p-Index From 2021 - 2026
8.744
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Mimbar PGSD Undiksha Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Bahasa dan Sastra BAHASTRA KEMBARA Jurnal Varidika Jurnal Penelitian Humaniora Kajian Linguistik dan Sastra Jurnal Gramatika Indonesian Language Education and Literature Caraka : Jurnal Ilmu Kebahasaan, Kesastraan, dan Pembelajarannya Jurnal Elementary : Kajian Teori dan Hasil Penelitian Pendidikan Sekolah Dasar Gramatika: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Jurnal Madah Jurnal Bahtera - Jurnal Pendidikan Bahasa Sastra dan Budaya Gelar : Jurnal Seni Budaya Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan SALINGKA Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya JLER (Journal of Language Education Research) Jurnal Fundadikdas (Fundamental Pendidikan Dasar) Magistra Andalusia : Jurnal Ilmu Sastra Tuah Talino Pena Literasi Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pena Indonesia Jurnal Ilmiah Sarasvati : Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya JURNAL CERDAS PROKLAMATOR Jurnal Kewarganegaraan Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya RUANG KATA: Journal of Language and Literature Studies Journal of Pragmatics and Discourse Research Jurnal Ilmiah Buana Bastra: Bahasa, Susastra, dan Pengajarannya International Journal on Education Insight Mahakarya: Students' Journal of Cultural Sciences ALLURE JOURNAL Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Kata : Penelitian tentang ilmu bahasa dan sastra Journal of Language and Literature Studies Prosiding Seminar Nasional Humaniora Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Metamorfosis: Jurnal Bahasa Sastra Indonesia dan Pengajarannya Prawara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia RANGKIANG: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Jurnal Nusantara Raya BAHASTRA Jurnal Tradisi Lisan Nusantara Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Aksara Majalah Ilmiah Bahasa dan Sastra Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia Sawerigading
Claim Missing Document
Check
Articles

Menafsirkan Identitas Kolektif dalam Pantun Adat Minangkabau melalui Pendekatan Semiotika Budaya Wulandari, Yosi; Kurniawan, M. Ardi; Purnawan, I Kadek
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i1.8886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan identitas kolektif masyarakat Minangkabau sebagaimana tecermin dalam pantun adat melalui pendekatan semiotika budaya. Pantun, sebagai bentuk sastra lisan, tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi estetik, tetapi juga sebagai teks budaya yang merepresentasikan norma sosial, nilai religius, dan memori kolektif masyarakat pendukungnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menganalisis pantun-pantun terpilih dari Pantun Adat Minangkabau karya N.M. Rangkoto (1982) melalui kerangka semiotika budaya. Data dianalisis dengan mengidentifikasi simbol-simbol budaya, menafsirkan makna denotatif dan konotatif, serta menelaah peran simbol tersebut dalam pembentukan identitas kolektif masyarakat Minangkabau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pantun adat Minangkabau memuat sistem tanda yang mengintegrasikan hukum adat dengan prinsip-prinsip Islam. Simbol-simbol seperti “adat”, “syarak”, “sembahyang”, dan “timbangan akal budi” berfungsi sebagai kode ideologis yang menegaskan etika keagamaan, harmoni sosial, serta nilai-nilai matrilineal yang menjadi ciri khas masyarakat Minangkabau. Selain itu, pantun berperan sebagai medium naratif yang mentransmisikan nilai-nilai kolektif secara lintas generasi sekaligus merepresentasikan koeksistensi adat dan agama dalam kehidupan sosial masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian budaya dan sastra, khususnya dalam perspektif semiotika budaya, dengan menunjukkan bahwa pantun adat tidak hanya berfungsi sebagai warisan sastra lisan, tetapi juga sebagai teks ideologis dalam pembentukan dan pemeliharaan identitas kolektif masyarakat Minangkabau. Namun, penelitian ini masih terbatas pada penggunaan satu sumber teks tanpa melibatkan interpretasi masyarakat secara langsung. Oleh karena itu, penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi fungsi pantun dalam praktik sosial aktual serta relevansinya dalam kehidupan masyarakat Minangkabau masa kini.
ANALISIS BENTUK PELANGGARAN MAKSIM TUTURAN TOKOH CERPEN HARGA SEORANG PEREMPUAN KARYA OKA RUSMINI SEBAGAI MATERI OTENTIK PEMBENTUKKAN KARAKTER Wulandari, Yosi
Buana Bastra Vol 3 No 1 (2016): BUANA BASTRA
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dua hal sebagai berikut. Pertama, pelanggaran prinsip kesatunan tuturan tokoh dalam cerpen Harga Seorang Perempuan karya Oka Rusmini. Kedua, ketidaksantunan tokoh dalam karya sastra sebagai meteri autentik pembentukkan karakter. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan data penelitian adalah tindak tutur tokoh yang tergolong bentuk ketidaksantunan berbahasa. Sumber data penelitian ini dari tuturan tokoh dalam cerpen Harga Seorang Perempuan karya Oka Rusmini dalam kumpulan cerpen berjudul Sagra. Data dianalisis dengan mengidentifikasi tuturan tokoh yang menunjukkan ketidaksantunan berbahasa dengan menerapakan prinsip kesantunan Leech. Hasil penelitian ini adalah (1) Ditemukan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa tokoh dalam cerpen Harga Seorang Perempaun karya Oka Rusmini terlihat pada dua tokoh yaitu Ibu Pembesar dan Perempuan muda. (2) Analisis ketidaksantunan berbahasa dalan karya sastra dalam dijadikan materi autentik dalam pembelajaran sastra di sekolah karena peserta didik dapat melihat secara langsung bentuk tuturan yang santun dan yang tidak santun. Kata kunci: ketidaksantunan berbahasa, cerpen, pelanggaran maksim, pembentukkan karakter
NARRATIVE, MEANING, AND DISASTER AWARENESS: A DISCOURSE-PRAGMATIC ANALYSIS OF THE CUPU PANJALA TRADITION IN MEGATHRUST MITIGATION Rohmah, Anindi Nur; Wulandari, Yosi; Ekici, Gail
Journal of Pragmatics and Discourse Research Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/jpdr.v6i1.1632

Abstract

Communities living in megathrust-prone regions of Indonesia continue to face recurring seismic and hydrometeorological hazards, yet disaster communication often remains limited to technical or institutional channels. This gap leaves many rural populations dependent on cultural knowledge systems to interpret environmental uncertainty. The Cupu Panjala tradition in Padukuhan Mendak, Gunungkidul, represents one such indigenous mechanism, functioning as a ritualized narrative that encodes warnings, environmental memory, and moral regulation. This study aims to examine the Cupu Panjala tradition as a communicative system of local disaster awareness rather than a static myth or folklore. Using a qualitative approach grounded in discourse-pragmatic analysis, data were collected through oral narratives, ritual performances, and community interpretations associated with the Cupu Panjala ceremony. The analysis focuses on how narrative structures, symbolic references, and communicative intentions shape collective perceptions of natural hazards. Findings indicate that the symbolic messages within the Cupu Panjala tradition, such as references to red soil, elephants, or flowing water, serve as semiotic instruments that guide social behavior and environmental vigilance. These symbols are interpreted communally and transformed into collective awareness and preparedness actions, demonstrating that Cupu Panjala operates as a culture-based early warning system. The study concludes that the mythopoetic and pragmatic dimensions of Cupu Panjala actively reinforce social cohesion, ecological ethics, and psychological resilience. By framing disasters as communicative and moral events, the tradition contributes to community-based mitigation. Integrating such indigenous narrative systems into contemporary disaster communication can enhance culturally grounded preparedness and strengthen participatory risk management.
Tradisi Cupu Panjala sebagai Narasi Lisan Budaya Gunungkidul: Kajian Memori Kolektif dalam Perspektif Maurice Halbwachs Farisqi, Rif'an Rio; Wulandari, Yosi
SAWERIGADING Vol 31, No 2 (2025): Sawerigading, Edisi Desember 2025
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v31i2.1632

Abstract

This study aims to examine the Cupu Panjala tradition from the perspective of Maurice Halbwachs' collective memory, in order to understand how community social memory shapes collective awareness of disaster risk. This research used a qualitative approach with field study methods involving non-participant observation, in-depth interviews, and documentation of symbols that emerge during the cupu opening ritual in Mendak Hamlet, Girisekar, Gunungkidul. Data were analyzed through descriptive-interpretive analysis by interpreting the relationship between symbols, oral narratives, and the community's socio-cultural context. The results indicate that the Cupu Panjala tradition functions as a medium for transmitting cultural values, strengthening collective identity, and providing a disaster mitigation strategy based on local wisdom that is more readily accepted by the community than modern approaches. Thus, this tradition has the potential to be integrated into participatory, contextual, and sustainable disaster risk reduction strategies.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji tradisi Cupu Panjala dalam perspektif memori kolektif Maurice Halbwachs, guna memahami bagaimana ingatan sosial masyarakat membentuk kesadaran kolektif terhadap risiko bencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan yang melibatkan observasi non-partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi simbol-simbol yang muncul dalam ritual pembukaan cupu di Dusun Mendak, Girisekar, Gunungkidul. Data dianalisis melalui analisis deskriptif-interpretatif dengan menafsirkan hubungan antara simbol, narasi lisan, dan konteks sosial budaya masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Cupu Panjala berfungsi sebagai media transmisi nilai budaya, penguatan identitas kolektif, sekaligus strategi mitigasi bencana berbasis kearifan lokal yang lebih mudah diterima masyarakat dibandingkan pendekatan modern. Dengan demikian, tradisi ini memiliki potensi untuk diintegrasikan dalam strategi pengurangan risiko bencana yang bersifat partisipatif, kontekstual, dan berkelanjutan. 
Penguatan Warisan Budaya Caturhajo melalui Transformasi Penulisan Naskah Ketoprak Desta Rizky Kusuma; Yosi Wulandari; Sadr Lufti Mufreni; Nur Isna Oktaviani Alkholili; Nuurul Mukhlisah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) Vol. 5 No. 3 (2025): Desember: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkmi.v5i3.8877

Abstract

This study aims to strengthen local cultural heritage through the transformation of ketoprak scriptwriting in Caturharjo Village, Pandak Sub-district, Bantul Regency. The program was implemented as part of the 2025 Community Empowerment by Students (PMM) initiative of Ahmad Dahlan University using a qualitative method and field study approach. Preliminary observations revealed low literacy in ketoprak script development, limited innovation in performances, and insufficient utilization of digital technology for documentation and promotion of traditional arts. Based on these findings, a series of training activities were conducted, including ketoprak scriptwriting, performance capacity building, script digitalization, social media management, and audiovisual documentation workshops. The results indicate significant improvement in community capacity, evidenced by the successful development of a ketoprak script based on local historical narratives and increased understanding of digitalization and promotion by 34.8% and 34.1%, respectively. This program has positively influenced community participation in cultural preservation, provided digitally archived scripts, and enhanced cultural promotion strategies through technology. These efforts open opportunities for strengthening local cultural ecosystems and developing community-based creative economies in Caturharjo.
Co-Authors Agam Triambada, Muhammad Bagus Agsan, Hanna Zaky Aida Azizah, Aida Alvirra, Anisyahida Aulia Alya Rahayu Pratiwi Andi Casworo Ariesty Fujiastuti Asani, Yesi Azis, Muhammad Malik Bahar Pulung Anggaraputra Cici Laila Sukma Destriana Prastica Destriana, Arivianti Dini Eka Wijayanti Dita Eka Wardani Dwi Handayani Ega Aulia Rahmi Ega Aulia Rahmi, Ega Aulia Ekici, Gail Emil Septia Esti Novia Febianti Evi Chamalah Fadhila, Hana Jihan Faridah, Nafisatul Farisqi, Ahmad Rif'an Rio Farisqi, Ahmad Rif`'an Rio Farisqi, Rif'an Rio Fauza, Ainin Nuzha Izzatin Fisari, Nika Fitri Merawati, Fitri Fitrianingsih, Anisa Desi Frida Nurhidayah Hafrison Hafrison Hakim, Arif Fadhil Hanik, Khalifah Umi Hapsari, Oktafia Tri Hastuti, Khayya Meilina Eka Hilma Mufidah I Kadek Purnawan Iis Suwartini Ilham Wahyu Wardani Indah Arohmawati Indah Sri Wahyuni Indra Jaya Iswantari, Sandika Kartika Sari, Ratna Dewi Kurniawan, M. Ardi Kusuma, Desta Rizky Lavhasa, Alfaris Cindy M. Ardi Kurniawan Maghribi, Iftitah Ulfiana Maharani, Eviana Mila Nurpiani Miladika, Nashuka Mohammad Argi Arifandi Muh Saeful Effendi Muh Saeful Effendi Muhammad Alfian Hermawan Muhammad Bagus Agam Triambada Muhammad Hanif Nabilah, Norma Neissaroh Al Mardhiah Nenden Wulan Septianning Tiyas Nika Fisari Nina Nurhasanah, Nina Noviyola, Dwi Sita Nur Isna Oktaviani Alkholili Nurhidayah, Frida Nuril Anwar Nurpiani, Mila Nurul Fitrah Amaliah Suharsono Nuurul Mukhlisah Oktafia Tri Hapsari Oktarina Puspita Wardani, Oktarina Puspita Oktavia, Candrika Nur Pradipta, Diksi Pujiharto Pujiharto Purnawan, I Kadek Purwahida, Rahmah Purwanto, Wachid Eko Purwanto, Wachid Eko Puryanti, Puryanti Ragil Pratiwi Ragil Pratiwi Rahmah, Annisa Fatati Rahmah, Fauziah Rahmawati, Zenita Ratna Dewi Kartika Sari Riyadin Nawang Sari Rohmah, Anindi Nur Rona Romadhianti Rona Romadhianti, Rona Roni Sulistiyono Roni Sulistiyono, Roni Rosalia, Sholeha Sadr Lufti Mufreni Santi Sartika Saputra, Virma Tama Saputra, Yudha Wahyu Sarno R. Sudibyo, Sarno R. Sholeha Rosalia Siti Nur Fatimah Sri Ratna Saktimulya Sti M, Ratri Sulistyo, Kartikasari Putri Suntari, Yustia Syafira Intan Muhliana Tisofania, Bherlian Titiek Suyatmi Tiyas, Nenden Wulan Septianning Tsulusiyah Apriliyananingrum Untung Slamet Sugiyarto Usman, Herlina Wachid Eko Purwanto Wachid Eko Yosi Wardana, Reki Kusuma Wijayanti Ismail Wirawati, Denik Yanez, Maria Angelica Yeni Apriani Yeni Apriani Yusrina Ayu Linati Yusup Tanjung Nugroho