Claim Missing Document
Check
Articles

KINETIKA HIDROLISA KULIT SINGKONG (manihot utilisima pohl) MENJADI GLUKOSA MENGGUNAKAN KATALIS HCl Zahratun Mauliza; Jalaluddin Jalaluddin; Rozanna Dewi; Eddy Kurniawan; Lukman Hakim
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 3 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i3.6015

Abstract

Kulit singkong merupakan bahan buangan (limbah buah singkong) yang dibuang begitu saja yang mengandung pati atau karbohidrat. Penelitian mengggunakan metode hidrolisa menggunakan katalis HCl yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu operasi dan kinetika reaksi pada proses hidrolisis terhadap gula yang dihasilkan. Proses hidrolisis dilakukan dalam labu yang dilengkapi dengan pengaduk dan pendingin balik termometer dengan variasi waktu 35, 40, 45 dan 50 menit dan suhu dengan variasi 80, 85, 90 dan 95. Pada hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar glukosa paling tinggi diperoleh sebesar 45% dengan jumlah 7,63gr pada waktu hidrolisa 50 menit dan suhu 95℃, sedangkan kadar glukosa terendah diperoleh 20% dengan jumlah 4,53gr pada waktu hidrolisa 35 menit dan suhu 85℃. Yield paling tinggi diperoleh pada waktu hidrolisa 50 menit dan suhu 95℃ sebesar 7,636%, sedangkan nilai yield terendah diperoleh 0,45% pada waktu hidrolisa 35 menit dan suhu 85℃. Kemudian, konversi glokusa yang tereduksi paling tinggi diperoleh pada waktu hidrolisa 50 menit dan suhu 95℃ sebesar 0,687%, sedangkan konversi terendah diperoleh 0,405% pada waktu hidrolisa 35 menit dan suhu 85℃. Reaksi hidrolisa kulit singkong ini merupakan reaksi orde satu semu dengan nilai konstanta kecepatan reaksi untuk temperatur 80, 85, 90, dan 95 berturut-turut adalah 0,0197, 0,0213, 0,0222 dan 0,027 menit-1 dan energi aktivasi yang diperoleh sebesar 21.248,09 kJ/mol.
Pengaruh Asam Nitrat (HNO3) Sebagai Pelarut Pada Ekstraksi Pektin Dari Labu Siam Lidia Manik; Jalaluddin Jalaluddin; Rozanna Dewi; Syamsul Bahri; Zulnazri Zulnazri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - Oktober 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i4.7700

Abstract

Pektin merupakan salah satu kelompok karbohidrat yang larut dalam air dan  terdapat pada dinding sel dan jaringan interseluler tanaman tertentu. Dalam penelitian ini bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan pektin adalah labu siam. Proses pembuatan pektin yang digunakan adalah proses ekstraksi, yaitu salah satu proses pembuatan pektin dengan menggunakan pelarut organik. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan pektin dari labu siam. Sampel labu siam 100 gr diekstraksi dengan menggunakan pelarut HN03pada pencucian pektin dengan alkohol 96%. Konsentrasi HN03 yang digunakan adalah 0,1 N, 0,15 N, 0,2 N dengan waktu ekstraksi 60 menit, 90 menit, dan 120 menit. Hasil penelitian proses pembuatan pektin dari labu siam adalah pada konsentrasi 0,2 N dan waktu 120 menit diperoleh rendemen 2,3%, kadar air 1,8%, kadar metoksil 3,72%, kadar galakturonat 69,84.
Pembuatan Pupuk Cair Dari Limbah Air Kelapa Dan Limbah Kulit Pisang Dengan Menggunakan Bioaktivator EM-4 Annisa Ramadina; Ishak Ishak; Rozanna Dewi; Zulnazri Zulnazri; Jalaluddin Jalaluddin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - Oktober 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i4.7704

Abstract

Pupuk cair adalah pupuk yang bahan dasarnya berasal dari hewan atau tumbuhan yang sudah mengalami fermentasi dan bentuk produknya berupa cairan. Pupuk cair mengandung unsur hara makro seperti, fosfor, nitrogen, kalium, pH dan unsur hara mikro lainnya yang dibutuhkan oleh tanaman serta dapat memperbaiki unsur hara dalam tanah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menghitung kandungan nitrogen, fosfor dan kalium dalam pupuk cair yang terbuat dari bahan baku utama yaitu air kelapa dan kulit pisang kepok serta bahan pendukung yang berupa molase dan air. Salah satu pembuatan pupuk cair melalui teknik fermentasi. Dalam hal ini digunakan bioaktivator EM-4 effective microorganisme dan variasi penggunaan volume EM-4 effective microorganisme untuk mengetahui pengaruh unsur hara makro yang terbaik pada pupuk cair. Variasi penambahan EM-4 effective microorganisme antara lain: 8, 12, 16, 20, 24 ml, dan difermentasikan selama 3, 6, 9, 12, 15 hari. Hasil penelitian dari penggunaan volume EM-4 effective microorganisme yang terbaik pupuk cair terdapat pada Penggunaan volume EM-4 effective microorganisme sebanyak 12 ml dengan kandungan unsur hara makro nitrogen 0,38% fosfor 4,95% dan kalium 2,85% pada hari ke 15, dan dari hasil pengukuran pH volume effective mikroorganisme (Em-4) 12 ml pada hari ke 3, 6, 9, 12 dan 15 yaitu berkisar antara 4,1 sampai dengan 5,4. Dari kandungan tersebut menunjukkan pH pupuk cair sudah memenuhi SNI 19-7030-2015
BIOFOAM BERBAHAN PATI SAGU DENGAN PENGUAT SELULOSA TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT SEBAGAI KEMASAN MAKANAN DENGAN METODE THERMOPRESSING Nur rizqi Fattah Lubis; Rozanna Dewi; Sulhatun sulhatun; Zainuddin Ginting; Muhammad Muhammad
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 2, No 3 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i3.6419

Abstract

Penggunaan styrofoam sebagai kemasan makanan sangat banyak digunakan. Hal ini dikarenakan karekteristik styrofoam sangat ringan, mudah dibawa, tahan air, tahan panas maupun dingin, dan sangat murah.  Penggunaan styrofoam sebagai kemasan makanan secara terus menerus dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia dan lingkungan sekitar. Untuk mengatasi dampak tersebut diperlukan kemasan makanan alternatif yang ramah lingkungan dan dapat menggantikan penggunaan styrofoam. Biofoam merupakan kemasan makanan alternatif pengganti styrofoam berbahan pati dan serat. Serat tandan kosong kelapa sawit memiliki selulosa sebanyak 33,25%. Dengan kandungan selulosa yang cukup tinggi ini maka serat tandan kosong kelapa sawit dapat dijadikan sebagai pilihan alternatif dalam pembuatan biofoam. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi konsentrasi NaOH serta penambahan serat tandan kosong kelapa sawit terhadap kualitas biofoam. Biofoam ini dibuat dengan teknik thermopressing dan waktu pencetakan 60 menit, temperatur pencetakan 170°C, konsentrasi NaOH sebesar 3%, 4%, 5% dan 6%, serta berat serat tandan kosong kelapa sawit adalah 15 gram, 30 gram, 45 gram dan 60 gram lalu ditambah magnesium stearat sebanyak 3 gram. Karakteristik biofoam ditandai dengan adanya uji kuat tarik, kuat tekan, daya serap air, densitas, dan biodegradabilitas. Hasil karakteristik biofoam terbaik adalah konsentrasi NaOH 5% serta berat serat tandan kosong kelapa sawit 30 gram dengan  kuat tekan sebesar 2,31 N/mm2, kuat tarik sebesar 2,23 N/mm2, densitas 0,183 gr/cm3, daya serap air 11,37% dan biodegradabilitas sebesar 21,01%.
Kajian Ekstraksi Selulosa dari Kulit Pinang dengan Menggunakan Larutan NaOH Zulnazri Zulnazri; Dewi Lestari; Lukman Hakim; Rozanna Dewi; Sulhatun Sulhatun
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v11i2.7846

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang ekraksi dan karakterisasi selulosa yang diperoleh kulit pinang. Untuk menentukan kadar selulosa yang terdapat pada kulit pinang dapat dilakukan karakterisasi melalui uji XRD, uji FTIR, dan uji SEM. Kulit pinang yang telah dibersihkan kemudian dihidrolisis dengan konsentrasi HNO3 menggunakan variasi NaOH yaitu 1%, 2%, 3% dan 4% dan variasi suhu 40 oC, 50 oC, 60 oC, dan 70 oC. Kemudian didelignifikasi dengan NaOH dan Na2SO3 selama 1 jam dengan suhu 40 oC. Selulosa yang diperoleh diuji dengan uji XRD, uji FTIR, uji SEM, dan dihitung yield nya. Dari hasil uji XRD didapatkan persentase kristalinitas tertinggi terdapat pada konsentasi NaOH 4% pada suhu 70oC yaitu sebesar 76,79%. Sedangkan persentase kristalinitas terendah terdapat pada konsentrasi NaOH 1% pada suhu 70oC yaitu sebesar 75,11%. Kadar yield yang paling besar terdapat pada konsentrasi NaOH 4% pada suhu 70oC dengan kadar yield yang dihasilkan sebesar 39,96%. Kadar yield terendah terdapat pada  dengan konsentrasi NaOH 1% pada suhu 40oC dengan kadar yield sebesar 39,16%. Dari hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa semakin besar konsentrasi NaOH dan suhu yang digunakan berpengaruh terhadap selulosa yang dihasilkan.
Pemanfaatan Minyak Nilam (Pogostemon Cablin Benth) dalam Pembuatan Lilin Aromaterapi Zainuddin Ginting; Shintia Clarita; Rozanna Dewi
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v11i2.3609

Abstract

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam hayati salah satunya tanaman penghasil minyak atsiri. Penghasil minyak atsiri yang mempunyai prospek cukup tinggi adalah tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth) yang berasal dari provinsi Aceh. Nilam Aceh merupakan nilam terbaik kedua di dunia yang dapat menghasilkan minyak nilam dengan kandungan Patchouli Alcohol (PA) di atas 30%. Minyak atsiri dalam industri digunakan sebagai kosmetik, parfum, antiseptik, bahan pangan, dan aromaterapi. Aromaterapi merupakan suatu metode pengobatan alternatif yang berasal dari bahan tanaman mudah menguap, dikenal pertama kali dalam bentuk minyak esensial. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi serta menguji efektivitas lilin aromaterapi minyak nilam (Pogostemon cablin Benth) dengan 5 variasi perbandingan berat stearin dan parafin, yakni 10:90, 30:70, 50:50, 70:30, dan 90:10 (gr), serta perbedaan jumlah minyak nilam yang ditambahkan, yakni 2, 4, dan 6 tetes. Pengujian yang dilakukan terhadap minyak nilam yang dihasilkan meliputi uji rendemen, berat jenis, dan uji GC-MS minyak nilam. Sedangkan pengujian yang dilakukan terhadap lilin aromaterapi yang dihasilkan meliputi uji waktu bakar, dan uji organoleptik lilin aromaterapi. Dari pengujian minyak nilam didapat rendemen sebesar 3,2%; berat jenis yang dihasilkan sebesar 0,952 gr, dan untuk uji GC-MS didapat kandugan Patchouli Alcohol (PA) sebesar 34,29%. Formulasi lilin aromaterapi yang memiliki efek paling baik yaitu merilekskan dan paling banyak disukai terdapat pada formula a4b4c3. Kata kunci: lilin aromaterapi, minyak nilam, dan organoleptik
Pembuatan Asam Oksalat dari Sabut Pinang dengan Metode Oksidasi Farid Yoanda; Lukman Hakim; Rizka Mulyawan; Rozanna Dewi; Rizka Nurlaila
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v11i2.9463

Abstract

Asam oksalat merupakan senyawa kimia yang mempunyai rumus H2C2O4 dengan nama sistematis asam etanadioat. Asam oksalat berfungsi sebagai pengawet alami dan mendukung sel yang memproduksi energi dalam tubuh. Selain itu, dalam industri asam oksalat digunakan untuk menghilangkan karat dan pereaksi pada pembuatan warna. Pohon pinang banyak didapatkan di Asia Tenggara khususnya di Indonesia. Nama Latin dari Pinang adalah Areca catechu L atau sinonimnya disebut dengan A.hortensis lour, familia : Arecaceae, tingginya mencapai 12-25 meter. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pembuatan asam oksalat dari sabut pinang yang menggunakan metode oksidasi menggunakan asam nitrat. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan suhu hidrolisis yaitu 80°C, 90°C dan 100°C dengan waktu 60 menit, 70 menit dan 90 menit. Dari penelitian ini didapat waktu optimal hidrolisis yaitu 70 menit dengan suhu 100°C dengan kadar asam oksalat 8,2 %.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO ANIMASI BERBASIS POWTOON PADA MATERI GERAK LURUS KELAS VIII SMP/MTS Siti Maulidya Salsabila; Rozanna Dewi; Halimatus Sakdiah
Relativitas: Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, UNIVERSITAS MA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/relativitas.v5i2.5677

Abstract

Penelitian pengembangan media pembelajaran video animasi berbasis powtoon ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan produk, respon peserta didik, serta untuk melihat kelebihan dan kekurangan dari produk tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian ini terdiri dari 25 siswa kelas VIII SMP N 2 Dewantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran video animasi yang dikembangkan telah dinyatakan layak berdasarkan penilaian: 1) Tingkat kelayakan media video animasi oleh ahli media diperoleh persentase skor sebesar 82% dan ahli materi diperoleh persentase skor sebesar 80% dengan kriteria penilaian “sangat layak”; 2) Tingkat penilaiankepraktisan oleh guru IPA di sekolah dengan memperoleh persentase skor sebesar 86,65% dengan kriteria “sangat praktis”; 3) Hasil respon peserta didik “sangat baik” dengan tingkat penilaian keefektifan media dari peserta didik melalui uji coba produk pada kelompok kecil yaitu diperoleh persentase skor sebesar 80,16% dan uji coba pemakaian pada kelompok besar diperoleh persentase skor sebesar 86,73% dengan kriteria penilaian “sangat efektif”. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa video animasi berbasis powtoon pada materi gerak lurus yang telah dikembangkan sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran. Kelebihan dari produk ini yaitu penggunaannya praktis dan desain tampilan yang menarik. Serta kekurangannya yaitu memerlukan jaringan internet stabil dan kapasitas memori yang besar untuk menyimpannya. 
The Effect of Pineapple Leaf Fiber Addition to Mechanical and Thermal Characteristics of Sago Starch Based Biofoam with Thermopressing Method Rozanna Dewi; Novi Sylvia; Zulnazri Zulnazri; Medyan Riza
Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA) Vol. 6 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Chemical Analysis
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijca.vol6.iss1.art4

Abstract

Biofoam can be used as an alternative packaging to Styrofoam. Biofoam made from starch and cellulose fibers has biodegradable properties. In this study used pineapple leaf fiber as an additive to strenghen on mechanical properties of biofoam. The research method consists of several stages, cooking pineapple leaf fiber, biofoam preparation, and testing phase on the resulting biofoam. The mechanical characteristics test of biofoam is a tensile strength test of 1.66-2.86 Mpa. Compound composition test through Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) is hydrophilic which binds to water so that it is easily degraded by soil, thermal characteristics with DSC thermogram test of pineapple leaf fiber biofoam sample 15 gr shows at a temperature of 98.04 °C occurs peak thermogram showing physical changes. TGA analysis showed that biofoam has good thermal stability. In the morphology of biofoam visible white lumps and grooves on the surface that shows the solubility is not too perfect due to the influence of stirring time.
Variasi Waktu dan Konsentrasi KOH Dalam Produksi Asam Oksalat (C2H2O4) dari Limbah Kertas Hvs Dengan Metode Peleburan Alkali Tasya Maidayanti; Lukman Hakim; Rizka Nurlaila; Meriatna Meriatna; Rozanna Dewi; Wiza Ulfa Fibarzi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 1 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i1.8018

Abstract

Asam oksalat adalah senyawa kimia yang memiliki rumus H2C2O4 dengan nama sistematis asam etanadioat. Selulosa adalah senyawa organik dengan rumus (C6H10O5)n. Selulosa apabila direaksikan dengan alkali kuat akan menghasilkan asam oksalat, asam asetat dan asam formiat dan reaksi ini disebut hidrolisis atau peleburan berkatalis basa. Limbah kertas hvs terkandung senyawa selulosa, senyawa selulosa ini dapat diolah menjadi produk lain seperti asam oksalat. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan asam oksalat dari limbah kertas hvs dengan metode peleburan alkali, mengetahui waktu hidrolisis dan konsentrasi KOH terbaik dalam produksi asam oksalat dari limbah kertas hvs. Metode yang digunakan untuk memperoleh asam oksalat adalah metode hidrolisis peleburan alkali, dengan variasi KOH 15%, 30% dan 40% dan waktu hidrolisis 45, 75 dan 95 menit. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini yaitu yield kadar asam oksalat tertinggi terdapat pada konsentrasi KOH 15% dengan waktu  hidrolisis 75 menit yaitu sebesar 7,79 %. Karakteristik asam oksalat yang diperoleh yaitu mempunyai nilai pH 1,5 dan mempunyai serapan Fourier Transform Infra Red (FTIR) yaitu serapan gugus hidroksil (O-H) pada bilangan gelombang 3402,43cm-1, gugus C=O yaitu pada bilangan gelombang 1683,86 cm-1 dan gugus C-O yaitu pada bilangan gelombang 1120,64 cm-1.
Co-Authors Abrar Muslim Adha, Muhammad Ikhwanul Adi Saputra Ismy Adi Setiawan Adrin, Prista Agam Muarif Agustinus Purna Irawan Ahmad Fikri Ahmad Fikri Ahmadi Ahmadi Aida Safitri Ainun, Sarifah Almia Permata Putri Amalia, Nabuia Amiratul Husna Amri Amri Ananda Monarita Ananda, Aldila Angga Tri Agusna PA Anggi Dwi Safitri Anggraini, Dea Riski Annisa Ramadina Anugrah Yunika Tambunan Ardiansyah, Zul Fadly Ari Irawan Ari Salahudin Arif Maulana Aulia, Rauzatul Authar, Mhammad Azhari Azhari Azhari Azhari Chairina Chairina Chatarina Umbul Wahyuni Cionita, Tezara Cut Milya Dahliana Abdullah Deasy Siska Desriani, Chintiara Devi, Sri Marlia Dewi Lestari Dinda Humaira Eddy Kurniawan Effendy, Ahmad Hidayat Eni Suryani Etanto Heiliano Wijayanto Fachry Abda El Rahman Fadhli Syamsudin Fahirul Muhar Faisal . Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Farah Irda Farid Yoanda Fatnia, Fatnia Faturrahman, Muhammad Feni Lestari Berutu Fibarzi, Wiza Ulfa Firda, Hanisyah Fitriani Fitriani Fitriani Fitriani Fitriyana, Deni Fajar Gunawati Gunawati Hadi, Agung Efriyo Halimatus Sakdiah Hanif, Hanif Harahap, Nurul Aulia Hendi Setiawan Holila, Manna Husni Husin Ibrahim, Ishak Ilhami, Gita Ayu Imran, Al Ichlas Indra Nofriadi Iqbal Kamar Ishak Ishak Ishak Ishak Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalalul Akbar, Said Jamiluddin, Jamiluddin Jannah, Rouzatul Janni, Miftahul Jasmani Jasmani Jullimursyida Junaedi, Thomas Kalatharan, Sujentheran Nair Kamar, Iqbal Khalsiah Khalsiah Kuniawan, Eddy Leni Maulinda, Leni Lidia Manik Lukman Hakim Lukman Hakim M Ali Anto M Riza Mahdayani Sinaga, Citra Puspita Maizuar Maizuar Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita, Masrullita Mat Rejab, Mohd Ruzaimi Mat Rejab, Mohd. Ruzaimi Mawardati Mawardati Medyan Riza Medyan Riza Melan Amanah, Ananda Meriatna Meriatna Milarahma Yulianti Mohd Ruzaimi Mat Rejab Muammar Khadafi Muhammad Abrar Muhammad Daud Muhammad Farhan Muhammad Ikhwanul Adha Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad nur Ichsan Tamiogy Muhammad Subhan Muhammad, Muhammad Muji Setiyo Muliadi Mulyawan, Rizka Muthawali, Dede Ibrahim Muthia Septiana Muthia Septiana, Muthia Mutia Reza Nabila Adhani Nainggolan, Yuni O Nasrul ZA Nasrul ZA, Nasrul Nasrun, Mahdalena Novi Sylvia Nur Annisa Nur rizqi Fattah Lubis Nurdiah, Ika Nurlaila, Rizka Nurmazaya, Vini Nurul Khumaida Oktaviani oktaviani Pane, Nurul Anisa Prayogo, Wisnu Putri, Balqis Eka putri, intan nanda Putri, Melani Annisa Rafika Rafika Rahayu Retnowulan, Sri Rahmi Rahmi Rahmi, Delfi Ramadhan, Cindia Ramdhani, Nevia Arbi Ratna Sari Raudhatul Ulfa Reci Anggraini Retnowulan, Sri Rahayu Ridwandi Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Rizkya Faradaiza Rizqon Hasibuan Rouzatul Jannah Samsudin Anis Shintia Clarita Sigian, Zikri Husni Silitonga, Hanna Amaliah Siregar, Januar Parlaungan Siti Maulidya Salsabila Sry Rahmadani Sulhatun Sulhatun Suryati Suryati Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syarifah Yulisa Syurvani Else Putri Tarigan, Jhodi Okta Albiqho Tasya Maidayanti Teuku Rihayat Tezara Cionita Vania, Sherryl Veithzal Rivai Zainal Wijayanto, Etanto Heiliano Wisnu Prayogo Wiyani, Sri Wiza Ulfa Fibarzi Wusnah Wusnah, Wusnah Yani, Firda Tirta yanti, eva Yopi Aji Akbar Yulia Yulia Yunardi, Y Yuris Setyoadi Zahratun Mauliza Zainuddin Ginting Zikri Amarullah Surbakti Zulnazri Zulnazri, Z Zurrahmi, Zurrahmi