Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Hubungan Panjang Tubuh (Body Length) Dengan Ketajaman Organ Penglihatan, Pada Ikan Selar (Seiar crumenophthalmus) Aristi Dian Purnama Fitri
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 7, No 3 (2002): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.679 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.7.3.139-146

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara panjang tubuh (body length/BL) dengan ketajaman penglihatan pada ikan Selar (Selar crumenophthalmus). Sebanyak lima ekor ikan Selar dengan ukuran panjang tubuh 160-220 mm BL dianalisis menggunakan prosedur histologi retina mata untuk mendapatkan jumlah kepadatan sel kon tertinggi sebagai dasar penentuan ketajaman penglihatan. Nilai kepadatan sel kon tertinggi adalah 243 sel/0,01 mm2 untuk ukuran panjang tubuh 160 mm dan 111 sel/ 0,01 mm2 untuk ukuran panjang tubuh 220 mm. Sedangkan nilai ketajaman penglihatan untuk ikan Selar berukuran 160 mm sebesar 0,09 dan 0.10 untuk ikan berukuran panjang tubuh 220 mm. Hal itu berarti semakin panjang ukuran tubuh ikan Selar maka akan semakin meningkat ketajaman penglihatannya.Kata Kunci: Ikan Selar (Selar crumenophthalmus); panjang tubuh; kepadatan sel kon; ketajaman penglihatan  Objective of the study is to investigate the correlation between body length and visual acuity of Bigeye fishes (Selar crumenophthalmus). Five S. crumenophthalmus of 160-220 mm body length was analyzed by using histological examination of their retinas to obtain highest density of cone cells as based on visual acuity. The maximum cone densities of 243 cells/0.01 mm2 for the fish of 160 mm body length and 111 cells/0.01 mm2 for the fish of 220 mm body length. The visual acuity for each specimens. i.e. 0.09 for fish with 160 mm body length and 0.10 for fish with 220 mm body length. The results suggests that the longer fish body length the stronger their visual acuity.Keywords: Bigeye (Selar crumenophthalmus); body length; cells cone density; visual acuity
Respons Makan Ikan Kerapu Macan (Ephinephelus fuscoguttatus) Terhadap Perbedaan Jenis dan Lama Waktu Perendaman Umpan Aristi Dian Purnama Fitri
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 16, No 3 (2011): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.929 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.16.3.159-164

Abstract

Umpan berfungsi untuk menarik perhatian ikan agar tertangkap. Studi tingkah laku makan ikan merupakan bagian yang paling penting untuk mengetahui efektivitas penggunaan umpan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui responss makan ikan kerapu macan (Ephinephelus fuscoguttatus) dengan perbedaan jenis dan lama  perendaman  umpan.  Penelitian  dilakukan  dengan  metode  eksperimen  laboratorium.  Umpan  yang digunakan adalah udang krosok (Metapenaeus elegans) dan ikan rucah (Sardinella gibbosa).  Data penelitian meliputi waktu respons makan ikan terhadap umpan dengan lama perendaman 1, 7 dan 12 jam. Data dianalisis menggunakan uji-t. Kandungan kimia umpan (proximat dan asam amino) dianalisis berdasarkan lama waktu perendaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons makan E. fuscoguttatus terhadap umpan udang krosok dan ikan rucah tidak berbeda (P>0,05). Respons makan E. fuscoguttatus terhadap perbedaan kondisi waktu perendaman umpan udang krosok dan ikan rucah  selama 1 jam dan 7 jam berbeda (P<0,05). Lama waktu perendaman umpan 12 jam tidak berbeda (P>0,05). Semakin lama waktu perendaman umpan (hingga 12 jam) terjadi penurunan kandungan asam amino dari masing-masing umpan sehingga berpengaruh terhadap menurunnya respons makan Ephinephelus fuscoguttatus. Kata kunci : Respons makan, Ephinephelus fuscoguttatus, Umpan The bait has a function to attract for fish to be caught. Fish behavior studies of fish meal is the most important to examine the effectiveness of the use of bait. The aims of the researched were to determine response of eating tiger grouper (E. fuscoguttatus) with different types and duration of soaking bait. Research carried out by laboratory experimental methods. Bait used was shrimp (Metapenaeus elegans) and fish (Sardinella gibbosa). The research data includes the response time to eat fish bait with a long immersion, 7 and 12 hours. Data were analyzed using t-test. Chemical content of feed (proximate analysis and amino acids) were analyzed based on the long soaking time. The results showed that eating response E. fuscoguttatus on bait shrimp and fish different (P>0.05). Response eating E. fuscoguttatus to different conditions of time soaking bait shrimp and fish for 1 hour and 7 hours different (P<0.05). Soaking time for bait 12 hours is not different (P>0.05) compared to long soaking 1 hour and 7 hours. The longer the bait soaking time (up to 12 hours) a decline in amino acid content of each feed and therefore contributes to decreased eating responses E. fuscoguttatus. Key words: Eating response, E. fuscoguttatus, Baits
Tingkah Laku Akustik (Acoustic behaviour) Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) Aristi Dian Purnama Fitri; Asriyanto Asriyanto; Heri Sutanto
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 14, No 3 (2009): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.822 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.14.3.160-163

Abstract

Kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) memproduksi suara selama melakukan berbagai aktivitas termasuk pada saat makan. Penelitian lebih mendalam untuk mengetahui apakah E. fuscoguttatus dapat merespons frekuensi suara disekelilingnya, belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian adalah mengetahui karakteristik frekuensi suara E. fuscoguttatus dan mengetahui pola tingkah lakunya ketika mendeteksi sumber suara. Metode penelitian adalah eksperimental laboratories, dengan tahapan penelitian adalah mengetahui frekuensi dan intensitas suara E. fuscoguttatus saat makan, serta mengetahui pola tingkah laku E. fuscoguttatus saat adanya sumber suara. Acoustic behaviour  yang dihasilkan E. fuscoguttatus ketika makan adalah berkisar 16-32 Hz (58,9 dB) pada ratarata panjang total tubuh 100 mm dan berkisar 16-128 Hz (55,8 dB) dengan rata-rata panjang total tubuh 250 mm. Tidak adanya gelembung renang dan garis gurat sisi yang tidak terlihat jelas, menyebabkan E. fuscoguttatus tidak merespons sumber suara yang diberikan (sebagai atraktor) skala laboratorium. Kata kunci : Kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus), Acoustic behaviour    Grouper (Epinephelus fuscoguttatus) produced sound when conducting some activities including feeding. The objective of research was to determine the sound frequency characteristic of E. fuscoguttatus and to investigate known the behavior pattern when the fish detects source of sound. The method of research was experiment laboratories, with research step was known frequency and intensity of sound E. fuscoguttatus when feeding activity, and known behavior pattern E. fuscoguttatus when detecting of source of sound.  Acoustic behaviour  E. fuscoguttatus when feeding was range from 16-32 Hz (58.9 dB) at average on 100 mm TL and range from  16-128 Hz (55.8 dB) with average on 250 mm. E. fuscoguttatus didn’t had swim bladder and linea lateralis not distinct, caused E. fuscoguttatus didn’t response with  source sound (as attractor) in a  laboratory scale. Key words : Epinephelus fuscoguttatus, Acoustic behavior
PEMANFAATAN UMPAN ALTERNATIF LIMBAH KEPALA UDANG DAN WAKTU IMMERSING BUBU LIPAT TERHADAP HASIL TANGKPAAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI PERAIRAN KARIMUNJAWA KABUPATEN JEPARA (Utilization of Alternative Shrimp Head Waste Feed and Immersing Time of Pot on the Catch of Swimming Crab (Portunus Pelagicus) in Karimunjawa Waters of Jepara District) Martiana Neilirrohmah; Aristi Dian Purnama Fitri; Sardiyatmo Sardiyatmo
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 14, No 2 (2019): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.767 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.14.2.91-95

Abstract

Bubu lipat adalah alat tangkap yang digunakan untuk menangkap rajungan di Perairan Karimunjawa. Umpan yang biasa digunakan yaitu ikan segar (Damselfish), namun memiliki kendala sehingga peneliti memberikan solusi menggunakan umpan limbah kepala udang (Paneus merguensis) karena murah, bisa didapat dari limbah rumah tangga, serta mengandung protein yang dapat merangsang indera penciuman Rajungan (Portunus pelagicus). Tujuan penelitian adalah menganalisis hasil tangkapan Rajungan (Portunus pelagicus) dengan bubu lipat umpan limbah kepala udang (Penaeus merguensis) dan umpan ikan segar (Damselfish), serta perbedaan waktu immersing (6 jam dan 12 jam). Metode penelitian yang digunakan adalah experimental fishing dengan 8 kali pengulangan. Penelitian dilakukan di Perairan Karimunjawa, Kabupaten Jepara pada bulan Februari 2018. Analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t. Hasil tangkapan Rajungan (Portunus pelagicus) dengan umpan limbah kepala udang lebih sedikit dibandingkan dengan umpan ikan segar (Sig. 0,538). Hasil tangkapan Rajungan (Portunus pelagicus) pada waktu immersing 6 jam lebih banyak dibandingan waktu immersing 12 jam (Sig. 0,512). Tidak terdapat interaksi antara umpan dan waktu immersing terhadap hasil tangkapan Rajungan (Portunus pelagicus) pada penangkapan bubu lipat di Karimunjawa. Trap is one of the fishing gear used to catch a swimming crabs in Karimunjawa. Usually the bait is used fresh baits (Damselfish), but have constraints so the researcher giving a solution to use shrimp head waste (Penaeus merguensis) because cheap, can get from household waste, and contains protein that can stimulate the sense of swimming crabs’s smell. The research purposes to analyze the ratio of the catches between pot using shrimp head waste (Penaeus merguensis) with fresh baits (Damselfish) and immersing time difference (6 hours and 12 hours). The research method used in this study was the experimental fishing with 8 times repetition. The research held at Karimunjawa waters of Jepara District on February 2018. The data analysis used were the normality test, the homogenity test and t-test. The resulted of swimming crabs on the pot with shrimp head waste is less more than fresh baits (Sig. 0,538) . The resulted of swimming crabs on pot with 6 hours of immersing time is in the largest number of catch (Sig. 0,512). Fresh fish baits and shrimp head waste feed and immersing time between 6 hours and 12 hours no interaction the catch of swimming crabs in Karimunjawa 
ANALISIS EKONOMI ALAT TANGKAP FYKE NET MODIFIKASI (STUDI KASUS DI PERAIRAN REMBANG, JAWA TENGAH) Economic Analysis Fyke Net Modification (Case Study in Rembang Waters, Central Java) Aristi Dian Purnama Fitri; Asriyanto Asriyanto; Pramonowibowo Pramonowibowo
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 11, No 1 (2015): JURNAL SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3129.127 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.11.1.1-6

Abstract

ABSTRAK Fyke net merupakan alat penangkapan statis yang dioperasikan di sekitar pantai. Modifikasi Fyke net dengan sudut kemiringan sayap 45 derajat dan penambahan penaju, bertujuan untuk meningkatkan efektivitas penangkapan. Tujuan dilaksanakannya penelitian adalah untuk menganalisis perbedaan hasil tangkapan, menganalisis aspek ekonomi (Pendapatan, Biaya, Keuntungan dan R/C  Ratio) dari modifikasi Fyke net. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experimental fishing. Metode analisis yang digunakan adalah analisis Anova dan analisis ekonomi. Dari hasil penelitian diketahui bahwa hasil tangkapan usaha penangkapan modifikasi Fyke net berpenaju lebih besar (10.122 kg)  dibandingkan dengan hasil tangkapan Fyke net kontrol (2.560 kg) dan modifikasi Fyke net dengan sudut kemiringan sayap 75 derajat (1.735 kg). Nilai pendapatan modifikasi Fyke net berpenaju lebih banyak dibandingkan pendapatan dari Fyke net (kontrol) dan modifikasi Fyke net tanpa penaju. Nilai R/C ratio dari kedua jenis modifikasi alat tersebut lebih dari 1 sehingga efisien untuk terus dijalankan.   Kata kunci : Analisis ekonomi; Modifikasi Fyke net; Perairan Rembang   ABSTRACT  Fyke net is static fishing gear which is operated around the coastal area. Modifications Fyke net with a slope angle of 45 degrees and additional wings and leader, aims to improve the effectiveness of the arrest. The objective of the study was to analyze differences in the catch, analyze the economic aspects (Revenues, Expenses, Gains and R/C Ratio) of modification Fyke net. The method used in this study is the experimental fishing. The analytical method used was ANOVA analysis and economic analysis. The survey results revealed that the catches of fishing effort modifications leader greater Fyke net (10122 kg) compared to control catches Fyke net (2560 kg) and modified Fyke net with wing tilt angle of 75 degrees (1735 kg). Fyke net income value modification leader more than Fyke net income of (control) and modifications without leader. R/C ratio of the two types of modification of the tool more than score 1 (one) so efficiently to continue to run.  Keywords : Economic analysis, Fyke net modification, Rembang water 
EFISIENSI TEKNIS DAN SELEKTIVITAS ALAT TANGKAP JARING INSANG (GILLNET) TERHADAP KOMPOSISI HASILTANGKAPAN DI PERAIRAN SEMARANG (Technical Efficiency and Selectivity of Fishing Gear Gillnet to Composition of Fish Capture in Semarang Water) Vatharany Liana Putri; Faik Kurohman; Aristi Dian Purnama Fitri
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 13, No 2 (2018): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.129 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.13.2.126-132

Abstract

Pengoperasian Gill Net  akan berpengaruh terhadap stok sumberdaya ikan apabila tidak diatur dengan baik. Strategi manajemen sumberdaya ikan diperlukan agar optimalisasi hasil tangkapan dan kelestarian sumberdaya ikan tetap terjaga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai efisiensi teknis dan nilai selektivitas alat tangkap Jaring Insang (Gill Net ) terhadap komposisi hasil tangkapan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif bersifat studi kasus. Lokasi penelitian  di perairan Semarang. Obyek pengamatan adalah Gill Net .  Analisis data yang digunakan adalah uji Independent T-Test. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa alat tangkap Gill Net  terdapat dua mesh size yaitu 1,4 inci dan 3,5 inci. Total hasil tangkapan Gill Net  dengan mesh size 1,4 inci sebesar 38.350 kg sedangkan Gill Net  dengan ukuran 3,5 inci sebesar 15.220 kg. Nilai efisiensi yang terdapat pada mesh size 1,4 inci adalah 30 sedangkan, mesh size 3,5 inci memperoleh poin sebesar 20. Berdasarkan pengolahan uji Independent T-test bahwa terdapat pengaruh signifikan antara komposisi hasil tangkapan Gill Net  terhadap mesh size 1,4 inci dan 3,5 inci. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah status alat tangkap Gill Net  dengan mesh size 1,4 inci lebih efisien daripada mesh size 3,5 inci. The way to operation the Gill Net  will affect the stock of fish resources if not properly regulated. Strategy to manage the fish resources is needed to optimize amount of catch and create the sustainable fish resources. The aim of research was to analyze level of technical efficiency and selectivity Gillnets to the composition of the catches. The research method used case study on technical efficiency Gillnets in Semarang’s waters. The results of the research, Gillnets have two mesh size, 1.4 inch and 3.5 inch. Total catch of Gillnets with mesh size 1.4 inch was 38.350 kg while Gillnets catch with mesh size 3.5 inch was 15.220 kg. Based on independence T-test that there was significant influence between the composition of Gillnets catches to mesh size 1.4 inch and 3,5 inch. efficiency point with mesh size 1,4 inch was 30, whereas mesh size 3,5 inch obtained 20 point. The conclusion from this research is stat us of fishing gear Gillnets with mesh size 1,4 inch more efficient than mesh size 3,5 inch.
PENGARUH ELECTRO SHIELD SYSTEM (EES) PADA BOTTOM SET GILL NET TERHADAP HASIL TANGKAPAN ELASMOBRANCHII DI PERAIRAN TANJUNG PANDAN, KEPULAUAN BANGKA BELITUNG Aristi Dian Purnama Fitri; Herry Boesono; Kukuh Eko Prihantoko; Dwi Yoga Gautama; Desca E Dewi; Fajar Adiyanto
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 15, No 1 (2019): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.16 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.15.1.26-31

Abstract

Electro Shield System  (ESS) adalah suatu perangkat elektronik sebagai alat bantu untuk mencegah tertangkapnya biota lasmobranchii yang umumnya sebagai bycatch pada saat operasi penangkapan bottom set gill net. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh frekuensi ESS (Electro Shield System) sebesar 55 Hz dan 100 Hz selama operasi penangkapan pada jaring insang dasar (bottom set Gill net) terhadap biota elasmobranch. Metode penelitian adalah eksperimental fishing, dilakukan di perairan Tanjung Pandan, Bangka. Kepulauan Belitung di Indonesia dari bulan Maret hingga Mei, 2017. Variabel perlakuan adalah operasi penangkapan bottom set gill net yang dipasang alat ESS frekuensi ESS 55 Hz dan 100 Hz dibandingkan dengan bottom set gill net tanpa dipasang ESS (kontrol) untuk mengetahui hasil tangkapan elasmobranchii. Tangkapan Elasmobranch pada bottom set Gill net dengan ESS 55 Hz lebih rendah jumlahnya (5,26%) dibandingkan dengan tangkapan dengan ESS 100 Hz (6,21%) dan tanpa ESS (7,08%). Analisis statistik ANOVA (tanda 0,05) menunjukkan perbedaan yang signifikan antara bottom set gill net dengan dan tanpa ESS 55 Hz dan 100 Hz. Hal ini menunjukkan bahwa ESS dengan frekuensi 55 Hz dapat dideteksi oleh biota elasmobranch dalam organ ampullae lorenzini, sehingga tidak terperangkap pada bottom set Gill net.Electro Shield System  (ESS) was an electronic device as a tool to prevent the capture of common lasmobranchii biota as a by-catch during a bottom set gill net capture operation.The aim of research was analysed the effect of ESS (Electro Shield System ) frequency of 55 Hz and 100 Hz during the capture operation on bottom set Gill net against elasmobranch biota. The research method was an experimental fishing, conducted in the Tanjung Pandan waters of the Bangka. Belitung Islands in Indonesia from March to May, 2017. The treatment variable was the bottom set gill net capture operation that is installed ESS 55 Hz and 100 Hz frequency compared to without ESS (control) to find out the elasmobranch catch. Elasmobranch catches on set bottom set Gill nets with ESS 55 Hz were lower (5.26%) compared to catches with 100 Hz (7.08%) and without ESS (7.08 %). Statistical analysis of ANOVA (sign 0.05) shows a significant difference between bottom set Gill nets with and without ESS 55 Hz and 100 Hz. This indicates that an Electro Shield System  with a frequency of 55 Hz can be detected by elasmobranch biota in the organs of ampullae lorenzini, so as not to be caught on the bottom set Gill net.
POLA GERAKAN STADIA UMUR KEPITING BAKAU (Scylla serrata) DALAM MERESPON MAKANAN YANG BERBEDA (SKALA LABORATORIUM) The Model Movement of Mud Crab’s Life Stage (Scylla serrata) in Responds to Different Food (Laboratory Scale) Fahresa Nugraheni Supadminingsih; Aristi Dian Purnama Fitri; Asriyanto Asriyanto
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 12, No 1 (2016): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.481 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.12.1.1-6

Abstract

 Kepiting bakau merupakan salah satu jenis crustacea yang daur hidupnya memiliki beberapa tahapan tingkatan umur berdasarkan lebar karapas. Habitat kepiting bakau terdapat di perairan estuari hingga laut dengan kebiasaan hidup yang berbeda, terutama dalam mencari makanan dan habitat tiap stadia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola tingkah laku kepiting bakau pada stadia umur yang berbeda terhadap makanan. Materi penelitian adalah  kelompok umur kepiting muda (lebar karapas 8 cm) dan dewasa (lebar karapas 11 cm) serta jenis makanan berupa makanan kepala ayam, ikan petek dan keong mas yang ketiganya dalam keadaan segar. Metode penelitian menggunakan eksperimen skala laboratorium dengan 2 variabel umur dan makanan dengan 6 perlakuan secara deskriptif. Hasil penelitian mengindikasikan terdapat 2 pola gerakan pola tingkah laku dimana kepiting dewasa memberikan respon langsung, sedangkan kepiting muda menunjukkan respon tidak langsung terhadap makanan.  The Mud Crab’s  is one of crustaceans species that their life circle have some stage based on carapas length. The Mud crab’s live in differences behavior between  estuarine trought deep sea, mostly in the feeding behavior in the different life stage. The purpose of this study is to know the model movement between life stage factor towards food factor. The materials used  in this research are sub-adult (carapace width 8 cm) and adult (carapce 11 cm) mud crab and the types of  fresh food in the form of chicken’s head, leiognathus fish, and golden snail. The methods used in this reasearch are  experimental laboratory  with two variables: the types of bait and life stage with six treatments. The result shows that the adult crab’s  movement give the direct responses, but the subadult crab give  the indirect responses to the food. 
THE EFFECT OF DIFFERENCES IN ARTIFICIAL BAIT COLOR AND SOAKING TIME IN HAND-LINE FISHING GEAR ON TUNAS (E. afinnis) IN SENDANG BIRU WATERS, MALANG, INDONESIA Nadia Elis Febrita; Aristi Dian Purnama Fitri; Kukuh Eko Prihantoko
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 17, No 3 (2021): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.17.3.%p

Abstract

Hand-line fishing gear is traditionally used by fishermen in Sendang Biru, Malang, Indonesia to catch Euthynnus affinis. Therefore, this study aims to analyze the color differences of the artificial bait and soak time of E. afinnis's catch. The study was conducted in the waters of Sendang Biru, Malang, Indonesia from July to August 2019, with the experimental fishing method by comparing the artificial bait color variables (white, red, blue, and gray) and soaking time (2 and 20 minutes). The results showed that the artificial red bait color gave the most catches and was affected by the soaking time (with a significant level of 0.05).
ANALISIS ALAT PENANGKAP IKAN BERBASIS CODE OF CONDUCT FOR RESPONSIBLE FISHERIES (CCRF) DI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) TAWANG, KENDAL (Analysis of Fishing Gears Based on Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) at Tawang Fish Auction, Kendal) Ihtisyamul Firdaus; Aristi Dian Purnama Fitri; Sardiyatmo Sardiyatmo; Faik Kurohman
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 13, No 1 (2017): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.813 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.13.1.65-74

Abstract

 Pengelolaan sumberdaya ikan sangat erat kaitannya dengan pengelolaan operasi penangkapan ikan dan sasaran penangkapan ikan yang dilakukan. Perkembangan kegiatan penangkapan ikan di dunia terus meningkat dan telah menunjukkan gejala overfishing salah satunya di perairan TPI Tawang. Alat penangkap ikan yang ada di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tawang adalah alat tangkap pasif (gill net, trammel net, dan trap) dan aktif (purse seine waring, mini trawl dan boat seine). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis unit penangkapan yang sesuai dengan Code of Conduct Responsible for Fisheries (CCRF) di TPI Tawang, Kendal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik sampling quota sampling, pada bulan Maret-April 2017. Rentang nilai 4 kategori alat tangkap ramah lingkungan, yaitu nilai 1 – 9 diaktegorikan sangat tidak ramah lingkungan, nilai 10 – 18 dikategorikan tidak ramah lingkungan, nilai 19 – 27 dikategorikan ramah lingkungan, dan nilai 28 – 36 dikategorikan sangat ramah lingkungan. Hasil yang dipereroleh dari penelitian ini yaitu alat tangkap yang masuk kategori sangat ramah lingkungan di TPI Tawang adalah gill net, trammel net dan trap dengan masing-masing nilai 32,8; 32,4 dan 34,1 sedangkan boat seine dan purse seine waring termasuk alat tangkap ramah lingkungan dengan masing-masing nilai 25,1 dan 22,9. Alat tangkap mini trawl termasuk alat tangkap yang tidak ramah lingkungan dengan nilai 15,3.  The management of fish resources is closely related to manage of fishing operations and fishing targets. According to WWF (2013), the development of world fishing activities continues to increase and has shown overfishing one of them in Tawang Fishing Auction Place. Fishing equipment in Tawang Fishing Auction House is Gill net, Trammel net, Purse Seine type Waring, Trap, Small Bottom Trawl and Boat Seine. The fishing gear has 2 kinds of the operation that was passive and active catching tool. The purpose of this study is to analyze fishing gear unit according to the Code of Conduct Responsible fisheries in Tawang Fishing Auction House, Kendal. The method used in this research is descriptive method with quota sampling technique, in March-April 2017. Data collection is done by interview to fisherman and direct observation in the field. Range of values of 4 categories of environmentally friendly gear tools as follows: 1- 9 were not very environmentally friendly, 10 - 18 is not environmentally friendly, 19 - 27 environmentally friendly, 28 - 36 is very environmentally friendly. The results obtained from this research are fishing gear that is categorized as very environmentally friendly in Tawang Fishing Auction House is Gill net, Trammel net and Trap with each score 32.8; 32.4 and 34.1 while Boat Seine and Purse Seine type Waring are environmentally friendly fishing gear with each score 25.1 and 22.9. Meanwhile, Mini Trawl including fishing gear that not environmentally friendly with score 15.3.  
Co-Authors - Asriyanto - Perdiana - Pramonowibowo - Sardiyatmo Abdul Kharis Abdul Kohar Mudzakir Abdul Rosyid Abdulaziz, Muhammad Humam Adefryan Kharisma Yuniarta Adhikoro Tidar Putra Aditya Widyawati Adiyanto, Fajar Ahmad Niam Akir Ari Purwanto Amron Amron, Amron Anakotta, Anthoinette Rosaline Fransisca Anhar Muslim Ani Suryanti Aninditia Sabdaningsih Anis Syahfitri Rilia Giamurti, Anis Syahfitri Rilia Ardhana Nadyasari Arianto, Richard Maco Arif Ahmadi, Afif Rahman Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Azis Nur Bambang Bambang Argo Wibowo Baroqi, A. Riza Bogi Budi Jayanto Bogi Budi Jayanto Bogi Budi Jayanto Candra Pradhika Mulya Kusuma Daryadi Widiatmoko, Daryadi Desca E Dewi Dewi, Anggun Aspazia Dian Ayunita NND Dian Wijayanto Dwi Ispahdianto, Dwi Dwi Puji Hariyanto Khasanan, Dwi Puji Hariyanto Dwi Yoga Gautama Esalistya Nuring Kirana, Esalistya Nuring Fahresa Nugraheni Supadminingsih Fahresa Nugraheni Supadminingsih, Fahresa Nugraheni Faik Kurohman Fauziah, Asa Nur Feldi Mahendra Ferry Sandria Firdaus, Muhammad Wahyu Galih Suryo Muktiono Ganang Dwi Prasetyo Hanefa Elola Iporenu Hanifa, Irfan Hanityo Adi Nugroho Hartoyo Hartoyo Hasanah, Mauidzatul Hendrik Anggi Setiyawan Hendrik Ari Kristiawan Heri Sutanto Herry Boesono Herry Boesono Ihtisyamul Firdaus Imam Triarso Indradi Setiyanto Intan Aldita Iqbal A. Husni Irsyad, Hadiman Ismail Ismail Isna Nadhifa Izza Anshory Junaidi, Teuku Juzmi, Aldilla Nurul Kristina Endah Purna Wismaningrum Kukuh E. Prihantoko Kukuh Eko Prihantoko Kusuma, Alief Putri Laksono Trisnantoro Lana Izzul Azkia, Lana Izzul Lukman Guam Hakim Luthfian Nurdiansyah, Luthfian M. Khanif Makhshun Chanafi M. Rehatta, Beatrix Martiana Neilirrohmah Meliza Rahmawati Miftahurrohman Miftahurrohman, Miftahurrohman Muhammad Sapta Dian Jaya Nadia Adlina Nadia Elis Febrita Novalida Nurdyane Nugraha Permana, Nugraha Nurcahyati, Nurcahyati Nusa Putra, Wisnu Galuh Pamuntjak, Ivandeni Ronny Kurniawan Paris Siswoko Prakosa, Eka Firdaus Pramitrasari, Sulistyani Dyah Pramono Wibowo Pramonowibowo Pramonowibowo Pramonowibowo Pramonowibowo Prasetya, Pendhina Dinda Prihantoko, Kukuh Eko Pujiono Wahyu Purnomo qolbiah, zaenab mutmainatul Rizqi Laili Catur Putri Sardiyatmo Sardiyatmo Sembiring, Wirani Setyanto, Indradi Sinta Andriyani Sugeng Hartono Syahasta Dwinanta Gautama, Syahasta Dwinanta Syamsul Arifin Taufik Yulianto Tegar Perkasa, Tegar Timur, Putra Satria Trisnani Dwi Hapsari Tunjung Budi Setyasmoko, Tunjung Budi Ulinnuha, Layali Alya Ummaiyah, Chahyawati Vatharany Liana Putri Widjaya Saputra, Suradi Widyaningrum, Vira Oktaviani YS Darmanto Zakaria, Rizal Zulie Hantardi