Claim Missing Document
Check
Articles

Perbandingan Morfologi Pertumbuhan Kecambah Kacang Hijau (Vigna radiata) pada Kondisi Terang dan Gelap Ujung, Siti Nuraisah Asma; Apriliani, Indah Rizka; Harahap, Fauziyah; Silitonga, Melva; Edi, Syahmi
JURNAL BIOSHELL Vol 15 No 1 (2026): Article in Progress
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/bio.v15i1.4883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perbedaan morfologi pertumbuhan awal kecambah kacang hijau (Vigna radiata L.) saat diletakkan di tempat terang dan di tempat gelap total. Peneliti fokus mengamati empat ciri utama: panjang batang, jumlah daun sejati, vigoritas, dan perubahan warna daun. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menempatkan benih kacang hijau dalam dua kondisi berbeda selama 6 hari: tiga polybag di tempat terang (terkena matahari) dan tiga polybag di tempat gelap total (dimasukkan dalam kardus). Data pertumbuhan, seperti tinggi batang dan jumlah daun, dicatat setiap hari melalui pengamatan langsung dan pengukuran fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cahaya adalah faktor yang sangat penting dalam mengatur pertumbuhan kacang hijau. Awalnya, kecambah di tempat gelap mengalami pemanjangan batang yang sangat cepat (etiolasi) sebagai usaha untuk mencari cahaya, tetapi pertumbuhan ini terhambat dan terhenti karena kehabisan cadangan makanan biji dan tidak bisa berfotosintesis. Sebaliknya, kecambah di tempat terang tumbuh lebih lambat di awal, tetapi kemudian menghasilkan batang yang lebih kokoh dan lebih panjang pada akhir pengamatan karena memiliki energi berkelanjutan dari fotosintesis. Selain itu, ada perbedaan warna daun yang mencolok: daun di tempat terang berwarna hijau tua karena produksi klorofil yang optimal, sedangkan daun di tempat gelap tampak kuning pucat dan layu karena gagal membentuk klorofil, meskipun jumlah daun yang muncul sama.
Pengaruh BAP (Benzil Amino Purine) dan Ekstrak Tauge (Phaseolus aureus) terhadap Multiplikasi Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Secara In Vitro Hutagaol, Aprinia; Edi, Syahmi
Biocaster : Jurnal Kajian Biologi Vol. 6 No. 1 (2026): January
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/biocaster.v6i1.1034

Abstract

Patchouli (Pogostemon cablin Benth.) is a promising export commodity, so techniques such as tissue culture are needed to increase its production. This study aims to determine the effect of BAP (Benzyl Amino Purine) and bean sprout extract (Phaseolus aureus) on the multiplication of patchouli (Pogostemon cablin Benth.) in vitro. This study used a factorial Completely Randomized Design (CRD) with 4 levels of BAP concentration (0 ppm, 0.5 ppm, 1 ppm, 1.5 ppm) and 3 levels of bean sprout extract concentration (0%, 12%, 15%), each treatment was repeated 3 times. Data analysis used ANOVA and further testing with 5% DMRT test. The results showed that the administration of BAP significantly affected the increase in the number of shoots, leaves, and roots. BAP concentration of 0.5 ppm gave the best results on the growth of shoots and leaves, but the treatment without BAP actually produced the best growth in the number of roots. The combination of BAP and bean sprout extract significantly affected the number of shoots and leaves. The combination of 0.5 ppm BAP and 15% bean sprout extract produced the highest number of shoots and leaves, producing 2.92 shoots and 4.28 leaves. The interaction between BAP and bean sprout extract creates natural auxin and synthetic cytokinin hormones derived from BAP, which maintain hormonal balance to support patchouli growth.
Analisis Kandungan Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Daun Ciplukan (Physalis angulata L.) Berdasarkan Ketinggian Tempat Tumbuh Marpaung, Rivaldi Ariansah; Edi, Syahmi
Biocaster : Jurnal Kajian Biologi Vol. 6 No. 1 (2026): January
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/biocaster.v6i1.1040

Abstract

This study aims to analyze the differences in secondary metabolite content and antioxidant activity in the extract of ground cherry leaves grown in two locations with different altitudes. This study was designed with a descriptive experimental study. The research parameters carried out in the study were secondary metabolite compounds resulting from GC-MS (Gas Chromatography-Mass Spectrometry) analysis and IC50 values ​​were measured using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) method. The results showed differences in the content of secondary metabolite compounds and IC50 values ​​of antioxidant activity based on the altitude of the growing place. The extract of lowland ground cherry leaves (Kisaran) produced 13 compounds with a tendency towards carbohydrate/sugar derivatives, such as Melezitose. Meanwhile, the extract of highland leaves (Parongil) produced 11 compounds with a tendency towards alkane derivatives, including Phytol. There was no difference in antioxidant activity influenced by the part of the plant and the altitude of the growing place. The Kisaran ground cherry leaf extract with an IC50 value of 54.46 ppm and the Parongil ground cherry leaf extract with an IC50 value of 98.82 ppm are included in the strong antioxidant activity category. Meanwhile, the Kisaran ground cherry fruit extract with an IC50 value of 120.38 ppm and the Parongil ground cherry fruit extract with an IC50 value of 127.65 are included in the moderate antioxidant activity category.
Co-Authors ., Herkules ., Lazuardi Amalia Akita Amanda, Putri Apriliani, Indah Rizka Arina Zawani Akmal Armaniar, Armaniar Ashar Hasairin Asri, Elita Ayu Putri Ningsih Bimbi Nullah Binari Manurung Binari Manurung, Binari Br Bangun, Edmy Febriani CICIK SURIANI Cut Badzlina Roza Cut Badzlina Roza, Cut Badzlina Daulae, Abdul Hakim Daulay, Abdul Hakim Dewi Sri Lestari Sigalingging Elsa Bunga Dayanti Elsa Bunga Dayanti, Elsa Bunga Ely Djulia Ely Djulia Eryati Zetkas Eryati Zetkas, Eryati Fauzi Fauzi Fauzi Fauzi Fauziyah Harahap Fauziyah Harahap Fitri Rahmadani Fitri Rahmadani, Fitri Gultom, Novayanti Gunawan, Roni Harahap, Salamah Hariyadi, Itra Harry Prakasa Hary Prakasa Hasanah, Dwi Hasibuan, Hasni Periadi Hasibuan, Mardhiyah Riswan Hasruddin Hasruddin Hasruddin Herbert Sipahutar Herbert Sipahutar, Herbert Herkules Herkules Herkules, Herkules Hutagaol, Aprinia Hutri Purnama Sari Lubis Hutri Purnama Sari Lubis, Hutri Purnama Sari Intan Bayati Nasution Intan Bayati Nasution, Intan Bayati Kamila, Aryediutami Naura Karinanta Sembiring, Surya Kelar, Luh Cinta Tarissyah Putri Khairun Nisa' Lestari Sigalingging, Dewi Sri Limbong, Forentina Malem Teta Sinulingga Marpaung, Rivaldi Ariansah Melva Silitonga Melva Silitonga Mufti Sudibyo, Mufti Muhammad Azhari Nadhilla, Annisa Nasirwan Nasirwan Nasution, Marina Azzahra Naura Kamila, Aryediutami Nora, Putri Nurajijah Nurajijah Nurlia Zahara Nursamsu Nursamsu Nusyirwan Nusyirwan Panggabean, Nurul Huda Panggabean, Syakilah Kurnia Fahmi Parasetya, Eko Parhusip, Tiropa Oktavia Prayeni Margaretha Hutabalian Pribadi, Koko Rahmad Husein Rifka Febrianti Rizka, Chairany Roro Shofiyah Nur Rahmah Ruth Susanty, Revi Sailana Mira Rangkuti Sailana Mira Rangkuti, Sailana Mira Samsul Kamal Sari, Elvira Nanda Selvia Selvia Sembiring, Gres Anjelia Sembiring, Surya Karinanta Sihombing, Josephine Gloria Margareth Simanjuntak, Maria Meita Sinurat, Asri Sinuraya, Kenari Br Sipahutar , Herbert Siti Aisyah Siti Situmorang, Berri Sri Susanti Sri Susanti Sri Tia Indah Simamora Suryani, Cicik Susanty, Revi Ruth Syarifuddin Syarifuddin Syarifuddin Syarifuddin Tambunan, Diana Putri Kamila Tri Harsono Ujung, Siti Nuraisah Asma Veby Emeninta Br Barus Willyana Utari Siahaan Winda Awalina Guci Wulansari, Anggi Yusran Efendi Ritonga Zulpadly Zulpadly Zulpadly Zulpadly, Zulpadly