p-Index From 2021 - 2026
4.476
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Akuakultur Indonesia Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Biologi Edukasi : Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi AL KAUNIYAH KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Jurnal Perikanan dan Kelautan Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Aquahayati Jurnal Tataloka Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan/Journal of Fishery and Innovation (JSIPi) Aceh Journal of Animal Science JURNAL BIOLOGI INDONESIA Masyarakat, Kebudayaan dan Politik AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan Jurnal Pariwisata JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal Of Tropical Fisheries Management) Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Bawal : Widya Riset Perikanan Tangkap Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Jurnal Segara Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Techno-Fish Journal of Computer Networks, Architecture and High Performance Computing Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan COJ (Coastal and Ocean Journal) Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Aceh Journal of Animal Science Jurnal Manusia dan Lingkungan Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Journal of Fisheries & Marine Journal of Aceh Aquatic Sciences (Journal of Environmental Sustainability Management)
Claim Missing Document
Check
Articles

Gonad Maturity and Fecundity of Bluecheek Silver Grunt (Pomadasys argyreus) in Palabuhanratu Bay, West Java: Kematangan Gonad dan Fekunditas ikan gerot-gerot (Pomadasys argyreus) di Teluk Palabuhanratu, Jawa Barat Mona Agatha; Yonvitner; Rahmat Kurnia
Tropical Fisheries Management Journal Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4400.464 KB) | DOI: 10.29244/jppt.v3i1.29481

Abstract

A total of 806 fish samples were collected from the catch of local fishermen. The sex ratio of Pomadasys argyreus was 1:0,90. Four stages of gonadal development were observed in males and females, which dominated by stage I and II (immature). The highest gonadosomatic index (GSI) in males was 1,14 in September, while in females was 1,80 in May. Length at first maturity of Pomadasys argyreus was 140,12 mm for males and 135,01 mm for females. The highest value of condition factor was 1,05 for males and 1,10 for females. This fish spawn partially (partial spawner) and estimated spawns throughout the year with a spawning peak in June.
Stock Indicator of Indian Mackerel (Rastrelliger kanagurta Cuvier, 1816) and Temperature in Sunda Strait Waters: Indikator Stok Ikan Kembung (Rastrelliger kanagurta Cuvier, 1816) dan Suhu Perairan Selat Sunda Zainal Arifin Lubis; Yonvitner; Achmad Fahrudin
Tropical Fisheries Management Journal Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4363.913 KB) | DOI: 10.29244/jppt.v3i1.29542

Abstract

Ikan kembung merupakan salah satu hasil tangkapan perikanan Selat Sunda yang memiliki nilai ekonomis penting. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis beberapa parameter populasi dan status stok Kembung (Rastrelliger kanagurta) di Selat Sunda berdasarkan aspek dinamika populasi. Analisis data yaitu atas ukuran pertama kali matang gonad dan tertangkap, mortalitas, laju eksploitasi, model produksi surplus serta fishing ground. Ukuran pertama kali matang gonad ikan kembung adalah 197,2 mm pada jantan dan 177,69 mm pada betina. Mortalitas penangkapan jauh lebih besar dari ortalitas alami dan laju eksploitasi melebihi 0,5 yang mengindikasikan ikan kembung di Selat Sunda telah mengalami eksploitasi berlebih. Hasil tangkapan maksimum lestari dan upaya optimum adalah 16359,8 ton per tahun dan upaya 129219 trip per tahun. Dalam kaitanya dengan suhu terlihat pola terjadinya penurunan tangkapan pada saat suhu diatas 30ºC. Indikator populasi menunjukkan bahwa ikan kembung di Selat Sunda telah mengalami eksploitasi berlebih. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam kaitanya dengan suhu yaitu dinamika tangkapan dengan pola peningkatan suhu yang terus terjadi.
Fishermen Income and Welfare from the Profit Sharing System in the Sunda Strait: Tingkat Kesejahteraan Nelayan dari Sistem Bagi Hasil di Selat Sunda Hanif Wafi; Yonvitner Yonvitner; Gatot Yulianto
Tropical Fisheries Management Journal Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1356.253 KB) | DOI: 10.29244/jppt.v3i2.30164

Abstract

Tingkat kesejahteraan nelayan dapat ditentukan dari hasil tangkapan yang didapatkan dari kegiatan perikanan. Tinggi rendahnya hasil tangkapan salah satunya dipengaruhi oleh musim penangkapan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi produksi hasil tangkapan berdasarkan musim, serta menentukan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2019 di PPP Labuan, Banten dan PPP Lempasing, Bandar Lampung. Pengumpulan data dilakukan dengan metode stratified random sampling berdasarkan strata menurut nelayan skala kecil (dibawah 10 GT) dan nelayan skala besar (diatas 10 GT) yang terdiri dari nakhoda, juru kapal, dan anak buah kapal (ABK) sebanyak 30 nelayan. Produksi hasil tangkapan ikan di Selat Sunda berbeda-beda pada setiap musim. Musim puncak terjadi antara bulan Mei hingga Agustus, dan musim paceklik terjadi pada bulan November hingga Februari, serta selebihnya musim sedang atau peralihan. Tingkat kesejahteraan nelayan di Selat Sunda yaitu pada tingkat kesejahteraan yang tinggi (56.67 persen) dan sedang (43.33 persen). Nelayan dengan tingkat kesejahteraan tinggi lebih banyak terdapat pada nelayan kapal skala besar (diatas 10 GT) dan yang bertugas sebagai nakhoda dan juru kapal.
Population Risk of Fish Resources in Sunda Strait Dwi Muninggar Pratiwi; Yonvitner Yonvitner; Achmad Fahrudin
Tropical Fisheries Management Journal Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (988.553 KB) | DOI: 10.29244/jppt.v3i1.30174

Abstract

Rezim pengelolaan perikanan perikanan Indonesia saat ini masih dianggap memiliki rezim open acces, dimana pemanfaatan dapat dilakukan oleh semua orang. Hal ini menyebabkan upaya penangkapan ikan di Selat Sunda juga tinggi dan penangkapan ikan terus mengalami peningkatan. Alat tangkap yang digunakan sangat beragam sehingga memiliki potensi penangkapan yang tidak terkendali. Saat ini, hasil tangkapan yang diperoleh dari berbagai jenis alat tangkap mengalami penurunan, baik jumlah maupun ukuran tertangkap yang semakin kecil. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kerentanan sumberdaya ikan terhadap dinamika suhu permukaan laut di Perairan Selat Sunda berdasarkan data produktivitas dan suseptabilitas. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai September 2018. Ikan contoh diperoleh di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Labuan, Banten. Metode untuk analisis kerentanan, yaitu analisis produktivitas dan suseptibilitas (PSA). Hasil nilai PSA ikan kurisi, kembung lelaki, kuniran dan selar kuning menunjukkan bahwa tingkat resiko kerentanan rendah (<1,6). Ikan kurisi (Nemipterus japonicus), kembung lelaki (Rastrelliger kanagurta), kuniran (Upeneus moluccensis), dan selar kuning (Sardinella leptolepis) memiliki kemampuan yang tinggi untuk mempertahankan populasinya dari aktivitas penangkapan. Hasil indeks kerentanan menunjukkan bahwa ikan selar kuning memiliki nilai paling tinggi dibandingkan dengan ketiga ikan lainnya karena fekunditas dan pola rekrutmen yang rendah.
Relationship Of Length - Weight Bigeye Tuna (Thunnus obesus Lowe, 1839) in Indian Ocean Grin Tommy Panggabean; Siti Nurkhotini; Yonvitner Yonvitner
Tropical Fisheries Management Journal Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.v4i1.30907

Abstract

The potential of fisheries resources in Indonesia is 9,931 million tons per year, with the highest potential being in WPP 718 of 1,992 million tons / year (20%), in WPP of 1,228 million / year (12%) and in WPP 711 of 1,143 million tons / year (12%). Bigeye Tuna (Thunnus obesus) is one of the leading commodities from the fisheries sub-sector which is commonly consumed both locally and export. Cilacap Ocean Fishery Port (PPS), Cilacap Regency, is one of the Bigeye Tuna (Thunnus obesus) fish landings caught from the Indian Ocean. This study aims to find out information on the long-term weight ties of Bigeye Tuna (Thunnus obesus) captured from the Indian Ocean and landed at PPS Cilacap, Central Java. According to Cilacap PPS (2014), Bigeye Tuna (Thunnus obesus) fish is one of the large pelagic fish species with the most catches after skipjack fish from all landed fish. The results of the analysis of the relationship between weight weights show that the growth pattern of big eye tuna (Thunnus obesus) is allometric negative (b <3). In fisheries biology, this long-weight relationship of fish is one of the information that needs to be known in terms of fisheries resource management.
Agent Based Model (ABM) Approach on Small Scale Fisheries in Sunda Strait Fishing Ground: Pendekatan Agent Based Model (AMB) pada Perikanan Skala Kecil di Daerah Penangkapan Selat Sunda Yonvitner; Nur Irsyam; Achmad Fahrudin; Rahmat Kurnia
Tropical Fisheries Management Journal Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.v4i1.31885

Abstract

Prediksi musim dan tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan di perairan Selat Sunda sangat penting untuk mengontrol eksploitasi yang berlebih. Untuk itu pendekatan berbasis agen (agent based approach) dari perubahan musim dan faktor input lainnya terhadap perilaku nelayan perlu dikaji. Penelitian dilakukan di Lempasing dari nelayan yang menangkap di Selat Sunda dengan teknik purposive sampling terhadap nelayan agen (purse seine) dan nelayan nonagen (non purse seine) dengan software Poseidon 1.0. Pola musim penangkapan ikan pada musim timur, daerah penangkapan nelayan agen semakin lama akan semakin mengecil dikarenakan faktor alam dan juga kenaikan harga solar. Nilai produksi dari nelayan agen mengalami penurunan diakibatkan adanya ketidakseimbangan harga yang jual ikan. Pengaruh produksi terhadap pembentukan harga tidak terlalu berpengaruh dan relative linier. Analisis agent based model memberikan gambaran strategi berupa pengaturan upaya penangkapan, konsumsi bahan bakar, dan pendapatan terhadap nelayan agen kaitannya dengan perubahan harga solar.
The Vulnerability of Bycacth Tuna of Handline Fishing in Southern Indian Ocean: Recorded in Sendang Biru Landing Port-Malang: Kerentanan Bycatch Tuna Dari Perikanan Handline di Selatan Samdera Hindia: Pencatatan Pelabuhan Sendang Biru-Malang Yonvitner Yonvitner; Rahmat Kurnia; Mennofatria Boer; Helmy Akbar; Surya Gentha Akmal
Tropical Fisheries Management Journal Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.v4i2.32945

Abstract

Bycatch tuna is an important commercial fish commodity in the Indian Ocean tuna fishery. Tuna bycatch fishing activity also has an impact on the decline in stocks, making it vulnerable and potentially unsustainable. This study aims to analyze the level of vulnerability of tuna side-caught fish, which was conducted in Sendangbiru Malang in July 2013. Vulnerability analysis using the Euclidean distance approach with productivity and susceptability data using PSA software. The catch of bycacth tuna is skipjack tuna (Katsuwonus pelamis), lemadang fish (Coryphaena hippurus), baby tuna (Thunnus albacores). The results of the vulnerability analysis showed that the level of vulnerability obtained was 1.66 for baby tuna, 1.27 for lemadang and 1.42 for skipjack. Overall, the vulnerability index value is still low from 1.8 where the stock is classified as low susceptibility and the potential for tuna bycatch is still potentially sustainable and does not lead to overfishing.
Status Keberlanjutan dan Strategi Pengelolaan Ekosistem Mangrove Kabupaten Mempawah, Propinsi Kalimantan Barat Benny Khairuddin; Fredinan Yulianda; Cecep Kusmana; Yonvitner -
Jurnal Segara Vol 12, No 1 (2016): April
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1802.826 KB) | DOI: 10.15578/segara.v12i1.7651

Abstract

Untuk mengelola ekosistem mangrove di Kabupaten Mempawah diperlukan suatu strategi pengelolaan ekosistem mangrove secara terpadu dan berkelanjutan dilakukan dengan melakukan evaluasi status keberlanjutan melalui 21 indikator yang dikelompokkan kedalam empat dimensi yaitu ekologi, ekonomi, sosial, hukum dan kelembagaan.  Indikator-indikator tersebut diperoleh dari penelitian terdahulu, studi pustaka, CIFOR dan LEI menyangkut Sustainable forest management (SFM), serta berdasarkan pengamatan di lapangan. Hasil modifikasi indikator tersebut dinamai Rap-MEcosytem pada skala (0-100) memperlihatkan status keberlanjutan pengelolaan ekosistem mangrove multidimensi dinyatakan cukup berkelanjutan dengan indeks 52,83 begitu halnya dimensi ekonomi 59,66, sosial 59,27 dan hukum/kelembagaan 52,33 sedangkan dimensi ekologi memiliki status kurang berkelanjutan 44,75 sehingga perlu mendapat prioritas perbaikan. Hasil evaluasi di lanjutkan dengan Analytic Hierarchy Process (AHP) sehingga didapatkan strategi pengelolaan dengan prioritas : (a) melengkapi legalitas pengelolaan wilayah pesisir dengan menyusun Rencana zonasi Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP-3K) dan turunannya, (b) meningkatan personil, kapasitas, kualitas, sarana dan prasarana petugas penyuluh perikanan dan kelautan yang hanya berjumlah 5 orang serta penyuluh kehutanan yang berjumlah 6 orang, (c) melakukan reboisasi dan rehabilitasi ekosistem mangrove terutama di Kecamatan Sungai Pinyuh yang paling banyak mengalami degradasi.
Produktivitas Nelayan, Kapal dan Alat Tangkap di Wilayah Pengelolaan Perikanan Indonesia Yonvitner Yonvitner
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 9, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.39

Abstract

Fisheries productivity is defined as a comparison of production to fishing effort.The Fishing effort can be the number of fishers, fishing boats or fishing gears. This paper was developed from analysis of Indonesia Fisheries Statistic data in the period of 1990-2001 at 9 regions of fishery management in Indonesia. It was assumed that the catch by fisherman in each region will be landed at the same region. The results showed that productivity level of fisherman was lowest at WPP-9 (Indian Ocean) with a value 1,2 ton per year (an average 100 kg per month per fisher). The highest productivity of fisherman reached 3.1 ton in 1999 at WPP-5 (Sulawesi Sea and Tomini Gulf). The productivity of fishing boat was ranged from 7.8 ton to 16.4 ton per year per fishing boat. Then the productivity of gear was from 5,0 ton per gear per year to 13,5 ton per gear per year. From this result, it can be predicted that the distribution of fishing gear, fishing boat and fisherman in 9-WPP was not equally proportional. For sustainability life of the fisheries, it need a policy which may increase to economic benefit of fisherman and fishing activity.
Kebun Bibit Mandiri Penunjang Peremajaan Jambu Mete Dalam Meningkatkan Produksi Jambu Mete Di Desa Salut, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara Retno Asih; Aji Hermawan; Sugeng Heri Suseno; Danang Aria Nugroho; Emy Mupid; Maulana Ishak; Yonvitner Yonvitner; Syamsul Bahri Agus
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 1 No. 1 (2019): November 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.947 KB)

Abstract

The Indonesian government through Pelita II (Five-Year Development) has carried out cashew cultivation projects in the eastern part of Indonesia. This project was carried out in two stages, namely in the 1970s and 1980s, which meant that the average age of cashew plants in Indonesia reached 28-38 years. This age has passed the peak production period so that without intensive care, naturally the production of cashew in Indonesia has decreased. Rejuvenation is an effort to overcome cashew plants whose production begins to decline. The condition of damaged or non-producing gardens needs to be replaced with new, better plants. After the absence of a project from the government, the community tends to use careless seeds that are unclear in their origins and this has the potential to produce plants that are not producing well. The SLAK program (field station for creative agro) from LPPM IPB invites the community to start breeding independently. This business began with the identification of cashew conditions in Salut, then counseling on nurseries and making cashew nursery demonstration plots.
Co-Authors . Fahmi . Sulistiono . Waluyo A Habibi Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Adrian Hidayat, Adrian Afandy, Andy Agus Dermawan Agus Oman Sudrajat Ahmad Fachrudin Ahmadi, Nurdin Ai Solihat Aji Hermawan Akmal, Surya Genta Akmal, Surya Gentha Amanah Zakiah Amelian Dinisia Anastasia Dian Rosalina Anastasia Dian Rosalina Andi Gustomi Anisa Kusumadewi Zulfikar Apriansyah Apriansyah Arief Widianto Ario Damar Ario Damar Aulia Maghfirotul Khatami Aulia Maghfirotul Khatami Ayu Ervinia Beni Osta Nababan Benny Khairuddin Buda, Mark Budiman, Mukhammad Asyief Khasan Cecep Kusmana Christian, Yoppie Danang Aria Nugroho Deni Rahmat Hidayat Destilawati Destilawati Destilawati Destilawati Destilawaty, Destilawaty Diding Sudira Efendi Didit Eko Prasetiyo Dinamella Wahjuningrum Donwill Panggabean Dudi Muhammad Wildan Dwi Muninggar Pratiwi Dyah Ika Nugraheni Eddy Soekendarsih Eha Saleha Emy Mupid Enan M. Adiwilaga Endang Juwita Endang Juwita, Endang Estri Octora Farmelia Etty Riani Fadlian, Rizka Fery Kurniawan Fery Kurniawan FERY KURNIAWAN Fitra Wira Hadinata Fransiskus Mao Tokan Fredinan Yulianda Gatot Yulianto Gatot Yulianto Gautama, Dwi Ariyoga Grin Tommy Panggabean Habibi, A Hanif Wafi Hanif Wafi Hanif Wafi Hefni Effendi Helmy Akbar Helmy Akbar I Setyobudiandi I Wayan Nurjaya Iis Diatin Ilham Ilham Iqra Putra Sanur Irfan Yulianto Irianto, Dedy Cahyadi Irwan Irwan Irzal Effendi Isdradjad Setyobudi Andi Isdradjad Setyobudi Andi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjat Setyobudiandi Isdradjat Setyobudiandi Isdrajad Setyobudiandi Jabbar, Meuthia Aula Jamilah Jamilah Jamilah Jamilah Jan Hotman Joko Santoso K Praptokardiyo Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewardi Kardiyo Prapto Kardiyo Kardiyo Praptokardiyo Kiagus Abdul Aziz Lala M Kolopaking Lukman Faisol Luky Adrianto Luky Adrianto M Mukhlis Kamal M. Arsyad Al Amin M. Mukhlis Kamal Maisalda, Dwianka Rahman Masykur Tamanyira Masykur Tamanyira Maulana Ishak Melindo, Hera Ledy Mennofatria Boer Mia Setiawati Mochammad Riyanto Mona Agatha Muhammad Fadjar Rahardjo Muhammad Ridwan Mujio, Mujio Muliadi, Adi Nabil Zurba Nandi Abdul Aziz Nandi Sukri Nandi Syukri Ngoc, Pham Ti Anh Nor, Norhariani Mohd Nur Irsyam Nurfitri Triramdani Nursan, Muhammad P. Perdinan Pudji Muljono Puji Hastuti, Yuni Putri Utami, Putri R Dahuri R. Dikky Indrawan Rahmat Kurnia Retno Asih Riany Hastuty RIDWAN AFFANDI Rifki Aldi Ramadhani Rika Astuti Rinda Noviyanti, Rinda Rini Setiawati Riska Puspita Riyan Maulana Rizka Fadlian Rokhmin Dahuri Rokhmin Dahuri Rokhmin Dahuri Rokhmin Dahuri Rudiyanto, Bambang Yudho Rusmin Nuryadin S Sukimin Sahibuddin, Muhammad Qustam Samhuri, Refita Yunie Selvi Oktaviyani Selvia Oktaviyani Septian Dwi Cahyo Shabrina Oktaviani Sigid Hariyadi Siti Nurkhotini Soeryo Adiwibowo Sonny Koeshendrajana Sri Nuryati Sriharini, Endang Koestati Sugeng Heri Suseno Suharyanto Suharyanto Sulaeman Martasuganda Sulistiono Sulistiono Sulistyowati, Beta Indi Suraji Suraji Surya Genta Akmal Surya Gentha Akmal Surya Gentha Akmal Surya Gentha Akmal Surya Gentha Akmal Sutrisno Sukimin Syamsul Bahri Agus, Syamsul Bahri Syofyan Hasan Syukri, Nandi Tamanyira, Masykur Taryono Taslim Arifin Taslim Arifin Tatag Budiardi Tia Azira Sharif Tolentino-Zondervan, Frazen Tri Ernawati Trihandoyo, Arif Triyadi Purnomo Vera Ardelia Vera Ardelia Vicky Rizky Katili Wafi, Hanif Wahyuni, Andi Panca Waluyo Waluyo Wawan Ridwan Y. Hadiroseyani Yandra Arkeman Yasir Yasir Yasya Hanifah Kinasih Yeldi Adel Yogi Cahyo Ginanjar Yudi Wahyudin Yusli Wardiatno Yuyun Erwina Zainal Arifin Lubis Zulfikar, Anisa Kusumadewi Zulfikar Zulhamsyah Imran