p-Index From 2021 - 2026
4.476
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Akuakultur Indonesia Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Biologi Edukasi : Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi AL KAUNIYAH KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Jurnal Perikanan dan Kelautan Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Aquahayati Jurnal Tataloka Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan/Journal of Fishery and Innovation (JSIPi) Aceh Journal of Animal Science JURNAL BIOLOGI INDONESIA Masyarakat, Kebudayaan dan Politik AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan Jurnal Pariwisata JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal Of Tropical Fisheries Management) Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Bawal : Widya Riset Perikanan Tangkap Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Jurnal Segara Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Techno-Fish Journal of Computer Networks, Architecture and High Performance Computing Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan COJ (Coastal and Ocean Journal) Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Aceh Journal of Animal Science Jurnal Manusia dan Lingkungan Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Journal of Fisheries & Marine Journal of Aceh Aquatic Sciences (Journal of Environmental Sustainability Management)
Claim Missing Document
Check
Articles

Tutupan karang dan komposisi ikan karang didalam dan luar kawasan konservasi pesisir timur Pulau Weh, Sabang Riany Hastuty; Yonvitner .; Luky Adrianto
Depik Vol 3, No 2 (2014): August 2014
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.3.2.1468

Abstract

Abstract. The study was conducted onApril to October 2013 in marine protected areas of Weh Island. The samplings were done at10 siteswhere 6 sitesare situatedinside of conservation areas, while 4 sites are situated outside of conservation areas. The purpose ofthis study was to evaluate coral covers andreef fish composition. Point intersept transect(PIT), underwater visual census (UVC) and fish catches were used to examine coral covers, abudance and biomass of reef fish. The results showed that average of coral covers, abudance and biomass of target fishes inside conservation were 54%, 1,662 ind/ha and 408.78 kh/ha, respectively, while than outside conservation was 33.05%, 1,058 ind/ha and 307.77 kg/ha, respectively. Total of reef fish species and the catch were increased from previous years, for example there are 60 species in 2010 and it was increased to 83 species in 2013. In addition the fishermen catches were increased slightly from 3.03 kg/trip in 2008 to 3.6 kg/trip in 2013. It is concluded that the coral condition and reef fish composition in the conservation are much better compared to outside of conservation areas.Keywords : Marine protect area; reef fish; Weh Island Abstrak. Penelitian ini dilakukan pada April sampai Oktober 2013 di Kawasan Konservasi Perairan Pesisir Timur Pulau Weh yang terdiri dari 10 stasiun dimana 6 stasiun berada didalam kawasan konservasi dan 4 stasiun diluar kawasan konservasi.Penelitian ini bertujuan untuk menilai persentase tutupan karang dan komposisi ikan karang. Sampling menggunakan transek titik dan underwater visual sensus (UVC) dan hasil tangkapan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kondisi tutupan karang, kelimpahan dan biomassa ikan target dikawasan konservasi yaitu 54%, 1.662 ind/ha dan 408,78 kg/ha, secara berurutan, sedangkan diluar kawasan konservasi adalah 33,05%, 1.058 ind/ha dan 307,77 kg/ha biomassa ikan target.Jumlah jenis ikan karang di kawasan konservasi meningkat, yaitu 60 jenis tahun 2010 menjadi 83 jenis pada tahun 2013 dan rata-rata hasil tangkapan tahun 2008 yaitu 3,03 kg/trip dan tahun 2013 yaitu 3,6 kg/trip. Dapat disimpulkan bahwa kondisi karang dan komposisi jenis dan ukuran ikan lebih baik di dalam kawasan konservasi berbanding diluar kawasan.Kata kunci: Kawasan Konservasi; Ikan karang; Pulau Weh
Lobster Population Parameter in Bumbang Bay, Central Lombok [Parameter Populasi Lobster Perairan Teluk Bumbang, Lombok Tengah] Yonvitner Yonvitner; Zulhamsyah Imran; Sulaeman Martasuganda; Beni Osta Nababan; Fransiskus Mao Tokan; Septian Dwi Cahyo; Rifki Aldi Ramadhani
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 11 No. 2 (2019): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v11i2.13185

Abstract

AbstractBumbang bay is one of the lobster fishing areas in Central Lombok District, where fishing is carried out at all times and has the potential to disrupt the sustainability of the population in the future. Data is collected from the stock of lobster stocks that are still in fishing cages. Potential risks and fishing pressure could be assessed through length and weight, growth, structure size and potential recruitment analysis. The results of the study found 6 species of lobsters, of which are 2 dominant species were pearl lobster (45.5%) and sand lobster (44.5%) of the total catch. The Length and weight relationship have a negative allometric pattern which is (pearls lobster b = 2.04 and sand lobster = 1.2). The growth rate is relatively slow with a growth rate coefficient of 0.2-0.49 per year. Therefore, recruitment per biomass from the population is also low and exploitation rate about 0.6. The population growth and recruitment relatively low and increasing the exploitation rate, potential to unsustainable of the lobster population in the future.AbstrakPerairan Teluk Bumbang adalah salah satu pusat perikanan lobster di Lombok Tengah, dimana penangkapan dilakukan setiap waktu dan berpotensi mengganggu keberlanjutan populasi dimasa yang akan datang. Potensi risiko dan tekanan penangkapan dapat dikaji melalui analisis panjang dan bobot, pertumbuhan, struktur ukuran dan potensi recruitment. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 6 jenis lobster, dimana 2 jenis dominan yaitu lobster mutiara (45,5%) dan lobter pasir 44,5% dari total tangkapan. Hubungan panjang dan berat memiliki pola allometrik negatif (lobster mutiara b=2,04 dan lobster pasir =1,2). Pertumbuhan tergolong lambat dengan koefisien laju pertumbuhan 0,2-0,49 per tahun. Begitu juga recruitment per biomass dari populasi juga rendah dan eksploitasi tergolong tinggi yaitu 0,6. Kemampuan tumbuh yang lambat dengan recruitment yang rendah serta eksploitasi tinggi, potensial menganggu keberlanjutan populasi lobster dimasa yang akan datang.
A Multi-Criteria Approach and Sustainability Index as a Consideration on Torpedo scad Fisheries Management in Sunda Strait Yonvitner Yonvitner; Mennofatria Boer; Vera Ardelia
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 12 No. 1 (2020): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v12i1.16360

Abstract

HighlightsThe main problem to ensure the good management in fisheries was multi species fishPrecautionary approach needed to get a good view of the important criteria in fisheries managementNeeded a multi criteria and index to make a final conclusion of the any criteriaNatural history and population dynamic parameter important input to sustainability indexValidation model in sunda strait as preliminary approach will help to get a good data and resultAbstractTorpedo scad species known are both economic and ecologic important pelagic fish that fishing catch tends to increase last a few decades. For sustainability, in the long term, needed a management strategy that complies with measurable fish population indicators. This effort is a part of the precautionary approach in fiseries management in related exploitation. This research was conducted in Labuan fishing port performed for more than 8 months and then analyzed with population parameters. Composite analysis by multi-criteria approaches found that the average score of Torpedo scad is 1.48 and then grouped as moderate sustainability. Schooling fish, including torpedo scad has been moderate until high sustainability levels. Overall population status in this area refer to moderate potential risk and needs a precautionary approach on management. 
Spawning Potential Ratio (SPR) Approach as a Management Measure of Skipjack Sustainability Record from Cilacap Fishing Port, Central Java, Indonesia Yonvitner Yonvitner; Mennofatria Boer; Rahmat Kurnia
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 13 No. 2 (2021): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v13i2.24926

Abstract

Highlight Research:Spawning potential ratio (SPR) based on the length and frequency data is a substitution approach for data-poor management in fisheriesGonad maturity is an indicator to ensure recruitment and stock sustainability. Therefore important to evaluate the impact of fishing capture on the size and length of fishSpawning potential ratio of skipjack relatively low and potential medium impact on risk sustainability AbstractWhen data is limited, management measurement from fisheries makes it possible to use natural history data to analyze the potential spawning ratio (SPR). This research aimed to determine skipjack fish management measure from the Indian Ocean landed at Cilacap Fishing Port through the SPR approach. The study was conducted in December 2014 to March 2015 using length and reproduction data. The analysis consisted of the size structure, growth rate, and asymptotic length that were analyzed using FISAT II program and length at fifty percent maturity (Lm50). The SPR analysis used SPR software from the application in http://barefootecologist.com.au/lbspr. The size distributions of skipjack obtained were a length of 220-790 mm and an average dominant length of 311-371 mm. The asymptotic length obtained was 831.57 mm, with growth rate and natural mortality of 1.1 and 1.44 per year respectively. The population proportion of 50% reaching gonad maturity (Lm50) was found at a length of 494.75 mm and (Lm95 = 522.39 mm) with an M/k ratio of 1.309. The length selectivity level was caught 50% (SL50 = 317.36 mm) and 95% (SL95 = 373.1 mm). The spawning potential ratio (SPR) ranged from 2-4 with an average of 4% during observation. The SPR potential, which is lower from the standardized threshold of 40%, indicates many young fish populations are caught, and the potential for overfishing is high, high risk, and low sustainability.
STUDI KESESUAIAN KAWASAN BUDIDAYA KERANG MUTIARA DI PESISIR KABUPATEN LOMBOK UTARA Fitra Wira Hadinata; Fredinan Yulianda; Yonvitner Yonvitner
Journal of Aceh Aquatic Sciences Vol 3, No 1 (2019): Journal of Aceh Aquatic Sciences
Publisher : Journal of Aceh Aquatic Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/.v3i1.1712

Abstract

Analisis Kebijakan Zona Inti Kawasan Konservasi Perairan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil di Kepulauan Seribu Muliadi, Adi; Adiwibowo, Soeryo; Yonvitner, Yonvitner; Panggabean, Donwill; Saleha, Eha; Noviyanti, Rinda; Hotman, Jan
Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 14, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jksekp.v14i1.12789

Abstract

Zona inti Kawasan Konservasi Perairan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) dapat menghadapi ancaman antropogenik alami maupun karena dampak kebijakan dan ego sektoral. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji aspek ekologi, sosial, dan ekonomi di kawasan konservasi Kepulauan Seribu sehingga dapat menghasilkan skenario terbaik setelah terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 27 tahun 2021 tentang perubahan zona inti KKP3K. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan empiris. Data primer diperoleh melalui Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara serta data sekunder dari studi dokumentasi dengan skenario menggunakan analisis trade-off. Hasil penelitian menunjukkan skenario terbaik (rata-rata 57) adalah skenario B (zona inti digunakan untuk ekowisata berkelanjutan) karena mengedepankan asas keberlajutan lingkungan sebagai salah satu aset dalam mendorong pariwisata. Skenario A (zona inti tidak perlu dirubah) menjadi alternatif kedua karena pembatasan aktifitas melalui sistem zonasi positif terhadap keberlanjutan ekologi lingkungan, sedangkan skenario C (zona inti digunakan untuk ekonomi) menggambarkan perubahan aspek ekologi, ekonomi dan sosial yang berdampak negatif terhadap ekologi dan hanya berimplikasi positif terhadap aspek ekonomi dan sosial. Dasar legalitas dari perubahan zona inti yang digunakan untuk proyek strategis nasional akan menimbulkan dampak sosial dan ekologi, oleh karena itu perubahan terhadap zona inti mestinya tidak perlu dilakukan kecuali dapat memberikan alternatif yang bermuara pada penyelarasan dan peningkatan aspek ekologi, ekonomi, dan sosial pada kawasan tersebut. Title: Policy Analysis of Core Zone in Marine Conservation Areas, Coastal and Small Islands in Seribu Island The core zone of the Coastal Marine Protected Area and Small Islands (KKP3K) can face anthropogenic, natural threats, as well as due to the impact of sectoral policies and egos. The purpose of this study is to examine the ecological, social, and economic aspects of the Thousand Islands conservation area so that it is expected to produce the best scenario related to the issuance of Government Regulation Number 27 of 2021 concerning changes in the KKP3K core zone. This research uses quantitative methods with an empirical approach and uses primary data obtained through Focus Group Discussion (FGD) and interviews as well as secondary data from documentation studies screened with scenarios using trade-off analysis. The results showed that the best scenario (average 57) was scenario B (core zone used for sustainable ecotourism) because it prioritized the principle of environmental sustainability as one of the assets in encouraging tourism. Scenario A (core zone does not need to be changed) is the second alternative because restrictions on activities through the zoning system positivelly on the sustainability of environmental ecology, while scenario C (core zone is used for economics) describes changes in ecological, economic and social aspects that can produce negative impacts on ecology and only have positive implications for economic and social aspects. The legality basis of changes to core zones used for national strategic projects will have social and ecological impacts, therefore changes to core zones should not be necessary unless they provide alternatives that lead to alignment and improvement of ecological, economic, and social aspects of the region. 
Distribusi Pendapatan Nelayan pada Perikanan Skala Kecil dan Besar di Selat Sunda Yonvitner, Yonvitner; Wafi, Hanif; Yulianto, Gatot; Boer, Mennofatria; Kurnia, Rahmat
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.1.9-16

Abstract

Perikanan selat Sunda termasuk kegiatan perikanan skala kecil (<10 GT) dan skala besar (>10 GT) yang masih menerapkan sistem bagi hasil dari pendapatan.  Untuk itu perlu ditentukan tingkat pendapatan yang diperoleh sebagai bagian dari usaha penangkapan.  Penelitian yang dilakukan di Selat Sunda Labuan dan Lempasing untuk menjawab besaran pendapatan yang diperoleh.  Hasil menunjukkan bahwa pendapatan yang diperoleh relative sama antara < 10 GT dan > 10 GT.  Secara umum terlihat risiko penangkapan terhadap pendapatan masih tinggi saat musim panceklik. Untuk itu diupayakan 40 persen dari kelebihan pendapatan dari kebutuhan dipergunakan untuk menabung agar nelayan tetap memperoleh manfaat saat musim panceklik.
Habitat and Population Structure of Lobster from Southern of West Java Irianto, Dedy Cahyadi; Riani, Etty; Widigdo, Bambang; Yonvitner, Yonvitner
Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal of Tropical Fisheries Management) Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal Of Tropical Fisheries Management)
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.v8i1.54438

Abstract

Lobster merupakan sumberdaya ekonomi tinggi yang banyak terdapat diperairan Samudera Hindia, termasuk selatan Jawa. Penelitian pada tiga lokasi yaitu Pamengpeuk, Cianjur Selatan dan Ujung Genteng mewakili daerah Selatan Jawa Barat untuk mengkaji struktur populasi dan kualitas lingkungan yang sesuai untuk menunjang kehidupanya. Temuan dari penelitian ini bahwa habitat hidup lobster diperairan dekat pantai yang dalam dengan kualitas perairan yang baik. Jenis dominan adalah lobster pasir dan batu, dengan kualitas baik pada perairan Ujung Genteng. Sebagian besar populasi dewasa dengan ukuran lebih besar juga banyak ditemukan diperairan Ujung Genteng dengan laju pertumbuhan yang lebih baik.
Biodiversity and Vulnerability of Fisheries Resources in Berau Bay, West Papua Province Maulana, Riyan; Jabbar, Meuthia Aula; Yonvitner
Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal of Tropical Fisheries Management) Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal Of Tropical Fisheries Management)
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.v8i1.55908

Abstract

Teluk Berau, yang terletak di Provinsi Papua Barat, merupakan salah satu wilayah perairan yang kaya akan keanekaragaman hayati di Indonesia. Ekosistem perairan ini menjadi habitat penting bagi berbagai jenis ikan, yang memiliki nilai ekologi dan ekonomi bagi masyarakat lokal yang bergantung pada perikanan. Namun, peningkatan aktivitas manusia termasuk penangkapan ikan intensif, polusi, dan perubahan iklim, menimbulkan ancaman serius terhadap kelestarian sumberdaya ikan di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan mengkaji biodiversitas dan tingkat kerentanan sumberdaya ikan di Perairan Teluk Berau. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, pengambilan sampel ikan, dan analisis identifikasi spesies serta menghitung indeks keanekaragaman. Tingkat kerentanan sumberdaya ikan diperoleh dengan mengkategorisasikan status konservasi pada IUCN redlist. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teluk Berau memiliki tingkat biodiversitas relatif tinggi dengan dominansi yang rendah. Nilai indeks biodiversitas pada perairan Teluk Berau tertinggi sebesar 3.35 yang didominasi oleh famili Carangidae, dan Scombridae. Hasil analisis tingkat kerentanan menunjukkan sebanyak 85.71% memiliki tingkat kerentana yang rendah. Namun, beberapa spesies menunjukkan tingkat kerentanan tinggi akibat aktivitas penangkapan ikan berlebihan, polusi, dan perubahan iklim. Temuan ini menekankan pentingnya penerapan langkah-langkah konservasi yang efektif untuk menjaga keberlanjutan sumberdaya ikan di kawasan ini. Upaya perlindungan habitat, pengelolaan penangkapan ikan yang berkelanjutan, serta edukasi kepada masyarakat lokal diharapkan dapat mengurangi kerentanan dan meningkatkan keberlanjutan ekosistem perairan Teluk Berau.
Quo Vadis Teluk Jakarta Yonvitner; Agus, Syamsul Bahri; Perdinan; Budiman, Mukhammad Asyief Khasan; Sahibuddin, Muhammad Qustam; Akmal, Surya Genta; Rudiyanto, Bambang Yudho
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 1 No 1 (2019): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0101.1-6

Abstract

Teluk Jakarta merupakan salah satu kawasan strategis di DKI Jakarta yang sarat dengan aktivitas dan persoalan. Salah satu persoalan yang menonjol saat ini adalah pemanfaatan ruang untuk reklamasi. Perjalanan rencana reklamasi yang terjadi ternyata tidak sepenuhnya sesuai harapan, karena berbagai persoalan terkait legalitas yang kemudian mengacu pada UU belum sepenuhnya terpenuhi. Keberadaan masyarakat sekitar lokasi reklamasi belum terakomodasi dengan baik, serta rencana pemanfaatan dan peruntukan ruang area reklamasi belum tuntas dalam rencana tata ruang. Status sumberdaya hayati dan ekosistem di sekitar lokasi yang menunjukkan tren perubahan dari waktu ke waktu karena tekanan pemanfaatan ruang. Berbagai kepentingan dalam hal ini kemudian mendorong perlunya sebuah solusi komprehensif dalam pengelolaan kedepan yang lebih baik dan berkeadilan. Model pengelolaan terpadu dengan tetap memberikan peran kepada pemerintah sebagai pengendali utama akan sangat baik, sehingga semua kepentingan dapat terakomodasi dengan baik.
Co-Authors . Fahmi . Sulistiono . Waluyo A Habibi Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Adrian Hidayat, Adrian Afandy, Andy Agus Dermawan Agus Oman Sudrajat Ahmad Fachrudin Ahmadi, Nurdin Ai Solihat Aji Hermawan Akmal, Surya Genta Akmal, Surya Gentha Amanah Zakiah Amelian Dinisia Anastasia Dian Rosalina Anastasia Dian Rosalina Andi Gustomi Anisa Kusumadewi Zulfikar Apriansyah Apriansyah Arief Widianto Ario Damar Ario Damar Aulia Maghfirotul Khatami Aulia Maghfirotul Khatami Ayu Ervinia Beni Osta Nababan Benny Khairuddin Buda, Mark Budiman, Mukhammad Asyief Khasan Cecep Kusmana Christian, Yoppie Danang Aria Nugroho Deni Rahmat Hidayat Destilawati Destilawati Destilawati Destilawati Destilawaty, Destilawaty Diding Sudira Efendi Didit Eko Prasetiyo Dinamella Wahjuningrum Donwill Panggabean Dudi Muhammad Wildan Dwi Muninggar Pratiwi Dyah Ika Nugraheni Eddy Soekendarsih Eha Saleha Emy Mupid Enan M. Adiwilaga Endang Juwita Endang Juwita, Endang Estri Octora Farmelia Etty Riani Fadlian, Rizka Fery Kurniawan Fery Kurniawan FERY KURNIAWAN Fitra Wira Hadinata Fransiskus Mao Tokan Fredinan Yulianda Gatot Yulianto Gatot Yulianto Gautama, Dwi Ariyoga Grin Tommy Panggabean Habibi, A Hanif Wafi Hanif Wafi Hanif Wafi Hefni Effendi Helmy Akbar Helmy Akbar I Setyobudiandi I Wayan Nurjaya Iis Diatin Ilham Ilham Iqra Putra Sanur Irfan Yulianto Irianto, Dedy Cahyadi Irwan Irwan Irzal Effendi Isdradjad Setyobudi Andi Isdradjad Setyobudi Andi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjat Setyobudiandi Isdradjat Setyobudiandi Isdrajad Setyobudiandi Jabbar, Meuthia Aula Jamilah Jamilah Jamilah Jamilah Jan Hotman Joko Santoso K Praptokardiyo Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewardi Kardiyo Prapto Kardiyo Kardiyo Praptokardiyo Kiagus Abdul Aziz Lala M Kolopaking Lukman Faisol Luky Adrianto Luky Adrianto M Mukhlis Kamal M. Arsyad Al Amin M. Mukhlis Kamal Maisalda, Dwianka Rahman Masykur Tamanyira Masykur Tamanyira Maulana Ishak Melindo, Hera Ledy Mennofatria Boer Mia Setiawati Mochammad Riyanto Mona Agatha Muhammad Fadjar Rahardjo Muhammad Ridwan Mujio, Mujio Muliadi, Adi Nabil Zurba Nandi Abdul Aziz Nandi Sukri Nandi Syukri Ngoc, Pham Ti Anh Nor, Norhariani Mohd Nur Irsyam Nurfitri Triramdani Nursan, Muhammad P. Perdinan Pudji Muljono Puji Hastuti, Yuni Putri Utami, Putri R Dahuri R. Dikky Indrawan Rahmat Kurnia Retno Asih Riany Hastuty RIDWAN AFFANDI Rifki Aldi Ramadhani Rika Astuti Rinda Noviyanti, Rinda Rini Setiawati Riska Puspita Riyan Maulana Rizka Fadlian Rokhmin Dahuri Rokhmin Dahuri Rokhmin Dahuri Rokhmin Dahuri Rudiyanto, Bambang Yudho Rusmin Nuryadin S Sukimin Sahibuddin, Muhammad Qustam Samhuri, Refita Yunie Selvi Oktaviyani Selvia Oktaviyani Septian Dwi Cahyo Shabrina Oktaviani Sigid Hariyadi Siti Nurkhotini Soeryo Adiwibowo Sonny Koeshendrajana Sri Nuryati Sriharini, Endang Koestati Sugeng Heri Suseno Suharyanto Suharyanto Sulaeman Martasuganda Sulistiono Sulistiono Sulistyowati, Beta Indi Suraji Suraji Surya Genta Akmal Surya Gentha Akmal Surya Gentha Akmal Surya Gentha Akmal Surya Gentha Akmal Sutrisno Sukimin Syamsul Bahri Agus, Syamsul Bahri Syofyan Hasan Syukri, Nandi Tamanyira, Masykur Taryono Taslim Arifin Taslim Arifin Tatag Budiardi Tia Azira Sharif Tolentino-Zondervan, Frazen Tri Ernawati Trihandoyo, Arif Triyadi Purnomo Vera Ardelia Vera Ardelia Vicky Rizky Katili Wafi, Hanif Wahyuni, Andi Panca Waluyo Waluyo Wawan Ridwan Y. Hadiroseyani Yandra Arkeman Yasir Yasir Yasya Hanifah Kinasih Yeldi Adel Yogi Cahyo Ginanjar Yudi Wahyudin Yusli Wardiatno Yuyun Erwina Zainal Arifin Lubis Zulfikar, Anisa Kusumadewi Zulfikar Zulhamsyah Imran