Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Compatibilizer Polyvinyl Alcohol-graft-Maleic Anhydride (PVA-g-MAH) terhadap Karakteristik Plastik Degradable Berbasis Pati Sagu dan Pati Biji Nangka Dewi, Rozanna; Zulnazri, Zulnazri; Sylvia, Novi; Riza, Medyan
Jurnal Riset Kimia Vol. 15 No. 2 (2024): September
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrk.v15i2.695

Abstract

Degradable plastics may be employed as a substitute for conventional plastics in various commercial applications. Plastics made from starch and PVA-g-MAH are biodegradable. This research uses sago and jackfruit starch, a maleic anhydride compatibilizer, and PVA to make degradable plastics stronger. The research method consists of several stages, making sago starch and jackfruit seed starch, preparing degradable plastic synthesis, and testing the resulting degradable plastic. The test of mechanical characteristics of degradable plastics carried out is the tensile strength test of 4.41 Mpa - 6.02 MPa on sago starch-based degradable plastic with PVA-g-MAH, while the tensile strength of 6.86 - 8.43 MPa on jackfruit seed starch-based degradable plastic with PVA-g-MAH. The test shows that the compound is hydrophilic, meaning it binds to water and is easily degraded by soil. The DSC thermogram shows that the plastic samples degrade when heated, both thermogram peaks occur which indicate physical changes. The swelling value obtained in sago starch degradable plastic with PVA-g-MAH is (28.14-72.17%) while in jackfruit seed starch degradable plastic, the swelling obtained ranges from (25.91-84.72%) showing a good result. Sago starch and jackfruit seed starch degradable plastics degraded in 6-18 days using PVA-g-MAH. Sago starch and jackfruit seed starch-based plastics using PVA-g-MA meet the ASTM 6400 standard for biodegradable plastics. The plastic should be able to biodegrade up to 60% within six months or 90% within one year.
Efficiency Of Hydrogen Production From Sea Water Using The Electrolysis Process With Solar Energy Photovoltaic Systems Fadhli, Fadhli; Hakim, Lukman; Setiawan, Adi; Dewi, Rozanna; Zulnazri, Zulnazri; Daud, Muhammad; Sari, Ratna
Jurnal Polimesin Vol 22, No 1 (2024): February
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v22i1.4824

Abstract

Hydrogen is a future alternative energy source, offering environmental friendliness and renewable properties that can potentially replace fossil fuels. Despite the potential, its synthesis typically requires high energy and costs, posing a constraint on mass production due to low efficiency. Therefore, this study aims to develop hydrogen production technology from seawater using the electrolysis process with solar energy from photovoltaic systems as energy source. The experiments were carried out with different voltages of 10, 15, 20, and 25 volts, using electrode materials made of titanium in mesh and plate shapes. Seawater served as the electrolyte, and it was supplemented with 0.1 molNaOH and 0.1 mol H2SO4. The results showed that the applied voltage had a positive correlation with hydrogen production rate, while the electrolysis process time had no significant effect. In addition, the use of NaOH catalyst with mesh-shaped titanium electrode could yield efficiency of hydrogen production flow rate of 2.06% or 52 ml/minute. This outcome was better compared to the electrolysis of seawater electrolyte with and without H2SO4 catalyst, which yielded values of 1.84% or 30.1 ml/minute and 1.42% or 28.9 ml/minute, respectively.
TINJAUAN NILAI BAKAR LIMBAH SEKAM PADI DAN LIMBAH INDUSTRI KUSEN PADA PEMBUATAN BRIKET MENGGUNAKAN PERBANDINGAN VARIASI LEM K DAN KANJI SEBAGAI PEREKAT Anggraini, Dea Riski; Bahri, Syamsul; Kurniawan, Eddy; Muhammad, Muhammad; Dewi, Rozanna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.12066

Abstract

Karena kelangkaan sumber daya alam, pengembangan energi alternatif menjadi penting saat ini. Pemanfaatan energi biomassa merupakan salah satu cara pemanfaatan energi alternatif. Pada penelitian ini bahan baku biomassa adalah limbah sekam padi dan gerobak kayu. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan briket dengan nilai mutu sesuai SNI briket. Perekat yang dipakai untuk penelitian ini adalah lem K dan tapioka dengan presentasi lem masing-masing 10%, 15%, dan 20%. Penelitian ini sudah dilakukan sebelumnya dan hanya terfokus pada satu lem. Yang belum pernah dilakukan adalah membandingkan kedua lem tersebut. Briket arang diproduksi dengan menggunakan metode karbonisasi untuk mengubah bahan baku alami menjadi karbon dengan membakar bahan baku untuk menghilangkan kandungan karbon dan zat lain yang tidak membutuhkan arang. Dalam penelitian ini dilakukan uji kedekatan, uji nilai kalor dan uji bahan bakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing briket terbaik memiliki 10 persen. Untuk briket dengan lem K, jumlah yang dinyatakan adalah 3,688%, abu 3,03%, bahan mudah menguap 10,75%, karbon 82,532%, nilai kalor 5250,48 kal/g dan indeks bahan bakar tidak kurang dari 0,2204 g. Untuk briket dengan lem kanji sebesar 5,834%, abu 3,048%, zat terbang 11,22%, karbon tetap 79,898%, nilai kalor 5673,36 cal/g dan laju pembakaran. dari 0,4212 g/mnt. Berdasarkan hasil penelitian ini, briket dari sekam padi dan limbah industry kusen dengan lem dan kanji dapat digunakan sebagai bahan alternatif.
Karakterisasi Karbon Aktif Dari Limbah Padat Nilam Dengan Variasi Konsentrasi Aktivator Harahap, Nurul Aulia; Kurniawan, Eddy; Ginting, Zainuddin; Muhammad, Muhammad; Dewi, Rozanna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i3.13414

Abstract

Meskipun tersedia secara luas, namun limbah penyulingan minyak nilam belum dimanfaatkan secara optimal dan mungkin dapat dijadikan sebagai bahan awal produksi karbon aktif. Zat amorf yang dikenal sebagai "karbon aktif" dibuat dari bahan yang mengandung karbon atau mengandung arang yang telah melalui proses tertentu untuk meningkatkan kemampuan adsorpsinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi aktivator KOH yang optimal berbahan baku limbah padat nilam. Meskipun penelitian ini telah dilakukan sebelumnya, namun belum pernah dilakukan dengan cara seperti ini: menggunakan bahan baku limbah padat nilam dengan konsentrasi aktivator KOH yang berbeda untuk mencari karbon aktif yang optimal pada konsentrasi aktivator 4M. Untuk meningkatkan luas permukaan karbon dan memiliki serapan yang baik, penelitian ini akan menerapkan teknik karbonisasi dan aktivasi. Pada penelitian ini, limbah padat nilam dikarbonisasi pada suhu 300°C. Produk karbonisasi selanjutnya diaktivasi menggunakan aktivator KOH, dengan ukuran karbon berbeda dan konsentrasi karbon 50 dan 100 mesh. Berdasarkan penelitian dan pengujian diperoleh persentase serapan terbesar sebesar 94,01% pada sampel 100 mesh, kadar abu terendah sebesar 1,78% pada sampel 100 mesh, dan hasil pengujian kadar air terendah sebesar 5,78% pada sampel 50 mesh. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kualitas karbon aktif meningkat seiring dengan bertambahnya konsentrasi larutan aktivator KOHMeskipun tersedia secara luas, namun limbah penyulingan minyak nilam belum dimanfaatkan secara optimal dan mungkin dapat dijadikan sebagai bahan awal produksi karbon aktif. Zat amorf yang dikenal sebagai "karbon aktif" dibuat dari bahan yang mengandung karbon atau mengandung arang yang telah melalui proses tertentu untuk meningkatkan kemampuan adsorpsinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi aktivator KOH yang optimal berbahan baku limbah padat nilam. Meskipun penelitian ini telah dilakukan sebelumnya, namun belum pernah dilakukan dengan cara seperti ini: menggunakan bahan baku limbah padat nilam dengan konsentrasi aktivator KOH yang berbeda untuk mencari karbon aktif yang optimal pada konsentrasi aktivator 4M. Untuk meningkatkan luas permukaan karbon dan memiliki serapan yang baik, penelitian ini akan menerapkan teknik karbonisasi dan aktivasi. Pada penelitian ini, limbah padat nilam dikarbonisasi pada suhu 300°C. Produk karbonisasi selanjutnya diaktivasi menggunakan aktivator KOH, dengan ukuran karbon berbeda dan konsentrasi karbon 50 dan 100 mesh. Berdasarkan penelitian dan pengujian diperoleh persentase serapan terbesar sebesar 94,01% pada sampel 100 mesh, kadar abu terendah sebesar 1,78% pada sampel 100 mesh, dan hasil pengujian kadar air terendah sebesar 5,78% pada sampel 50 mesh. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kualitas karbon aktif meningkat seiring dengan bertambahnya konsentrasi larutan aktivator KOH. 
Pembuatan Pupuk Organik Padat dari Kotoran Kambing dengan Bio Katalis Bacillus subtilis Suryani, Eni; Zulnazri, Zulnazri; Dewi, Rozanna; Meriatna, Meriatna; Kurniawan, Eddy
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i1.13713

Abstract

Limbah kotoran ternak bisa digunakan sebagai pupuk hal ini disebabkan mengandung unsur hara misalnya nitrogen (N), fosfor (P) dan kalium (K) yang penting bagi tanaman dan kesuburan tanah. Suatu kotoran hewani yang dipergunakan sebagai pupuk ialah kotoran kambing. Dalam penelitian ini dikaji pengaruh bioaktivator Bacillus subtilis terhadap kandungan nitrogen (N), phospor(P), kalium (K), rasio C/N dan kadar air pada pupuk yang telah dihasilkan. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya menggunakan Effective Microorganism (EM4) sebagai biaktivator dengan waktu 2-12 minggu. Pada penelitian ini digunakan Bacillus subtilis sebagai biaktivator dengan konsentrasi 50 ml pada waktu 7, 14 dan 21 hari pada proses pembuatan pupuk organik padat. Hasil analisa dibandingkan dengan SNI 7763:2018. Analisa pupuk kandang dilakukan pada hari ke 7, 14 dan 21. Hasil analisa pupuk dengan menggunakan bio katalis Bacillus subtilis lebih efisien dan membutuhkan waktu pengomposan yang singkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Bacillus subtilis 50 ml dengan waktu 7 hari dimana kandungan Nitrogen 2.55%, Phospor 2.37%, Kalium 4.10%, Rasio C/N 15.43, dan kadar air 23.23%. Dengan diperolehnya hasil uji tersebut, maka pupuk kandang sudah sesuai SNI dan layak untuk digunakan pada tanaman.
PENGARUH JUMLAH MASSA KEMIRI DAN WAKTU PROSES TERHADAP KUALITAS MINYAK KEMIRI DENGAN PROSES RENDERING Muliadi, Muliadi; Sulhatun, Sulhatun; Zulnazri, Zulnazri; Kurniawan, Eddy; Dewi, Rozanna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.15050

Abstract

Minyak kemiri dibuat dengan menggunakan teknik memasak. Penelitian ini menggunakan beberapa faktor, lebih spesifiknya faktor layak pada penelitian ini menggunakan biji kemiri sebanyak 500 gram. Faktor bebas dalam pengujian ini meliputi musim memasak 50 menit, 70 menit, satu setengah jam, dan faktor penentu meliputi Densitas, Viskositas, dan pengujian (GCMS). Tujuan dari Pengujian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi waktu pemasakan buah kemiri dan massa kemiri terhadap sifat minyak yang dihasilkan. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah dengan jumlah kemiri yang berbeda dan analisa viskositas. Hasil eksplorasi menunjukkan kekentalan minyak kemiri terbaik adalah 0,83 g/cm3 pada waktu 70 menit dan konsistensi terbaik adalah 0,72 mPa.s pada massa kemiri 400 gr. Hasil pengujian GCMS menunjukkan bahwa zat yang terdapat pada contoh yang dibedah mempunyai bilangan korosif yang paling rendah yaitu metil ester (3,75%) sedangkan minyak dengan bilangan korosif yang lebih tinggi adalah sikloheksalosan dodekametil. Asam lemak jenuh seperti metil ester, asam miristat, asam oleat, asam linoleat, asam palmitat, asam stearat, asam arakidonat, dan trigliserida mendominasi kandungan sampel yang dianalisis pada uji komposisi (GC-MS).
PEMBUATAN SABUN PADAT DENGAN PENAMBAHAN ESSENTIAL OIL LAVENDER DAN SCRUB OAT SEBAGAI ANTI INFLAMASI DENGAN METODE COLD PROCES Ramdhani, Nevia Arbi; Sylvia, Novi; ., Faisal; Hakim, Lukman; Dewi, Rozanna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i3.15194

Abstract

Sabun adalah senyawa natrium yang terbentuk dari asam lemak dan digunakan sebagai agen pembersih tubuh. Sabun biasanya berwujud padat, mampu menghasilkan busa, dan dapat mengandung bahan tambahan tertentu. Pentingnya, sabun dirancang sedemikian rupa sehingga tidak menyebabkan iritasi pada kulit. Proses pembuatan sabun melibatkan pengikatan asam lemak dengan alkali, seperti natrium hidroksida (NaOH), yang menghasilkan sabun padat, atau yang lebih dikenal sebagai hardsoap. Sabun padat diproduksi melalui metode cold process, tanpa pemanasan, dengan mencampurkan bahan utama berupa minyak kelapa, minyak kelapa sawit, dan minyak zaitun dengan alkali. Kemudian, ditambahkan essential oil lavender dan scrub oat ke dalam campuran tersebut. Proses selanjutnya melibatkan penggunaan hand mixer sebelum dicetak, dengan masa curing selama 2 minggu. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya yang belum pernah dilakukan adalah memvariasikan bahan dengan penambahan essential oil lavender dan scrub oat sebagai anti inflamasi. Analisa mutu sabun dilakukan berdasarkan SNI No.3532-2021 serta uji fisik sediaan sabun dengan parameter pengujian meliputi kadar air, alkali bebas/ asam lemak bebas, pH, stabilitas busa, dan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air sabun yaitu berkisar 3,4% -7%, asam lemak bebas berkisar 0,38%- 0,78% dan uji fisik yaitu pH berada dikisaran 9,49-10, uji stabilitas busa berada dikisaran 70,66%-79,62% dan uji organoleptik menghasilkan sediaan warna, aroma dan tekstur yang bervariasi. Dapat dilihat dari hasil penelitian ini bahwa sabun padat dengan penambahan essential oil lavender dan scrub oat dengan metode cold proces telah memenuhi standar SNI dan uji fisik yang aman dipakai Kata Kunci:Asam Lemak Bebas, Alkali, Kadar Air, Essential Oil, Ph, Sabun, Scrub Oat, Stabilitas Busa, Organoleptik
PENINGKATAN DERAJAT DEASETILASI PADA KITOSAN DARI LIMBAH TULANG SOTONG (SEPIA OFFICINALIS) DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSTRAKSI Reci Anggraini; Zulnazri; Rozanna Dewi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.22857

Abstract

Kitosan merupakan biopolimer alami yang banyak dimanfaatkan di berbagai bidang, termasuk industri farmasi, karena sifat-sifatnya yang biokompatibel, biodegradable, dan memiliki aktivitas biologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum dicapai pada suhu 130°C dan waktu reaksi 80 menit. Pada parameter ini, kitosan yang dihasilkan memiliki derajat deasetilasi sebesar 75%, rendemen sebesar 80%, kadar udara 0,85%, dan kadar abu 0,95%.Nilai-nilai tersebut menunjukkan bahwa kitosan yang diperoleh telah memenuhi standar kualitas untuk aplikasi teknis dan memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut dalam berbagai penggunaan industri.
Co-Authors Abrar Muslim Adha, Muhammad Ikhwanul Adi Saputra Ismy Adi Setiawan Adrin, Prista Agam Muarif Agustinus Purna Irawan Ahmad Fikri Ahmad Fikri Ahmadi Ahmadi Aida Safitri Ainun, Sarifah Almia Permata Putri Amalia, Nabuia Amiratul Husna Amri Amri Ananda Monarita Ananda, Aldila Angga Tri Agusna PA Anggi Dwi Safitri Anggraini, Dea Riski Annisa Ramadina Anugrah Yunika Tambunan Ardiansyah, Zul Fadly Ari Irawan Ari Salahudin Arif Maulana Aulia, Rauzatul Authar, Mhammad Azhari Azhari Azhari Azhari Chairina Chairina Chatarina Umbul Wahyuni Cionita, Tezara Cut Milya Dahliana Abdullah Deasy Siska Desriani, Chintiara Devi, Sri Marlia Dewi Lestari Dinda Humaira Eddy Kurniawan Effendy, Ahmad Hidayat Eni Suryani Etanto Heiliano Wijayanto Fachry Abda El Rahman Fadhli Syamsudin Fahirul Muhar Faisal . Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Farah Irda Farid Yoanda Fatnia, Fatnia Faturrahman, Muhammad Feni Lestari Berutu Fibarzi, Wiza Ulfa Firda, Hanisyah Fitriani Fitriani Fitriani Fitriani Fitriyana, Deni Fajar Gunawati Gunawati Hadi, Agung Efriyo Halimatus Sakdiah Hanif, Hanif Harahap, Nurul Aulia Hendi Setiawan Holila, Manna Husni Husin Ibrahim, Ishak Ilhami, Gita Ayu Imran, Al Ichlas Indra Nofriadi Iqbal Kamar Ishak Ishak Ishak Ishak Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalalul Akbar, Said Jamiluddin, Jamiluddin Jannah, Rouzatul Janni, Miftahul Jasmani Jasmani Jullimursyida Junaedi, Thomas Kalatharan, Sujentheran Nair Kamar, Iqbal Khalsiah Khalsiah Kuniawan, Eddy Leni Maulinda, Leni Lidia Manik Lukman Hakim Lukman Hakim M Ali Anto M Riza Mahdayani Sinaga, Citra Puspita Maizuar Maizuar Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita, Masrullita Mat Rejab, Mohd Ruzaimi Mat Rejab, Mohd. Ruzaimi Mawardati Mawardati Medyan Riza Medyan Riza Melan Amanah, Ananda Meriatna Meriatna Milarahma Yulianti Mohd Ruzaimi Mat Rejab Muammar Khadafi Muhammad Abrar Muhammad Daud Muhammad Farhan Muhammad Ikhwanul Adha Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad nur Ichsan Tamiogy Muhammad Subhan Muhammad, Muhammad Muji Setiyo Muliadi Mulyawan, Rizka Muthawali, Dede Ibrahim Muthia Septiana Muthia Septiana, Muthia Mutia Reza Nabila Adhani Nainggolan, Yuni O Nasrul ZA Nasrul ZA, Nasrul Nasrun, Mahdalena Novi Sylvia Nur Annisa Nur rizqi Fattah Lubis Nurdiah, Ika Nurlaila, Rizka Nurmazaya, Vini Nurul Khumaida Oktaviani oktaviani Pane, Nurul Anisa Prayogo, Wisnu Putri, Balqis Eka putri, intan nanda Putri, Melani Annisa Rafika Rafika Rahayu Retnowulan, Sri Rahmi Rahmi Rahmi, Delfi Ramadhan, Cindia Ramdhani, Nevia Arbi Ratna Sari Raudhatul Ulfa Reci Anggraini Retnowulan, Sri Rahayu Ridwandi Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Rizkya Faradaiza Rizqon Hasibuan Rouzatul Jannah Samsudin Anis Shintia Clarita Sigian, Zikri Husni Silitonga, Hanna Amaliah Siregar, Januar Parlaungan Siti Maulidya Salsabila Sry Rahmadani Sulhatun Sulhatun Suryati Suryati Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syarifah Yulisa Syurvani Else Putri Tarigan, Jhodi Okta Albiqho Tasya Maidayanti Teuku Rihayat Tezara Cionita Vania, Sherryl Veithzal Rivai Zainal Wijayanto, Etanto Heiliano Wisnu Prayogo Wiyani, Sri Wiza Ulfa Fibarzi Wusnah Wusnah, Wusnah Yani, Firda Tirta yanti, eva Yopi Aji Akbar Yulia Yulia Yunardi, Y Yuris Setyoadi Zahratun Mauliza Zainuddin Ginting Zikri Amarullah Surbakti Zulnazri Zulnazri, Z Zurrahmi, Zurrahmi