Claim Missing Document
Check
Articles

KONTRIBUSI KOMODITAS PADI DAN KEDELAI TERHADAP PENDAPATAN TOTAL RUMAH TANGGA PETANI PESERTA PROGRAM UPSUS PAJALE DI DESA KELAMPAIAN TENGAH KECAMATAN ASTAMBUL KABUPATEN BANJAR Muhammad Amin Badali; Emy Rahmawati; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i1.572

Abstract

Kementerian Pertanian telah menetapkan upaya khusus pencapaian swasembada berkelanjutan padi dan jagung serta swasembada kedelai. Desa Kelampaian Tengah merupakan salah satu dari enam desa di Kecamatan Astambul yang mendapat Program Upsus Pajale. Penelitian ini bertujuan menghitung pendapatan usahatani padi, pendapatan usahatani kedelai, pendapatan total rumah tangga, dan kontribusi komoditas padi dan kedelai terhadap pendapatan total rumah tangga petani peserta program Upsus Pajale di Desa Kelampaian Tengah Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar. Pendapatan petani dari komoditas padi adalah rata-rata sebesar Rp 14.210.495,00 per usahatani per tahun (Rp 14.298.074,00 per hektar per tahun). Pendapatan petani dari komoditas kedelai adalah rata-rata sebesar Rp 1.520.442,00 per usahatani per tahun (Rp 22.089.175,29 per hektar per tahun). Pendapatan total rumah tangga petani peserta Program Upsus Pajale adalah rata-rata sebesar Rp 32.521.544,33 per tahun. Kontribusi pendapatan komoditas padi terhadap pendapatan total rumah tangga petani peserta Program Upsus Pajale di Desa Kelampaian Tengah Kecamatan AstambulKabupaten Banjar adalah sebesar 43,7 %, dan kontribusi pendapatan komoditas kedelai terhadap pendapatan total rumah tangga petani peserta Program Upsus Pajale di Desa Kelampaian Tengah Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar adalah sebesar 4,6 %.Kata kunci : kontribusi, pendapatan, padi, kedelai, rumah tangga
Tingkat Kesejahteraan Petani Pola Padi-Jeruk di Desa Kolam Kiri Dalam, Kecamatan Barambai Kabupaten Barito Kuala Sidiq Rahmadi; Muhammad Husaini; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.671

Abstract

Di lahan pasang surut khususnya di Kabupaten Barito Kuala penerapan pola usahatani padijeruk di lahan guludan merupakan salah satu upaya meningkatkan pengoptimalan fungsi lahan usahatani yang telah tertata dengan sistem surjan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui biaya dan pendapatan petani padi-jeruk, tingkat kesejahteraan petani padi-jeruk dan faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan petani padi-jeruk di Desa Kolam Kiri Dalam. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kolam Kiri Dalam Kecamatan Barambai Kabupaten Barito Kuala yang dimulai dari bulan Februari 2018 sampai Juli 2018. Jumlah sampel sebanyak 35 orang petani pola padi-jeruk, diambil dengan cara acak sederhana. Hasil penelitian diperoleh besar biaya total yang dikeluarkan petani pada usahatani padi-jeruk adalah sebesar Rp 66.145.796,56/tahun, pendapatan yang diperoleh sebesar Rp 61.838.143,67/tahun dan keuntungannya sebesar 21.556.034,87/tahun. Berdasarkan indikator tingkat kesejahteraan menurut BKKBN 20,00% pada tingkat sejahtera III dan 80,00% pada tingkat sejahtera III Plus. Sedangkan indikator tingkat kesejahteraan menurut Badan Pusat Statistik 100% petani padi-jeruk tidak miskin atau sejahtera dan tingkat kesejahteran menurut Bank Dunia 62,86% petani berada diatas garis kemiskinan atau sejahtera, sedangkan sisanya 27,14% petani berada dibawah garis kemiskinan atau tidak sejahtera. Faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kesejahteraan petani padi-jeruk adalah pendapatan perkapita petani (x1), pendidikan (x2), umur (x3) dan jumlah tanggungan keluarga (x4). Kata kunci: tingkat kesejahteraan, pola padi-jeruk
PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENGGUNAAN TEKNOLOGI ALAT DAN MESIN PERTANIAN (ALSINTAN) DI KELURAHAN PALAM, KECAMATAN CEMPAKA KOTA BANJARBARU Ayu Yuli Yanti; Nina Budiwati; Abdussamad Abdussamad
Frontier Agribisnis Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i4.702

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dalam penerapan teknologi alat dan mesin pertanian dan masalah-masalah yang di hadapi penyuluh pertanian di Kelurahan Palam Kecamatan Cempaka kota Banjarbaru.  Jenis data yang di gunakan adalah data  primer dan sekunder. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, berdasarkan dari 35 pertanyaan untuk mengukur peran penyuluh pertanian dalam penerapan teknologi alat dan mesin pertanian dengan total respoden  30 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa total skor peran penyuluh pertanian dalam penerapan teknologi alat dan mesin pertanian 2212  dengan skor ideal 3150 dan berada indeks 70,22% dengan demikian peran penyuluh pertanian tergolong sedang.Masalah yang dihadapi dalam penerapan teknologi dan alat mesin pertanian adalah belum dilaksanakan dengan baik peran sebagai supervisi, pemantauan dan evaluasi sehingga hasilnya belum maksimal/optimalKata kunci : peran  penyuluh pertanian, penerapan teknologi alsintan
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Padi Sawah di Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Marhamah Marhamah; Nina Budiwati; Muhammad Fauzi
Frontier Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i1.6000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani padi sawah, faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan dan permasalahan yang dihadapi rumah tangga petani padi sawah pasca banjir 2021 di Kecamatan Sungai Tabuk. Metode penarikan contoh yang digunakan proportional random sampling dengan jumlah 50 sampel dari 4 Desa terpilih. Bahan dikumpulkan melalui wawancara dengan bantuan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian, biaya keseluruhan usahatani padi sawah periode tanam Rp10.473.057/usahatani/tahun 2020 atau rata – rata sebesar Rp13.780.338/ha/tahun, penerimaan usahatani padi sawah rata – rata Rp11.700.111,11/usahatani/tahun dan pendapatan usahatani padi sawah rata – rata Rp7.175.691,59/usahatani/tahun. Faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan rumah tangga petani padi sawah adalah pendapatan rumah tangga, jumlah anggota keluarga dan pendidikan ibu rumah tangga. Sementara itu, permasalahan yang dihadapi petani periode pasca banjir 2021 diantaranya adalah gabah kering panen terendam dan tanaman selain padi ikut mati.
Analisis Nilai Tambah Pengolahan Keripik Pisang di Desa Batu Balian Kec. Simpang Empat Kab. Banjar (Studi Kasus Industri Rumah Tangga Keripik Pisang Krenyess Merek “Al_Banna”) Novia Rahmadanti; Umi Salawati; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9408

Abstract

Sektor pertanian merupakan sektor yang mempunyai peran dalam pertumbuhan ekonomi negara terutama industri yang berbasis pertanian seperti di negara Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis keuntungan dan nilai tambah dari usaha pengolahan keripik pisang pada industri rumah tangga kripik pisang krenyess merek”al_banna” di Desa Batu Balian Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Banjar. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yaitu metode yang menjelaskan jenis penelitian mengenai studi objek tertentu selama kurun waktu atau suatu fenomena yang ditentukan pada suatu tempat yang belum tentu sama dengan daerah lain. Periode analisis pada penelitian ini adalah satu bulan yaitu bulan Januari 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya total yang dikeluarkan pemilik usaha adalah Rp9.190.151, dengan penerimaan sebesar Rp13.728.000 sehingga memperoleh keuntungan sebesar Rp4.537.849. Berdasarkan hasil analisis nilai tambah dengan metode Hayami, diketahui bahwa nilai tambah pada industri rumah tangga kripik pisang krenyess merek ”al_banna” adalah Rp11.491/kg. Keuntungan dari industri rumah tangga kripik pisang krenyess merek”al_banna” adalah Rp7.741/kg dengan persentase 63,37%
TINGKAT PARTISIPASI ANGGOTA KELOMPOK WANITA TANI DALAM PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN UNTUK TANAMAN HORTIKULTURA DI KELURAHAN SYAMSUDIN NOOR KECAMATAN LANDASAN ULIN KOTA BANJARBARU mahdaniah mahdaniah; Suprijanto Suprijanto; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i1.580

Abstract

Pertanian adalah sektor yang sangat penting dalam perekonomian nasional. Pembangunan ekonomi masih akan tetap berbasis pertanian secara luas, namun sejalan dengan tahapan-tahapan perkembangan ekonomi maka kegiatan jasa-jasa dan bisnis berbasis pertanian juga akan semakin meningkat, dengan kata lain kegiatan agribisnis akan menjadi salah satu kegiatan unggulan pembangunan ekonomi nasional dalam berbagai aspek yang luas. Mengetahui tingkat partisipasi anggota kelompok wanita tani dalam pemanfaatan lahan pekarangan untuk tanaman hortikultura. Hasil analisis data penelitian diketahui bahwa tingkat partisipasi anggota kelompok wanita tani dalam pemanfaatan lahan pekarangan untuk tanaman hortikultura di Kelurahan Syamsudin Noor Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru, dimana partisipasi anggota kelompok wanita tani termasuk dalam kategori sedang karena memperoleh nilai/skor rata-rata sebesar 72,78%. Sedangkan permasalahan dalam hal partisipasi yaitu setiap anggota kelompok wanita tani tentunya memiliki sifat, tingkah laku, dan pola fikir yang berbeda-beda kurangnya semangat, kesadaran serta adanya kesibukan dalam megurus rumah tangga, dan pekerjaan lainnya pada sebagian anggota kelompok wanita tani mengakibatkan partisipasi tidak menjadi tinggi. Untuk itu diperlukan kesadaran di setiap anggota kelompok agar mau dan mampu dalam menjalankan program pemanfaatan lahan pekarangan ini.Kata Kunci : partisipasi, wanita tani, pemanfaatan lahan
Analisis Pemasaran Susu Bubuk Kambing Etawa pada Kelompok Tani Lebah Madu Merk Marasuka di Desa Sungai Bokor Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar Borneo Ayu Apriyani; Rifiana Rifiana; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i1.5991

Abstract

Susu bubuk merupakan susu yang diolah menjadi susu kering yang padat. Susu bubuk dapat tahan lama sehingga tidak perlu disimpan di lemari es sebab memiliki kandungan uap air sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran susu bubuk kambing, mengetahui anggaran pemasaran, margin, keuntungan dan share, serta mengetahui efisiensi pemasaran di Desa Sungai Bokor Kecamatan Mataraman. Penelitian ini dilakukan pada Kelompok Tani Lebah Madu Merk Marasuka, dari bulan Oktober sampai Juli 2021. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat dua saluran pemasaran yaitu Saluran I (produsen- konsumen) dan Saluran II (produsen-pedagang pengecer-konsumen). Pada Saluran 1 atau rata-rata biaya pemasaran produsen terhadap konsumen sebesar Rp 2.317, margin Rp 10.000, keuntungan Rp 7.683 share 100. Pada Saluran II (produsen-pedagang pengecer-konsumen) rata-rata biaya Rp 378.18/pcs, margin Rp 12.000, dan keuntungan Rp 11.633.
Analisis Pendapatan Petani Rumput Laut di Desa Handil Kecamatan Muara Jawa Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur Mufi Jatur Rahmi; Nina Budiwati; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i2.5891

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik budidaya rumput laut, besaran biaya, penerimaan dan pendapatan petani rumput laut di Desa Handil Kecamatan Muara Jawa. Perhitungan biaya, penerimaan, dan pendapatan usahatani rumput laut mencakup periode musim tanam 2021 dengan periode analisis 1 kali musim tanam selama 3 bulan dari bulan Maret 2021 - Mei 2021. Biaya total rata-rata sebesar Rp7.105.042,66/usahatani/musim tanam atau Rp2.727.050,29/ha/musim tanam. Penerimaan usahatani rata-rata sebesar Rp13.300.000,-/usahatani/musim tanam atau Rp2.850.000,-/ha/musim tanam dan pendapatan usahatani rumput laut rata-rata Rp6.672.958,33/usahatani/musim tanam atau Rp1.429.919,64/ha/musim tanam. Adapun saran bagi permerintah dan perangkat masyarakat sebaiknya memberikan pembinaan kepada pembudidaya berupa pelatihan terkait teknik budidaya rumput laut seperti pemilihan lokasi budidaya, tambak yang baik, pemilihan bibit berkualitas, penanganan bibit yang ramah lingkungan, penanganan penyakit, pengolahan panen, kegiatan pascapanen, dan pengolahan produk turunan. Pemberian edukasi kepada generasi muda. Bagi petani tetap menggunakan bibit berkualitas dan menjaga kualitas lahan yang baik. Pemerintah setempat dapat memberikan percontohan/demplot penggunaan teknologi budidaya rumput laut yang baik kepada petani rumput laut dan juga menjamin terserapnya produk yang dihasilkan petani di pasar seperti mempromosikan hasil rumput laut petani sebagai komoditas unggulan daerah di even-even lokal, nasional maupun internasional.
Strategi Pemasaran Amplang di Kelurahan Sungai Ulin Kecamatan Banjarbaru Utara Kota Banjarbaru (Studi Kasus Pada Rini Amplang) Fadhillah Saputra; Nina Budiwati; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8272

Abstract

Sektor pertanian merupakan mata pencaharian sebagian besar masyarakat Indonesia, dan memegang peranan penting dalam perokonomian nasional. Hal ini dibuktikan dengan munculnya berbagai macam usaha, mulai dari usaha kecil milik perorangan dan perusahaan besar yang sudah berkembang, yang lebih dikenal dengan istilah Usaha Industri Rumah Tangga (IRT). Salah satu usaha pengolahan yang menggunakan bahan baku Ikan Tenggiri di Kota Banjarbaru adalah Industri Pengolahan Produk Amplang “Rini Amplang” yang terletak di Kelurahan Sungai Kecamatan Banjarbaru Utara, Komplek Permata Rizky, Blok A No 42 Kota Banjarbaru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pemasaran seperti kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pada pemasaran Usaha Industri Rumah Tangga Rini Amplang. Penelitian ini berlangsung dari April 2021 hingga Januari 2022. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Proses pengambilan keputusan strategis selalu berkaitan dengan pengembangan misi, tujuan, strategi, dan kebijakan perusahaan. Dengan demikian, perencana strategis (strategic planner) harus menganalisis faktor-faktor strategis perusahaan. sehingga perencana strategis dapat dengan mudah merencanakan strategi pemasaran. Sebelum melakukan analisis, maka diperlukan tahap pengumpulan data yang terdiri atas tiga model yaitu Matriks faktor strategi internal, Matriks faktor strategi eksternal dan Matriks posisi. Hasil identifikasi faktor internal menghasilkan tujuh faktor kunci kekuatan dan tujuh faktor kunci kelemahan. Sedangkan hasil identifikasi faktor eksternal, terdapat lima faktor kunci peluang dan enam faktor kunci ancaman.
ANALISIS FINANSIAL USAHATANI BAWANG MERAH DI KECAMATAN BUNGUR KABUPATEN TAPIN Zulkarnain Zulkarnain; Nuri Dewi Yanti; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i4.653

Abstract

Negara tropis seperti di Indonesia memilliki peluang yang cukup besar untuk mengembangkan sektor pertanian. Sayur-sayuran adalah salah satu komoditas pertanian yang potensial untuk memenuhi dan meningkatkan kesejahteraan hidup petani yang memikul beban berat dalam masa krisis sekarang khususnya bagi para petani kecil. Di Kecamatan Bungur dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2016 mengalami peningkatan dan penurunan dari sisi produksi dan luas panen pada usahatani bawang merah, tetapi dari sisi produktivitas Kecamatan Bungur mengalami penurunan yang signifikan dari tahun ke tahun. Dari penurunan produktivitas tersebut apakah masih banyak petani yang menanam bawang merah mengingat bahwa daya produksi yang menurun akan mempengaruhi terhadap pendapatan petani. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui biayadan penerimaan pada usahatani bawang merah, mengetahui pendapatan dan keuntungani yang diterima dari usahataniibawang merah, dan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi petani dalam proses budidaya bawang merah serta alternatifnya. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode penarikan contoh yang digunakan dalam penelitian ini adalah Proportionate Random Sampling dengan jumlah sampel 40 responden di Desa Shabah 26 orang dan Desa Purut 14 orang. Analisis yang digunakan yaitu analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan dalam satu kali periode tanam (dua bulan) rata-rata luas lahan usahatani bawang merah di Kecamatan Bungur adalah 0,514 ha dengan rata-rataiibiaya total usahataniibawang merah di Kecamatan Bungur adalah Rp 46.509.292,-/ usahatani (Rp 90.485.003,-/ha), rata-rata penerimaan bawang merah Rp 52.942.500,-/usahatani (Rp 103.000.972,-/ha), rata-rata pendapatan usahatani bawang merah Rp 33.747.924,-/usahatani (Rp 65.657.439,-/ha) dan keuntungan sebesar Rp 6.434.187,-/usahatani (Rp 12.515.966,-/ha).Kata kunci : biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan
Co-Authors Abdurrahman Abdurrahman Abdussamad Abdussamad Adi Adi Agus Agus Agus Tri Handayani Ahmad Yousuf Kurniawan Amelia Amelia Andri Hidayat Arif Sabila Rosyad Artahnan Aid Aslamiah Aslamiah Asmawati Asmawati Ayda Iriani Ayu Yuli Yanti Baparki, Ahmad Bayu Nurkholis Bela Tiara Bella Anggraini Borneo Ayu Apriyani Dhea Widyasari Djoko Santoso Edwin Thomas Ramadhany Eka Husna Aulia Eka Radiah Emy Rahmawati Erma Fuzianti Eva Dwi Suryati Fadhillah Saputra Ferrianta, Yudi Ferry Julianandra Hairi Firmansyah Hairin Fajeri Hamdani I Ketut Gegel Ruci Riasa Insinul Riki Kamiliah Wilda Komariah Komariah Lalan Suprila Leni Anggriani Luki Anjardiani mahdaniah mahdaniah Mahrita Mahrita Marhamah Marhamah Mariana Pebriana Simanjuntak Mariani Mariani Masyhudah Rosni Meidila Mazaya Amajida Mira Yulianti Mochammad Misbakhul Khoiron Mufi Jatur Rahmi Muhammad Amin Badali Muhammad Ariza Fahlefi Alfadillah Muhammad Fauzi Muhammad Firdaus Muhammad Hamdani Muhammad Husaini Muhammad Husaini Muhammad Lutfi Hapiz Muhammad Mubasyir Muhammad Rifani Muzdalifah Muzdalifah Nor Asiyah Nor Latifah Novia Rahmadanti Noviani Wulandari Nur Anisah Nur Rusdi Utami Nurin Nisa Farah Diena Nurlina Ayu Hasanah Nurlina Nurlina Nurmelati Septiana Nurul Fitriani Purnama Sari Rahman Robiansyah Rahmat Rizkianor Rahmatullah Ridhani Raihanah Raihanah Rayyan Reyhan Anwar Reny Wijayanti Rifiana Rifiana Ristiani Ristiani Rita Puspitasari Riza Adrianoor Saputra Shofia Maulida Sidiq Rahmadi Sriyono Sriyono Suherli Suherli Suprijanto Suprijanto Syarbini, Muhammad Tasya Hulwa Laili Wahyu Putri Tasya Zhara Prillia Tegar Rosyadi Umi Salawati Untung Santoso Usamah Hanafie Widiyas Astuti Winda Sari Auliaturridha Yanti, Nuri Dewi Yusuf Azis Zulkarnain Zulkarnain