Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor yang Berkontribusi Terhadap Turnover Intention dan Retensi Perawat Baru di Rumah Sakit: Literature Review Hasriana Hasriana; Kusrini Kadar; Rosyidah Arafat
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12nk104

Abstract

Introduction: Nursing staff shortages are a serious problem amid increasing demand for quality care. The nurse is the primary resource for meeting patient needs, much hope is placed on the development of a new nurse transition. The aim of this review is to identify turnover intention and retention factors of new graduate nurse. Method: The article search was carried out on databases PUBMED, Wiley online library and secondary search, by using the keywords, inclusion and exclusion criteria and in accordance with the purpose of writing. Result: The number of articles reviewed was 17 articles. Job satisfaction is an important factor that reduces turnover intention and increases retention of new nurses through transition programs. Conclusion: Job satisfaction is the most significant factor in reducing turnover intention. Job satisfaction of new nurses can be increased through good interpersonal relationships, increased job content satisfaction, providing a conducive work environment, and helping them develop positive psychology through transition programs. Therefore, it is important for nursing leaders to increase job satisfaction of new nurses through transition programs as an effort to maintain new nurse retention. Keywords: graduate nurse; transition factors; transition shock factors ABSTRAK Pendahuluan: Kekurangan staf perawat adalah masalah serius di tengah meningkatnya tuntutan perawatan yang berkualitas. Perawat adalah sumber utama untuk memenuhi kebutuhan pasien, banyak harapan ditempatkan pada pengembangan transisi perawat baru. Tujuan dari literature review ini adalah untuk mengidentifikasi faktor turnover intention dan faktor retensi perawat lulusan baru. Metode: Pencarian artikel dilakukan pada database PUBMED, Wiley Online Library dan pencarian sekunder, dengan menggunakan kata kunci, kriteria inklusi dan kriteria eksklusi dan sesuai dengan tujuan penulisan. Hasil: Jumlah artikel yang ditinjau adalah 17 artikel. Kepuasan kerja merupakan faktor penting yang mengurangi turnover intention dan meningkatkan retensi perawat baru melalui program transisi. Kesimpulan: Kepuasan kerja merupakan faktor yang paling signifikan dalam menurunkan turnover intention. Kepuasan kerja perawat baru dapat ditingkatkan melalui hubungan interpersonal yang baik, peningkatan kepuasan konten kerja, menyediakan lingkungan kerja yang kondusif, dan membantu mereka mengembangkan sumber psikologi positif melalui program transisi. Oleh karena itu, penting bagi pimpinan keperawatan untuk meningkatkan kepuasan kerja perawat baru melalui program transisi sebagai upaya mempertahankan retensi perawat baru. Kata kunci: graduate nurse; transition factors; transition shock factors
Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan Perawat tentang Oral Care pada Pasien Tidak Sadar Endah Fitriasari; Elly L. Sjattar; Kusrini S. Kadar
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 11, No 2 (2020): April 2020
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf11205

Abstract

Background: Providing oral care for adults who are hospitalized with dependency is a nursing responsibility and is an important component of providing nursing care services, as an effort to maintain general health. Objective: To observe nurses' knowledge, attitudes and skills about oral care in unconscious patients. Methods: Using an database to search for articles from journals that had been published through PubMed, Google Scholar, and Proquest. Results: Six articles that discussed oral health care knowledge, attitudes and skills were included in the review. There were three articles with cross-sectional designs and one article each for descriptive, non-randomized intervention trials and mixed methods. Conclusion: Efforts to renew knowledge, attitudes and improve oral health care skills can be done through training or through oral health programs. Keywords: knowledge; attitudes; nurse skills; oral care; unconscious patients ABSTRAK Latar Belakang: Memberikan oral care untuk orang dewasa yang dirawat di rumah sakit dengan ketergantungan adalah tanggung jawab keperawatan dan merupakan komponen penting dari pemberiaan layanan asuhan keperawatan, sebagai upaya menjaga kesehatan secara umum. Tujuan: Untuk melihat pengetahuan, sikap dan keterampilan perawat tentang oral care pada pasien tidak sadar. Metode: Menggunakan basis data elektronik dalam mencari artikel dari jurnal yang telah dipublikasikan melalui PubMed, Google scholar, dan Proquest. Hasil: Enam artikel yang membahas tentang pengetahuan, sikap dan keterampilan perawatan kesehatan mulut dimasukkan dalam tinjauan. Terdapat tiga artikel dengan desain cross- sectional serta masing- masing satu artikel untuk deskriptif, non-randomized intervention trial dan mixed method. Kesimpulan: Upaya memperbaharui pengetahuan, sikap dan meningkatkan keterampilan perawatan kesehatan mulut dapat dilakukan dengan pelatihan ataupun melalui program kesehatan mulut. Kata kunci: pengetahuan; sikap; keterampilan perawat; oral care; pasien tidak sadar
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kesiapan Perawat Dalam Melaksanakan Evidence-Based Practice (EBP): A Literature Review Elifa Ihda Rahmayanti; Kusrini S Kadar; Ariyanti Saleh
Jurnal Keperawatan Vol. 10 No. 1 (2019): JANUARI
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.736 KB) | DOI: 10.22219/jk.v10i1.6383

Abstract

Evidenced-based Practice (EBP) functions integrally in health services as an ideal problem-solving approach and it emphasizes on the application of the best research in making health care decisions. The ability of nurses to conduct EBP is strongly influenced by several factors. The aim of this study was to identify factors related to the readiness of nurses in the implementation of EBP. This study was a literature review using several articles related to the theme which taken from the database of electronic publications such as Pubmed, SAGE Journal, ProQuest, and Science Direct. The results of this study showed that there were 12 journals that meet with the the inclusion criteria. There were six journals described that attitudes and beliefs, knowledge and skills, workplace cultures, information needs, education levels, work experiences, and ages are the things that can determine the readiness of nurses in the application of EBP. Furthermore, five different journals showed that the challenges in the EBP implementation are workplace cultures and organizations, lack of human resources, lack of time, lack of internet access, lack of knowledge and skills and workload. Moreover, one journal concluded that the need for training and guidance for nurses to improve their knowledge and skills about EBP. In conclusion, knowledge and skills, attitudes and beliefs regarding EBP are the most important factors for nurses in implementing EBP. However, the main inhibitory factors of the EBP implementation are workplace cultures and organizations that are resistant to change.
FAKTOR – FAKTOR PENDUKUNG SELF CARE MANAGEMENT DIABETES MELLITUS TIPE 2: A LITERATURE REVIEW Fitri Andi Sabil; Kusrini S Kadar; Elly Lilianty Sjattar
Jurnal Keperawatan Vol. 10 No. 1 (2019): JANUARI
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.153 KB) | DOI: 10.22219/jk.v10i1.6417

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Diabetes Melitus tipe 2 merupakan diabetes melitus yang paling sering dijumpai dan merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Tingginya angka kejadian Diabetes mellitus ini menjadi dasar bagi masyarakat dan tenaga dalam perawatan yang lebih jauh dengan cara melakukan manajemen perawatan diri ( Self care management ) yang tepat.Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor Yang mendukung Perawatan diabetes mellitus Pasien tipe 2.Metode: Data base yang dalam studi literatur ini adalah Google Scholar, Science Direct dan Pubmed. Didapatkan 58 artikel terkait perawatan diri dan diabetes mellitus tipe 2 yang sempurna dan dari tahun 2009-2017. Dari 58 artikel 10 artikel yang memenuhi syarat review.Hasil : Dari 10 artikel di dapatkan bahwa faktor- faktor yang mendukung self care management adalah health literacy, self efficacy  dan dukungan keluarga. Namun dari beberapa hasil penelitian tersebut health literacy  dan self efficacy merupakan faktor yang lebih mendominasi untuk mendukung Self care management yang tepat.Kata kunci: Literasi kesehatan dan self efficacy merupakan faktor yang mendukung manajemen perawatan diri yang tepat. Namun masih diperlukan beberapa literatur untuk mengetahui lebih jauh tentang kedua faktor tersebut untuk manajemen perawatan diri. Kata Kunci: Diabetes melitus tipe 2, literasi kesehatan, self efficacy , Keluarga, manajemen perawatan diri. 
THE LEVEL OF FAMILY CAREGIVERS INVOLVEMENT AND QUALITY OF LIFE IN CARING FOR CANCER PATIENTS AT WAHIDIN SUDIROHUSODO HOSPITAL MAKASAR Rahmatiah Rahmatiah; Kusrini Kadar; Kadek Ayu Erika
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2018): Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.4.2.94-99

Abstract

Background: cancer is one of the causes of morbidity and mortality around the world. The involvement of family members taking the role as caregivers in care is important. This study aims to describe the level of involvement and the quality of life of family caregivers in caring for cancer patients at the hospital. Methods: this research using quantitative methods with cross-sectional approach as much as 133 samples from the family of a cancer patient who was in RSUP. Wahidin Sudirohusodo in July 2018. The data collected to obtain an overview of sosiodemografi, engagement and quality of life of family caregivers using the Family Caregivers Involvement in Caring-Cancer (FCIC-C) and Caregiver QoL Index-Cancer (CQOLC) questionnaire. Results: the level of involvement of family caregivers toward cancer patients high (mean = 52.07; SD ± 14.01), where the domain of involvement in psychological issues is the highest order (mean = 9.51; SD ± 5.37). But quality of life is a little low (mean = 71.22; SD ± 21.33). Conclusion: Involvement of family caregivers in caring for cancer patients in RSUP. Wahidin Sudirohusodo is high especially in the domain of the fulfillment of psychological issues and social problems of patients but on the quality of life of life family caregivers a bit downhill.
Gambaran pengetahuan, sikap, dan hambatan perawat mengenai health literacy di RS TK II Pelamonia Makassar Nour Sriyanah; Kusrini Kadar; Kadek Ayu Erika
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 5, No 1 (2019): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.5.1.16-22

Abstract

Pendahuluan: Kurangnya pengetahuan perawat mengenai karakteristik pasien yang berhubungan dengan health literacyyang rendah akan menimbulkan kesenjangan dalam pemberian pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan sikap, pengalaman, dan hambatan perawat mengenai health literacydi RS. Tk II Pelamonia Makassar. Metode: penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Jumlah sampeldigunakan sebanyak 35 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner. Hasil : hasil dari penelitian ini adalah: (1) Rerata nilai pengetahuan responden mengenai health literacyyaitu 0,0. (2) Rerata nilai sikap responden mengenai health literacyyaitu 19,0. (3) Rerata nilai strategi responden mengenai health literacyyaitu 17,00. (4) Rerata nilai pengalaman mengenai health literacyyaitu 16,0. (5) Mayoritas responden terkendala dengan kurangnya kerjasama pasien untuk menilai health literacy. Kesimpulan: kurangnya pengetahuan dan sikap perawat mengenai health literacy dan masih banyaknya hambatan yang dimiliki. Hal ini diharapkan peningkatan pengetahuan mengenai health literacybagi petugas kesehatan terutama perawat. 
Tingkat Literasi Kesehatan Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Puskesmas Kota Tomohon Vina Putri Patandung; Kusrini Kadar; Kadek Ayu Erika
Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7 No 2 (2018): INTEREST : JURNAL ILMU KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/interest.v7i2.22

Abstract

Background: Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a chronic disease with high level of complexity that requires extensive education and self-care management. The demands on individuals with T2DM are complicated by the fact that self-care often depends on printed educational materials and high health literacy skills. Every individual who needs health information and services also needs health literacy skills to find health information and services, communicating needs, respond to and using the information and obtaining health services, understanding health information, and finding realible health information and services to suit all needs, making the right decision to act. This study aims to determine the level of functional, communicative, and critical health literacy of T2DM patients at Pangolombian and Kakaskasen Public Health Centre of Tomohon City, as well as factors related to the level of health literacy. Method: Quantitative descriptive to describe the level of health literacy and correlation to see factors related to the patient's health literacy level. The sample of this study was a patient of T2DM who followed prolanis, amounted to 34 people, determined by using purposive sampling. Data were obtained by interview and using demographic characteristics questionnaire and Functional, Communicative, and Critical Health Literacy questionnaires. Result: Generally, health literacy level of T2DM patients is still low both for functional, communicative, and critical. This can happen because of various factors but the most related is the low access to health information and patient education level. Conclusion: The results of this study showed that health literacy level of T2DM patient in Tomohon city is still very low. This happened because access to health information is still less obtained by patients and also their education level is still low. These results can be used as recommendations for health workers to pay more attention to how to educate patients who should be adjusted to the level of education so that the information provided can be put to good use by the patient.
Factors Related Health Status Among Pregnant Women With Confirmed Covid-19 In South Sulawesi, Indonesia Erfina Erfina; Suni Hariati; Kusrini Semarwati Kadar; Numaulid Nurmaulid; Andriani Andriani
(JKG) Jurnal Keperawatan Global (JKG) Jurnal Keperawatan Global Volume 6 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jkg.v0i0.351

Abstract

Background: Pregnant women are a vulnerable population to COVID-19 due to the high pathogenesis of the disease and its effects on pregnancy. Various studies have been conducted regarding pregnant women during the COVID-19 pandemic. However, limited studies regarding health status of pregnant women with confirmed COVID-19. This study was to identify factors related health status among pregnant women with confirmed COVID-19 in South Sulawesi. Methods: Quantitative study with Cross Sectional design was conducted in this study. The sampling technique was non-probability sampling with a total sample of 37 pregnant women who were confirmed to be COVID-19. Data collection using google forms and data collection entry points from several health centers in Makassar. This variable evaluated with questionnaire by asking what the treatment status when confirmed COVID-19 (hospitalized or quarantine at home). The explanatory variable was maternal age, gestational age at confirmed COVID-19, parity, occupation, family income, frequency of confirmed COVID-19 and those variables were assessed by questionnaire. Bivariate analysis was analyzed using Chi-Square. Results: There was significant correlation between gravidity with health status among pregnant women with confirmed COVID-19 (P=0.040, OR=4.667, 95%CI ). There were no significant correlation between education, employment status, type of employment, and family income with health status among pregnant women with confirmed COVID-19 (P=0.19, P=0.19, P=0.793, P=0.503, 95%CI ). Conclusion: Identification of factors and descriptions of pregnant women with confirmed COVID-19 is important to provide an overview to nurses and other health workers as early detection and efforts to provide interventions to improve maternal and fetal outcomes.
Sensitivitas dan Spesifisitas Teknik Palpasi dalam Mendeteksi Angiopati pada Pasien DM Tipe II dengan Luka dan Tanpa Luka Irna Satriani; Saldy Yusuf; Kusrini Kadar
Hasanuddin Student Journal VOLUME 1 NOMOR 2, DESEMBER 2017
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu komplikasi DM adalah terjadinya luka kaki diabetes (LKD) disebabkan oleh neuropati dan angiopati yang mengakibatkan kerusakan pembuluh darah. Pemeriksaan untuk mendeteksi dilakukan menggunakan Ankle Brachial Index (ABI) yang diukur menggunakan alat Doppler. Pemeriksaan alternatif mendeteksi angiopati adalah tekhnik palpasi. Penelitian ini menggunakan metode Cross Sectional, melibatkan grup LKD dan Non LKD. Tekhnik penentuan sampel menggunakan Accidental Sampling, dilaksanakan di RS Dr. Wahidin Sudirohusodo. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi akurasi tekhnik palpasi nadi Dorsalis Pedis (DP) dan Posterior Tibialis (PT) terhadap auskultasi Doppler ABI DM tipe II dengan luka dan tanpa luka. Penelitian ini menggunakan metode Cross Sectional, melibatkan grup LKD dan Non LKD. Tekhnik penentuan sampel menggunakan Accidental Sampling, dilaksanakan di RS Dr. Wahidin Sudirohusodo. Tingkat sensitivitas dan spesifisitas Doppler ABI dan palpasi nadi Dorsalis Pedis dan Posterior Tibialis sangat baik, dengan demikian alternatif untuk pemeriksaan angiopati dapat dilakukan dengan menggunaan palpasi nadi dorsalis pedis dan posterior tibialis.
ANALISIS HUBUNGAN PEMAHAMAN DIABETIC LITERACY DENGAN SELF MANAGEMENT PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI RS. UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR Evi Lusiana; Kusrini Kadar; Burhanuddin Bahar
Jurnal LINK Vol 15, No 1 (2019): MEI 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.616 KB) | DOI: 10.31983/link.v15i1.3963

Abstract

Salah satu diantara peran tenaga kesehatan adalah sebagai educator atau sebagai pendidik, yang mana fokus nya adalah tingkat diabetic literacy individu, yaitu kemampuan individu dalam memperoleh, menginterpretasi serta menggunakan informasi tersebut sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan dalam hal ini adalah peningkatan self management. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pemahaman diabetic literacy dengan self management pada pasien diabetes melitus di RS.  Universitas Hasanuddin Makassar. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan jumlah sampel 30. Sampel merupakan pasien yang datang berobat ke Instalasi Rawat Jalan Interna yang terdiagnosa penyakit diabetes melitus dengan teknik pengambilan sampel dengan consecutive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan uji statistik chi square. Hasil yang diperoleh adalah terdapat hubungan antara pemahaman diabetic literacy dengan self management dengan nilai p=0,002. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemahaman diabetic literacy pada pasien diabetes melitus dipengaruhi oleh performa tenaga kesehatan dalam melakukan komunikasi dengan pasien yang secara signifikan nantinya akan berhubungan dengan self mangement pasien dalam melakukan perawatan diri.
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Abdul Majid Abdur Rahman Afelya, Titi Iswanti Ah Yusuf, Ah Ahmad Mushawwir Ahmar, Hamdiah Andi Fajriansi Andi Masyitha Irwan Andi Sulfikar Andi Sulfikar Andriani Andriani Andriani Andriani Andriani Arnis Puspitha R Asriyani Hamid Badrin, Nina Nisrina Basrah, Miftahul Jannah Basso Palingrungi Burhanuddin Bahar Cahyono Kaelan Dian Sidik Arsyad Dulang, Suryaningsi Elifa Ihda Rahmayanti Elly L Sjattar Elly L. Sjattar Elly L. Sjattar Elly L. Sjattar Elly Lilianty Sjattar Endah Fitriasari Erfina Erfina Erfina Erfina Erfina Erfina, Erfina Evi Lusiana Fatamorgana Abdullah Fitrah Ardillah Fitri Andi Sabil Hasniar Hasriana Hasriana Herni Sulastien Herni Sulastien Ilhamjaya Patellongi Irfan Madamang Irma Andrianys Irma Iryanidar Irna Satriani Irnawan, Sri Marnianti Irwan, Andi Masyitha Jenny Latief Jeremiah, Rohan Dexter Juhelnita Juhelnita Kadang, Yulta Kadek Ayu Erika Lya Fitriyani M Syikir Meyke Tiku Pasang Mindo Kristofani Elizabeth Siahaan Moreen Toar, Juwita Muh. Nasrum Massi Muh. Zukri Malik Muhammad Nasrum Mulyana, Andi Saputri najamuddin, nur isriani Nour Sriyanah Numaulid Nurmaulid Nur Badriani Amahoru Nur Khalid Nur, Rezeki Nurfadhila Nurfadhila Nurhajar, Nurhajar Nurhaya Nurdin Nurlaila Fitriani Nurmaulid Nurmaulid, Nurmaulid Nurul Fadhilah Gani Qadrianti, Nurlaeli Rahmayanti, Elifa Ihda Ramla Wati Reni Astuti Rini Rachmawaty Rosdiana Natzir Rosyidah Arafat, Rosyidah Sabil, Fitri Andi Saldy Yusuf Saleh, Ariyanti Saleh, Ariyanti Sarih, Karmila Sarnida Sarnida Setialaksana, Wirawan - Silolonga, Wico Neta Sjattar, Elly L Sjattar, Elly L. Sri Wahyuni Yunus Kanang St.Nurfatul Jannah Sulastien, Herni Suni Hariati Suni Hariati, Suni Suratno Kaluku Susanti, Risqi Wahyu Syahrul Said Syahrul Syahrul Syahrul, Syahrul Takdir Tahir Vina Putri Patandung Wahyu Hidayat Wahyuni, Emmi Wardihan Sinrang, Wardihan Wico Neta Silolonga Yuliana Syam Zainuddin, Suhenny