Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS SELEKTIVITAS PAYANG AMPERA (Seine Net) MODIFIKASI dengan WINDOW PERMUKAAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN DAUN BAMBU (Chorinemus sp.) di PERAIRAN KABUPATEN KENDAL Hakim, Lukman Guam; Asriyanto, -; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 2: April 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.498 KB)

Abstract

Alat tangkap Payang termasuk pukat kantong lingkar yang umumnya terdiri atas bagian kantong dan sayap. Payang merupakan alat tangkap ikan pelagis yang digunakan nelayan di Kabupaten Kendal. Selektivitas alat tangkap adalah pernyataan kuantitatif dari kemampuan memilih atau menangkap ikan pada spesies dan ukuran tertentu. Pada percobaan penambahan window berbentuk persegi panjang yang penempatannya di bagian atas / permukaan kantong (cod end) yang kemudian ditutup oleh cover net, yang berfungsi untuk menyeleksi hasil tangkapan berdasarkan ukuran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif bersifat studi kasus dengan percobaan sebanyak 8 kali pengulangan. Metode pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analisis statistik selektivitas  yang mengacu pada model analisis Sparre dan Venema. Hasil penelitian ini didapatkan ikan yang paling banyak tertangkap di cod end dan cover yaitu pada kelas 8-9 cm dengan jumlah 61 ekor. Uji Exponensial didapatkan persamaan exponensialnya y = 0,0799e0,1676x R² = 0,8575. Dengan nilai L 50% dan SF adalah sebesar 11,32 cm dan 1,11. Tingkat kelolosan ikan adalah 42,6% atau < 50%. Pada penelitian, nilai L50 sebesar 11,32 cm yang berarti alat tangkap Payang modifikasi dapat meloloskan dan menahan ikan Daun bambu (Chorinemus sp.) pada ukuran panjang 11,32 cm, sedangkan ikan Daun bambu matang gonad pada ukuran antara 10 cm. Sehingga dapat disimpulkan bahwa payang modifikasi selektif. Payang gear belong trawl bag ring which generally consists of sacs and wings. Payang is a pelagic fishing gear used by fisherman in Kendal. The selectivity of fishing gear is the quantitative statement of the ability to secect or catch fish on certain species and size. In trial additional of rectangular window that placement on the surface of the bag (cod end) which in than covered by cover net, which serves to selecting the catch by size. The method that used in this research is descriptive method is a case study with experimental repetition as much as 8 times. Data collection method using primary data and secondary data. The method of data analysis used in this research is the selectivity statistical analysis refers to the analysis model of Sparre and Venema. The result of this research found that the most widely cought fish in the cod end and the cover in class 8-9 cm are 61 fishes. Exponensiality test obtained exponensial equation y = 0,0799e0,1676x R² = 0,8575. Withe the value of L 50% and SF is equal to 11,32 cm dan 1,11 cm. The rate of fish break-out is 42,6% or < 50%. In the research, the value of L50 by 11,32 cm which means Payang modification can pass and hold Daun bambu fish (Chorinemus sp.) in length 11,32 cm, whereas the mature gonads of Daun bambu fish (Chorinemus sp.) in size about 10 cm. It can be concluded that Payang modification is selective.
ANALISIS HASIL TANGKAPAN IKAN KEMBUNG (Rastrelliger sp) DAN CUMI-CUMI (Lolligo sp) PADA ALAT TANGKAP MINI PURSE SEINE DI PERAIRAN MORODEMAK, KABUPATEN DEMAK JAWA TENGAH Ispahdianto, Dwi; Fitri, Aristi Dian Purnama; Asriyanto, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 1: Januari 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.331 KB)

Abstract

Purse seine merupakan salah satu alat tangkap paling dominan dari berbagai alat tangkap aktif yang ada di Pelabuhan Perikanan Pantai Morodemak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisa komposisi hasil tangkapan mini purse seine dilihat dari fishing ground nelayan yang meliputi aspek oseanografi (kedalaman, suhu dan salinitas), mengetahui dan menganalisa ukuran layak tangkap ikan pada fishing ground mini purse seine. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis hasil tangkapan dan analisis pemetaan menggunakan Arc Gis 10.2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi hasil tangkapan mini purse seine terdiri dari Ikan Kembung (Rastrelliger sp), Cumi-cumi (Lolligo sp), Ikan Tenggiri (Scomberomorus sp), Ikan Petek (Leiognathus equlus) dan Ikan Juwi (Sardinella gibbosa). Ikan kembung berukuran layak tangkap >16 cm, sedangkan cumi-cumi berukuran layak tangkap >10 cm. Purse seine was the most dominant fishing gear on Morodemak Coastal Fishing Port. The purpose of this research, was know and analyze  the composition of mini purse seine catches were seen from fishermen’s fishing ground which include oceanographic aspect (depth, temperature and salinity), to know and analyze the size of suitable catches in the mini purse seine fishing ground. The method of this research used descriptive method. Data analysis used descriptive analysis, catches analysis and mapping analysis with Arc Gis 10.2. The results showed that the composition of mini purse seine catches consisted of Long Jawed Mackerel (Rastrelliger sp), Squid (Lolligo sp), King Mackerel (Scomberomorus sp), Slipmounths (Leiognathus Equlus) and Goldstripe sardinella (Sardinella gibbosa). The Long Jawed Mackerel have suitable size > 16 cm and  the Squid have suitable size > 10 cm. The test results with F Test showed that the oceanographic factors  give affect to Long Jawed Mackerel while to squid give unaffected.
ANALISIS PEMASARAN HASIL TANGKAPAN KAKAP MERAH (Lutjanus sp.) DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA BRONDONG, LAMONGAN, JAWA TIMUR Giamurti, Anis Syahfitri Rilia; Bambang, Azis Nur; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.667 KB)

Abstract

Kakap merah (Lutjanus sp.) merupakan komoditas ekspor dengan harga rata-rata tertinggi pada tahun 2014 di PPN Brondong yaitu Rp. 55.558. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis tipe distribusi, marjin dan efisiensi pemasaran setiap lembaga pemasaran di TPI lama PPN Brondong. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Metode snowball sampling digunakan dalam penelitian ini. Analisis  data yang dilakukan meliputi aspek teknis, ekonomi dan pemasaran. Alat penangkapan Kakap merah adalah Cantrang, Pancing rawai dan Pancing ulur. Daerah penangkapan Kakap merah berada disekitar perairan Jawa Timur, Pulau Bawean dan Kepulauan Masalembu. Tipe distribusi pemasaran dalam penelitian adalah distribusi semi langsung dan tidak langsung. Tipe pasar dalam penelitian ini adalah pasar oligopsoni. Marjin pemasaran Kakap merah pada tipe distribusi 1: pedagang pengecer Rp. 9.275, tipe distribusi 2: pedagang pengumpul Rp. 2.594, pada pabrik pengolah ikan Rp. 43.000 dan pada eksportir Rp. 38.000. Efisiensi pemasaran tipe distribusi 1, pedagang pengecer : nilai efisiensi pemasaran 0,04, fisherman’s share : 71,83 % sedangkan tipe distribusi 2, pedagang pengumpul : efisiensi pemasaran 0,03, fisherman’s share : 95,65 %, pabrik pengolah ikan: fisherman’s share : 57 % dan eksportir: efisiensi pemasaran 0,35,  fisherman’s share : 62,50 %. Red snapper (Lutjanus sp.) is one of export commodities wich have highest average price in 2013 in Brondong Archipelagic Fishing Port Rp. 55.558. The objective of this research were to know and analyze marketing distribution, margins and efficiency in each marketing agencies in the old Fish Auction Place of Brondong Archepelagic Fishing Port. This research use descriptive method. Snowball sampling method was used on this research. The data analysis were technical, economic and marketing aspects. Red snappers are cathed by Boat seines, Long line and Hand line. Red snapper fishing ground areas were arround the East Java sea, Bawean and Masalembu Islands. Marketing distribution type in this research were semi-direct and indirect distribution. Market type of this research was oligopsoni market. Marketing margin on distribution type 1: retailers Rp. 9275,  on  distribution type 2: whole seller Rp. 2.594, 29, at the fish processing plant Rp. 43.000, at the exporter Rp. 36.000. Marketing efficiency on distribution type 1, retailers: marketing efficiency 0,04, fisherman's share: 71.83% while on distribution type 2, whole seller: marketing efficiency 0,03, fisherman's share: 95.65%, at the fish processing plant fisherman's share: 57%, exporter: marketing efficiency 0,35, fisherman's share: 62.50%.
NALISIS TINGKAH LAKU KEPITING BAKAU (SCYLLA SERRATA) TERHADAP PERBEDAAN SUDUT KEMIRINGAN PINTU MASUK DAN CELAH PELOLOSAN BUBU (SKALA LABORATORIUM) Hasanah, Mauidzatul; Fitri, Aristi Dian Purnama; Pramonowibowo, Pramonowibowo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.952 KB)

Abstract

Kepiting merupakan komoditas perikanan yang banyak diminati masyarakat Indonesia. Penangkapan kepiting bakau dapat dilakukan menggunakan perangkap, salah satunya adalah bubu lipat. Desain pintu masuk (funnel) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap efisiensi penangkapan dengan bubu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh perbedaan sudut kemiringan pintu masuk bubu terhadap kecepatan merayap kepting bakau, sudut kemiringan yang optimal untuk bubu dan mengetahui presentase pelolosan kepiting pada celah pelolosan berukuran 3 cm x 10 cm. Sudut yang dipakai dalam penelitian adalah sudut 20°, 30° dan 60°, dengan bidang jaring berbentuk kotak. Untuk menentukan pengaruh kemiringan sudut terhadap kecepatan merayap kepiting digunakan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepiting bakau dapat melintasi bidang jaring berbentuk kotak dengan mudah pada sudur 20° dibandingkan sudut 60°. Kecepatan tertinggi adalah pada sudut 20° sebesar 0.022 m/s dan kecepatan terendah pada sudut 60° sebesar 0,008 m/s, sedangkan pada sudut 30° sebesar 0,015 m/s. Perbedaan sudut kemiringan memberikan pengaruh yang nyata terhadap kecepatan merayap kepiting bakau dan desain yang ideal adalah bubu dengan sudut kemiringan 30°. Celah pelolosan dengan ukuran 3 x 10 cm dapat meloloskan kepiting bakau sebesar 47%.
PENGARUH PERBEDAAN BAHAN BUBU DAN JENIS UMPAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus) DI RAWA PENING SEMARANG Putra, Adhikoro Tidar; Purnama Fitri, Aristi Dian; Pramonowibowo, Pramonowibowo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.201 KB)

Abstract

Alat tangkap yang digunakan dalam penangkapan lobster (Cherax quadricarinatus) yaitu alat tangkap Bubu. Bubu adalah alat tangkap yang berbentuk kurungan atau keranjang dan terbuat dari berbagai bahan (kayu, rotan, bilah besi, kawat anyam, bambu, paralon dan sebagainya) serta mempunyai satu atau lebih ijep. Biasanya diletakkan di dasar perairan dengan atau tanpa umpan, satu per satu atau berangkai serta dihubungkan dengan tali ke pelampung untuk menunjukkan posisinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh perbedaan bahan material bubu (bambu dan paralon), menganalisis pengaruh perbedaan jenis umpan (mujair dan cacing) dan menganalisis ada tidaknya interaksi antara bahan bubu dan jenis umpan terhadap hasil tangkapan lobster (Cherax quadricarinatus) di Rawa Pening, Kabupaten Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental fishing dengan 2 variabel yaitu bahan bubu dan jenis umpan dengan 4 perlakuan.Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan bubu bambu dan bubu paralon pada penelitian ini berpengaruh terhadap jumlah hasil tangkapan lobster (Cherax quadricarinatus) dimana jenis bubu bambu lebih banyak hasil tangkapannya, perbedaan umpan mujair dan umpan cacing pada alat tangkap bubu lobster berpengaruh terhadap jumlah hasil tangkapan lobster (Cherax quadricarinatus) dimana bubu berumpan mujair lebih banyak hasil tangkapannya, hal ini dilihat dari hasil tangkapan pada bubu bambu berumpan cacing sebanyak 288 ekor dan bubu bambu berumpan mujair sebanyak 399 ekor, bubu paralon berumpan cacing 232 ekor dan bubu paralon berumpan mujair sebanyak 341 ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bubu bambu dengan menggunakan umpan ikan mujair lebih baik digunakan, karena hasil lobster (Cherax quadricarinatus) didapatkan tangkapan lebih banyak.
ANALISIS TEKNIS DAN FINANSIAL USAHA PERIKANAN TANGKAP TRAMMEL NET DENGAN FISHING BASE DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) MORODEMA Sembiring, Wirani; Fitri, Aristi Dian Purnama; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.595 KB)

Abstract

Jumlah trammel net di PPP Morodemak yaitu sebanyak 214 unit. Hasil tangkapan nelayan trammel net semakin menurun hal ini disebabkan bertambah banyaknya jumlah arad pada tahun 2012 sampai 2014. Harga hasil tangkapannya terbilang tinggi rata-rata Rp.65.000 per kg. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek teknis meliputi desain dan kontruksi alat tangkap, sarana apung (perahu), metode pengoperasian dan menganalisis aspek finansial meliputi NPV (Net Present Value), B/C (Benefit Cost Ratio), IRR (Internal Rate of Return), PP (Payback Period) usaha perikanan tangkap trammel net di PPP Morodemak. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif yang bersifat studi kasus. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah snowball sampling. Analisis finansial yaitu NPV, IRR, B/C ratio, dan PP. Dari hasil penelitian ini diperoleh trammel net di PPP Morodemak mempunyai panjang jaring 30 m dan tinggi 1,5 m, mesh size of inner net yaitu 4,5 cm, outter net yaitu 16,5 cm, dan panjang tali ris 30 m. Metode pengoperasiannya yaitu waktu setting 30 menit, immersing 25-35 menit, dan hauling 30-60 menit. Perahu yang digunakan berukuran rata-rata panjang 6,5 m, lebar 2,5 m dan tinggi 1 m. Dari analisis finansial diperoleh nilai rata-rata NPV usaha perikanan tangkap trammel net adalah Rp. 70.935.504, IRR 68 %, B/C Ratio 1,18, dan payback period adalah 2,43 tahun. Dapat disimpulkan usaha perikanan tangkap trammel net di PPP Morodemak layak dan menguntungkan
KESESUAIAN TEKNIS RASIO GAYA APUNG (BUOYANCE FORCE) DAN GAYA TENGGELAM (SINKING FORCE) PADA PURSE SEINE TIPE WARING DI TPI SENDANG SIKUCING, KABUPATEN KENDAL Setyasmoko, Tunjung Budi; Fitri, Aristi Dian Purnama; Gautama, Syahasta Dwinanta
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 1: Januari 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.127 KB)

Abstract

Pukat cincin tipe waring ada 2 jenis yaitu webing PA (Polyamide) dengan sebutan lokal “sibolga”, sedangkan webing PE (Polyethylen) atau sebutan lokalnya “waring”. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui, dan Menganalisis karakteristik bentuk dan konstruksi Purse Seine dengan webing PE “waring” dan webing PA “sibolga” di kabupaten kendal. Menganalisis kesesuaian teknis rasio gaya apung (buoyance force) dan gaya tenggelam (sinking force) pukat cincin (Purse Seine) tipe waring di kabupaten kendal. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Juli – Oktober 2014, dengan mengambil lokasi di TPI Sendang Sekucing, Kabupaten Kendal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskripsi survei dengan simple random sampling. Metode pengumpulan data dengan cara Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan analisis karakteristik bentuk, menganalisis karakteristik konstruksi, menghitung berat komponen, menghitung gaya apung (buoyance force) dan gaya tenggelam (sinking force). Gaya apung Purse Seine yang ideal adalah sama dengan 1,5 – 2 kali jumlah gaya tenggelamnya. Gaya tenggelam terbesar dihasilkan oleh pemberat timah pada webing PE, pada webing dari PA yang terberat adalah bahan webing itu sendiri. Rasio gaya apung dan gaya tenggelam 24 unit yang mengguanakan webing PE dan 11 unit yang menggunakan webing PA, 1 unit yang memiliki rasio sesuai dengan prado, webing dari bahan PE meiliki rasio kurang dari 1,5. Webing dengan PA memiliki rasio lebih dari 2,0. Purse Seine waring type there are 2 types of waring PA (Polyamide) with local designation "sibolga", while webing PE (Polyethylen) or local designation "waring". buoyancy Purse Seine ideal is equal to 1.5 to 2 times the amount of force the sinking. This study aims to identify and analyze the characteristics of the shape and construction of the Purse Seine small pelagic with webing PE "waring" and webing PA "Bolga" in the district kendal and analyze the suitability of the technical ratio of buoyancy (buoyance force) and style sink (sinking force) Purse Seine (Purse Seine) type waring in kendal district. This study will be conducted in July-October 2014 took place in Spring PPI Sekucing, Kendal. The method used is a survey with a description of the method of simple random sampling. Methods of data collection by observation, interviews, and documentation. Methods of data analysis using Analyzing characteristics, Analyzing the characteristics of construction, heavy components Counting, Counting buoyancy (buoyance force) and the sink (sinking force). The method used is the description of the survey method with simple random sampling. Methods of data collection by observation, interview, and documentation. Methods of data analysis using the analysis of the characteristics of shape, to analyze the characteristics of construction, Calculating the weight of components, Calculating buoyancy (buoyance force) and style sink (sinking force). The buoyance force is generated by buoys, rope - rigging, srampat, and webbing PE (Polyethylen). The sink style produced by lead weights on webing PE and PA webing of the toughest is webing material itself. Ratio of buoyancy and style sank 24 units mengguanakan webing PE and 11 units that use webing PA, 1 unit has a ratio according to Prado, webing of PE materials meiliki ratio less than 1.5. Webing with PA have a ratio of more than 2.0.
ANALISIS UMPAN DAN WAKTU PENANGKAPAN BOTTOM GILL NET TERHADAP HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus sp.) DI PERAIRAN BEDONO, KABUPATEN DEMAK Nurcahyati, Nurcahyati; Fitri, Aristi Dian Purnama; Sardiyatmo, Sardiyatmo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 3: Agustus 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.625 KB)

Abstract

Rajungan umumnya dapat ditangkap dengan menggunakan alat tangkap bottom gill net. Penggunaan umpan pada alat tangkap bottom gill net bertujuan agar lebih efektif dalam metode penangkapan, selain itu diperlukan juga informasi terkait dengan waktu perendaman umpan untuk mendapatkan hasil tangkapan yang maksimal. Tujuan penelitian adalah mengetahui dan menganalisis perbedaan umpan petek asin dan petek essens, mengetahui dan menganalisis perbedaan waktu penangkapan serta hubungan kedua faktor tersebut terhadap hasil tangkapan Rajungan (Portunus pelagicus). Metode yang digunakan adalah eksperimental fishing berupa 8 kali setting pada waktu crepuscular (16.00-20.00 WIB) dan nocturnal (21.00-03.00 WIB) dengan mengunakan analisis data (uji normalitas, homogenitas, dan annova). Dari hasil penelitian yang didapatkan bahwa penggunaan umpan ikan petek asin dan petek essens pada bottom gill net tidak berpengaruh nyata atau sama terhadap hasil tangkapan  (p > 0,05), namun dari segi lebar karapas petek essens mendapatkan hasil tangkapan dengan lebar karapas yang telah disesuaikan dengan PERMEN KP No. 1 tahun 2015. Perbedaan waktu penangkapan crepuscular dan nocturnal tidak berpengaruh nyata atau sama terhadap hasil tangkapan  (p > 0,05), namun dari segi lebar karapas waktu penangkapan crepuscular mendapatkan hasil tangkapan dengan lebar karapas yang telah disesuaikan dengan PERMEN KP No. 1 tahun 2015. Disamping itu Tidak ada interaksi antara waktu penagkapan dengan umpan yang berbeda terhadap hasil tangkpan Rajungan (p > 0,05).
ANALISIS PENDAPATAN, BIAYA DAN KEUNTUNGAN BOTTOM GILL NET DENGAN ATRAKTOR UMPAN DAN ATRAKTOR UMPAN DI PERAIRAN JEPARA JAWA TENGAH Nurdyane, Novalida; Purnama Fitri, Aristi Dian; NND, Dian Ayunita
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 4: Oktober, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.961 KB)

Abstract

Alat tangkap yang umumnya digunakan nelayan di Jepara merupakan jaring insang dasar (bottom gill net) yang terbuat dari nilon monofilament dan tanpa menggunakan umpan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat produksi serta menganalisis pendapatan, biaya dan keuntungan gill net dengan atraktor umpan (ikan asin, ikan petek dan pelet) dan tanpa umpan di Perairan Jepara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif bersifat experimental fishing. Metode pengambilan sampel yang digunakan metode purposive sampling dengan sampel yang telah ditentukan yaitu 1 kapal nelayan gill net dengan 3 ABK. Metode analisis yang digunakan adalah uji F (Anova) SPSS 16. Hasil penelitian diperoleh bahwa usaha penangkapan gill net dengan atraktor umpan ikan asin memberikan hasil penerimaan terbesar dibandingkan perlakuan lainnya. Penerimaan jaring umpan ikan asin terbesar pada ulangan ke 6 sebesar Rp. 1.045.000, keuntungan Rp. 961.200. Analisis Uji F menunjukkan perbedaan perlakuan jaring gill net dengan pemasangan umpan dan tanpa umpan tidak berpengaruh nyata terhadap berat hasil tangkapan, pendapatan dan keuntungan..
PERBEDAAN WARNA UMPAN TIRUAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) PADA ALAT TANGKAP PANCING TONDA DI PERAIRAN KARIMUNJAWA JEPARA Niam, Ahmad; Purnama Fitri, Aristi Dian; Yulianto, Taufik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.326 KB)

Abstract

Kepulauan Karimunjawa terletak di Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Daerah ini sangat berbeda dengan daerah lainnya, Kepulauan Karimunjawa dipisahkan oleh Laut Jawa dari Pulau Jawa dan merupakan suatu kelompok pulau-pulau kecil yang berjumlah 27 pulau. Walaupun merupakan pulau-pulau kecil yang terpisah oleh lautan, Karimunjawa mempunyai potensi perikanan yang besar, hal ini terlihat dari produksi perikanan tahun 2005 sebesar 92.022 kg dimana produksi ini masih berada dibawah nilai potensi lestari Karimunjawa, yaitu sebesar 167.734,45 kg. Berhasilnya suatu usaha penangkapan ikan tergantung pada pengetahuan yang cukup mengenai tingkah laku ikan yang merupakan dasar dari metode penangkapan ikan, juga merupakan kunci bagi perbaikan metode penangkapan ikan yang telah diketahui serta penemuan metode yang baru. Berdasarkan hal tersebut, persoalan umpan dan reaksi ikan terhadap rangsangan buatan, secara alamiah perlu diteliti untuk dapat memperbaiki serta mengubah alat maupun metode, sehingga dapat meningkatkan efisiensi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan warna umpan tiruan yang paling efektif untuk menangkap ikan Tongkol (Euthynnus affinis) dengan menggunakan alat tangkap pancing tonda (troll line) di Perairan Karimunjawa Jepara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experimental fishing, yang dilaksanakan pada bulan November 2012 di Perairan Karimunjawa Jepara. Warna umpan tiruan yang diujicobakan adalah warna merah, hijau dan biru serta warna putih sebagai kontrol dari ketiga warna umpan tersebut. Hasil tangkapan rata-rata per trip untuk umpan tiruan warna putih yaitu 35 ekor, umpan tiruan warna merah yaitu 75 ekor, umpan tiruan warna hijau yaitu 65 ekor dan umpan tiruan warna biru yaitu 45 ekor. Pengaruh warna umpan tiruan pada alat tangkap pancing tonda (troll line) pada penelitian ini yaitu berpengaruh terhadap jumlah hasil tangkapan ikan Tongkol (Euthynnus affinis), karena dari jumlah total maupun jumlah berat, umpan tiruan warna merah mendapatkan hasil tangkapan lebih banyak dibandingkan dengan ketiga warna umpan tiruan lainnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan umpan tiruan warna merah berpengaruh terhadap hasil tangkapan ikan Tongkol (Euthynnus affinis) dan mendapatkan hasil tangkapan terbanyak.
Co-Authors - Asriyanto - Perdiana - Pramonowibowo - Sardiyatmo Abdul Kharis Abdul Kohar Mudzakir Abdul Rosyid Abdulaziz, Muhammad Humam Adefryan Kharisma Yuniarta Adhikoro Tidar Putra Aditya Widyawati Adiyanto, Fajar Ahmad Niam Akir Ari Purwanto Amron Amron, Amron Anakotta, Anthoinette Rosaline Fransisca Anhar Muslim Ani Suryanti Aninditia Sabdaningsih Anis Syahfitri Rilia Giamurti, Anis Syahfitri Rilia Ardhana Nadyasari Arianto, Richard Maco Arif Ahmadi, Afif Rahman Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Azis Nur Bambang Bambang Argo Wibowo Baroqi, A. Riza Bogi Budi Jayanto Bogi Budi Jayanto Bogi Budi Jayanto Candra Pradhika Mulya Kusuma Daryadi Widiatmoko, Daryadi Desca E Dewi Dewi, Anggun Aspazia Dian Ayunita NND Dian Wijayanto Dwi Ispahdianto, Dwi Dwi Puji Hariyanto Khasanan, Dwi Puji Hariyanto Dwi Yoga Gautama Esalistya Nuring Kirana, Esalistya Nuring Fahresa Nugraheni Supadminingsih Fahresa Nugraheni Supadminingsih, Fahresa Nugraheni Faik Kurohman Fauziah, Asa Nur Feldi Mahendra Ferry Sandria Firdaus, Muhammad Wahyu Galih Suryo Muktiono Ganang Dwi Prasetyo Hanefa Elola Iporenu Hanifa, Irfan Hanityo Adi Nugroho Hartoyo Hartoyo Hasanah, Mauidzatul Hendrik Anggi Setiyawan Hendrik Ari Kristiawan Heri Sutanto Herry Boesono Herry Boesono Ihtisyamul Firdaus Imam Triarso Indradi Setiyanto Intan Aldita Iqbal A. Husni Irsyad, Hadiman Ismail Ismail Isna Nadhifa Izza Anshory Junaidi, Teuku Juzmi, Aldilla Nurul Kristina Endah Purna Wismaningrum Kukuh E. Prihantoko Kukuh Eko Prihantoko Kusuma, Alief Putri Laksono Trisnantoro Lana Izzul Azkia, Lana Izzul Lukman Guam Hakim Luthfian Nurdiansyah, Luthfian M. Khanif Makhshun Chanafi M. Rehatta, Beatrix Martiana Neilirrohmah Meliza Rahmawati Miftahurrohman Miftahurrohman, Miftahurrohman Muhammad Sapta Dian Jaya Nadia Adlina Nadia Elis Febrita Novalida Nurdyane Nugraha Permana, Nugraha Nurcahyati, Nurcahyati Nusa Putra, Wisnu Galuh Pamuntjak, Ivandeni Ronny Kurniawan Paris Siswoko Prakosa, Eka Firdaus Pramitrasari, Sulistyani Dyah Pramono Wibowo Pramonowibowo Pramonowibowo Pramonowibowo Pramonowibowo Prasetya, Pendhina Dinda Prihantoko, Kukuh Eko Pujiono Wahyu Purnomo qolbiah, zaenab mutmainatul Rizqi Laili Catur Putri Sardiyatmo Sardiyatmo Sembiring, Wirani Setyanto, Indradi Sinta Andriyani Sugeng Hartono Syahasta Dwinanta Gautama, Syahasta Dwinanta Syamsul Arifin Taufik Yulianto Tegar Perkasa, Tegar Timur, Putra Satria Trisnani Dwi Hapsari Tunjung Budi Setyasmoko, Tunjung Budi Ulinnuha, Layali Alya Ummaiyah, Chahyawati Vatharany Liana Putri Widjaya Saputra, Suradi Widyaningrum, Vira Oktaviani YS Darmanto Zakaria, Rizal Zulie Hantardi