p-Index From 2021 - 2026
4.476
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Akuakultur Indonesia Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Biologi Edukasi : Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi AL KAUNIYAH KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Jurnal Perikanan dan Kelautan Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Aquahayati Jurnal Tataloka Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan/Journal of Fishery and Innovation (JSIPi) Aceh Journal of Animal Science JURNAL BIOLOGI INDONESIA Masyarakat, Kebudayaan dan Politik AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan Jurnal Pariwisata JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal Of Tropical Fisheries Management) Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Bawal : Widya Riset Perikanan Tangkap Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Jurnal Segara Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Techno-Fish Journal of Computer Networks, Architecture and High Performance Computing Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan COJ (Coastal and Ocean Journal) Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Aceh Journal of Animal Science Jurnal Manusia dan Lingkungan Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Journal of Fisheries & Marine Journal of Aceh Aquatic Sciences (Journal of Environmental Sustainability Management)
Claim Missing Document
Check
Articles

ASPEK BIOLOGI IKAN KURISI (Nemipterus japonicus) DI PERAIRAN TELUK BANTEN Selvi Oktaviyani; Mennofatria Boer; Yonvitner Yonvitner
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 8, No 1 (2016): (April 2016)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.793 KB) | DOI: 10.15578/bawal.8.1.2016.21-28

Abstract

Ikan kurisi (Nemipterus japonicus) merupakan salah satu sumber daya ikan ekonomis penting di Perairan Teluk Banten dan banyak didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Karangantu, Banten. Intensitas penangkapan yang tinggi akan menyebabkan tangkap lebih (overfishing), sehingga mengancam kelestarian ikan kurisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa aspek biologi ikan kurisi di Perairan Teluk Banten, seperti struktur ukuran panjang, rasio kelamin, hubungan panjang berat, tingkat kematangan gonad, ukuran panjang rata-rata tertangkap (Lc) dan ukuran pertama kali matang gonad (Lm). Informasi yang diperoleh dapat menjadi bahan pertimbangan dalam kegiatan pengelolaan perikanan. Lokasi pengambilan contoh dilakukan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Karangantu, Banten dari bulan Mei hingga Agustus 2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran panjang total ikan kurisi berkisar antara 98 dan 211 mm. Perbandingan kelamin jantan dan betina dalam keadaan seimbang dan memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif yang menunjukkan pertumbuhan panjang lebih cepat dibandingkan pertumbuhan beratnya. Lebih dari 50% ikan-ikan yang diamati baik jantan maupun betina selama bulan pengamatan belum matang gonad (immature).  Ukuran pertama kali matang gonad adalah 196 mm sedangkan ukuran panjang rata-rata tertangkap adalah 146 mm. Banyaknya ikan yang tertangkap dalam ukuran kecil (kurang dari panjang pertama kali matang gonad) akan mengganggu kelestarian ikan kurisi.Japanese threadfin bream (Nemipterus japonicus) is one of the most important economical fish resources in the Gulf of Banten and many landed at Archipelago Fishing Port (PPN) of Karangantu. High intensity of fishing activity can cause an overfihing, and threat sustainability of japanese threadfin bream. The research was aimed to determine some biological aspects of japanese threadfin bream in the Gulf of Banten, such as structure of the length, sex ratio, length-weight relationship, gonad maturity stage, the average length of captured (Lc) and the length of first maturity (Lm). It is believed that the collected information can be taken into consideration in the fisheries management activities. The sample was collected at PPN Karangantu, Banten from May to August 2012. The result showed that the length of this fish ranged between 98 and 211 mm. Ratio of male and female is balance and have negative allometric growth pattern show that the length of growth is more faster than the weight of growth. More than 50% of fish sample both males and females were immature gonads. During observation, length of  first maturity was 196 mm and the average length of captured was 146 mm. Many fishes caught was smaller than Lm, It will interfere the sustainability of japanese threadfin bream.
BIOLOGI POPULASI RAJUNGAN(Portunus pelagicus) DI PERAIRANSEKITARWILAYAHPATI, JAWATENGAH Tri Ernawati; Mennofatria Boer; Yonvitner Yonvitner
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 6, No 1 (2014): (April 2014)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.32 KB) | DOI: 10.15578/bawal.6.1.2014.31-40

Abstract

Rajungan (Portunus pelagicus) adalah salah satu komoditas perikanan yang sudah banyak dieksploitasi oleh nelayan tradisional. Penangkapan yang berlebihan merupakan salah satu penyebab menurunnya populasi alamidari rajungan. Kondisi tersebut dikhawatirkan akanmengancamkelestarian dan keberlanjutan pemanfaatannya, sehingga perlu dilakukan penelitian tentang aspek biologi populasi rajungan untuk tujuan pengelolaan yang rasional di wilayah Pati. Penelitian dilakukan di perairan Pati dan sekitarnya sejak bulan Januari 2012 sampai dengan Maret 2013. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui rata-rata ukuran pertama kali tertangkap (Lc) dan matang gonad (Lm), sifat pertumbuhan, musim pemijahan dan jumlah telur individu betina rajungan. Data biologi rajungan yang dikumpulkan terdiri dari: ukuran lebar karapas, berat, jenis kelamin dan tingkat kematangan gonad betina. Hasil penelitian diperoleh bahwa sebaran hasil tangkapan pada substrat yang berbeda relatif sama (ñ > 0.05). Ukuran rata-rata lebar karapas rajungan pertama kali tertangkap (Lc) oleh bubu lipat adalah 108 mm. Ukuran rata-rata lebar karapas rajungan pertama kali matang gonad (Lm) adalah 107 mm. Sifat pertumbuhanrajungan jantan dan betina adalah lebih cepat pertambahan bobot dibandingkan lebar karapasnya.Nisbah kelamin pada musim barat relatif seimbang (ñ < 0.05). Nisbah kelamin pada musim timur relatif tidak seimbang (ñ < 0.05). Reproduks terjadi sepanjang tahun. Jumlah total telur individu betina berkisar antara 351.214 sampai 1.347.029 butir dengan rata-rata 957.196 butir.Blue Swimming crab (Portunus pelagicus) was one of fisheries commodity, intensively exploited by artisanal fisheries. Overfishing was caused of declining natural populations of crabs. Its was feared to threaten the preservation and sustainability of utilization. So it was necessary doing research on biological aspects of crab populations for the purpose of rational management in the region Pati. The study was conducted in Pati and surrounding waters from January 2012 toMarch 2013. The research were aimed to determine the mean size at first capture (Lc) and mean size at gonad maturity (Lm), growth characteristic, spawning season and fecundity of individual females crabs. Collecting crab biological data consists of: carapace width, weight, sex and maturity stage female gonads. The result showed that catch distribution on different substrates was not different (ñ>0,05). The mean size of crabs’s carapace width at first capture (Lc) by collapsible traps was 108 mm. The meansize at first mature of female crabs (Lm) was 107 mm. The growth type of male and female crab were positive allometric. Its means that gain of weight was rapidly than carapace width of crabs. Sex ratio between male andfemale inWest season was relative balanced but in East season was not balanced (ñ < 0.05). Spawning season of blue swimming crab is throughout the year. The total fecundity ranged from 351,214 – 1,347,029 eggs whichmean 957,196 eggs.
KAJIAN TINGKAT EFEKTIFITAS PERIKANAN UNTUK PENGEMBANGAN SECARA BERKELANJUTAN DI PROVINSI BANTEN Yonvitner Yonvitner; Mennofatria Boer; Rahmat Kurnia
Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Vol 12, No 1 (2020): (Mei) 2020
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkpi.12.1.2020.35-46

Abstract

Efektifitas pengelolaan perikanan harus mempertimbangkan pola produksi dan produktivitas usaha penangkapan. Untuk itu penilaian terhadap efektivitas alat perlu dilakukan untuk menjamin keberlanjutan pengelolaan perikanan. Penelitian ini dilakukan di Provinsi Banten pada tahun 2018 dengan menggunakan data tahun 2003-2017. Analisis efektivitas penangkapan dengan mengunakan matrik analisis antara produksi dan produktivitas. Dan juga didukung dengan analisis statistik deskriptif terhadap sebaran hasil tangkapan. Hasil penelitian untuk kategori alat tangkap yang lebih efektif adalah Payang, Pukat Cincin, Jaring Insang, dan Bagan Perahu. Payang memiliki tingkat produksi 280.560 kg per tahun dan produktivitas 31.612 ton per tahun, Pukat Cincin memiliki produksi sebesar 517,341 ton per tahun dan produktivitas 44.986 per tahun, dan Jaring Insang pada tingkat produksi sebesar 1074.311 ton per tahun dan produktivitas 9.231 ton per tahun. Alat tangkap yang termasuk kategori tidak efektif adalah Sero, Jaring Udang, Rawai Hanyut dan Perangkap. Program rekonstruksi alat tangkap penting untuk mengurangi kapasitas penangkapan ikan dan meningkatkan ekonomi. Dalam hal ini, penelitian ini belum melibatkan skala ekonomi nelayan dalam aktivitas operasi sehari-hari.The effectiveness of fisheries management must consider the pattern of production and productivity of fishing businesses. For this reason, an assessment of the effectiveness of the tools needs to be carried out to ensure the sustainability of fisheries management. This research was conducted in Banten Province in 2018 using data from 2003-2017. Fishing effectiveness analysis using a matrix analysis between production and productivity. And also supported by using statistical analysis of the average value and distribution of catches. The results of the research for the more effective categories of fishing gear were Payang, Pure Seine, Gillnet Drift, and Boat Liftnet. Payang has a production rate of 280,560 kg per year and productivity of 31,612 tons per year, Purse seine has a production of 517,341 tons per year and productivity of 44,986 per year, and Gillnet Drift at a production rate of 1074,311 tons per year and productivity of 9,231 tons per year. The fishing gear included in the ineffective category is Sero, Shrimp net, Drifting Rawai and traps. The reconstruction program is important to reduce fishing capacity and improve the economic community. In this case, this study has not involved the economies of scale of fishermen in daily operations.
Level of Vulnerability Fringescale Sardinella (Sardinella fimbriata, Valenciennes 1847) From Fishing Activity and Sustainability Potential in Sunda Strait: Tingkat Kerentanan Ikan Tembang (Sardinella fimbriata, Valenciennes 1847 ) dari Kegiatan Penangkapan dan Potensi Keberlanjutandi Perairan Selat Sunda Riska Puspita; Mennofatria Boer; Yonvitner Yonvitner
Tropical Fisheries Management Journal Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (966.25 KB) | DOI: 10.29244/jppt.v1i1.20149

Abstract

Hasil tangkapan ikan tembang (Sardinella fimbriata) mengalami peningkatan dalam kurun waktu lima tahun terakhir, dapat menimbulkan kerentanan sediaannya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat kerentanan ikan tembang (S. fimbriata) dari tekanan penangkapan berdasarkan produksi tangkapan di perairan Selat Sunda. Penelitian dilakukan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Labuan, Banten pada bulan Mei hingga September 2016. Hasilnya diketahui ikan tembang termasuk kelompok ikan herbivora dengan tingkat trofik sebesar 2,01. Nilai intrinsic vulnerability catch ikan tembang dari semua alat tangkap sebesar 161,20 tertinggi di antara delapan ikan pelagis yang ada. Hasil ini menjelaskan bahwa ikan tembang memiliki kerentanan yang tinggi karena aktivitas penangkapan. Alat tangkap yang memberikan risiko kerentanan yang tinggi adalah payang. Tekanan penangkapan yang tinggi juga diikuti pola eksploitasi yang tinggi.
Precautionary Approach for (Euthynnus affinis, Cantor 1849) Resources Management in Sunda Strait): Precautionary Approach dalam Pengelolaan Sumberdaya Ikan Tongkol (Euthynnus affinis, Cantor 1849) di Perairan Selat Sunda Vera Ardelia; Mennofatria Boer; Yonvitner Yonvitner
Tropical Fisheries Management Journal Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1126.545 KB) | DOI: 10.29244/jppt.v1i1.20151

Abstract

Ikan tongkol adalah ikan pelagis yang memiliki nilai ekonomis dan ekologis penting. Upaya penangkapan ikan tongkol selama delapan tahun terakhir juga telah melebihi upaya optimum. Untuk menjamin kelestarian sumberdaya ikan pelagis tersebut, perlu dilakukan suatu upaya pengelolaan. Pendekatan kehati-hatian perlu dilakukan dalam rangka pembangunan berkelanjutan di bidang perikanan untuk memastikan bahwa eksploitasi perikanan ke depan masih tetap bekelanjutan. Dalam upaya pemanfaatan yang memperhatikan pendekatan kehati-hatian dengan model kriteria, diperoleh nilai rata-rata skor ikan tongkol sebesar 1,41 dengan kategori potensi keberlanjutan sedang. Dengan demikian, secara keseluruahan ikan tongkol sebagai kelompok ikan yang hidup bergerombol mempunyai potensi keberlanjutan sedang sampai tinggi. Dapat dijelaskan bahwa secara keseluruhan kondisi populasi tergolong sedang dengan status stok populasi yang sebagian terganggu sehingga populasi keberlanjutan menjadi sedang
Tropical Eel: Vulnerability Approach for Sustainability Management: Tropical Eel: Vulnerability Approach untuk Pengelolaan Berkelanjutan Yonvitner Yonvitner; Isdradjad Setyobudiandi; Apriansyah Apriansyah; Deni Rahmat Hidayat
Tropical Fisheries Management Journal Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1209.873 KB) | DOI: 10.29244/jppt.v1i1.20152

Abstract

Sumberdaya ikan sidat di Cimandiri memiliki interaksi kuat dengan perairan Samudra Hindia. Penangkapan dilakukan terus-menerus, baik larva maupun dewasa dikhawatirkan berisiko terhadap keberlanjutan stok. Praktik pemanfaatan dan pengelolaan yang dilakukan tidak sepenuhnya memperhatikan kaidah keberlanjutan ilmiah yang memadai. Untuk itu, penelitian ini dilakukan dengan mengkaji mengenai sustainability dan productivity sebagai basis data kerentanan dilakukan selama Juli–Oktober 2013 pada 5 titik pengamatan sepanjang sungai Cimandiri. Analisis indek komposit dengan pendekatan jarak dengan indek Jaccard. Hasil kajian keretanan ikan sidat berkisar antara 1,31–1,66. Nilai tersebut menunujukkan bahwa potensi keberlanjutan tinggi dan kerentanan rendah dengan menggunakan klasifikasi NOAA (2009). Stok dengan indek di bawah 1,8 tergolong kurang rentan dan potensi keberlanjutan masih baik.
Vulnerability of Bycatch Tuna Fisheries from Hindian Ocean: Evidance from Pelabuhanratu Landing Port: Kerentanan Perikanan Bycatcth Tuna dari Samudera Hindia: Evidance dari Pelabuhan Perikanan Pelabuhanratu Yonvitner Yonvitner; Masykur Tamanyira; Wawan Ridwan; A Habibi; Destilawati Destilawati; Surya Gentha Akmal
Tropical Fisheries Management Journal Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3339.643 KB) | DOI: 10.29244/jppt.v2i1.25309

Abstract

Perikanan tuna dengan alat tangkap tonda, longline dan payang juga turut menangkap bycatch tuna. Bycatch tuna yang sering tertangkap adalah baby tuna, lemadang dan ikan cakalang yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan resiko dan kerentanan. Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk menentukan tingkat resiko kerentanan dengan pendekatan analsisi produktivitas dan suseptabilitas. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2013 di Pelabuhanratu. Analisis kerentanan dengan data produkitivitas dan suseptabilitas menggunakan software PSA NOAA. Tingkat kerentanan menunukan hasil yang relatif sama yaitu ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) 1,14, ikan lemadang (Coryphaena hippurus) 1,38, baby tuna (Thunnus albacores) 1,41. Secara keseluruhan nilai menunjukan tingkat resiko rendah dan kerentanan ikan bycatch tuna masih berpotensi berkelanjutan.
Vulnerability of Small Pelagic Fish Based on Fishing Gear in Norther Java Sea: Tingkat Kerentanan Sumberdaya Ikan Pelagis Kecil Berdasarkan Alat Tangkap Di Perairan Utara Jawa Aulia Maghfirotul Khatami; Yonvitner Yonvitner; Isdradjad Setyobudiandi
Tropical Fisheries Management Journal Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2845.714 KB) | DOI: 10.29244/jppt.v2i1.25318

Abstract

Ikan pelagis kecil merupakan spesies target penangkapan karena bernilai ekonomis. Sampai 2016, Kementerian Kelautan Perikanan melaporkan bahwa pemanfaatan sumberdaya ikan pelagis kecil telah mencapai kondisi tangkap lebih. Hal ini disebabkan oleh upaya penangkapan yang tidak terkendali, salah satunya akibat penggunaan alat tangkap ikan yang sangat beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kerentanan sumberdaya ikan pelagis kecil berdasarkan jenis alat tangkap yang beroperasi di perairan Utara Jawa. Diketahui bahwa lima dari enam jenis ikan yang ditangkap memiliki laju eksploitasi yang melebihi batas optimum (50%) dan digolongkan sebagai overexploited. Selain itu, alat tangkap bagan juga diduga sebagai alat tangkap yang paling menyebabkan sumberdaya ikan pelagis kecil rentan, karena memiliki nilai kerentanan tangkap (IV catch) yang paling tinggi sebesar 52,21. Hal ini diindikasikan juga oleh biomassa hasil tangkapan dan ukuran panjang ikan yang tertangkap dari suatu alat tangkap. Jika ukuran ikan yang tertangkap makin kecil dan ukuran pertama kali matang gonadnya (Lm50) rendah, maka jenis ikan tersebut dikhawatirkan berada pada kondisi rentan. Spesies ikan yang berstatus rentan tinggi berarti beresiko mengalami deplesi di alam dalam waktu yang singkat.
Biologi Reproduksi Ikan Peperek (Gazza minuta Bloch, 1795) Yang Didaratkan Di PPN Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat Tia Azira Sharif; Yonvitner Yonvitner; Achmad Fahrudin
Tropical Fisheries Management Journal Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5116.512 KB) | DOI: 10.29244/jppt.v2i2.26316

Abstract

Ikan peperek (Gazza minuta) merupakan salah satu ikan demersal yang memiliki nilai ekonomis dan ekologis. Keberadaan populasi ikan peperek diduga berpengaruh terhadap rantai makanan dalam ekosistem. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis biologi reproduksi ikan peperek di perairan Teluk Palabuhanratu, agar pengelolaan sumberdaya ikan peperek lebih baik dan berkelanjutan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei hingga September 2017. Metode yang digunakan dalam pengambilan ikan contoh adalah penarikan contoh acak sederhana. Jumlah total contoh ikan peperek yang diambil selama penelitian sebanyak 574 ikan jantan dan 471 ikan betina. Rasio kelamin ikan peperek jantan dan betina adalah sebesar 1:0,8205 atau didominasi ikan betina. Fekunditas berkisar antara 4880-13650 butir telur dengan rata rata 7930 butir telur. Diameter telur berkisar antara 0,1-0,814 mm dengan frekuensi tertinggi ada pada selang kelas 0,304-0,355 dan 0,508-0,599 sebanyak 1799 dan 1437 telur, tipe pemijahan terindikasi bersifat partial spawner.
Kerentanan Intrinsik Dan Risiko Pemanfaatan Perikanan: Analisis Berbasis Data Poor Untuk Pengelolaan Berkelanjutan Yonvitner Yonvitner; Mennofatria Boer; Surya Genta Akmal; Isdradjad Setyobudi Andi
Tropical Fisheries Management Journal Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6119.23 KB) | DOI: 10.29244/jppt.v2i2.27369

Abstract

Kegiatan perikanan skala kecil (artisanal fisheries) yang dilakukan secara terus menerus berpotensi menyebabkan terjadinya perubahan stok serta beresiko dan rentan mengalami gangguan, sehingga dapat menganggu keberlanjutan stok.  Penelitian ini dilakukan untuk melihat potensi awal resiko melalui indikator reproduksi dan produksi dari alat tangkap yang beroperasi.  Penelitian dilakukan selama 2012-2014 di Labuan Banten.  Data yang dikumpulkn adalah ukuran ikan, reproduksi, hasil tangkapan nelayan. Analisis mencakup trend produksi, alat tangkap, ukuran tangkap dan matang gonad, kerentanan stok (intrinsic vulnerability).  Hasil analisis dari delapan jenis alat tangkap, komposisi hasil tangkapan hampir seragam jenis yang ditemukan.  Ikan tangkapan di Labuan sebagian besar adalah ikan yang memiliki type reproduksi yang terpisah menurut jenis kelamin sejak kecil.  Jenis Rastrelliger sp., Scomberomorus dan Euthynus termasuk kelompok immature yang banyak tertangkap. Alat tangkap yang berpotensi menyebabkan kerentanan menurut tropik level terbesar adalah Denish Seine dan Encircling gillnet.  Berdasarkan hasil tangkapan, alat yang berpotensi menyebabkan kerusakan adalah gillnet dan pancing.  Secara keseluruhan resiko dari keberlanjutan terdeteksi dari besarnya populasi immature yang tertangkap, sedangkan resiko kerentanan tergolong sedang dari spesies spesies yang tertangkap.
Co-Authors . Fahmi . Sulistiono . Waluyo A Habibi Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Adrian Hidayat, Adrian Afandy, Andy Agus Dermawan Agus Oman Sudrajat Ahmad Fachrudin Ahmadi, Nurdin Ai Solihat Aji Hermawan Akmal, Surya Genta Akmal, Surya Gentha Amanah Zakiah Amelian Dinisia Anastasia Dian Rosalina Anastasia Dian Rosalina Andi Gustomi Anisa Kusumadewi Zulfikar Apriansyah Apriansyah Arief Widianto Ario Damar Ario Damar Aulia Maghfirotul Khatami Aulia Maghfirotul Khatami Ayu Ervinia Beni Osta Nababan Benny Khairuddin Buda, Mark Budiman, Mukhammad Asyief Khasan Cecep Kusmana Christian, Yoppie Danang Aria Nugroho Deni Rahmat Hidayat Destilawati Destilawati Destilawati Destilawati Destilawaty, Destilawaty Diding Sudira Efendi Didit Eko Prasetiyo Dinamella Wahjuningrum Donwill Panggabean Dudi Muhammad Wildan Dwi Muninggar Pratiwi Dyah Ika Nugraheni Eddy Soekendarsih Eha Saleha Emy Mupid Enan M. Adiwilaga Endang Juwita Endang Juwita, Endang Estri Octora Farmelia Etty Riani Fadlian, Rizka Fery Kurniawan Fery Kurniawan FERY KURNIAWAN Fitra Wira Hadinata Fransiskus Mao Tokan Fredinan Yulianda Gatot Yulianto Gatot Yulianto Gautama, Dwi Ariyoga Grin Tommy Panggabean Habibi, A Hanif Wafi Hanif Wafi Hanif Wafi Hefni Effendi Helmy Akbar Helmy Akbar I Setyobudiandi I Wayan Nurjaya Iis Diatin Ilham Ilham Iqra Putra Sanur Irfan Yulianto Irianto, Dedy Cahyadi Irwan Irwan Irzal Effendi Isdradjad Setyobudi Andi Isdradjad Setyobudi Andi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjat Setyobudiandi Isdradjat Setyobudiandi Isdrajad Setyobudiandi Jabbar, Meuthia Aula Jamilah Jamilah Jamilah Jamilah Jan Hotman Joko Santoso K Praptokardiyo Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewardi Kardiyo Prapto Kardiyo Kardiyo Praptokardiyo Kiagus Abdul Aziz Lala M Kolopaking Lukman Faisol Luky Adrianto Luky Adrianto M Mukhlis Kamal M. Arsyad Al Amin M. Mukhlis Kamal Maisalda, Dwianka Rahman Masykur Tamanyira Masykur Tamanyira Maulana Ishak Melindo, Hera Ledy Mennofatria Boer Mia Setiawati Mochammad Riyanto Mona Agatha Muhammad Fadjar Rahardjo Muhammad Ridwan Mujio, Mujio Muliadi, Adi Nabil Zurba Nandi Abdul Aziz Nandi Sukri Nandi Syukri Ngoc, Pham Ti Anh Nor, Norhariani Mohd Nur Irsyam Nurfitri Triramdani Nursan, Muhammad P. Perdinan Pudji Muljono Puji Hastuti, Yuni Putri Utami, Putri R Dahuri R. Dikky Indrawan Rahmat Kurnia Retno Asih Riany Hastuty RIDWAN AFFANDI Rifki Aldi Ramadhani Rika Astuti Rinda Noviyanti, Rinda Rini Setiawati Riska Puspita Riyan Maulana Rizka Fadlian Rokhmin Dahuri Rokhmin Dahuri Rokhmin Dahuri Rokhmin Dahuri Rudiyanto, Bambang Yudho Rusmin Nuryadin S Sukimin Sahibuddin, Muhammad Qustam Samhuri, Refita Yunie Selvi Oktaviyani Selvia Oktaviyani Septian Dwi Cahyo Shabrina Oktaviani Sigid Hariyadi Siti Nurkhotini Soeryo Adiwibowo Sonny Koeshendrajana Sri Nuryati Sriharini, Endang Koestati Sugeng Heri Suseno Suharyanto Suharyanto Sulaeman Martasuganda Sulistiono Sulistiono Sulistyowati, Beta Indi Suraji Suraji Surya Genta Akmal Surya Gentha Akmal Surya Gentha Akmal Surya Gentha Akmal Surya Gentha Akmal Sutrisno Sukimin Syamsul Bahri Agus, Syamsul Bahri Syofyan Hasan Syukri, Nandi Tamanyira, Masykur Taryono Taslim Arifin Taslim Arifin Tatag Budiardi Tia Azira Sharif Tolentino-Zondervan, Frazen Tri Ernawati Trihandoyo, Arif Triyadi Purnomo Vera Ardelia Vera Ardelia Vicky Rizky Katili Wafi, Hanif Wahyuni, Andi Panca Waluyo Waluyo Wawan Ridwan Y. Hadiroseyani Yandra Arkeman Yasir Yasir Yasya Hanifah Kinasih Yeldi Adel Yogi Cahyo Ginanjar Yudi Wahyudin Yusli Wardiatno Yuyun Erwina Zainal Arifin Lubis Zulfikar, Anisa Kusumadewi Zulfikar Zulhamsyah Imran