p-Index From 2021 - 2026
4.476
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Akuakultur Indonesia Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Biologi Edukasi : Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi AL KAUNIYAH KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Jurnal Perikanan dan Kelautan Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Aquahayati Jurnal Tataloka Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan/Journal of Fishery and Innovation (JSIPi) Aceh Journal of Animal Science JURNAL BIOLOGI INDONESIA Masyarakat, Kebudayaan dan Politik AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan Jurnal Pariwisata JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal Of Tropical Fisheries Management) Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Bawal : Widya Riset Perikanan Tangkap Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Jurnal Segara Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Techno-Fish Journal of Computer Networks, Architecture and High Performance Computing Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan COJ (Coastal and Ocean Journal) Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Aceh Journal of Animal Science Jurnal Manusia dan Lingkungan Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Journal of Fisheries & Marine Journal of Aceh Aquatic Sciences (Journal of Environmental Sustainability Management)
Claim Missing Document
Check
Articles

Assesmen Risiko Ekologi (ARE) Perikanan Tuna Pole and Line di Flores dan Tonda di Flores dan Pelabuhanratu Yonvitner Yonvitner; Mennofatria Boer; Rahmat Kurnia; Destilawati Destilawati
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 16, No 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v16i1.14475

Abstract

AbstrakKegiatan perikanan tuna dengan penggunaan alat tangkap pole and line dan tonda berisiko menyebabkan kerentanan (risiko ekologi) yang dapat menganggu keberlanjutan stok tuna. Untuk itu dilakukan penelitian menilai kerentanan menjadi parameter risiko ekologi menggunakan pendekatan analisis productivity dan susceptability analysis (PSA) pada jenis ikan tuna sirip kuning (ukuran baby tuna), tongkol, lemadang, dan cakalang. Pengumpulan data biologi dan ekologi dari alat tangkap pole and line dilakukan di Flores dan pancing tonda di Pelabuhanratu. Selanjutnya, analisis laboratorium dilakukan pada Laboratorium Biologi Perikanan, Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB. Hasil analisis produktivitas dan susceptabilitas alat pole and line untuk ikan baby tuna 1,42 dan ikan tongkol 1,98. Nilai ini menunjukkan tingkat kerentanan dan risiko ekologi pada ikan tongkol tergolong tinggi dan ikan baby tuna masih rendah. Analisis PSA dari alat pancing tonda pada ikan baby tuna diperoleh sebesar 2,34; ikan lemadang sebesar 2,34; dan ikan cakalang 2,18. Nilai ini menunjukkan bahwa kerentanan tinggi dan risiko ekologi pada ketiga jenis ikan tersebut juga tinggi karena penggunaan pancing tonda. Penggunaan alat tangkap pole and line serta pancing tonda pada perikanan tuna menyebabkan tingginya risiko pada ikan tuna sirip kuning (ukuran baby tuna), lemadang, cakalang, dan tongkol. AbstractTuna fishery activities using pole and line fishing gear and tonda have the risk of causing vulnerability (ecological risk) which can disrupt the sustainability of tuna stocks. For this reason, a study was conducted to assess vulnerability which is a parameter of ecological risk using the productivity and susceptibility analysis (PSA) approach to the fish’s species are albacares (baby tuna), mackerel, lemadang, and skipjack. Biological and ecological data collection from pole and line fishing gear was carried out in Flores and trolling and tonda in Pelabuhanratu. Furthermore, laboratory analysis was carried out at the fisheries biology laboratory, Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences IPB. The results of productivity and susceptibility analysis of the pole and line for baby tuna and Euthynnus are 1.42 and 1.98.  This value shows the level of vulnerability where the ecological risk of tuna is high and baby tuna also low. The PSA analysis of the tonda for baby tuna was 2.34; lemadang was 2.34; and skipjack was 2.18. This value indicates that the high vulnerability and ecological risk of the three species of fish are also high due to the use of tonda. The use of pole and line fishing gear and tonda lines in tuna fisheries causes a high risk for albacares (baby tuna), mackerel, lemadang, and skipjack.
Komposisi biota dasar hasil tangkapan alat garok pada perairan pesisir Kronjo, Tangerang Yonvitner Yonvitner; Rokhmin Dahuri; Isdradjad Setyobudi Andi; Mennofatria Boer
Depik Vol 9, No 3 (2020): December 2020
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.9.3.13509

Abstract

Garok is a fishing gear that operates at the bottom or surface of the substrate that is caught of various benthic species. The garok gear that operates in sediment, even in the long term can cause changes in the composition of the biota. Because exploitative fishing proses, can cause damage, vulnerability and at the long-term impact to the sustainability of the population. The research was carried out in Kronjo Bay, Tangerang from March to May 2011. The samples were collected from the operation, then determined the species, quantity, and weight of each species. Descriptive statistical analysis and ANOVA were used to determine the significance of the composition between stations and observation times. The caught consist of Placuna placenta, Anadara, Murex, Tellina, and crustaceans which belong to the mollusk and crustacean groups. Statistical analysis did not show a significant difference between the research stations, but it was significantly based on the observation time with Fhit 3,1 and Ftab 1,7. It turned out that the abundance of basic biota was found to be high in April then decreased in May. Likewise, the abundance did not show a significant difference in the location and time of observation. The catch composition on the Kronjo coast is dominated by the gastropod group with an average composition of above 50% per operation.Keywords:GarokCompositionDemersalKronjoCoastalABSTRAKGarok adalah alat tangkap yang dioperasikan di dasar perairan yang menangkap berbagai jenis biota dasar.  Alat garok yang dioperasikan dapat menangkap beragam jenis biota dasar dan dalam jangka lama dapat menyebabkan terjadinya perubahan komposisi biota. Alat tangkap yang bersifat eksploitatif dapat menyebabkan kerusakan, kerentanan sehingga menganggu keberlanjutan populasi secara jangka panjang. Penelitian dari praktek penggunaan alat garok ini dilakukan di Teluk Kronjo Tangerang mulai Maret-Mei tahun 2011. Sampel dikumpulkan secara eskploratif dari operasi alat garok, kemudian tentukan jenis, jumlah dan bobotnya dari setiap jenis.  Analisis statistik deskriptif dan ANOVA digunakan untuk mengetahui perbedaan komposisi antar stasiun dan antara waktu pengamatan.  Hasil tangkapan terdiri dari jenis Placuna placenta, Anadara, Murex, Tellina, dan krustasea yang termasuk kelompok moluska dan krustasea. Analisis statistik tidak menunjukan perbedaan yang nyata antara stasiun penelitian, namun berbeda nyata berdasarkan waktu pengamatan dengan Fhit 3,1 dan Ftab 1,7. Kelimpahan biota dasar ditemukan tinggi pada bulan April kemudian menurun pada bulan Mei.  Begitu juga kelimpahan tidak menunjukan perbedaan yang nyata pada lokasi dan waktu pengamatan. Komposisi tangkapan di pesisir Kronjo didominasi oleh kelompok gastropoda dengan komposisi rata-rata diatas 50% setiap kali operasi.Kata kunci:GarokKomposisiDemersalKronjoPesisir
DINAMIKA TEMPORAL DAN SPASIAL FOSFAT(PO4-P) DAN NITRAT (NO3-N) SEBAGAI INDIKATOR KESUBURAN PERAIRAN DI TELUK JAKARTA Amanah Zakiah; Yonvitner; Ario Damar
Coastal and Ocean Journal (COJ) Vol 7 No 1 (2023): COJ (Coastal and Ocean Journal)
Publisher : Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/coj.v7i1.49454

Abstract

Jakarta Bay is located on the north coast of Java Island and is the mouth of 13 major rivers in Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang and Bekasi. Various activities that involve the use of waters, both bays and rivers, can cause a decrease in water quality and nutrient enrichment. One result of nutrient enrichment is an increase in nutrients such as phosphate and nitrate. This study aims to determine the pattern of spatial distribution of phosphate and nitrate concentrations as indicators of water fertility in Jakarta Bay. Water quality monitoring was carried out from 2012-2019 from 23 observation stations. The determination of 23 stations is based on the representation of the Jakarta Bay area into the coastal zone and the bay zone. Water fertility status based on phosphate nutrients is classified as mesotrophic with a spatial distribution pattern that is higher around the coast and lower as it approaches the mouth of the bay. Meanwhile, based on nutrient nitrate, it is classified as oligotrophic with a distribution that tends to be high on the beach and low near the mouth of the bay. Temporally, there is a significant difference in the concentration of phosphate and nitrate.
Kajian potensi perairan dangkal untuk pengembangan wisata bahari dan dampak pemanfaatannya bagi masyarakat sekitar (studi kasus Pulau Semak Daun sebagai daerah penunjang kegiatan wisata Pulau Pramuka Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu) Triyadi Purnomo; Sigid Hariyadi; Yonvitner .
Depik Vol 2, No 3 (2013): December 2013
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.2.3.992

Abstract

Abstract. Semakdaun and Pramuka are islands in kepulauan seribu administrated regency of Jakarta province that have typical resources and become tourism destination, by means this research choose semak daun and pramuka to be research place. This research purpose is study potential recourshe in shallow water of Semak Daun island for increasing marine tourism in Pramuka island, and to know impact of increasing marine tourism to economy and social of local people.  This research was conducted on Mei 2013 up to July 2013. The method of this research is descriptive quantitative analysis calculations using percent cover of coral, abundance of reef fish, suitability index of marine tourism, marine tourism area carrying capacity, analysis of Marine Tourism Economic Impact on the community using a multiplier effect . The results obtained from this study are: first, percent cover of coral communities on the Semak daun island categorized from moderate to very good and it ranged between 29.67 % -77.66 %. Second, Semak Daun Island area suitable for diving tourism activities, snorkeling , and beach tourism carrying capacity for diving site is 98 people / day and for snorkling is 242 people / day . Third, Tourists Visitor in Pramuka island has increased which in 2012 reached 36 218 visitors . Fourth, marine tourism activities in Semak Daun island and pramuka Island put up economic impact for society as service user and tourism workers by increasing income the value of Keynesian Local Income Multiplier 1.09, Type I Multiplier Income Ratio is 1.10 and Ratio Income Multiplier, Type II is 1.27.Keywords : Semak Daun island, marine tourism, Pramuka island, carrying capacity, multiplier effect Abstrak. Pulau Semak Daun dan Pulau Pramuka merupakan pulau yang ada di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta tepatnya di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu  yang memiliki sumberdaya alam yang khas dan menjadi salah satu tujuan wisatawan, oleh karena itu penelitian ini memilih Pulau Semak Daun dan Pulau Pramuka menjadi tempat kajian penelitian. Tujuan penelitian ini adalah  mengkaji Potensi Sumberdaya di perairan dangkal Pulau Semak Daun untuk pengembangan kegiatan wisata bahari Pulau Pramuka dan memprediksi dampak pengembangan wisata bahari terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei 2013 – Juli 2013.   Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis perhitungan persen tutupan komunitas karang, kelimpahan ikan karang, indeks kesesuaian wisata bahari, daya dukung kawasan wisata bahari, dan analisis Dampak Ekonomi Wisata Bahari terhadap masyarakat menggunakan multiplier efect. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu persen tutupan komunitas karang di Pulau Semak Daun di kategorikan dari sedang sampai sangat baik yaitu berkisar antara 29,67%-77,66%, kawasan Pulau Semak Daun sesuai untuk aktivitas wisata selam dan snorkling dengan daya dukung kawasan untuk wisata selam 98 orang/hari, snorkling 242 orang/hari, Wisatawan yang berkunjung ke Pulau Pramuka mengalami peningkatan yakni pada tahun 2012 mencapai 36.218 pengunjung; dan kegiatan wisata bahari Pulau Semak Daun dan Pulau Pramuka memberi dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sebagai penyedia jasa dan pekerja wisata yaitu bertambahnya pendapatan dengan nilai Keynesian Local Income Multiplier 1,09, Ratio Income Multiplier Tipe I adalah 1,10 dan Ratio Income Multiplier, Tipe II adalah 1,27.Kata Kunci :  Pulau Semak Daun, Wisata Bahari, Pulau Pramuka, daya dukung, Multiplier efect.
Tutupan karang dan komposisi ikan karang didalam dan luar kawasan konservasi pesisir timur Pulau Weh, Sabang Riany Hastuty; Yonvitner .; Luky Adrianto
Depik Vol 3, No 2 (2014): August 2014
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.3.2.1468

Abstract

Abstract. The study was conducted onApril to October 2013 in marine protected areas of Weh Island. The samplings were done at10 siteswhere 6 sitesare situatedinside of conservation areas, while 4 sites are situated outside of conservation areas. The purpose ofthis study was to evaluate coral covers andreef fish composition. Point intersept transect(PIT), underwater visual census (UVC) and fish catches were used to examine coral covers, abudance and biomass of reef fish. The results showed that average of coral covers, abudance and biomass of target fishes inside conservation were 54%, 1,662 ind/ha and 408.78 kh/ha, respectively, while than outside conservation was 33.05%, 1,058 ind/ha and 307.77 kg/ha, respectively. Total of reef fish species and the catch were increased from previous years, for example there are 60 species in 2010 and it was increased to 83 species in 2013. In addition the fishermen catches were increased slightly from 3.03 kg/trip in 2008 to 3.6 kg/trip in 2013. It is concluded that the coral condition and reef fish composition in the conservation are much better compared to outside of conservation areas.Keywords : Marine protect area; reef fish; Weh Island Abstrak. Penelitian ini dilakukan pada April sampai Oktober 2013 di Kawasan Konservasi Perairan Pesisir Timur Pulau Weh yang terdiri dari 10 stasiun dimana 6 stasiun berada didalam kawasan konservasi dan 4 stasiun diluar kawasan konservasi.Penelitian ini bertujuan untuk menilai persentase tutupan karang dan komposisi ikan karang. Sampling menggunakan transek titik dan underwater visual sensus (UVC) dan hasil tangkapan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kondisi tutupan karang, kelimpahan dan biomassa ikan target dikawasan konservasi yaitu 54%, 1.662 ind/ha dan 408,78 kg/ha, secara berurutan, sedangkan diluar kawasan konservasi adalah 33,05%, 1.058 ind/ha dan 307,77 kg/ha biomassa ikan target.Jumlah jenis ikan karang di kawasan konservasi meningkat, yaitu 60 jenis tahun 2010 menjadi 83 jenis pada tahun 2013 dan rata-rata hasil tangkapan tahun 2008 yaitu 3,03 kg/trip dan tahun 2013 yaitu 3,6 kg/trip. Dapat disimpulkan bahwa kondisi karang dan komposisi jenis dan ukuran ikan lebih baik di dalam kawasan konservasi berbanding diluar kawasan.Kata kunci: Kawasan Konservasi; Ikan karang; Pulau Weh
Pendekatan Integrated Coastal Management (ICM) dalam Pengelolaan ROB dan Banjir Christian, Yoppie; Afandy, Andy; Yonvitner; Ahmadi, Nurdin
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 5 No 1 (2023): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0501.475-481

Abstract

Persoalan penanganan banjir rob dan limpasan di Kabupaten dan Kota Pekalongan bersifat kompleks karena melibatkan banyak pihak. Kondisi ini semakin berat dengan kapasitas adaptif berada pada tingkat Rendah Sedang, dan persepsi risiko masyarakat pada level Rendah. Kajian PKSPL IPB (2021) memproyeksikan nilai kerugian dan kerusakan tahun 2030 mencapai Rp. 30,94 trilliun (penanganan business as usual). Sehingga perlu pendekatan ICM untuk mengidentifikasi solusi atas tantangan pembangunan melalui mekanisme pengambilan keputusan secara terpadu dan sistematis mulai dari perencanaan, inisiasi, implementasi, monitoring, evaluasi atas strategi dan program sebagai respon atas tantangan yang dihadapi masyarakat. Pendekatan ICM menyediakan panduan bagi semua aktor untuk menyusun rencana induk pengelolaan pesisir secara terpadu.
Integrasi Sirkular Ekonomi Dalam Kawasan Konservasi Muliadi, Adi; Adiwibowo, Soeryo; Yonvitner
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 5 No 2 (2023): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0502.542-545

Abstract

Sebagai aturan turunan dari UUCK, Pemerintah telah menetapkan PP No. 27 Tahun 2021 terkait tentang penyelenggaraan bidang kelautan dan perikanan, di mana dalam pasal 2(a) sebagai pasal pembuka secara eksplisit menyebutkan tentang perubahan zona inti dapat dilakukan dalam rangka pelaksanaan kebijakan nasional (Proyek strategis nasional). Zona inti memerlukan proteksi yang tinggi untuk menjaga kestabilan dalam pemanfaatannya agar tetap berkelanjutan. Namun zona inti dalam kebijakan PP No.27/2021 memberi keleluasaan untuk dirubah dalam konteks kebijakan nasional (Proyek strategis nasional). hal tersebut secara rasionalitas akan menimbulkan konsekuensi dalam aspek ekologi, ekonomi dan sosial kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil terkhusus kawasan konservasi. Integrasi ekonomi sirkular dalam pariwisata berkelanjutan memberikan konsep peningkatan pada aspek lingkungan dan sosial ekonomi. Konsep ekonomi sirkular memungkinkan untuk mengakomodasi tiga aspek dalam pembangunan berkelanjutan pada zona inti kawasan konservasi. Oleh sebab itu, diperlukan pedoman yang spesifik terkait dengan mekanisme penerapan konsep ekonomi sirkular dalam kawasan konservasi.
Adopsi Teknologi Informasi di Marikultur Berbasis Ekonomi Inovasi dan Ekologi Lingkungan di Asia Tenggara Indrawan, R. Dikky; Damar, Ario; Yonvitner; Nor, Norhariani Mohd; Buda, Mark; Ngoc, Pham Ti Anh; Tolentino-Zondervan, Frazen
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 5 No 3 (2023): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0503.723-727

Abstract

Penerapan teknologi informasi pada di Marineculture di Asia Tenggara, yang berfokus pada inovasi ekonomi dan ekologi lingkungan, sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Rekomendasi yang diberikan adalah melalui pendekatan dan aplikasi : (1) Transformasi Digital. Hal ini mencakup peningkatan infrastruktur, promosi e-commerce, dan pengembangan kewirausahaan digital. (2) Pengembangan Sains, Teknologi & Inovasi: harus dipandang sebagai investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi berbasis Ekonomi Digital. (3) Adopsi dilakukan dengan Transisi Ramah Lingkungan agar pengembangan teknologi berkontribusi terhadap ekologi lingkungan. (4) Dukungan penuh dari pemerintah melalui kebijakan pemberian kredit finansial dan penyuluhan tentang aplikasi teknologi berbasi IoT kepada pembudidaya ikan kecil. Oleh karena itu, negara-negara Asia Tenggara harus memanfaatkan teknologi untuk inovasi ekonomi sambil memastikan kelestarian lingkungan melalui penerapan praktik dan kebijakan ramah lingkungan.
Kajian potensi perairan dangkal untuk pengembangan wisata bahari dan dampak pemanfaatannya bagi masyarakat sekitar (studi kasus Pulau Semak Daun sebagai daerah penunjang kegiatan wisata Pulau Pramuka Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu) Triyadi Purnomo; Sigid Hariyadi; Yonvitner .
Depik Vol 2, No 3 (2013): December 2013
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.2.3.992

Abstract

Abstract. Semakdaun and Pramuka are islands in kepulauan seribu administrated regency of Jakarta province that have typical resources and become tourism destination, by means this research choose semak daun and pramuka to be research place. This research purpose is study potential recourshe in shallow water of Semak Daun island for increasing marine tourism in Pramuka island, and to know impact of increasing marine tourism to economy and social of local people.  This research was conducted on Mei 2013 up to July 2013. The method of this research is descriptive quantitative analysis calculations using percent cover of coral, abundance of reef fish, suitability index of marine tourism, marine tourism area carrying capacity, analysis of Marine Tourism Economic Impact on the community using a multiplier effect . The results obtained from this study are: first, percent cover of coral communities on the Semak daun island categorized from moderate to very good and it ranged between 29.67 % -77.66 %. Second, Semak Daun Island area suitable for diving tourism activities, snorkeling , and beach tourism carrying capacity for diving site is 98 people / day and for snorkling is 242 people / day . Third, Tourists Visitor in Pramuka island has increased which in 2012 reached 36 218 visitors . Fourth, marine tourism activities in Semak Daun island and pramuka Island put up economic impact for society as service user and tourism workers by increasing income the value of Keynesian Local Income Multiplier 1.09, Type I Multiplier Income Ratio is 1.10 and Ratio Income Multiplier, Type II is 1.27.Keywords : Semak Daun island, marine tourism, Pramuka island, carrying capacity, multiplier effect Abstrak. Pulau Semak Daun dan Pulau Pramuka merupakan pulau yang ada di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta tepatnya di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu  yang memiliki sumberdaya alam yang khas dan menjadi salah satu tujuan wisatawan, oleh karena itu penelitian ini memilih Pulau Semak Daun dan Pulau Pramuka menjadi tempat kajian penelitian. Tujuan penelitian ini adalah  mengkaji Potensi Sumberdaya di perairan dangkal Pulau Semak Daun untuk pengembangan kegiatan wisata bahari Pulau Pramuka dan memprediksi dampak pengembangan wisata bahari terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei 2013 – Juli 2013.   Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis perhitungan persen tutupan komunitas karang, kelimpahan ikan karang, indeks kesesuaian wisata bahari, daya dukung kawasan wisata bahari, dan analisis Dampak Ekonomi Wisata Bahari terhadap masyarakat menggunakan multiplier efect. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu persen tutupan komunitas karang di Pulau Semak Daun di kategorikan dari sedang sampai sangat baik yaitu berkisar antara 29,67%-77,66%, kawasan Pulau Semak Daun sesuai untuk aktivitas wisata selam dan snorkling dengan daya dukung kawasan untuk wisata selam 98 orang/hari, snorkling 242 orang/hari, Wisatawan yang berkunjung ke Pulau Pramuka mengalami peningkatan yakni pada tahun 2012 mencapai 36.218 pengunjung; dan kegiatan wisata bahari Pulau Semak Daun dan Pulau Pramuka memberi dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sebagai penyedia jasa dan pekerja wisata yaitu bertambahnya pendapatan dengan nilai Keynesian Local Income Multiplier 1,09, Ratio Income Multiplier Tipe I adalah 1,10 dan Ratio Income Multiplier, Tipe II adalah 1,27.Kata Kunci :  Pulau Semak Daun, Wisata Bahari, Pulau Pramuka, daya dukung, Multiplier efect.
Komposisi biota dasar hasil tangkapan alat garok pada perairan pesisir Kronjo, Tangerang Yonvitner Yonvitner; Rokhmin Dahuri; Isdradjad Setyobudi Andi; Mennofatria Boer
Depik Vol 9, No 3 (2020): December 2020
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.9.3.13509

Abstract

Garok is a fishing gear that operates at the bottom or surface of the substrate that is caught of various benthic species. The garok gear that operates in sediment, even in the long term can cause changes in the composition of the biota. Because exploitative fishing proses, can cause damage, vulnerability and at the long-term impact to the sustainability of the population. The research was carried out in Kronjo Bay, Tangerang from March to May 2011. The samples were collected from the operation, then determined the species, quantity, and weight of each species. Descriptive statistical analysis and ANOVA were used to determine the significance of the composition between stations and observation times. The caught consist of Placuna placenta, Anadara, Murex, Tellina, and crustaceans which belong to the mollusk and crustacean groups. Statistical analysis did not show a significant difference between the research stations, but it was significantly based on the observation time with Fhit 3,1 and Ftab 1,7. It turned out that the abundance of basic biota was found to be high in April then decreased in May. Likewise, the abundance did not show a significant difference in the location and time of observation. The catch composition on the Kronjo coast is dominated by the gastropod group with an average composition of above 50% per operation.Keywords:GarokCompositionDemersalKronjoCoastalABSTRAKGarok adalah alat tangkap yang dioperasikan di dasar perairan yang menangkap berbagai jenis biota dasar.  Alat garok yang dioperasikan dapat menangkap beragam jenis biota dasar dan dalam jangka lama dapat menyebabkan terjadinya perubahan komposisi biota. Alat tangkap yang bersifat eksploitatif dapat menyebabkan kerusakan, kerentanan sehingga menganggu keberlanjutan populasi secara jangka panjang. Penelitian dari praktek penggunaan alat garok ini dilakukan di Teluk Kronjo Tangerang mulai Maret-Mei tahun 2011. Sampel dikumpulkan secara eskploratif dari operasi alat garok, kemudian tentukan jenis, jumlah dan bobotnya dari setiap jenis.  Analisis statistik deskriptif dan ANOVA digunakan untuk mengetahui perbedaan komposisi antar stasiun dan antara waktu pengamatan.  Hasil tangkapan terdiri dari jenis Placuna placenta, Anadara, Murex, Tellina, dan krustasea yang termasuk kelompok moluska dan krustasea. Analisis statistik tidak menunjukan perbedaan yang nyata antara stasiun penelitian, namun berbeda nyata berdasarkan waktu pengamatan dengan Fhit 3,1 dan Ftab 1,7. Kelimpahan biota dasar ditemukan tinggi pada bulan April kemudian menurun pada bulan Mei.  Begitu juga kelimpahan tidak menunjukan perbedaan yang nyata pada lokasi dan waktu pengamatan. Komposisi tangkapan di pesisir Kronjo didominasi oleh kelompok gastropoda dengan komposisi rata-rata diatas 50% setiap kali operasi.Kata kunci:GarokKomposisiDemersalKronjoPesisir
Co-Authors . Fahmi . Sulistiono . Waluyo A Habibi Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Adrian Hidayat, Adrian Afandy, Andy Agus Dermawan Agus Oman Sudrajat Ahmad Fachrudin Ahmadi, Nurdin Ai Solihat Aji Hermawan Akmal, Surya Genta Akmal, Surya Gentha Amanah Zakiah Amelian Dinisia Anastasia Dian Rosalina Anastasia Dian Rosalina Andi Gustomi Anisa Kusumadewi Zulfikar Apriansyah Apriansyah Arief Widianto Ario Damar Ario Damar Aulia Maghfirotul Khatami Aulia Maghfirotul Khatami Ayu Ervinia Beni Osta Nababan Benny Khairuddin Buda, Mark Budiman, Mukhammad Asyief Khasan Cecep Kusmana Christian, Yoppie Danang Aria Nugroho Deni Rahmat Hidayat Destilawati Destilawati Destilawati Destilawati Destilawaty, Destilawaty Diding Sudira Efendi Didit Eko Prasetiyo Dinamella Wahjuningrum Donwill Panggabean Dudi Muhammad Wildan Dwi Muninggar Pratiwi Dyah Ika Nugraheni Eddy Soekendarsih Eha Saleha Emy Mupid Enan M. Adiwilaga Endang Juwita Endang Juwita, Endang Estri Octora Farmelia Etty Riani Fadlian, Rizka Fery Kurniawan Fery Kurniawan FERY KURNIAWAN Fitra Wira Hadinata Fransiskus Mao Tokan Fredinan Yulianda Gatot Yulianto Gatot Yulianto Gautama, Dwi Ariyoga Grin Tommy Panggabean Habibi, A Hanif Wafi Hanif Wafi Hanif Wafi Hefni Effendi Helmy Akbar Helmy Akbar I Setyobudiandi I Wayan Nurjaya Iis Diatin Ilham Ilham Iqra Putra Sanur Irfan Yulianto Irianto, Dedy Cahyadi Irwan Irwan Irzal Effendi Isdradjad Setyobudi Andi Isdradjad Setyobudi Andi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjat Setyobudiandi Isdradjat Setyobudiandi Isdrajad Setyobudiandi Jabbar, Meuthia Aula Jamilah Jamilah Jamilah Jamilah Jan Hotman Joko Santoso K Praptokardiyo Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewardi Kardiyo Prapto Kardiyo Kardiyo Praptokardiyo Kiagus Abdul Aziz Lala M Kolopaking Lukman Faisol Luky Adrianto Luky Adrianto M Mukhlis Kamal M. Arsyad Al Amin M. Mukhlis Kamal Maisalda, Dwianka Rahman Masykur Tamanyira Masykur Tamanyira Maulana Ishak Melindo, Hera Ledy Mennofatria Boer Mia Setiawati Mochammad Riyanto Mona Agatha Muhammad Fadjar Rahardjo Muhammad Ridwan Mujio, Mujio Muliadi, Adi Nabil Zurba Nandi Abdul Aziz Nandi Sukri Nandi Syukri Ngoc, Pham Ti Anh Nor, Norhariani Mohd Nur Irsyam Nurfitri Triramdani Nursan, Muhammad P. Perdinan Pudji Muljono Puji Hastuti, Yuni Putri Utami, Putri R Dahuri R. Dikky Indrawan Rahmat Kurnia Retno Asih Riany Hastuty RIDWAN AFFANDI Rifki Aldi Ramadhani Rika Astuti Rinda Noviyanti, Rinda Rini Setiawati Riska Puspita Riyan Maulana Rizka Fadlian Rokhmin Dahuri Rokhmin Dahuri Rokhmin Dahuri Rokhmin Dahuri Rudiyanto, Bambang Yudho Rusmin Nuryadin S Sukimin Sahibuddin, Muhammad Qustam Samhuri, Refita Yunie Selvi Oktaviyani Selvia Oktaviyani Septian Dwi Cahyo Shabrina Oktaviani Sigid Hariyadi Siti Nurkhotini Soeryo Adiwibowo Sonny Koeshendrajana Sri Nuryati Sriharini, Endang Koestati Sugeng Heri Suseno Suharyanto Suharyanto Sulaeman Martasuganda Sulistiono Sulistiono Sulistyowati, Beta Indi Suraji Suraji Surya Genta Akmal Surya Gentha Akmal Surya Gentha Akmal Surya Gentha Akmal Surya Gentha Akmal Sutrisno Sukimin Syamsul Bahri Agus, Syamsul Bahri Syofyan Hasan Syukri, Nandi Tamanyira, Masykur Taryono Taslim Arifin Taslim Arifin Tatag Budiardi Tia Azira Sharif Tolentino-Zondervan, Frazen Tri Ernawati Trihandoyo, Arif Triyadi Purnomo Vera Ardelia Vera Ardelia Vicky Rizky Katili Wafi, Hanif Wahyuni, Andi Panca Waluyo Waluyo Wawan Ridwan Y. Hadiroseyani Yandra Arkeman Yasir Yasir Yasya Hanifah Kinasih Yeldi Adel Yogi Cahyo Ginanjar Yudi Wahyudin Yusli Wardiatno Yuyun Erwina Zainal Arifin Lubis Zulfikar, Anisa Kusumadewi Zulfikar Zulhamsyah Imran