Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBUATAN TAWAS DARI KALENG BEKAS BERBAHAN ALUMINIUM UNTUK PENJERNIHAN AIR LIMBAH RUMAH SAKIT Ahmad Alwi Hasibuan; Edy Kurniawan; Jalaluddin Jalaluddin; Syamsul Bahri; Meriatna Meriatna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 6 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i6.12063

Abstract

Karena semua wadah minum biasanya terbuat dari aluminium, maka sangat memungkinkan untuk digunakan dalam produksi tawas. Tawas atau alum adalah senyawa aluminium sulfat dengan rumus kimia [Al2(SO4)212H2O]. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas tawas sintetik dari limbah minuman dan mengetahui pengaruh rasio aluminium (Al) dan kalium hidroksida (KOH) terhadap produksi tawas. dan untuk pengujian air limbah rumah sakit. “Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya dengan memvariasikan konsentrasi KOH sebesar 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30% didapatkan nilai tawas tertinggi pada konsentrasi 30%”. Pada penelitian ini digunakan konsentrasi KOH 10%, 20%, 30% H2SO4 3M dengan berat sampel 10 gram. Berdasarkan penelitian ini, rendemen tawas yang dibuat dari kaleng Sprite adalah 14,247%.  pada konsentrasi KOH 30% dan H2SO4 3 M dengan % bagian tidak terlarut dalam air sebesar 4,55% dan kadar alumunium dalam tawas sebesar 3,74%, sedangkan yield tawas yang dihasilkan dari kaleng Larutan Cap kaki Tiga yaitu 17,91% pada konsentrasi KOH 30% dan H2SO4 3 M dengan % bagian tidak terlarut dalam air sebesar 4,91% dan kadar alumunium dalam tawas sebesar 3,49%. Hasil pemeriksaan BOD pada limbah rumah sakit adalah inlet sebesar 44,9 mg/L dan outlet sebesar 7,8 mg/L sehingga hasilnya efektif. Hasil COD pada limbah rumah sakit adalah inlet sebesar 205,3 mg/L dan outlet sebesar 41,7 mg/L sehingga hasilnya efektif. Hasil pemerksaan TSS pada air limbah rumah sakit adalah inlet sebesar 52 mg/L dan outlet sebesar 10 mg/L sehingga hasilnya efektif. Hasil penjernihan air Limbah oleh tawas dari kaleng lauratan cap kaki tiga lebih baik dengan turbidity (kekeruhan) awal 31,62 NTU dan pH 9,5 didapat turbidity 1,37 NTU dan pH 7,0 dari penelitian ini hasil tawas yang terbaik yaitu pada tawas dari kaleng minuman merek laruutan cap kaki tiga.
PENGARUH ENZIM BROMELIN BUAH NANAS TERHADAP KUALITAS VIRGIN COCONUT OIL (VCO) Luthfi Mughni Anisa Haryono; Rizka Mulyawan; Azhari Azhari; Nasrul ZA; Meriatna Meriatna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 6 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i6.11486

Abstract

Metode enzimatik dengan menggunakan enzim proteolitik menjadi salah satu cara dalam proses pengolahan Virgin Coconut Oil (VCO), dimana enzim tersebut memecah protein dengan cara hidrolisa ikatan peptida sehingga menjadi asam amino yang sederhana. Penelitian ini menggunakan enzim bromelin dari buah nanas sebagai enzim proteolitik. Penelitian ini memiliki tujuan menganalisa pengaruh isolasi enzim bromelin buah nanas dan volume enzim bromelin yang ditambahkan terhadap virgin coconut oil yang sesuai dengan SNI 7381:2008. Penelitian tentang VCO sudah dilakukan sebelumnya, penelitian yang belum dilakukan yaitu menganalisa pengaruh isolasi enzim bromelin buah nanas dan volume enzim bromelin buah nanas terhadap virgin coconut oil. Penelitian ini memvariasikan jenis pelarut pada proses isolasi enzim yaitu aseton, natrium klorida dan natrium asetat serta memvariasikan jumlah enzim yang ditambahkan dalam santan yaitu 2,5 ml, 5 ml, 7,5 ml, dan 10 ml. Kemudian dianalisa kadar asam lemak bebas, kadar air dan sifat organoleptiknya. Hasil penelitian diperoleh nilai kadar air, nilai kadar asam lemak bebas yang sesuai SNI 7381:2008 adalah penambahan enzim bromelin yang diisolasi NaCl dengan volume 2,5 ml dan 7,5 ml, penambahan enzim bromelin yang diisolasi aseton dengan volume 7,5 ml dan 10 ml, penambahan enzim bromelin yang diisolasi natirum asetat dengan volume 7,5 ml dan 10 ml yaitu senilai 0,2%, dan analisa organoleptik yaitu enzim bromelin yang diisolasi dengan NaCl dan aseton.
PENGARUH VARIABEL SUHU DAN WAKTU PIROLISIS PADA PEMBUATAN ASAP CAIR (Liquid Smoked) DARI LIMBAH PADAT NILAM (Pogostemon Cablin Benth) Chalisna Wildani; Zainuddin Ginting; Meriatna Meriatna; Muhammad Muhammad; Ishak Ibrahim
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 4 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i4.9769

Abstract

Limbah padat nilam adalah limbah yang tidak digunakan dan keberadaannya sangat melimpah. Ketersediaan limbah padat nilam sangat berpotensial untuk diolah menjadi asap cair karena memiliki komponen senyawa organik yaitu selulosa, hemiselulosa dan lignin. Penelitian ini sudah dilakukan sebelumnya, yang belum adalah penggunaan nilam sebagai bahan baku pembuatan asap cair dengan menggunakan pirolisis yang menghasilkan lebih banyak banyak yield asap cair. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu pirolisis terhadap yield, densitas dan pH asap cair yang dihasilkan. Metode penelitian menggunakan proses pirolisis yang  dilakukan pada suhu 250oC, 300oC, dan 350oC dengan variasi waktu pirolisis 60 menit, 90 menit,  120 menit dan 150 menit. Asap cair diperoleh dari kondensasi asap hasil dekomposisi senyawa organik pada proses pirolisis. Dari penelitian diketahui bahwa yield asap cair cenderung meningkat seiring naiknya suhu dan waktu pirolisis. Yield asap cair tertinggi diperoleh pada suhu pirolisis 350oC dan waktu pirolisis 150 menit sebesar 14,92%. Densitas terbaik diperoleh pada pada suhu 350oC dan waktu 150 sebesar 0,9916 sebesar 0,9916 gr/ml. pH asap cair terbaik diperoleh pada suhu pirolisis 350oC dan waktu pirolisis 150 menit sebesar 3,32. Berdasarkan hasil analisa menggunakan GC-MS diperoleh fenol sebesar 46,14%. 
PEMANFAATAN KERTAS HVS BEKAS SEBAGAI ADSORBEN UNTUK MENURUNKAN KADAR TIMBAL (Pb) DALAM LIMBAH ARTIFISIAL Mawaddah Fitria; Novi Sylvia; Meriatna Meriatna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 4 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i4.4589

Abstract

Salah satu pencemar yang berbahaya dalam limbah buangan industri yaitu logam berat timbal (Pb). Adsorpsi sering digunakan karena prosesnya yang sederhana dan efektif untuk mengurangi kadar logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas kertas HVS sebagai adsorben, menganalisis pengaruh waktu kontak dan massa adsorben terhadap kapasitas adsorpsi dan %removal serta mekanisme penyerapan melalui pendekatan isotermis adsorpsi Langmuir dan isotermis adsorpsi Freundlich.  Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap yaitu pembuatan adsorben, pembuatan limbah artifisial, dan proses adsorpsi dengan variasi massa adsorben dan waktu kontak. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa % removal maksimum yaitu 95,41% pada massa adsorben 1 gr dan kapasitas adsorpsi maksimum yaitu 18.123,4 mg/g pada massa adsorben 0,05 gr, konsetrasi limbah 20 ppm dengan waktu kontak 120 menit. Mekanisme adsorpsi yang terjadi mendekati persamaan isotherm Freundlich dengan nilai R2 = 0,8746, diduga proses penyerapan terjadi secara multilayer. Semakin lama waktu kontak dan semakin banyak massa adsorben dalam konsentrasi limbah yang sama maka semakin rendah kapasitas adsorpsi dan semakin tinggi %removal Pb yang diperoleh.
SINTESIS BIOPLASTIK DARI PATI BIJI DURIAN (DURIO ZIBETHINUS MURR) DENGAN PENAMBAHAN PLASTISIZER GLISEROL Sinta Morina; Sulhatun Sulhatun; Meriatna Meriatna; Agam Muarif; Zulnazri Zulnazri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 6 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i6.11934

Abstract

Bioplastik adalah plastik yang dapat digunakan seperti plastik konvensional, tetapi dihancurkan oleh aktivitas mikroorganisme pada produk akhir dan karbon dioksida setelah digunakan dan dilepaskan ke lingkungan. Karena sifatnya yang dapat kembali kealam, bioplastik termasuk bahan plastik yang ramah lingkungan. Dengan menambahkan pati ke dalam polimer sintesis maka diharapkan plastik yang dihasilkan dapat terdegradasi secara alami. Film plastik pati ini dibuat mengunakan pati biji durian, gliserol sebagai plasticizer dan asam asetat sebagai katalis.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berat pati dan variasi volume gliserol terhadap karakteristik film plastik pati biji durian.Variasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu perbandingan berat pati dan volume gliserol dengan berat pati (2%, 4%, 6%, 8%) dan volume gliserol (3 ml, 6 ml, 8 ml, 10 ml). Penelitian ini sudah pernah dilakukan namun yang menjadi perbedaan dari penelitian sebelumnya adalah dari segi variabel dan jenis pati yang digunakan. Pada penelitian ini diperoleh hasil uji derajat swelling terbaik pada variasi volume gliserol 3 ml dan 2% pati yaitu sebesar 33,65%, kemudian pada uji biodegradasi diperoleh hasil terbaik pada variasi 8% pati dan 10 ml gliserin dan hasil analisa Tensile Strength diperoleh kekuatan tarik film plastik maksimum terjadi ketika 4% perubahan volume 3 ml gliserin adalah 0,65 MPa.
PENGARUH BERAT BAHAN BAKU DAN WAKTU PIROLISIS PADA PRODUK SAMPING DARI PROSES PIROLISIS PADA LIMBAH PADAT HASIL PENYULINGAN MINYAK NILAM UNTUK PEMBUATAN BRIKET BIOARANG Gusti Indah Sari; Zainuddin Ginting; Rizka Nurlaila; Meriatna Meriatna; Agam Muarif; Faisal Faisal
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 1 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i1.9332

Abstract

Briket bioarang adalah bahan bakar padat sebagai sumber energi alternatif pengganti bahan bakar minyak yang berasal dari limbah pertanian yang melalui proses karbonasi kemudian dicetak dengan tekanan tertentu baik dengan atau tanpa bahan pengikat (binder) maupun bahan tambahan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan bioarang yang berasal dari limbah padat penyulingan minyak nilam dengan temperatur dan waktu pirolisis yang optimum sehingga diperoleh bioarang dengan nilai kalor yang tinggi. Penelitian pemanfaatan produk samping dari proses pirolisis pada limbah padat hasil penyulingan minyak nilam untuk pembuatan briket bioarang memiliki variabel berat bahan baku 600 gr, 1200 gr dan 1800 gr dengan variabel waktu 60, 90 dan 120 menit. Limbah padat yang terlebih dahulu telah dipotong menjadi ukuran yang kecil dan dikeringkan dibawah sinar matahari terlebih dahulu kemudian dimasukkan kedalam alat pirolisis untuk dikarbonisasi sesuai dengan variabel yang telah ditentukan, hasil dari pirolisis kemudian dimasukkan kedalam desikator untuk didinginkan selama 30 menit lalu dilakukan uji kadar air, uji kadar abu, uji kadar zat terbang, uji kadar karbon terikat, uji nilai kalor, uji SEM, dan juga uji laju pembakaran. Adapun hasil penelitian kadar air terbaik diperoleh pada berat bahan baku 600gr dan waktu 150 menit sebesar 5,72%, kadar abu terbaik diperoleh pada berat bahan baku 1800gr dengan wasktu pirolisis 60 menit adalah 4,28%, zat terbang terbaik diperoleh pada berat bahan baku 600gr dengan waktu pirolisis 150 menit adalah 9,11%, laju pembakaran tertinggi sebesar 0,1486 gr/menit, nilai kalor yang didapat pada berat baku 1200gr dengan waktu pirolisis 120 menit sebesar 5.291 cal/gr, berdasarkan uji SEM yang dilakukan dapat dilihat bahwa terdapat pembesaran pori-pori pada arang setelah aktivasi dibandingkan dengan pori-pori sebelum aktivasi. Kalor yang diperoleh menunjukkan bahwa briket bioarang limbah padat nilam dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif yang dapat diperbaharui.Kata kunci : Bioarang, karakteristik, limbah padat nilam dan pirolisis
Metode Pembuatan Minyak Kelapa Murni (VCO) Dengan Variasi Crude Enzim Bromelin dan Crude Enzim Papain Ariski Saina Ariski Saina; Suryati Suryati; Sulhatun Sulhatun; Jalaluddin Jalaluddin; Meriatna Meriatna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 3 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i3.9895

Abstract

Minyak kelapa murni(VCO) merupakan minyak kelapa dengan warna yang jernih, berbau khas, tahan terhadap panas dan proses degredasi lainnya, dan memiliki sifat tidak mudah tengik karena kandungan asam lemak jenuhnya yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pengaruh dari penambahan crude enzim bromelin dan crude enzim papain terhadap minyak kelapa murni (VCO) yang dihasilkan. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya tetapi dengan menggunakan variasi enzim bromelin kasar dan enzim papain kasar. Sedangkan pada penelitian ini menggunakan variasi ekstrak crude (mentah) enzim bromelin dan crude enzim papain. Pengujian minyak kelapa murni (VCO ) berupa organoleptik, pengukuran rendemen, dan analisa asam lemak bebas.Dari hasil penelitian minyak VCO diperoleh, untuk organoleptik terdapat pada semua sampel yang sesuai dengan SNI yaitu berwarna putih bening dan tidak berwarna hingga kuning pucat,berbau khas minyak VCO serta memiliki rasa normal khas minyak VCO.Untuk pengukuran rendemen, rendemen tertinggi lebih banyak diperoleh dengan penambahan crude enzim papain sebanyak 40 gr menghasilkan rendemen sebesar 19% sedangkan pada penambahan crude enzim bromelin sebanyak 100 gr menghasilkan rendemen tertinggi sebesar 16,6 %. Rendemen minyak terendah terdapat pada konsentrasi ekstrak daging nanas 70 gr yaitu 10,4 % dan konsentrasi ekstrak getah pepaya 10 gr yaitu sebesar 13,6 %. Untuk analisa bilangan asam lemak bebas , ALB tertinggi terdapat pada VCO dengan penambahan 70 gr crude enzim bromelin yaitu 0,16 % dan untuk ALB terendah terdapat pada VCO dengan penambahan crude enzim papain sebesar 10 gr yaitu 0,2 %. Berdasarkan hasil pengamatan secara keselurusan dapat disimpulkan bahwa setiap sampel minyak VCO memenuhi karakteristik minyak sesuai SNI 7381-2008 yang memiliki warna putih bening, berbau khas dan memiliki rasa normal khas VCO, rendemen minyak lebih dari 10%, serta bilangan asam tidak melewati 2 %.
PENGARUH KONSENTRASI PELARUT ASAM SITRAT DAN SUHU PADA TAHAP DEMINERALISASI TERHADAP KARAKTERISTIK KITOSAN DARI LIMBAH KULIT UDANG VANNAMEI (LITOPENEUS VANNAMEI) Hajijah Hajijah; Nasrul ZA; Suryati Suryati; Meriatna Meriatna; Sulhatun Sulhatun
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 4 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i4.11116

Abstract

Kitosan merupakan senyawa varian senyawa kitin yang ditemukan dikulit banyak mengandung krustasea salah satunya yaitu udang. Pembuatan kitosan adalah proses yang paling sederhana dan efektif. Kitosan pada penelitian ini yang digunakan adalah kulit udang vannamei. Udang vannamei dapat dibuat kitosan karena mengandung senyawa kitin. penelitian dibuat untuk bertujuan mengkaji pelarut pengaruh konsentrasi asam sitrat dan suhu pada tahap demineralisasi proses dalam pembuatan kitosan dari limbah kulit udang vannamei. Parameter digunakan untuk membuat kitosan dari kulit udang vannamei. Parameter digunakan untuk mengkaji kadar air, rendemen, kelarutan,viskositas, derajat deastilasi, dan gugus fungsi. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya menggunakan HCL sebagai pelarut pada tahap demineralisasi dari konsentrasi 20%, 30%, 40% dan 50% dan suhu 400C, 500C,600C dan 700C. Pada penelitian ini digunakan konsentrasi pelarut asam sitrat dan suhu dari tahap demeniralisasi pada proses pembuatan kitosan. Hasil pengujian yang terbaik adalah pada konsentrasi pelarut asam sitrat 50% dengan suhu 700C yakni berupa kadar air air sebesar 0,03%, rendemen sebesar 0,25%, kelarutan sebesar 87,9%, viskositas sebesar 3,18%, derajat deastilasi (DD) sebesar 64,58%. Hasil uji FTIR diperoleh gugus fungsi amina ulur vibrasi pada gelombang 3251,98 cm-1, gugus asetamida ulur vibrasi pada gelombang 1660,71 cm-1 dan vibrasi ulur pada gelombang 1259,52 cm-1 menunjukkan pada gugus fungsi asam karboksilat.
PRODUKSI GAS HIDROGEN DARI AIR LAUT DENGAN METODE ELEKTROLISIS PHOTOVOLTAIC (PV) MENGGUNAKAN ELEKTRODA KARBON Muhammad Safrijal; Lukman Hakim; Meriatna Meriatna; Muhammad Muhammad; Suryati Suryati
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol 3, No 2 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i2.8239

Abstract

Hidrogen merupakan salah satu energi terbarukan yang mempunyai banyak kelebihan dibanding dengan energi terbarukan lainnya.  Salah satu metode yang menjanjikan untuk menghasilkan gas hidrogen adalah dengan metode elektrolisis air laut yang sumbernya tidak terbatas. Metode elektrolisis pada penelitian ini menggunakan arus listrik Photovoltaic dan air laut dengan volume elektrolit 3500 ml, waktu elektrolisis 15, 30, 45 dan 60 menit dengan menggunakan elektroda karbon pemilihan jenis reaktor berbentuk persegi volume 4500 ml, kondisi operasi 32°C dan 1 atm. Adapun yang menjadi variabel bebas yaitu tegangan 5, 10, 15 dan 20 volt. Dengan variasi waktu hasil kajian menunjukkan bahwa tegangan sangat berpengaruh terhadap penguraian air laut menjadi gas hidrogen. Hasil flow rate gas hidrogen yang paling tinggi didapat pada tegangan 20 volt dengan waktu 60 menit sebesar 11,5 ml/menit. Hasil kajian waktu elektrolisis terhadap penguraian air laut menjadi gas hidrogen tidak berpengaruh signifikan. Tegangan 20 volt menunjukkan hasil gas hidrogen yang tinggi.
Pengaruh Suhu dan Waktu Ekstraksi dalam Proses Pembuatan Pektin dari Kulit Buah Sukun dengan Pelarut Asam Sitrat Rizka Nurlaila; Agam Muarif; Meriatna Meriatna; Masrullita Masrullita; Ishak Ishak
Journal of Science and Applicative Technology Vol 7 No 2 (2023): Journal of Science and Applicative Technology December Chapter
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan, Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/jsat.v7i2.1105

Abstract

The breadfruit rinds has never been used, even though breadfruit rinds is known contain pectin which has a high economic value. Pectin is a biopolymer compound that functions as a water binder or liquid thickener obtained through the extraction process of fruits waste. The purpose of this research is to utilize the waste of breadfruit rinds into pectin to increase the economic value. This research used reflux extraction method with 7% citric acid as solvent, extraction time used was 170, 175,180, 185, and 190 minutes at 85, 90, and 95°C. The highest research results were obtained at a temperature of 95°C with a long extraction time of 195 minutes, namely yield of 40,762%, water content of 1,92%, methoxyl content of 8.06%, galacturonic content of 81%.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abrar, Muhammad Ifan Abubakar Dabet Adriyan Jondra Afifa Luthfia Agam Muarif Ahmad Alwi Hasibuan Alifnur Alifnur Amri Aji Amri Aji, Amri Amri Amri Ananda, Dhea Riski Andrie Kurniawan Indra Anisma Fahmi Anisyah Padang Anita Sari Ferani Annisa Aulia ARDIANSYAH ARDIANSYAH Ariski Saina Ariski Saina Asnadia Asnadia Aulia Fahri Aulia, Muhammad Rifki Aulia, Yeni Auliani Auliani Auliani Auliani, Auliani Ayu Sutia Amanda Azhari Azhari Azhari Azhari Chairunnisa Chairunnisa Chalisna Wildani Cut Khairunnisa Cut Mauliza Utary Daud, Eva Darnila Dina Nasution, Zukhrufi Dion Aidil Putra dwi ayu lestari, dwi ayu Eddy Kurniawan Edy Kurniawan Efri Marnelisa Eka Intan Kumala Putri Eka Sri Astuti Eni Suryani Eva Diana Evana Evana Faisal Faisal Faisal Faisal Fajar Sidiq Seregar fatimah Fatimah Fatnia, Fatnia Ferri Safriwardy Fibarzi, Wiza Ulfa Fikri Hafita Fikri Hasfita Fitria, Lisa Fitriani Fitriani Frandika Darma Ginting, Ledy Mahara Gusti Indah Sari Hajijah Hajijah Halimah, Mustika Ridhatul Hanie, Nawardah Hanif, Hanif Haslina Haslina Ibrahim, Ishak Iqbal Kamar Iqbal Kamar Ishak Ibrahim Ishak Ishak Ishak Ishak Ishak Ishak Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Kamar, Iqbal Khairunnisa Kurniawan, Meutia Laksita Ika Paksi Leni Maulinda Leni Maulinda, Leni Leni, Maulinda Lidya Permata Lestari Lidya Permata Lestari Lis Ayu Widari, Lis Ayu Lisa Andriani Lukman Hakim Lukman Hakim Lukman Hakim Luthfi Mughni Anisa Haryono Luthfi Mughni Anisa Haryono Lutvia, Faiza Mahyuni Marito Harahap Marlina Marlina Maryana Maryana Maryana Maryana, Maryana Maryanti Maryanti Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita, M Masrullita, Masrullita Maulana, Muhammad Zikri Mawaddah Fitria Melan Amanah, Ananda Mhd Azrin Muazzinah Muazzinah Muhammad Fazlunnazar Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Safrijal Muhammad Sayuthi Muhammad Zakaria Muhammad, Muhammad Mulyawan, Rizka Munawar Khalil Mutia Sukma Nadia Prisca Putri Nadrakhilla, Yayang Narul ZA Nasrul ZA Nasrul ZA Nasrul ZA, Nasrul Nasution, Fahrizal Nia Afriani Nia Sagita Lestari Novi Sylvia Nur Asiah Indah Rahayu Nurdin Nurdin Nurlaila, Rizka Nurlian Nurlian Nurlian Octaviani Pasaribu Panjaitan, Muhammad Ishak Idrus Pradesti, Salsa Prasatia, Ridha Purwoko, Agus Putri Sara Fhariza R.A Nita Rosalinda Muttaqin Rahma Yanti Rahmadhani, Rahmadhani Raihan Putri Reza Abdillah Harahap Reza Dwi Fani Rianda, Rizki Rina Afriani Rina Lestari Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Rozanna Dewi Safriani, Siti Widya Safrida, Riana Safwan Azlani Salim, Muhammad Yahdi Salsabil, Safyra Qathrunnada Samsul Bahri Sanda Mulia Utari Sari, Riska Kumala Sinaga, Ahmad Roihan Sinaga, Selvi Sundari Sinta Morina Sitorus, Ika Pratiwi Berliana Sofiyani, Nurwardina Sofyan Sofyan Sofyan, Diana Khairani Sri Awalin Marpaung Sulahatun, Sulhatun Sulhatun Sulhatun Suri Atika Suryani Suryani Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Syafira Dara Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syarifah Yulisa Syukriah Syukriah, Syukriah Tasya Maidayanti Tata Tirani Trisna Trisna, Trisna Ulfa, Raudhatul Veithzal Rivai Zainal Wiza Ulfa Fibarzi Wiza Ulfa Fibarzi Wusnah Wusnah Wusnah, Wusnah Yani, Firda Tirta Yudistira Yudistira Zainuddin Ginting Zulmiardi, Zulmiardi Zulnazri, Z Zuraida Zuraida