Claim Missing Document
Check
Articles

AKTIVASI KARBON DARI KULIT PINANG DENGAN MENGGUNAKAN AKTIVATOR KIMIA KOH Rozanna Dewi; Azhari Azhari; Indra Nofriadi
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2020
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v9i2.3351

Abstract

Karbon aktif adalah suatu bahan yang mengandung unsur karbon 85-95% dan merupakan padatan berpori. Karbon aktif ini merupakan hasil pemanasan bahan yang mengandung karbon pada suhu tinggi tetapi tidak teroksidasi. Pada penelitian ini bahan yang digunakan adalah Kulit Pinang dan aktivatornya berupa KOH. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengkaji pembuatan Karbon Aktif dari Kulit Pinang dengan Variasi Konsentrasi dan suhu karbonasi  yang berbeda, menganalisa kadar air, kadar abu, kadar karbon terikat, dan daya serap terhadap larutan I2 pada Karbon aktif. Penelitian ini dilakukan dengan aktivator KOH dengan masing-masing 10%, 15%, 20%, dan 25% dan suhu 110oC, 163 oC dan 367 oC. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh karbon aktif dengan kadar air terendah 4,73% pada aktivator KOH 25% suhu 110 oC , kadar abu terendah 0,83% pada KOH 20% suhu 110 oC, kadar karbon terikat tertinggi 98,55%, dan daya serap terhadap I2 tertinggi 769,0746% pada konsentrasi KOH 20% suhu 367 oC. Dari data yang diperoleh suhu 367 oC merupakan aktivator terbaik dengan konsentrasi KOH 20%.
KARAKTERISASI GLUKOSA DARI PROSES HIDROLISIS α-SELULOSA DARI LIMBAH KULIT KOPI ARABIKA Almia Permata Putri; Zulnazri Zulnazri; Rozanna Dewi; Sulhatun Sulhatun; Syamsul Bahri
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v11i1.7254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kadar selulosa dan kadar glukosa dari kulit kopi arabika dengan mengekstraksi kulit kopi arabika menjadi selulosa sehingga didapatkan persen yield dari selulosa sebesar 27,36% serta dilakukan karakterisasi selulosa yang diperoleh dari kulit kopi arabika dengan melakukan uji XRD sehingga didapat persen kristalinitasnya sebesar 63,76%. Kemudian selulosa yang didapatkan dihidrolisis menggunakan katalis asam yaitu H2SO4 menjadi glukosa dengan memvariasikan konsentrasi H2SO4 yaitu 8%, 10%, dan 12% serta suhu pemanasannya yaitu 80oC, 90oC, dan 100oC dalam waktu 4 jam sehingga diperoleh persen yield dan kadar glukosa yang diuji menggunakan alat Refraktometer Brix. Dari hasil analisa kadar glukosa tertinggi didapat pada konsentrasi 10% dengan suhu 100oC yaitu 8% bukan pada konsentrasi 8%. Sedangkan kenaikan yield tertinggi terdapat pada konsentrasi H2SO4 8% dengan suhu 80oC yaitu sebesar 95,4%, hal tersebut dipengaruhi oleh suhu pemanasan yang semakin rendah sehingga persentase yield yang diperoleh semakin tinggi.
Pemanfaatan Pati Batang Ubi Kayu dan Pati Ubi Kayu untuk Bahan Baku Alternatif Pembuatan Plastik Biodegradable Zulnazri Zulnazri; Sry Rahmadani; Rozanna Dewi
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2019
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v8i1.1913

Abstract

Plastik biodegradable adalah plastik yang dapat terdegradasi oleh mikroorganisme  dan terbuat dari bahan yang dapat diperbaharui, sehingga  tidak  merusak lingkungan. Pada penelitian ini plastik dibuat dengan bahan utamanya berasal dari pati batang ubi kayu dan pati ubi kayu, dengan memvariasikan suhu yaitu dengan suhu 550C dan 600C dan3 variasi volume gliserol yaitu 6%, 7%, 8%. Untuk meningkatkan karakteristik dari plasik dibutuhkan penambahan bahan yaitu  gliserol. Fungsi  penambahan gliserol agar plastik yang dihasilkan fleksibel. Pada penelitian ini, diperoleh hasil karakterisasi terbaik untuk uji ketahanan tarik pada  variasi  gliserol 8% dan suhu 600C didapatkan dengan nilai 274,6 MPa. Sedangkan elongasi terbaik pada variasi gliserol 6% dan suhu 550C  didapatkan dengan  nilai 147,12 %. Untuk  hasil  penelitian uji degradasi yaitu plastik pada penelitian ini mampu terurai secara sempurna selama 15 hari.
APLIKASI LEVEL CONTROL PADA SEPARATOR (SLUG CATCHER D-2710) PADA GAS RECEIVING PT. PERTA ARUN GAS Nasrul ZA; Azhari Azhari; Rozanna Dewi; Lukman Hakim; Muthia Septiana
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2020
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v9i2.3667

Abstract

Aplikasi kontrol PID pada tangki pemisah (separator) diteliti dengan berbagai variasi parameter seperti Kc, Ti dan Td. Kontrol level dijadikan sebagai respon dengan beberapa variasi gangguan. Sistem pengendalian level liquid pada separator dengan tuning parameter kontroler PID dengan kondisi operasi pada PT. Perta Arun Gas dengan tujuan mendapatkan bottom product yang sesuai spesifikasi dengan melakukan trial and error juga mendapatkan nilai Kc dan Ti terbaik. Control valve memiliki 2 action yaitu direct action dan reverse action. Pengontrol PID merupakan penggabungan dari pengontrol proportional integral derivative (PID) yang bertujuan untuk mempercepat reaksi sebuah sistem, menghilangkan offset. Tuning range Kc, Ti yang digunakan adalah Kc= 2-20 dan Ti 5-10 menit yang selanjutnya akan di run menggunakan response surface methodology dengan meninjau waktu PV (process variable) mendekati SP (setpoint) dan opening valve. Metode respon surface methodology digunakan untuk melihat pengaruh variabel terhadap suatu variabel respon dan untuk mengoptimalkan variabel respon tersebut. Optimasi waktu tercepat saat mengatasi gangguan dengan variasi level adalah tuning parameter Kc=17,18 dan Ti=5,6 dengan waktu 0,3 menit dan bukaan OP 26,9%. Waktu terlama saat mengatasi gangguan adalah pada Kc=4,64, Ti=9,27 menit, time=0,61 menit dengan OP=10,6%.Key words:    Control dynamic, Control PID, Response Surface Methodology.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT JERUK MANIS SEBAGAI PEKTIN DENGAN METODE EKSTRAKSI Anugrah Yunika Tambunan; Azhari Azhari; Rozanna Dewi; Nasrul ZA; Rizka Mulyawan
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v11i1.7261

Abstract

Pektin merupakan salah satu kelompok karbohidrat yang larut dalam air yang terdapat pada dinding sel dan jaringan interseluler tanaman tertentu. Dalam penelitian ini bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan pektin adalah kulit buah jeruk manis (Citrus Cinensis). Proses pembuatan pektin yang digunakan adalah proses ekstraksi padat cair, yaitu salah satu proses pembuatan pektin dengan proses transfer difusi komponen terlarut dari padatan inert kedalam pelarutnya atau dipakai untuk memisahkan analit yang ada di padatan  menggunakan pelarut organik. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan pektin dari limbah kulit buah jeruk manis. Sampel kulit jeruk manis 10 gr diekstraksi dengan menggunakan pelarut HCl dan pencucian pektin dengan etanol. Konsentrasi etanol yang digunakan adalah (0,06, 0,08, dan 0,1N) dengan suhu ekstraksi 60°C, 70°C. Serta 80°C. Hasil terbaik dengan kondisi optimum pada penelitian proses pembuatan pektin dari limbah kulit buah jeruk manis secara ekstraksi adalah pada konsentrasi 0,1 N dan suhu 80°C diperoleh rendemen 31,81 %, kadar air 1,80%, kadar metoksil 10,39% dan kadar galakturonat sebesar 86,24%..
Pembuatan Glukosa Cair dari Pati Singkong (Manihot esculenta C) secara Hidrolisis menggunakan Katalis Asam Klorida Masrullita Masrullita; Rozanna Dewi; Amri Aji; Meriatna Meriatna; Syarifah Yulisa
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2019
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v8i2.2678

Abstract

ABSTRAKSingkong (Manihot esculenta Cranz) yang dikenal sebagai ketela pohon atau ubi kayu merupakan umbi atau akar pohon yang rata-rata berdiameter 5-10 cm dan panjang 50-80 cm, tergantung dari jenis singkong. Singkong merupakan hasil produk pertanian yang potensinya tinggi sebagai sumber karbohidrat untuk bahan pangan dan industri. Pati singkong dapat dibuat gula cair dengan metode hidrolisis asam menggunakan asam klorida. Produk yang dihasilkan akan dianalisa kadar gula pereduksi menggunakan larutan benedict, analisa kadar air, analisa kadar abu dan analisa yield. Dengan menetapkan ukuran bahan baku yaitu 50 mesh serta konsentrasi katalis 0,40 N dengan volume 150ml dan memvariasikan suhu yaitu 90 oC, 100 oC dan 110 oC serta waktu hidrolisa yaitu 75 menit, 85 menit dan 95 menit. Hasil terbaik pada penelitian ini diperoleh pada suhu 110 oC dan waktu 95 menit dengan kadar glukosa sebesar 50%, kadar air 7%, kadar abu 0,985 dan yield 75,13%.Kata kunci: singkong, hidrolisis asam, katalis, gula cair
Experimental Study of Cellulose Extraction From Oil Palm Empty Fruits Bunches Zulnazri Zulnazri; Muhammad Ikhwanul Adha; Rozanna Dewi
Jurnal IPTEK Vol 26, No 1 (2022)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2022.v26i1.2353

Abstract

Empty Palm Oil Bunches is one of the non-timber solid wastes produced in the process of making palm oil. Empty palm oil bunches that have been cleaned and then hydrolyzed with HNO3 and NaNO2 are 3.5% at a temperature of 90oC. Then it was delignified by varying the concentration of NaOH 1%, 2%, 3%, 4% and using temperature variations of 40 oC, 50 oC, and 60 oC for 1 hour. Then the cellulose obtained was tested by FTIR test, XRD test, SEM test, and the yield was calculated. From the results of the FT-IR test, it is obtained that the high wave number is 2800-3300 cm-1 and the low wave number is 500-1400 cm-1. The spectrum shows a broad absorption peak located at 2800-4000 cm-1 which is a stretch of the –OH group. The highest yield content was found at a concentration of 4% NaOH at 90oC with a yield of 90.4%. The lowest yield is found at a concentration of 3% NaOH at a temperature of 60oC with a yield of 24.88%. From the results of these studies, it can be seen that the greater the concentration of NaOH used affects the cellulose produced.
Pemanfaatan Limbah Serabut Kelapa Sawit (Elaeis guineensis jacg.) sebagai Sumber Energi Alternatif dalam Pembuatan Biopelet Dahliana Abdullah; Eddy Kurniawan; Zainuddin Ginting; Ishak Ishak; Rozanna Dewi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 2 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i2.6013

Abstract

Kebutuhan energi makin meningkat seiring dengan perkembangan zaman dan pertumbuhan jumlah penduduk, peningkatan penggunaan energi dari bahan baku fosil menyebabkan peningkatan emisi gas rumah kaca, sehingga perlu penyediaan sumber energi pengganti yang ramah lingkungan yaitu biopelet. Biopelet merupakan jenis bahan bakar padat berbasis limbah biomassa. Penelitian ini bertujuan untuk membuat energi alternatif yang berupa biopelet dengan memanfaatkan limbah serabut kelapa sawit, menentukan jenis dan persen perekat terhadap kualitas biopelet. Penelitian ini dilakukan dalam 3 tahap, yaitu persiapan bahan baku, pencampuran perekat dengan variasi jenis dan persen perekat, dan pencetakan biopelet. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah Limbah serabut kelapa sawit PT IBAS bisa digunakan sebagai bahan bakar alternatif dalam bentuk biopelet. Biopelet terbaik berdasarkan jenis perekat yaitu biopelet dengan perekat tepung tapioka + sagu. Persen perekat sangat mempengaruhi kualitas biopelet yang dihasilkan, dimana semakin besar persen perkat maka semakin besar kadar air dan kadar abu yang didapatkan. Nilai kalor dipengaruhi oleh kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, dan kadar karbon terikat, dimana semakin tinggi kadar air dan kadar abu naka semakin rendah nilai kalor yang didapatkan, sebaliknya semakin tinggi kadar zat terbang dan korbon terikat maka semakin tinggi pula nilai kalor. Biopelet terbaik dari masing-masing perekat adalah biopelet dengan perekat 7,5% mendapatkan kadar air 9,8%, kadar abu 8,8%, kadar zat terbang 73,8%, kadar karbon terikat 10,1%, dan nilai kalor yaitu 16.451 j/g.
Glukosa Cair Dari Proses Hidrolisis Ubi Jalar Kuning (Ipomoea Batatas L) Menggunakan Katalis Asam Klorida Anggi Dwi Safitri; Rozanna Dewi; Rizka Nurlaila; Zulnazri Zulnazri; Muhammad Muhammad; Faisal Faisal; Iqbal Kamar
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - Oktober 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i4.7729

Abstract

Glukosa cair adalah produk yang dihasilkan dari proses hidrolisis dan merupakan hasil olahan dari polisakarida seperti pati dengan menggunakan asam kuat atau enzim. Bahan baku yang digunakan untuk penelitian ini adalah ubi jalar kuning dengan hidrolisis menggunakan katalis asam klorida (HCl). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hidrolisis tepung ubi jalar kuning menjadi glukosa dengan menggunakan katalisator asam klorida, mengevaluasi pengaruh suhu dan waktu reaksi terhadap jumlah glukosa yang dihasilkan dan mempelajari karakteristik glukosa yang dihasilkan yang meliputi organoleptik, kadar air, kadar glukosa dan densitas yang diperoleh. Temperatur pada saat proses hidrolisis yaitu 100oC. Perbedaan konsentrasi HCl dan lama waktu hidrolisis memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap parameter uji organoleptik bau dan warna, tetapi memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter uji oganoleptik rasa. Rasa manis tertinggi terdapat pada perlakuan konsentrasi HCl 0,8 N, sedangkan pada pengaruh lama waktu hidrolisis, organoleptik rasa tertinggi terdapat pada lama waktu 120 menit. Kadar air dan densitas terendah diperoleh pada konsentrasi HCl 0,8 N dengan waktu hidrolisis 120 menit yaitu 4,39% dan 0,992 gr/ml serta diperoleh kadar glukosa 4,79%.Kata Kunci : asam klorida, glukosa cair, hidrolisis dan ubi jalar
Pembuatan Sabun Transparan Berbasis Minyak Kelapa Dan Minyak Jarak Dengan Penambahan Ekstrak Lidah Buaya (Aloe Vera) Sebagai Bahan Antioksidan Alami Zikri Amarullah Surbakti; Syamsul Bahri; Rozanna Dewi; Riska Nurlaila; Rizka Mulyawan
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - Oktober 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i4.7493

Abstract

Sabun padat transparan merupakan salah satu inovasi sabun yang menjadikan sabun lebih menarik. Sabun trannsparan mempunyai busa yang lebih halus dibandingkan dengan sabun opaque sabun yang tidak transparan (Qisty, 2009). Faktor yang dapat mempengaruhi transparansi sabun adalah kandungan alkohol, gula, dan gliserin dalam sabun. Tujuan Penambahan Lidah buaya (Aloe Vera) Lidah buaya pada sabun padat transparan adalah memiliki kandungan saponin yang mempunyai kemampuan untuk membersihkan dan bersifat antiseptik. Karboksipeptidase yang terdapat pada daging daun lidah buaya bersifat antiinflamasi, hemiselulose dan mannan berfungsi untuk pertumbuhan dan perbaikan kulit. Polisakarida dan flavonoid juga bersifat sebagai antioksidan. Pada Penelitian ini, pembuatan sabun padat transparan dengan variabel yang telah ditetapkan formulanya yaitu sebanyak 0, 10, 20, 30 gram ekstrak lidah buaya dengan memvariasikan konsentrasi NaOH 26 %, 28 % dan 30 % serta menambahkan bahan baku minyak kelapa 40 gram, minyak jarak 30 gram, larutan gliserin 30 ml, larutan etanol 30 ml, larutan gula 70 % sebanyak 60 ml dan menambahkan asam stearat pada suhu reaksi 80°C . Penelitian ini bertujuan juga untuk membuat sabun padat transparan sesuai dengan ketentuan SNI 06-4085, 1994 yang meliputi penentuan uji kadar air, uji pH (Derajat Keasaman), uji stabilitas busa, dan penentuan uji organoleptik.
Co-Authors Abrar Muslim Adha, Muhammad Ikhwanul Adi Saputra Ismy Adi Setiawan Adrin, Prista Agam Muarif Agustinus Purna Irawan Ahmad Fikri Ahmad Fikri Ahmadi Ahmadi Aida Safitri Ainun, Sarifah Almia Permata Putri Amalia, Nabuia Amiratul Husna Amri Amri Ananda Monarita Ananda, Aldila Angga Tri Agusna PA Anggi Dwi Safitri Anggraini, Dea Riski Annisa Ramadina Anugrah Yunika Tambunan Ardiansyah, Zul Fadly Ari Irawan Ari Salahudin Arif Maulana Aulia, Rauzatul Authar, Mhammad Azhari Azhari Azhari Azhari Chairina Chairina Chatarina Umbul Wahyuni Cionita, Tezara Cut Milya Dahliana Abdullah Deasy Siska Desriani, Chintiara Devi, Sri Marlia Dewi Lestari Dinda Humaira Eddy Kurniawan Effendy, Ahmad Hidayat Eni Suryani Etanto Heiliano Wijayanto Fachry Abda El Rahman Fadhli Syamsudin Fahirul Muhar Faisal . Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Farah Irda Farid Yoanda Fatnia, Fatnia Faturrahman, Muhammad Feni Lestari Berutu Fibarzi, Wiza Ulfa Firda, Hanisyah Fitriani Fitriani Fitriani Fitriani Fitriyana, Deni Fajar Gunawati Gunawati Hadi, Agung Efriyo Halimatus Sakdiah Hanif, Hanif Harahap, Nurul Aulia Hendi Setiawan Holila, Manna Husni Husin Ibrahim, Ishak Ilhami, Gita Ayu Imran, Al Ichlas Indra Nofriadi Iqbal Kamar Ishak Ishak Ishak Ishak Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalalul Akbar, Said Jamiluddin, Jamiluddin Jannah, Rouzatul Janni, Miftahul Jasmani Jasmani Jullimursyida Junaedi, Thomas Kalatharan, Sujentheran Nair Kamar, Iqbal Khalsiah Khalsiah Kuniawan, Eddy Leni Maulinda, Leni Lidia Manik Lukman Hakim Lukman Hakim M Ali Anto M Riza Mahdayani Sinaga, Citra Puspita Maizuar Maizuar Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita, Masrullita Mat Rejab, Mohd Ruzaimi Mat Rejab, Mohd. Ruzaimi Mawardati Mawardati Medyan Riza Medyan Riza Melan Amanah, Ananda Meriatna Meriatna Milarahma Yulianti Mohd Ruzaimi Mat Rejab Muammar Khadafi Muhammad Abrar Muhammad Daud Muhammad Farhan Muhammad Ikhwanul Adha Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad nur Ichsan Tamiogy Muhammad Subhan Muhammad, Muhammad Muji Setiyo Muliadi Mulyawan, Rizka Muthawali, Dede Ibrahim Muthia Septiana Muthia Septiana, Muthia Mutia Reza Nabila Adhani Nainggolan, Yuni O Nasrul ZA Nasrul ZA, Nasrul Nasrun, Mahdalena Novi Sylvia Nur Annisa Nur rizqi Fattah Lubis Nurdiah, Ika Nurlaila, Rizka Nurmazaya, Vini Nurul Khumaida Oktaviani oktaviani Pane, Nurul Anisa Prayogo, Wisnu Putri, Balqis Eka putri, intan nanda Putri, Melani Annisa Rafika Rafika Rahayu Retnowulan, Sri Rahmi Rahmi Rahmi, Delfi Ramadhan, Cindia Ramdhani, Nevia Arbi Ratna Sari Raudhatul Ulfa Reci Anggraini Retnowulan, Sri Rahayu Ridwandi Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Rizkya Faradaiza Rizqon Hasibuan Rouzatul Jannah Samsudin Anis Shintia Clarita Sigian, Zikri Husni Silitonga, Hanna Amaliah Siregar, Januar Parlaungan Siti Maulidya Salsabila Sry Rahmadani Sulhatun Sulhatun Suryati Suryati Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syarifah Yulisa Syurvani Else Putri Tarigan, Jhodi Okta Albiqho Tasya Maidayanti Teuku Rihayat Tezara Cionita Vania, Sherryl Veithzal Rivai Zainal Wijayanto, Etanto Heiliano Wisnu Prayogo Wiyani, Sri Wiza Ulfa Fibarzi Wusnah Wusnah, Wusnah Yani, Firda Tirta yanti, eva Yopi Aji Akbar Yulia Yulia Yunardi, Y Yuris Setyoadi Zahratun Mauliza Zainuddin Ginting Zikri Amarullah Surbakti Zulnazri Zulnazri, Z Zurrahmi, Zurrahmi