Claim Missing Document
Check
Articles

Perbandingan Morfologi Pertumbuhan Kecambah Kacang Hijau (Vigna radiata) pada Kondisi Terang dan Gelap Ujung, Siti Nuraisah Asma; Apriliani, Indah Rizka; Harahap, Fauziyah; Silitonga, Melva; Edi, Syahmi
JURNAL BIOSHELL Vol 15 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/bio.v15i1.4883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perbedaan morfologi pertumbuhan awal kecambah kacang hijau (Vigna radiata L.) saat diletakkan di tempat terang dan di tempat gelap total. Peneliti fokus mengamati empat ciri utama: panjang batang, jumlah daun sejati, vigoritas, dan perubahan warna daun. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menempatkan benih kacang hijau dalam dua kondisi berbeda selama 6 hari: tiga polybag di tempat terang (terkena matahari) dan tiga polybag di tempat gelap total (dimasukkan dalam kardus). Data pertumbuhan, seperti tinggi batang dan jumlah daun, dicatat setiap hari melalui pengamatan langsung dan pengukuran fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cahaya adalah faktor yang sangat penting dalam mengatur pertumbuhan kacang hijau. Awalnya, kecambah di tempat gelap mengalami pemanjangan batang yang sangat cepat (etiolasi) sebagai usaha untuk mencari cahaya, tetapi pertumbuhan ini terhambat dan terhenti karena kehabisan cadangan makanan biji dan tidak bisa berfotosintesis. Sebaliknya, kecambah di tempat terang tumbuh lebih lambat di awal, tetapi kemudian menghasilkan batang yang lebih kokoh dan lebih panjang pada akhir pengamatan karena memiliki energi berkelanjutan dari fotosintesis. Selain itu, ada perbedaan warna daun yang mencolok: daun di tempat terang berwarna hijau tua karena produksi klorofil yang optimal, sedangkan daun di tempat gelap tampak kuning pucat dan layu karena gagal membentuk klorofil, meskipun jumlah daun yang muncul sama.
Hubungan Kadar Mioglobin Otot dengan Kemampuan Menyelam pada Beberapa Jenis Ikan Air Tawar Selvia, Selvia; Harahap, Fauziyah; Silitonga, Melva; Edi, Syahmi
JURNAL BIOSHELL Vol 15 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/bio.v15i1.5055

Abstract

Kajian literatur ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kadar mioglobin pada beberapa spesies ikan air tawar, (2) menjelaskan hubungan antara kadar mioglobin otot dengan kemampuan menyelam atau bertahan pada kondisi hipoksia, serta (3) mengidentifikasi spesies yang memiliki kadar mioglobin tinggi dan ketahanan menyelam paling lama. Hasil analisis literatur menunjukkan adanya perbedaan karakter struktural mioglobin antarspesies, yang memengaruhi kapasitas penyimpanan oksigen. Ikan gabus dan lele memiliki kadar mioglobin tinggi serta struktur mioglobin dengan afinitas oksigen kuat, memungkinkan keduanya menyimpan oksigen lebih banyak di jaringan otot dan bertahan lama saat hipoksia. Sebaliknya, ikan nila, gurame, dan ikan mas memiliki kadar mioglobin rendah–sedang sehingga daya tahan menyelam lebih rendah. Temuan ini memperkuat konsep bahwa mioglobin berperan penting dalam adaptasi fisiologis ikan air tawar terhadap kondisi oksigen rendah, dipengaruhi habitat, kebutuhan metabolik, dan struktur respirasi.
Pengaruh Pemberian Monosodium Glutamate (MSG) terhadap Pertumbuhan Tanaman Kacang Hijau Berdasarkan Panjang Batang dan Warna Daun Selvia, Selvia; Hasibuan, Hasni Periadi; Harahap, Fauziyah; Silitonga, Melva; Edi, Syahmi
JURNAL BIOSHELL Vol 15 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/bio.v15i1.5158

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan tanaman legum penting sebagai sumber karbohidrat dan protein. Peningkatan pertumbuhan tanaman dapat dilakukan melalui intensifikasi budidaya, salah satunya dengan penggunaan Monosodium Glutamat (MSG) sebagai biostimulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyiraman air dan larutan MSG terhadap pertumbuhan awal kacang hijau. Metode yang digunakan adalah percobaan dengan dua perlakuan, yaitu penyiraman air dan MSG, menggunakan media tanah dalam polybag. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan panjang daun selama tujuh hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyiraman air menghasilkan pertumbuhan yang lebih stabil, sedangkan pemberian MSG mampu mempercepat pertumbuhan awal tetapi bersifat fluktuatif pada hari berikutnya. Oleh karena itu, penggunaan MSG perlu dikontrol agar tidak menghambat pertumbuhan tanaman. Rendahnya produktivitas ini disebabkan oleh penggunaan benih non-unggul, pemupukan yang kurang tepat, serta kondisi tanah yang kurang subur. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan produksi kacang hijau melalui penerapan teknologi budidaya yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Namun, kajian mengenai pengaruh MSG terhadap pertumbuhan awal kacang hijau dalam skala polybag dan pengamatan harian masih terbatas.
Penentuan Jenis Kelamin Ayam Kampung dan Ayam Pama (Gallus gallus) melalui Pendekatan Kualitatif Deskriptif Berdasarkan Karakter Morfologi dan Perilaku Apriliani, Indah Rizka; Pribadi, Koko; Harahap, Fauziah; Edi, Syahmi; Silitonga, Melva
JURNAL BIOSHELL Vol 15 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/bio.v15i1.5555

Abstract

Ayam kampung dan ayam pama (Gallus gallus) merupakan unggas lokal yang banyak dipelihara masyarakat karena memiliki nilai ekonomi serta potensi sebagai sumber pangan hewani. Dalam pemeliharaan unggas, penentuan jenis kelamin sering menjadi kendala karena tidak selalu dapat dilakukan secara cepat tanpa metode khusus, padahal informasi tersebut penting untuk manajemen reproduksi dan seleksi indukan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penentuan jenis kelamin ayam kampung dan ayam Pama melalui pendekatan kualitatif deskriptif berdasarkan pengamatan karakter morfologi dan perilaku. Penelitian dilakukan melalui observasi langsung terhadap ayam jantan dan betina yang dipelihara secara tradisional dengan mengamati ukuran dan bentuk tubuh, perkembangan jengger, warna dan struktur bulu, bentuk ekor, serta perilaku harian. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan morfologi dan perilaku yang jelas antara ayam jantan dan betina. Ayam jantan umumnya memiliki tubuh lebih besar dan tegap, jengger lebih menonjol, warna bulu lebih kontras, ekor lebih panjang dan melengkung, serta perilaku lebih agresif. Sebaliknya, ayam betina memiliki tubuh lebih kecil, jengger lebih kecil, warna bulu lebih sederhana, ekor lebih pendek, dan perilaku lebih tenang. Selain itu, ayam Pama jantan menunjukkan karakter fisik dan agresivitas yang lebih dominan dibandingkan ayam kampung jantan. Perbedaan tersebut menunjukkan adanya dimorfisme seksual yang dipengaruhi faktor genetik dan hormonal. Penentuan jenis kelamin ayam dapat dilakukan secara praktis melalui pengamatan morfologi eksternal dan perilaku sehingga dapat membantu peternak dalam mengidentifikasi jenis kelamin ayam secara lebih mudah.
In vitro plant regeneration of Cattleya sp. from Protocorm-Like Bodies (PLBs) using coconut water and activated charcoal HARAHAP, FAUZIYAH; SIREGAR, ANITA RASUNA SARI; IDRAMSA, IDRAMSA; SURIANI, CICIK; EDI, SYAHMI; PANGGABEAN, NURUL HUDA; DAULAE, ABDUL HAKIM; POHAN, SELVIA DEWI; TANJUNG, AURA ALBIZIA; PERTIWI, SUFINA INTAN; KAIRANI, ANITA
Asian Journal of Agriculture Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Smujo International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/asianjagric/g100130

Abstract

Abstract. Harahap F, Siregar ARS, Idramsa, Suriani C, Edi S, Panggabean NH, Daulae AH, Pohan SD, Tanjung AA, Pertiwi SI, Kairani A. 2026. In vitro plant regeneration of Cattleya sp. from Protocorm-Like Bodies (PLBs) using coconut water and activated charcoal. Asian J Agric 10 (1): g100130. https://doi.org/10.13057/asianjagric/g100130. Cattleya sp. is an ornamental orchid whose seeds lack of endosperm, making natural germination and propagation difficult. In vitro culture using Protocorm-Like Bodies (PLBs) offers an alternative for mass propagation. This study aimed to evaluate the effects of coconut water and activated charcoal on the in vitro regeneration of Cattleya sp. PLBs. A completely randomized design was employed with varying concentrations of coconut water (0, 5, and 10%) and activated charcoal (0, 0.1, 0.2, and 0.3 g/L). Morphological parameters observed included time to shoot emergence, number of leaves, shoots, and roots, as well as shoot color. Data were analyzed using two-way ANOVA. The results showed that coconut water significantly accelerated shoot emergence with 10% of coconut water producing the fastest response (12 days after treatment). Activated charcoal enhanced shoot and leaf formation with 0.3 g/L, producing the highest number of shoot and leaf. Root formation was optimal at lower charcoal concentrations. Overall, the combination of coconut water and activated charcoal significantly influenced PLBS growth and regeneration. These findings indicate that appropriate combinations of organic additives can optimize in vitro regeneration of Cattleya sp. and support efficient orchid propagation.
DEVELOPMENT OF A PLANT TISSUE CULTURE TEXTBOOK BASED ON PROJECT-BASED LEARNING TO ENHANCE THE SCIENCE PROCESS SKILLS OF BIOLOGY STUDENTS Br Mangunsong, Monica Septiani; Harahap, Fauziyah; Panggabean, Nurul Huda; Hadinata, Aristo; Suriani, Cicik; Edi, Syahmi
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 2 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i2.8070

Abstract

This study aims to determine the feasibility of a Project-Based Learning (PjBL)-based Plant Tissue Culture textbook in improving the science process skills of biology students at Universitas Negeri Medan, based on evaluations from material experts and media experts. It also aims to identify the responses of lecturers and students toward the developed textbook and to assess its effectiveness in enhancing students’ science process skills in plant tissue culture material at Universitas Negeri Medan. The study was conducted from August to November 2024 in the Department of Biology, Universitas Negeri Medan. The research employed the 4D development model, which includes the stages of define, design, develop, and disseminate. To measure the effectiveness of the developed textbook on students’ science process skills, the N-Gain test was used. The results showed that the feasibility of the PjBL-based plant tissue culture textbook in improving biology students’ science process skills, based on the assessment of material experts, obtained an average score of 76.66% (feasible), while the media experts gave an average score of 94.04% (highly feasible). The lecturers’ response reached an average percentage of 95% (highly feasible). The students’ responses were also very positive: the individual trial obtained 94.16%, the small group trial obtained 91.75%, and the large group trial obtained 90.92%, all categorized as highly feasible. Based on the N-Gain test results, the developed PjBL-based plant tissue culture textbook was found to be quite effective in improving the science process skills of biology students at Universitas Negeri Medan.
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Bawang Merah (Allium cepa L.) sebagai Zat Pengatur Tumbuh terhadap Pertumbuhan Krisan (Chrysanthemum morifolium) Secara In Vitro Ridwan, Radhika Nabila Ma’rufi; Edi, Syahmi
Biocaster : Jurnal Kajian Biologi Vol. 6 No. 2 (2026): April
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/biocaster.v6i2.1170

Abstract

Chrysanthemum (Chrysanthemum morifolium) is a major ornamental plant commodity in Indonesia with a production level of up to 459 million stems. The success of in vitro propagation is largely determined by the use of appropriate Plant Growth Regulators (PGRs). This study aimed to evaluate the performance of shallot (Allium cepa L.) extract as a natural PGR, while determining the optimal dose to support chrysanthemum growth in vitro. The study was conducted at the Laboratory of the Horticulture Main Center (BIH) Gedung Johor, Medan, from October 2025 to January 2026, using a Completely Randomized Design (CRD) that included six concentration levels (K0=0; K1=5; K2=10; K3=15; K4=20; and K5=25 mL L⁻¹), with 10 replications. Data analysis was performed using ANOVA-DMRT for parametric data and Kruskal-Wallis–Dunn for non-parametric data. The study results indicated a significant effect (p < 0.01) on all growth parameters. A concentration of 20 mL L⁻¹ was most effective for organogenesis, producing 15.60 leaves, 7.85 roots, and 3.15 shoots; while 5 mL L⁻¹ was superior for elongation, with plantlets reaching 8.99 cm in height. Concentrations above the optimal dose actually inhibited growth due to the accumulation of phytotoxic compounds. These findings provide a more cost-effective and sustainable chrysanthemum propagation protocol as a substitute for synthetic plant growth regulators.
Co-Authors ., Herkules ., Lazuardi Amalia Akita Amanda, Putri Apriliani, Indah Rizka Arina Zawani Akmal Armaniar, Armaniar Ashar Hasairin Asri, Elita Ayu Putri Ningsih Bimbi Nullah Binari Manurung Binari Manurung, Binari Br Bangun, Edmy Febriani Br Mangunsong, Monica Septiani Chairany Rizka CICIK SURIANI Cut Badzlina Roza Cut Badzlina Roza, Cut Badzlina Daulae, Abdul Hakim Daulay, Abdul Hakim Dewi Sri Lestari Sigalingging Elsa Bunga Dayanti Elsa Bunga Dayanti, Elsa Bunga Ely Djulia Ely Djulia Eryati Zetkas Eryati Zetkas, Eryati Fauzi Fauzi Fauzi Fauzi Fauziah Harahap Fauziyah Harahap Fauziyah Harahap Fitri Rahmadani Fitri Rahmadani, Fitri Gultom, Novayanti Gunawan, Roni Hadinata, Aristo Harahap, Salamah Hariyadi, Itra Harry Prakasa Hary Prakasa Hasanah, Dwi Hasibuan, Hasni Periadi Hasibuan, Mardhiyah Riswan Hasruddin Hasruddin Hasruddin Herbert Sipahutar Herbert Sipahutar, Herbert Herkules Herkules Herkules, Herkules Hutagaol, Aprinia Hutri Purnama Sari Lubis Hutri Purnama Sari Lubis, Hutri Purnama Sari Idramsa Idramsa, Idramsa Intan Bayati Nasution Intan Bayati Nasution, Intan Bayati Kairani, Anita Kamila, Aryediutami Naura Karinanta Sembiring, Surya Kelar, Luh Cinta Tarissyah Putri Khairun Nisa&#039; Lestari Sigalingging, Dewi Sri Limbong, Forentina Malem Teta Sinulingga Marpaung, Rivaldi Ariansah Melva Silitonga Melva Silitonga Mufti Sudibyo, Mufti Muhammad Azhari Nadhilla, Annisa Nasirwan Nasirwan Nasution, Marina Azzahra Naura Kamila, Aryediutami Nora, Putri Nurajijah Nurajijah Nurlia Zahara Nursamsu Nursamsu Nusyirwan Nusyirwan Panggabean, Nurul Huda Panggabean, Syakilah Kurnia Fahmi Parasetya, Eko Parhusip, Tiropa Oktavia PERTIWI, SUFINA INTAN Prayeni Margaretha Hutabalian Pribadi, Koko Rahmad Husein Ridwan, Radhika Nabila Ma’rufi Rifka Febrianti Roro Shofiyah Nur Rahmah Ruth Susanty, Revi Sailana Mira Rangkuti Sailana Mira Rangkuti, Sailana Mira Samsul Kamal Sari, Elvira Nanda Selvia Dewi Pohan Selvia Selvia Sembiring, Gres Anjelia Sembiring, Surya Karinanta Sihombing, Josephine Gloria Margareth Simanjuntak, Maria Meita Sinurat, Asri Sinuraya, Kenari Br Sipahutar , Herbert Siregar, Anita Rasuna Sari Siti Aisyah Siti Situmorang, Berri Sri Susanti Sri Susanti Sri Tia Indah Simamora Suryani, Cicik Susanty, Revi Ruth Syarifuddin Syarifuddin Syarifuddin Syarifuddin Tambunan, Diana Putri Kamila Tanjung, Aura Albizia Tri Harsono Ujung, Siti Nuraisah Asma Veby Emeninta Br Barus Willyana Utari Siahaan Winda Awalina Guci Wulansari, Anggi Yusran Efendi Ritonga Zulpadly Zulpadly Zulpadly Zulpadly, Zulpadly