Claim Missing Document
Check
Articles

Media Video Blogging pada Microlearning Materi Mitigasi Bencana Muhammad Ilham Athalla Naufal Susantyo; Alfi Sahrina; Hadi Soekamto; Syamsul Bachri
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol. 6 No. 1 (2023): Mei
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jippg.v6i1.59677

Abstract

Penelitian ini didasari atas materi mitigasi bencana yang perlu pemahaman nyata, namun ditemukan kendala berupa keterbatasan ruang dan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan media vlog (video blogging) pada microlearning materi mitigasi bencana. Penelitian dilakukan dengan inovasi teknologi dan microlearning berupa vlog. Media seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter siswa. Pengembangan dilakukan dengan model ADDIE. Subjek penelitian terdiri dari siswa-siswi pada kelas XI IPS 4 dan satu guru Geografi. Metode pengumpulan data dengan angket. Analisis data dilakukan pada hasil validasi berupa kritik serta saran dengan angket terbuka dan data tanggapan oleh guru dan siswa dengan angket semi terbuka sebagai bentuk data kualitatif dan kuantitatif. Validasi memperoleh rekomendasi “sangat layak” oleh ahli media dan “layak dengan revisi kecil” oleh ahli materi dan dilakukan revisi. Tanggapan pada tahap implementasi diperoleh skor rata-rata 89% oleh siswa dan 95% oleh guru yang keduanya termasuk dalam kualifikasi “sangat baik” atau sesuai dengan kebutuhan, yang mana media dapat menjadi alat bantu pembelajaran dan acuan penelitian lanjutan terkait kekurangan. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat memberikan tools tambahan sebagai wadah untuk peserta didik jika ingin mempelajari materi yang lebih dalam.
Pengaruh model discovery learning berbantuan video terhadap keterampilan berpikir kritis siswa Didik Gunawan; Hadi Soekamto; Alfi Sahrina; Yusuf Suharto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i6p626-635

Abstract

Discovery learning is a scientific learning model that is suitable to train students in critical thinking. Video assistance on several learning syntaxes can support students' critical thinking skills, because they can encourage motivation and complement students' experiences in learning. The study was conducted to determine the effect of the video-assisted discovery learning model on students' critical thinking skills. The method used is a quasi-experimental posttest-only control group design which was carried out at SMAN 1 Batu semester 2021/2022. The subjects of study are XI IPS 4 control class and XI IPS 5 experimental class. Collecting data using essay tests. Data were analyzed using a t-test and obtained sig. (2-tailed) 0.00 less than equal to 0.05, so H1 can be accepted, and H0 can be rejected, which means that the video-assisted discovery learning model affects students' critical thinking skills. The findings of this study are that the syntax that has the most influence on student's critical thinking skills is the data collection which raises three critical thinking indicators, followed by problem statement and verification with two critical thinking indicators. Furthermore, the syntax of stimulation, data processing, and generalization each appear as indicators of critical thinking. Another finding from this study is that gender also makes a difference in critical thinking skills, where female students get critical thinking scores above male students due to their different ways of thinking and learning styles. Discovery learning merupakan model pembelajaran saintifik yang cocok melatih siswa dalam berpikir kritis. Bantuan video pada beberapa sintaks pembelajaran mampu menunjang keterampilan berpikir kritis siswa, karena mampu mendorong motivasi dan melengkapi pengalaman siswa dalam pembelajaran. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh model discovery learning berbantuan video terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Metode yang dipergunakan yaitu eksperimen semu desain posttest-only control group yang dilaksanakan di SMAN 1 Batu semester genap 2021/2022. Subjek dari penelitian yaitu XI IPS 4 kelas kontrol dan XI IPS 5 kelas eksperimen. Pengumpulan data menggunakan instrument tes berupa soal essay. Data dianalisis menggunakan uji-t dan diperoleh sig. (2-tailed) 0.00 kurang dari sama dengan 0.05, sehingga H1 dapat diterima, H0 dapat ditolak, yang berarti model discovery learning berbantuan video lebih berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Temuan dari penelitian ini yaitu sintaks yang paling berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis siswa adalah sintaks data collection yang memunculkan tiga indikator berpikir kritis, kemudian diikuti sintaks problem statement dan verification dengan dua indikator berpikir kritis. Selanjutnya sintaks stimulation, data processing, dan generalization masing-masing muncul satu indikator berpikir kritis. Temuan lain dari penelitian ini yakni gender juga membuat perbedaan terhadap keterampilan berpikir kritis, di mana siswa perempuan memperoleh skor berpikir kritis di atas siswa laki-laki yang disebabkan oleh cara berpikir dan gaya belajar keduanya yang berbeda.
Pengaruh lama pengalaman mengajar terhadap keterampilan menjelaskan seorang guru Ulya Rosida; Rooslya Melinda Pratiwi; Sardya Farnanda Natagara; Ulya Furoidah Andari; Widya Ayu Rarassita Dewi; Rissa Permata Sari; Hadi Soekamto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i6p636-640

Abstract

One important component of education is the teacher. The teacher has an important role in teaching and learning activities in the classroom. Therefore, the role of a teacher is very necessary in supporting the achievement of educational goals in schools. In the learning process activities, a teacher is required to be able to master every material that will be taught and connect other knowledge that has a relationship with the material being taught. The length of a teacher's teaching experience can be a benchmark in assessing a teacher's explaining skills when carrying out learning. The purpose of this research is to find out whether there is an effect of length of teaching experience on a teacher's explaining skills. This study uses a type of quantitative research. The population in this study were teachers from several high schools in Malang Raya with a target of 30 teachers (Malang 9 State High School, Malang National High School, Muhammadiyah 3 Batu City High School, and Immanuel High School Batu City) selected randomly. The results of the study show that teachers have different backgrounds, coming from the field of education, some are non-educational, of course this also affects them. Thus, in this study it can be said that the length of teaching experience has no effect on the skills of explaining material during learning, but it is not significant. Salah satu komponen penting pendidikan adalah guru. Guru memiliki peran penting dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Maka dari itu, peran seorang guru sangat diperlukan dalam menunjang pencapaian tujuan pendidikan di sekolah. Dalam kegiatan proses pembelajaran, seorang guru dituntut mampu menguasai setiap materi yang akan diajarkan serta menghubungkan pengetahuan lain yang memiliki hubungan dengan materi yang sedang diajarkan. Lama pengalaman mengajar seorang guru dapat menjadi tolak ukur dalam menilai keterampilan menjelaskan seorang guru pada saat melaksanakan pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh lama pengalaman mengajar terhadap keterampilan menjelaskan seorang guru. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah guru beberapa SMA di Malang Raya dengan target 30 guru (SMA Negeri 9 Malang, SMA Nasional Malang, SMA Muhammadiyah 3 Kota Batu, dan SMA Immanuel Kota Batu) dipilih secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki latar belakang yang berbeda beda berasal dari bidang pendidikan ada juga yang non kependidikan tentunya hal tersebut juga mempengaruhi. Dengan demikian, pada penelitian ini dapat dikatakan bahwa lama pengalaman mengajar tidak berpengaruh terhadap keterampilan menjelaskan materi pada saat pembelajaran, namun tidak signifikan.
Pengembangan media video animasi berbasis audio visual powtoon pada materi siklus air M. Hadi Satria; Hadi Soekamto; Alfi Sahrina; Dwiyono Hari Utomo
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i6p667-681

Abstract

This research is motivated by students' needs for animated video media as a support for complex and abstract water cycle material that is difficult for students to understand. This study aims to produce media in the form of animated videos that have superior components in the form of additional material, "Human activities that can affect the water cycle", News Videos and Voice Over language which are based on the development of deficiencies in previous media. This development research only reaches the stage of media feasibility testing using the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) development model and uses formative evaluation to review each stage of development. The validation results on Powtoon animated video media from the material aspect got a percentage of 86 percent and from the media aspect got a percentage of 85 percent. The average of the overall validation test got a percentage of 85 percent which is classified as "Very Feasible". The trial was carried out to 10 students who received a total average of 85.4 percent which was classified as "Very Feasible" which then proceeded to the implementation stage by applying media in the learning process and providing questionnaires to students to get a response in the form of a score and get the final result in the form of an overall average of 82 percent which is classified as "Very Feasible". The main components of this Powtoon animated video media are: 1). News videos got a percentage of eligibility of 85 percent, 2). Additional material "Human activities that can affect the water cycle", got a feasibility of 82 percent, and 3). Voice Over languages, got an eligibility percentage of 86 percent. The results obtained show that the Powtoon animated video media is very feasible to use in the learning process of geography. Penelitian ini dilatarbelakangi kebutuhan siswa terhadap media video animasi sebagai penunjang materi siklus air yang bersifat komplek dan abstrak yang sukar dipahami siswa. Penelitian ini bertujuan menghasilkan media berupa video animasi yang memiliki komponen keunggulan berupa materi tambahan “Aktivitas manusia yang dapat mempengaruhi siklus air”, Video Berita dan bahasa Voice Over yang didasarkan atas pengembangan kekurangan pada media terdahulu. Penelitian pengembangan ini hanya sampai pada tahap uji kelayakan media yang menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) dan menggunakan evaluasi formatif guna meninjau setiap tahapan pengembangan. Hasil validasi pada media video animasi Powtoon dari aspek materi mendapat persentase sebesar 86 persen dan dari aspek media mendapat persentase sebesar 85 persen. Perolehan rata-rata keseluruhan uji validasi mendapat persentase sebesar 85 persen yang tergolong “Sangat Layak”. Uji coba dilakukan kepada 10 siswa yang mendapat rata-rata total sebesar 85,4 persen yang tergolong “Sangat Layak” yang kemudian dilanjutkan ke tahap implementasi dengan menerapkan media dalam proses pembelajaran dan memberikan angket kepada siswa untuk memperoleh respon berupa skor dan mendapatkan hasil akhir berupa rata-rata keseluruhan yaitu sebesar 82 persen yang tergolong “Sangat Layak”. Komponen unggulan media video animasi Powtoon ini yakni; 1). Video berita, mendapat persentase kelayakan sebesar 85 persen, 2). Materi tambahan “Aktivitas manusia yang dapat mempengaruhi siklus air”, mendapat kelayakan sebesar 82 persen, dan 3). Bahasa Voice Over, mendapat persentase kelayakan sebesar 86 persen. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa media video animasi Powtoon sangat layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran geografi.
Model Problem Based Learning berbantuan video berita: Pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir kritis pada siswa SMA Fetricia Fetricia; Hadi Soekamto; Djoko Soelistijo; Dwiyono Hari Utomo
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 7 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i7p741-752

Abstract

Critical thinking skills are important for students to solve problems in daily life. The PBL model assisted by news based on video is one of the learning models that in accordance with the demands of curriculum 2013 to improve student's critical thinking skills. This study aims to determine whether or not there is an effect of the PBL model assisted by news based on video for critical thinking skills of high school students. This research is a quasi-experiment by applying a post-test only control group design. The subjects in this study amounted to 66 peoples. Dataa analysis using independentt sample t-test with test results known to be 0.023 less than 0.05, then H0 is rejected and H1 is accepted. The results show that there is an effect of the PBL model assisted by news based on video on the critical thinking skills of high school students. Researchers also compared the average scores of critical thinking skills tests by gender. The resultss showed that the average score of female students was higher than the male students. The reason is the cognitive abilities, problem solving and motivation of female studentss are higher than male students. Kemampuan berpikir kritis penting dimiliki siswa untuk menyelesaikan masalah di kehidupan sehari-hari. Model PBL berbantuan video berita merupakan salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak ada pengaruh model PBL berbantuan video berita terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan menerapkan post-test only control group design. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 66 orang. Analisis dataa menggunakan independentt sample t-test dengan hasil pengujian diketahui 0,023 kurang dari 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model PBL berbantuan video berita terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA. Peneliti juga membandingkan nilai rata-rata tes kemampuan berpikir kritis berdasarkan gender. Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa perempuan lebih tinggi dibandingkan siswa laki-laki. Penyebabnya yaitu kemampuan kognitif, pemecahan masalah dan motivasi siswaa perempuan lebih tinggii dibandingkan siswa laki-laki.
Pengaruh penerapan komponen membuka dan menutup pelajaran terhadap keberhasilan pembelajaran Hadi Soekamto; Selfiana Dhenti; Sintha Nuria; Sonia Nabila; Theresya Yozha Delima; Umi Fadhila Marshanda
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i8p809-816

Abstract

One of the basic teaching skills that play an important role in the continuity of the teaching and learning process is the skill of opening and closing lessons. The research aims to determine the impact of using fundamental skills to begin and end classes on student learning. Descriptive quantitative research is the type of study being conducted. Interviews and observation logs are two data collection methods. Thirty teachers from various educational institutes made up the samples that were collected. In this study, teaching experience is the independent variable (X), and the ability to start and close lessons is the dependent variable (Y). A simple linear regression test was one of the SPSS tests utilized by the researchers. The significance value (Sign.) for this study, which is greater than 0.05, is 0.577, according to the findings. This seal's foundation is the t value, which is known to be -0.564. This seal is based on the t value: since the t value is known to be -0.564 t table 2.048, it can be concluded that the teaching experience variable (X) has no effect on the opening and closing skills variable (Y). Keterampilan dasar mengajar yang berperan penting terhadap kelangsungan kegiatan belajar mengajar yaitu keterampilan membuka dan menutup pelajaran. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk melihat bagaimana ada tidaknya pengaruh penerapan keterampilan dasar membuka dan menutup pelajaran terhadap keberhasilan belajar. Jenis penelitian yang dilakukan ialah penelitian kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik lembar observasi dan wawancara. Sampel berupa 30 guru dengan instansi mengajar yang berbeda-beda. Penelitian ini menggunakan variabel bebas (X) yaitu pengalaman mengajar, sementara itu untuk variabel terikat (Y) adalah keterampilan membuka dan menutup pelajaran. Peneliti menggunakan berbagai uji SPSS salah satunya adalah uji regresi linear sederhana. Hasil dalam perhitungan yang dilakukan dengan diketahui nilai signifikansi (Sign.) diperoleh sebesar 0,577 yang berarti lebih besar dari 0,05. Selain itu, berdasarkan perhitungan nilai (t) diketahui bahwa nilai t hitung adalah -0,564, t tabel 2.048, dapat disimpulkan bahwa variabel pengalaman mengajar (X) tidak berpengaruh terhadap variabel keterampilan membuka dan menutup pelajaran (Y).
Studi komparasi model guided discovery learning dan model problem based learning terhadap kemampuan berpikir analitis siswa pada mata pelajaran geografi Rissa Permata Sari; Fatiya Rosyida; Hadi Soekamto; I Komang Astina; Eka Anita Putri
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i8p859-870

Abstract

This study aims to determine differences in students' analytical thinking abilities using the Guided Discovery Learning model and the Problem-Based Learning Model in Geography subjects in high school. The ability to think analytically is essential for students in learning geography because it is needed to analyze the spatial relations of a phenomenon. Discovery activities in this study made students gain new knowledge. The research is in the form of a quasi-experiment in the form of a posttest-only control group design. This research was conducted at SMAN 4 Malang with a sample of X IPS 3 (experiment 1) and X IPS 4 (experiment 2) in the odd semester of 2022/2023. Measurement of analytical thinking ability through a description test according to indicators of analytical thinking ability. The data analysis technique used the t-test, previously, the prerequisite tests were carried out, namely the normality and homogeneity tests. The results showed that there were differences in students' analytical thinking skills using the Guided Discovery Learning model and the Problem-Based Learning model. This was indicated by the Sig. hypothesis test of 0.001 less than 0.05. The Guided Discovery Learning model is better than the Problem-Based Learning Model for students' analytical thinking skills. This is evidenced by the average posttest score of experimental class 1, which received the learning treatment with the Guided Discovery Learning Model of 80.58. While practical class 2 which received the learning treatment with the Problem-Based Learning Model, obtained an average score of 72.71. Several factors influenced the average value of analytical thinking skills in experimental class 1 to be higher than in practical class 2, namely the success of students in solving geographic problems through group investigations in the Guided Discovery Learning model and the aid of the learning media used, namely Sparkol Video scribe. The application of the Guided Discovery Learning model and the Problem-Based Learning Model requires a long time. Therefore, proper preparation and time management are required before implementation. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir analitis siswa dengan menggunakan model Guided Discovery Learning dan Model Problem Based Learning pada mata pelajaran Geografi di SMA. Kemampuan berpikir analitis penting dimiliki siswa dalam pembelajaran geografi karena dibutuhkan untuk menganalisis relasi keruangan dari suatu fenomena. Kegiatan penemuan dalam penelitian ini membuat siswa mendapatkan pengetahuan baru. Penelitian berupa quasi experiment bentuk posttest only control group design. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 4 Malang dengan sampel X IPS 3 (eksperimen 1) dan X IPS 4 (eksperimen 2) pada semester ganjil 2022/2023. Pengukuran kemampuan berpikir analitis melalui tes uraian sesuai dengan indikator kemampuan berpikir analitis. Teknik analisis data menggunakan uji-t, sebelumnya dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir analitis siswa dengan menggunakan model Guided Discovery Learning dan Model Problem Based Learning, hal ini ditunjukan dengan nilai Sig. uji hipotesis sebesar 0,001 kurang dari 0,05. Model Guided Discovery Learning lebih baik dibandingkan Model Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir analitis siswa. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata nilai posttest kelas eksperimen 1 yang mendapat perlakuan pembelajaran dengan Model Guided Discovery Learning sebesar 80,58. Sedangkan kelas eksperimen 2 yang mendapatkan perlakuan pembelajaran dengan Model Problem Based Learning memperoleh rata-rata nilai sebesar 72,71. Beberapa faktor yang mempengaruhi rata-rata nilai kemampuan berpikir analitis kelas eksperimen 1 lebih tinggi daripada kelas eksperimen 2 adalah keberhasilan siswa dalam memecahkan permasalahan geografi melalui penyelidikan kelompok pada model Guided Discovery Learning dan bantuan media pembelajaran yang diterapkan yaitu Sparkol Videoscribe. Penerapan model Guided Discovery Learning dan Model Problem Based Learning memerlukan waktu yang lama. Maka dari itu diperlukan persiapan dan pengelolaan waktu yang baik sebelum diimplementasikan.
Komparasi model guided discovery dan model guided inquiry: Pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir analitis siswa SMA Anggun Faradila Sandi; Hadi Soekamto; Syamsul Bachri; Yuswanti Ariani Wirahayu
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i8p871-879

Abstract

One of the Importance of analytical thinking skills is needed on 21st-century learning and is a higher order thinking ability required in the 20133 curriculum. So this ability is needed in geography learning to prepare students to face everyday life's challenges. Efforts to influence it can be done through guided discovery learning and guided inquiry learning. The two models require students to actively participate in learning activities in order to acquire analytical thinking skills. This research aims to compare which of the two models is superior for developing analytical thinking skills. Researchers use quasy experiments with design post-test only control group. The research subjects are 11 IPS 1 as experimental class 1 and 11 IPS 2 as experimental class 2. The research sites in SMAN 8 Malang. The students’ analytical thinking skills were measured using 11 essay questions that were valid and reliable. The data analysis using independent sample t-test. The t-test result shows significance 0,034 less than equal to 0,05 so that H0 was rejected, H1 was received. That matter concluded that there is a difference in analytical thinking skills of experimental student one and experimental student two. The result also shows the guided inquiry model is superior to the guided discovery model. The reason is that there is a syntax to formulate a hypothesis on the guided inquiry model so that affects students’ analytical thinking skills. Pentingnya kemampuan berpikir analitis salah satunya dibutuhkan pada pembelajaran abad 21 dan merupakan kemampuan tingkat tinggi yang diperlukan pada kurikulum geografi 2013. Sehingga kemampuan ini dibutuhkan dalam pembelajaran geografi untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari. Upaya dalam mempengaruhinya dapat dilakukan melalui model guided discovery dan model guided inquiry. Kedua model tersebut menuntut siswa untuk berpartisipasi aktif pada kegiatan pembelajaran guna memperoleh kemampuan berpikir analitis. Tujuan studi ini adalah mengkomparasikan kedua model tersebut mana yang lebih unggul untuk mengembangkan kemampuan berpikir analitis siswa. Peneliti menggunakan Quasy Experiment dengan Design Posttest Only Control Group. Subjek penelitian adalah siswa kelas 11 IPS 1 sebagai kelas eksperimen 1 dan 11 IPS 2 sebagai kelas eksperimen 2, adapun lokasi penelitian di SMAN 8 Malang. Kemampuan berpikir analitis siswa diukur dengan 11 soal esai yang telah valid serta reliabel. Analisis Data menggunakan uji independent sample t-test. hasil uji t-test menujukkan signifikansi 0,034 kurang dari sama dengan 0,05 sehingga H0 ditolak, H1 diterima. Hal tersebut disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir analitis siswa eksperimen 1 dan siswa Eksperimen 2. Hasil juga menjukkan model guided inquiry lebih unggul dibandingkan model guided discovery. Penyebabnya adalah terdapat sintak merumuskan hipotesis pada model guided inquiry sehingga lebih mempengaruhi kemampuan berpikir analitis siswa.
Hambatan serta upaya guru geografi dalam melaksanakan pembelajaran pada masa pandemi COVID-19 di SMA Negeri Kota dan Kabupaten Pasuruan M. Syahidan Wahdin Wijaya; Fatiya Rosyida; Nailul Insani; Hadi Soekamto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i8p893-905

Abstract

The emergence of the COVID-19 pandemic in Indonesia has caused changes in the learning system. This creates obstacles for teachers, students, and guardians of students. The study aimed to obtain various information about barriers and the efforts made by teachers in the bold learning process (on the network) or online at SMAN Pasuruan. The method used in this research is a quantitative descriptive method. The population in the study were geography teachers at SMAN Kota and Kabupaten Pasuruan. The data collection technique used a closed questionnaire of 28 items to determine the obstacles experienced by the teacher and an open questionnaire of 28 items to determine the efforts made by the teacher. Data analysis used a descriptive percentage technique. Based on the results of research conducted, it can be seen that 70 percent of teachers are hampered. The obstacles experienced by teachers are divided into three indicators, namely: 1) learning planning, in learning planning, 26.6 percent of teachers are hampered, 2) learning implementation, in the implementation of learning, 63.3 percent are hampered teachers, 3) learning and learning evaluation in the assessment and evaluation of learning, it is known that 59.9 percent of teachers are hampered. Suggestions for further researchers to use data collection with interviews so that the results obtained are more in-depth and detailed. Kemunculan pandemi COVID-19 di Indonesia menyebabkan perubahan sistem pembelajaran. Hal tersebut memunculkan hambatan bagi pengajar, murid, dan wali murid. Tujuan penelitian untuk mendapatkan berbagai informasi tentang hambatan serta upaya yang dilakukan pengajar dalam proses pembelajaran daring (dalam jaringan) atau online di SMAN Pasuruan. Metode yang dipakai dalam penelitian berupa metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian adalah guru geografi SMAN Kota dan Kabupaten Pasuruan. Teknik pengumpulan data menggunakan angket tertutup sejumlah 28 butir soal untuk mengetahui hambatan yang dialami guru dan angket terbuka sejumlah 28 butir soal untuk mengetahui upaya yang dilakukan guru. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif persentase. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa sebesar 70 persen guru yang terhambat. Hambatan yang dialami guru dibagi menjadi tiga indikator, yaitu: 1) perencanaan pembelajaran, dalam perencanaan pembelajaran diketahui sebesar 26,6 persen guru yang terhambat, 2) pelaksanaan pembelajaran, dalam pelaksanaan pembelajaran diketahui sebesar 63,3 persen guru yang terhambat, 3) penilaian dan evaluasi pembelajaran, dalam penilaian dan evaluasi pembelajaran diketahui sebesar 59,9 persen guru yang terhambat. Saran bagi peneliti selanjutnya agar menggunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara, supaya hasil yang diperoleh lebih mendalam dan detail.
Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa Inaisya Putri Hartono; Yusuf Suharto; Alfi Sahrina; Hadi Soekamto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i8p918-931

Abstract

One of the essential skills in 21st-century learning is critical thinking skills. Critical thinking skills can be developed by using problem-based learning model. The low critical thinking ability of students is caused by teacher-centered learning. The problem-based learning (PBL) model is one way to enhance critical thinking skills. This research aims to investigate the effect of PBL model on the critical thinking skills of SMAN 1 Dander. Students of grades XI Sosial 1 were set as the experimental class and XI Social 2 were set as control class to perform a quasi-experimental approach with a pretest-posttest control group design. A total of 10 essay questions based of indicator of critical thinking skills were used as the research instrument. The results revealed that the gain score achieved by the experimental class was higher than the control class by 40.9 percent and 3.3 percent. Independent sample t-test data analysis technique was used in this research with a significance value of 0.00 less than 0.05 and the average value of experimental class was higher than the control class indicating that PBL model had an effect on students’ critical thinking skills, specifically on the topic of “Types and Natural Disaster Countermeasures”. Salah satu keterampilan penting dalam pembelajaran abad 21 adalah kemampuan berpikir kritis. Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat kepada guru (teacher centered). Kemampuan berpikir kritis dapat dikembangkan dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian pretest-posttest control group design. Subjek penelitian ini adalah siswa SMAN 1 Dander kelas XI IPS 1 sebagai kelas eksperimen dan XI IPS 2 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa soal essay dengan jumlah 10 soal berdasarkan indikator kemampuan berpikir kritis. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, gain score kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol, yaitu 40,9 persen dan 3,3 persen. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah independent sample t-test dengan nilai signifikansi 0.00 kurang dari 0.05 dan nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol sehingga dalam hal ini model pembelajaran berbasis masalah berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi jenis dan penanggulangan bencana alam.
Co-Authors Abbas Abd Ali Abbood Ach. Amirudin Achmad Amirudin Alexey Yumashev Alfyananda Kurnia Putra Alya Qhutra Nada Salym Angelina Kvitkovskaja Anggraini, Shinta Dea Anggun Faradila Sandi Asyarifah, Runing Fikriyah Ayu, Yasmin Fajar Putri A’yun, Syafuroh Qurroti Baby, Krisnawati Budi Handoyo Cahyono, Triya Bagus Denis Grachev Dian Nofita Sari Didik Gunawan Didik Taryana Diky Al Khalidy Dwi Komala Dewi Dwiyono Hari Utomo Edisty Anindira Patranita Eka Anita Putri Ella Pertiwi Evgeniy Kostyrin Fadila Sugi Muliawati Fahmi, Nur Faillah, Udi Fatiya Rosyida, Fatiya Fetricia Fetricia Firdyan, Lingga Zuama Gafia, Syamsudin Hani Fuddin Hartono, Rudi heppy mafudhotul auwaliyah I Komang Astina Ibnu Fajar Ida Kurniawati Ifan Deffinika Imam Arifa’illah Syaiful Huda Inaisya Putri Hartono Indah Suprehhati Indra Dwi Prasetya Irina Nikolaeva Joice Zhenrike Memmase Kamalia, Lisa Kamilatun Nisa Khairunisa, Tasya Khoirunnisa Hindiyati Kholifah, Evalia Nurul Kiki Febrianti Kristanti, Queentasya Vanti Dian Kurnia, Alfyananda Lailatul Fitriyah Laily Fitriani Listyo Yudha Irawan M. Hadi Satria M. Syahidan Wahdin Wijaya Mardiani, Sella Marhadi Slamet Kistiyanto Masruroh, Heni Meliana Sasi Madyaningtyas Mikhail Kosov Miranda Islami Mohammad Adam Firdaus Mohammad Adhi Wicaksana Mufid Zahir Hilmi Muhammad Ayub Djoda Muhammad Dimas Aqshal Syafatullah Muhammad Ilham Athalla Naufal Susantyo Nabilatul Afiyah Nafila Ratna Romaita Nahr, Zur’ata Asykurian Nailul Insani Naralita, Nevi Natalia Lazareva Natalya Nikitina Nisa, Arivianti Qoirun Nisa, Kamilatun Nisa’, Nur Kholifatun Nur Hidayanti Permita Luana Diyah Syaibana Pertiwi, Ella Pranardia, Luna Pratiwi, Shintya Purnamasari, Wulan Safriani Purnomo, Helen Puteri, Yuditha Oktaviane Putri, Denok Pangestudika Arum Queentasya Vanti Dian Kristianti Rachel Michellia Rahma, Nisa Aulia Ramadhan, Aditya Rasya Aji Firdaus Putra Reinaldi Hasiholan Butarbutar Rendi Dwi Nugraha Rissa Permata Sari Robby Hilmi Rachmadian Rooslya Melinda Pratiwi Safitri, Wilis Sukma Safitri, Yunita Eka Sahrina, Alfi Sardya Farnanda Natagara Satti Wagistina Selfiana Dhenti Sephia Nanda Setyaningrum Septian Alfa Risky Pratama Setyasih, Iya Sharina Osman Sintha Nuria Soelistijo, Djoko Sonia Nabila Suci Nurhijjah Sudarno Herlambang Syaifulloh, Mochammad Syamsul Bachri Theresya Yozha Delima Tuti Mutia Ulya Furoidah Andari Ulya Rosida Umi Fadhila Marshanda Wahyuningsih, Niken Widya Ayu Rarassita Dewi Wilis Sukma Safitri Wulandari, Linis Tri Wulandhari, Wenni Yusuf Suharto Yuswanti Ariani Wirahayu Zumarotul Azifah