Claim Missing Document
Check
Articles

Adsorption of Methyl Red Dye on Fixed-Bed Column Using Bottom Ash Adsorbent from Palm Oil Mill Waste Sylvia, Novi; Dewi, Rozanna; Hasfita, Fikri; Maulinda, Leni; Wusnah, Wusnah; Azhari, Azhari; Sigian, Zikri Husni; Putri, Balqis Eka; Fitriani, Fitriani
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 28, No 5 (2025): Volume 28 Issue 5 Year 2025
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jksa.28.5.260-266

Abstract

Methyl red is an azo compound widely applied in the textile industry as a fabric dye. Methyl red is very difficult to decompose because it is stable to light, temperature, and oxidation. One of the simplest and low-cost methods is adsorption. This study aims to determine the characteristics of bottom ash as an adsorbent and analyze the adsorption process with a fixed-bed column system. The research was conducted by varying the flow rate of 5, 10, and 15 L/min, adsorbent bed height of 4, 8, and 12 cm, and contact time of 60, 120, and 180 minutes. The highest removal efficiency, 93%, was achieved at a contact time of 180 minutes, a flow rate of 5 L/min, and a bed height of 12 cm. The physical properties of the bottom ash adsorbent include a pore volume of 0.0032 cm3/g, a specific surface area of 89.801 m2/g, and an average pore size of 58.523 nm. The maximum adsorption capacity was found to be 0.850 mg/g. The adsorption process of methyl red onto bottom ash follows the Langmuir isotherm model.
Mechanical Performance of Epoxy Composite Reinforced with Wood Dust and Crumb Rubber Waste Imran, Al Ichlas; Siregar, Januar Parlaungan; Cionita, Tezara; Fitriyana, Deni Fajar; Anis, Samsudin; Dewi, Rozanna; Junaedi, Thomas; Wijayanto, Etanto Heiliano; Prayogo, Wisnu
Advance Sustainable Science Engineering and Technology Vol. 7 No. 4 (2025): August-October
Publisher : Science and Technology Research Centre Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v7i4.2041

Abstract

The incorporation of wood dust and crumb rubber waste as filler in polymer matrix composite still requires in-depth evaluation of mechanical properties because they have different characteristics. This study evaluates the tensile, flexural, and hardness properties of epoxy composites reinforced with various fractions of wood dust and crumb rubber (5, 10, and 15%). The results showed that the composite with 5% crumb rubber produced the highest tensile strength of 15.52 MPa (CR5), while the highest flexural strength was 30.46 MPa (CR10), and the highest hardness was 75.9 HRC (CR15), indicating superior performance for CR fillers. The observations of the fracture surface showed that increasing the fraction of wood dust contributed to lowering the mechanical performance due to the relatively large distribution of voids and agglomeration. This finding confirms the importance of filler type and fraction selection on composite performance. Future research is recommended to explore filler surface modification and hybrid combinations to improve dispersion and bonding between phases in composites.
Mechanical Properties of Epoxy Composite Reinforced with Spent Coffee Ground and Coffee Husk Etanto Heiliano Wijayanto; Imran, Al Ichlas; Siregar, Januar Parlaungan; Mohd Ruzaimi Mat Rejab; Tezara Cionita; Wisnu Prayogo; Deni Fajar Fitriyana; Rozanna Dewi; Thomas Junaedi; Agustinus Purna Irawan
Advance Sustainable Science Engineering and Technology Vol. 7 No. 4 (2025): August-October
Publisher : Science and Technology Research Centre Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v7i4.2052

Abstract

This study aims to investigate the effect of increasing the concentration of natural filler on the mechanical properties of Spent Coffee Ground (SCG) / Coffee Husk (CH) reinforced epoxy matrix composite. The materials used in this study are epoxy resin as a matrix and waste coffee grounds and coffee husks as natural fillers with sizes of 100-mesh and concentrations of 10, 20, and 30 wt.%. The results showed that SCG 10 wt.% produced the best mechanical properties compared to the other samples based on tensile strength (19.58 MPa), tensile modulus (1.70 GPa), flexural strength (44.55 MPa), and flexural modulus (2.32 GPa). On the other hand, CH 30 wt.% contributed the highest hardness value of 50.33 HRB compared to other samples. The findings in this study prove that the appropriate composition will affect the compatibility between the filler and the matrix, thus impacting the mechanical properties of the composite. This phenomenon can be seen based on microscope analysis, which shows a strong interaction between the matrix and filler and the formation of voids and agglomeration
Inovasi Pengolahan Limbah Plastik Menjadi Produk Bernilai Ekonomis di Desa Paya Gaboh Kecamatan Sawang Aceh Utara Dewi, Rozanna; Sylvia, Novi; Rahayu Retnowulan, Sri; Jalalul Akbar, Said; Subhan, Muhammad; Riza, Medyan; Ananda, Aldila
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v4i02.24725

Abstract

Dunia dihadapkan pada masalah mendesak dari limbah plastik, yang menimbulkan masalah lingkungan yang serius karena waktu yang lama yang dibutuhkan untuk terurai. Plastik konvensional seperti Polyethylene Terephthalate (PET) membutuhkan waktu sekitar 23 hingga 48 tahun untuk terurai di lingkungan (Adhitama et al., 2023). Sejumlah strategi telah dikembangkan untuk pengelolaan limbah plastik, termasuk mendaur ulang, pembakaran, dan penguburan. Namun, pembakaran limbah plastik telah terbukti menghasilkan produk sampingan yang berbahaya bagi mahluk hidup dan lingkungan. Di sisi lain, penguburan limbah telah terbukti sebagai metode pengelolaan limbah yang tidak efektif karena sifat limbah plastik yang sulit terurai di lingkungan (Tanjung et al., 2022). Untuk mencegah pembuangan limbah plastik yang tidak terkendali dan tidak produktif, berbagai strategi pemanfaatan telah dikembangkan (Nayanathara Thathsarani Pilapitiya et al., 2024). Beberapa langkah besar telah diambil untuk mendaur ulang limbah plastik melalui produksi di pabrik-pabrik besar, yang telah menciptakan peluang kerja bagi banyak orang (Babaremu et al., 2022). Untuk mengatasi permasalahan serius ini, salah satunya dengan cara memanfaatkan daur ulang limbah plastik menjadi produk bernilai. Pemanfaatan limbah plastik sebagai bahan baku polimer bernilai dalam industri merupakan jalur yang menjanjikan menuju pengelolaan limbah yang berkelanjutan (Haba et al., 2025). Dalam era globalisasi saat ini, limbah plastik menjadi masalah yang signifikan, terutama di Indonesia yang sangat terdampak oleh isu ini (Kibria et al., 2023). Kabupaten Aceh Utara di Indonesia termasuk dalam studi ini. Hal ini dapat dikaitkan dengan kurangnya kesadaran umum tentang pemilahan dan pembuangan limbah yang benar. Hal ini telah menyebabkan peningkatan volume limbah, terutama di daerah perkotaan dan perdesaan. Sejumlah besar aktivitas manusia sehari-hari terkait dengan pembentukan limbah, termasuk penggunaan kantong plastik dan pembelian barang-barang rumah tangga, yang umumnya menggunakan kemasan atau berbahan plastik yang termasuk kedalam limbah anorganik. Penerapan kebijakan ekonomi sirkular dengan mendaur ulang limbah rumah tangga guna mencegah dampak buruk polusi lingkungan (Sahin dan Kirim, 2018). Pratisti et al., (2025) mengupayakan untuk mengurangi limbah plastik dan meningkatkan peluang ekonomi bagi ibu rumah tangga melalui produksi barang dari sisa plastik, termasuk tas hadiah, tempat tisu, dan hiasan bunga. Dewi et al., (2024) membuat plastik degradable berbasis pati sagu termodifikasi dengan penambahan polipropilena/polietilena sebagai aplikasi produk rumah tangga. Dewi et al., (2024) memanfaatkan pati biji alpukat dengan poliasam laktat yang dapat diaplikasikan untuk produk-produk rumah tangga, 3D printer dan sebagainya. Dewi et al., (2024) memanfaatkan selulosa berbasis alami dengan penambahan polipropilena/polietilena untuk aplikasi produk-produk rumah tangga, dekorasi, industri otomotif dan lain-lain. Salah satu lokasi desa di Aceh Utara yang memiliki banyak limbah plastik adalah Desa Paya Gaboh. Limbah plastik terletak dan menumpuk terbiarkan begitu saja di jalan lintas Krueng Mane – Lhokseumawe dekat dengan lingkungan masyarakat Paya Gaboh. Desa Paya Gaboh terletak di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Pengelolaan limbah di desa ini belum berjalan dengan baik. Limbah plastik ini bisa bermanfaat, selama dikelola dengan benar yaitu dengan memanfaatkannya menjadi produk-produk rumah tangga dan desain interior dengan mengandalkan teknologi sederhana. Mayoritas masyarakat bermata pencaharian sebagai pedagang, industri rumah tangga, pelaku UMKM dan mereka mengeluh tentang pendapatan ekonomi, dalam kondisi ekonomi saat ini, telah terjadi kenaikan yang signifikan dalam harga barang-barang pokok secara harian. Masyarakat juga mengeluh terhadap limbah plastik yang menumpuk di sekitaran lingkungan mereka, dengan aroma yang bau tidak sedap dan dibakar begitu saja sehingga berdampak buruk pada kesehatan serta menurunkan estetika lingkungan. Dalam program kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendesiminasikan teknologi pengolahan limbah plastik menjadi produk-produk rumah tangga dan desain interior. Inisiatif ini akan membantu masyarakat mengembangkan ekonomi dan meningkatkan lingkungan dan kualitas hidup mereka. Pemanfaatan limbah plastik untuk memproduksi produk rumah tangga dan desain interior merupakan proses yang sederhana dan efisien secara biaya, dengan nilai ekonomi yang tinggi. Tujuan utama adalah melaksanakan kegiatan ini secara berkelanjutan dan mandiri. Selain memanfaatkan limbah plastik sebagai bahan baku dalam produksi produk rumah tangga dan desain interior, masyarakat juga dapat terlibat dalam penjualan produk-produk tersebut sebagai suvenir dari Aceh Utara, barang kebutuhan rumah tangga, dan barang-barang terkait lainnya. Teknologi pengolahan limbah plastik menjadi produk-produk rumah tangga dan desain interior memiliki tingkat kesederhanaan dan keefektifan biaya yang baik, sehingga prosesnya sangat mudah untuk diterapkan di desa mitra. Peningkatan pemanfaatan limbah dan promosi gerakan pembersihan lingkungan juga diharapkan akan menjadi hasil dari program ini.
Pemanfaatan Limbah Serbuk Gergaji Kayu Dengan Campuran Batu Bara Aceh Barat Sebagai Bahan Baku Pembuatan Briket Vania, Sherryl; Ibrahim, Ishak; Ginting, Zainuddin; Dewi, Rozanna; Kurniawan, Eddy
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.24176

Abstract

Briket merupakan salah satu bahan bakar alternatif padat dari bahan organik. Bahan baku pembuatan briket yang memiliki nilai kalor tinggi dapat diperoleh dari limbah peternakan dan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi briket dari serbuk gergaji dan batubara Aceh dengan penambahan oksidator KMnO₄ 0,1 N. Proses penelitian meliputi persiapan bahan baku, karbonisasi serbuk kayu pada suhu 400 °C, pembuatan perekat dengan penambahan oksidator KMnO₄ 0,1 N, serta pembuatan briket dengan variasi komposisi serbuk gergaji : batubara (0:100, 25:75, 50:50, 75:25, 100:0) dan variasi konsentrasi oksidator KMnO₄ (4%, 5%, 6%). Karakterisasi briket dilakukan berdasarkan laju pembakaran, kadar air, kadar abu, kadar volatil, kadar karbon tetap, dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum diperoleh pada komposisi 100 g serbuk gergaji : 0 g batubara dengan penambahan oksidator KMnO₄ 6%, yaitu menghasilkan nilai kalor 6784,691 kal/gr, kadar air 6,9435%, kadar abu 1,2209%, kadar volatile matter 0,2973%, kadar karbon tetap 91,5383%, serta laju pembakaran 0,1929 gr/menit. Hasil tersebut telah memenuhi standar mutu arang briket sesuai SNI No. 01-6235-2000.
Penyuluhan Pembuatan Antiseptik Berbahan Herbal untuk Menghambat Pertumbuhan Kuman zulnazri, Zulnazri; Muarif, Agam; Dewi, Rozanna; Setiawan, Adi; Maizuar, Maizuar; Fikri, Ahmad
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 3, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antiseptik merupakan suatu zat yang digunakan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme (bakteri, virus, dan jamur) pada jaringan hidup tanpa menyebabkan luka pada permukaan tubuh atau jaringan hidup tersebut. Salah satu bahan antiseptik adalah hand sanitizer berupa gel yang sering digunakan banyak orang sebagai media pencuci tangan yang praktis. Kondisi pandemi Covid-19 menyebabkan ketersediaan produk antiseptik menjadi barang langka dan harganya cenderung lebih mahal dari biasanya. Hal ini terjadi karena meningkatnya pembelian oleh masyarakat, sedangkan ketersediannya terbatas. Selain itu, masyarakat semakin sulit untuk membeli antiseptik karena harga antiseptik yang tinggi sehingga kebutuhan untuk menjaga salah satu protokol kesehatan tidak terpenuhi. Oleh karena itu, dibutuhkan antiseptik alternatif lain yang mudah untuk dibuat dengan memanfaatkan tumbuhan herbal seperti daun sirih. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Blang Gurah, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan ini berupa penyuluhan pembuatan antiseptik dengan memanfaatkan tumbuhan herbal yang ada disekitar kita. Kegiatan penyuluhan ini dapat memberikan edukasi kepada masyarakat sehingga meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang cara pembuatan antiseptik dari bahan herbal. Selain itu, melalui kegiatan ini juga dapat mengurangi biaya pengeluaran tambahan untuk pembelian produk antiseptik dalam menanggulangi penyebaran Covid-19.
PERBANDINGAN KETEBALAN SERAT DALAM MENINGKATKAN KUALITAS KOMPOSIT POLIPROPILEN DAUR ULANG DENGAN METODE CETAK TEKAN Zulnazri, Zulnazri; Dewi, Rozanna
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 1 No. 1 (2012): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2012
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komposit berkualitas tinggi dapat dibuat dari kombinasi polymer polypropilen (PP) dengan fiber glass, yang diikat oleh anhidrat maleat sebagai coupling agent. Polypropilen merupakan polymer termoplastik yang elastis dan mudah dibentuk dengan cara pemanasan, dimana polymer ini memiliki titik leleh 167 oC. Dalam penelitian ini polypropilen yang digunakan sebagai matrik adalah material bekas dari kemasan plastic aqua gelas dan fiber glass yang digunakan sebagai bahan interface adalah bahan teknis dalam bentuk Chopped Strand Matt (CSM). Material plastik bekas tersebut didaur ulang dengan cara pemanasan sedangkan fiber glass dipotong sesuai dengan ukuran cetakan dan spesimen berdasarkan ASTM D638 type IV. Kemudian bahan-bahan tersebut dicampur untuk dicetak dalam Hot Press. Kualitas komposit yang diperoleh berdasarkan perbandingan ketebalan fiber glass yang digunakan yaitu : untuk komposit 1 lapis fiber glass dengan konsentrasi anhidrat maleat 6 dan 7 % diperoleh tensile strength sebesar 228,57 dan 221,43 Mpa, sedangkan untuk komposit dengan 2 lapis fiber glass diperoleh tensile strength 292,86 dan 300,00 Mpa. Penelitian ini menunjukan bahwa anhidrat maleat yang digunakan sebagai bahan pengikat antara fiber glass dengan PP bekerja maksimal sehingga membentuk ikatan silang, dimana ikatan silang ini dapat terbentuk dengan adanya bantuan senyawa peroksida sebagai inisiator yang membuka ikatan C-H pada PP sehingga membentuk radikal +R-OH.
PENGARUH PENAMBAHAN POLIPROPILENA PADA KARAKTERISTIK PLASTIK DEGRADABLE BERBASIS PATI AMPAS KOPI Dewi, Rozanna
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2023
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v12i2.13580

Abstract

Penelitian untuk menemukan pengganti plastik komersial telah menarik perhatian karena dampak lingkungan sampah plastik yang tidak dapat terurai selama ribuan tahun. Plastik degradable dapat digunakan sebagai alternatif pengganti plastik sintetis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh polipropilena (PP) dengan penambahan maleat anhidrida terhadap karakteristik plastik degradable berbasis pati ampas kopi. Karakterisasi yang dialakukan adalah sifat mekanik, kimia, termal, ketahanan air dan laju degradasi. Pembuatan plastik degradable dilakukan beberapa tahap: ekstraksi pati dari ampas kopi, pembuatan plastik degradable dengan Polipropilena-graft-Maleat Anhidrida (PP-g-MA) dan karakteristisasi. Variasi polipropilena yang digunakan adalah 5, 10, 15 gr dengan penambahan maleat anhidrida 1 gr. Kekuatan tarik, modulus young dan elongasi tertinggi yang diperoleh adalah 9.80 MPa, 103.16 MPa dan 8.85% pada penambahan 5 gr PP. Berdasarkan hasil uji Fourier Transform Infra Red (FTIR), terdapat gugus O-H, C-H dan C=C yang teramati pada bilangan gelombang 3560.29 cm-1, 2943.37 cm-1, 2879.72 cm-1, 2833.43 cm-1, dan 1100.20 - 1718.58 cm-1. Sebagian besar senyawa tersebut bersifat hidrofilik sehingga dapat terdegradasi oleh aktivitas mikroba di dalam tanah. Karakterisasi termal menggunakan uji Thermogravimetri (TGA) menunjukkan penurunan berat terjadi mulai dari suhu 458.97oC hingga 512.88oC. Nilai swelling terendah plastik degradable dengan penggunaan PP 15 gr yaitu 1.1460%. Persentase penyerapan air yang rendah dapat menghambat pertumbuhan jamur. Laju biodegradasi plastik degradable berbasis pati ampas kopi 3-5% dipengaruhi komposisi PP.
Characteristics of Cellulose Nanofibrils From Arabica Coffee Skin Prepared by the Acid Hydrolysis Zulnazri, Zulnazri; Dewi, Rozanna; Muarif, Agam; Fikri, Ahmad; Aulia, Rauzatul; Amalia, Nabuia; Firda, Hanisyah
Journal of Carbazon Vol 2, No 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jocarbazon.v2i1.38686

Abstract

Cellulosenanofibrils (CNF) is a new generation material that has high performance, good physics and medical properties and is a renewable material that has been developed from various sources using the acid hydrolysis method. CNF synthesis is generally obtained from logs that have a high amount of cellulose fiber. Cellulose nanofibrils (CNF) from arabica coffee skins have great potential to be developed as raw materials for medicines, which function as wound healing agents, surgical sutures, diet medicines, and skin softeners. CNF is produced from Arabica coffee skin through delignification, namely the removal of lignin and hemicellulose by extraction with alkali until -cellulose is obtained, then CNF is synthesized through hydrolysis using dilute acid. From the coffee skin extraction results, a high cellulose yield was obtained, reaching above 24.30% and crystallinity reaching 79.60%. Hydrolysis by 10%, 12% and 15% HCl with a reaction time of 2 hours, the respective crystallinity was 80.66; 79.06; and 77.69%.
Characterization of Sago Starch-Based Biofoam with Corn Husk Fiber Filler Rozanna Dewi; Novi Sylvia; Zulnazri; Retnowulan, Sri Rahayu; Muarif, Agam; Fikri, Ahmad; Medyan Riza
Jurnal Bahan Alam Terbarukan Vol. 13 No. 2 (2024): December 2024 [Nationally Accredited Sinta 2]
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbat.v13i2.2209

Abstract

The use of biofoam is one of the ways to reduce plastic waste that pollutes the environment. In this research, we want to develop biofoam from sago starch as a basic ingredient with the addition of corn husk fiber filler and the addition of magnesium stearate which aims to improve mechanical characteristics, thermal, morphological, water absorption and biodegradabillity. Variations of corn husk fiber used were 45 g, 50 g, 55 g and 60 g, with variations in the concentration of NaOH solvent used for cellulose extraction were 3%, 5%, 7% and 9%. The mechanical characteristics (tensile strength) of the resulting biofoam range from 1.37 – 2.45 MPa. The chemical bonding of biofoam was seen through Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) and showed that biofoam is hydrophilic which binds to water so that it is easily degraded by soil. Thermal characteristics were tested through Differential Scanning Calorimetry (DSC) and showed a melting point of 410.68oC at 45 g of fiber and 5% NaOH and a melting point of 410.86oC at 55 g fiber and 5% NaOH. Thermal stability was analyzed through Thermal Gravimetry Analysis (TGA) and the most thermally stable biofoam was biofoam with 45 g of corn husk fiber and 5% NaOH. The surface morphology test using a Scanning Electron Microscope (SEM) showed that the morphological structure of the corn husk fiber biofoam was uneven and there were bubbles on the surface of the biofoam. The water absorption test shows results between 5.72 – 14.43%. The lowest density test for biofoam is using 55 g fiber weight and 3% NaOH concentration, while the highest density is 60 g fiber weight and 9% NaOH concentration. The results of the biodegradability test showed that the biofoam decomposes completely within 40-45 days, the soil moisture factor greatly affects the rate of biodegradability.
Co-Authors Abrar Muslim Adha, Muhammad Ikhwanul Adi Saputra Ismy Adi Setiawan Adrin, Prista Agam Muarif Agustinus Purna Irawan Ahmad Fikri Ahmad Fikri Ahmadi Ahmadi Aida Safitri Ainun, Sarifah Almia Permata Putri Amalia, Nabuia Amiratul Husna Amri Amri Ananda Monarita Ananda, Aldila Angga Tri Agusna PA Anggi Dwi Safitri Anggraini, Dea Riski Annisa Ramadina Anugrah Yunika Tambunan Ardiansyah, Zul Fadly Ari Irawan Ari Salahudin Arif Maulana Aulia, Rauzatul Authar, Mhammad Azhari Azhari Azhari Azhari Chairina Chairina Chatarina Umbul Wahyuni Cionita, Tezara Cut Milya Dahliana Abdullah Deasy Siska Desriani, Chintiara Devi, Sri Marlia Dewi Lestari Dinda Humaira Eddy Kurniawan Effendy, Ahmad Hidayat Eni Suryani Etanto Heiliano Wijayanto Fachry Abda El Rahman Fadhli Syamsudin Fahirul Muhar Faisal . Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Farah Irda Farid Yoanda Fatnia, Fatnia Faturrahman, Muhammad Feni Lestari Berutu Fibarzi, Wiza Ulfa Firda, Hanisyah Fitriani Fitriani Fitriani Fitriani Fitriyana, Deni Fajar Gunawati Gunawati Hadi, Agung Efriyo Halimatus Sakdiah Hanif, Hanif Harahap, Nurul Aulia Hendi Setiawan Holila, Manna Husni Husin Ibrahim, Ishak Ilhami, Gita Ayu Imran, Al Ichlas Indra Nofriadi Iqbal Kamar Ishak Ishak Ishak Ishak Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalalul Akbar, Said Jamiluddin, Jamiluddin Jannah, Rouzatul Janni, Miftahul Jasmani Jasmani Jullimursyida Junaedi, Thomas Kalatharan, Sujentheran Nair Kamar, Iqbal Khalsiah Khalsiah Kuniawan, Eddy Leni Maulinda, Leni Lidia Manik Lukman Hakim Lukman Hakim M Ali Anto M Riza Mahdayani Sinaga, Citra Puspita Maizuar Maizuar Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita, Masrullita Mat Rejab, Mohd Ruzaimi Mat Rejab, Mohd. Ruzaimi Mawardati Mawardati Medyan Riza Medyan Riza Melan Amanah, Ananda Meriatna Meriatna Milarahma Yulianti Mohd Ruzaimi Mat Rejab Muammar Khadafi Muhammad Abrar Muhammad Daud Muhammad Farhan Muhammad Ikhwanul Adha Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad nur Ichsan Tamiogy Muhammad Subhan Muhammad, Muhammad Muji Setiyo Muliadi Mulyawan, Rizka Muthawali, Dede Ibrahim Muthia Septiana Muthia Septiana, Muthia Mutia Reza Nabila Adhani Nainggolan, Yuni O Nasrul ZA Nasrul ZA, Nasrul Nasrun, Mahdalena Novi Sylvia Nur Annisa Nur rizqi Fattah Lubis Nurdiah, Ika Nurlaila, Rizka Nurmazaya, Vini Nurul Khumaida Oktaviani oktaviani Pane, Nurul Anisa Prayogo, Wisnu Putri, Balqis Eka putri, intan nanda Putri, Melani Annisa Rafika Rafika Rahayu Retnowulan, Sri Rahmi Rahmi Rahmi, Delfi Ramadhan, Cindia Ramdhani, Nevia Arbi Ratna Sari Raudhatul Ulfa Reci Anggraini Retnowulan, Sri Rahayu Ridwandi Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Rizkya Faradaiza Rizqon Hasibuan Rouzatul Jannah Samsudin Anis Shintia Clarita Sigian, Zikri Husni Silitonga, Hanna Amaliah Siregar, Januar Parlaungan Siti Maulidya Salsabila Sry Rahmadani Sulhatun Sulhatun Suryati Suryati Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syarifah Yulisa Syurvani Else Putri Tarigan, Jhodi Okta Albiqho Tasya Maidayanti Teuku Rihayat Tezara Cionita Vania, Sherryl Veithzal Rivai Zainal Wijayanto, Etanto Heiliano Wisnu Prayogo Wiyani, Sri Wiza Ulfa Fibarzi Wusnah Wusnah, Wusnah Yani, Firda Tirta yanti, eva Yopi Aji Akbar Yulia Yulia Yunardi, Y Yuris Setyoadi Zahratun Mauliza Zainuddin Ginting Zikri Amarullah Surbakti Zulnazri Zulnazri, Z Zurrahmi, Zurrahmi