Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PERBEDAAN UMPAN DAN MATA PANCING TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN LAYUR (Trichiurus sp) DI PALABUHANRATU, JAWA BARAT Muktiono, Galih Suryo; Boesono, Herry; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 1: Januari, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.665 KB)

Abstract

The activity of hairtail fish catching is usually used handline. It’s because hairtail fish which caught by fishhook still in good and fresh condition, therefore it has high sale value. The purpose of the research was to analyzed the hairtail fish catching by the used of bait and the different size of fish hook then begin to analyzed the interaction between the used of fish hook barb and kinds of bait hairtail fish catching. The research was used experimental fishing methods which have 2 variabel which are bait and the size of fish hook barb with 4 treatmens (bait of tembang, bait of hairtail,the hook with number 8, the hook with number 10). Each experiment must be done with 10 time repeated. Data analysis is using normality test experiment and ANOVA test with SPSS 17.0. The result of test was showed the differences of tembang bait and hairtail bait influence to the amount of hairtail fish catching. The result of bait hairtail number 8 was 43 pieces, tembang bait number 8 is 24 pieces and tembang bait number 10 was 19 pieces. The ANOVA test was showed that the used of fishhook tools with hairtail bait combination and the size of fishhook number 8 is a better ones.
ANALISIS PERBEDAAN JENIS UMPAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN PADA PANCING GURITA (JIGGER) DI PERAIRAN KARIMUNJAWA, JAWA TENGAH Nurdiansyah, Luthfian; Pramonowibowo, -; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.393 KB)

Abstract

Kawasan Kepulauan Karimunjawa merupakan salah satu taman nasional laut yang ada di Indonesia. Letak geografis kepulauan Karimunjawa 5°40’39" – 5°55’00″ LS dan 110°31’15″ BT. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis perbedaan hasil tangkapan pada pancing gurita dengan menggunakan umpan tiruan A (Umpan nelayan) dan  umpan tiruan B (Umpan menyerupai kepiting). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan oktober 2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental fishing. Hasil yang didapatkan yaitu menunjukan bahwa dalam 9 hari operasi penangkapan, Pancing dengan umpan nelayan/kontrol menghasilkan tangkapan gurita 17 ekor sedangkan umpan kepiting tiruan 23 ekor. Hasil dari analisa didapatkan bahwa penggunaan pancing gurita ada perbedaan nyata terhadap hasil tangkapan. Berdasarkan analisis efektifitas diperoleh hasil tangkapan umpan tiruan B lebih efektif untuk menangkap gurita, dimana nilai efektifitasnya 57,5% dan 42,5% untuk umpan tiruan A. The territory of karimunjawa islands is either  of Indonesia national park. It’s located 5°40’39” - 5°55’00” LS and 110°31’15 BT. The aim of this research are to know and analyze different octopus fishing using artificial octopus jigs lures as type A lures (fisherman bait) and Crab jig lures or type B lures (lures seems crabs). The research has done at October 2014. This research use experimental method. The result shown in 9 days, type A lures gets 17 octopus while type B lures gets 23 octopus. According to analyze of effectivity  the catch results artificial lures B is more effective for catching octopus with effectivity value is 57,5% and 42,5% for the artificial lures A.
ANALISIS PERBEDAAN JENIS UMPAN DAN LAMA PERENDAMAN PADA ALAT TANGKAP BUBU LIPAT TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN BETUTU (Oxyeleotris marmorata) DI PERAIRAN RAWAPENING Aldita, Intan; Fitri, Aristi Dian Purnama; Pramonowibowo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.864 KB)

Abstract

Perairan Rawapening memiliki salah satu spesies introduksi bernilai ekonomis tinggi yaitu ikan betutu (Oxyeleotris marmorata). Produksi Ikan betutu di perairan Rawapening dapat mencapai 6.200 kg/th.Nelayan setempat biasa menangkap ikan betutu menggunakan jaring (gill net), bubu kawat, dan bagan (branjang). Diperlukan teknologi penangkapan ikan yang lebih mengarah pada penggunaan teknologi penangkapan ikan yang efektif dan efisien, ramah lingkungan, dan menghasilkan produk yang berkualitas tinggi, yaitu lewat uji coba alat tangkap baru menggunakan bubu lipat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh perbedaan jenis umpan dan lama perendaman alat tangkap bubu lipat terhadap hasil tangkapan ikan betutu (Oxyeleotris marmorata), serta mengetahui ada tidaknya interaksi antara kedua faktor tersebut. Metode eksperimental digunakan dalam penelitian ini. Bubu lipat memiliki panjang 45 cm, lebar 31 cm, dan tinggi 17 cm. Umpan yang digunakan pada bubu lipat ini yaitu keong mas dan ikan rucah, serta tanpa umpan sebagai kontrol. Lama perendaman bubu lipat dibagi menjadi dua yaitu 18 jam dan 24 jam. Penelitian ini dilakukan pada perairan Rawapening, Desa Asinan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Maret 2014. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan jenis umpan yang berbeda tidak berpengaruh terhadap jumlah hasil tangkapan (Sign=0,224), (Sign=0,744). Lama perendaman yang berbeda pada bubu lipat tidak berpengaruh terhadap jumlah hasil tangkapan (Sign=0,939), (Sign=0,637). Tidak terdapat interaksi antara penggunaan perbedaan umpan serta lama perendaman bubu lipat. Rawapening waters has freshwater fish, Oxyeleotris marmorata is one of the introduced  species that have high economic value. The production of Oxyeleotris marmorata in Rawapening waters can reach 6.200 Kg/Th. Local fisherman usually catch this fish using gill net, wire trap, and fishing platform . It is necessary to improve catching technology lead to the use of technology fishing that is effective and efficient, environmentally friendly, and produce a high quality product with a new kind of fishing gear trial,using traps. The purpose of the study is to analyze between the use of different bait and duration of soaking time towards Oxyeleotris marmorata catches,and to know whether or not there is an interaction between these factors. Experimental method used  in this study. This traps has 45 cm in length, 31 cm in width, and 17 cm in height. Bait which is used in those gears are apple snail, trash fish ,and without bait as a control. The duration of soaking time of traps divided into two namely 18 hours and 24 hours.  This study was conducted in Rawapening Waterbound, Asinan Village, Bawen District, Semarang Regency, Central Java Province. This sudy was conducted on February-March 2014. The result shown that the use of different bait is not effected on catches (Sign=0,224), (Sign=0,744). Using two duration of soaking time in traps also didn’t have an effect on catches (Sign=0,939), (Sign=0,637). There is no interaction between types of bait and the duration of soaking time.
ANALISIS LINGKAR TUBUH DAN CARA TERTANGKAP IKAN TENGGIRI (Scomberomorus commerson) DENGAN ALAT TANGKAP JARING (GILL NET) DENGAN MESH SIZE 4 INCHI DAN HANGING RATIO 0.56 Hantardi, Zulie; Asriyanto, Asriyanto; Purnama Fitri, Aristi Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.956 KB)

Abstract

Gill net merupakan jaring berbentuk empat persegi panjang yang mempunyai mata jaring yang sama ukurannya pada seluruh jaring. Pada bagian bawah jaring dipasang pemberat, dan pada bagian atas jaring dipasang pelampung. Tertangkapnya ikan-ikan dengan gill net adalah dengan cara bahwa ikan-ikan tersebut terjerat (gilled) pada mata jaring maupun terbelit-belit (entangled) pada tubuh jaring. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cara tertangkap ikan dan distribusi mormometri panjang, berar dan lingkar tubuh ikan tenggiri (Scomberomurus commerson) di jaring gill net dan mengetahui hubungan antar morfometri ikan tenggiri (Scomberomurus commerson) yang tertangkap di jaring gill net. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode deskriptif adalah metode yang menggambarkan suatu keadaan yang ditinjau dari studi pustaka. Untuk hasil Ikan tenggiri (Scomberomorus commerson) yang diperoleh selama penelitian mempunyai ukuran panjang 35,45 – 59,78 cm, lingkar badan 16,35 – 26,45 cm, dan berat 550,56 – 1525,82 gram. Ikan tenggiri dengan lingkar badan 16,35 – 24,50 cm tertangkap dengan cara wedged dimana ikan tertangkap pada mata jaring mengelilingi badan sejauh sirip punggung, sedangkan ikan tenggiri dengan lingkar badan 25,30 – 26,45 cm tertangkap dengan cara gilled dimana ikan tertangkap pada posisi mata jaring mengelilingi ikan tepat di belakang tutup insang.
ANALISIS KERAMAHAN LINGKUNGAN ALAT TANGKAP DI KABUPATEN DEMAK Abdulaziz, Muhammad Humam; Bambang, Azis Nur; Purnama Fitri, Aristi Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 2: April 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.397 KB)

Abstract

Sodo (push net) merupakan alat penangkap ikan yang terdapat di Desa Bedono, Kabupaten Demak selain trammel net. Perlu adanya pengelolaan sumberdaya ikan yang baik dari kedua alat tangkap tersebut dalam jangka waktu yang panjang untuk menghindari dari kerusakan sumberdaya alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis statusalat tangkap sodo dan trammel net berdasarkan Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF). Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan melakukan wawancara terhadap responden dan metode pengambilan reponden adalah sensus sebanyak 15 responden nelayan sodo dan 15 respondennelayan trammel net.Skor keramahan lingkungan alat tangkap berdasarkan CCRF terbagi dalam 4 kategori yaitu: 1 – 9 sangat tidak ramah lingkungan, 10 – 18 tidak ramah lingkungan, 19 – 27 ramah lingkungan, 28 – 36 sangat ramah lingkungan.Alat tangkap sodo memperoleh skor 22,6 tergolong alat tangkap ramah lingkungan dan alat tangkap trammel net dengan skor 30,2tergolong alat tangkap yang sangat ramah lingkungan.
PERBEDAAN UMPAN DAN KEDALAMAN PERAIRAN PADA BUBU LIPAT TERHADAP HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI PERAIRAN BETAHWALANG, DEMAK Adlina, Nadia; Fitri, Aristi Dian Purnama; Yulianto, Taufik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.927 KB)

Abstract

Operasi penangkapan rajungan pada umumnya menggunakan bubu lipat. Bubu lipat merupakan alat penangkap ikan yang dipasang secara tetap (pasif) di dalam air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan penggunaan jenis umpan (ikan buntal asin, ikan petek asin, ikan buntal segar, dan ikan petek segar) dan perbedaan kedalaman (20 dan 30 meter) terhadap jumlah dan berat tangkapan rajungan di perairan Betahwalang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode experimental fishing dengan 2 variabel yaitu perbedaan umpan dan kedalaman dengan 8 perlakuan. Analisis data menggunakan uji normalitas One-Sample Kolmogorov Smirnov, uji ANOVA RAL faktorial, dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan jenis umpan tidak ada pengaruh terhadap jumlah tangkapan dan ada pengaruh terhadap berat tangkapan, yang terbaik adalah umpan buntal asin dan petek asin. Perbedaan kedalaman tidak ada pengaruh terhadap jumlah tangkapan dan ada pengaruh terhadap berat tangkapan, penangkapan di kedalaman 30 meter menghasilkan berat tangkapan lebih besar dibandingkan kedalaman 20 meter. Tidak ada pengaruh interaksi antara jenis umpan dan perbedaan kedalaman terhadap jumlah dan berat tangkapan rajungan. Pot is commonly used for catching swimming crab. Pot is a fishing gear which equipment permanently installed (passive) in the water. The purpose of this study was to determine the differences between the types of bait (salted tetraodontidae, salted leiognatus, fresh tetraodontidae, and fresh leiognatus) and the depth (20 and 30 meters depth) towards the catch and weight of crabs in Betahwalang waters. The research methods used is this study was the experimental fishing with 2 variable which are the type of bait and depth with 8 treatment. The data analysis used were the normality test One-Sample Kolmogorov Smirnov, RAL factorial ANOVA test and Duncan test. The results of this research showed that the different type of bait had not influence for the number of catches and there is an influence for the weight of swimming crab, salted tetraodontidae and salted leiognatus are the best for catching swimming crab, the difference depth had not influence on the number of catches and there is an influence for the weight of swimming crab, catching in 30 meters depth gets the largest swimming crab than 20 meters; there was no interaction between different type of bait and depth for the number and the weight of swimming crab.
ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN NELAYAN PEMILIK DAN BURUH PADA PERIKANANMINIPURSE SEINE DI PPP LEMPASING BANDARLAMPUNG Juzmi, Aldilla Nurul; Triarso, Imam; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.611 KB)

Abstract

Masyarakat nelayan merupakan salah satu pelaku utama dalam bidang perikanan akan tetapi dalam beberapakasus dijumpai bahwa nelayan hidup dalam kondisi miskin.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasitingkat kesejahteraan nelayan pemilik dan buruh berdasarkan indikator kesejahteraan, dan variabel apa saja yangmembedakan kesejahteraan pemilik dan buruh mini purse seine dengan tingkat kesejahteraan menggunakanindikator kesejahteraan gabungan dan NTN di PPP Lempasing. Metode yang digunakan adalah metodedeskriptif yang bersifat studi kasus dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah nelayan minipurse seine di PPP Lempasing, yang terdiri dari sub populasi pemilik 25 orang dan sub populasi buruh 79 orangyang umumnya mendaratkan hasil tangkapan di TPI Lempasing. Hasil Nilai Tukar Nelayanmenunjukkan bahwatingkat kesejahteraan nelayan pemilik dengan indikator gabungan yaitu di atas 34 atau sejahtera tinggi,sedangkan nelayanburuh yaitu 24-30 yang artinya sejahtera sedang dan sejahtera tinggi. Sedangkan hasilanalisis tingkat kesejahteraan nelayan berdasarkan konsep Nilai Tukar Nelayan (NTN) untuk nelayanpemilikyaitu1,49 >1 yang menunjukkan bahwa pemilik termasuk dalam kriteria sejahtera tinggi, sedangkanuntuk nelayan buruh yaitu 1,34>1 yang artinya sejahtera tinggi
ANALISIS ADAPTASI PERUBAHAN SALINITAS DAN SURVIVAL RATE IKAN KOAN (Ctenopharyngodon idella) SEBAGAI ALTERNATIF UMPAN HIDUP PADA POLE AND LINE Firdaus, Muhammad Wahyu; Purnama Fitri, Aristi Dian; Jayanto, Bogi Budi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 2: April 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.279 KB)

Abstract

Umpan hidup merupakan faktor penting dalam metode penangkapan dengan alat tangkap huhate. Ikan air tawar dapat dijadikan alternatif umpan karena memiliki variasi jenis lebih beragam dan stok yang selalu tersedia. Ikan koan dipilih karena memiliki karakteristik yang sesuai dengan umpan hidup pada alat tangkap huhate yaitu juvenil bandeng dan teri. Penelitian bertujuan untuk mengkaji batas optimal toleransi ikan uji terhadap  perubahan salinitas sebagai dasar penentuan kesesuaian ikan sebagai alternatif umpan hidup pada huhate. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus–September 2017 di Laboratorium Fishing gear Departemen Perikanan Tangkap, Universitas Diponegoro dan Perairan Tambak Lorok, Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Analisis yang digunakan adalah analisis skor dan survival rate. Hasil penelitian uji laboratorium skor kriteria pengamatan berkisar antara 14,69 – 17,00 dengan kategori direkomendasikan, uji lapangan dengan tiga kriteria pengamatan mencakup pergerakan, persebaran dan ciri fisik ikan memiliki skor 4 – 4,67 dengan kategori dipertimbangkan dan nilai ekonomis ikan sebesar Rp. 400,- yang lebih murah disbanding juvenil bandeng yakni Rp. 900,- per ekornya. Ikan koan memiliki batas toleransi salinitas optimal sebesar 10‰, setelah salinitas lebih dari 10‰ ikan mulai tidak mau makan dan pada salinitas 13‰ ikan hanya mampu hidup   2 – 3 hari sebelum akhirnya mati. Ikan koan tergolong dipertimbangkan sebagai alternatif pengganti umpan hidup pada huhate.
PERBEDAAN UMPAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN UDANG GALAH (MACROBRACRIUM IDEA) ALAT TANGKAP BUBU BAMBU (ICIR) DI PERAIRAN RAWAPENING Purwanto, Akir Ari; Purnama Fitri, Aristi Dian; Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.614 KB)

Abstract

Bubu yaitu alat penangkapan seperti perangkap, yang merupakan jebakan bagi ikan maupun hasil tangkapan lainnya. Alat tangkap bubu dikenal umum dikalangan nelayan, yang dioperasikan secara pasif. Penggunaan umpan yang efektif akan dapat memberikan hasil tangkapan yang baik. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh perbedaan jenis umpan (ikan asin, kepala ikan segar dan umpan bekatul (Kontrol)) terhadap jumlah, berat hasil tangkapan udang galah (Macrobracrium idea). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental fishing) yaitu observasi dibawah kondisi buatan dan diatur oleh peneliti, dengan 1 variabel yaitu jenis umpan dengan 2 perlakuan dan 1 perlakuan sebagai kontrol. Masing-masing dilakukan dengan 9 kali ulangan. Analisis data menggunakan uji Kenormalan data dan uji ANOVA dengan SPSS 17.0. Hasil penelitian ini dapat menunjukan bahwa umpan dari ikan asin sebanyak 1226 ekor (39%) lebih banyak mendapatkan hasil tangkapan udang galah (Macrobrachium idae) dari pada umpan bekatul (kontrol) sebanyak 1002 ekor (32%) dan umpan kepala ikan segar sebanyak 935 ekor (29%) yang mendapatkan hasil tangkapan udang galah (Macrobrachium idae) lebih sedikit. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa, menggunakan umpan ikan asin alat tangkap bubu bambu baik digunakan.
ANALISIS HASIL TANGKAPAN PER UPAYA PENANGKAPAN DAN POLA MUSIM PENANGKAPAN IKAN TERI (STOLEPHORUS SPP.) DI PERAIRAN PEMALANG Rahmawati, Meliza; Purnama Fitri, Aristi Dian; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.108 KB)

Abstract

Ikan Teri merupakan salah satu hasil perikanan yang banyak ditangkap oleh nelayan di kabupaten Pemalang. Peningkatan teknologi penangkapan akan berkaitan dengan masalah kelimpahan/kesediaan stok sumberdaya perikanan, untuk itu perlu dikaji tentang jumlah kelimpahan/kesediaan stok dan menentukan jumlah tangkapan yang diperbolehkan (MSY) agar bisa memanfaatkan sumberdaya dengan optimal namun tetap menjaga kelestarian stok di alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kecendrungan hasil tangkapan per satuan upaya penangkapan ikan Teri di perairan Pemalang, mengaplikasikan metode Schaefer sehingga didapatkan upaya penangkapan optimum lestari (EMSY) dan hasil tangkapan maksimum lestari (CMSY), upaya penangkapan ekonomi lestari (EMEY) dan hasil tangkapan ekonomi lestari (CMEY), dan menganalisis pola musim penangkapan ikan Teri. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dengan jenis penelitian penelitian terapan. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah snowball sampling. Hasil Penelitian menunjukan persamaan hasil tangkapan per satuan upaya penangkapan ikan Teri (CPUE) = 0,064648  0,00000076E. EMSY sebesar 42.614 trip/tahun dan nilai CMSY sebesar 1.382 ton/tahun. Sedangkan nilai EMEY sebesar 28.652 trip/tahun dan CMEY sebesar 1.234 ton/tahun. Pola musim penangkapan ikan Teri di perairan Asemdoyong terjadi pada bulan Maret, Juli, Agustus, dan September yang merupakan puncak musim penangkapan ikan Teri, hal ini ditunjukan dengan nilai Indeks musim penangkapan (IMP) dari bulan-bulan tersebut yang di atas 100%.
Co-Authors - Asriyanto - Perdiana - Pramonowibowo - Sardiyatmo Abdul Kharis Abdul Kohar Mudzakir Abdul Rosyid Abdulaziz, Muhammad Humam Adefryan Kharisma Yuniarta Adhikoro Tidar Putra Aditya Widyawati Adiyanto, Fajar Ahmad Niam Akir Ari Purwanto Amron Amron, Amron Anakotta, Anthoinette Rosaline Fransisca Anhar Muslim Ani Suryanti Aninditia Sabdaningsih Anis Syahfitri Rilia Giamurti, Anis Syahfitri Rilia Ardhana Nadyasari Arianto, Richard Maco Arif Ahmadi, Afif Rahman Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Azis Nur Bambang Bambang Argo Wibowo Baroqi, A. Riza Bogi Budi Jayanto Bogi Budi Jayanto Bogi Budi Jayanto Candra Pradhika Mulya Kusuma Daryadi Widiatmoko, Daryadi Desca E Dewi Dewi, Anggun Aspazia Dian Ayunita NND Dian Wijayanto Dwi Ispahdianto, Dwi Dwi Puji Hariyanto Khasanan, Dwi Puji Hariyanto Dwi Yoga Gautama Esalistya Nuring Kirana, Esalistya Nuring Fahresa Nugraheni Supadminingsih Fahresa Nugraheni Supadminingsih, Fahresa Nugraheni Faik Kurohman Fauziah, Asa Nur Feldi Mahendra Ferry Sandria Firdaus, Muhammad Wahyu Galih Suryo Muktiono Ganang Dwi Prasetyo Hanefa Elola Iporenu Hanifa, Irfan Hanityo Adi Nugroho Hartoyo Hartoyo Hasanah, Mauidzatul Hendrik Anggi Setiyawan Hendrik Ari Kristiawan Heri Sutanto Herry Boesono Herry Boesono Ihtisyamul Firdaus Imam Triarso Indradi Setiyanto Intan Aldita Iqbal A. Husni Irsyad, Hadiman Ismail Ismail Isna Nadhifa Izza Anshory Junaidi, Teuku Juzmi, Aldilla Nurul Kristina Endah Purna Wismaningrum Kukuh E. Prihantoko Kukuh Eko Prihantoko Kusuma, Alief Putri Laksono Trisnantoro Lana Izzul Azkia, Lana Izzul Lukman Guam Hakim Luthfian Nurdiansyah, Luthfian M. Khanif Makhshun Chanafi M. Rehatta, Beatrix Martiana Neilirrohmah Meliza Rahmawati Miftahurrohman Miftahurrohman, Miftahurrohman Muhammad Sapta Dian Jaya Nadia Adlina Nadia Elis Febrita Novalida Nurdyane Nugraha Permana, Nugraha Nurcahyati, Nurcahyati Nusa Putra, Wisnu Galuh Pamuntjak, Ivandeni Ronny Kurniawan Paris Siswoko Prakosa, Eka Firdaus Pramitrasari, Sulistyani Dyah Pramono Wibowo Pramonowibowo Pramonowibowo Pramonowibowo Pramonowibowo Prasetya, Pendhina Dinda Prihantoko, Kukuh Eko Pujiono Wahyu Purnomo qolbiah, zaenab mutmainatul Rizqi Laili Catur Putri Sardiyatmo Sardiyatmo Sembiring, Wirani Setyanto, Indradi Sinta Andriyani Sugeng Hartono Syahasta Dwinanta Gautama, Syahasta Dwinanta Syamsul Arifin Taufik Yulianto Tegar Perkasa, Tegar Timur, Putra Satria Trisnani Dwi Hapsari Tunjung Budi Setyasmoko, Tunjung Budi Ulinnuha, Layali Alya Ummaiyah, Chahyawati Vatharany Liana Putri Widjaya Saputra, Suradi Widyaningrum, Vira Oktaviani YS Darmanto Zakaria, Rizal Zulie Hantardi