Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PERBEDAAN WARNA KRENDET DAN KEDALAMAN DAERAH PENANGKAPAN LOBSTER (Panulirus sp.) DI PANTAI WARU PERAIRAN WONOGIRI Andriyani, Sinta; Boesono, Herry; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 2: April 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.626 KB)

Abstract

Penelitian tentang teknologi penangkapan lobster dengan modifikasi warna krendet dan kedalaman daerah penangkapan diperlukan agar mendapatkan hasil tangkapan lebih banyak. Tujuannya untuk mengetahui pengaruh perbedaan warna krendet (merah dan transparan) dan kedalaman daerah penangkapan terhadap hasil tangkapan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2013 di Pantai Waru, Paranggupito, Wonogiri menggunakan metode eksperimental fishing. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh perbedaan warna krendet dan kedalaman daerah penangkapan, hal ini dilihat dari hasil tangkapan pada krendet merah di kedalaman 8-10 m sebesar 1930 gram dan kedalaman 3-5 m sebesar 4190 gram, krendet transparan kedalaman 8-10 m 1530 gram dan kedalaman 3-5 m sebesar 2350 gram. Hasil analisis dengan taraf uji 0,05 pada krendet transparan nilai sign = 0,087 menunjukan bahwa H0 diterima dan merah nilai sign = 0,002 H0 ditolak, dan sign kedalaman daerah penangkpan 8-10 m = 0,405 H0 diterima dan kedalaman daerah penangkpan 3-5 m = 0,007 sehingga H0 ditolak. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa krendet merah dengan kedalaman daerah penangkapan 3-5 m lebih banyak mendapatkan hasil tangkapan. Tidak ada interaksi dari kedua perlakuaan tersebut. The Research on the technology fishing lobster with modify the krendet’s colour and the fishing ground depth in order to get more catching result. The aims to determine the influence of difference the krendet’s colour (red and transparent) and the fishing ground depth to catch lobster. The research was done in December 2013 at Waru beach, Wonogiri using experimental fishing method. The result showed that there was influence in the difference of the krendet’s colour and the fishing ground depth, it was proved by the catching result of the red krendet at a depth of 8-10m  was 1930 grams and at a depth of 3-5m  was 4190 grams, where as the transparent krendet­­ at a depth of 8-10m was 1530 grams and at a depth of 3-5m  was 2350 grams. The analysis  result with adequate test 0,05 on the transparent with sign = 0,087 showed that H­0­ was accepted whether the H0 of the red one with sign = 0,002 was declined, and the sign in the fishing ground depth of 8-10 m was 0,405 so the H0 was accepted where as the sign in the fishing ground depth  of 3-5 m was 0,007 so the H0 was declined. Based on the result, it can be concluded that the red krendet on the fishing ground depth in 3-5 m had more catching result. There was no interaction on the mentioned treatments.
ANALISIS DAERAH PENANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) BERDASARKAN PERBEDAAN KEDALAMAN PERAIRAN DENGAN JARING ARAD (Mini Trawl) DI PERAIRAN DEMAK Prasetyo, Ganang Dwi; Fitri, Aristi Dian Purnama; Yulianto, Taufik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.545 KB)

Abstract

Desa Betahwalang terletak di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, merupakan salah satu wilayah yang memilki potensi tinggi pada perikanan rajungan (Portunus pelagicus). Kegiatan penangkapan rajungan akan lebih efektif dan efisien apabila daerah penangkapan rajungan dapat diduga terlebih dahulu, serta pengkajian perbedaan kedalaman perairan dilakukan, karena kedalaman perairan sangat berpengaruh terhadap siklus kehidupan rajungan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hasil tangkapan dan daerah penangkapan rajungan berdasarkan perbedaan kedalaman perairan dengan jaring arad di perairan Demak. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan metode penentuan sampling  purposive sampling dan metode pengambilan sampel adalah metode gridding. Jenis hasil tangkapan rajungan yang didapat antara lain Portunus pelagicus, Charybdis feriatus, dan Portunus sanguinolentus. Terdapat dua kisaran kedalaman perairan yaitu kedalaman A (0 – 5 meter) dan kedalaman B (5,5 – 10 meter). Pada kedalaman B (5,5 – 10 meter), berat dan ukuran tubuh hasil tangkapan rajungan semakin besar, namun jumlah rajungan yang didapat semakin sedikit, dan didominasi rajungan berjenis kelamin betina. Sebaliknya, pada kedalaman A (0 – 5 meter), berat dan ukuran tubuh hasil tangkapan rajungan semakin kecil, namun jumlah rajungan yang didapat semakin banyak, dan didominasi rajungan berjenis kelamin jantan. Betahwalang village located in Demak, Central Java, is one of the areas that have a high potential in the fisheries swimming crab (Portunus pelagicus). Cacthing for swimming crab would be more effective and efficient when fishing ground of swimming crab can be predicted in advance and differences in water depth study, the water depth affects the life cycle of swimming crab. The purpose of this reasearch was to analyze the catch and fishing ground of swimming crab at different water depth with mini trawl in Demak waters. The method in research used descriptive method. The method of determinig the sampling used purposive sampling and the sampling method used gridding method. Type catches the swimming crab is Portunus pelagicus, Charybdis feriatus, and Portunus sanguinolentus. There are two ranges A water depth is the depth (0 - 5 meters) and the depth B (5,5 - 10 meters). In depth B (5,5 - 10 meters),the weight and size of swimming crab attaching to the greater, however meager, are predominantly female swimming crab sex. In contrast, at a depth A ( 0- 5 meters), weight and size of the swimming crab attaching to the smaller, but amounted to much,  and swimming crab-sex male dominated.
ANALISIS MODIFIKASI FYKE NET (HARI AMI) TERHADAP HASIL TANGKAPAN KEPITING BAKAU (Scylla serrata) DI PERAIRAN TUNGGULSARI REMBANG Khasanan, Dwi Puji Hariyanto; Asriyanto, -; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 1: Januari, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.567 KB)

Abstract

Fyke net (Hari ami) dalam bahasa Jepang, Hari artinya “terentang” sedangkan Ami adalah “jaring”, sehingga dapat didefinisikan Hari Ami adalah jaring yang terentang di perairan karena pengaruh arus air dan pasang surut. Pasang surut yang dimaksud termasuk pasang surut semi diurnal artinya bila dalam sehari terjadi dua kali pasang dan dua kali surut yang hamper sama tingginya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara pengaruh modifikasi dan penambahan penaju terhadap hasil tangkapan Kepiting bakau (Scylla serrata) di perairan estuari Tunggulsari, Kaliori, Rembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental fishing. Fyke net modifikasi adalah Fyke net dengan perbedaan posisi sayap dan penambahan penaju. Hasil perhitungan dengan SPSS didapatkan nilai sig pada modifikasi sayap tidak berpengaruh terhadap jumlah hasil tangkapan dengan nilai rata-rata hasil tangkapan pada Fyke net modifikasi sayap sebesar 5,92 ekor yang lebih kecil dari Fyke net tanpa modifikasi (kontrol) sebesar 7,58 ekor. Penambahan penaju dari alat tangkap Fyke net (Hari ami) pada penelitian ini tidak berpengaruh terhadap jumlah hasil tangkapan, dengan nilai rata-rata hasil tangkapan pada Fyke net penambahan penaju sayap sebesar 6,62 ekor yang lebih kecil dari Fyke Net tanp modifikasi (kontrol) sebesar 7,58 ekor. Interaksi antara perbedaan konstruksi Fyke net (Hari ami) dengan penambahan penaju terhadap jumlah hasil tangkapan dengan nilai sig jumlah hasil tangkapan sebesar 0,65> 0,05 dan berat hasil tangkapan sebesar 0,160 > 0,05 maka H0 diterima dan tidak berpengaruh terhadap jumlah dan berat hasil tangkapan. The Fyke net (Hari ami) it means, Hari is a "stretched" and Ami is a "net" so that Hari Ami had meant to be “the net stretched in the waters because the influence of water currents and tidal range”. Semi diurnal tide itself meant, if in the one-day happened two times almost as high as both of tidal range. The purposed of this researched to determined the effected of interaction between modification and addition “penaju” to catch mangrove crab (Scylla serrata) in estuarine waters area of Tunggulsari, Kaliori, Rembang. The method used in this researched the experimental fishing with modification Fyke net both of wings modification position and added “penaju”.The resulted SPSS Sig valued obtained on wings-modification not influenced toward the number of catching crabs, with catching average value Fyke net modification about 5.92 tails smaller than original Fyke Net 7.58 tails. The addition “penaju” leader Fyke net in this researched also not effected to the number of catching crabs, with catching average value from the leader Fyke net additions about 6.62 tails smaller than original Fyke net about 7,58 tails. Interaction between both of gears, the original and modification Fyke net (Hari ami) towards catching crabs with significant number of 0.65 > 0.05 and the weight 0.160 > 0.05 so these meant H0 was accepted and not affected with the amount of catching crabs, and the weight was too.
ANALISIS PERBANDINGAN HASIL TANGKAPAN BOTTOM SET GILL NET DENGAN UMPAN IKAN PETEK SEGAR DAN ASIN (Leiognathus sp.) DI PERAIRAN JEPARA JAWA TENGAH Iporenu, Hanefa Elola; Purnama Fitri, Aristi Dian; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 4: Oktober, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.775 KB)

Abstract

Kabupaten Jepara mempunyai sumberdaya ikan yang cukup besar dengan potensi 1.543,10 ton per tahun dan juga memiliki berbagai ragam jenis alat tangkap yang dioperasikan. Salah satunya adalah tangkap gill net yang menjadi alat tangkap dominan di Kabupaten Jepara. Prinsip dari alat tangkap gill net menangkap ikan dengan menunggu ruaya/datangnya kemudian terjerat pada insangnya. Pada penelitian ini adanya penambahan umpan pada bottom set gill net diharapkan lebih efektif dan efisien dari segi penangkapannya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober dan Desember 2012 di Perairan Jepara. Tujuan dari pelaksanaan penelitian yaitu mengetahui kondisi perikanan tangkap dan keadaan oceanografis Kabupaten Jepara, mengetahui dan menganalisis jenis dan jumlah hasil tangkapan bottom set gill net tanpa umpan dan yang menggunakan umpan serta mengetahui dan menganalisis pengaruh umpan ikan petek segar dan asin (Leiognathus sp.) terhadap hasil tangkapan di Perairan Jepara. Metode penelitian yang digunakan adalah experimental fishing dan analisis data menggunakan SPSS 16 dengan uji T. Dari hasil penelitian yang didapatkan bahwa penggunaan umpan ikan petek segar pada bottom set gill net tidak berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan (p > 0,05). Penggunaan umpan ikan petek asin pada bottom set gill net tidak berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan (p > 0,05). Penggunaan umpan yang berbeda (ikan petek segar dan asin) tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah hasil tangkapan (p > 0,05).
LAJU ASAM AMINO TERLARUT YANG TERDISTRIBUSI KE DALAM KOLOM AIR LAUT PADA UMPAN IKAN KEMBUNG (Rastrelliger kanagurta) (SKALA LABORATORIUM) Perdiana, -; Fitri, Aristi Dian Purnama; Yulianto, Taufik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.557 KB)

Abstract

Umpan merupakan alat bantu dan bentuk rangsangan berbentuk fisik atau kimiawi yang dapat memberikan respon terhadap ikan-ikan dalam tujuan penangkapan ikan. Operasi penangkapan rawai tuna  umumnya di Indonesia menggunakan umpan alami ikan kembung, ikan kembung memiliki nilai ekonomis dan dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Mengetahui laju jenis asam amino dan laju asam amino total yang terdistribusi ke dalam kolom air laut pada umpan ikan kembung untuk operasi rawai tuna skala laboratorium. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Penelitian dilakukan skala laboratorium dengan melakukan perendaman umpan ke dalam kolom air laut, ikan uji yang digunakan adalah ikan kembung (Rastrelliger kanagurta) yang dianalogikan sebagai umpan alami dalam operasi penangkapan rawai tuna. Ukuran ikan kembung yang digunakan memiliki panjang 23 cm dan lebar 2,5 cm dengan berat 100 gram. Sampel air laut diuji menggunakan metode HPLC (High Performance Liquid Chromatography). Didapatkan hasil laju jenis asam amino 7 macam dari 17 jenis asam amino pada umpan ikan kembung adalah L-serine, Glycine, L-threonine, L-alanine, L-Valine, L-Lysine HCl, L-Isoleucine  dan L-Leucine. Laju asam amino total umpan ikan kembung pada perendaman K1 hingga K24 menurun dengan bertambahnya waktu perendaman. Kesimpulan yang dihasilkan adalah semakin lama waktu perendaman maka laju pelepasan asam amino semakin kecil dan berpengaruh pada ruang aktif semakin lama perendaman umpan maka ruang aktif semakin mengecil. The bait have attractive function a form of physical or chemical form of stimulation that can provide a response to the fish in the the purpose of catching fish. Rawai tuna generally arrest operations in Indonesia to use natural bait mackerel, rastrelliger has economic value and can be consumed by the public. Knowing the rate of amino acid type and the rate of the total amino acids that are distributed into the water column at mackerel bait for the operation of rawai tuna laboratory scale. The methods used in this research is descriptive analysis method. Laboratory scale research done by soaking the bait into the water column, fish test used was mackerel (Rastrelliger kanagurta) which are analogous to natural as bait in catching operations rawai tuna. Size of mackerel used has a length of 23 cm wide and 2.5 cm long with a weight of 100 grams. Samples of sea water are tested using the method HPLC (High Performance Liquid Chromatography). Obtained results of rate of 7 different types of amino acids of the 17 kinds of amino acids in feeds mackerel is L-serine, Glycine, L-threonine, L-alanine, L-Valine, L-Lysine HCl, L-Isoleucine and L-Leucine. The rate of total amino acids in the mackerel bait soaking K1 to K24 decreases with increasing time of submersion. The resulting conclusion is the longer soaking, then the rate of release of amino acids is getting smaller and the effect on the active space of the longer soaking bait then active space is increasingly shrinking.
ANALISIS INDEKS KEANEKARAGAMAN, INDEKS DOMINASI DAN PROPORSI HASIL TANGKAPAN NON TARGET PADA JARING ARAD MODIFIKASI DI PERAIRAN KABUPATEN KENDAL Nugroho, Hanityo Adi; Rosyid, Abdul; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 1: Januari, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.101 KB)

Abstract

Dalam perkembangannya Arad dikategorikan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan karena alat tangkap ini menyapu semua yang dilewatinya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa hasil tangkapan non target jaring arad modifikasi yang ukuran panjang badan diperkecil dan ukuran mata jaring pada bagian codend nya diperbesar menjadi 1,5 inch di perairan Kendal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental fishing dengan percobaan sebanyak 15 kali pengulangan. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analisis Komposisi Ukuran Hasil Tangkapan Non Target, Proporsi Hasil Tangkapan  Non Target, hasil tangkapan dan analisa statistik. Hasil tangkapan sampingan  jaring arad modifikasi dibagi menjadi dua  yaitu hasil tangkapan non target dan sampah, selama penelitian proporsi hasil tangkapan non target yang diperoleh rata-rata 7 kg/hari dan sampah 18 kg/hari. Proporsi hasil tangkapan jaring arad modifikasi yaitu terdiri dari hasil tangkapan target sebanyak 10,3 kg, hasil tangkap non target yang sebanyak 23,7 kg dan juga sampah yang dibuang kelaut (discards) sebanyak 89,4 kg atau 8% target : 19% non  target : 83% sampah. Hasil tangkapan non target (tigawaja,kuniran, petek , layur dan tunul) dimanfaatkan jaring arad modifikasi rata-rata mempunyai ukuran  dibawah nilai length at first maturity atau tidak layak tangkap.  Nilai Indeks keanekaragaman hasil tangkapan menunjukkan nilai diatas angka 0 yang berarti keanekaragaman spesies tinggi. Nilai indeks dominansi rata-rata  bernilai  0 ha1 ini berarti terdapat dominansi spesies yang rendah. In the development of small trawl categorized fishing gear that is not environmentally friendly because the gear is sweeping all in its path. The purpose of this study is to analyze the the catch of non target results from modified arad, who is the size of the nets reduced body length and mesh size in the codend his enlarged to 1.5 inch. in the waters of Kendal. The method used in this research is descriptive method is experimental fishing with experiment as much as 15 repetitions. Data analysis methods used in this research that catch size composition analysis of non target, Non target proportion catch, catch, and statistical analysis.  Results bycatch modified small trawl divided into two non target catches and trash, during the study the proportion of non target catches that gained an average of 7 kg / day and 18 kg waste / day. The proportion of the catch modified small trawl which consists of the target catch as much as 10.3 pounds, the catch of non target as much as 23.7 kg and the waste dumped into the sea (discards) of 89.4 kg or 8% target: 19% of non target: 83% of garbage. Catches of non-target (tigawaja, kuniran, Petek, Layur, and tunul) utilized a modified small trawl have an average size below the length at first maturity value or not worth catching. The index of diversity results showed in above from 0 it’s have meaning the index of diversity have a high diversity of species. The index of domination results showed those averages are 0 this is indicated for low of domonation species.
ANALISIS TEKNIS DAN FINANSIAL USAHA ALAT TANGKAP SODO (PUSH NET) DENGAN TARGET PENANGKAPAN UDANG YANG BERPANGKALAN DI DESA BEDONO DAN DESA TIMBULSLOKO, KECAMATAN SAYUNG, KABUPATEN DEMAK. Kusuma, Alief Putri; Wijayanto, Dian; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.558 KB)

Abstract

Jumlah alat tangkap ‘sodo’ (push net) di Desa Bedono berjumlah 14 unit, sedangkan di Desa Timbulsloko berjumlah 2 unit. Hasil tangkapan utama nelayan sodo adalah udang yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Harga udang pada musim puncak Rp.25.000,-/kg, sedangkan pada musim paceklik berharga Rp.30.000,-/kg. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati aspek teknis dan analisis aspek finansial usaha perikanan sodo di Desa Bedono dan Desa Timbulsloko. Metode penelitian adalah metode deskriptif yang bersifat studi kasus. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah sensus. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa alat tangkap sodo memiliki panjang total jaring yaitu 13,75 meter, kantong yaitu 2,10 meter, badan 1 yaitu 3,40 meter, badan 2 yaitu 2,20 meter, badan 3 yaitu 75 cm, lantai condong 3,79 meter, dan sayap 2,3 meter. Tali ris atas 13,2 meter, pemberat 168 buah. Perahu yang digunakan memiliki panjang 7 meter dan lebar 2,45 meter. Berdasarkan analisis finansial diperoleh nilai rata-rata NPV usaha alat tangkap sodo di Desa Bedono adalah Rp. 131.424.829,-, IRR 106%, B/C ratio 1,35, dan PP 1,95 tahun. Sedangkan di Desa Timbulsloko nilai rata-rata NPV adalah sebesar Rp. 119.949.829,- , IRR 97%, B/C ratio 1,30, dan PP sebesar 2,04 tahun. Dapat disimpulkan bahwa usaha alat tangkap sodo di Desa Bedono dan Desa Timbulsloko layak (menguntungkan).
ANALISIS SELEKTIVITAS JARING ARAD GENUINE (GENUINE SMALL BOTTOM TRAWL) DAN JARING ARAD MODIFIKASI (MODIFIED SMALL BOTTOM TRAWL) TERHADAP HASIL TANGKAPAN UDANG PUTIH (Penaeus merguiensis) DI PERAIRAN TAWANG KENDAL, JAWA TENGAH Yuniarta, Adefryan Kharisma; Fitri, Aristi Dian Purnama; Asriyanto, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.9 KB)

Abstract

Jaring Arad diperlukan modifikasi mengingat masih tertangkapnya Udang Putih (Penaeus merguensis) yang undersize pada operasi penangkapan dengan Jaring Arad Genuine. Modifikasi dilakukan dengan mengubah mesh size dari codend Jaring Arad Genuine. Dengan menghitung nilai selektivitasnya maka ukuran terkecil Udang Putih yang tertangkap dapat diketahui. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode purposive sampling. Komposisi hasil tangkapan dominan yang didapatkan pada Arad Genuine adalah Leiognathus sp, Caesio erythrogaster dan Penaeus merguensis. Sedangkan hasil tangkapan Modifikasi Arad didapatkan Harpiosquilla raphidea, Otholites ruber dan Penaeus merguensis. Berat rata-rata hasil tangkapan Arad Genuine adalah 4233,5 gram, sedangkan berat rata-rata hasil tangkapan Modifikasi Arad 2063,16 gram. L50 Arad Genuine sebesar 3,58 cm, SF diketahui sebesar 1,88 cm, sedangkan L50 Modifikasi Arad sebesar 7,2 cm, SF diketahui sebesar 1,89 cm. Modifikasi Arad mampu meloloskan Udang Putih dengan Tingkat Kematangan Gonad I-II yang merupakan Tingkat Kematangan Gonad yang belum memasuki masa reproduksi. Sedangkan Udang Putih yang tertangkap pada bagian codend adalah udang dengan Tingkat Kematangan Gonad III-IV yang merupakan masa siap kawin. Small bottom trawl needs modifications, considering that it catches undersize Penaeus merguensis. The modification done in this research was change of mesh size of small bottom trawl’s codend. By calculating the selectivity value, the smallest size of Penaeus merguensis can be known. The methods used were descriptive and purposive sampling methods. The compositions of the dominant catch on genuine small bottom trawl were Leiognathus sp, Caesio erythrogaster and Penaeus merguiensis. While on modified small bottom trawl, the dominant catch were Harpiosquilla raphidea, Otholites ruber and Penaeus merguiensis. The average weight of genuine small bottom trawl’s catch was 4233.5 grams, while for modified small bottom trawl was 2063.16 grams. Selectivity analysis of genuine small bottom trawl resulted in L50 at 3.58 cm and the SF was found to be 1.88 cm, while in modified small bottom trawl, the L50 was 7.2 cm and the SF was 1.89 cm. With small bottom trawl modification, Penaeus merguiensis with gonads maturity level I-II were able to be released. Gonads maturity level I-II indicates the level of maturity that not yet entering gonads reproduction period. Penaeus merguiensis catched in the codend were shrimps with gonads maturity level III-IV, which is the reproduction period.
PEMANFAATAN DAN PEMASARAN SUMBERDAYA CUMI-CUMI (Loligo Sp) YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) KEJAWANAN KOTA CIREBON, JAWA BARAT Permana, Nugraha; Mudzakir, Abdul Kohar; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.463 KB)

Abstract

Berdasarkan data statistik di PPN Kejawanan tahun 2011, hampir setengahnya 47% hasil volume produksi jenis ikan yang didaratkan di PPN Kejawanan yaitu cumi-cumi (Loligo sp). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis aspek biologi dan ekonomi tingkat pemanfaatan sumberdaya cumi-cumi (Loligo sp) yang meliputi produksi per usaha penangkapan (CPUE), Maximum Sustainable Yield (MSY),  Maximum Economic Yield (MEY), dan Open Access Equilibrium (OAE) serta alur pemasarannya yang berada di PPN Kejawanan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Mei 2013. Materi penelitian ini adalah unit usaha perikanan tangkap cumi-cumi (Loligo sp) yang didaratkan di PPN Kejawanan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan jumlah sampel 11 nelayan. Metode analisa data yang digunakan adalah metode bioekonomi model Gordon-Schaefer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata Catch per Unit Effort (CPUE) sumberdaya cumi-cumi pada tahun 2008-2012 di PPN Kejawanan adalah 6,54 ton/trip. Produksi optimal (Copt) pada Maximum Sustainable Yield (MSY) sebesar 2.186,47 ton/tahun dengan effort optimum (Eopt) 5848 trip/tahun. Produksi optimal (Copt) pada Maximum Economic Yield (MEY) sebesar 1.770,77 ton/tahun dan effort optimum (Eopt) sebesar 309 trip/tahun. Produksi optimal (Copt) pada Open Access Equilibrium (OAE) sebesar 2.150,68 ton/tahun dan effort optimum (Eopt) sebesar 618 trip/tahun. Tingkat pemanfaatan rata-rata sumberdaya cumi-cumi selama 5 tahun terakhir di PPN Kejawanan sebesar 97,54%  dan alur pemasaran cumi yang didaratkan PPN Kejawanan secara langsung. Based on statistical data in the PPN Kejawanan in 2011, looks almost halved 47% of the volume production of fish landed in PPN Kejawanan is squid (Loligo sp). This research aims were to analyze biological and economic aspect of the utilization of the squid (Loligo sp) which includes Catch per Unit Effort (CPUE), Maximum Sustainable Yield (MSY), Maximum Economic Yield (MEY), Open Access Equilibrium (OAE) and marketing grooves that are in PPN Kejawanan. This research conducted in April-May 2013. Research material was unit of fishing industries was put squid (Loligo sp) that landed in PPN Kejawanan. Research method was case study descriptive method. Sampling method was purposive sampling with 11 samples obtained. Data analysis method used bioeconomic method – Gordon-Schaefer Model. This study showed that the average of Catch per Unit Effort (CPUE) pelagical fish potency rate for 2008-2012 in PPN Kejawanan  6,54 tonnes/trip. The optimum product (Copt) of the Maximum Sustainable Yield (MSY) was 2.186,47 tonnes per year with optimum effort (Eopt) was 584 trip per year. The optimum product (Copt) of the Maximum Economic Yield (MEY) was 1.770,77 tonnes per year with optimum effort (Eopt) was 309 trip per year. The optimum product (Copt) of the Open Access Equilibrium (OAE) was 2.150,68 tonnes per year with optimum effort (Eopt) was 618 trip per year. Squid (loligo sp) resource utilization rate during the last 5 years in PPN Kejawanan has an average rating of 97,54%  and groove marketing squid landed directly in PPN Kejawanan.
PRODUKTIVITAS ALAT TANGKAP JARING TIGA LAPIS (TRAMMEL NET) DI PERAIRAN SAYUNG KABUPATEN DEMAK Nusa Putra, Wisnu Galuh; Purnama Fitri, Aristi Dian; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 2: April 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.065 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah menganalisis komposisi dan berat hasil tangkapan nelayan, serta menganalisis produktivitas alat tangkap trammel net. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif. Sampel diambil menggunakan metode sensus. Kapal yang digunakan sebagai sarana apung trammel net berukuran 3 GT; 3,5 GT dan 4 GT, hal ini yang menjadikan produktivitas trammel net berbeda. Metode analisis data dengan analisis uji normalitas, uji asumsi klasik, uji regresi berganda dan produktivitas. Komposisi hasil tangkapan (jumlah dan berat) yaitu: ikan belanak (mugil sp) 677,65 kg; udang putih (penaeus merguiensis) 206,11 kg; rajungan (portunus pelagicus) 29,83 kg; ikan sembilang (plotusus canius) 12,04 kg; ikan kipper (spotted scat fish) 7,27 kg; ikan barakuda (sphyraena barracuda) 1,87 kg. Nilai produktivitas alat tangkap trammel net di Desa Bedono dan Timbulsloko adalah nilai produktivitas GT (Gross Tonnage) 0,05; 0,02 dan 0,02 untuk 3; 3,5; 4 GT, nilai produktivitas kekuatan mesin 0,03 0,03 dan 0,03 untuk 3; 4; 5 kekuatan mesin, nilai produktivitas panjang jaring 0,0003; 0,0003 dan 0,0004 untuk jaring 240; 300; 360 meter. Nilai produktivitas trammel net diperairan Sayung masih dibawah ketentuan (KEPMEN-KP nomer 61/2014), sehingga perlu adanya peningkatan produktivitas.
Co-Authors - Asriyanto - Perdiana - Pramonowibowo - Sardiyatmo Abdul Kharis Abdul Kohar Mudzakir Abdul Rosyid Abdulaziz, Muhammad Humam Adefryan Kharisma Yuniarta Adhikoro Tidar Putra Aditya Widyawati Adiyanto, Fajar Ahmad Niam Akir Ari Purwanto Amron Amron, Amron Anakotta, Anthoinette Rosaline Fransisca Anhar Muslim Ani Suryanti Aninditia Sabdaningsih Anis Syahfitri Rilia Giamurti, Anis Syahfitri Rilia Ardhana Nadyasari Arianto, Richard Maco Arif Ahmadi, Afif Rahman Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Azis Nur Bambang Bambang Argo Wibowo Baroqi, A. Riza Bogi Budi Jayanto Bogi Budi Jayanto Bogi Budi Jayanto Candra Pradhika Mulya Kusuma Daryadi Widiatmoko, Daryadi Desca E Dewi Dewi, Anggun Aspazia Dian Ayunita NND Dian Wijayanto Dwi Ispahdianto, Dwi Dwi Puji Hariyanto Khasanan, Dwi Puji Hariyanto Dwi Yoga Gautama Esalistya Nuring Kirana, Esalistya Nuring Fahresa Nugraheni Supadminingsih Fahresa Nugraheni Supadminingsih, Fahresa Nugraheni Faik Kurohman Fauziah, Asa Nur Feldi Mahendra Ferry Sandria Firdaus, Muhammad Wahyu Galih Suryo Muktiono Ganang Dwi Prasetyo Hanefa Elola Iporenu Hanifa, Irfan Hanityo Adi Nugroho Hartoyo Hartoyo Hasanah, Mauidzatul Hendrik Anggi Setiyawan Hendrik Ari Kristiawan Heri Sutanto Herry Boesono Herry Boesono Ihtisyamul Firdaus Imam Triarso Indradi Setiyanto Intan Aldita Iqbal A. Husni Irsyad, Hadiman Ismail Ismail Isna Nadhifa Izza Anshory Junaidi, Teuku Juzmi, Aldilla Nurul Kristina Endah Purna Wismaningrum Kukuh E. Prihantoko Kukuh Eko Prihantoko Kusuma, Alief Putri Laksono Trisnantoro Lana Izzul Azkia, Lana Izzul Lukman Guam Hakim Luthfian Nurdiansyah, Luthfian M. Khanif Makhshun Chanafi M. Rehatta, Beatrix Martiana Neilirrohmah Meliza Rahmawati Miftahurrohman Miftahurrohman, Miftahurrohman Muhammad Sapta Dian Jaya Nadia Adlina Nadia Elis Febrita Novalida Nurdyane Nugraha Permana, Nugraha Nurcahyati, Nurcahyati Nusa Putra, Wisnu Galuh Pamuntjak, Ivandeni Ronny Kurniawan Paris Siswoko Prakosa, Eka Firdaus Pramitrasari, Sulistyani Dyah Pramono Wibowo Pramonowibowo Pramonowibowo Pramonowibowo Pramonowibowo Prasetya, Pendhina Dinda Prihantoko, Kukuh Eko Pujiono Wahyu Purnomo qolbiah, zaenab mutmainatul Rizqi Laili Catur Putri Sardiyatmo Sardiyatmo Sembiring, Wirani Setyanto, Indradi Sinta Andriyani Sugeng Hartono Syahasta Dwinanta Gautama, Syahasta Dwinanta Syamsul Arifin Taufik Yulianto Tegar Perkasa, Tegar Timur, Putra Satria Trisnani Dwi Hapsari Tunjung Budi Setyasmoko, Tunjung Budi Ulinnuha, Layali Alya Ummaiyah, Chahyawati Vatharany Liana Putri Widjaya Saputra, Suradi Widyaningrum, Vira Oktaviani YS Darmanto Zakaria, Rizal Zulie Hantardi