juniartha Ida Ayu Putri Gita Ardiantari Ida Ayu Putri Gita Ardiantari Ida Ayu Putri Gita Ardiantari Ida Ayu Putu Ita Febriyanti Ida Ayu, Putri Gita Ardiantari Ida Bagus Made Satya Swabawa Kadek Ayu, Diah Krisnayanti Kadek Yonita Yona Komang Ayu Nuriasih Ladycia Sundayra Made Henra Dwikarmawan Sudipa Made Henra Dwikarmawan Sudipa Made, Adi Arta Sudarta Megawati Dewi Ni Ketut Ni Kadek Adiari Ni Kadek Novianti Ayu Purnami Ni Ketut Prihantini Widianingsih Ni Kompyang Widi Pradnyani Ni Kompyang Widi Pradnyani Ni Luh Ayu Aprilita Ni Luh Gede Meilantari Ni Luh Gede Yuliantarini Ni Luh Kristy Ariani Ni Luh Meliyanty Ni Luh Soniartini Soniartini Ni Made Adriyani Resti Wiratami Ni Made Dwi Puspitawati Ni Made Indah Mentari Ni Made Indah Mentari, Ni Made Ni Made Intan Maulina Ni Nengah Megayanti Ni Putu Ayu Diantari Ni Putu Wahyu Srijayanti Ni Wayan Meidariani Ni Wayan Vera Purnamasari Norika, Putu Dian Nova Winarta, Ida Bagus Gde Permana, I Putu Andri Putra, Bagus Putu Pramana Putra, Gusti Made Mega Adi Putri Agung Permata Sari Putri, Widyawati Hema Mona Putu Nur Ayomi Putu Pradiva Putra Salain, Putu Pradiva Putu Sita Juniantini Raharjo, Mentari Nur Addinda Raharjo, Yusuf Muflikh Rahmat Wisudawanto Rai Subawa, Kadek Krisna Rifaldo Antonio Nicholas Vianey Ronald Umbas Ryaw Tiwu, Ni Made Anjhelia Sandra Dewi, Ni Putu Laksmi SANG AYU ADE ARIE DEWAYANTI Shahizan Ali, Mohd. Nor Sharita, Jasmine Sri Rwa Jayantini, I Gusti Agung Sugiarto, Alvin Jonathan Sumarlam Sumarlam Sumarlam Sumarlam, Sumarlam Susila, I Putu Dipa Pranata System, Administrator Tri Rokhani Utami Putri, Ni Putu Sri Wayan Nurita Wayan Nurita Wayan Nurita Widhiantara, Oka Winarta, Ida Bagus Gde Nova Yogi Marantika, I Made Yulianti, Wiwik Yusuf Muflikh Raharjo