Claim Missing Document
Check
Articles

Found 44 Documents
Search
Journal : Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)

PEMANFAATAN AMPAS TEBU UNTUK PEMBUATAN PULP pradana, ardie surya; Bahri, syamsul; Muarif, Agam; sylvia, novi; sulhatun, Sulhatun
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 6 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i6.17823

Abstract

Pulp adalah bahan yang digunakan untuk membuat lembaran kertas. Dalam penelitian ini, ampas tebu digunakan sebagai bahan baku pembuatan pulp. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya pada enceng gondok menggunakan variasi pelarut H2SO4 dan NaOH. Namun pada penelitian ini dengan ampas tebu menggunakan variasi pelarut H2SO4 dan NaOH. Untuk membuat pulp, kadar selulosa di atas 40% dan kadar lignin di bawah 23% harus diperhitungkan. Pada penelitian ini, larutan NaOH 3% hingga 9% dan larutan H2SO4 3% hingga 9% digunakan sebagai pelarut dalam proses delignifikasi untuk membandingkan proses soda dengan proses sulfit. Menurut temuan penelitian, prosedur delignifikasi bekerja paling baik dengan larutan NaOH dibandingkan dengan larutan H2SO4. Karena NaOH dengan konsentrasi 9% menghasilkan kandungan selulosa maksimum sebesar 46%, kandungan lignin 8%, dan rendemen berkisar 53%. Larutan H2SO4 memberikan hasil tertinggi, berkisar antara 59% hingga 70%, meskipun hanya dapat mencapai selulosa tertinggi pada konsentrasi 9%, 46% selulosa, dan 12% kadar lignin. Kadar air ampas tebu berkisar antara 14% hingga 16%.
PEMBUATAN EDIBLE FILM DARI PATI KULIT SINGKONG MENGGUNAKAN PLASTICIZER SORBITOL DENGAN ASAM SITRAT SEBAGAI CROSSLINKING AGENT Husna, Uswatun; Masrullita, Masrullita; hakim, Lukman; Sylvia, Novi; Azhari, Azhari
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 6 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i6.17135

Abstract

Kulit tanaman singkong dibuang sebagai limbah industri dan jarang dimanfaatkan. Berdasarkan kandungan di dalamnya, kulit singkong mengandung semua yang mungkin dibutuhkan seseorang untuk nutrisi: air, kalsium, magnesium, fosfor, protein, serat, karbohidrat, dan 44-59% pati. Karena kandungan pati pada kulit singkong cukup tinggi, maka dapat dibuat film yang dapat dimakan (edible film) dengan menggunakan bahan baku pati kulit singkong. Pada penelitian sebelumnya tidak ada perbandingan antara karagenan dan asam sitrat dan uji meliputi, kuat tarik, elongasi, derajat swelling, uji biodegradability dan uji pengemasan, penelitan ini melakukan perbandingan antara karagenan dan asam sitrat dan uji meliputi kuat tarik, elongasi, derajat swelling dan uji pengemasan perbandingan dengan membandingkan   karagenan dan asam sitrat. Produk makanan dapat dilapisi dan dikemas dengan menggunakan film yang dapat dimakan, yaitu lapisan tipis yang terdiri dari bahan-bahan yang dapat dimakan. Karena film yang dapat dimakan bersifat terbarukan dan dapat terurai secara hayati, film ini dapat digunakan sebagai pengganti plastik sintetis yang ramah lingkungan, yang lebih sulit terurai oleh alam. Mempelajari kondisi operasi untuk memproduksi film yang dapat dimakan dari kulit singkong adalah tujuan dari proyek ini.
PENGARUH VARIASI NaOH TERHADAP KUALITAS SABUN TRANSPARAN AROMATERAPI ROSEMARY BERBASISI VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DAN OLIVE OIL Ainun, Sarifah; Sylvia, Novi; Zulnazri, Zulnazri; Dewi, Rozanna; Kamar, Iqbal
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 5 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - October 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i5.15280

Abstract

Sabun merupakan kebutuhan sekunder yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk membersihkan kotoran. Sabun transparan dihasilkan melalui reaksi saponifikasi antara trigliserida yang berasal dari asam lemak pada minyak dengan basa alkali, khususnya Natrium Hidroksida. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah fokus pada penggunaan Virgin Coconut Oil (VCO) dan Olive Oil sebagai bahan dasar, serta penerapan aroma terapi rosemary dalam sabun transparan. Penelitian ini menggunakan metode saponifikasi dengan hot process, yang melibatkan pemanasan dalam prosesnya. Fokus penelitian adalah untuk memahami dampak variasi NaOH dan rasio minyak VCO dan olive oil terhadap kualitas sabun transparan aromaterapi. Rasio VCO:olive oil yang digunakan adalah 1:1; 3:1; 5:1, sedangkan larutan NaOH divariasikan antara 20 ml, 25 ml, dan 30 ml. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan variasi NaOH meningkatkan pH, kadar air, alkali bebas, dan kadar klorida, sementara menurunkan kadar asam lemak bebas. Selanjutnya, peningkatan rasio minyak VCO terhadap olive oil meningkatkan nilai pH, alkali bebas, dan mengurangi kadar asam lemak bebas pada sabun transparan aromaterapi. Sabun padat yang memenuhi standar SNI 3532:2016 ditemukan dengan variasi NaOH 20 ml dan 25 ml, serta rasio minyak 1:1; 3:1; 5:1.
SINTESIS ASAM OKSALAT DARI LIMBAH KULIT PISANG KEPOK (MUSA PARADISIACA) DENGAN METODE OKSIDASI ASAM NITRAT (HNO3) Zulnazri, Zulnazri; Kamar, Iqbal; Holila, Manna; Sylvia, Novi; Dewi, Rozanna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 3 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-June 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i3.15143

Abstract

Buah pisang kepok (Musa Paradisiaca), yang berasal dari wilayah Asia Tenggara, seringkali hanya dimanfaatkan bagian daging buahnya oleh masyarakat. Kulitnya seringkali dianggap limbah dan digunakan sebagai pakan ternak. Namun, berdasarkan kandungannya, kulit pisang kepok memiliki potensi untuk digunakan sebagai bahan baku dalam produksi asam oksalat. Kulit pisang kepok mengandung 15,36% lignin dan 60-65% selulosa. Asam oksalat adalah senyawa kristal tidak berwarna yang larut dalam air dengan rumus C2H2O4. Dalam beberapa penelitian sebelumnya, metode oksidasi dengan asam nitrat telah digunakan untuk menghasilkan asam oksalat dari bahan baku lain, seperti batang rami, yang menghasilkan hasil sekitar 25,4%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsentrasi asam nitrat dan waktu oksidasi pada kulit pisang kepok berdampak pada jumlah asam oksalat yang dihasilkan dan kualitas yang dihasilkan. Konsentrasi asam nitrat dan waktu pemanasan adalah faktor utama dalam proses oksidasi yang digunakan dalam metodologi penelitian. Variabel independen termasuk konsentrasi asam nitrat (3M, 4M, dan 5M) dan waktu oksidasi (60, 70, dan 80 menit) pada 75°C. Penelitian ini sudah pernah dilakukan dengan menggunakan limbah kulit durian, maka dari itu di penelitian kali ini menggunakan bahan yang disebutkan. Konsentrasi asam nitrat dikaitkan dengan tingkat produksi asam oksalat yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air setelah pengeringan sebesar 12,8%, sementara kadar asam oksalat, yang diukur dengan metode titrasi permanganometri, mencapai nilai tertinggi sekitar 96%. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kondisi optimal dicapai selama 60 menit dengan konsentrasi HNO3 sebesar 5M, yang menghasilkan hasil 8,712%.
PEMBUATAN BAHAN DASAR LULUR SCRUBBER DENGAN PENAMBAHAN AROMA TERAPI DARI NILAM Sitorus, Sarifah; Masrullita, Masrullita; Sulhatun, Sulhatun; Sylvia, Novi; Fibarzi, Wiza Ulfa; Nurmalita, Nurmalita
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 2 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Mei 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i2.19179

Abstract

Tanaman kemiri mempunyai banyak manfaat bagikehidupan manusia karena hampir semua bagiantanaman dapat dimanfaatkan. Didalam biji kemirimemiliki kandungan minyak yang tinggi yaitu sekitar35%-65% dari berat bijinya. Minyak kemiri digunakanuntuk mengurangi rambut rontok, menjaga kesehatanrambut dan menjaga kelembaban kulit selain itu ampas kemiri memiliki aroma yang khas dan teksturyang sangat lembut sehingga ampas kemiri dapatdiolah menjadi produk yang berguna bagi masyarakat, salah satunya adalah lulur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji mengkaji proses pembuatanlulur ampas kemiri dan pengaruh waktu pengadukanterhadap produk lulur yang dihasilkan. Proses pembuatan lulur menggunakan bahan baku kemiri, aquadest, propil paraben, propilen glikol, trietanolamin, metil paraben 24, parfum nilam, asamstearat dan kertas perkamen. Variabel tetap yaitu asamstearate, trietanolamin , propilen glikol, metil paraben, propil paraben, parfum nilam, minyak zaitun, dan suhupenyimpanan. Sementara itu, variabel bebas yaitu berat ampas kemiri (20 gram, 30 gram, 40 gram, 50 gram) dan waktu pengadukan (2 menit, 4 menit, 6 menit dan 8 menit). Sampel yang telah didapatkemudian diuji, yang meliputi pengujian organoleptik, pengukuran pH, uji daya sebar dan uji stabilitas. Hasil penelitian didapat bahwa lulur dengan kondisioptimum terbaik adalah lulur pada run 2,3,6 dan 7 (konsentrasi 20,30 gram dengan waktu pengadukan 4 dan 6 menit). Hasil yang didapat telah memenuhistandar organoleptik (tidak bau tengik dan tekstursemi padat) dan standart daya sebar (5-7 cm) adalahlulur dengan konsentrasi 20 gram dan 30 gram yaitumemiliki tekstur semi padat dengan daya sebar 5-6,1 cm. 
PENGARUH JENIS RAGI TERHADAP PEMBUATAN BIOETANOL DARI LIMBAH KULIT KOPI ARABIKA (Coffea Arabica L.) MENGGUNAKAN PROSES FERMENTASI Frastika, Triana Indah; Azhari, Azhari; Suryati, Suryati; ZA, Nasrul; Sylvia, Novi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 2 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Mei 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i2.20531

Abstract

Bioetanol adalah produk hasil fermentasi karbohidrat (pati) menggunakan bantuan mikoorganisme. Tanaman yang dapat menghasilkan bioetanol adalah tanaman yang didalamnya terkandung pati serta selulosa yang dibuat dengan bantuan aktivitas mikroorganisme (ragi). Penelitian ini menggunakan bahan yang mengandung selulosa yang berasal dari limbah kulit kopi arabika. Bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit kopi arabika jenis ateng super yang tidak dimanfaatkan oleh petani kopi. Metode penelitian yang dilakukan diantaranya proses hidrolisis, fermentasi dan distilasi dengan variasi ragi yaitu ragi roti dan ragi tape, variasi %berat ragi yaitu 3, 5, 7, dan 9%, variasi waktu fermentasi 1, 3, 5, dan 7 hari. Hasil dari penelitian ini didapatkan yield tertinggi yaitu 4.37% dengan variasi waktu fermentasi selama 5 hari dan berat ragi 9%  untuk ragi roti dan 4.01% untuk ragi tape dengan lama fermentasi 5 hari dan berat ragi 9%  untuk ragi roti, densitas terbaik pada fermentasi 5 hari dan berat ragi 9% sebesar 0,7821 gr/ml, viskositas tertinggi 1.13 cP, kadar bioetanol terbaik dengan lama fermentasi 5 hari dan berat ragi roti 9% sebesar 47.70%, namun bioetanol yang dihasilkan belum menyala. Uji GC-MS menghasilkan peak etanol terdeteksi pada peak ke-2 dengan waktu retensi 1.593 dan kemurnian 43.48%. Penelitian ini khusus memanfaatkan kulit kopi arabika varietas Ateng Super yang memiliki karakteristik unik seperti kandungan selulosa berkisar 60-70% yang berpotensi menghasilkan bioetanol lebih optimal. 
Potensi Getah Pohon Pisang Dan Tepung Ketan Sebagai Perekat Dari Biobriket Serbuk Gergaji Kayu Jati: Analisis Kualitas Biobriket dari Serbuk Gergaji Kayu Jati dengan Perekat Getah Pohon Pisang dan Tepung Ketan Fikri Hasfita; Devi, Sri Marlia; Novi Sylvia; Ishak Ibrahim; Jalaluddin; Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.22496

Abstract

Biobriket merupakan bahan bakar padat yang berasal dari bahan organik yang telah dipadatkan, dan berfungsi sebagai pengganti bahan bakar konvensional seperti batu bara atau kayu bakar dengan dampak lingkungan yang lebih rendah. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh perbandingan perekat (getah pohon pisang : tepung ketan) 1:1, 1:2 dan 2:1 dengan persentase perekat 20%, 30%, 40% 50% dan 60% terhadap karakteristik biobriket dengan menganalisis kadar air, kadar abu, kadar zat menguap, kadar karbon terikat dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan baku 100 gram, perbandingan perekat 1:2 dengan komposisi perekat 40% menunjukkan performa terbaik dengan kadar air terendah yaitu 3,662%, kadar abu terendah yaitu 1,515%, kadar zat menguap terendah yaitu 4,704%, kadar karbon terikat tertinggi yaitu 90,119% dan nilai kalor tertinggi yaitu 6784,691 kal/gr. Karakteristik biobriket dari serbuk gergaji kayu jati sudah sesuai standar SNI 01-6235-2000. Kata kunci: Bioriket, kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, kadar karbon terikat dan nilai kalor.
Pembuatan Biobriket dari Sabut Kelapa (Cocos Nucifera) Menggunakan Perekat Tepung Kanji Seriani Annisa; Lukman Hakim; Suryati; Zainuddin Ginting; Novi Sylvia
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.23915

Abstract

Biobriket adalah bahan bakar padat yang terbuat dari limbah biologis yang telah dipadatkan dan ditambahkan lem. Serat kelapa merupakan bahan bakar yang baik karena memiliki nilai kalor yang tinggi. Hal ini menjadikannya pilihan yang baik untuk memanfaatkan energi fosil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana komposisi serat kelapa memengaruhi biobriket yang dihasilkan, bagaimana perekat memengaruhi komposisi serat kelapa menurut SNI, dan bagaimana uji proksimat dan nilai kalor memengaruhi kualitas biobriket yang terbuat dari campuran limbah serat kelapa. Untuk membuat biobriket dari serat kelapa, serat digiling menggunakan crusher dan kemudian diayak melalui saringan berukuran 50, 100, 150, 200, dan dicampur dengan lem pati dengan konsentrasi lem 10%, 15%, 20%, dan 25%. Kemudian, briket diuji kadar air, abu, zat volatil, karbon tetap, dan nilai kalornya. Studi ini menemukan bahwa biobriket terbaik memiliki kadar air 4,94%, kadar abu 6,45%, kadar zat volatil 111,9%, kadar karbon tetap 76,41%, dan nilai kalor yang memenuhi standar SNI 01-6235-2000, yaitu 5.328,45 kal/gr pada mesh 100 dan perekat 10%. Briket ini memenuhi standar SNI 01-6235-2000, yang menyatakan bahwa nilai kalornya minimal 5.000 kal/gr . Kata Kunci: Kadar Air, Kadar Abu, Zat Terbang, Karbon Tetap, dan Nilai Kalor
KARAKTERISASI BIOBRIKET DARI TEMPURUNG KEMIRI Nissah, Khairun; sulhatun, sulhatun; Masrullita, Masrullita; Muarif, Agam; Sylvia, Novi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i3.15088

Abstract

Biobriket adalah padatan yang dibuat melalui kompresi dan tekanan yang menghasilkan sedikit asap saat dibakar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur sifat-sifat biobriket cangkang kemiri seperti densitas, nilai kalor, kandungan volatil, dan kandungan karbon padat. Penelitian ini sebelumnya telah dilakukan dengan memproduksi biobriket dari cangkang kemiri dengan menggunakan proses pirolisis sebagai bahan bakar alternatif. Oleh karena itu, proses pirolisis tidak digunakan dalam penelitian ini. Bahan dasar cangkang kemiri dijemur di bawah sinar matahari selama 48 jam kemudian digiling dengan crusher. Ukuran partikel cangkang kemiri divariasikan dengan ukuran sebagai berikut: 50 mesh, 60 mesh, 80 mesh, dan 100 mesh. Biobriket diproduksi dengan perbandingan perekat yang berbeda-beda yaitu 5%, 7,5%, 10%, dan 12,5%. Kemudian keringkan dalam oven dengan suhu 105„ƒ selama 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan kualitas biobriket cangkang kemiri densitas tertinggi terdapat pada sampel D4 (yaitu 0,965 g/cm3) dan kandungan volatil tertinggi terdapat pada sampel D4 (yaitu 14,54%). Kandungan karbon padat tertinggi terdapat pada sampel A1 yaitu 74,923% dan nilai kalor tertinggi terdapat pada sampel D4 yaitu 5239,08 kal/gr.
PEMBUATAN SABUN PADAT DENGAN PENAMBAHAN ESSENTIAL OIL LAVENDER DAN SCRUB OAT SEBAGAI ANTI INFLAMASI DENGAN METODE COLD PROCES Ramdhani, Nevia Arbi; Sylvia, Novi; ., Faisal; Hakim, Lukman; Dewi, Rozanna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i3.15194

Abstract

Sabun adalah senyawa natrium yang terbentuk dari asam lemak dan digunakan sebagai agen pembersih tubuh. Sabun biasanya berwujud padat, mampu menghasilkan busa, dan dapat mengandung bahan tambahan tertentu. Pentingnya, sabun dirancang sedemikian rupa sehingga tidak menyebabkan iritasi pada kulit. Proses pembuatan sabun melibatkan pengikatan asam lemak dengan alkali, seperti natrium hidroksida (NaOH), yang menghasilkan sabun padat, atau yang lebih dikenal sebagai hardsoap. Sabun padat diproduksi melalui metode cold process, tanpa pemanasan, dengan mencampurkan bahan utama berupa minyak kelapa, minyak kelapa sawit, dan minyak zaitun dengan alkali. Kemudian, ditambahkan essential oil lavender dan scrub oat ke dalam campuran tersebut. Proses selanjutnya melibatkan penggunaan hand mixer sebelum dicetak, dengan masa curing selama 2 minggu. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya yang belum pernah dilakukan adalah memvariasikan bahan dengan penambahan essential oil lavender dan scrub oat sebagai anti inflamasi. Analisa mutu sabun dilakukan berdasarkan SNI No.3532-2021 serta uji fisik sediaan sabun dengan parameter pengujian meliputi kadar air, alkali bebas/ asam lemak bebas, pH, stabilitas busa, dan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air sabun yaitu berkisar 3,4% -7%, asam lemak bebas berkisar 0,38%- 0,78% dan uji fisik yaitu pH berada dikisaran 9,49-10, uji stabilitas busa berada dikisaran 70,66%-79,62% dan uji organoleptik menghasilkan sediaan warna, aroma dan tekstur yang bervariasi. Dapat dilihat dari hasil penelitian ini bahwa sabun padat dengan penambahan essential oil lavender dan scrub oat dengan metode cold proces telah memenuhi standar SNI dan uji fisik yang aman dipakai Kata Kunci:Asam Lemak Bebas, Alkali, Kadar Air, Essential Oil, Ph, Sabun, Scrub Oat, Stabilitas Busa, Organoleptik
Co-Authors -, Jalalludin . ELWINA . Elwina . Wusnah . Wusnah . YUNARD . Yunardi Abrar Muslim Abrar Muslim Abrar Muslim Agam Muarif Ahmad Fikri Ahmad Fikri Ainun, Sarifah Akbar, Alpadilah ALBANA, HASAN Amanda Fitria Rahmadani Nasution Ananda Monarita Ananda, Aldila Andri Nur rizky Anisa Anisa Anisa Aulia Anisma Fahmi Anisyah Padang Arif Maulana Arif Setiawan Aulia, Muhammad Rifki Aulia, Yeni Authar, Mhammad Azhari Azhari Azhari Azhari Azhari Azhari Cahyati, Annisa Ayu Cut Mauliza Utary Deni Hadiana, Deni Devi, Sri Marlia Dinda Humaira E. Elwina Eddy Kurniawan Elviana, Suci Elwina Elwina Evi Juliati Fachry Abda El Rahman Fahirul Muhar Fahirul Muhar Faisal . Faisal Faisal Fajar Sidiq Seregar Fazira, Zetta Ferri Safriwardy Fibarzi, Wiza Ulfa Fikri Hasfita Fitriani Fitriani Fitriani Fitriani Frastika, Triana Indah Handewi Purwati Saliem, Handewi Purwati Hariyadi, Asful Haslina Haslina Hendi Setiawan Hesni, Yuli Holila, Manna Husna, Uswatun Husni Husin Husni Husin Husni Husni Ibnu Salman, Ibnu Ibrahim, Ishak Ilham Maulana Iqbal Kamar Irma Yani, Irma Ishak Ibrahim Ishak Ibrahim Ishak Ishak Ishak Ishak Ishak Ishak Izazy, Nurul Qolbi Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalalul Akbar, Said Janni, Miftahul Kamar, Iqbal Khairunnisa Khalsiah Khalsiah Kurniawan, Meutia Leni Maulinda, Leni Leni, Maulinda Lia Sobrina Lukman Hakim Lukman Hakim Lukman Hakim M Ali Anto M Anjes Laudi M Riza M Zulfadhli Maharsih, Inggit Kresna Mariana Mariana Maryana Maryana Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita, Masrullita Maulana, Muhammad Zikri Mauliza Asri Mawaddah Fitria Medyan Riza Medyan Riza Meriatna Meriatna Monika Ramazela Muhammad Muhammad Muhammad Subhan Muhammad, Muhammad Mulyawan, Rizka Mutia Reza Mutia Reza Mutiara Lestari Simanjuntak Nabila Adhani Nasrul ZA Nasrul ZA Nasrul ZA, Nasrul Nasrul Za, Nasrul Za Nasrun, Mahdalena Nia Sagita Lestari Nissah, Khairun Nur Alia, Nur Nur Asiah Indah Rahayu Nurlaila, Rizka Nurmalita Nurmalita Oktaviani oktaviani Panjaitan, Muhammad Ishak Idrus Permatasari, Anggraeni Dian pradana, ardie surya Purwoko, Agus Pusfitasari, Memik Dian Putri, Balqis Eka putri, intan nanda Putri, Melani Annisa Qisti, Ruhul R.A Nita Rosalinda Muttaqin Rahayu Retnowulan, Sri Rahmi, Delfi Ramadhan, Cindia Ramdhani, Nevia Arbi Ranti Kusuma Wardhani Raudhatul Ulfa Retnowulan, Sri Rahayu Reza, Mutia Rianda, Rizki Rido Lumban Tobing Ridwandi Riska Putri Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Roja Andesta Rozanna Dewi Safriwardi, Ferri Salim, Muhammad Yahdi Sandi, Nazlia Armita Saputra Ramadhan, Muhammad Bagus Sarah Sarah Sari, Thalia Winda Sembiring, Rinawati Seriani Annisa Sigian, Zikri Husni Silitonga, Hanna Amaliah Sinaga, Ahmad Roihan Sitorus, Sarifah Sulhatun Sulhatun Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Syafriandi Damanik Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Taufiq Taufiq Thalia Winda Sari Tsa Tsa Anindya Rakhim Ahmadi Ulfa, Raudhatul Vebry Ade Vrans Veithzal Rivai Zainal Wardhani, Ranti Kusuma Wawan Setiawan Wiza Ulfa Fibarzi Wiza Ulfa Fibarzi Wusnah Wusnah, Wusnah Yazid Bindar Yazid Bindar Yazid Bindar Yogi Ardhika Wijaya Yonita Putri Roja Yosi, Andre Yunardi, Y yunardi, yunardi Yuni Evama Yusi Riksa Yustiana, Yusi Riksa Zainuddin Ginting Zulmiardi, Zulmiardi Zulnazri Zulnazri, Z