Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH SENYAWA PENGIMBAS DAN EKSPRESI GEN TERHADAP CEKAMAN KEKERINGAN PADA CASSAVA (Manihot esculenta Crantz.) Nur Aisyah Amini; Endang Nurcahyani
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3302

Abstract

Cassava (Manihot esculenta Crantz.) is the sixth most important crop based on annual production. Its ability to survive and produce in unfavorable environments is one of the reasons cassava has major constraints in drought and soil fertility. In cassava plants experiencing drought stress will inhibit cell division which will further inhibit the development of young leaves. Breeding of cassava plants needs to be done to maintain cassava productivity, both on dry land. The most effective breeding technique for cassava plants is by using molecular techniques and also applying compounds that are tolerant to drought stress. The purpose of this review journal is to find out what types of genes and compounds can be used by plants to proect cassava from drought stress. Reviews in various journals indicate that PEG 6000 and Atonic Growth Regulatory Substances (ZPT) are compounds that are tolerant to drought stress and the genes that play an important role for drought resistance in cassava are the WIN1 gene (Wax Inducer1) and the MeRAVs gene which functions to increase efficiency use of water by modifying the diffusive properties of the leaves because of the accumulation of wax in large amounts.Keywords: cassava, drough stress; inducer compound, PEG 6000, resistance gene INTISARI Cassava (Manihot esculenta Crantz.) merupakan tanaman terpenting keenam berdasarkan produksi tahunan. Kemampuannya untuk bertahan hidup dan berproduksi di lingkungan yang tidak menguntungkan menjadi salah satu alasan mengapa cassava penting sebagai tanaman pangan pokok. Cassava memiliki kendala utama berupa kekeringan dan kesuburan tanah. Pada tanaman cassava yang mengalami cekaman kekeringan akan menghambat pembelahan sel yang selanjutnya akan menghambat perkembangan daun muda. Pembibitan tanaman cassava perlu dilakukan untuk menjaga produktivitas cassava , baik di lahan kering. Teknik pemuliaan yang paling efektif untuk tanaman cassava adalah dengan teknik molekuler dan juga pemberian senyawa yang toleran terhadap cekaman kekeringan. Tujuan dari jurnal review ini adalah untuk mengetahui jenis gen dan senyawa apa saja yang dapat digunakan tanaman untuk melindungi cassava dari cekaman kekeringan. Ulasan di berbagai jurnal menunjukkan bahwa PEG 6000 dan Zat Pengatur Tumbuh Atonic (ZPT) adalah senyawa yang toleran terhadap cekaman kekeringan dan gen yang berperan penting untuk ketahanan kekeringan pada singkong adalah gen WIN1 (Wax Inducer1) dan gen MeRAVs yang berfungsi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air dengan memodifikasi sifat difusi daun karena akumulasi lilin dalam jumlah banyak.Kata kunci: cassava, cekaman kekeringan, senyawa pengimbas, PEG 6000, gen ketahanan
ANALISIS KANDUNGAN KARBOHIDRAT TERLARUT TOTAL PLANLET JERUK KEPROK BW (Citrus reticulata Blanco) SETELAH DIINDUKSI LARUTAN ATONIK DALAM KONDISI CEKAMAN KEKERINGAN SECARA IN VITRO Ni Made Nada Elsika; Endang Nurcahyani; Yulianty Yulianty; Sri Wahyuningsih
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3300

Abstract

Tangerine BW (Citrus reticulata Blanco) is cultivated in lampung province. The obstacle is the low level of rainfall which causes water availability to decrease and soil conditions to become dry. Atonic is used as growth regulator. Peg 6000 can reduce osmotic potential so that water availability is reduced and mimic drought stress conditions. This study aims to determine the carbohydrate content of bw orange planlets that are resistant to drought stress. this research was conducted from January to march 2021 in the in vitro room botany laboratory, department of biology, faculty of mathematics and natural sciences, university of lampung. This study used a factorial complete randomized design, consisting of 2 factors, namely atonic solution with 3 levels of treatment 0ml/l(a1), 3ml/l(a2) and 6ml/l(a3) and PEG 6000 with concentration levels of 0% and 10% with 4 replications. Homogeneity of variance using levene test at 5% real level, then continued with two way factorial anova at 5% real level and honest real difference further test at 5% level. The results showed that combination of 0ml/l atony and 10% peg 6000 can increase the total soluble carbohydrate content in bw orange planlets (Citrus reticulata Blanco).Keywords: atonyc; Citrus reticulata; peg 6000INTISARIJeruk BW (Citrus reticulata Blanco) dibudidayakan di Propinsi Lampung. Kendalanya adalah tingkat curah hujan yang rendah menyebabkan pasokan air menurun dan kondisi tanah menjadi kering. Atonik dipakai sebagai Zat Pengatur Tumbuh. PEG 6000 dapat menurunkan potensial osmotik sehingga ketersedian air berkurang dan menirukan kondisi cekaman kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan karbohidrat planlet jeruk BW yang tahan cekaman kekeringan. Penelitian ini dilaksanakan Januari-Maret 2021 di ruang in vitro, Laboratorium Botani, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial, yang terdiri dari 2 faktor yaitu larutan Atonik dengan 3 taraf perlakuan (0 mL/L (a1), 3 mL/L (a2), 6 mL/L (a3) ) dan PEG 6000 dengan taraf konsentrasi (0% dan 10%) dengan 4 kali ulangan. Homogenitas ragam menggunakan uji Levene pada taraf nyata 5%, kemudian dilanjutkan dengan Uji Two Way Factorial Anova pada taraf nyata 5% dan uji lanjut Beda Nyata Jujur pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan Kombinasi PEG 6000 10% dan atonik 0% dapat meningkatkan kandungan karbohidrat terlarut total pada planlet jeruk BW (Citrus reticulata Blanco). Kata kunci : Atonik; Citrus reticulata; PEG 6000 
RESISTENSI CASSAVA TERHADAP CEKAMAN KEKERINGAN BERDASARKAN PROFIL PROTEIN SDS-PAGE Amirah Afifah Melta; Endang Nurcahyani
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3299

Abstract

Cassava has the potential to be a food source with the highest calories, so it can be eaten as a substitute for rice, corn, and wheat. In addition to the many ingredients found in cassava, there are also production and planting constraints, one of which is drought stress. In overcoming drought stress, resistant compounds such as PEG 6000, NaCl, and ZPT can be used to create drought stress conditions by reducing water supply both in the rhizosphere and other plant parts. The purpose of this review is to identify compounds that are resistant to drought stress in cassava. Based on the results of reviews from several journals, it can be seen that the various concentrations of drought stress used show the variation obtained from plants. The greater the concentration used in creating drought conditions, the greater the possibility that the plant will be damaged both in tissue, morphology, anatomy, and visual. Each plant's response to drought stress is depending on plant variety, location, and tolerance level.  Keywords: cassava, drought stress, protein profile INTISARI Cassava berpotensi sebagai sumber pangan yang memiliki kalori tertinggi, sehingga dapat dikonsumsi sebagai pengganti beras, jagung, dan gandum. Disamping banyaknya kandungan yang dimiliki cassava, juga terdapat kendala produksi dan budidaya salah satunya yaitu cekaman kekeringan. Dalam mengatasi cekaman kekeringan, dapat menggunakan senyawa-senyawa yang resisten seperti PEG 6000, NaCl, dan ZPT untuk menciptakan kondisi cekaman kekeringan dengan cara mengurangi suplai air baik di daerah rizosfer maupun bagian tanaman lain. Tujuan review jurnal ini yaitu untuk mengetahui senyawa yang resisten terhadap cekaman kekeringan pada cassava. Berdasarkan hasil review dari beberapa jurnal dapat diketahui bahwa, beragamnya konsentrasi cekaman kekeringan yang digunakan, menunjukkan variasi yang diperoleh dari tanaman. Semakin besarnya konsentrasi yang digunakan dalam menciptakan kondisi kekeringan, maka semakin besar pula kemungkinan tanaman menjadi rusak baik jaringan, morfologi, anatomi, maupun visualnya. Respon setiap tanaman dalam menanggapi cekaman berbeda-beda, tergantung dengan varietas tanaman, lokasi, dan tingkat toleransinya.Kata kunci: cassava, cekaman kekeringan, profil protein
RESPON PEMBERIAN EKSTRAK TAUGE (Vigna radiata (L.) R. Wilczek) PADA MEDIUM MURASHIGE AND SKOOG TERHADAP PERTUMBUHAN EKSPLAN SAWI HIJAU (Brassica rapa var. parachinensis L.) IN VITRO Sarah Sarah; Endang Nurcahyani; Tundjung Tripeni Handayani; Mahfut Mahfut
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 8 No. 2 (2023): Bioma : Juli - Desember 2023
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sawi hijau (Brassica rapa var. parachinensis L.) merupakan tanaman hortikultura dari kelompok sayur-sayuran yang terus mengalami peningkatan peminat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Perbanyakan sawi hijau secara konvensional dapat menghasilkan produk yang kurang terjamin keamanannya karena penggunaan herbisida dan pestisida berlebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak tauge (Vigna radiata (L.) R.Wilczek) yang paling optimal untuk pertumbuhan eksplan sawi hijau secara in vitro. Variabel yang diamati yaitu persentase jumlah planlet hidup, tinggi planlet, jumlah daun, dan kandungan klorofil. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor berupa ekstrak tauge 5 taraf konsentrasi: 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% dan 5 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan one way ANOVA pada taraf 5%. Jika berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak tauge terhadap pertumbuhan eksplan sawi hijau secara in vitro memberikan pengaruh paling optimal pada konsentrasi 5% di variabel jumlah daun dan kandungan klorofil. Pada konsentrasi ekstrak tauge yang sama tidak memberi pengaruh nyata pada variabel tinggi planlet.
PEMBERIAN EKSTRAK BAWANG MERAH Allium ascalonicum L. SECARA IN VITRO PADA MEDIUM HYPONEX TERHADAP RESPON PERTUMBUHAN PLANLET BUNCIS Phaseolus vulgaris L. Resta Tania; Endang Nurcahyani; Sri Wahyuningsih; Tundjung Tripeni Handayani
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 8 No. 2 (2023): Bioma : Juli - Desember 2023
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan jenis sayuran yang sangat populer sebagai sumber protein nabati dan banyak mengandung vitamin yang perlu dikembangkan secara in vitro, agar produksi semakin meningkat. Pada penelitian ini digunakan medium Hyponex dengan pemberian ekstrak bawang merah yang memiliki kandungan auksin endogen sebagai hormon untuk merangsang pertumbuhan vegetatif suatu tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak bawang merah yang efektif terhadap pertumbuhan planlet P. vulgaris secara in vitro, serta kandungan klorofil a, b, dan total planlet P. vulgaris setelah penambahan ekstrak bawang merah dengan berbagai konsentrasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu faktor yaitu konsentrasi ekstrak bawang merah dengan lima taraf perlakuan: 0%, 7%, 14%, 21%, dan 28%. Data yang diperoleh berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif disajikan dalam bentuk deskriptif komparatif dan didukung foto. Data kuantitatif dihomogenkan menggunakan uji Levene, kemudian data dianalisis ragam ANOVA, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5 %. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian ekstrak bawang merah memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi planlet, jumlah daun, dan panjang akar pada planlet P. vulgaris dengan konsentrasi yang efektif yaitu 14% tetapi pengaruhnya belum nyata terhadap kandungan klorofil a, b, dan total pada planlet P. vulgaris dalam medium Hyponex secara in vitro setelah penambahan ekstrak bawang merah.
ANALIS KANDUNGAN KLOROFIL PLANLET SAWI HIJAU (Brassica juncea L.) SETELAH PEMBERIAN AIR KELAPA (Cocos nucifera L.) PADA MEDIUM HYPONEX SECARA IN VITRO Wanda Amelia; Endang Nurcahyani; Sri Wahyuningsih; Bambang Irawan
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 9 No. 1 (2024): Bioma : Januari - Juni 2024
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sawi hijau (Brassica juncea L.) merupakan salah satu produk sayuran yang paling populer di Indonesia dan memiliki nilai ekonomi relatif tinggi. Tingginya konsumsi dan permintaan sawi hijau di pasaran harus diimbangi dengan budidaya yang baik. Usaha untuk meningkatkan budidaya sawi hijau dapat dilakukan melalui kultur in vitro. Medium yang dipakai dalam kultur in vitro ini adalah medium hyponex dengan penambahan air kelapa. Air kelapa (Cocos nucifera L.) mengandung ZPT yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pemberian air kelapa pada medium hyponex terhadap kandungan klorofil planlet sawi hijau secara in vitro. Kegiatan penelitian ini dilakukan di Laboratorium Botani (Ruang in vitro), Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal, yaitu air kelapa dengan 5 taraf konsentrasi sebagai perlakuan: 0% (kontrol), 8%, 16%, 24%, dan 32%. Setiap perlakuan dilakukan dengan 5 kali ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 5 planlet sawi hijau dalam setiap botol kultur. Data yang diperoleh berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif disajikan dalam bentuk deskriptif komparatif dan didukung foto. Data kuantitatif dihomogenkan menggunakan uji levene, kemudian data ragam ANOVA dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian air kelapa berpengaruh nyata terhadap kenaikan kandungan klorofil dengan konsentrasi optimum 24%. Kata Kunci: Air Kelapa, Hyponex, Sawi Hijau, In Vitro.
Pengaruh Senyawa Pengimbas dan Ekspresi Gen Terhadap Cekaman Kekeringan Pada Cassava (Manihot Esculenta Crantz.) Amini, Nur Aisyah; Nurcahyani, Endang
Cassowary Vol 7 No 1 (2024): Januari
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/casssowary.cs.v7.i1.230

Abstract

ABSTRACT: : Cassava or cassava (Manihot esculenta Crantz.) is the sixth most important crop in terms of annual production. Cassava is very important as a staple food crop in tropical and subtropical regions, Africa, Asia, and South America where drought and poor soil fertility are major constraints limiting crop productivity, due to their ability to survive and produce in adverse environments. In cassava plants experiencing drought stress will inhibit cell division which will further inhibit the development of young leaves. Breeding of cassava plants needs to be done to maintain cassava productivity, both on dry land. The most effective breeding technique for cassava plants is by using molecular techniques and also applying compounds that are tolerant to drought stress. The purpose of the review journal is to find out the types of genes and compounds that can be used by plants to be resistant to drought stress in cassava. The results of reviews from several journals show that PEG 6000 and Atonic Growth Regulatory Substances (ZPT) are compounds that are tolerant to drought stress and the genes that play an important role for drought resistance in cassava are the WIN1 gene (Wax Inducer1) and the MeRAVs gene which functions to increase efficiency use of water by modifying the diffusive properties of the leaves due to the accumulation of high levels of wax.
ANALISIS KANDUNGAN KLOROFIL PLANLET ANGGREK BULAN [Phalaenopsis amabilis (L.) Bl.] HASIL SELEKSI DENGAN POLY ETHYLENE GLYCOL (PEG) 6000 SECARA IN VITRO Nurcahyani, Endang; Apherta, Nurshella; Yulianty; Wahyuningsih, Sri
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 10 No. 1 (2025): Bioma : Januari - Juni 2025
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anggrek Bulan [Phalaenopsis amabilis (L.) Blume] merupakan tanaman hias yang bernilai estetika tinggi karena bunganya memiliki warna yang menarik dan dapat digunakan untuk campuran pembuatan aneka produk kecantikan dan kesehatan karena itu anggrek bulan ditetapkan sebagai bunga nasional Indonesia. Cekaman kekeringan berpengaruh negatif pada berbagai tanaman terhadap pertumbuhan dan produksi. Kekeringan pada tanaman anggrek dapat disebabkan karena kelembaban yang rendah dan ketersediaan air yang kurang. Peningkatan produksi anggrek juga perlu diperhatikan mengenai kualitas anggrek itu sendiri seperti penyediaan bibit anggrek yang berkualitas dan dalam jumlah besar yang sering kali tidak dapat terpenuhi dengan metode perbanyakan konvensional. Oleh karena itu, diperlukan metode perbanyakan yang tepat seperti kultur in vitro yang dapat menghasilkan bibit dalam jumlah banyak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi penambahan PEG 6000 yang optimum untuk pertumbuhan planlet anggrek bulan secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2024 sampai dengan Juli 2024 di ruang kultur in vitro, Laboratorium Botani, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu faktor menggunakan konsentrasi PEG 6000 sebesar 0%, 10%, 20%, 30% dan 40%. Masing-masing konsentrasi dilakukan 5 kali pengulangan. Data yang diperoleh dari analisis statistik dengan menggunakan one way ANOVA dan uji lanjut dengan analisis ragam dilakukan pada taraf 5% dan uji lanjut dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Konsentrasi PEG 6000 yang toleran dalam pertumbuhan planlet anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis (L.) Blume) yang resisten terhadap cekaman kekeringan adalah konsentrasi 20% yang dapat dilihat dari persentase jumlah planlet yang hidup dan analisis kandungan klorofil a, b dan total.
STUDI IN VITRO: KARAKTERISASI PLANLET PISANG CAVENDISH (Musa acuminata Colla) TAHAN CEKAMAN KEKERINGAN Tarisa Livia Hr; Endang Nurcahyani; Sri Wahyuningsih; Yulianty Yulianty
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 4 (2024): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i4.4790

Abstract

More than 200 types of bananas are found in Indonesia, one type widely known by the public is the Cavendish banana. Drought stress can be the main factor causing cavendish banana plants to not grow in a dry environment. The compound polyethylene glycol (PEG) 6000 is a chemical compound that is not toxic to plants, so it is often used to determine the resistance of a plant to the threat of drought. This research needs to be conducted to determine the optimum concentration of PEG 6000 in cavendish banana (Musa acuminata Colla) plantlets against drought stress based on biotechnology in vitro. This research was conducted in a completely randomized design with 1 factor, namely PEG 6000 with 5 levels: 0%, 5%, 10%, 15%, and 20% with 5 repetitions. The homogeneity of variance was tested using Levene's test at a 5% significance level, followed by One-Way ANOVA at a 5% significance level, then if the data showed a significant difference, it was followed by a Significant Difference Test at a 5% significance level. The results of this study indicated that the concentration of PEG 6000 which was tolerant to drought stress in cavendish banana plantlets was 10%. The higher the PEG 6000 concentration, the lower the chlorophyll a, b, and total content.
Salt Stress Resistance of In Vitro Selection Results-Moon Orchid (Phalaenopsis amabilis (L.) Blume) Nurcahyani, Endang; Septiani, Dwi; Yulianty, Yulianty; Mahfut, Mahfut
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v9i2.215

Abstract

Anggrek bulan adalah satu jenis anggrek yang banyak diminati karena mempunyai keindahan yang dapat dilihat dari ukuran, bentuk, dan warna–warni bunganya sehingga menjadikan produksi anggrek bulan meningkat, tetapi terdapat kendala lahan pertanian yang semakin luas dialihfungsikan ke sektor lainnya dan lahan kurang produktif akibat cekaman garam atau salinitas. Salah satu cara alternatif yang efisien dan efektif untuk mengatasi cekaman garam yaitu dengan menggunakan varietas yang toleran terhadap cekaman garam dengan agen seleksi yaitu NaCl. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat konsentrasi NaCl yang toleran terhadap anggrek bulan dan menentukan tingkatan resistensi anggrek bulan terhadap cekaman garam (NaCl) secara in vitro. Rancangan percobaan pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 taraf konsentrasi NaCl 0 % ; 0,25 % ; 0,50 % ; 0,75 %, dan 1 % pada medium Vacin and Went. Parameter yang diamati yaitu, persentase jumlah planlet, visualisasi planlet, tinggi, jumlah daun, indeks stomata, berat basah, kandungan klorofil, dan indeks resistensi cekaman garam. Data kuantitatif dari setiap parameter dianalisis dengan menggunakan Analisis Ragam pada taraf nyata 5% dan uji lanjut dengan Uji Tukey pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat konsentrasi NaCl 0,25% sampai 0,50% yang ditoleransi oleh tanaman anggrek bulan secara in vitro terdapat pada kisaran 0,25-0,5 dikategorikan cekaman sedang, sedangkan konsentrasi NaCl 0,75% sampai 1% terdapat pada kisaran 0,5-1,0 yang dikategorikan cekaman berat dan tingkatan resistensi anggrek bulan seluruh konsentrasi adalah resistensi moderat.   Kata kunci: cekaman garam, NaCl, Phalaenopsis amabilis (L.) Blume, resistensi, seleksi in vitro, Moon orchid is the one of orchids that most people like because it has a beauty that can be seen on its size, shape, and its colors so that it makes the production of moon orchid becoming increase, but has a problem such as the larger of agricultural land that converted into other sector, the land becomes less productive because of the salt stress or salinity. The one alternative way that efficient and effective to overcome the salt stress is with using varieties that are tolerant to salt stress with selection agent such as NaCl. This research aims to determine the level of of NaCl concentrations that are tolerant to moon orchid and determine the level of resistance of moon orchid with the salt stress by in vitro. The experimental design of this research used completely randomized design with 5 concentration level NaCl 0%; 0,25%; 0,50%; 0,75%; and 1% in Vacin and Went medium. Parameters observed were plantlet percentage, plantlet visualization, height, number of leaves, stomata index, wet weight, chlorophyll content, and salt stress resistance index. The quantitative data from each parameter is analyzed by using Analysis of Variance at 5% significance level and further test with Tukey test at the significant level 5%. The result of this research showed that the concentration level of NaCl 0,25% to 0,50% that tolerated by moon orchid plants by in vitro was in the range of 0,25 - 0,5 categorized by moderate stress, and 0,75% to 1% was in the range 0,5 – 1,0 that categorized with severe stress and the resistance level of the whole concentration in moon orchid is moderate resistance.   Keywords: NaCl, Phalaenopsis amabilis (L.) Blume, selection in vitro, salt stress, resistance  
Co-Authors Adrianus Adrianus Agung Kurniawan Agung Kurniawan Agustin, Resya Tamara Agustrina, Rochmah Alfian Bagus Setiawan Amini, Nur Aisyah Amirah Afifah Melta Anis Ashari Annindya Rahma Apherta, Nurshella Apriyanti, Della Ashari, Anis Asrini Puspitasari Ayu Wulan Septitasari Ayu Azahra Putri Najla Azizah, Enur Baehaqi Bambang Hadisutrisno Bambang Irawan Bambang Irawan Bambang Irawan Bayu Putra Danan Jaya Damayanti, Elok Della Apriyanti Desti Deria Rahmadani Desti Syahfitri Dewiyatno, Rezza Kusumma Dian Alfiah Dian Alfiah Dian Pratiwi Dian Pratiwi Dwi Septiani Dwi Septiani Dzul Fithria Mumtazah E. Suharyanto Eko Nastiti Eko Pramono Elsi Diana Emantis Rosa Emantis Rosa Endang L Widiastuti Endang Linirin Ernawiati, Eti Eti Ernawiati Eti Ernawiati Eti Ernawiati Fachry Abda El Rahman Farisi, Salman Fesya Salma Putri Gardis Andari Hardoko Insan Qudus Hardoko Insan Qudus Harfiani, Nabela H.N. Hendri Busman Heni Pujiastuti Herlanda, Kishy Dhea Herlina Putri Prastiwi Holizah, Dewi Nure Husna Fadilla Ika Listiana Imamah Muslimah Imamah Muslimah, Imamah Indah Stellawati Indradewa, Rhian Indriani, Syavira Intan Okta Nabilla Intan Okta Nabilla Issirep Sumardi Istiqomah Khairunnisa Rizqika A.P Kinasih Cahyono Lili Chrisnawati Lili Chrisnawati Lili Chrisnawati, Lili Linda Kurnia Dewi Linda Septiani Lindawati Lindawati M Kanedi M. Yogi Riyantama Isjoni Maemonah, Maemonah Mahfut MARIA SUSANTI Martha L. Lande Martha L. Lande Martha Lulus Lande Martha Lulus Lande Martha Lulus Lande Martha Lulus Lande, Martha Lulus Ma’ania Zalzabila Meilyana Santa Maria Meilyana Santa Maria Moza Fierda Atiek Muhamad Rizkci Sazilly Muhammad Alif Nugroho Mutmainah, Nurul Aniqotun Nadia Fakhriyati Arfa Nadya Rosyalina Nalindri Impitasari Ni Made Nada Elsika Nuning Nurcahyani Nur Aisyah Amini Nurul Aniqotun Mutmainah Oktaviani, Ratna Pertiwi, Prima Sari Purnama Agustin, Kharisma Putri Wardanis Putri, Feriza Yolanda Qudus, Hardoko Insan Radella Hervidea, Radella Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahayu Amaliya Rahmadani, Desti Deria Ratna Oktaviani Ratna Oktaviani Resta Tania Ria Aulia Noviantia Ria Aulia Noviantia, Ria Aulia Rina Maryani Risa Suryani Wilyasari Risma Rasmani Rochma Agustrina Rochmah Agustrina Rochmah Agustrina Rochmah Agustrina Rosa, Emantis Rosyalina, Nadya RR. Ella Evrita Hestiandari Sally Khoirunisa Sally Khoirunisa Salman Farisi Salman Farisi Sarah Sarah Sazilly, Muhamad Rizkci Selvi Marcelia Sembiring, Rinawati Setiawan, Alfian Bagus Setiawati, Primasari Linda Sri Wahyuningsih Sri Wahyuningsih Sri Wahyuningsih Sri Wahyuningsih Stellawati, Indah Sukamto, Ika Sumiyarsi Sumardi Sumardi . Sumardi Sumardi Sumardi, Sumardi Suratman Suratman Suratman Suratman Suratman Umar Susanto, G. Nugroho Susanto, G. Nugroho Sutyarso Sutyarso Sutyarso Syahfitri, Desti Syamsiar, Syamsiar T. Indah Setia Ningsih Tara Sesafia Paletri Tarisa Livia Hr Tundjung Tripeni Handayani Tundjung Tripeni Handayani Tundjung Tripeni Handayani Tundjung Tripeni Handayani Tundjung Tripeni Handayani, Tundjung Tripeni Wanda Amelia Wardanis, Putri Widiastuti, Endang Linirin Widiastuti, Endang Linirin Yulia Puspita Dewi Yulianti Yulianty Yulianty Yulianty Soeradji Yulianty Yulianty Yulianty Yulianty Yulianty Yulianty Yulianty Yulianty Yuniar, Lutfiah Zelfi Julita Dwi Putri Zulkifli zulkifli zulkifli Zulkifli Zulkifli Zulkifli Zulkifli Zulkifli Zulkifli Zulkifli Zulkifli Zulkifli Zulkifli Zulkifli Zulkifli