p-Index From 2021 - 2026
4.534
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Akuakultur Indonesia Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Biologi Edukasi : Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi AL KAUNIYAH KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Jurnal Perikanan dan Kelautan Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Aquahayati Jurnal Tataloka Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan/Journal of Fishery and Innovation (JSIPi) Aceh Journal of Animal Science JURNAL BIOLOGI INDONESIA Masyarakat, Kebudayaan dan Politik AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan Jurnal Pariwisata JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal Of Tropical Fisheries Management) Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Bawal : Widya Riset Perikanan Tangkap Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Jurnal Segara Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Techno-Fish Journal of Computer Networks, Architecture and High Performance Computing Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan COJ (Coastal and Ocean Journal) Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Aceh Journal of Animal Science Jurnal Manusia dan Lingkungan Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Journal of Fisheries & Marine Journal of Aceh Aquatic Sciences (Journal of Environmental Sustainability Management)
Claim Missing Document
Check
Articles

Spawning Potential Ratio (SPR) Approach as a Management Measure of Skipjack Sustainability Record from Cilacap Fishing Port, Central Java, Indonesia Yonvitner Yonvitner; Mennofatria Boer; Rahmat Kurnia
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 13 No. 2 (2021): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v13i2.24926

Abstract

Highlight Research:Spawning potential ratio (SPR) based on the length and frequency data is a substitution approach for data-poor management in fisheriesGonad maturity is an indicator to ensure recruitment and stock sustainability. Therefore important to evaluate the impact of fishing capture on the size and length of fishSpawning potential ratio of skipjack relatively low and potential medium impact on risk sustainability AbstractWhen data is limited, management measurement from fisheries makes it possible to use natural history data to analyze the potential spawning ratio (SPR). This research aimed to determine skipjack fish management measure from the Indian Ocean landed at Cilacap Fishing Port through the SPR approach. The study was conducted in December 2014 to March 2015 using length and reproduction data. The analysis consisted of the size structure, growth rate, and asymptotic length that were analyzed using FISAT II program and length at fifty percent maturity (Lm50). The SPR analysis used SPR software from the application in http://barefootecologist.com.au/lbspr. The size distributions of skipjack obtained were a length of 220-790 mm and an average dominant length of 311-371 mm. The asymptotic length obtained was 831.57 mm, with growth rate and natural mortality of 1.1 and 1.44 per year respectively. The population proportion of 50% reaching gonad maturity (Lm50) was found at a length of 494.75 mm and (Lm95 = 522.39 mm) with an M/k ratio of 1.309. The length selectivity level was caught 50% (SL50 = 317.36 mm) and 95% (SL95 = 373.1 mm). The spawning potential ratio (SPR) ranged from 2-4 with an average of 4% during observation. The SPR potential, which is lower from the standardized threshold of 40%, indicates many young fish populations are caught, and the potential for overfishing is high, high risk, and low sustainability.
STUDI KESESUAIAN KAWASAN BUDIDAYA KERANG MUTIARA DI PESISIR KABUPATEN LOMBOK UTARA Fitra Wira Hadinata; Fredinan Yulianda; Yonvitner Yonvitner
Journal of Aceh Aquatic Sciences Vol 3, No 1 (2019): Journal of Aceh Aquatic Sciences
Publisher : Journal of Aceh Aquatic Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/.v3i1.1712

Abstract

Analisis Kebijakan Zona Inti Kawasan Konservasi Perairan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil di Kepulauan Seribu Muliadi, Adi; Adiwibowo, Soeryo; Yonvitner, Yonvitner; Panggabean, Donwill; Saleha, Eha; Noviyanti, Rinda; Hotman, Jan
Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 14, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jksekp.v14i1.12789

Abstract

Zona inti Kawasan Konservasi Perairan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) dapat menghadapi ancaman antropogenik alami maupun karena dampak kebijakan dan ego sektoral. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji aspek ekologi, sosial, dan ekonomi di kawasan konservasi Kepulauan Seribu sehingga dapat menghasilkan skenario terbaik setelah terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 27 tahun 2021 tentang perubahan zona inti KKP3K. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan empiris. Data primer diperoleh melalui Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara serta data sekunder dari studi dokumentasi dengan skenario menggunakan analisis trade-off. Hasil penelitian menunjukkan skenario terbaik (rata-rata 57) adalah skenario B (zona inti digunakan untuk ekowisata berkelanjutan) karena mengedepankan asas keberlajutan lingkungan sebagai salah satu aset dalam mendorong pariwisata. Skenario A (zona inti tidak perlu dirubah) menjadi alternatif kedua karena pembatasan aktifitas melalui sistem zonasi positif terhadap keberlanjutan ekologi lingkungan, sedangkan skenario C (zona inti digunakan untuk ekonomi) menggambarkan perubahan aspek ekologi, ekonomi dan sosial yang berdampak negatif terhadap ekologi dan hanya berimplikasi positif terhadap aspek ekonomi dan sosial. Dasar legalitas dari perubahan zona inti yang digunakan untuk proyek strategis nasional akan menimbulkan dampak sosial dan ekologi, oleh karena itu perubahan terhadap zona inti mestinya tidak perlu dilakukan kecuali dapat memberikan alternatif yang bermuara pada penyelarasan dan peningkatan aspek ekologi, ekonomi, dan sosial pada kawasan tersebut. Title: Policy Analysis of Core Zone in Marine Conservation Areas, Coastal and Small Islands in Seribu Island The core zone of the Coastal Marine Protected Area and Small Islands (KKP3K) can face anthropogenic, natural threats, as well as due to the impact of sectoral policies and egos. The purpose of this study is to examine the ecological, social, and economic aspects of the Thousand Islands conservation area so that it is expected to produce the best scenario related to the issuance of Government Regulation Number 27 of 2021 concerning changes in the KKP3K core zone. This research uses quantitative methods with an empirical approach and uses primary data obtained through Focus Group Discussion (FGD) and interviews as well as secondary data from documentation studies screened with scenarios using trade-off analysis. The results showed that the best scenario (average 57) was scenario B (core zone used for sustainable ecotourism) because it prioritized the principle of environmental sustainability as one of the assets in encouraging tourism. Scenario A (core zone does not need to be changed) is the second alternative because restrictions on activities through the zoning system positivelly on the sustainability of environmental ecology, while scenario C (core zone is used for economics) describes changes in ecological, economic and social aspects that can produce negative impacts on ecology and only have positive implications for economic and social aspects. The legality basis of changes to core zones used for national strategic projects will have social and ecological impacts, therefore changes to core zones should not be necessary unless they provide alternatives that lead to alignment and improvement of ecological, economic, and social aspects of the region. 
Distribusi Pendapatan Nelayan pada Perikanan Skala Kecil dan Besar di Selat Sunda Yonvitner, Yonvitner; Wafi, Hanif; Yulianto, Gatot; Boer, Mennofatria; Kurnia, Rahmat
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.1.9-16

Abstract

Perikanan selat Sunda termasuk kegiatan perikanan skala kecil (<10 GT) dan skala besar (>10 GT) yang masih menerapkan sistem bagi hasil dari pendapatan.  Untuk itu perlu ditentukan tingkat pendapatan yang diperoleh sebagai bagian dari usaha penangkapan.  Penelitian yang dilakukan di Selat Sunda Labuan dan Lempasing untuk menjawab besaran pendapatan yang diperoleh.  Hasil menunjukkan bahwa pendapatan yang diperoleh relative sama antara < 10 GT dan > 10 GT.  Secara umum terlihat risiko penangkapan terhadap pendapatan masih tinggi saat musim panceklik. Untuk itu diupayakan 40 persen dari kelebihan pendapatan dari kebutuhan dipergunakan untuk menabung agar nelayan tetap memperoleh manfaat saat musim panceklik.
Habitat and Population Structure of Lobster from Southern of West Java Irianto, Dedy Cahyadi; Riani, Etty; Widigdo, Bambang; Yonvitner, Yonvitner
Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal of Tropical Fisheries Management) Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal Of Tropical Fisheries Management)
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.v8i1.54438

Abstract

Lobster merupakan sumberdaya ekonomi tinggi yang banyak terdapat diperairan Samudera Hindia, termasuk selatan Jawa. Penelitian pada tiga lokasi yaitu Pamengpeuk, Cianjur Selatan dan Ujung Genteng mewakili daerah Selatan Jawa Barat untuk mengkaji struktur populasi dan kualitas lingkungan yang sesuai untuk menunjang kehidupanya. Temuan dari penelitian ini bahwa habitat hidup lobster diperairan dekat pantai yang dalam dengan kualitas perairan yang baik. Jenis dominan adalah lobster pasir dan batu, dengan kualitas baik pada perairan Ujung Genteng. Sebagian besar populasi dewasa dengan ukuran lebih besar juga banyak ditemukan diperairan Ujung Genteng dengan laju pertumbuhan yang lebih baik.
Biodiversity and Vulnerability of Fisheries Resources in Berau Bay, West Papua Province Maulana, Riyan; Jabbar, Meuthia Aula; Yonvitner
Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal of Tropical Fisheries Management) Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal Of Tropical Fisheries Management)
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.v8i1.55908

Abstract

Teluk Berau, yang terletak di Provinsi Papua Barat, merupakan salah satu wilayah perairan yang kaya akan keanekaragaman hayati di Indonesia. Ekosistem perairan ini menjadi habitat penting bagi berbagai jenis ikan, yang memiliki nilai ekologi dan ekonomi bagi masyarakat lokal yang bergantung pada perikanan. Namun, peningkatan aktivitas manusia termasuk penangkapan ikan intensif, polusi, dan perubahan iklim, menimbulkan ancaman serius terhadap kelestarian sumberdaya ikan di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan mengkaji biodiversitas dan tingkat kerentanan sumberdaya ikan di Perairan Teluk Berau. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, pengambilan sampel ikan, dan analisis identifikasi spesies serta menghitung indeks keanekaragaman. Tingkat kerentanan sumberdaya ikan diperoleh dengan mengkategorisasikan status konservasi pada IUCN redlist. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teluk Berau memiliki tingkat biodiversitas relatif tinggi dengan dominansi yang rendah. Nilai indeks biodiversitas pada perairan Teluk Berau tertinggi sebesar 3.35 yang didominasi oleh famili Carangidae, dan Scombridae. Hasil analisis tingkat kerentanan menunjukkan sebanyak 85.71% memiliki tingkat kerentana yang rendah. Namun, beberapa spesies menunjukkan tingkat kerentanan tinggi akibat aktivitas penangkapan ikan berlebihan, polusi, dan perubahan iklim. Temuan ini menekankan pentingnya penerapan langkah-langkah konservasi yang efektif untuk menjaga keberlanjutan sumberdaya ikan di kawasan ini. Upaya perlindungan habitat, pengelolaan penangkapan ikan yang berkelanjutan, serta edukasi kepada masyarakat lokal diharapkan dapat mengurangi kerentanan dan meningkatkan keberlanjutan ekosistem perairan Teluk Berau.
Quo Vadis Teluk Jakarta Yonvitner; Agus, Syamsul Bahri; Perdinan; Budiman, Mukhammad Asyief Khasan; Sahibuddin, Muhammad Qustam; Akmal, Surya Genta; Rudiyanto, Bambang Yudho
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 1 No. 1 (2019): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0101.1-6

Abstract

Teluk Jakarta merupakan salah satu kawasan strategis di DKI Jakarta yang sarat dengan aktivitas dan persoalan. Salah satu persoalan yang menonjol saat ini adalah pemanfaatan ruang untuk reklamasi. Perjalanan rencana reklamasi yang terjadi ternyata tidak sepenuhnya sesuai harapan, karena berbagai persoalan terkait legalitas yang kemudian mengacu pada UU belum sepenuhnya terpenuhi. Keberadaan masyarakat sekitar lokasi reklamasi belum terakomodasi dengan baik, serta rencana pemanfaatan dan peruntukan ruang area reklamasi belum tuntas dalam rencana tata ruang. Status sumberdaya hayati dan ekosistem di sekitar lokasi yang menunjukkan tren perubahan dari waktu ke waktu karena tekanan pemanfaatan ruang. Berbagai kepentingan dalam hal ini kemudian mendorong perlunya sebuah solusi komprehensif dalam pengelolaan kedepan yang lebih baik dan berkeadilan. Model pengelolaan terpadu dengan tetap memberikan peran kepada pemerintah sebagai pengendali utama akan sangat baik, sehingga semua kepentingan dapat terakomodasi dengan baik.
Health Status of Spiny Lobster Panulirus homarus with Sub-Mersible Net Cage System in the Different Depths at Kepulauan Seribu, DKI Jakarta Wahjuningrum, Dinamella; Effendi, Irzal; Hadiroseyani, Yani; Budiardi, Tatag; Diatin, Iis; Setiawati, Mia; Puji Hastuti, Yuni; Oman Sudrajat, Agus; Yonvitner; Sri Nuryati; Utami, Putri
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 21 No. 1 (2022): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.21.1.68-80

Abstract

ABSTRACT Cultivation of Panulirus homarus lobster is now carried out with sub-mersible net cage system at a certain depth in order to obtain optimal temperature, light and water pressure. The purpose of this study was to evaluate the health status of the sand lobster P. homarus which was kept in sub-mersible net cage system measuring 250 cm × 272 cm × 135 cm with a depth of 6 m and 8 m in the waters of Semak Daun Island, Seribu Islands, DKI Jakarta. The average size of lobster seeds used was 93.23 ± 0.99 g/head with a density of 4 lobsters/m2. Lobsters were fed trash fish, molluscs and crustaceans, with a frequency of twice a day at 07.00 WIB 30% and 17.00 WIB 70% of the lobster biomass weight. This study used a completely randomized design with the two depth treatments mentioned above and three replications. Observations of total haemocyte count, differential haemocyte count, phenoloxidase activity, respiratory burst phagocytic activity and histology of lobster hepatopancreas were performed twice every 14 days. Based on the above observations, the depth does not affect the immune response, there is no visible damage to the cells and tissues of the lobster hepatopancreas. Keywords: haemolymph, histology, lobster cultivation, sea, sub-mersible net cage system
Development of Disaster Management Information System Application with Five Integrated Features Samhuri, Refita Yunie; Yonvitner, Yonvitner; Arkeman, Yandra
Journal of Computer Networks, Architecture and High Performance Computing Vol. 7 No. 2 (2025): Research Article, Volume 7 Issue 2 April, 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/cnahpc.v7i2.5731

Abstract

Indonesia, as one of the world’s largest archipelagic countries, is highly prone to natural disasters due to its geological, geographical, and socio-demographic conditions. Despite various efforts from the government and related institutions, there remains a lack of an integrated technological solution that addresses the critical aspects of disaster management. This research aims to develop a mobile-based disaster management information system called Aksi Bencana Indonesia, featuring five integrated functions: real-time disaster information, donation facilitation, volunteer management, logistics coordination, and disaster education. The development process involved identifying functional and non-functional requirements through interviews with disaster mitigation experts and literature studies, followed by UI/UX design using Figma, and coding using Flutter for the frontend and Laravel for the backend. User Acceptance Testing (UAT) was conducted with participants aged 18–55 to evaluate the system’s usability and effectiveness. The results showed that the application met the users’ expectations in providing timely and reliable information, facilitating donations and volunteer coordination, and supporting educational initiatives. Moreover, the integration of real-time features improved response time and enhanced the efficiency of resource distribution during disaster events. This study concludes that the application successfully bridges the gap between communities, donors, and volunteers, offering a practical solution for disaster preparedness and response. Future research may focus on expanding the system’s interoperability with national disaster databases and enhancing the analytics dashboard for better decision-making.
THE RELATIONSHIP BETWEEN CORAL REEFS AND COASTAL FISHERIES RESOURCES IN PANGGANG ISLAND AND SURROUNDING AREAS, SERIBU ISLANDS, JAKARTA: KETERKAITAN TERUMBU KARANG DENGAN SUMBERDAYA PERIKANAN PESISIR PULAU PANGGANG DAN SEKITARNYA, KEPULAUAN SERIBU, JAKARTA Melindo, Hera Ledy; Kurnia, Rahmat; Yonvitner, Yonvitner
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 16 No. 2 (2025): MAY 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.16.147-159

Abstract

Pulau Panggang memiliki potensi ekosistem terumbu karang seluas sekitar 9 ha, namun keberadaan terumbu karang di perairan Pulau Panggang dan sekitarnya mengalami penurunan luasan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi terumbu karang serta menganalisis hubungan terumbu karang dengan biomassa ikan terumbu di perairan Pulau Panggang dan sekitarnya. Pengambilan data ekosistem terumbu karang dilakukan menggunakan metode Line Intercept Transect (LIT), sedangkan pengambilan data ikan dilakukan menggunakan metode sensus visual bawah air (underwater visual census). Kondisi terumbu karang di lokasi penelitian tergolong kategori sedang. Tutupan karang hidup tertinggi tercatat di Pulau Panggang dengan nilai 41% dan di Pulau Air senilai 31%. Bentuk pertumbuhan terumbu karang (life form) di kedua lokasi penelitian ditemukan sebanyak 10 ragam, dengan life form tertinggi dimiliki oleh Coral foliose dan Coral encrusting. Jumlah ikan karang yang teramati sebanyak 867 individu dari 106 spesies yang tergabung dalam 27 famili ikan karang, yang didominasi oleh famili Pomacentridae (72,81%). Kelimpahan ikan di Pulau Air sebanyak 386±113 individu/250m2 dan di Pulau Panggang sebanyak 406±160 individu/250m2. Hasil pengukuran nilai tertinggi biomassa ikan karang terdapat di Stasiun 4 Pulau Panggang (43,05 g/m2), sedangkan biomassa ikan karang yang terendah di Stasiun 3 Pulau Air (4,98 g/m2).
Co-Authors . Fahmi . Sulistiono . Waluyo A Habibi Abdul Aziz, Nandi Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Adrian Hidayat, Adrian Afandy, Andy Agus Dermawan Agus Oman Sudrajat Ahmad Fachrudin Ahmadi, Nurdin Aji Hermawan Akmal, Surya Genta Akmal, Surya Gentha Al Amin, M. Arsyad Amanah Zakiah Amelian Dinisia Anastasia Dian Rosalina Anastasia Dian Rosalina Andi Gustomi Anisa Kusumadewi Zulfikar Apriansyah Apriansyah Ari Gunawan Wardhana Arief Widianto Ario Damar Ario Damar Aulia Maghfirotul Khatami Aulia Maghfirotul Khatami Ayu Ervinia Beni Osta Nababan Benny Khairuddin Buda, Mark Budiman, Mukhammad Asyief Khasan Cecep Kusmana Christian, Yoppie Danang Aria Nugroho Deni Rahmat Hidayat Destilawati Destilawati Destilawati Destilawati Destilawaty, Destilawaty Diding Sudira Efendi Didit Eko Prasetiyo Dinamella Wahjuningrum Donwill Panggabean Dudi Muhammad Wildan Dwi Muninggar Pratiwi Dyah Ika Nugraheni Eddy Soekendarsih Eha Saleha Emy Mupid Enan M. Adiwilaga Endang Juwita Endang Juwita, Endang Estri Octora Farmelia Etty Riani Fadlian, Rizka Fery Kurniawan FERY KURNIAWAN Fitra Wira Hadinata Fransiskus Mao Tokan Fredinan Yulianda Gatot Yulianto Gatot Yulianto Gautama, Dwi Ariyoga Grin Tommy Panggabean Habibi, A Hanif Wafi Hanif Wafi Hanif Wafi Hefni Effendi Helmy Akbar Helmy Akbar I Setyobudiandi I Wayan Nurjaya Iis Diatin Ilham Ilham Iqra Putra Sanur Irfan Yulianto Irianto, Dedy Cahyadi Irwan Irwan Irzal Effendi Isdradjad Setyobudi Andi Isdradjad Setyobudi Andi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjat Setyobudiandi Isdradjat Setyobudiandi Isdrajad Setyobudiandi Jabbar, Meuthia Aula Jamilah Jamilah Jamilah Jamilah Jan Hotman Joko Santoso K Praptokardiyo Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewardi Kardiyo Prapto Kardiyo Kardiyo Praptokardiyo Kiagus Abdul Aziz Kinasih, Yasya Hanifah Lala M Kolopaking Lukman Faisol Luky Adrianto Luky Adrianto M Mukhlis Kamal M. Mukhlis Kamal Maisalda, Dwianka Rahman Masykur Tamanyira Masykur Tamanyira Maulana Ishak Melindo, Hera Ledy Mennofatria Boer Mia Setiawati Mochammad Riyanto Mona Agatha Muhammad Fadjar Rahardjo Muhammad Ridwan Mujio, Mujio Muliadi, Adi Nabil Zurba Nandi Sukri Nandi Syukri Ngoc, Pham Ti Anh Nor, Norhariani Mohd Nur Irsyam Nurfitri Triramdani Nursan, Muhammad P. Perdinan Pudji Muljono Puji Hastuti, Yuni Putri Utami, Putri R Dahuri R. Dikky Indrawan Rahmat Kurnia Retno Asih Riany Hastuty RIDWAN AFFANDI Rifki Aldi Ramadhani Rika Astuti Rinda Noviyanti, Rinda Rini Setiawati Riska Puspita Riyan Maulana Rizka Fadlian Rokhmin Dahuri Rokhmin Dahuri Rokhmin Dahuri Rokhmin Dahuri Rudiyanto, Bambang Yudho Rusmin Nuryadin S Sukimin Sahibuddin, Muhammad Qustam Samhuri, Refita Yunie Selvi Oktaviyani Selvia Oktaviyani Septian Dwi Cahyo Shabrina Oktaviani Sigid Hariyadi Siti Nurkhotini Soeryo Adiwibowo Solihat, Ai Sonny Koeshendrajana Sri Nuryati Sriharini, Endang Koestati Sugeng Heri Suseno Suharyanto Suharyanto Sulaeman Martasuganda Sulistiono Sulistiono Sulistyowati, Beta Indi Suraji Suraji Surya Genta Akmal Surya Gentha Akmal Surya Gentha Akmal Surya Gentha Akmal Surya Gentha Akmal Sutrisno Sukimin Syamsul Bahri Agus, Syamsul Bahri Syofyan Hasan Syukri, Nandi Tamanyira, Masykur Taryono Taslim Arifin Taslim Arifin Tatag Budiardi Tia Azira Sharif Tolentino-Zondervan, Frazen Tri Ernawati Trihandoyo, Arif Triyadi Purnomo Vera Ardelia Vera Ardelia Vicky Rizky Katili Wafi, Hanif Wahyuni, Andi Panca Waluyo Waluyo Wawan Ridwan Y. Hadiroseyani Yandra Arkeman Yasir Yasir Yeldi Adel Yogi Cahyo Ginanjar Yudi Wahyudin Yusli Wardiatno Yuyun Erwina Zainal Arifin Lubis Zulfikar, Anisa Kusumadewi Zulfikar Zulhamsyah Imran