p-Index From 2021 - 2026
4.476
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Akuakultur Indonesia Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Biologi Edukasi : Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi AL KAUNIYAH KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Jurnal Perikanan dan Kelautan Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Aquahayati Jurnal Tataloka Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan/Journal of Fishery and Innovation (JSIPi) Aceh Journal of Animal Science JURNAL BIOLOGI INDONESIA Masyarakat, Kebudayaan dan Politik AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan Jurnal Pariwisata JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal Of Tropical Fisheries Management) Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Bawal : Widya Riset Perikanan Tangkap Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Jurnal Segara Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Techno-Fish Journal of Computer Networks, Architecture and High Performance Computing Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan COJ (Coastal and Ocean Journal) Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Aceh Journal of Animal Science Jurnal Manusia dan Lingkungan Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Journal of Fisheries & Marine Journal of Aceh Aquatic Sciences (Journal of Environmental Sustainability Management)
Claim Missing Document
Check
Articles

PROFIL EKOSISTEM MANGROVE DI AREA REHABILITASI MANGROVE KABUPATEN TANGERANG Ai Solihat; Ario Damar; YONVITNER; Fery Kurniawan; M. Arsyad Al Amin; Muhammad Ridwan
Coastal and Ocean Journal (COJ) Vol 6 No 1 (2022): COJ (Coastal and Ocean Journal)
Publisher : Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/COJ.6.1.33-49

Abstract

Kawasan mangrove di Kabupaten Tangerang adalah kawasan mangrove dalam proses rehabilitasi, yang merupakan upaya dalam mengatasi permasalahan degradasi mangrove, salah satunya karena alih fungsi lahan. Umumnya, alih fungsi lahan di kawasan mangrove Kabupaten Tangerang dijadikan sebagai lahan tambak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis mangrove, indeks nilai penting, dan penutupan mangrove yang berada di kawasan mangrove alami dan rehabilitasi Kabupaten Tangerang. Penelitian dilaksanakan dari bulan Februari hingga Maret 2022 ditiga desa (stasiun) yaitu Desa Ketapang, Desa Patramanggala, dan Desa Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang. Pengambilan data vegetasi mangrove berdasarkan tiga kategori yaitu pohon pada transek berukuran 10 × 10 m2, anakan pada transek berukuran 5 × 5 m2, dan semai pada transek berukuran 2 × 2 m2. Hasil penelitian yang didapatkan ditemukan lima jenis mangrove dari tiga desa (stasiun) yaitu Avicennia marina, Avicennia alba, Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, dan Bruguiera cylindrica. Penutupan mangrove tertinggi di Desa Tanjung Pasir sebesar 80,99% yang dijumpai pada substasiun 3, masuk dalam kriteria baik dan sangat padat. Penutupan mangrove terendah di Desa Tanjung Pasir terdapat pada substasiun 2 yaitu 34,91%, masuk dalam kategori rusak dan jarang. Persen tutupan mangrove tertinggi dari tiga desa (stasiun) yaitu terdapat pada substasiun 3 berdasarkan Kepmen LH No. 201 tahun 2004 masuk kedalam kategori baik dan sangat padat. Kata kunci: mangrove, pesisir, penutupan kanopi.
Multi-Criteria Analysis (Mca) For Fisheries Management In Marine Conservation Area, Kapoposang Islands Yonvitner Yonvitner; Lukman Faisol; Yasir Yasir; Ilham Ilham
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol. 10 No. 3 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.638 KB) | DOI: 10.35800/jpkt.10.3.2019.26089

Abstract

Multi-criteria analysis has been used widely in the conservation project, especially in the assessment of coastal zones and small islands. In its application to the conservation area, Kapoposang was developing a multi-criteria approach to determine the no-take zone, utilization zone, and sustainable fisheries zone. The multi-criteria approach in Kapoposang constructed by biophysics, ecology, economy and social aspect. Decisions were taken after aggregate analysis of all criteria (Brawn et al 2001) done. The results obtained that the suitable island for the no-take zone is Kapoposang and Suranti Island. Tambakulu Island and Pemangangan were selected as a buffer zone. Finally, the sustainable fisheries zones are Papandangan and Gondongbali island. The spatial analysis of all regional boundaries determined by the three zones reached a total area of 50011.35 ha. Thus the conservation management plan design in each zone were characteristic by different function and management system.Keyword: Zonation, Multi Criteria, Conservation Are, Kapoposang Island, Management plan ABSTRAKAnalisis multi kriteria secara umum sudah sangat luas penggunaanya dalam penelitian konservasi, khusuny untuk penilaian di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.  Dalam hal ini, untuk wilayah konservasi perairan laut Kapoposang, penelitian ini mengujikan pendekatan multi kriteria untuk menentukan kawasan inti, kawasan pemanfaatan dan zona perikanan perikanan berkelanjutan.  Pendekatan multi kriteria di kapoposang disusun dari aspek biofisik, ekologi, ekonomi dan social.  Keputusan akan diambil setelah analisis agregat dari semua kriteria menurut (Brawn et al 2001) didapatkan.  Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa pulau cocok untuk kawasan zona inti adalah pulau Kapoposang dan Suranti.  PulauTambakulu dan Pemanggangan terpilih sebagai kawasan penyangga.  Kemudian zona perikanan berkelanjutan adalah pulau Papandangan dan Gondongbali. Analisis spasial  dari semua  semua wilayah dikaji tercatat total luas wilayah mencapai 50011.35 ha.  Sehingga kemudin rencana aksi konservasi dirancang ditiap zon sesuai dengan perbedaan karakternya serta fungsi.Kata kunci : Zonasi, Multi Kriteria, Konservasi, Kepulauan Kapoposang, Rencana Pengelolaan 
Distribution of Skipjack (Katsuwonus Pelamis) Fishing Areas using Purse Seine Fishing Equipment in WPP 573: Distribusi Daerah Penangkapan Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) Menggunakan Alat Tangkap Purse Seine di WPP 573 Muhammad Nursan; Yonvitner Yonvitner; Syamsul Bahri Agus
Journal of Tropical Fisheries Management Vol 6 No 1 (2022): Journal of Tropical Fisheries Management
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.v6i1.40999

Abstract

Estimation of fishing grounds is one solution to facilitate time efficiency in fishing activities. Efforts are made to predict the fishing ground (fishing ground) through an approach to oceanographic physical conditions. The dynamics of skipjack fishing areas are influenced by oceanographic parameters such as sea surface temperature and chlorophyll-a concentration. Skipjack tuna (Katsuwonus pelamis) is the main type of fish caught in Indonesian waters. This study aims to analyze the dynamics of oceanographic conditions in the form of sea surface temperature and chlorophyll-a distribution, the relationship between skipjack fishing season and the dynamics of sea surface temperature distribution and chlorophyll-a distribution in WPP 573 waters 2016-2020 and predict skipjack fishing season.The catch results show that the average SST value obtained from the fishing grounds is 29.44 oC, the minimum value is 26.76 oC and the maximum value is 32.32 oC, while for the concentration of chlorophyll-a the average value obtained is 0.19 mg/ m3, the minimum value is 0.08 mg/m3 and the maximum value is 0.95 mg/m3. The average temperature and chlorophyll-a 2016-2020 that coincided with the high catch were 28.5oC and 0.23 mg/m3. The results of the MaxEnt model show that the evaluation of the model is in a good category, the percentage of SST contribution is higher than Chlorophyll-a, the probability index value for skipjack fish is around 0.5-0.8 and the results of the validation of fishing data are mostly widespread according to the results of the 2016-2020 MaxEnt model. The results also show that the east season, namely June, July and August, is a good fishing season for skipjack tuna, whereas skipjack catches decline in the west season, December, January and February.
Sedimentation Profile in Coastal Water Jakarta Bay: Profil Sedimentasi Perairan Pesisir Teluk Jakarta Nandi Abdul Aziz; Yonvitner; Sigid Hariyadi; Syamsul Bahri Agus; I Wayan Nurjaya
Journal of Tropical Fisheries Management Vol 6 No 1 (2022): Journal of Tropical Fisheries Management
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.v6i1.43452

Abstract

The waters of Jakarta Bay are one of the waters that are influenced by several fresh water flows that enter from the DKI Jakarta area and its surroundings. Sediment that enters the waters of Jakarta Bay is produced by the activities of the people who live in the Jakarta area and its surroundings. This study aims to analyze the sedimentation and distribution of suspended solids in the Jakarta Bay estuary using an observational approach and spatial analysis. This study uses the Inverse Distance Weighting (IDW) interpolation method. The dominant distribution of sediment in Jakarta Bay is sand with a size ranging from 0.25 to 0.125 mm. TSS (Total Suspended Solids) levels in 11 estuaries in Jakarta Bay ranged from 21 to 150 mg/L in first period and 11 ˗ 259 mg/L in second period. Sedimentation rates that occurred in 11 Jakarta Bay estuaries ranged from 11.12 g/cm2/day to 619.5 g/cm2/day in period one and 10.96 g/cm2/day to 1232.06 g/cm2/day in the second period which is located in Muara Cilincing in both periods. There is a suitable relationship between the TSS value and the sedimentation rate. Estuary TSS values and sedimentation rates are influenced by seasons and anthropogenic activities that occur in the estuary such as reclamation.
Strengthening the Solidarity Through Social Media Networks in Communities at the Ciliwung Riverbank Irwan, Irwan; Kolopaking, Lala M.; Muljono, Pudji; Yonvitner, Yonvitner
Komunitas Vol 11, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v11i2.20606

Abstract

In general, the focus of this study analyzes the strengthening of solidarity through social media networks in communities living in the Ciliwung River Basin. There are two objectives of this study, namely analyzing social media can strengthen the solidarity and the forms of solidarity that are built on the community affected by floods and landslides in the Ciliwung River Basin. This research was conducted in a community that resides in the Ciliwung River, Kedunghalang Village, North Bogor District, Bogor City. Theoretical analysis uses social media theory from VanDijk and the theory of solidarity from Durkheim. Data collection techniques were carried out by non-participant observation, and in-depth interviews. The data analysis technique was carried out by the Milles and Huberman analysis model among neigboarhoods (RT) and hamlet/groups of neighboarhoods (RW) level. The results of the study show that social media is able to strengthen community solidarity in the Ciliwung Riverbank, a disaster prone area. Solidarity built through social media are social relations, social norms and inter-household trust. Social relations built on social media networks at the level of individuals and groups are high. The form of built solidarity is mechanical solidarity that has a strong collective awareness, trust and mutual assistance. The novelty of this research shows that social media network is able to form social relations in strengthening solidarity.
Assesmen Risiko Ekologi (ARE) Perikanan Tuna Pole and Line di Flores dan Tonda di Flores dan Pelabuhanratu Yonvitner Yonvitner; Mennofatria Boer; Rahmat Kurnia; Destilawati Destilawati
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 16, No 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v16i1.14475

Abstract

AbstrakKegiatan perikanan tuna dengan penggunaan alat tangkap pole and line dan tonda berisiko menyebabkan kerentanan (risiko ekologi) yang dapat menganggu keberlanjutan stok tuna. Untuk itu dilakukan penelitian menilai kerentanan menjadi parameter risiko ekologi menggunakan pendekatan analisis productivity dan susceptability analysis (PSA) pada jenis ikan tuna sirip kuning (ukuran baby tuna), tongkol, lemadang, dan cakalang. Pengumpulan data biologi dan ekologi dari alat tangkap pole and line dilakukan di Flores dan pancing tonda di Pelabuhanratu. Selanjutnya, analisis laboratorium dilakukan pada Laboratorium Biologi Perikanan, Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB. Hasil analisis produktivitas dan susceptabilitas alat pole and line untuk ikan baby tuna 1,42 dan ikan tongkol 1,98. Nilai ini menunjukkan tingkat kerentanan dan risiko ekologi pada ikan tongkol tergolong tinggi dan ikan baby tuna masih rendah. Analisis PSA dari alat pancing tonda pada ikan baby tuna diperoleh sebesar 2,34; ikan lemadang sebesar 2,34; dan ikan cakalang 2,18. Nilai ini menunjukkan bahwa kerentanan tinggi dan risiko ekologi pada ketiga jenis ikan tersebut juga tinggi karena penggunaan pancing tonda. Penggunaan alat tangkap pole and line serta pancing tonda pada perikanan tuna menyebabkan tingginya risiko pada ikan tuna sirip kuning (ukuran baby tuna), lemadang, cakalang, dan tongkol. AbstractTuna fishery activities using pole and line fishing gear and tonda have the risk of causing vulnerability (ecological risk) which can disrupt the sustainability of tuna stocks. For this reason, a study was conducted to assess vulnerability which is a parameter of ecological risk using the productivity and susceptibility analysis (PSA) approach to the fish’s species are albacares (baby tuna), mackerel, lemadang, and skipjack. Biological and ecological data collection from pole and line fishing gear was carried out in Flores and trolling and tonda in Pelabuhanratu. Furthermore, laboratory analysis was carried out at the fisheries biology laboratory, Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences IPB. The results of productivity and susceptibility analysis of the pole and line for baby tuna and Euthynnus are 1.42 and 1.98.  This value shows the level of vulnerability where the ecological risk of tuna is high and baby tuna also low. The PSA analysis of the tonda for baby tuna was 2.34; lemadang was 2.34; and skipjack was 2.18. This value indicates that the high vulnerability and ecological risk of the three species of fish are also high due to the use of tonda. The use of pole and line fishing gear and tonda lines in tuna fisheries causes a high risk for albacares (baby tuna), mackerel, lemadang, and skipjack.
Kajian potensi perairan dangkal untuk pengembangan wisata bahari dan dampak pemanfaatannya bagi masyarakat sekitar (studi kasus Pulau Semak Daun sebagai daerah penunjang kegiatan wisata Pulau Pramuka Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu) Triyadi Purnomo; Sigid Hariyadi; Yonvitner .
Depik Vol 2, No 3 (2013): December 2013
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.832 KB) | DOI: 10.13170/depik.2.3.992

Abstract

Abstract. Semakdaun and Pramuka are islands in kepulauan seribu administrated regency of Jakarta province that have typical resources and become tourism destination, by means this research choose semak daun and pramuka to be research place. This research purpose is study potential recourshe in shallow water of Semak Daun island for increasing marine tourism in Pramuka island, and to know impact of increasing marine tourism to economy and social of local people.  This research was conducted on Mei 2013 up to July 2013. The method of this research is descriptive quantitative analysis calculations using percent cover of coral, abundance of reef fish, suitability index of marine tourism, marine tourism area carrying capacity, analysis of Marine Tourism Economic Impact on the community using a multiplier effect . The results obtained from this study are: first, percent cover of coral communities on the Semak daun island categorized from moderate to very good and it ranged between 29.67 % -77.66 %. Second, Semak Daun Island area suitable for diving tourism activities, snorkeling , and beach tourism carrying capacity for diving site is 98 people / day and for snorkling is 242 people / day . Third, Tourists Visitor in Pramuka island has increased which in 2012 reached 36 218 visitors . Fourth, marine tourism activities in Semak Daun island and pramuka Island put up economic impact for society as service user and tourism workers by increasing income the value of Keynesian Local Income Multiplier 1.09, Type I Multiplier Income Ratio is 1.10 and Ratio Income Multiplier, Type II is 1.27.Keywords : Semak Daun island, marine tourism, Pramuka island, carrying capacity, multiplier effect Abstrak. Pulau Semak Daun dan Pulau Pramuka merupakan pulau yang ada di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta tepatnya di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu  yang memiliki sumberdaya alam yang khas dan menjadi salah satu tujuan wisatawan, oleh karena itu penelitian ini memilih Pulau Semak Daun dan Pulau Pramuka menjadi tempat kajian penelitian. Tujuan penelitian ini adalah  mengkaji Potensi Sumberdaya di perairan dangkal Pulau Semak Daun untuk pengembangan kegiatan wisata bahari Pulau Pramuka dan memprediksi dampak pengembangan wisata bahari terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei 2013 – Juli 2013.   Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis perhitungan persen tutupan komunitas karang, kelimpahan ikan karang, indeks kesesuaian wisata bahari, daya dukung kawasan wisata bahari, dan analisis Dampak Ekonomi Wisata Bahari terhadap masyarakat menggunakan multiplier efect. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu persen tutupan komunitas karang di Pulau Semak Daun di kategorikan dari sedang sampai sangat baik yaitu berkisar antara 29,67%-77,66%, kawasan Pulau Semak Daun sesuai untuk aktivitas wisata selam dan snorkling dengan daya dukung kawasan untuk wisata selam 98 orang/hari, snorkling 242 orang/hari, Wisatawan yang berkunjung ke Pulau Pramuka mengalami peningkatan yakni pada tahun 2012 mencapai 36.218 pengunjung; dan kegiatan wisata bahari Pulau Semak Daun dan Pulau Pramuka memberi dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sebagai penyedia jasa dan pekerja wisata yaitu bertambahnya pendapatan dengan nilai Keynesian Local Income Multiplier 1,09, Ratio Income Multiplier Tipe I adalah 1,10 dan Ratio Income Multiplier, Tipe II adalah 1,27.Kata Kunci :  Pulau Semak Daun, Wisata Bahari, Pulau Pramuka, daya dukung, Multiplier efect.
Komposisi biota dasar hasil tangkapan alat garok pada perairan pesisir Kronjo, Tangerang Yonvitner Yonvitner; Rokhmin Dahuri; Isdradjad Setyobudi Andi; Mennofatria Boer
Depik Vol 9, No 3 (2020): December 2020
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1022.173 KB) | DOI: 10.13170/depik.9.3.13509

Abstract

Garok is a fishing gear that operates at the bottom or surface of the substrate that is caught of various benthic species. The garok gear that operates in sediment, even in the long term can cause changes in the composition of the biota. Because exploitative fishing proses, can cause damage, vulnerability and at the long-term impact to the sustainability of the population. The research was carried out in Kronjo Bay, Tangerang from March to May 2011. The samples were collected from the operation, then determined the species, quantity, and weight of each species. Descriptive statistical analysis and ANOVA were used to determine the significance of the composition between stations and observation times. The caught consist of Placuna placenta, Anadara, Murex, Tellina, and crustaceans which belong to the mollusk and crustacean groups. Statistical analysis did not show a significant difference between the research stations, but it was significantly based on the observation time with Fhit 3,1 and Ftab 1,7. It turned out that the abundance of basic biota was found to be high in April then decreased in May. Likewise, the abundance did not show a significant difference in the location and time of observation. The catch composition on the Kronjo coast is dominated by the gastropod group with an average composition of above 50% per operation.Keywords:GarokCompositionDemersalKronjoCoastalABSTRAKGarok adalah alat tangkap yang dioperasikan di dasar perairan yang menangkap berbagai jenis biota dasar.  Alat garok yang dioperasikan dapat menangkap beragam jenis biota dasar dan dalam jangka lama dapat menyebabkan terjadinya perubahan komposisi biota. Alat tangkap yang bersifat eksploitatif dapat menyebabkan kerusakan, kerentanan sehingga menganggu keberlanjutan populasi secara jangka panjang. Penelitian dari praktek penggunaan alat garok ini dilakukan di Teluk Kronjo Tangerang mulai Maret-Mei tahun 2011. Sampel dikumpulkan secara eskploratif dari operasi alat garok, kemudian tentukan jenis, jumlah dan bobotnya dari setiap jenis.  Analisis statistik deskriptif dan ANOVA digunakan untuk mengetahui perbedaan komposisi antar stasiun dan antara waktu pengamatan.  Hasil tangkapan terdiri dari jenis Placuna placenta, Anadara, Murex, Tellina, dan krustasea yang termasuk kelompok moluska dan krustasea. Analisis statistik tidak menunjukan perbedaan yang nyata antara stasiun penelitian, namun berbeda nyata berdasarkan waktu pengamatan dengan Fhit 3,1 dan Ftab 1,7. Kelimpahan biota dasar ditemukan tinggi pada bulan April kemudian menurun pada bulan Mei.  Begitu juga kelimpahan tidak menunjukan perbedaan yang nyata pada lokasi dan waktu pengamatan. Komposisi tangkapan di pesisir Kronjo didominasi oleh kelompok gastropoda dengan komposisi rata-rata diatas 50% setiap kali operasi.Kata kunci:GarokKomposisiDemersalKronjoPesisir
Tutupan karang dan komposisi ikan karang didalam dan luar kawasan konservasi pesisir timur Pulau Weh, Sabang Riany Hastuty; Yonvitner .; Luky Adrianto
Depik Vol 3, No 2 (2014): August 2014
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.084 KB) | DOI: 10.13170/depik.3.2.1468

Abstract

Abstract. The study was conducted onApril to October 2013 in marine protected areas of Weh Island. The samplings were done at10 siteswhere 6 sitesare situatedinside of conservation areas, while 4 sites are situated outside of conservation areas. The purpose ofthis study was to evaluate coral covers andreef fish composition. Point intersept transect(PIT), underwater visual census (UVC) and fish catches were used to examine coral covers, abudance and biomass of reef fish. The results showed that average of coral covers, abudance and biomass of target fishes inside conservation were 54%, 1,662 ind/ha and 408.78 kh/ha, respectively, while than outside conservation was 33.05%, 1,058 ind/ha and 307.77 kg/ha, respectively. Total of reef fish species and the catch were increased from previous years, for example there are 60 species in 2010 and it was increased to 83 species in 2013. In addition the fishermen catches were increased slightly from 3.03 kg/trip in 2008 to 3.6 kg/trip in 2013. It is concluded that the coral condition and reef fish composition in the conservation are much better compared to outside of conservation areas.Keywords : Marine protect area; reef fish; Weh Island Abstrak. Penelitian ini dilakukan pada April sampai Oktober 2013 di Kawasan Konservasi Perairan Pesisir Timur Pulau Weh yang terdiri dari 10 stasiun dimana 6 stasiun berada didalam kawasan konservasi dan 4 stasiun diluar kawasan konservasi.Penelitian ini bertujuan untuk menilai persentase tutupan karang dan komposisi ikan karang. Sampling menggunakan transek titik dan underwater visual sensus (UVC) dan hasil tangkapan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kondisi tutupan karang, kelimpahan dan biomassa ikan target dikawasan konservasi yaitu 54%, 1.662 ind/ha dan 408,78 kg/ha, secara berurutan, sedangkan diluar kawasan konservasi adalah 33,05%, 1.058 ind/ha dan 307,77 kg/ha biomassa ikan target.Jumlah jenis ikan karang di kawasan konservasi meningkat, yaitu 60 jenis tahun 2010 menjadi 83 jenis pada tahun 2013 dan rata-rata hasil tangkapan tahun 2008 yaitu 3,03 kg/trip dan tahun 2013 yaitu 3,6 kg/trip. Dapat disimpulkan bahwa kondisi karang dan komposisi jenis dan ukuran ikan lebih baik di dalam kawasan konservasi berbanding diluar kawasan.Kata kunci: Kawasan Konservasi; Ikan karang; Pulau Weh
KONDISI HABITAT DAN EKOSISTEM MANGROVE KECAMATAN SIMPANG PESAK, BELITUNG TIMUR UNTUK PENGEMBANGAN TAMBAK UDANG (Habitat Conditions and Mangrove Ecosystem in Simpang Pesak District, East Belitung for Development of Shrimp Pond) Endang Juwita; Kadarwan Soewardi; Yonvitner Yonvitner
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 22, No 1 (2015): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18725

Abstract

ABSTRAKKondisi habitat dan eksosistem mangrove menjadi aspek penting dalam pengembangan usaha perikanan budidaya di wilayah pesisir. Penelitian bertujuan untuk mengkaji kondisi habitat dan ekosistem mangrove berdasarkan kualitas perairan, tanah, dan vegetasi mangrove serta kondisi sosial ekonomi masyarakat. Penelitian dilakukan di empat desa Kecamatan Simpang Pesak Kabupaten Belitung Timur pada bulan April – November 2013. Hasil penelitian menunjukkan kualitas air seperti salinitas 28–30, suhu 27–36 oC, pH 7–7,5, kecerahan 50–70, TSS 11–85 mg/L dan kekeruhan 0,91–46,00 NTU, yang rata-rata tidak melebihi ambang batas baku mutu untuk tambak udang dan biota laut, sedangkan kualitas tanah yaitu tekstur tanah (liat berpasir), pH tanah 4,8–6,8 dan bahan organik tanah 9–13% juga menunjukkan nilai yang tidak lebih dari ambang batas yang ditentukan. Kajian lainnya yaitu kondisi mangrove dengan kisaran indeks nilai penting 0–300 menunjukkan mangrove yang berperan dalam ekosistem tersebut dan dalam status mutu baik yang didukung dengan kerapatan 460 pohon/hektar. Oleh karena itu, nilai kerapatan yang tinggi dapat mendukung kegiatan pengembangan tambak udang yaitu dengan konsep ramah lingkungan (silvofisheries). Selain secara ekologi, secara sosial masyarakat juga mendukung pengembangan budidaya tambak udang (wawancara) dengan menyediakan (sewa) lahan dan tidak mengabaikan kerusakan lingkungan yaitu tetap mempertahankan mangrove.ABSTRACTThis research discusses about conditions of habitats and mangrove ecosystems which become an important aspect to develop a good aquaculture in coastal areas. This study aims to analyze the condition of the habitat and mangrove ecosystem based on the quality of water, soil, vegetation of mangroves, and socio-economic conditions of the social community. The study was conducted in four villages in Simpang Pesak, East Belitung Regency from April to November 2013. The results showed the indicator for water quality such as salinity 28-30, temperature 27-36 oC, pH 7-7.5, visibility 50-70, TSS 11-85 mg/L and turbidity 0.91-46.00 NTU, are on average rate so it does not exceed the threshold quality standards for shrimp and marine life. Besides, the quality of the soil, which is indicated by the soil texture (sandy clay), soil pH 4.8-6.8 and soil organic matter 9-13% also showed that it was not exceed a specified threshold too. Advance studies represent mangrove condition with important value index range from 28.30-69.94 showed that mangrove hold an important role in these ecosystem and in good quality supported by the density of 460 trees/ha. Therefore, the value of high density can support the development of shrimp farming that have an environmentally friendly concepts (silvofisheries). Social community can also supports the development of aquaculture shrimp. Interview results showed community provides (lease) of land and try to preserve the mangrove condition to protect it from the environmental damage.
Co-Authors . Fahmi . Sulistiono . Waluyo A Habibi Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Adrian Hidayat, Adrian Afandy, Andy Agus Dermawan Agus Oman Sudrajat Ahmad Fachrudin Ahmadi, Nurdin Ai Solihat Aji Hermawan Akmal, Surya Genta Akmal, Surya Gentha Amanah Zakiah Amelian Dinisia Anastasia Dian Rosalina Anastasia Dian Rosalina Andi Gustomi Anisa Kusumadewi Zulfikar Apriansyah Apriansyah Arief Widianto Ario Damar Ario Damar Aulia Maghfirotul Khatami Aulia Maghfirotul Khatami Ayu Ervinia Beni Osta Nababan Benny Khairuddin Buda, Mark Budiman, Mukhammad Asyief Khasan Cecep Kusmana Christian, Yoppie Danang Aria Nugroho Deni Rahmat Hidayat Destilawati Destilawati Destilawati Destilawati Destilawaty, Destilawaty Diding Sudira Efendi Didit Eko Prasetiyo Dinamella Wahjuningrum Donwill Panggabean Dudi Muhammad Wildan Dwi Muninggar Pratiwi Dyah Ika Nugraheni Eddy Soekendarsih Eha Saleha Emy Mupid Enan M. Adiwilaga Endang Juwita Endang Juwita, Endang Estri Octora Farmelia Etty Riani Fadlian, Rizka Fery Kurniawan FERY KURNIAWAN Fery Kurniawan Fitra Wira Hadinata Fransiskus Mao Tokan Fredinan Yulianda Gatot Yulianto Gatot Yulianto Gautama, Dwi Ariyoga Grin Tommy Panggabean Habibi, A Hanif Wafi Hanif Wafi Hanif Wafi Hefni Effendi Helmy Akbar Helmy Akbar I Setyobudiandi I Wayan Nurjaya Iis Diatin Ilham Ilham Iqra Putra Sanur Irfan Yulianto Irianto, Dedy Cahyadi Irwan Irwan Irzal Effendi Isdradjad Setyobudi Andi Isdradjad Setyobudi Andi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjat Setyobudiandi Isdradjat Setyobudiandi Isdrajad Setyobudiandi Jabbar, Meuthia Aula Jamilah Jamilah Jamilah Jamilah Jan Hotman Joko Santoso K Praptokardiyo Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewardi Kardiyo Prapto Kardiyo Kardiyo Praptokardiyo Kiagus Abdul Aziz Lala M Kolopaking Lukman Faisol Luky Adrianto Luky Adrianto M Mukhlis Kamal M. Arsyad Al Amin M. Mukhlis Kamal Maisalda, Dwianka Rahman Masykur Tamanyira Masykur Tamanyira Maulana Ishak Melindo, Hera Ledy Mennofatria Boer Mia Setiawati Mochammad Riyanto Mona Agatha Muhammad Fadjar Rahardjo Muhammad Ridwan Mujio, Mujio Muliadi, Adi Nabil Zurba Nandi Abdul Aziz Nandi Sukri Nandi Syukri Ngoc, Pham Ti Anh Nor, Norhariani Mohd Nur Irsyam Nurfitri Triramdani Nursan, Muhammad P. Perdinan Pudji Muljono Puji Hastuti, Yuni Putri Utami, Putri R Dahuri R. Dikky Indrawan Rahmat Kurnia Retno Asih Riany Hastuty RIDWAN AFFANDI Rifki Aldi Ramadhani Rika Astuti Rinda Noviyanti, Rinda Rini Setiawati Riska Puspita Riyan Maulana Rizka Fadlian Rokhmin Dahuri Rokhmin Dahuri Rokhmin Dahuri Rokhmin Dahuri Rudiyanto, Bambang Yudho Rusmin Nuryadin S Sukimin Sahibuddin, Muhammad Qustam Samhuri, Refita Yunie Selvi Oktaviyani Selvia Oktaviyani Septian Dwi Cahyo Shabrina Oktaviani Sigid Hariyadi Siti Nurkhotini Soeryo Adiwibowo Sonny Koeshendrajana Sri Nuryati Sriharini, Endang Koestati Sugeng Heri Suseno Suharyanto Suharyanto Sulaeman Martasuganda Sulistiono Sulistiono Sulistyowati, Beta Indi Suraji Suraji Surya Genta Akmal Surya Gentha Akmal Surya Gentha Akmal Surya Gentha Akmal Surya Gentha Akmal Sutrisno Sukimin Syamsul Bahri Agus, Syamsul Bahri Syofyan Hasan Syukri, Nandi Tamanyira, Masykur Taryono Taslim Arifin Taslim Arifin Tatag Budiardi Tia Azira Sharif Tolentino-Zondervan, Frazen Tri Ernawati Trihandoyo, Arif Triyadi Purnomo Vera Ardelia Vera Ardelia Vicky Rizky Katili Wafi, Hanif Wahyuni, Andi Panca Waluyo Waluyo Wawan Ridwan Y. Hadiroseyani Yandra Arkeman Yasir Yasir Yasya Hanifah Kinasih Yeldi Adel Yogi Cahyo Ginanjar Yudi Wahyudin Yusli Wardiatno Yuyun Erwina Zainal Arifin Lubis Zulfikar, Anisa Kusumadewi Zulfikar Zulhamsyah Imran