Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Pemasaran Kopi Bubuk di Desa Jati Baru Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar (Studi Kasus Kopi Bubuk Hj. Fatimah) Noviani Wulandari; Nina Budiwati; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7855

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pemasaran dan menentukan strategi pemasaran kopi bubuk Hj. Fatimah. Pengambilan sampel responden menggunakan metode internal dan eksternal. Untuk memperoleh data lingkungan internal yaitu menggunakan studi kasus yang sampelnya yaitu pemilik dan karyawan berjumlah 7 orang. Untuk memperoleh data lingkungan eksternal yaitu dengan teknik non probability sampling yaitu menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 37 orang. Metode analisis menggunakan identifikasi kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman dengan metode deskriptif. Untuk menganalisis strategi pemasaran digunakan analisis SWOT. Berdasarkan hasil penelitian kekuatan yang dimiliki usaha tersebut yaitu memiliki izin usaha, stok bahan baku dan pemasok sudah berlangganan pabrik pengolahan sendiri, pengalaman 15 tahun dalam berusaha, memiliki pelanggan tetap dan kualitas produk. Kelemahan utama adalah membeli bahan baku hanya disesuaikan dengan produksi, produk mudah dilacak, iklan kurang optimal dan tidak menjalankan fungsi manajemen yang lebih tinggi, hanya dibungkus plastik biasa, letak kurang strategis untuk pendistribusian produk. Peluang utama yaitu kopi merupakan minuman yang diterima secara luas, berkembangnya teknologi komunikasi dan informasi, cakupan pasar yang luas, loyalitas konsumen yang tinggi. Ancaman utama yaitu banyaknya pesaing. Dengan strategi pemasaran berada di Kuadran I atau strategi intensif yakni penetrasi pasar, maka perlu mengembangan produk dan mengembangan pasar. Strategi alternatif ini berbasis SWOT berupa agresif strategi atau SO yakni melakukan inovasi produk olahan, mengoptimalkan saluran dari distribusi, mempertahankan dan memperkuat citra produk, meningkatkan pengenalan produk berarti posisi ini menguntungkan.
Strategi Pemasaran Kerupuk Nasi di Kelurahan Lepasan Kecamatan Bakumpai Kabupaten Barito Kuala (Studi Kasus Kerupuk Nasi Cap Jembatan Rumpiang) Komariah Komariah; Usamah Hanafie; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7827

Abstract

Kerupuk nasi cap Jembatan Rumpiang sebagai salah satu produk olahan, yang dijual langsung ke pembeli. Sehingga perlu strategi pemasaran agar terjadi peningkatan jumlah penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses produksi pembuatan kerupuk nasi, mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pada kerupuk nasi cap Jembatan Rumpiang, dan menentukan strategi pemasaran kerupuk nasi menggunakan analisis SWOT. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi dua macam data, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari sumber atau objek yang diteliti melalui pengisian kuesioner dan wawancara. Sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait, seperti Dinas Koperasi dan Industri Perdagangan Kabupaten Barito Kuala. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan matriks IE, posisi perusahaan industri kerupuk nasi cap Jembatan Rumpiang berada pada sel I yaitu tumbuh dan membangun (growth and build). Sedangkan berdasarkan diagram SWOT posisi usaha industri kerupuk nasi cap Jembatan Rumpiang untuk pemasaran produk terletak di kuadran I.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KERIPIK INDUSTRI RUMAH TANGGA RIO R.M DI KELURAHAN GUNTUNG PAIKAT KECAMATAN BANJARBARU SELATAN KOTA BANJARBARU Nor Latifah; Umi Salawati; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12262

Abstract

Pangan adalah kebutuhan pokok manusia yang menjadi dasar bagi para pelaku bisnis untuk membuka dan mengembangkan usaha di bidang makanan. Industri pengolahan pangan merupakan salah satu produk industri pengolahan hasil pertanian yang banyak berkembang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor internal dan eksternal serta strategi pengembangan usaha Keripik Rio R.M. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan menerapkan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis faktor internal dapat diketahui kekuatan utama usaha Keripik Rio R.M adalah produk keripik yang enak dan berkualitas. Sedangkan kelemahan utamanya adalah manajemen usaha yang masih tergolong kurang. Analisis faktor eksternal peluang utama usaha Keripik Rio R.M adalah sudah adanya perhatian pemerintah terhadap pengembangan usaha dari segi pembinaan, sedangkan ancaman utamanya adalah fluktuasi harga bahan baku dan produk yang mudah ditiru. Strategi yang tepat untuk mengembangkan usaha Keripik Rio R.M berada dikuadran I yaitu menggunakan strategi agresif dimana sebuah usaha menggunakan kekuatan yang ada untuk memanfaatkan peluang.
Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Kerupuk Bawang “Mr” di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru Raihanah Raihanah; Mira Yulianti; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 8, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i4.14589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan yang diterapkan pada usaha kerupuk bawang “MR” dan untuk menganalisis jumlah pesanan persediaan yang ekonomis pada usaha kerupuk bawang “MR” di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil penelitin, frekuensi pemesanan usaha kerupuk bawang “MR” yaitu 10 kali pada periode tahun 2022, dengan 1 kali pemesanan setiap bulan, biaya pemesanan Rp3.673.000,00 untuk 713 kg kerupuk bawang dan  Rp1.514.840,00 untuk biaya penyimpanan, jadi totalnya mencapai Rp5.187.000,00. Usaha kerupuk bawang “MR” tidak memiliki Sefety Stock (Persediaan Pengaman jadi usaha ini  pernah mengalami kekurangan bahkan kehabisan bahan baku. Dengan menggunakan metode EOQ (Economic Order Quantity), didapat jumlah pesanan ekonomis dengan frekuensi pemesanan 2 kali dalam setahun dengan jumlah pemebelian 496 kg kerupuk bawang, usaha kerupuk bawang “MR” dapat membayar biaya pemesanan ekonomis sebesar Rp527.944,00 per pesan dan biaya penyimpanan sebesar Rp527.000,00 Safety Stock (Persediaan Pengaman) sebanyak 48 kg untuk menghindari kekurangan persediaan kerupuk bawang. Jika kerupuk bawang mencapai  sebanyak 16,2 kg, ROP dilakukan. Waktu tunggu adalah sekitar 6 hari.
Analisis Usahatani Bawang Daun (Allium fistulosum L) di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru Erma Fuzianti; Nina Budiwati; Muzdalifah Muzdalifah
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v5i1.21928

Abstract

Horticultural crops have high economic value because of its high price and short gestation period. Several vegetables can be cultivated several times in a year, mainly in tropical regions where the growing season is not restricted by winter. The study calculates the costs, revenue, income, and profit of scallioncultivation, analyze it s feasibility, and excavate the farmer problemsduring cultivation . The average total cost per farm is IDR 20,448,405.55. The farmer producesas much as 1833.33 kg per farm and generates revenue IDR 33,383,333.33 per farm . The gross revenueand profit are IDR 15,408,173 and IDR 1,934,927.78 per farm per season, in that order. The farming is feasible as the RCR is 1. 63. The field survey also identifies that resistant pests and disease infestation are the main problem. They are hardly eradicated with common pesticide.
Motivasi Petani Menanam Padi Varietas Lokal (Siam) di Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Ristiani Ristiani; Nina Budiwati; Usamah Hanafie
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v4i1.21914

Abstract

Agricultural sector has important role in economic development of Kabupaten Hulu Sungai Tengah. This area is food basket for the province as well as the buffer of national food security. Around 70% of people rely on agricultural sector, including subsector of crop, horticulture, plantation, husbandry, and fishery . The study is purposed : (1) to understand the farmer motivation in growing local variety; (2) to analyze the correlation between selected factors d (ie.: seed availability , last year rice productivity, and rice price) and farmer motivation to cultivate local variety; and (3) to identify the obstacles of local variety cultivation, The farmers motivation in growing local variety is categorized as medium (score 79.37%). This motivation is also not correlated to the seed availability, last year rice productivity, and rice price. Meanwhile, the brown planthopper outbreak is the biggest challenge. The pest causes dried leaves and stem, which lead to the harvest loss.
Analisis Finansial Usaha Penangkaran Benih Padi Unggul di Desa Penggalaman Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar Winda Sari Auliaturridha; Nina Budiwati; Luki Anjardiani
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v2i1.20381

Abstract

The purposes of this study are to know the implementation of superior paddy seedling farming, and to analize the components of costs, revenues, income, profit and feasibility its farming. Technically, the farming technique of superior paddy between seedling and consumption purpose is almost similiar. The difference is only the seeds for superior paddy's seedling farming use the Stock Seeds (SS) class. The survey technique was used, and 43 farmers, who grew superior paddy for seedling purpose on Dry Season 2010, were selected purposively as respondents. The result revealed that he average total cost, production, revenue, income and profit per hectare was Rp 7,543,566; 2,324.37 kg; Rp 10,459,664; Rp 5,452,425; Rp 2,916,098, respectively. The average of RCR value was 1.37, which indicated that the superior paddy's seedling farming was financially feasible. Based on this study, government should determine the policy for certified-seed price certainty, in order to attract the farmers.
Faktor yang Mempengaruhi Peluang Keputusan Pembelian Kentucky Fried Chicken ( KFC ) Cabang Banjarbaru di Kota Banjarbaru Mariana Pebriana Simanjuntak; Nuri Dewi Yanti; Nina Budiwati
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v4i2.21921

Abstract

The consumption is the largest contribution of economic growth . Currently , economic progress has changed the life style and consumption pattern . The demand of high quality food but fast served with affordable price has increased. As a result, the growth of fast food business increases rapidly. This increased demand is an opportunity of fast food business. The study is purposed to: (1) analyze the factor influenced the decision probability to purchase the KFC's products; and (2) to excavate the consumer decision process to purchase. The population the resident of four administrative villages (kelurahan) which has highest population density in Kota Banjarbaru, that are: Komet, Sungai Ulin, Kemuning and Loktabat Selatan. The disproporsional random sampling was applied to select 25 respondents fro m each village, hence 100 respondents were involved in this study. Based on the logistic regression, it is estimated that income and age significantly influence the probability to purchase. The information gathered from self-seeking and is mass media also influence the probability. The decision process and time to purchase are highly depending on the situation. The 71.67% of respondents are satisfied with the decision and all respondents repurchase the product during the last 3 months.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Partisipasi Petani Karet dalam Kegiatan Koperasi Unit Desa (KUO) Rawa Subur di Desa Mantimin Kecamatan Batumandi Kabupaten Balangan Suherli Suherli; Suprijanto Suprijanto; Nina Budiwati
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v5i2.21952

Abstract

Cooperative is a form of social profit organization that is aimed to improve the welfare of its members through various forms of business. Participating farmers are farmers who own land and registered as a member of KUO. This cooperative providescredit to the members in order to finance member's productive businesses. The study determines the level of member participation, and identifiesthe factors related to farmer participation on KUO activities in Oesa Mantimin. The studyfinds that the level of farmer participation can be classified in the category of medium. In addition, there is a significant correlation between age and participation, but no significant correlation on education level and land acreage
Persepsi Ibu Rumah Tangga terhadap Pembelian Kerupuk di Kota Banjarbaru Reny Wijayanti; Nina Budiwati; Djoko Santoso
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v2i2.20593

Abstract

The study is aimed to know the consumer decision choice on cracker related to price, income level, occupation and ethnicity; to know the most favorite cracker; and to know housewives perception on cracker quality in Banjarbaru Municipality. Primary and secondary data were used in the study. Respondents were selected through multistage random sampling.In Banjarbaru, there are 7 types of crackers available based on its specific ingredient, i.e.: shrimp, fish, rambak (cowhide), wheat, onion, terasi (fermented shrimp), and sweet potato. The level of preference from the highest are shrimp cracker, followed by fish, rambak, onion, and wheat cracker. Terasi and sweat potato are the less favorite cracker.Coefficient correlation of Spearman’s rank was used to know housewives perception on cracker quality. The coefficient is 8.99 and significant, which mean that there is a positive correlation between the housewives perception and cracker quality.
Co-Authors Abdurrahman Abdurrahman Abdussamad Abdussamad Adi Adi Agus Agus Agus Tri Handayani Ahmad Yousuf Kurniawan Amelia Amelia Andri Hidayat Arif Sabila Rosyad Artahnan Aid Aslamiah Aslamiah Asmawati Asmawati Ayda Iriani Ayu Yuli Yanti Bayu Nurkholis Bela Tiara Bella Anggraini Borneo Ayu Apriyani Dhea Widyasari Djoko Santoso Edwin Thomas Ramadhany Eka Husna Aulia Eka Radiah Emy Rahmawati Erma Fuzianti Eva Dwi Suryati Fadhillah Saputra Ferrianta, Yudi Ferry Julianandra Hairi Firmansyah Hairin Fajeri Hamdani I Ketut Gegel Ruci Riasa Insinul Riki Kamiliah Wilda Komariah Komariah Lalan Suprila Leni Anggriani Luki Anjardiani mahdaniah mahdaniah Mahrita Mahrita Marhamah Marhamah Mariana Pebriana Simanjuntak Mariani Mariani Masyhudah Rosni Meidila Mazaya Amajida Mira Yulianti Mochammad Misbakhul Khoiron Mufi Jatur Rahmi Muhammad Amin Badali Muhammad Ariza Fahlefi Alfadillah Muhammad Fauzi Muhammad Firdaus Muhammad Hamdani Muhammad Husaini Muhammad Husaini Muhammad Lutfi Hapiz Muhammad Mubasyir Muhammad Rifani Muzdalifah Muzdalifah Nor Asiyah Nor Latifah Novia Rahmadanti Noviani Wulandari Nur Anisah Nur Rusdi Utami Nurin Nisa Farah Diena Nurlina Ayu Hasanah Nurlina Nurlina Nurmelati Septiana Nurul Fitriani Purnama Sari Rahman Robiansyah Rahmat Rizkianor Rahmatullah Ridhani Raihanah Raihanah Rayyan Reyhan Anwar Reny Wijayanti Rifiana Rifiana Ristiani Ristiani Rita Puspitasari Saputra, Riza Adrianoor Shofia Maulida Sidiq Rahmadi Sriyono Sriyono Suherli Suherli Suprijanto Suprijanto Syarbini, Muhammad Tasya Hulwa Laili Wahyu Putri Tasya Zhara Prillia Tegar Rosyadi Umi Salawati Untung Santoso Usamah Hanafie Widiyas Astuti Winda Sari Auliaturridha Yanti, Nuri Dewi Yusuf Azis Zulkarnain Zulkarnain