Claim Missing Document
Check
Articles

PERBANDINGAN KETEBALAN SERAT DALAM MENINGKATKAN KUALITAS KOMPOSIT POLIPROPILEN DAUR ULANG DENGAN METODE CETAK TEKAN Zulnazri, Zulnazri; Dewi, Rozanna
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 1 No. 1 (2012): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2012
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komposit berkualitas tinggi dapat dibuat dari kombinasi polymer polypropilen (PP) dengan fiber glass, yang diikat oleh anhidrat maleat sebagai coupling agent. Polypropilen merupakan polymer termoplastik yang elastis dan mudah dibentuk dengan cara pemanasan, dimana polymer ini memiliki titik leleh 167 oC. Dalam penelitian ini polypropilen yang digunakan sebagai matrik adalah material bekas dari kemasan plastic aqua gelas dan fiber glass yang digunakan sebagai bahan interface adalah bahan teknis dalam bentuk Chopped Strand Matt (CSM). Material plastik bekas tersebut didaur ulang dengan cara pemanasan sedangkan fiber glass dipotong sesuai dengan ukuran cetakan dan spesimen berdasarkan ASTM D638 type IV. Kemudian bahan-bahan tersebut dicampur untuk dicetak dalam Hot Press. Kualitas komposit yang diperoleh berdasarkan perbandingan ketebalan fiber glass yang digunakan yaitu : untuk komposit 1 lapis fiber glass dengan konsentrasi anhidrat maleat 6 dan 7 % diperoleh tensile strength sebesar 228,57 dan 221,43 Mpa, sedangkan untuk komposit dengan 2 lapis fiber glass diperoleh tensile strength 292,86 dan 300,00 Mpa. Penelitian ini menunjukan bahwa anhidrat maleat yang digunakan sebagai bahan pengikat antara fiber glass dengan PP bekerja maksimal sehingga membentuk ikatan silang, dimana ikatan silang ini dapat terbentuk dengan adanya bantuan senyawa peroksida sebagai inisiator yang membuka ikatan C-H pada PP sehingga membentuk radikal +R-OH.
PENGARUH PENAMBAHAN POLIPROPILENA PADA KARAKTERISTIK PLASTIK DEGRADABLE BERBASIS PATI AMPAS KOPI Dewi, Rozanna
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2023
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v12i2.13580

Abstract

Penelitian untuk menemukan pengganti plastik komersial telah menarik perhatian karena dampak lingkungan sampah plastik yang tidak dapat terurai selama ribuan tahun. Plastik degradable dapat digunakan sebagai alternatif pengganti plastik sintetis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh polipropilena (PP) dengan penambahan maleat anhidrida terhadap karakteristik plastik degradable berbasis pati ampas kopi. Karakterisasi yang dialakukan adalah sifat mekanik, kimia, termal, ketahanan air dan laju degradasi. Pembuatan plastik degradable dilakukan beberapa tahap: ekstraksi pati dari ampas kopi, pembuatan plastik degradable dengan Polipropilena-graft-Maleat Anhidrida (PP-g-MA) dan karakteristisasi. Variasi polipropilena yang digunakan adalah 5, 10, 15 gr dengan penambahan maleat anhidrida 1 gr. Kekuatan tarik, modulus young dan elongasi tertinggi yang diperoleh adalah 9.80 MPa, 103.16 MPa dan 8.85% pada penambahan 5 gr PP. Berdasarkan hasil uji Fourier Transform Infra Red (FTIR), terdapat gugus O-H, C-H dan C=C yang teramati pada bilangan gelombang 3560.29 cm-1, 2943.37 cm-1, 2879.72 cm-1, 2833.43 cm-1, dan 1100.20 - 1718.58 cm-1. Sebagian besar senyawa tersebut bersifat hidrofilik sehingga dapat terdegradasi oleh aktivitas mikroba di dalam tanah. Karakterisasi termal menggunakan uji Thermogravimetri (TGA) menunjukkan penurunan berat terjadi mulai dari suhu 458.97oC hingga 512.88oC. Nilai swelling terendah plastik degradable dengan penggunaan PP 15 gr yaitu 1.1460%. Persentase penyerapan air yang rendah dapat menghambat pertumbuhan jamur. Laju biodegradasi plastik degradable berbasis pati ampas kopi 3-5% dipengaruhi komposisi PP.
Characteristics of Cellulose Nanofibrils From Arabica Coffee Skin Prepared by the Acid Hydrolysis Zulnazri, Zulnazri; Dewi, Rozanna; Muarif, Agam; Fikri, Ahmad; Aulia, Rauzatul; Amalia, Nabuia; Firda, Hanisyah
Journal of Carbazon Vol 2, No 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jocarbazon.v2i1.38686

Abstract

Cellulosenanofibrils (CNF) is a new generation material that has high performance, good physics and medical properties and is a renewable material that has been developed from various sources using the acid hydrolysis method. CNF synthesis is generally obtained from logs that have a high amount of cellulose fiber. Cellulose nanofibrils (CNF) from arabica coffee skins have great potential to be developed as raw materials for medicines, which function as wound healing agents, surgical sutures, diet medicines, and skin softeners. CNF is produced from Arabica coffee skin through delignification, namely the removal of lignin and hemicellulose by extraction with alkali until -cellulose is obtained, then CNF is synthesized through hydrolysis using dilute acid. From the coffee skin extraction results, a high cellulose yield was obtained, reaching above 24.30% and crystallinity reaching 79.60%. Hydrolysis by 10%, 12% and 15% HCl with a reaction time of 2 hours, the respective crystallinity was 80.66; 79.06; and 77.69%.
Characterization of Sago Starch-Based Biofoam with Corn Husk Fiber Filler Rozanna Dewi; Novi Sylvia; Zulnazri; Retnowulan, Sri Rahayu; Muarif, Agam; Fikri, Ahmad; Medyan Riza
Jurnal Bahan Alam Terbarukan Vol. 13 No. 2 (2024): December 2024 [Nationally Accredited Sinta 2]
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbat.v13i2.2209

Abstract

The use of biofoam is one of the ways to reduce plastic waste that pollutes the environment. In this research, we want to develop biofoam from sago starch as a basic ingredient with the addition of corn husk fiber filler and the addition of magnesium stearate which aims to improve mechanical characteristics, thermal, morphological, water absorption and biodegradabillity. Variations of corn husk fiber used were 45 g, 50 g, 55 g and 60 g, with variations in the concentration of NaOH solvent used for cellulose extraction were 3%, 5%, 7% and 9%. The mechanical characteristics (tensile strength) of the resulting biofoam range from 1.37 – 2.45 MPa. The chemical bonding of biofoam was seen through Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) and showed that biofoam is hydrophilic which binds to water so that it is easily degraded by soil. Thermal characteristics were tested through Differential Scanning Calorimetry (DSC) and showed a melting point of 410.68oC at 45 g of fiber and 5% NaOH and a melting point of 410.86oC at 55 g fiber and 5% NaOH. Thermal stability was analyzed through Thermal Gravimetry Analysis (TGA) and the most thermally stable biofoam was biofoam with 45 g of corn husk fiber and 5% NaOH. The surface morphology test using a Scanning Electron Microscope (SEM) showed that the morphological structure of the corn husk fiber biofoam was uneven and there were bubbles on the surface of the biofoam. The water absorption test shows results between 5.72 – 14.43%. The lowest density test for biofoam is using 55 g fiber weight and 3% NaOH concentration, while the highest density is 60 g fiber weight and 9% NaOH concentration. The results of the biodegradability test showed that the biofoam decomposes completely within 40-45 days, the soil moisture factor greatly affects the rate of biodegradability.
Pengaruh Compatibilizer Polyvinyl Alcohol-graft-Maleic Anhydride (PVA-g-MAH) terhadap Karakteristik Plastik Degradable Berbasis Pati Sagu dan Pati Biji Nangka Dewi, Rozanna; Zulnazri, Zulnazri; Sylvia, Novi; Riza, Medyan
Jurnal Riset Kimia Vol. 15 No. 2 (2024): September
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrk.v15i2.695

Abstract

Degradable plastics may be employed as a substitute for conventional plastics in various commercial applications. Plastics made from starch and PVA-g-MAH are biodegradable. This research uses sago and jackfruit starch, a maleic anhydride compatibilizer, and PVA to make degradable plastics stronger. The research method consists of several stages, making sago starch and jackfruit seed starch, preparing degradable plastic synthesis, and testing the resulting degradable plastic. The test of mechanical characteristics of degradable plastics carried out is the tensile strength test of 4.41 Mpa - 6.02 MPa on sago starch-based degradable plastic with PVA-g-MAH, while the tensile strength of 6.86 - 8.43 MPa on jackfruit seed starch-based degradable plastic with PVA-g-MAH. The test shows that the compound is hydrophilic, meaning it binds to water and is easily degraded by soil. The DSC thermogram shows that the plastic samples degrade when heated, both thermogram peaks occur which indicate physical changes. The swelling value obtained in sago starch degradable plastic with PVA-g-MAH is (28.14-72.17%) while in jackfruit seed starch degradable plastic, the swelling obtained ranges from (25.91-84.72%) showing a good result. Sago starch and jackfruit seed starch degradable plastics degraded in 6-18 days using PVA-g-MAH. Sago starch and jackfruit seed starch-based plastics using PVA-g-MA meet the ASTM 6400 standard for biodegradable plastics. The plastic should be able to biodegrade up to 60% within six months or 90% within one year.
Efficiency Of Hydrogen Production From Sea Water Using The Electrolysis Process With Solar Energy Photovoltaic Systems Fadhli, Fadhli; Hakim, Lukman; Setiawan, Adi; Dewi, Rozanna; Zulnazri, Zulnazri; Daud, Muhammad; Sari, Ratna
Jurnal Polimesin Vol 22, No 1 (2024): February
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v22i1.4824

Abstract

Hydrogen is a future alternative energy source, offering environmental friendliness and renewable properties that can potentially replace fossil fuels. Despite the potential, its synthesis typically requires high energy and costs, posing a constraint on mass production due to low efficiency. Therefore, this study aims to develop hydrogen production technology from seawater using the electrolysis process with solar energy from photovoltaic systems as energy source. The experiments were carried out with different voltages of 10, 15, 20, and 25 volts, using electrode materials made of titanium in mesh and plate shapes. Seawater served as the electrolyte, and it was supplemented with 0.1 molNaOH and 0.1 mol H2SO4. The results showed that the applied voltage had a positive correlation with hydrogen production rate, while the electrolysis process time had no significant effect. In addition, the use of NaOH catalyst with mesh-shaped titanium electrode could yield efficiency of hydrogen production flow rate of 2.06% or 52 ml/minute. This outcome was better compared to the electrolysis of seawater electrolyte with and without H2SO4 catalyst, which yielded values of 1.84% or 30.1 ml/minute and 1.42% or 28.9 ml/minute, respectively.
TINJAUAN NILAI BAKAR LIMBAH SEKAM PADI DAN LIMBAH INDUSTRI KUSEN PADA PEMBUATAN BRIKET MENGGUNAKAN PERBANDINGAN VARIASI LEM K DAN KANJI SEBAGAI PEREKAT Anggraini, Dea Riski; Bahri, Syamsul; Kurniawan, Eddy; Muhammad, Muhammad; Dewi, Rozanna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.12066

Abstract

Karena kelangkaan sumber daya alam, pengembangan energi alternatif menjadi penting saat ini. Pemanfaatan energi biomassa merupakan salah satu cara pemanfaatan energi alternatif. Pada penelitian ini bahan baku biomassa adalah limbah sekam padi dan gerobak kayu. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan briket dengan nilai mutu sesuai SNI briket. Perekat yang dipakai untuk penelitian ini adalah lem K dan tapioka dengan presentasi lem masing-masing 10%, 15%, dan 20%. Penelitian ini sudah dilakukan sebelumnya dan hanya terfokus pada satu lem. Yang belum pernah dilakukan adalah membandingkan kedua lem tersebut. Briket arang diproduksi dengan menggunakan metode karbonisasi untuk mengubah bahan baku alami menjadi karbon dengan membakar bahan baku untuk menghilangkan kandungan karbon dan zat lain yang tidak membutuhkan arang. Dalam penelitian ini dilakukan uji kedekatan, uji nilai kalor dan uji bahan bakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing briket terbaik memiliki 10 persen. Untuk briket dengan lem K, jumlah yang dinyatakan adalah 3,688%, abu 3,03%, bahan mudah menguap 10,75%, karbon 82,532%, nilai kalor 5250,48 kal/g dan indeks bahan bakar tidak kurang dari 0,2204 g. Untuk briket dengan lem kanji sebesar 5,834%, abu 3,048%, zat terbang 11,22%, karbon tetap 79,898%, nilai kalor 5673,36 cal/g dan laju pembakaran. dari 0,4212 g/mnt. Berdasarkan hasil penelitian ini, briket dari sekam padi dan limbah industry kusen dengan lem dan kanji dapat digunakan sebagai bahan alternatif.
Karakterisasi Karbon Aktif Dari Limbah Padat Nilam Dengan Variasi Konsentrasi Aktivator Harahap, Nurul Aulia; Kurniawan, Eddy; Ginting, Zainuddin; Muhammad, Muhammad; Dewi, Rozanna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i3.13414

Abstract

Meskipun tersedia secara luas, namun limbah penyulingan minyak nilam belum dimanfaatkan secara optimal dan mungkin dapat dijadikan sebagai bahan awal produksi karbon aktif. Zat amorf yang dikenal sebagai "karbon aktif" dibuat dari bahan yang mengandung karbon atau mengandung arang yang telah melalui proses tertentu untuk meningkatkan kemampuan adsorpsinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi aktivator KOH yang optimal berbahan baku limbah padat nilam. Meskipun penelitian ini telah dilakukan sebelumnya, namun belum pernah dilakukan dengan cara seperti ini: menggunakan bahan baku limbah padat nilam dengan konsentrasi aktivator KOH yang berbeda untuk mencari karbon aktif yang optimal pada konsentrasi aktivator 4M. Untuk meningkatkan luas permukaan karbon dan memiliki serapan yang baik, penelitian ini akan menerapkan teknik karbonisasi dan aktivasi. Pada penelitian ini, limbah padat nilam dikarbonisasi pada suhu 300°C. Produk karbonisasi selanjutnya diaktivasi menggunakan aktivator KOH, dengan ukuran karbon berbeda dan konsentrasi karbon 50 dan 100 mesh. Berdasarkan penelitian dan pengujian diperoleh persentase serapan terbesar sebesar 94,01% pada sampel 100 mesh, kadar abu terendah sebesar 1,78% pada sampel 100 mesh, dan hasil pengujian kadar air terendah sebesar 5,78% pada sampel 50 mesh. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kualitas karbon aktif meningkat seiring dengan bertambahnya konsentrasi larutan aktivator KOHMeskipun tersedia secara luas, namun limbah penyulingan minyak nilam belum dimanfaatkan secara optimal dan mungkin dapat dijadikan sebagai bahan awal produksi karbon aktif. Zat amorf yang dikenal sebagai "karbon aktif" dibuat dari bahan yang mengandung karbon atau mengandung arang yang telah melalui proses tertentu untuk meningkatkan kemampuan adsorpsinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi aktivator KOH yang optimal berbahan baku limbah padat nilam. Meskipun penelitian ini telah dilakukan sebelumnya, namun belum pernah dilakukan dengan cara seperti ini: menggunakan bahan baku limbah padat nilam dengan konsentrasi aktivator KOH yang berbeda untuk mencari karbon aktif yang optimal pada konsentrasi aktivator 4M. Untuk meningkatkan luas permukaan karbon dan memiliki serapan yang baik, penelitian ini akan menerapkan teknik karbonisasi dan aktivasi. Pada penelitian ini, limbah padat nilam dikarbonisasi pada suhu 300°C. Produk karbonisasi selanjutnya diaktivasi menggunakan aktivator KOH, dengan ukuran karbon berbeda dan konsentrasi karbon 50 dan 100 mesh. Berdasarkan penelitian dan pengujian diperoleh persentase serapan terbesar sebesar 94,01% pada sampel 100 mesh, kadar abu terendah sebesar 1,78% pada sampel 100 mesh, dan hasil pengujian kadar air terendah sebesar 5,78% pada sampel 50 mesh. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kualitas karbon aktif meningkat seiring dengan bertambahnya konsentrasi larutan aktivator KOH. 
Pembuatan Pupuk Organik Padat dari Kotoran Kambing dengan Bio Katalis Bacillus subtilis Suryani, Eni; Zulnazri, Zulnazri; Dewi, Rozanna; Meriatna, Meriatna; Kurniawan, Eddy
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i1.13713

Abstract

Limbah kotoran ternak bisa digunakan sebagai pupuk hal ini disebabkan mengandung unsur hara misalnya nitrogen (N), fosfor (P) dan kalium (K) yang penting bagi tanaman dan kesuburan tanah. Suatu kotoran hewani yang dipergunakan sebagai pupuk ialah kotoran kambing. Dalam penelitian ini dikaji pengaruh bioaktivator Bacillus subtilis terhadap kandungan nitrogen (N), phospor(P), kalium (K), rasio C/N dan kadar air pada pupuk yang telah dihasilkan. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya menggunakan Effective Microorganism (EM4) sebagai biaktivator dengan waktu 2-12 minggu. Pada penelitian ini digunakan Bacillus subtilis sebagai biaktivator dengan konsentrasi 50 ml pada waktu 7, 14 dan 21 hari pada proses pembuatan pupuk organik padat. Hasil analisa dibandingkan dengan SNI 7763:2018. Analisa pupuk kandang dilakukan pada hari ke 7, 14 dan 21. Hasil analisa pupuk dengan menggunakan bio katalis Bacillus subtilis lebih efisien dan membutuhkan waktu pengomposan yang singkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Bacillus subtilis 50 ml dengan waktu 7 hari dimana kandungan Nitrogen 2.55%, Phospor 2.37%, Kalium 4.10%, Rasio C/N 15.43, dan kadar air 23.23%. Dengan diperolehnya hasil uji tersebut, maka pupuk kandang sudah sesuai SNI dan layak untuk digunakan pada tanaman.
PENGARUH JUMLAH MASSA KEMIRI DAN WAKTU PROSES TERHADAP KUALITAS MINYAK KEMIRI DENGAN PROSES RENDERING Muliadi, Muliadi; Sulhatun, Sulhatun; Zulnazri, Zulnazri; Kurniawan, Eddy; Dewi, Rozanna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.15050

Abstract

Minyak kemiri dibuat dengan menggunakan teknik memasak. Penelitian ini menggunakan beberapa faktor, lebih spesifiknya faktor layak pada penelitian ini menggunakan biji kemiri sebanyak 500 gram. Faktor bebas dalam pengujian ini meliputi musim memasak 50 menit, 70 menit, satu setengah jam, dan faktor penentu meliputi Densitas, Viskositas, dan pengujian (GCMS). Tujuan dari Pengujian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi waktu pemasakan buah kemiri dan massa kemiri terhadap sifat minyak yang dihasilkan. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah dengan jumlah kemiri yang berbeda dan analisa viskositas. Hasil eksplorasi menunjukkan kekentalan minyak kemiri terbaik adalah 0,83 g/cm3 pada waktu 70 menit dan konsistensi terbaik adalah 0,72 mPa.s pada massa kemiri 400 gr. Hasil pengujian GCMS menunjukkan bahwa zat yang terdapat pada contoh yang dibedah mempunyai bilangan korosif yang paling rendah yaitu metil ester (3,75%) sedangkan minyak dengan bilangan korosif yang lebih tinggi adalah sikloheksalosan dodekametil. Asam lemak jenuh seperti metil ester, asam miristat, asam oleat, asam linoleat, asam palmitat, asam stearat, asam arakidonat, dan trigliserida mendominasi kandungan sampel yang dianalisis pada uji komposisi (GC-MS).
Co-Authors Abrar Muslim Adha, Muhammad Ikhwanul Adi Saputra Ismy Adi Setiawan Adrin, Prista Agam Muarif Agustinus Purna Irawan Ahmad Fikri Ahmad Fikri Ahmad Fikri Ahmadi Ahmadi Aida Safitri Ainun, Sarifah Al Ichlas Imran Al Ichlas Imran Almia Permata Putri Amalia, Nabuia Amiratul Husna Amri Amri Ananda Monarita Ananda, Aldila Andre Yosi Angga Tri Agusna PA Anggi Dwi Safitri Anggraini, Dea Riski Annisa Ramadina Anugrah Yunika Tambunan Ardiansyah, Zul Fadly Ari Irawan Ari Salahudin Arif Maulana Aulia, Rauzatul Authar, Mhammad Azhari Azhari Azhari Azhari Bima Bahyuzi Chairina Chairina Chatarina Umbul Wahyuni Cionita, Tezara Cut Milya Dahliana Abdullah Deasy Siska Desriani, Chintiara Devi, Sri Marlia Dewi Lestari Dinda Humaira Eddy Kurniawan Effendy, Ahmad Hidayat Eni Suryani Etanto Heiliano Wijayanto Etanto Heiliano Wijayanto Fachry Abda El Rahman Fadhli Syamsudin Fahirul Muhar Faisal . Faisal Faisal Faisal Faisal Farah Irda Farid Yoanda Fatnia, Fatnia Feni Lestari Berutu Fibarzi, Wiza Ulfa Firda, Hanisyah Fitriani Fitriani Fitriyana, Deni Fajar Gebrina Rizki Gunawati Gunawati Hadi, Agung Efriyo Halimatus Sakdiah Hanif, Hanif Hannisyah Firda Harahap, Nurul Aulia Hendi Setiawan Holila, Manna Husni Husin Ibrahim, Ishak Ilhami, Gita Ayu Imran, Al Ichlas Indra Nofriadi Iqbal Kamar Iqbal Kamar Iqbal Kamar Ishak Ishak Ishak Ishak Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jamiluddin, Jamiluddin Jannah, Rouzatul Janni, Miftahul Januar Parlaungan Siregar Januar Parlaungan Siregar Jasmani Jasmani Jullimursyida Kamar, Iqbal Khalsiah Khalsiah Kuniawan, Eddy Leni Maulinda, Leni Lidia Manik Lukman Hakim Lukman Hakim M Ali Anto M Riza Mahdayani Sinaga, Citra Puspita Maizuar Maizuar Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita, Masrullita Mat Rejab, Mohd Ruzaimi Mat Rejab, Mohd. Ruzaimi Mawardati Mawardati Medyan Riza Medyan Riza Melan Amanah, Ananda Meriatna Meriatna Mhd Aidil Anwar Milarahma Yulianti Mohd Ruzaimi Mat Rejab Muammar Khadafi Muhammad Muhammad Abrar Muhammad Daud Muhammad Farhan Muhammad Faturrahman Muhammad Ikhwanul Adha Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad nur Ichsan Tamiogy Muhammad Subhan Muji Setiyo Muliadi Mulyawan, Rizka Muthawali, Dede Ibrahim Muthia Septiana Muthia Septiana, Muthia Mutia Reza Nabila Adhani Nainggolan, Yuni O Nasrul ZA Nasrul ZA, Nasrul Nasrun, Mahdalena Novi Sylvia Nur Annisa Nur rizqi Fattah Lubis Nurdiah, Ika Nurlaila, Rizka Nurmazaya, Vini Nurul Khumaida Oktaviani oktaviani Pane, Nurul Anisa putri, intan nanda Putri, Melani Annisa Rafika Rafika Rahayu Retnowulan, Sri Rahmi Rahmi Rahmi, Delfi Ramadhan, Cindia Ramdhani, Nevia Arbi Ratna Sari Raudhatul Ulfa Reci Anggraini Retnowulan, Sri Rahayu Ridwandi Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Rizkya Faradaiza Rizqon Hasibuan Rosnita Rouzatul Jannah S. Syafi’ie Safira Fitri Said Jalalul Akbar Samsudin Anis Shintia Clarita Silitonga, Hanna Amaliah Siregar, Januar Parlaungan Siti Maulidya Salsabila Sry Rahmadani Sujentheran Nair Kalatharan Sulhatun Sulhatun Suryati Suryati Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syarifah Yulisa Syurvani Else Putri Tarigan, Jhodi Okta Albiqho Tasya Maidayanti Teuku Rihayat Tezara Cionita Thomas Junaedi Vania, Sherryl Veithzal Rivai Zainal Wisnu Prayogo Wiyani, Sri Wiza Ulfa Fibarzi Yani, Firda Tirta yanti, eva Yopi Aji Akbar Yulia Yulia Yunardi, Y Yuris Setyoadi Zahratun Mauliza Zainuddin Ginting Zikri Amarullah Surbakti Zulnazri, Z Zurrahmi, Zurrahmi