Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Teka Teki Silang sebagai Media Pembelajaran pada PAI untuk Motivasi Belajar Santri Kelas I Pasantren Terpadu Syamsuddhuha Kecamatan Dewantara Aceh Utara Maryana, Maryana; Zuraida, Zuraida; Daud, Eva Darnila; Syukriah, Syukriah; Zakaria, Muhammad; Widari, Lis Ayu; Meriatna, Meriatna; Sari, Riska Kumala
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v2i2.13461

Abstract

Implementasi Teka Teki Silang sebagai media pembelajaran sangatlah penting bagi santri dan santriwati Pasantren Terpadu Syamsuddhuha Kecamatan Dewantara Aceh Utara, hal ini sangat mendukung untuk meningkatkan motivasi belajar santri sehingga dapat meningkatkan mutu belajar bagi santri. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengimplementasikan teka teki silang sebagai media pembelajaran, supaya membantu santri belajar sebagai cara belajar yang menarik, praktis dan efisien. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini meliputi : (1) Tahapan Perencanaan Implementasi Teka Teki Silang sebagai media pembelajaran ; (2) Persiapan Tempat Pelatihan Penggunaan teka teki silang sebagai media pembelajaran; (3) Memberikan pelatihan tentang penggunaan Media pembelajaran pelajaran PAI  bagi santri dan santriwati Pasantren Terpadu Syamsuddhuha Kecamatan Dewantara Aceh Utara. (4) Penyerahan Teka Teki Silang untuk masing-masing santri dan santriwati Pasantren Terpadu Syamsuddhuha Kecamatan Dewantara Aceh Utara. Luaran yang dihasilkan adalah adanya Media Pembelajaran Teka Teki Silang Pelajaran PAI kelas I Pasantren Terpadu Syamsuddhuha Kecamatan Dewantara Aceh Utara. Luaran dari kegiatan pengabdian Desa Binaan ini berupa: (1) Laporan Pengabdian, (2) Publikasi ilmiah pada jurnal berbasis OJS, (3) Publikasi kegiatan pada media cetak atau online, dan (4) Dokumen kerjasama dengan mitra dan HKI.Kata Kunci: Teka Teki Silang, Media Pembelajaran dan Santri
HIDROLISA TEPUNG SAGU MENJADI MALTODEKTRIN MENGGUNAKAN ASAM KLORIDA Meriatna, Meriatna
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2013
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat maltodekstrin dari sagu dan mengkaji pengaruh waktu hidrolisa terhadap maltodekstrin serta mengamati perubahan fisika dan kimia dari maltodekstrin yang dihasilkan. Sagu adalah butiran atau tepung atau pati yang diperoleh dari batang sagu atau rumbia, yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan maltodekstrin. Maltodekstrin merupakan produk hidrolisa parsial pati sagu dengan menggunakan asam klorida. Proses pembuatan maltodekstrin dilakukan melalui tahap pembentukan dekstrin. Produk yang dihasilkan dianalisa kadar Dekstrosa Ekuivalent (DE), yield dan kadar air. Dari hasil penelitian dan setelah analisa yang dilakukan diketahui kondisi terbaik diperoleh pada suhu 80oC, HCl 9% dan waktu hidrolisa 130 menit yaitu dengan perolehan nilai DE 5,24%, yield 90,84%, dan kadar air 4,8%,. Semakin lama proses hidrolisa, maka nilai DE yang dihasilkan semakin banyak karena pati akan semakin lama terkonversi, perolehan yield yang tinggi dikarenakan semakin lama proses hidrolisa karena pati yang terbentuk semakin banyak sehingga dekstrin yang dihasilkan semakin tinggi.
PEMBUATAN KITOSAN DARI LIMBAH CANGKANG KEPITING Aji, Amri; Meriatna, Meriatna
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 1 No. 1 (2012): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2012
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cangkang kepiting terkandung senyawa kimia kitin yang dapat dibuat menjadi produk kitosan dengan proses deasetilasi Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kondisi terbaik  untuk pembuatan Kitosan dari cangkang kepiting. Pada penelitian ini limbah canggkang kepiting dimanfaatkan untuk pembuatan kitosan dengan memvariasikan waktu pemanasan  1,5, 2, dan 2,5 jam dengan suhu 100°C dan konsentrasi NaOH 20, 30, dan 40% (%berat) dengan metode yang digunakan adalah ekstraksi padat cair. Kitosan terbaik tergantung pada derajat deasetilasinya. Kitosan yang dihasilkan dari proses ini dianalisis derajat deasetilasinya dengan FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat   deasetilasik kitosan paling   tinggi adalah 78,84% yang didapat dari proses deasetilasi menggunakan konsentrasi NaOH 40% dengan waktu pemanasan 2,5 jam, rendemen kitosan tertinggi 64,94%, dan kadar air 8%.
ANALISA DAN KINETIKA ADSORPSI ZAT WARNA METIL ORANGE MENGGUNAKAN ADSORBEN CANGKANG KEMIRI Hanie, Nawardah; Meriatna, Meriatna; Zulmiardi, Zulmiardi; Ginting, Zainuddin
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2023
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v12i2.13529

Abstract

Metil orange (MO) adalah senyawa organik yang dijadikan sebagai indikator untuk menentukan pH suatu larutan. Namun, dalam skala industri kimia, metil orange digunakan sebagai senyawa zat azo yang berfungsi untuk pewarna, sehingga apabila tidak ditanggulangi secara benar akan menjadi polutan yang akan mencemari lingkungan. Cangkang kemiri yang di furnace dengan suhu 500oC selama 70 menit menghasilkan senyawa karbon terikat yang tinggi sehingga digunakan sebagai karbon aktif untuk menyerap metil orange. Cangkang kemiri sangat banyak digunakan untuk mengadsorpsi limbah dan zat warna, namun terkhusus untuk zat warna metil orange sangat minim, sehingga penulis melakukan kajian studi ini Penelitian dilakukan dengan memvariasikan konsentrasi metil orange aebesar 10 ppm, 20 ppm, dan 30 ppm dan waktu adsorpsi yaitu 30, 40, 50, 60, dan 70 menit yang kemudian dianalisis persamaan keseimbangan dan model kinetika penyerapannya. Larutan akan ditambahkan penyerap sebanyak 4 gram lalu diaduk dengan variabel yang ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model persamaan Langmuir dan Orde Dua Semu adalah yang paling sesuai diaplikasikan untuk adsorpsi metil orange terhadap karbon aktif dari cangkang kemiri. Dari persamaan Langmuir diperoleh konstanta adsorsi sebesar 10.35808 L/g dan qmaks sebesar 0.258769 mg/g. Sedangkan untuk model Ho dan Mc Kay orde dua semu didapatkan konstanta laju reaksi (K2) yang cukup besar yaitu 1.2252 - 0.3091g/mg.min serta nilai koefisien determinasi (R2) yaitu 0.9701 - 0.9999 untuk variasi konsentrasi 10, 20, serta 30 ppm. Karena model Isotherm Langmuir dapat menjelaskan proses adsorpsi metil orange secara menyeluruh, maka sistem adsorpsi metil orange menggunakan karbon aktif dari cangkang kemiri dari penelitian ini adalah homogen dan monolayer. Kajian kinetika menunjukkan bahwa model persamaan orde dua semu yang paling sesuai diaplikasikan. Dari model orde dua semu, laju proses adsorpsi metil orange dikendalikan oleh adsorpsi kimiaa. 
Adsorption of Rhodamine B From Industrial Wastewater Using Bottom Ash Adsorbent from Palm Oil Mill Boiler Combustion: A Fixed-Bed Column Study Rianda, Rizki; Maulana, Muhammad Zikri; Kurniawan, Meutia; Panjaitan, Muhammad Ishak Idrus; Salim, Muhammad Yahdi; Sylvia, Novi; Zulmiardi; Meriatna
Jurnal Bahan Alam Terbarukan Vol. 13 No. 2 (2024): December 2024 [Nationally Accredited Sinta 2]
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbat.v13i2.10702

Abstract

Increased textile industry production increases water pollution, especially rhodamine B dyes that are difficult to degrade. Global efforts to reduce water pollution through the adsorption process have been carried out with various adsorbents, the utilization of bottom ash from palm oil mill boiler combustion waste is still very minimal. This study examines the effect of contact time and bottom ash adsorbent mass on the adsorption capacity and absorption efficiency of rhodamine B using a fixed bed column adsorption process. The results showed that the longer the adsorption time, the higher the absorption efficiency. In the rhodamine B adsorption process, the best absorption efficiency was 98.308% at 10 cm bed height for 120 minutes and the best absorption capacity was 0.474 mg/g at 12 cm bed height for 150 minutes. The R2 price of Langmuir isotherm was 0.9999. FTIR analysis showed the presence of -OH, C-H, C=C and C-O functional groups that play a role in the adsorption process. The surface area of bottom ash from SAA test was 94.517 m2 /g. The SEM-EDX test analysis results had dominant elements of C, O and Si which showed good adsorption activity. From the results of the study that bottom ash from the combustion of oil palm mill boilers can be used as an effective adsorbent in reducing rhodamine B.
KARAKTERISASI METIL ESTER DARI MINYAK KEPAYANG (PANGIUM EDULE REINW) MELALUI PROSES TRANSESTERIFIKASI MENGGUNAKAN KATALIS KULIT JENGKOL (ARCHIDENDRON PAUCIFLORUM) Sitorus, Ika Pratiwi Berliana; Meriatna, Meriatna; Masrullita, Masrullita; Jalaluddin, Jalaluddin; Nurlaila, Rizka
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 3 No. 6 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i6.11968

Abstract

Metil ester adalah salah satu jenis ester yang dapat digunakan sebagi bahan bakar alternatif untuk mesin diesel yang terdiri dari ester monoalkil dari minyak nabati atau minyak hewani. Minyak nabati yang gunakan adalah Minyak kepayang (Pangium Edule Reinw). Penelitian tentang metil ester sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah pembuatan metil ester dari minyak kepayang (pangium edule reinw) dengan menggunakan katalis kulit jengkol dengan suhu kalsinasi 500oC dan waktu 4 jam. Penelitian ini bertujuan untuk memakai katalis heterogen yang didapat dari kulit jengkol yang di furnace pada suhu 500°C selama 4 jam untuk menghasilkan metil ester dari minyak kepayang. Metil ester dan gliserol diproduksi dari minyak dan metanol dengan proses transesterifikasi. Setelah itu, gliserol dan metil ester dipisahkan dan dimurnikan. Pengaruh dari variabel waktuk respons dan  dosis katalis di amati dalam penelitian ini. Yield maksimum pada 100 menit dan jumlah dosis katalis 5%, densitas hasil terbaik 0,878 mg/ml selama waktu reaksi 80 menit jumlah dosis katalis 4%,  dan viskositas yang terbaik adalah 2,52 cSt yang  merupakan karakteristik dari metil ester. Kadar air yang diproleh sebeser 0,02% selama waktu reaksi 60 menit Dengan berbagai jenis permainan yang lengkap, mulai dari poker, blackjack, hingga slot bertema menarik, indohoki77 memanjakan para pemain dengan beragam pilihan dengan jumlah dosis katalis 5% selama waktu reaksi 100 menit. Penelitian ini menunjukan bahwa katalis berbasis kulit jengkol dapat dimanfaatkan untuk produksi metil ester.
PENGARUH WAKTU FERMENTASI DAN WAKTU PENYANGRAIAN TERHADAP PRODUKSI COKLAT BUBUK Safrida, Riana; Meriatna, Meriatna; Muhammad, Muhammad; Muarif, Agam; ZA, Nasrul; Zulmiardi, Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.12120

Abstract

Bubuk cokelat merupakan produk bahan pangan yang biasa diolah menjadi makanan dan minuman. Bubuk cokelat merupakan salah satu olahan biji kakao yang banyak diminati industri. Bubuk cokelat terbuat dari biji kakao yang dipisahkan dari mentega kakao. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu fermentasi dan waktu penyangraian terhadap produksi coklat bubuk. Penelitian ini telah banyak dilakukan sebelumnya dan penelitian yang belum pernah dilakukan adalah pengaruh waktu fermentasi  selama 10 hari dan variasi waktu penyangrain selama 10, 20, 30, 40 dan 50 menit. Metode yang digunakan yaitu Ekstraksi, gravimetri, dan spektrofotometri UV/VIS.  Hasil analisa kandungan asam lemak coklat bubuk fermentasi pada waktu penyangraian 50 menit yaitu 1,40gr, pada coklat bubuk fermentasi pada waktu penyangraian 50 menit yaitu 2,44gr. Kandungan kadar air coklat bubuk tanpa fermentasi dengan waktu penyangraian 10 menit yaitu 0,32gr dan kadar air coklat bubuk fermentasi dengan waktu penyangraian 10 menit yaitu 3,76gr. Kadar pH coklat bubuk tanpa fermentasi berkisar 6,6-6,7 dan pH coklat bubuk fermentasi berkisar 6,4 - 6,5. Kadar polifenol terbaik yaitu pada coklat bubuk tanpa fermentasi dengan waktu penyangrain 10 menit yaitu 20,31mg/gr.
PEMANFAATAN AMPAS KOPI SARING SEBAGAI ARANG AKTIF DALAM MENYERAP LOGAM KHROMIUM VI (Cr6+) Prasatia, Ridha; Meriatna, Meriatna; Masrullita, Masrullita; Jalaluddin, Jalaluddin; Ginting, Zainuddin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i1.12128

Abstract

Kromium VI (kromium heksavalen) adalah bentuk senyawa dari unsur yang dihasilkan oleh proses industri. Logam berat ini dianggap sebagai karsinogen manusia dan berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan. Paparan kromium VI dapat terjadi melalui inhalasi, konsumsi, dan kontak kulit. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memperoleh logam berat terlarut adalah adsorbsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruhi waktu dan massa terhadap pemurnian logam Cr6+, serta mengetahui model isotherm yang digunakan. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya menggunakan adsorben dari kopi robusta dan menyerap logam Cr6+ dalam limbah cair batik, pada penelitian ini menggunakan ampas kopi saring dan larutan kalium dichromate. Adapun variabel yang divariasikan pada proses adsorbsi ini dengan massa 2,5; 3 dan 3,5 gram pada waktu 30, 60, 90, 120, 150 menit. ampas kopi saring dihaluskan terlebih dulu, kemudian dimasukkan kedalam furnace pada suhu 300°C selama 4 jam setelah itu diaktivasi dengan HCl. Larutan kalium dikhormate disiapkan kemudian dimasukkan adsorben yang telah diaktivasi sesuai dengan variasi massa yang telah ditentukan, aduk menggunakan stirrer dengan kecepatan 150 rpm sesuai dengan variasi waktu yang telah ditetapkan. Hasil terbaik dari penelitian diperoleh penurunan konsentrasi larutan kalium dikhromate 4,9386 ppm, kapasitas adsorpsi tertinggi sebesar 0,191548 mg/g, efisiensi adsorpsi sebesar 8,231%, hasil terbaik  didapatkan pada variable massa adsorben 3,5 gram, dan waktu adsorpsi 150 menit. Model isotherm yang digunakan adalah isotherm Freundlich dengan nilai R2 0,9943. Pengujian FTIR ampas kopi saring memiliki gugus fungsi dari mineral karbonat, alkana, gugus C-C, C-O, CºN, C-Br yang dapat berperan penting dalam proses adsorpsi.
PEMANFAATAN ENDAPAN LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKU KOMPOS Ananda, Dhea Riski; Kurniawan, Eddy; Jalaluddin, Jalaluddin; Bahri, Syamsul; Meriatna, Meriatna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.12712

Abstract

Kompos yaitu produk fermentasi atau penguraian dari materi seperti tumbuhan, fauna dan sisa-sisa organik lain. Kompos yang dimanfaatkan menjadi pupuk dikenal juga sebagai pupuk organik dikarenakan tersusun dari bahan-bahan organik. Pembuatan pupuk kompos dengan menggunakan bahan baku jerami padi, pupuk kandang kambing,dan endapan limbah cair kelapa sawit dengan penambahan bioaktivator EM4 yang divariasikan dengan tujuan menentukan pengaruh waktu pembuatan pupuk kompos terhadap kandungan Nitrogen (N), Phospor (P2O5) Kalium (K2O), Rasio C/N, dan pH , serta membandingkannnya dengan baku mutu pupuk organik padat menurut Standar Nasional Indonesia 7763:2018. Dimana aktivator EM4 memiliki variasi 30, 35, dan 40 ml dengan lama fermentasi 7, 14, dan 21 hari. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah dengan memproduksi pupuk memanfaatkan bahan utama endapan limbah cair kelapa sawit, jerami dan pupuk kandang kambing. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel terbaik diperoleh pada volume EM4 40 ml dengan waktu fermentasi 7 hari, dengan kandungan terbaik dari Nitrogen 0.53% , Phospor 0.23% , Kalium 0.87%, sementara kandungan Rasio C/N terbaik terdapat pada volume aktivator EM4 40  ml dengan waktu fermentasi 21 hari, yaitu 23 dan pH tertinggi terdapat pada volume aktivator EM4 40 ml dengan waktu fermentasi 21 hari, yaitu 7,2 . Untuk warna kompos yang di analisa dari proses fermentasi awal sampai akhir, menunjukan adanya perubahan warna dari cokelat ke cokelat kehitaman. Serta perubahan juga terjadi pada bau kompos, dimulai dengan bau bahan baku sampai bau seperti tanah.
PEMANFAATAN LOGAM ALUMUNIUM (Al) PADA KALENG MINUMAN BEKAS MENJADI TAWAS Abrar, Muhammad Ifan; Jalaluddin, Jalaluddin; Kurniawan, Eddy; Meriatna, Meriatna; Bahri, Syamsul
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i1.13232

Abstract

Tawas terkenal sebagai agen penggumpal dalam pemrosesan limbah air yang sangat efisien untuk memisahkan partikel yang mengapung baik dalam bentuk koloid maupun suspensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi KOH terhadap jumlah tawas yang diperoleh serta mengetahui mutu kadar tawas yang diperoleh dari limbah kaleng minuman bekas. Prosesnya yaitu kaleng bekas yang digunakan diamplas dengan kertas pasir kemudian dipotong kecil-kecil. Lempengan kaleng dilarutkan menggunakan KOH 50 ml dengan variasi konsentrasi (5%, 15%, 25%, 35%). Disaring untuk mendapatkan filtrat. Filtrat ditambahkan larutan H2SO4 3M sebanyak 30 ml. Dioven pada suhu 70oC selama 1 jam. Tawas yang dihasilkan dihitung % yield, kelarutan dalam air, kadar aluminium dan penjernihan air sederhana. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah dengan menerapkan kaleng tebs dan pocari sweat untuk menentukan kadar aluminium dalam tawas untuk penjernihan air waduk. Dari hasil yang diperoleh % yield paling tinggi pada kaleng pocari didapat pada konsentrasi KOH 35% sebesar 81,61% dan kaleng tebs pada konsentrasi KOH 35% sebesar 96,24%. Semakin tinggi konsentrasi yang digunakan, maka makin cepat melelehkan kaleng bekas serta mampu menjerat lebih berlimpah aluminium pada kaleng. Namun, hal ini musti disertai peningkatan kadar H2SO4 agar memudahkan dan mempersingkat pembentukan tawas.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abrar, Muhammad Ifan Abubakar Dabet Aditya Maulana Adit Adriyan Jondra Afifa Luthfia Agam Muarif Ahmad Alwi Hasibuan Alifnur Alifnur Amri Aji Amri Aji, Amri Amri Amri Ananda, Dhea Riski Andrie Kurniawan Indra angga saputra Anisma Fahmi Anisyah Padang Anita Sari Ferani Annisa Aulia ARDIANSYAH ARDIANSYAH Ariski Saina Ariski Saina Asnadia Asnadia Aulia Fahri Aulia, Muhammad Rifki Aulia, Yeni Auliani Auliani Auliani Auliani, Auliani Ayu Sutia Amanda Azhari Azhari Azhari Azhari Chairunnisa Chairunnisa Chalisna Wildani Cut Khairunnisa Cut Mauliza Utary Daud, Eva Darnila Dion Aidil Putra dwi ayu lestari, dwi ayu Dwi Dear Asrianda Damanik Eddy Kurniawan Edy Kurniawan Efri Marnelisa Eka Intan Kumala Putri Eka Sri Astuti Eni Suryani Eva Diana Evana Evana Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Fajar Sidiq Seregar Fajar, Aidil fatimah Fatimah Fatnia, Fatnia Ferri Safriwardy Fibarzi, Wiza Ulfa Fikri Hafita Fikri Hasfita Fikri Hasfita Fitria, Lisa Fitriani Fitriani Frandika Darma Ginting, Ledy Mahara Gusti Indah Sari Gusvi Aulia Hajijah Hajijah Halimah, Mustika Ridhatul Hanie, Nawardah Hanif, Hanif Haslina Haslina Hisbullah Ibrahim, Ishak Iqbal Kamar Iqbal Kamar Iqbal Kamar Ishak Ibrahim Ishak Ishak Ishak Ishak Ishak Ishak Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Kamar, Iqbal Khairunnisa Kurniawan, Meutia Laksita Ika Paksi Leni Maulinda Leni Maulinda Leni Maulinda, Leni Leni, Maulinda Lidya Permata Lestari Lidya Permata Lestari Lis Ayu Widari, Lis Ayu Lisa Andriani Lukman Hakim Lukman Hakim Lukman Hakim Luthfi Mughni Anisa Haryono Luthfi Mughni Anisa Haryono Lutvia, Faiza Mahyuni Marito Harahap Maizuar Maizuar Marlina Marlina Maryana Maryana Maryana Maryana, Maryana Maryanti Maryanti Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita, M Masrullita, Masrullita Maulana, Muhammad Zikri Mawaddah Fitria Melan Amanah, Ananda Mhd Azrin Muazzinah Muazzinah Muhammad Muhammad Fazlunnazar Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Safrijal Muhammad Sayuthi Muhammad Zakaria Mukhlis Mukhlis Mulyawan, Rizka Munawar Khalil Muthmainnah Muthmainnah Mutia Sukma Nadia Prisca Putri Nadrakhilla, Yayang Narul ZA Nasrul ZA Nasrul ZA Nasrul ZA, Nasrul Nasrul Za, Nasrul Za Nasution, Fahrizal Nia Afriani Nia Sagita Lestari Novi Sylvia Nur Asiah Indah Rahayu Nur Khairani Nura Usrina Nurdin Nurdin Nurlaila, Rizka Nurlian Nurlian Nurlian Octaviani Pasaribu Panjaitan, Muhammad Ishak Idrus Pradesti, Salsa Prasatia, Ridha Purwoko, Agus Puspita S S Putri Sara Fhariza R.A Nita Rosalinda Muttaqin Rahma Yanti Rahmadhani Rahmadhani Raihan Putri Raudhatul Ulfa Reza Abdillah Harahap Reza Dwi Fani Rianda, Rizki Rina Afriani Rina Lestari Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Rozanna Dewi Safriani, Siti Widya Safrida, Riana Safwan Azlani Salim, Muhammad Yahdi Salsabil, Safyra Qathrunnada Samsul Bahri Sanda Mulia Utari Sari, Riska Kumala Sinaga, Ahmad Roihan Sinaga, Selvi Sundari Sinta Morina Siswahyudianto Sitorus, Ika Pratiwi Berliana Sofiyani, Nurwardina Sofyan Sofyan Sofyan, Diana Khairani Sofyana Juned Sri Awalin Marpaung Sulahatun, Sulhatun Sulhatun Sulhatun Suri Atika Suryani Suryani Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Syafira Dara Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syarifah Yulisa Syebrina, Annisa Syukriah Syukriah, Syukriah Tasya Maidayanti Tata Tirani Trisna Trisna, Trisna Ulfa, Raudhatul Veithzal Rivai Zainal Wiza Ulfa Fibarzi Wiza Ulfa Fibarzi Wusnah Wusnah Wusnah, Wusnah Yana Syamsuddin Yani, Firda Tirta Yudistira Yudistira Zahra Muharrani Ambarita Zainuddin Ginting Zalfie Ardian Zukhrufi Dina Nasution Zulmiardi Zulmiardi Zulmiardi Zulmiardi, Zulmiardi Zulnazri, Z Zuraida Zuraida