Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pengaruh Perbedaan Jenis Umpan Pada Alat Tangkap Pancing Rawai Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Remang (Muraenasox talabon) di Perairan Rembang. Pamuntjak, Ivandeni Ronny Kurniawan; Jayanto, Bogi Budi; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.602 KB)

Abstract

Umpan merupakan faktor penunjang dalam kegiatan penangkapan ikan menggunakan alat tangkap pancing rawai. Pancing rawai tergolong alat tangkap yang bersifat pasif, dimana cara menarik perhatian sasarannya menggunakan umpan. Umpan yang digunakan oleh nelayan yaitu ikan juwi, untuk mengetahui keefektifan dan efisiensi digunakan umpan ikan petek segar dan ikan petek yang diasinkan sebagai pembanding. dari hasil rumus yang didapat. Tujuan penelitian adalah menganalisis keefektifan penggunaan perbedaan jenis umpan terhadap hasil tangkapan alat tangkap pancing rawai di perairan Rembang. Metode yang digunakan adalah experimental fishing dengan mengunakan uji analisis statistik. Rawai menggunakan mata pancing berjumlah 1200 mata pancing yang dimana setiap 400 mata pancing diberi umpan yang berbeda. Pada 400 mata pancing pertama menggunakan umpan ikan petek segar sebagai pembanding pertama, 400 mata pancing kedua menggunakan umpan ikan juwi sebagai control, dan 400 mata pancing ketiga menggunakan umpan ikan petek yang diasinkan sebagai pembanding kedua. Taraf uji dilakukan sebanyak 8 kali pengulangan. Pelaksanaan penelitian pada bulan Agustus 2016 dan berlokasi di perairan Rembang. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan jenis umpan pada penelitian ini tidak berpengaruh terhadap hasil tangkapan mengunakan alat tangkap pancing rawai. Hal ini dibuktikan pada taraf uji one way anova menunjukan nilai Z 0,718 ≥ 0,05 yang artinya H0 diterima.
ANALISIS CELAH PELOLOSAN PADA BUBU KUBAH TERHADAP HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI TPI DEMAAN KABUPATEN JEPARA Prakosa, Eka Firdaus; Fitri, Aristi Dian Purnama; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.697 KB)

Abstract

Bubu Kubah merupakan salah satu alat tangkap inovatif bertujuan meningkatkan efektivitas penangkapanRajungan (Portunus pelagicus), namun hasil tangkapan yang diberikan masih belum sesuai denganPERMENKP/01/2015 yang mengatakan bahwa Rajungan yang boleh ditangkap memiliki lebar karapas minimal10 cm. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui lebar karapas hasil tangkapan bubu modifikasi denganpenambahan celah pelolosan. Penelitian ini dilaksanakan pada 27 Mei sampai dengan 21 Juni 2017 di perairanDemaan Kabupaten Jepara. Metode penelitian adalah experimental fishing sebanyak 20 bubu kubah modifikasidigunakan untuk penelitian. Berdasarkan pengolahan Uji T, diketahui bahwa hasil tangkapan berdasarkanpanjang tidak berpengaruh secara signifikan. Berdasarkan uji selektivitas dari rumus Spare and Venemadiketahui bahwa L50% dari Rajungan hasil tangkapan bubu kubah modifikasi adalah 6,63 cm yang artinya padaukuran 6,63 cm memiliki kemungkinan lolos dari alat tangkap 50%.
ANALISIS HASIL TANGKAPAN IKAN TERI (Stolephorus sp.) DENGAN ALAT TANGKAP BAGAN PERAHU BERDASARKAN PERBEDAAN KEDALAMAN DI PERAIRAN MORODEMAK Kusuma, Candra Pradhika Mulya; Boesono, Herry; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 4: Oktober, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.492 KB)

Abstract

Kabupaten Demak memiliki 2 tempat pelelangan ikan (TPI) yang masih aktif yaitu TPI Morodemak dan TPI Wedung. Jenis ikan yang dominan tertangkap sebagai komoditas unggulan adalah Teri, Kembung, Petek, Kuniran, dan Layur. Berdasarkan hasil survey di Pelabuhan Perikanan Pantai Morodemak Kabupaten Demak terdapat alat tangkap bagan perahu berjumlah 69 unit. Alat tangkap bagan perahu digunakan oleh para nelayan di perairan Morodemak untuk menangkap ikan teri (Stolephorus sp.). Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh perbedaan kedalaman terhadap hasil tangkapan ikan teri (Stolephorus sp.). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Dalam penelitian ini, metode purposive sampling digunakan untuk menentukan daerah penangkapan ikan. Berdasarkan hasil penelitian, semakin dalam perairan, berat hasil tangkapan ikan teri (Stolephorus sp.) semakin tinggi dan didominasi ikan teri (Stolephorus sp.) sedangkan semakin dangkal perairan, berat hasil tangkapan ikan teri (Stolephorus sp.) semakin rendah. Jenis ikan teri (Stolephorus sp.) yang didapatkan yaitu jenis Stolephorus indicus dan Stolephorus commersonnii dimana banyak didapatkan pada kedalaman perairan 31 meter. Kondisi lingkungan daerah penangkapan bagan perahu yaitu intensitas cahaya rata-rata 260 - 1932 (lux), suhu 29,6 - 31 °C, salinitas 29 - 33 0/00 dan kedalaman perairan 27 - 32,8 meter. Demak had 2 fish auction which is still active, namely Wedung and Morodemak. The dominant species of fish caught as a commodity are anchovy, Indian mackerel, Leiognathus dussummeiri, Sulphur goatfish, and Trichiurus lepturus. Based on the survey results in Morodemak Coast Fishing Port Demak, there are boat lift nets totaled 69 units. Boat lift nets fishing gear are used by fishermen in Morodemak waters to catch anchovy (Stolephorus sp.). The purpose of this study was to analyze the effect of differences depth towards anchovy (Stolephorus sp.) catches. The method that used in this study is descriptive method. The purposive sampling method is used in this research to determine the fishing ground. Based on the research results, the deeper waters, heavy catches of anchovy (Stolephorus sp.) higher and the catchesis dominated by anchovy (Stolephorus sp.) While the more shallow waters, heavy catches of anchovy (Stolephorus sp.) lower. The kinds of type of anchovy (Stolephorus sp.) are Stolephorus indicus and Stolephorus commersonnii which are abundant in water depths of 31 meters. Environmental conditions of the boat lift nets is an average light intensity of 260 - 1932 (lux), temperature of 29.6 to 31°C, salinity 29 - 330/00 and the depth of water from 27 to 32.8 meters.
ANALISIS TINGKAH LAKU KEPITING BAKAU (Scylla serrata) PADA UMPAN DAN STADIA UMUR YANG BERBEDA (SKALA LABORATORIUM) Supadminingsih, Fahresa Nugraheni; Fitri, Aristi Dian Purnama; Asriyanto, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 3: Agustus, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.483 KB)

Abstract

Tingkah laku kepiting bakau (Scylla serrata) dalam mencari makan menjadi dasar dalam aplikasi operasi penangkapan. Stadia umur yang berbeda pada kepiting memiliki respon berbeda pada tiap stimulus (umpan). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui interaksi faktor perbedaan umpan dan stadia umur terhadap waktu respon kepiting; faktor perbedaan umpan terhadap waktu respon kepiting dan faktor perbedaan stadia umur terhadap waktu respon kepiting. Materi penelitian adalah  kelompok umur kepiting muda (lebar karapas 8 cm) dan dewasa (lebar karapas11 cm) serta jenis umpan berupa umpan kepala ayam, ikan petek dan keong mas segar. Metode penelitian ini menggunakan eksperimen di laboratorium dengan 3 variabel umpan dan 2 stadia umur dengan 6 perlakuan. Analisis data menggunakan uji normalitas One Sample Kolmogorov-Smirnov, uji ANOVA RAL faktorial dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukan terdapat interaksi antara faktor perbedaan umpan dan stadia umur tehadap waktu respon. Umpan kepala ayam memberikan waktu respon tercepat jika dibandingkan umpan ikan petek dan keong mas. Kepiting stadia dewasa memberikan waktu respon tercepat jika dibandingkan kepiting muda khusus pada umpan kepala ayam. The Mud Crab’s (Scylla serrata) behavior in feeding habits becomes the base of operation application of fish capturing in the field. The different mud crab’s life stage provides the different responses to each stimulus (bait). The purpose of this study is to know the interaction between the different types of bait and life stage factor towards the response  speed of  mud crab; the different types of  bait towards response speed of mud crab and the different life stage towards the response speed of mud crab factor. The materials used  in this research are sub-adult (carapace width 8 cm) and adult (carapce 11 cm) mud crab and the types of  fresh bait in the form of chicken’s head, leiognathus fish, and golden snail. The methods used in this reasearch are experimental laboratory  and the method analysis with two variables: the types of bait and life stage with six treatments. The data analyses used are One-Sample Kolmogorov-Smirnov normality test, RAL factorial ANOVA test and Duncan test. The result of this research shows the interaction between the different types of bait and life stage factor towards the response speed of mud crab. The bait in the form of chicken’s head gives the fastest response among the liognathus fish and the golden snail bait. The  life stage of adult mud crab gives the  faster response than the sub-adult mud crab special for chicken’s head bait.
ANALISIS PERBANDINGAN LETAK UMPAN BUATAN PADA BOTTOM SET GILL NET TERHADAP RAJUNGAN DI PERAIRAN JEPARA JAWA TENGAH Makhshun Chanafi, M. Khanif; Asriyanto, Asriyanto; Purnama Fitri, Aristi Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 4: Oktober, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.74 KB)

Abstract

Rajungan hewan yang termasuk golongan crustacea dimana dapat tertangkap dengan bottom set gill net yang merupakan alat tangkap pasif. Penggunaan umpan pada alat tangkap bottom set gill net yang bersifat pasif sangat diperlukan. Hal tersebut bertujuan agar rajungan dapat langsung mendekati penempatan bottom set gill net tanpa melihat keberadaan alat tangkap. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menganalisis pengaruh dan letak umpan buatan terhadap hasil tangkapan rajungan (Portunus sp.) dengan alat tangkap bottom set gill net di perairan Jepara. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental fishing. Umpan yang digunakan adalah pelet (pakan udang) dan perlakuannya yang pertama yaitu umpan diletakkan pada tali ris bawah dan perlakuan kedua umpan diletakkan pada 10 mata jaring dari tali ris bawah pada bottom set gill net dengan jarak antar umpan 1,5 m. Data dianalisis menggunakan SPSS 16 dengan uji normalitas, uji homogenitas dan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umpan buatan (pakan udang) tidak berpengaruh terhadap hasil tangkapan rajungan (P > α 0,05) dan perbedaan letak umpan buatan (pakan udang) tidak berpengaruh terhadap rajungan (P > α 0,05).
PERBEDAAN PENGGUNAAN MATA PANCING DAN JAKET TUNA TERHADAP KECEPATAN PENARIKAN HASIL TANGKAPAN TUNA (Thunnus albacares) DENGAN ALAT TANGKAP PANCING ULUR DI PERAIRAN SUKABUMI, JAWA BARAT Kristiawan, Hendrik Ari; Boesono, Herry; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 1: Januari, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.007 KB)

Abstract

Tuna jacket in appliance assist handling at the time of tuna caught with fishing rod postpone which attached or utilized by fish-hook time of fishing rod postpone capture target fish hooking, functioning as a means of protector or eaten of haul fish to be preyed or eaten by other fish and tie down peripatetic capture fish to be quickly become death.Purpose of this research is to know and analyse influence of usage of appliance assist in the form of tuna jacket to time withdrawal of fish haul of tuna and know difference of tuna haul by using optometry fish between number 2 and number 5. Method which used in this research that is eksperimental because data not yet been obtained and not yet made available so that variable to be measured have to be awakened its data pass attempt, observation to new data can be run after conducted the attempt.Result of from method of experimental obtained bydata which to show that caught fish use tuna jacket can be pulled with short meter if compared to if without using appliance assist the because [at] appliance assist the tuna jacket can close tuna gill fin in order not to be open so that gill moment closed hence fish incapable of breathing and will quickly weaken easier so that for haul. While for the difference of fishing rod eye don't have influence because its true result of which got much the same to.
ANALISIS PRODUKTIVITAS PURSE SEINE GARDAN DAN PURSE SEINE SLEREK DENGAN FISHING BASE DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) MUNCAR KABUPATEN BANYUWANGI JAWA TIMUR Perkasa, Tegar; Wijayanto, Dian; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 1: Januari 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.4 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis produktivitas purse seine gardan dan purse seine slerek di PPP Muncar Banyuwangi Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Metode penentuan sampel menggunakan metode non probability sampling, yaitu  accidental sampling (convenience sampling). Metode analisis data yang digunakan adalah analisis produktivitas dan analisis data statistik untuk uji perbandingan menggunakan uji t atau Mann Whitney U test. Hasil penelitian tersebut purse seine slerek lebih produktif dibandingkan dengan purse seine gardan yang dapat dilihat dari beberapa faktor produktivitas menunjukkan hasil yang lebih besar yaitu pada produktivitas per trip, produktivitas per ABK, produktivitas per GT, dan produktivitas per PK. Sedangkan pada produktivitas per BBM dan produktivitas per biaya menunjukkan hasil bahwa purse seine gardan lebih produktif dibandingkan dengan purse seine slerek karena biaya operasional setiap hari lebih kecil.   The purpose of this research was to know and analyze productivity of purse seine gardan and purse seine slerek at Muncar Coastal Fishing Port in Banyuwangi, East Java. The method of this research used descriptive method. The sampling method used non-probability sampling method, i.e. accidental sampling (convenience sampling).  Data analysis method used analysis of productivity and analysis of statistical data. Comparison test used Independent samplet test or Mann Whitney U test. The research  result showed that purse seine slerek more productive than purse seine gardan, could be seen from several factors of productivity showed the greater result in productivity per trip, productivity per crew, productivity per GT, and productivity per PK. While for productivity per fuel and productivity per cost, showed that purse seine gardan was more productive than purse seine slerek because operational costs of purse seine gardan were more little every day.
ANALISIS PANJANG JARING DAN UKURAN KAPAL TERHADAP HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP PURSE SEINE DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) MAYANGAN, KOTA PROBOLINGGO, JAWA TIMUR Zakaria, Rizal; Fitri, Aristi Dian Purnama; Pramitrasari, Sulistyani Dyah
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.747 KB)

Abstract

Purse seine pada dasarnya merupakan kelompok alat penangkapan ikan berupa jaring berbentuk kantong empat persegi panjang yang salah satu bagiannya berfungsi sebagai kantong yang pengoperasiannya melingkari gerombolan ikan pelagis. Tujuan penelitian ini adalah bertujuan untuk menganalisis pengaruh panjang jaring dan ukuran kapal terhadap hasil tangkapan dan produktivitasnya. Materi yang digunakan pada penelitian ini yaitu purse seine panjang 400 m dengan ukuran kapal 26 GT dan purse seine panjang 450 m dengan ukuran kapal 30 GT. Metode penelitian menggunkan metode deskriptif dengan analisis data yang digunakan adalah uji t-Two Sample Assuming. Hasil penelitian menunjukan panjang jaring dan ukuran kapal akan mempengaruhi hasil tangkapan, terlihat dari taraf signifikan pada purse seine panjang 400 m dengan ukuran kapal 26 GT sebesar 2,00>0,05 dan pada taraf signifikan purse seine panjang 450 m dengan ukuran kapal 30 GT sebesar 0,129. Uji t- Two Sample Assuming menunjukan panjang purse seine 450 m dan ukuran kapal 30 GT lebih banyak mendapatkan hasil tangkapan dan komposisi hasil tangkapan lebih banyak jenisnya. Nilai produktivitas yang didapat untuk kapal 26 GT sebesar 0,14 dan kapal 30 GT sebesar 0,17.
FAKTOR DETERMINAN HARGA IKAN BAWAL PUTIH (Pampus argentus) DARI HASIL TANGKAPAN CANTRANG DI TPI ASEMDOYONG KABUPATEN PEMALANG JAWA TENGAH Nadyasari, Ardhana; Bambang, Azis Nur; Purnama Fitri, Aristi Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.029 KB)

Abstract

Ikan Bawal Putih (Pampus argentus) merupakan salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Pemalang. Produksi ikan Bawal Putih (Pampus argentus) terbanyak di Kabupaten Pemalang didaratkan di TPI Asemdoyong dan TPI Tanjungsari. Total produksi ikan Bawal Putih (Pampus argentus) yang didaratkan di TPI Asemdoyong selama tahun 2010 – 2013 adalah 456.329 kg dengan rata-rata produksi per tahun 152.109 kg. Ikan Bawal Putih (Pampus argentus) yang dilelang di TPI Asemdoyong memiliki harga yang tinggi tetapi cenderung tidak stabil. Faktor determinan harga yang akan diteliti untuk penelitian antara lain jumlah produksi, jumlah bakul, mutu ikan dan berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi produksi ikan Bawal Putih (Pampus argentus) dari hasil tangkapan cantrang, menganalisis besar pengaruh faktor determinan yang terdiri dari jumlah produksi (X1), jumlah bakul (X2), mutu ikan (X3), dan berat ikan (X4) terhadap pembentukan harga ikan Bawal Putih (Pampus argentus) dan Menganalisis faktor manakah yang paling menentukan harga ikan Bawal Putih (Pampus argentus) yang terbentuk di TPI Asemdoyong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan produksi ikan Bawal Putih (Pampus argentus) di TPI Asemdoyong dari hasil tangkapan cantrang tahun 2010 - 2012 mengalami peningkatan yaitu 64.091 kg (2010); 87.229 kg (2011); dan 114.200 kg (2012). Dari hasil analisa data terdapat pengaruh yang simultan antara jumlah produksi (X1), jumlah bakul (X2), mutu ikan (X3), dan berat ikan (X4) terhadap pembentukan harga ikan Bawal Putih (Pampus argentus) ukuran besar sebesar 80,3%; ukuran sedang 88,1%, dan ukuran kecil 82,6%. Faktor yang paling signifikan mempengaruhi pembentukan harga ikan Bawal Putih (Pampus argentus) ukuran besar dan kecil adalah jumlah produksi (X1), sedangkan faktor yang mempengaruhi harga ikan Bawal Putih ukuran sedang adalah jumlah produksi (X1) dan mutu ikan (X3).
ANALISIS POTENSI DAN TINGKAT PEMANFAATAN SUMBERDAYA IKAN DEMERSAL DI PERAIRAN KABUPATEN KENDAL Sandria, Ferry; Fitri, Aristi Dian Purnama; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.114 KB)

Abstract

Perairan Kabupaten Kendal merupakan salah satu wilayah penyebaran ikan demersal yang cukup potensial di perairan utara Jawa Tengah. Upaya pemanfaatan yang terus meningkat akan mengancam kelestarian sumberdaya, jika tidak diupayakan langkah pengendalian. Informasi potensi dan tingkat pemanfaatannya perlu diketahui terkait dengan aspek pengendalian. Tujuan  penelitian adalah menganalisis estimasi stok, (CPUE) Catch per Unit Effort, Potensi Lestari / (MSY) Maximum Sustainable Yield ikan demersal untuk mengetahui status tingkat pemanfaatan, status kondisi daerah penangkapan ikan, serta upaya pemanfaatan sumberdaya ikan demersal yang optimum. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2012. Metode penelitian yang digunakan adalah survei eksploratif, metode pengambilan sampel secara purposive sampling, sebanyak 4 sampel. Metode analisis data yang digunakan adalah metode swept area dan metode surplus produksi model Schaefer. Hasil penelitian diperoleh stok density  sebesar 0,325 ton/km2 di perairan Kabupaten Kendal, sedangkan penangkapan optimum sumberdaya ikan demersal (CMSY) sebesar 1.514 ton/tahun dan upaya optimumnya effort optimum (EMSY) sebesar 2.423  trip/tahun. Tingkat pemanfaatan rata-rata sumberdaya ikan demersal selama 5 tahun terakhir telah melebihi 100% yaitu sebesar 113%. Hal ini  menunjukkan kapasitas tangkapan berlebih dari ketentuan CCRF, dengan kata lain sudah terjadi overfishing. Kendal Regency is one of distribution area of potential demersal fish in the North Central Java. The resources utilization rate was no control in, it’s will be threated with the increasing of fishing effort on this recources. Potential information and utilization rate should be known about controlling aspect. Research aims were to analyze stock potency, Catch per Unit Effort (CPUE), Maximum Sustainable Yield (MSY) demersal fish, utilization rate, condition of fishing ground and optimum effort of demersal fish. Research conducted in august-september 2012 at Kendal Regency. Research method used explorative survey, sampling method was purposive sampling with 4 samples. Data analyze method used swept area and production surplus method – Schaefer Model. Result research, the stock density was 0,325 ton/km2 in Kendal Regency Seawaters while catch optimum (CMSY)  of demersal water resource was 1.514 ton/year and the optimum effort (EMSY) was 2.423 trip/year. The demercal fish resource utilization rate during the last 5 years was more than 100% which count 113% it shown was catching capacity that exceeded agreed in the CCRF, its mean was overfishing.
Co-Authors - Asriyanto - Perdiana - Pramonowibowo - Sardiyatmo Abdul Kharis Abdul Kohar Mudzakir Abdul Rosyid Abdulaziz, Muhammad Humam Adefryan Kharisma Yuniarta Adhikoro Tidar Putra Aditya Widyawati Adiyanto, Fajar Ahmad Niam Akir Ari Purwanto Amron Amron, Amron Anakotta, Anthoinette Rosaline Fransisca Anhar Muslim Ani Suryanti Aninditia Sabdaningsih Anis Syahfitri Rilia Giamurti, Anis Syahfitri Rilia Ardhana Nadyasari Arianto, Richard Maco Arif Ahmadi, Afif Rahman Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Azis Nur Bambang Bambang Argo Wibowo Baroqi, A. Riza Bogi Budi Jayanto Bogi Budi Jayanto Bogi Budi Jayanto Candra Pradhika Mulya Kusuma Daryadi Widiatmoko, Daryadi Desca E Dewi Dewi, Anggun Aspazia Dian Ayunita NND Dian Wijayanto Dwi Ispahdianto, Dwi Dwi Puji Hariyanto Khasanan, Dwi Puji Hariyanto Dwi Yoga Gautama Esalistya Nuring Kirana, Esalistya Nuring Fahresa Nugraheni Supadminingsih Fahresa Nugraheni Supadminingsih, Fahresa Nugraheni Faik Kurohman Fauziah, Asa Nur Feldi Mahendra Ferry Sandria Firdaus, Muhammad Wahyu Galih Suryo Muktiono Ganang Dwi Prasetyo Hanefa Elola Iporenu Hanifa, Irfan Hanityo Adi Nugroho Hartoyo Hartoyo Hasanah, Mauidzatul Hendrik Anggi Setiyawan Hendrik Ari Kristiawan Heri Sutanto Herry Boesono Herry Boesono Ihtisyamul Firdaus Imam Triarso Indradi Setiyanto Intan Aldita Iqbal A. Husni Irsyad, Hadiman Ismail Ismail Isna Nadhifa Izza Anshory Junaidi, Teuku Juzmi, Aldilla Nurul Kristina Endah Purna Wismaningrum Kukuh E. Prihantoko Kukuh Eko Prihantoko Kusuma, Alief Putri Laksono Trisnantoro Lana Izzul Azkia, Lana Izzul Lukman Guam Hakim Luthfian Nurdiansyah, Luthfian M. Khanif Makhshun Chanafi M. Rehatta, Beatrix Martiana Neilirrohmah Meliza Rahmawati Miftahurrohman Miftahurrohman, Miftahurrohman Muhammad Sapta Dian Jaya Nadia Adlina Nadia Elis Febrita Novalida Nurdyane Nugraha Permana, Nugraha Nurcahyati, Nurcahyati Nusa Putra, Wisnu Galuh Pamuntjak, Ivandeni Ronny Kurniawan Paris Siswoko Prakosa, Eka Firdaus Pramitrasari, Sulistyani Dyah Pramono Wibowo Pramonowibowo Pramonowibowo Pramonowibowo Pramonowibowo Prasetya, Pendhina Dinda Prihantoko, Kukuh Eko Pujiono Wahyu Purnomo qolbiah, zaenab mutmainatul Rizqi Laili Catur Putri Sardiyatmo Sardiyatmo Sembiring, Wirani Setyanto, Indradi Sinta Andriyani Sugeng Hartono Syahasta Dwinanta Gautama, Syahasta Dwinanta Syamsul Arifin Taufik Yulianto Tegar Perkasa, Tegar Timur, Putra Satria Trisnani Dwi Hapsari Tunjung Budi Setyasmoko, Tunjung Budi Ulinnuha, Layali Alya Ummaiyah, Chahyawati Vatharany Liana Putri Widjaya Saputra, Suradi Widyaningrum, Vira Oktaviani YS Darmanto Zakaria, Rizal Zulie Hantardi