Claim Missing Document
Check
Articles

ANALYSIS OF FISHING PATTERNS AND SEASONS OF RED SNAPPER (Lutjanus sp.) LANDED AT PPP TASIKAGUNG, REMBANG REGENCY Ulinnuha, Layali Alya; Hapsari, Trisnani Dwi; Fitri, Aristi Dian Purnama
Aurelia Journal Vol 5, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v5i2.13366

Abstract

One of the high-economic catches landed in Rembang district is red snapper (Lutjanus sp.). Red snapper is caught using bagged drag nets. Continued exploitation can threaten its sustainability. This study aims to determine the pattern and season of catching red snapper. The method used is descriptive method using purposive sampling and snowball sampling with 64 fishermen as respondents. Methods of data collection using observation, interviews, literature and documentation. Methods of data analysis using analysis of the value of  Catch per unit effort (CPUE),  Maximum Sustainable Yield (MSY), exploitation rate, effort level, and fishing season patterns are calculated using the average percentage method (average percentage method). The results showed that the CPUE value fluctuated with the highest value in 2020 of 1.456,12 kg/trip. The MSY value is 5.283.032 kg with an optimum effort value of 2.619 trips. The average utilization rate of 0,89 means that the red snapper resource has been (fully-exploited). The average red snapper effort level is 151,20% so that every year it is reduced. The peak fishing season is expected to occur in January, February, March, April, August, September, October and November.
ANALISIS HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus sp.) DENGAN MENGGUNAKAN UMPAN PADA BOTTOM GILL NET DI PERAIRAN MANGKANG, SEMARANG qolbiah, zaenab mutmainatul; Fitri, Aristi Dian Purnama; Setyanto, Indradi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 10, No 2: April, 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gillnet merupakan satu jenis alat penangkap ikan yang berbentuk empat persegi penjang yang pengoperasiannya hanya menunggu datangnya ruaya ikan/crab di suatu perairan atau bisa dibilang alat tangkap pasif. Alat tangkap gillnet dikenal dengan alat tangkap yang ramah lingkungan dan bersifat pasif saat dioperasikan. Penggunaan umpan yang efektif akan dapat memberikan hasil tangkapan yang maksimal terhadap target tangkapan Rajungan (Portunus sp.). Rajungan umumnya dapat ditangkap dengan menggunakan alat tangkap bottom gill net. Penggunaan umpan pada alat tangkap bottom gill net bertujuan agar lebih efektif dalam metode penangkapan, selain itu diperlukan juga informasi terkait dengan waktu perendaman umpan untuk mendapatkan hasil tangkapan yang maksimal.  penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perbedaan penggunaan umpan dan tanpa umpan terhadap hasil tangkapan Rajungan (Portunus sp.) dengan alat tangkap bottom gillnet di perairan Mangkang, Semarang. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental fishing berupa 15 kali setting dengan mengunakan analisis data (uji normalitas, homogenitas, dan uji T). Penelitian ini membandingkan hasil tangkapan tanpa umpan(kontrol) dan dengan umpan, umpan yang digunakan adalah ikan petek segar. Umpan ikan petek segar diletakkan 30cm dari tali ris bawah dengan jarak antar umpan 150 cm agar bau dapat berdistribusi pada satu area bottom gillnet yang terpasang umpan. Data hasil tangkapan di analisis dengan menggunakan SPSS dengan uji normalitas, uji homogenitas dan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan umpan pada bottom gillnet tidak berpengaruh terhadap hasil tangkapan (sign. 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa bottom gillnet dengan umpan pada bottom gill net tidak memberikan pengaruh yang nyata jika dibandingkan dengan kontrol yang dapat dilihat dari prosentase total hasil tangkapan yang perbandingannya tidak terlalu jauh yaitu pada perlakuan kontrol 58% dan pada perlakuan menggunakan ikan segar 42% . 
ANALISIS ALAT TANGKAP RAMAH LINGKUNGAN ONEDAY FISHING TERHADAP HASIL TANGKAPAN DI PPN PALABUHANRATU SUKABUMI, JAWA BARAT Prasetya, Pendhina Dinda; Purnama Fitri, Aristi Dian; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 9, No 3: Agustus, 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan alat tangkap ikan ramah lingkungan berperan penting dalam melanjutkan kelestarian sumberdaya ikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis proporsi hasil tangkapan (sasaran utama dan sasaran sampingan) yang diperoleh pada alat tangkap oneday fishing di PPN Palabuhanratu yaitu Payang (trawl), Bagan Apung (floating lift net) dan Pancing Ulur (long line). Menganalisis ukuran ikan hasil tangkapan sasaran, meninjau apakah hasil tangkapan merupakan ikan layak tangkap berdasarkan referensi dan menganalisis tingkat keramahan lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif yang bersifat studi kasus, dimana prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan objek penelitian berdasarkan fakta-fakta yang tampak. Penilaian tingkat keramahan lingkungan dilakukan dengan melihat proporsi ikan sasaran utama yang layak tangkap, dan proporsi hasil tangkapan yang dimanfaatkan. Hasil tangkapan utama Payang yaitu ikan Tongkol (Euthynnus affinis) sebanyak 491 ekor (17,33%) atau 99,26 kg (49%). Hasil tangkapan sampingan yang dimanfaatkan 103,16 kg (99,89%). Ikan Tongkol layak tangkap secara biologi 99%, dengan ukuran pertama kali matang gonad 30 cm. Hasil tangkapan utama bagan apung yaitu ikan Pepetek (Leiognathus sp) sebanyak 18.144 ekor (94,93%) atau 98,33 kg (48,98%). Hasil tangkapan sampingan yang dimanfaatkan 102,52 kg (100%). Ikan Pepetek layak tangkap secara biologi 99%, dengan ukuran pertama kali matang gonad 12,5 cm. Hasil tangkapan utama pancing ulur yaitu Layur (Trichiurus lepturus) sebanyak 1.504 ekor (84,30%) atau 190,04 kg (74,55%). Hasil tangkapan sampingan yang dimanfaatkan 65,2 kg (100%). Ikan Layur layak tangkap secara biologi 57,45%, dengan ukuran pertama kali matang gonad 76,1 cm.
The Efficiency Capture on Friendly Modification Boat Seine in Kendal District, Central Java Fitri, Aristi Dian Purnama; Asriyanto, Asriyanto; Setiyanto, Indradi; Kurohman, Faik
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 7, No 1 (2011): Jurnal Saintek Perikanan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.112 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.7.1.19-23

Abstract

Boat seine is fishing gear in coastal areas consisting of wings and cod (bag). Target catch seine boat in the waters of Spring Sikucing-Weleri was rebon  (shrimp) and fish.  Boat seine problems that exist due to the  large hydrostatic  pressure,  the  number  of  crew (ABK)  and  size  of  a  lot of  fish  are  juvenile  (<10  cm  TL).  Aimed of modification  boat seine  at improving  the  technical efficiency of fishing that will affect the  increased  welfare of fishermen, as well as making environmentally-friendly fishing gear.Modification of the boat seine was located on the wing with nylon netting material change to 380 d / 9, and 7 mm mesh size. Number of crew (ABK) during hauling into 6-8 people, not the garbage that carried during the arrest operation, and the catch of fish is not juvenile (> 15 cm TL). Keywords: Boat seine modification, Effective, Efficiency and Selective
ANALISIS PRODUKTIVITAS ALAT TANGKAP SCOOP NET YANG BEROPERASI DI PERAIRAN CILACAP Adiyanto, Fajar; Fitri, Aristi Dian Purnama; Hanifa, Irfan; Suryanti, Ani; Hartono, Sugeng; Junaidi, Teuku
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 3 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.3.191-198

Abstract

Kajian mengenai jaring scoop net di perairan Cilacap masih tergolong minim. Keterbatasan data perikanan ini berdampak pada rendahnya pemahaman terhadap manfaat dan kontribusi alat tangkap tersebut terhadap perikanan skala kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai produktivitas jaring scoop net. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara, sedangkan analisis produktivitas dihitung menggunakan pendekatan Catch per Unit Effort (CPUE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi hasil tangkapan terdiri dari empat spesies, yaitu teri putih (Stolephorus commersonii), teri nasi (S. indicus), teri jengki (S. insularis), dan tembang (Sardinella fimbriata). Jenis tangkapan didominasi oleh teri putih (S. commersonii) sebesar 57,63%, sedangkan jumlah terendah berasal dari teri nasi (S. indicus) sebesar 0,7%. Nilai CPUE tertinggi yang diperoleh adalah 500 kg/trip, rata-rata sebesar 260 kg/trip, dan terendah sebesar 77 kg/trip. Tangkapan spesies S. commersonii paling banyak diperoleh pada periode Agustus–Oktober. Periode tersebut bertepatan dengan musim puncak migrasi dan pemijahan ikan pelagis kecil di perairan selatan Jawa, yang ditandai dengan suhu perairan yang lebih hangat dan peningkatan ketersediaan fitoplankton sebagai sumber makanan utama. Hasil ini menunjukkan bahwa produktivitas jaring scoop net masih cukup tinggi dan dapat dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan dalam pengelolaan perikanan skala kecil yang berkelanjutan di wilayah pesisir Cilacap.
Sound Productivity of Spiny Lobster Panulirus homarus (Linnaeus, 1758) due to Crude Oil Contamination Hartoyo, Hartoyo; Amron, Amron; Fitri, Aristi Dian Purnama; Darmanto, YS
Journal Omni-Akuatika Vol 18, No 1 (2022): Omni-Akuatika May
Publisher : Fisheries and Marine Science Faculty - Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.oa.2022.18.1.964

Abstract

Anthropogenic activities have the potential to put pressure on the marine environment. Crude oil was one of the pressure that give rise to any response of the aquatic organism, such as sound. This study aimed to analyze the sound productivity of spiny lobster Panulirus homarus (Linnaeus, 1758) in waters contaminated with crude oil. Observation of lobster sound was carried out on a laboratory scale using the passive acoustic method. A hydrophone and Closed Circuit Television (CCTV) camera coupled with a decoder and personal computer used to record the movements and sounds of P. homarus during the treatment of crude oil at concentrations 1; 5; 10 and 100 mgL-1. The result showed that crude oil contamination in water was impacted the sound productivity of P. homarus. In the low concentration of crude oil (1 - 5 mgL-1), P. homarus was responded with more sound produced. Afterwar, until concentration off 10 mgL-1, the response of P homarus showed different between individuals. In the 100 mgL-1 concentration, the sound productivity of all P. homarus was decreased. Based on this study, we concluded that the sound of P. homarus has the potential as an indicator of water pollution.Keywords: Panulirus houmarus, crude oil, fish sound
Profil Populasi Tuna Madidihang (Thunnus albacares Bonnaerre, 1880) yang Tertangkap pada Perikanan Handline di Perairan Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya Anakotta, Anthoinette Rosaline Fransisca; Widjaya Saputra, Suradi; Fitri, Aristi Dian Purnama; Sabdaningsih, Aninditia; Baroqi, A. Riza; Timur, Putra Satria; M. Rehatta, Beatrix
Jurnal Kelautan Tropis Vol 28, No 3 (2025): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v28i3.27115

Abstract

Yellowfin tuna (Thunnus albacares) is the main target of capture fisheries in various tropical waters, including Indonesia, owing to its high economic value. Global market demand increases the rate of exploitation; therefore, the size of the catch is not considered. The increasing number of fishing units led to declines in tuna stocks, catches exceeding the limit, and a dominance of catch sizes smaller than the mature gonad size (Lc < Lm), resulting in a decrease in the biomass of spawning stocks. This study aimed to examine the profile of the yellowfin tuna population in the waters of East Nusa Tenggara (NTT) by analyzing its size structure, size-at-first-catch (Lc), mortality, recruitment patterns, production trends, and Catch Per Unit Effort (CPUE). Length and weight data were obtained from I-Fish (Indonesian Fisheries Information System) initiated by YMDPI. The analysis showed that the yellowfin tuna caught ranged in size from 78 to 173 cm and were dominated by the 94-125 cm size group (82.86%). The catch consisted of 99.99% adult fish and 0.01% juveniles. The Lc value ranged from 103.34–106.55 cm, fishing mortality (F=1.44) was higher than natural mortality (M = 0.71) and the exploitation rate (E) was 0.67, indicating overfishing. Recruitment occurred throughout the year, peaking in June. Production increases in April, June, and October. CPUE ranged from 0.45-0.80 tons/trip, most fish weighed 17-23 kg (38.32%) and fish weighed more than 45 kg <1%. Overall, this condition emphasizes the importance of sustainable management based on periodic data to maintain the sustainability of the tuna population and the fisheries industry. Tuna madidihang (Thunnus albacares) merupakan target utama perikanan tangkap di berbagai perairan tropis, termasuk Indonesia, karena bernilai ekonomi tinggi. Pemintaan pasar global meningkatkan laju eksploitasi, sehingga ukuran layak tangkap tidak diperhatikan. Penurunan stok tuna disebabkan oleh, meningkatnya jumlah unit penangkapan, volume tangkapan yang melebihi batas serta dominasi ukuran tangkapan lebih kecil dari ukuran matang gonad (Lc < Lm), menyebabkan biomassa stok memijah berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji profil populasi tuna madidihang di perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui analisis struktur ukuran, ukuran pertama kali tertangkap (Lc), mortalitas, pola rekrutmen, tren produksi dan Catch Per Unit Effort (CPUE). Data panjang dan berat diperoleh dari I-Fish (Indonesian Fisheries Information System) yang diinisiasi oleh YMDPI. Hasil analisis menunjukan, tuna madidihang yang tertangkap berukuran 78-173 cm, didominasi oleh kelompok ukuran 94-125 cm (82,86 %). Komposisi tangkapan terdiri dari 99,99% ikan dewasa dan 0,01% juvenil. Nilai Lc berisar dari 103,34–106,55 cm, mortalitas penangkapan (F=1,44) lebih tinggi dari mortalitas alami (M = 0,71) dan laju eksploitasi (E) sebesar 0,67, mengindikasikan terjadinya overfishing. Rekrutmen terjadi hampir sepanjang tahun, puncaknya pada bulan Juni. Produksi meningkat pada bulan April, Juni dan Oktober. CPUE berkisar antara 0,45-0,80 ton/trip, sebagian besar ikan berbobot 17-23 kg (38,32%) dan ikan berukuran lebih dari 45 kg < 1%. Secara keseluruhan kondisi ini menegaskan pentingnya pengelolaan berkelanjutan berbasis data periodik untuk menjaga kelestarian populasi dan industri perikanan tuna.
Co-Authors - Asriyanto - Perdiana - Pramonowibowo - Sardiyatmo Abdul Kharis Abdul Kohar Mudzakir Abdul Rosyid Abdulaziz, Muhammad Humam Adefryan Kharisma Yuniarta Adhikoro Tidar Putra Aditya Widyawati Adiyanto, Fajar Ahmad Niam Akir Ari Purwanto Amron Amron, Amron Anakotta, Anthoinette Rosaline Fransisca Anhar Muslim Ani Suryanti Aninditia Sabdaningsih Anis Syahfitri Rilia Giamurti, Anis Syahfitri Rilia Ardhana Nadyasari Arianto, Richard Maco Arif Ahmadi, Afif Rahman Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Azis Nur Bambang Bambang Argo Wibowo Baroqi, A. Riza Bogi Budi Jayanto Bogi Budi Jayanto Bogi Budi Jayanto Candra Pradhika Mulya Kusuma Daryadi Widiatmoko, Daryadi Desca E Dewi Dewi, Anggun Aspazia Dian Ayunita NND Dian Wijayanto Dwi Ispahdianto, Dwi Dwi Puji Hariyanto Khasanan, Dwi Puji Hariyanto Dwi Yoga Gautama Esalistya Nuring Kirana, Esalistya Nuring Fahresa Nugraheni Supadminingsih Fahresa Nugraheni Supadminingsih, Fahresa Nugraheni Faik Kurohman Fauziah, Asa Nur Feldi Mahendra Ferry Sandria Firdaus, Muhammad Wahyu Galih Suryo Muktiono Ganang Dwi Prasetyo Hanefa Elola Iporenu Hanifa, Irfan Hanityo Adi Nugroho Hartoyo Hartoyo Hasanah, Mauidzatul Hendrik Anggi Setiyawan Hendrik Ari Kristiawan Heri Sutanto Herry Boesono Herry Boesono Ihtisyamul Firdaus Imam Triarso Indradi Setiyanto Intan Aldita Iqbal A. Husni Irsyad, Hadiman Ismail Ismail Isna Nadhifa Izza Anshory Junaidi, Teuku Juzmi, Aldilla Nurul Kristina Endah Purna Wismaningrum Kukuh E. Prihantoko Kukuh Eko Prihantoko Kusuma, Alief Putri Laksono Trisnantoro Lana Izzul Azkia, Lana Izzul Lukman Guam Hakim Luthfian Nurdiansyah, Luthfian M. Khanif Makhshun Chanafi M. Rehatta, Beatrix Martiana Neilirrohmah Meliza Rahmawati Miftahurrohman Miftahurrohman, Miftahurrohman Muhammad Sapta Dian Jaya Nadia Adlina Nadia Elis Febrita Novalida Nurdyane Nugraha Permana, Nugraha Nurcahyati, Nurcahyati Nusa Putra, Wisnu Galuh Pamuntjak, Ivandeni Ronny Kurniawan Paris Siswoko Prakosa, Eka Firdaus Pramitrasari, Sulistyani Dyah Pramono Wibowo Pramonowibowo Pramonowibowo Pramonowibowo Pramonowibowo Prasetya, Pendhina Dinda Prihantoko, Kukuh Eko Pujiono Wahyu Purnomo qolbiah, zaenab mutmainatul Rizqi Laili Catur Putri Sardiyatmo Sardiyatmo Sembiring, Wirani Setyanto, Indradi Sinta Andriyani Sugeng Hartono Syahasta Dwinanta Gautama, Syahasta Dwinanta Syamsul Arifin Taufik Yulianto Tegar Perkasa, Tegar Timur, Putra Satria Trisnani Dwi Hapsari Tunjung Budi Setyasmoko, Tunjung Budi Ulinnuha, Layali Alya Ummaiyah, Chahyawati Vatharany Liana Putri Widjaya Saputra, Suradi Widyaningrum, Vira Oktaviani YS Darmanto Zakaria, Rizal Zulie Hantardi