Claim Missing Document
Check
Articles

Indeks Kepuasan Masyarakat Peserta Program Upsus Pajale (Upaya Khusus Padi, Jagung, Kedelai) di Desa Balau Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Agus Tri Handayani; Abdussamad Abdussamad; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.697

Abstract

Upsus Pajale (Upaya Khusus Padi, Jagung, Kedelai) merupakan program pemerintah agar terwujudnya swasembadai pangani dengan meningkatnya jumlah produksi padi, jagung dan kedelai. Desa Balau merupakan salah satu desa yang menjalankan program Upsus Pajale. Keberhasilan suatu program bukan hanya dapat dilihat dari peningkatan jumlah produksi, akan tetapi dapat juga dilihat dari sisi kepuasan petani. Penelitian inii bertujuan untuk mengetahui indeks kepuasan masyarakat terhadap program Upsus Pajale dan masalah yang dihadapi petani selama program Upsus Pajale berlangsung. Data yang ada dalam penelitian ini ialah dengan menggunakan data primer serta data sekunder. Penelitian dilaksanakan dari bulan Mei 2018 sampai bulan November 2018 di Desa Balau Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar. Pemilihan lokasi  dilakukan secara  bertahap (multistage sampling) yaitu tahap pertama memilih Kecamatan Karang Intan, tahap kedua memilih Desa Balau karena menjalankan Program Upsus Pajale, tahap ketiga yaitu menentukan kelompok tani sebanyak 3 kelompok tani, selanjutnya tiap kelompok tani diambil 50% anggota dengan secara acak (simple random sampling) kemudian ditambah 3 orang secara sengaja (purposive sampling) yaitu nggota pengurus kelompok tani. Analisis data yang digunakan pada penelitian ialah dengan importance performance analysis, customer satifaction index serta untuk mengetahui masalah dengan metode survey wawancara. Berdasarkan hasil perhitungan indeks kepuasan masyarakat dapat diketahui bahwa petani sangat puas dengan program Upsus Pajale. Masalah yang dihadapi adalah keterlambatan datangnya bantuan dan kurangnya jumlah bantuan yang tidak sesuai dengan kebutuhan petani.Kata kunci: indeks kepuasan masyarakat, Upsus Pajale, tingkat kepuasan, tingkat kepentingan 
Analisis Usaha Roti Manis Shofi di Kelurahan Pasayangan Utara Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar Nurlina Ayu Hasanah; Nina Budiwati; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10334

Abstract

Industri rumah tangga yang cukup terkenal di daerah Kabupaten Banjar adalah Roti Manis. Roti Manis Shofi saat ini memiliki banyak pengunjung dari dalam daerah maupun luar daerah terkadang Roti Manis Shofi juga dijadikan oleh-oleh khas dari daerah MartapuraPenelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui proses produksi Roti Manis Shofi di Martapura; menghitung besarnya biaya, penerimaan, keuntungan dan titik impas (BEP) serta permasalahan dan solusi menyangkut usaha Roti Manis Shofi di Martapura. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Analisis data menggunakan konsep biaya dan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian proses produksi roti manis dan roti isi shofi terbagi menjadi 3 tahapan yakni proses persiapan peralatan kerja, persiapan bahan-bahan roti dan proses pengolahan adonan roti. Biaya total yang dikeluarkan pada priode 1 tahun penelitian yakni Maret – Desember 2021 dan Januari – Februari 2022 adalah Rp 2.332.089.000 dengan biaya tetap sebesar Rp 82.860.000 dan biaya variabel sebesar Rp 2.249.229.000 Penerimaan yang diperoleh adalah senilai Rp 3.446.650.000. sedangkan keuntungan yang diperoleh adalah senilai Rp 1.114.561.000. BEP untuk roti manis pada harga Rp 27.000 menghasilkan BEP (unit) 5.592 unit dan BEP (rupiah) Rp 150.996.599 sedangkan pada harga Rp 29.000 menghasilkan BEP (unit) 4.650 unit dan BEP (rupiah) Rp 134.853.333. BEP untuk roti isi pada harga Rp 33.000 menghasilkan BEP (unit) 2.803 unit dan BEP (rupiah) Rp 92.511.398. BEP untuk roti isi pada harga Rp 35.000 menghasilkan BEP (unit) 2.331 unit dan BEP (rupiah) Rp 81.584.871. Permasalahan yang dihadapi Toko roti manis shofi yakni penurunan penjualan pada saat tanggal-tanggal diakhir bulan dan pada saat musim buah. Alternatif yang dilakuakan adalah menurunkan jumlah produksi pada tanggal-tanggal akhir bulan dan pada saat musim buah hal ini bertujuan agar penjualan tetap dapat berjalan dan mengurangi produk tersisa karena tidak terbeli oleh konsumen.
Identifikasi Potensi dan Strategi Pengembangan Agrowisata Berbasis Usahatani Padi Sawah di Desa Kampung Jawa Kecamatan Jaro Kabupaten Tabalong Nurlina Nurlina; Eka Radiah; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9481

Abstract

Agrowisata dituju sebagai diversifikasi bisnis di bidang pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian serta memberikan pengalaman yang unik bagi konsumen dalam aktivitas wisata pertanian. Agrowisata berbasis usahatani padi sawah (Embung Sawah) di Desa Kampung Jawa Kecamatan Jaro merupakan satu-satunya agrowisata yang berkembang di Kabupaten Tabalong. Panorama hamparan padi sawah dan background pegunungan menjadi daya tarik utama agrowisata ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi agrowisata, menganalisis strategi pengembangan agrowisata serta mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dan solusi dalam pengembangan agrowisata berbasis usahatatani padi sawah di Desa Kampung Jawa Kecamatan Jaro Kabupaten Tabalong. Metode yang digunakan dalam penentuan responden adalah teknik Critical Case Sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis skoring, analisis SWOT dan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, agrowisata ini memiliki potensi serta layak untuk dikembangkan berdasarkan kriteria 4A, dengan skor masing-masing yaitu daya tarik (930), aksesibilitas (600), akomodasi (130) dan sarana dan prasarana (300). Hasil Matriks Posisi faktor internal dan faktor eksternal menunjukkan bahwa agrowisata ini berada pada posisi Kuadran I (menguntungkan), dimana skor pada matriks IFE dan EFE adalah sebesar 3,143 dan 3,126. Permasalahan yang ditemukan pada pengembangan agrowisata ini yaitu kurangnya kualitas sumber daya manusia, pengetahuan tentang konsep agrowisata, fasilitas dan akomodasi yang ditawarkan. Solusi untuk permasalan ini adalah menjalin kerjasama antara pengelola, masyarakat dan pemerintah dalam pemecahan masalah yang ada demi mewujudkan perkembangan agrowisata berbasis usahatani padi sawah di Desa Kampung Jawa Kecamatan Jaro Kabupaten Tabalong.
ANALISIS FINANSIAL USAHA PENGOLAHAN AMPLANG (STUDI KASUS AMPLANG “KUNCI MAS KU”) di DESA HILIR KECAMATAN PULAU LAUT UTARA KABUPATEN KOTABARU Widiyas Astuti; Nina Budiwati; Hamdani Hamdani
Frontier Agribisnis Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i3.642

Abstract

Indonesia adalah negara kaya akan budaya, hasil hutan, dan lautnya. Negara Indonesia sebagai negara agraris dan negara maritim. Indonesia adalah negara maritim terbesar didunia, bahkan negara kita 2/3 wilayahnya adalah lautan sehingga tidak heran jika Indonesia memiliki banyak spesies ikan yang tidak dipunyai dinegara lain. Amplang adalah khas panganan yang terbuat dari ikan tenggiri. Salah satu wilayahnya pengolahan amplang adalah Kotabaru. Industri amplang Kunci Mas Ku pengolahan industri skala kecil yang bergerak dalam pengolahan amplang. Home industry ini terdapat di Jalan Batu Selira Gg. Kunci Mas No.42 Desa Perumnas Hilir Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru. Usaha berlangsung selama Usaha ini sudah berlangsung selama ± 16 tahun dimulai pada tahun 2000 hingga sekarang tahun 2017. Usaha Amplang Kunci Mas Ku mampu bertahan dengan maraknya usaha yang sama dan meningkat karena kualitas produk yang dihasilkan memiliki rasa yang gurih. Ibu Mariana menggunakan bahan baku yaitu ikan tenggiri saja tanpa adanya campuran dari ikan–ikan lainnya. Pemasaran amplang Kunci Mas Ku dipasarkan di Kotabaru, dikirim ke Batulicin, serta Sungai Danau. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran umum pengolahan amplang, besar biaya, penerimaan, keuntungan, pendapatan, BEP (Break Event Point), serta permasalahan yang terjadi selama usaha amplang Kunci Mas Ku berajalan selama tiga bulan terakhir yaitu bulan Desember, Januari, dan Februari. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dimana metode ini merupakan metode yang hanya meneliti pada satu kasus, penelitian ini adalah deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian di home industry amplang Kunci Mas Ku adalah Pembuatan amplang merk Kunci Mas Ku menggunakan bahan baku berupa daging ikan tenggiri segar, dicampur dengan bahan pembantu lainnya yaitu: tepung tapioka, telur ayam, garam, gula, penyedap rasa, bawang merah, bawang. Usaha ini sangat menguntungkan namun pemasaran yang dilakukan oleh produsen selama ini tidak memanfaatkan social media untuk menjual hasil dagangannya sehingga kurang dikenal oleh masyarakat luas.Kata kunci: analisis finansial, amplang, biaya.
Tingkat Kepuasan Petani Terhadap Kinerja Pelayanan Penyuluh Pertanian di Desa Binjai Pirua Kecamatan Labuan Amas Utara Kabupaten Hulu Sungai Tengah Muhammad Rifani; Usamah Hanafie; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.672

Abstract

Tersedianya penyuluh di sebuah pedesaan tidak akan menjamin mendapatkan yang dihasilkan baik sama dikarenakan bergantung kepada penyuluh bisa menyampaikan hal yang terbaik kepada petani dengan kinerja yang dihasilkan. Kepuasan adalah salah satu kesenangan yang keluar sesudah melakukan perbandingan dengan pelayanan dan dipikirkan terhadap hasil diimpikan. penelitian ini dilakukan untuk menganalisis tingkat kepuasan petani dikinerja atribut pelayanan petugas penyuluh pertanian di Desa Binjai Pirua Kecamatan Labuan Amas Utara, serta untuk anjuran usaha yang baik untuk meningkatkan hasil dari pelayanan pelaksana penyuluh pertanian yang berusaha memberi yang terbaik kepada petani di masa yang akan datang. Penelitian dilaksanakan di Desa Binjai Pirua Kecamatan Labuan Amas Utara Kabupaten HST. Sampel petani diambil dipenelitian ini sebanyak 30 responden dan urutan analisis dijalankan dengan tahap metode Performance Analysis and Importance.Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepuasan petani rendah pada penyuluh terhadap atribut, antara lain yang pertama penyuluh melakuakan kerjasama antara kelompok tani dan pihak lain,yang kedua penyuluh melakukan pembalajaran melakukan bimbingan juga penerapannya dan berbagai keterampilan usahatani ,yang ketiga para penyu;uh mendapat pertanyaan harus secepatnya mampu menjawab hingga jelas pertanyaan petani,yang keempat penyuluh menyiapkan makanan ,minuman dan bahan bacaan selama melakukan penyuluhan, yang kelima skil penyuluh didalam meningkatkan produktivitas, kuantitas dan kualitas komoditi usahatani, yang keenam kelengkapan dan kesiapan alat peraga penyuluhan.Rekomendasi dan diberikan untuk peningkatan kinerja penyuluh dimasa yang akan datang penyuluh perlu meningkatkan hubungan kerjasama dengan pihak lain, mempelajarkan bermacam-macam keterampilan usahatani dan melakukan pembimbingan, dan penyuluh juga bisa memberikan pelatihan atau kursus teknologi terhadap petani dengan lebih intensif dan penyuluh harus tetap mempertahankan atribut-atribut yang terdapat dikuadran dua, karena atribut ini dianggap penting dan kinerjanya sudah baik untuk kuadran tiga, penyuluh tidak perlu terlalu memperhatikan atribut ini, karena tingkat kepentingannya rendah, serta kinerjanya juga rendah sedangkan atribut yang ada dikuadran empat, penyuluh sebaiknya mengurangi perhatian terhadap atribut-atribut ini, untuk lebih memprioritaskan pada atribut yang ada pada kuadran satu ataupun dua. Kata kunci: kepuasan, kinerja, penyuluh, pelayanan.
Kontribusi Pendapatan Ibu Rumah Tangga dari Usaha Anyaman Purun terhadap Pendapatan Keluarga di “Kampung Purun” Kelurahan Palam Kota Banjarbaru Agus Agus; Nina Budiwati; Artahnan Aid
Frontier Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i2.5987

Abstract

Kampung Purun merupakan salah satu daerah di Kalimantan Selatan yang memiliki seni kerajinan berupa anyaman purun. Pengrajin yang bekerja untuk usaha anyaman purun ini merupakan ibu rumah tangga. Selain sebagai tempat wisata kampung purun juga merupakan tempat penunjang perekonomian keluarga karena pendapatan yang didapat dari hasil olahan anyaman purun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui usaha pengolahan anyaman purun oleh ibu rumah tangga, biaya, penerimaan, pendapatan dari usaha anyaman purun dan kontribusi dari usaha pengolahan anyaman purun terhadap pendapatan keluarga di Kampung Purun Kelurahan Palam Kota Banjarbaru. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner dan metode penarikan contoh. Adapun responden dalam penelitian ini adalah ibu rumah tangga yang bekerja dalam usaha anyaman purun di Kampung Purun Kelurahan Palam Kota Banjarbaru, yang diambil secara sengaja (Purposive). Penentuan jumlah sampel dilakukan dengan Proportionate Random Sampling yaitu pengrajin yang tergabung dalam 4 kelompok pengrajin anyaman purun, kelompok Galueh Tjempaka, Galueh Bandjar, Pelangi Al-Firdaus, dan Al- Firdaus. Sampel penelitian ini diambil sebanyak 20 orang dari 56 pengrajin anyaman purun. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis meliputi biaya, penerimaan, pendapatan dan kontribusi usaha pengrajin anyaman purun. Hasil analisis menunjukkan bahwa proses penganyaman purun antara lain pengambilan purun, pengeringan purun, penumbukan purun, pewarnaan purun, pembuatan pola, penganyaman dan penjualan. Rata-rata biaya total yang dikeluarkan sebesar Rp 887.897, rata-rata peneriman sebesar Rp 2.995.300 dan kontribusi usaha anyaman purun ibu rumah tangga sebesar 63.8%. Artinya usaha anyaman purun ibu rumah tangga lebih dominan terhadap total pendapatan keluarga.
Analisis Pemasaran Jeruk Siam Dilahan Pasang Surut Kecamatan Anjir Pasar Kabupaten Barito Kuala Nur Rusdi Utami; Emy Rahmawati; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.5921

Abstract

Jeruk siam adalah jenis jeruk keprok yang banyak dibudidayakan di Indonesai dan daerah penyebarannya sangat luas salah satunya Kalimantan Selatan sebesar 1.238.449 kuintal. Kabupaten Barito Kuala merupakan penghasil jeruk siam terbesar pertama dibandingkan Kabupaten lainnya yaitu sebesar 915.426 kuintal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui saluran pemasaran, margin, biaya, keuntungan, share harga, dan permasalahan yang dihadapi oleh petani dalam pemasaran. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Juni 2020. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling yaitu hanya meneliti petani yang memiliki umur tanaman 7-8 tahun sebanyak 26 orang dengan periode analisis pada bulan Februari 2020,  metode Purposive untuk menentukan lokasi peneltian, dan Snowball sampling untuk penarikan contoh pengumpul dan pengecer. Dari hasil penelitian ini, Kecamatan Anjir Pasar memiliki dua saluran yang melibatkan petani, pengumpul, pengecer, dan konsumen. Lembaga tersebut mempunyai berbeda-beda fungsi pemasarannya. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh biaya pemasaran terbesar diantara dua saluran adalah saluran I yaitu sebanyak Rp. 1.017/kg, margin tertinggi pada saluran II Rp. 4.559/kg, keuntungan total tertinggi pada saluran II Rp. 3.779/kg. Adapun farmer share yang diterima petani tertinggi terdapat disaluran I sebesar Rp. 60,75%, share yang diterima oleh lembaga pemasaran terbesar ada pada saluran II yaitu ditingkat pedagang pengecer sebesar 32,20%.
Analisis Faktor Produksi Usahatani Selada Sistem Hidroponik pada Komunitas Petani Hidroponik Kalimantan Selatan Lalan Suprila; Yusuf Azis; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10316

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis bagaimana penyelenggaraan usahatani selada sistem hidroponik pada KOPHIKALSEL, menganalisis faktor-faktor produksi yang berpengaruh dalam budidaya usahatani selada sistem hidroponik yaitu lahan, modal usaha, tenaga kerja, benih dan nutrisi. mengetahui masalah yang dihadapi petani dalam usahatani selada sistem hidroponik di KOPHIKALSEL. Penelitian ini dilaksanakan di Komunitas Petani Hidroponik Kalimantan Selatan (KOPHIKALSEL) cabang Banjarmasin dan Banjarbaru dengan jumlah responden sebanyak 44 petani yang diambil dengan metode sensus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan usahatani selada yang dalam satu kali musim tanam selama 40-50 hari ialah mencakup persiapan lahan, penyemaian benih, penanaman, perawatan dan pemupukan, pengendalian hama dan penyakit serta panen dan pascapanen. Pengaruh penggunaan faktor produksi yang digunakan meliputi lahan, modal usaha, tenaga kerja, benih dan nutrisi menyumbang 82 % . Secara simultan pada tingkat kepercayaan 95% lahan, modal, tenaga kerja, benih dan nutrisi secara bersama-sama berpengaruh secara nyata terhada pproduksi sayur selada hidroponik. Secara parsial pada tingkat kepercayaan 95% lahan dan tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap produksi selada sistem hidroponik sedangkan modal, benih dan nutrisi tidak berpengaruh secara nyata terhadap produksi selada sistem hidroponik. Permasalahan yang dihadapi petani dalam melakukan usahatani meliputi ketersediaan benih yang tidak selalu ada, pemadaman listrik yang mengakibatkan tanaman rusak atau mati dan Kurangnya pasokan selada yang berkelanjutan.
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI LABU KUNING DI DESA UJUNG BARU KECAMATAN BATI BATI KABUPATEN TANAH LAUT Mahrita Mahrita; Abdurrahman Abdurrahman; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i3.2919

Abstract

Tanaman sayur-sayuran semusim berpeluang tinggi dalam meningkatkan keuntungan petani di Indonesia. Labu kuning adalah salah satu komoditas yang sangat cocok dan potensial sebagai bahan pangan. Desa Ujung Baru memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan usahatani labu kuning karena kondisi lahan dan alamnya yang sangat mendukung untuk berusahatani labu kuning. Namun, labu kuning belum mendapatkan perhatian lebih dari masyarakat dikarenakan tingkat konsumsi dan harga jual oleh petani yang masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan dan kelayakan usahatani labu kuning di Desa Ujung Baru, Kecamatan Bati Bati, Kabupaten Tanah Laut. Data yang digunakan untuk membantu penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Metode yang dipakai pada pengambilan sampel adalah dengan cara penarikan contoh acak sederhana (simple random sampling) dengan memilih 30 responden dari 4 kelompok tani yang memiliki total populasi berjumlah 88 orang. Hasil penelitian menunjukkan biaya total untuk berusahatani labu kuning sebesar Rp 11.028.544/usahatani atau sebesar Rp 8.050.032/Ha. Petani memperoleh peneriamaan dari usahatani sebesar Rp 20.500.000/usahatani atau Rp 15.000.000 /Ha. Pendapatan petani labu kuning sebesar Rp 10.846.502/usahatani atau Rp 7.953.651/Ha. Keuntungan yang diperoleh pada usahatani ini sebesar Rp 9.471.456/usahatani atau Rp 6.949.968/Ha. Nilai RCR yang diperoleh sebesar 1,86. Dengan demikian usahatani labu kuning di daerah penelitian ini dinyatakan layak karena nilainya 1,86 > 1.
ANALISIS KOMPARATIF KEUNTUNGAN PETANI KARET DENGAN DAN TANPA PROGRAM GERAKAN BOKAR BERSIH DI DESA KEBUN RAYA KECAMATAN KINTAP KABUPATEN TANAH LAUT Rita Puspitasari; Nina Budiwati; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i3.641

Abstract

Hal yang mendasari adanya gerakan bokar bersih yaitu untuk meningkatkan mutu karet yang dihasilkan oleh petani karet karena melihat semakin merosotnya harga karet ditingkat petani disebabkan karena pengolahan bokar yang masih dibawah standar dengan cara memasukkan kotoran berat maupun ringan serta penggunaan pembeku lateks yang tidak direkomendasikan.Pemerintah melalui Permentan No.38 Tahun 2009 menjelaskan betapa pentingnya petani karet mengolah bokar bersih, karena dengan adanya gerakan bokar bersih akan meningkatkan pendapatan petani serta bokar yang dihasilkan memiliki harga jual yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk mengetahui biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan petani karet dengan dan tanpa program gerakan bokar bersih, untuk menganalisis komparatif keuntungan petani karet dengan dan tanpa program gerakan bokar bersih, dan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh petani karet dalam mengolah dan menjual Bokar. Data yang digunakan adalah primer dan sekunder. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode secara non proporsionite random sampling dengan memilih 30 responden di Desa Kebun Raya Kecamatan Kintap.OAnalisisOyangOdigunakaniyaituianalisis kualitatifIdanikuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan dalam jangka waktu satu bulan rata-rata biaya total petani karet dengan program gerakan bokar bersih sebesar Rp 772.611 per ha dengan pendapatan sebesar Rp 2.166.856 per ha dan keuntungan sebesar Rp 1.666.856 per ha. Sedangkan untuk rata-rata biaya total petani karet tanpa program gerakan bokar bersih dalam jangka waktu satu bulan sebesar Rp 740.386 per ha dengan pendapatan sebesar Rp 1.279.497 per ha dan keuntungan sebesar Rp 769.497 per ha.Perbandingan keuntungan petani karet dengan dan tanpa program gerakan bokar bersih menggunakan Uji-t diperoleh nilai t hitung 6,752 dengan nilai sig 0,000 yang berarti nilai probabilitas sig < 0,05 ini menjelaskan bahwa keuntungan petani karet dengan dan tanpa program gerakan bokar bersih berbeda secara nyata.Kata kunci: Keuntungan, petani karet, bokar.
Co-Authors Abdurrahman Abdurrahman Abdussamad Abdussamad Adi Adi Agus Agus Agus Tri Handayani Ahmad Yousuf Kurniawan Amelia Amelia Andri Hidayat Arif Sabila Rosyad Artahnan Aid Aslamiah Aslamiah Asmawati Asmawati Ayda Iriani Ayu Yuli Yanti Bayu Nurkholis Bela Tiara Bella Anggraini Borneo Ayu Apriyani Dhea Widyasari Djoko Santoso Edwin Thomas Ramadhany Eka Husna Aulia Eka Radiah Emy Rahmawati Erma Fuzianti Eva Dwi Suryati Fadhillah Saputra Ferrianta, Yudi Ferry Julianandra Hairi Firmansyah Hairin Fajeri Hamdani I Ketut Gegel Ruci Riasa Insinul Riki Kamiliah Wilda Komariah Komariah Lalan Suprila Leni Anggriani Luki Anjardiani mahdaniah mahdaniah Mahrita Mahrita Marhamah Marhamah Mariana Pebriana Simanjuntak Mariani Mariani Masyhudah Rosni Meidila Mazaya Amajida Mira Yulianti Mochammad Misbakhul Khoiron Mufi Jatur Rahmi Muhammad Amin Badali Muhammad Ariza Fahlefi Alfadillah Muhammad Fauzi Muhammad Firdaus Muhammad Hamdani Muhammad Husaini Muhammad Husaini Muhammad Lutfi Hapiz Muhammad Mubasyir Muhammad Rifani Muzdalifah Muzdalifah Nor Asiyah Nor Latifah Novia Rahmadanti Noviani Wulandari Nur Anisah Nur Rusdi Utami Nurin Nisa Farah Diena Nurlina Ayu Hasanah Nurlina Nurlina Nurmelati Septiana Nurul Fitriani Purnama Sari Rahman Robiansyah Rahmat Rizkianor Rahmatullah Ridhani Raihanah Raihanah Rayyan Reyhan Anwar Reny Wijayanti Rifiana Rifiana Ristiani Ristiani Rita Puspitasari Saputra, Riza Adrianoor Shofia Maulida Sidiq Rahmadi Sriyono Sriyono Suherli Suherli Suprijanto Suprijanto Syarbini, Muhammad Tasya Hulwa Laili Wahyu Putri Tasya Zhara Prillia Tegar Rosyadi Umi Salawati Untung Santoso Usamah Hanafie Widiyas Astuti Winda Sari Auliaturridha Yanti, Nuri Dewi Yusuf Azis Zulkarnain Zulkarnain