p-Index From 2021 - 2026
9.434
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Mimbar PGSD Undiksha Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Bahasa dan Sastra BAHASTRA KEMBARA Jurnal Varidika Jurnal Penelitian Humaniora Kajian Linguistik dan Sastra Jurnal Gramatika Caraka : Jurnal Ilmu Kebahasaan, Kesastraan, dan Pembelajarannya Jurnal Elementary : Kajian Teori dan Hasil Penelitian Pendidikan Sekolah Dasar Gramatika: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Jurnal Madah Jurnal Bahtera - Jurnal Pendidikan Bahasa Sastra dan Budaya Gelar : Jurnal Seni Budaya Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan SALINGKA Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya JLER (Journal of Language Education Research) Jurnal Fundadikdas (Fundamental Pendidikan Dasar) Magistra Andalusia : Jurnal Ilmu Sastra Tuah Talino Pena Literasi Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pena Indonesia Jurnal Ilmiah Sarasvati : Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya JURNAL CERDAS PROKLAMATOR Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) RUANG KATA: Journal of Language and Literature Studies Journal of Pragmatics and Discourse Research Jurnal Ilmiah Buana Bastra: Bahasa, Susastra, dan Pengajarannya International Journal on Education Insight Mahakarya: Students' Journal of Cultural Sciences ALLURE JOURNAL Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Kata : Penelitian tentang ilmu bahasa dan sastra Journal of Language and Literature Studies Prosiding Seminar Nasional Humaniora Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Metamorfosis: Jurnal Bahasa Sastra Indonesia dan Pengajarannya Prawara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia RANGKIANG: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Jurnal Nusantara Raya BAHASTRA Jurnal Tradisi Lisan Nusantara Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Aksara Majalah Ilmiah Bahasa dan Sastra Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia Sawerigading Indonesian Language Education and Literature
Claim Missing Document
Check
Articles

HEALING DISCOURSE AND SYMBOLIC COSMOLOGY IN SERAT TETAMBA II: A CRITICAL-HERMENEUTIC DISCOURSE ANALYSIS APPROACH Junia, Natasya Rachma; Wulandari, Yosi; Agustina, Noor Qomaria
Journal of Pragmatics and Discourse Research Vol 6, No 2 (2026)
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/jpdr.v6i2.1636

Abstract

This study re-examines the Serat Tatamba II, a classical Javanese medical text, by integrating Paul Ricœur's philosophical hermeneutics and Critical Discourse Analysis (CDA) to uncover how healing symbols shape cultural meanings, spiritual ideologies, and social authority. While previous research has primarily approached the text through philology and ethnomedicine, this study offers a dual analytical framework to explore the layered symbolic meanings and discursive structures that shape traditional healing practices. The data consists of seventeen symbolic units purposively selected from the translated manuscript. The analysis was conducted through Ricœur's three stages of interpretation, symbolic action, exploration of meaning, and appropriation, combined with elements of CDA that highlight textual meaning, intertextuality, and sociocultural power relations. Findings indicate that healing practices in Serat Tatamba II are structured around three main symbol clusters: purification, energy strengthening, and spiritual protection. Symbols such as turmeric, dugan, black salt, mantras, and ritual movements function not only as healing tools but also as discursive tools affirming cosmological balance, moral discipline, and spiritual authority. This text frames healing as a holistic process that integrates the physical, emotional, and metaphysical. 
Transformasi Makna Simbol Bunga dalam Puisi Terbuka Bunga dan Lagu Bunga Abadi: Kajian Sastra Bandingan Winda Aulia Dianovha; Said, Najwa Nimas; Wulandari, Yosi
sarasvati Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL SARASVATI
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi makna simbol “bunga” dalam puisi Terbuka Bunga karya Amir Hamzah dan lagu Bunga Abadi karya Rio Clappy melalui pendekatan sastra bandingan dan konsep intertekstualitas. Penelitian ini bertujuan mengungkap persamaan, perbedaan, serta perubahan makna simbol “bunga” dalam kedua karya yang lahir dari perbedaan zaman, medium, dan konteks sosial-budaya. Metode yang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan data berupa kata, frasa, dan larik yang mengandung simbol “bunga” dalam teks puisi dan lirik lagu. Analisis dilakukan dengan mendeskripsikan makna simbol pada masing-masing karya dan membandingkannya dalam dimensi waktu, medium, dan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam puisi Terbuka Bunga, simbol bunga dimaknai sebagai representasi cinta yang halus dan kontemplatif, sedangkan dalam lagu Bunga Abadi, simbol bunga mengalami transformasi menjadi lambang cinta yang matang dan dirayakan secara terbuka. Transformasi ini mencerminkan perubahan cara pandang masyarakat terhadap cinta sekaligus menunjukkan kesinambungan tradisi simbolik dalam sastra Indonesia lintas zaman dan medium.
TRANSFORMASI INTERTEKSTUAL KERINDUAN KEKASIH YANG TELAH TIADA PADA PUISI CHAIRIL ANWAR DAN PULANG TAUFIQ ISMAIL: INTERTEKSTUAL KERINDUAN KEKASIH YANG TELAH TIADA PADA PUISI CHAIRIL ANWAR DAN PULANG TAUFIQ ISMAIL Alkholili, Isna; Hanifah, Meida; Mujahidah, Safihuna; Wulandari, Yosi
sarasvati Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL SARASVATI
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi intertekstual makna kerinduan terhadap kekasih yang telah tiada dalam puisi “Cintaku Jauh di Pulau” karya Chairil Anwar dan puisi “Pulang” karya Patricia Hooper (Terjemahan Taufiq Ismail). Penelitian ini berpijak pada pandangan bahwa karya sastra tidak pernah hadir secara otonom, melainkan selalu berhubungan dengan teks-teks lain melalui proses transformasi makna. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan pendekatan intertekstual, di mana puisi “Cintaku Jauh di Pulau” diposisikan sebagai teks hipogram, sedangkan puisi “Pulang” dipahami sebagai teks transformasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dengan pembacaan mendalam dan pencatatan terhadap unsur-unsur intrinsik puisi, khususnya imaji, diksi, serta transportasi air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua puisi sama-sama mengangkat tema kerinduan terhadap kekasih yang telah meninggal dan memanfaatkan simbol ruang liminal berupa perahu dan rumah sampa sebagai penanda batas antara kehidupan dan kematian. Sebagai hasilnya,terdapat pergeseran makna yang signifikan. Dalam puisi “Cintaku jauh di Pulau”, kerinduan dimaknai sebagai dorongan aktif dan heroik untuk mencapai pertemuan fisik, tetapi berakhir tragis karena campur tangan ajal. Sebaliknya, puisi “Pulang” mentransformasikan kerinduan tersebut menjadi pengalaman batin yang reflektif dan kontemplatif melalui ritual simbolik pemeliharaan memori. Transformasi ini tampak pada pergeseran ruang, tindakan, dan orientasi harapan cinta, dan pencarian fisik menuju penerimaan batin. Maka, puisi “Pulang” tidak hanya mempertahankan jejak hipogramnya, tetapi juga menghadirkan pembeharuan makna yang memandang cinta sebagai ketabahan batin dan relasi spiritual yang tetap hidup dalam ingatan meskipun kekasih telah tiada.
Nature Narratives in Serat Palilindon 9 L 197: Cheryll Glotfelty Ecocritical Studies Maghribi, Iftitah Ulfiana; Wulandari, Yosi; Dwiadmojo, Ghis Nggar
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 11 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v11i2.42223

Abstract

Serat Palilindon 9 L 197 is a palm-leaf manuscript written in the Buda script from the Merapi-Merbabu tradition that records narratives of disasters, especially earthquakes (lindu), as cosmic events laden with moral, social, and spiritual meaning. This manuscript reflects the worldview of pre-modern Javanese society, which interpreted nature not merely as a physical phenomenon, but as the language of the cosmos and a means of ecological ethics. This study aims to analyze the representation of nature in the Palilindon section (lempir 2r-4v) through Cheryll Glotfelty's ecocritical approach using the concepts of nature as text, environmental ethics, and human-nature interaction. The research uses a descriptive qualitative method with content analysis techniques (Krippendorff, 2018). The main data consists of digital manuscripts from the National Library of Indonesia (Khastara) collection and validated transliteration results. The results of the study show five thematic categories, namely (1) natural phenomena as signs of disharmony, (2) human socio-spiritual responses to disasters, (3) symbolic/cosmological meanings through the Hijri calendar, (4) the reciprocal relationship between humans and nature, and (5) ecological values that emphasize solidarity and cosmic balance. The conclusion of the study affirms that Serat Palilindon presents nature as an active agent and an ethical, spiritual text that teaches balance among faith, morality, and ecology.
Menafsirkan Identitas Kolektif dalam Pantun Adat Minangkabau melalui Pendekatan Semiotika Budaya Wulandari, Yosi; Kurniawan, M. Ardi; Purnawan, I Kadek
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i1.8886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan identitas kolektif masyarakat Minangkabau sebagaimana tecermin dalam pantun adat melalui pendekatan semiotika budaya. Pantun, sebagai bentuk sastra lisan, tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi estetik, tetapi juga sebagai teks budaya yang merepresentasikan norma sosial, nilai religius, dan memori kolektif masyarakat pendukungnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menganalisis pantun-pantun terpilih dari Pantun Adat Minangkabau karya N.M. Rangkoto (1982) melalui kerangka semiotika budaya. Data dianalisis dengan mengidentifikasi simbol-simbol budaya, menafsirkan makna denotatif dan konotatif, serta menelaah peran simbol tersebut dalam pembentukan identitas kolektif masyarakat Minangkabau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pantun adat Minangkabau memuat sistem tanda yang mengintegrasikan hukum adat dengan prinsip-prinsip Islam. Simbol-simbol seperti “adat”, “syarak”, “sembahyang”, dan “timbangan akal budi” berfungsi sebagai kode ideologis yang menegaskan etika keagamaan, harmoni sosial, serta nilai-nilai matrilineal yang menjadi ciri khas masyarakat Minangkabau. Selain itu, pantun berperan sebagai medium naratif yang mentransmisikan nilai-nilai kolektif secara lintas generasi sekaligus merepresentasikan koeksistensi adat dan agama dalam kehidupan sosial masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian budaya dan sastra, khususnya dalam perspektif semiotika budaya, dengan menunjukkan bahwa pantun adat tidak hanya berfungsi sebagai warisan sastra lisan, tetapi juga sebagai teks ideologis dalam pembentukan dan pemeliharaan identitas kolektif masyarakat Minangkabau. Namun, penelitian ini masih terbatas pada penggunaan satu sumber teks tanpa melibatkan interpretasi masyarakat secara langsung. Oleh karena itu, penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi fungsi pantun dalam praktik sosial aktual serta relevansinya dalam kehidupan masyarakat Minangkabau masa kini.
Custom and Syarak as the Theme in Tambo Minangkabau Yosi Wulandari; Pujiharto Pujiharto; Sri Ratna Saktimulya
Indonesian Language Education and Literature Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v7i1.8944

Abstract

The aim of the research to describe (1) Sembilan Pucuk laws in Tambo Minangkabau; (2) custom and syarak as the guidelines in Tambo Minangkabau; (3) the command to obey Penghulu based on the custom and syarak. This study concludes that the three theme motifs in Tambo Minangkabau strengthen the role of adat and religion. In Minangkabau, both are present in the history of creating the Minangkabau country, which began with the Nan Nine Pucuk Law as legitimacy. Further, Balai adat (customary hall) and mosques are symbols of harmony between customs and religion in determining the provisions. Indeed, the community leaders, in this case, Penghulu, need to be obeyed because the customs have appointed them based on Qur’an and Hadith (religion).Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) Undang-Undang Nan sembilan pucuk dalam Tambo Minangkabau; (2) adat dan agama sebagai pedoman dalam Tambo Minangkabau; (3) perintah menaati penghulu berdasarkan adat dan agama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketiga motif tema dalam Tambo Minangkabau memberikan penguatan peran adat dan agama. Di Minangkabau, keduanya hadir dalam sejarah penciptaan negeri Minangkabau yang diawali dengan adanya Undang-Undang Nan Sembilan Pucuk sebagai legitimasi. Selanjutnya, balai adat dan masjid adalah simbol keharmonisan adat dan agama yang saling berkaitan dalam menentukan keputusan dan ketentuan. Bahkan pemimpin kaum, dalam hal ini penghulu, perlu ditaati perintahnya karena penghulu merupakan pemimpin yang ditetapkan oleh adat dan ditentukan oleh al Quran dan hadis atau agama.
Co-Authors Agam Triambada, Muhammad Bagus Agsan, Hanna Zaky Agustina, Noor Qomaria Aida Azizah, Aida Alkholili, Isna Alvirra, Anisyahida Aulia Alya Rahayu Pratiwi Andi Casworo Ariesty Fujiastuti Asani, Yesi Azis, Muhammad Malik Bahar Pulung Anggaraputra Cici Laila Sukma Destriana Prastica Destriana, Arivianti Dini Eka Wijayanti Dita Eka Wardani Dwi Handayani Dwiadmojo, Ghis Nggar Ega Aulia Rahmi Ega Aulia Rahmi, Ega Aulia Ekici, Gail Emil Septia Esti Novia Febianti Evi Chamalah Fadhila, Hana Jihan Faridah, Nafisatul Farisqi, Ahmad Rif'an Rio Farisqi, Ahmad Rif`'an Rio Farisqi, Rif'an Rio Fauza, Ainin Nuzha Izzatin Fisari, Nika Fitri Merawati, Fitri Fitrianingsih, Anisa Desi Frida Nurhidayah Hafrison Hafrison Hakim, Arif Fadhil Hanifah, Meida Hanik, Khalifah Umi Hapsari, Oktafia Tri Hastuti, Khayya Meilina Eka Hermawan, Muhammad Alfian Hilma Mufidah I Kadek Purnawan Iis Suwartini Ilham Wahyu Wardani Indah Arohmawati Indah Sri Wahyuni Indra Jaya Iswantari, Sandika Junia, Natasya Rachma Kartika Sari, Ratna Dewi Kurniawan, M. Ardi Kusuma, Desta Rizky Lavhasa, Alfaris Cindy M. Ardi Kurniawan Maghribi, Iftitah Ulfiana Maharani, Eviana Mila Nurpiani Miladika, Nashuka Mohammad Argi Arifandi Muh Saeful Effendi Muh Saeful Effendi Muhammad Bagus Agam Triambada Muhammad Hanif Mujahidah, Safihuna Nabilah, Norma Neissaroh Al Mardhiah Nenden Wulan Septianning Tiyas Nika Fisari Nina Nurhasanah, Nina Noviyola, Dwi Sita Nur Isna Oktaviani Alkholili Nurhidayah, Frida Nuril Anwar Nurpiani, Mila Nurul Fitrah Amaliah Suharsono Nuurul Mukhlisah Oktafia Tri Hapsari Oktarina Puspita Wardani, Oktarina Puspita Oktavia, Candrika Nur Pradipta, Diksi Pujiharto Pujiharto Purnawan, I Kadek Purwahida, Rahmah Purwanto, Wachid Eko Purwanto, Wachid Eko Puryanti, Puryanti Ragil Pratiwi Ragil Pratiwi Rahmah, Annisa Fatati Rahmah, Fauziah Rahmawati, Zenita Ratna Dewi Kartika Sari Riyadin Nawang Sari Rohmah, Anindi Nur Rona Romadhianti Rona Romadhianti, Rona Roni Sulistiyono Roni Sulistiyono, Roni Rosalia, Sholeha Sadr Lufti Mufreni Said, Najwa Nimas Santi Sartika Saputra, Virma Tama Saputra, Yudha Wahyu Sarno R. Sudibyo, Sarno R. Sholeha Rosalia Siti Nur Fatimah Sri Ratna Saktimulya Sti M, Ratri Sulistyo, Kartikasari Putri Suntari, Yustia Syafira Intan Muhliana Tisofania, Bherlian Titiek Suyatmi Tiyas, Nenden Wulan Septianning Tsulusiyah Apriliyananingrum Untung Slamet Sugiyarto Usman, Herlina Wachid Eko Purwanto Wachid Eko Yosi Wardana, Reki Kusuma Wijayanti Ismail Winda Aulia Dianovha Wirawati, Denik Yanez, Maria Angelica Yeni Apriani Yeni Apriani Yusrina Ayu Linati Yusup Tanjung Nugroho