Claim Missing Document
Check
Articles

MODIFIKASI BUBU (TRAP) BERCELAH PELOLOSAN DALAM UPAYA PENANGKAPAN KEPITING BAKAU (Scylla serrata) RAMAH LINGKUNGAN Aristi Dian Purnama Fitri; Faik Kurohman; Bogi Budi Jayanto; Trisnani Dwi Hapsari; Iqbal A. Husni; Kukuh E. Prihantoko
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 13, No 1 (2017): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1377.342 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.13.1.7-11

Abstract

Peraturan Menteri Kelautan Perikanan RI nomor 1 Tahun 2015 menetapkan ukuran lebar karapas untuk Kepiting Bakau (Scylla serrata) layak tangkap minimal 15 cm. Konstruksi trap yang digunakan untuk menangkap Scylla serrata di perairan Rembang memberikan peluang tertangkapnya stadia juvenille (< 10 cm CW). Trap dengan inovasi celah pelolosan diasumsikan dapat meloloskan Scylla serrata stadia juvenille. Desain celah pelolosan berbentuk segi empat terletak sepanjang bagian sisi bawah trap dengan ukuran tinggi 3 cm, memberikan hasil tangkapan Scylla serrata yang terkecil berukuran lebar karapas rata-rata 8,3 cm dibandingkan tanpa celah pelolosan dengan ukuran terkecil lebar karapas rata-rata 5,3 cm. Tertangkapnya Scylla serrata dengan desain trap bercelah pelolosan < 10 cm CW (stadia juvenille) mengindikasikan bahwa populasi biota tersebut di perairan Rembang berukuran kecil pada saat dilakukannya penelitian pada bulan April sampai dengan Juni 2016. Regulation of the Minister of Marine and Fisheries of the Republic of Indonesia No. 1 / 2015 set the legal size of Mud crab (Scylla serrata) at least 15 cm carapace width. The trap construction used to capture Scylla serrata in Rembang waters provides an opportunity for capturing juvenile stadia (<10 cm carapace width/CW). The innovation of trap with the escape gap is assumed to pass Scylla serrata juvenille stadia. The design escape gap of a rectangular is located along the underside of the trap with a height of 3 cm, giving the smallest Scylla serrata catches the width of an average carapace by 8.3 cm compared with no escape passes with the smallest size of the average carapace width of 5.3 cm. The capture of Scylla serrata with the trap design of a 10 cm CW (juvenile stadia) trap indicates that the biota population in Rembang waters is small in the case of a study in April to June 2016.  
PENGARUH ATRAKTOR CUMI TERHADAP HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP BAGAN TANCAP DI PERAIRAN JEPARA Effect of Squid Atractor for Liftnet Fishing Production at Jepara Seawaters Bogi Budi Jayanto; Herry Boesono; Aristi Dian Purnama Fitri; Asriyanto Asriyanto; Faik Kurohman
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 11, No 2 (2016): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.211 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.11.2.134-139

Abstract

 Alat tangkap Bagan digunakan untuk menangkap ikan phototaxis positif. Lampu sebagai alat bantu pengumpul ikan pada bagan dianggap tidak efektif dan efisien karena membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengumpulkan ikan. Apabila masalah tersebut dibiarkan maka dapat berdampak terhadap peningkatan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) sebagai sumber energi lampu. Penambahan atraktor cumi (fish aggregating device) pada bagan merupakan solusi dalam operasi penangkapan. Tujuan penelitian adalah mengetahui dan menganalisis pengaruh penggunaan atraktor cumi terhadap hasil tangkapan Bagan tancap (lift net) diperairan Jepara. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dengan pengulangan sebanyak 16 kali. Jumlah hasil tangkapan Bagan tancap yang tanpa menggunakan atraktor cumi adalah Cumi (38,55 kg), Ikan Teri (22,55 kg), Kepiting (2,3 kg) dan Udang (2,03 kg). Sedangkan pada Bagan tancap yang menggunakan atraktor cumi hasil tangkapannya adalah Cumi (46,62 kg), Teri (40,82 kg), Kepiting (4,5 kg) dan Udang (1,2 kg). Common fishing gear who uses to catch positive phototaxis fish is Lift Net. The lamp was no longer used as the fish aggregating device for lift net because it was ineffective and inefficient to gathered fish target. If the problem still continued it can increased fuels consumption for lamp attractor. Another fish aggregating device “Squid Attractor” was a solution for lift net operation. The objective of this research was to analyze Squid Attractor's effect of Lift Net catch in Jepara seawaters. The Method used in this research is experimental fishing with 16 repetitions. This research showed Lift Nets catch without  Squid Attractors is less than Lift Nets with Squid Attractor's, there is 38.55 kg of squid, 22.55 kg of anchovies, 2.3 kg of crabs and 2.03 of shrimps. Whereas Lift Net with squid attractor got bigger catch such as 46.62 kg of squid, 40.82 kg of anchovie,s 4.5 kg of crabs and 1.2 kg of shrimps.  
Analysis of The Shark Fisheries Sustainability in Cilacap Regency, Central Java Anhar Muslim; Aristi Dian Purnama Fitri; Pujiono Wahyu Purnomo
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v9i1.7070

Abstract

In terms of supporting sustainable fisheries management for sharks, information is needed so that the goals of sustainable management can be realized. In this case the management covers the ecological, economic, social and technological dimensions. The purpose of this study is to determine the sustainability status of Shark Fish based in Cilacap Regency based on ecological, economic, social and technological dimensions, determining the right strategy in sustainable shark fisheries management based in Cilacap Regency. This research was conducted from March to June 2018 in Cilacap Regency, this study used a survey method. Data collected related to the sustainability aspects of shark commodity fisheries in Cilacap Regency included ecological, technological, economic and social dimensions using questionnaire tools. Analysis for the sustainability of the Shark fisheries in Cilacap Regency The sustainability of shark fisheries in Cilacap Regency uses the Rapid Appraisal for Fisheries (RAPFISH) method. RAPFISH (Rapid Appraisal for Fisheries) was developed by Fisheries Center, University of British Columbia in 1999; Rapid Appraisal for Fisheries (RAPFISH) is a fisheries sustainability assessment method based on a multidimensional scaling approach. The dimensions in RAPFISH concern aspects of sustainability from ecology, economics, technology, social and ethics. Sustainability Status Multidimensional Shark Fisheries is less sustainable with a score of 43.28. The ecological dimension (56.56) and technology (55.51) is quite continuous, the economic dimension is less sustainable (45.63) and social conditions are unsustainable (15.42). The strategy for managing shark fisheries in Cilacap Regency is the W-T (Weakness-Threat) strategy.
Modifikasi Bubu Lipat Dengan Bercelah Pelolosan Kepiting Bakau (Scylla Serata) di Perairan Kabupaten Pemalang Herry Boesono; Aristi Dian Purnama Fitri; Abdul Kharis
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 2, No 3 (2018): Jurnal Perikanan Tangkap, September 2018
Publisher : Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.266 KB)

Abstract

Penambahan celah pelolosan pada bubu lipat dengan tujuan mengetahui selektivitas kepiting bakau (Scylla serrata) berukuran  kecil (juvenile) dapat keluar melalui celah pelolosan. Tujuan dilakukannya penelitian adalah menganalisis nilai selektivitas bubu lipat modifikasi dan nilai efektifitas yang di gunakan terhadap hasil tangkapan kepiting bakau (Scylla seratta) di Desa Mojo Kabupaten Pemalang. Hasil yang di peroleh nilai L 50 mendapatkan nialai yaitu 6,8 sehingga di perkirakan kepiting yang berukuran ≤ 6,8 cm akan lolos dari celah pelolosan berukuran 3cm x 7cm, pada celah pelolosan 4cm x 8cm didapatkan Nilai L 50 dengan nilai yaitu 7,8 sehingga di perkiran kepiting yang berukuran ≤ 7,8 cm dapat meloloskan diri. Kesimpulan penelitian bahwa ada perbedaan secara nyata antara celah pololosan (3cm x 7 cm) dan (4 cm x 8 cm ) di bandingkan bubu standart yang umum digunakan nelayantr di perairan Kabupaten Pemalang.
PENDUGAAN STOK SUMBERDAYA RAJUNGAN DI PERAIRAN TEGAL JAWA TENGAH Hendrik Anggi Setiyawan; Aristi Dian Purnama Fitri
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 2, No 3 (2018): Jurnal Perikanan Tangkap, September 2018
Publisher : Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.676 KB)

Abstract

Dalam rangka pengelolaan sumberdaya rajungan yang berkelanjutan diperlukan adanya suatu informasi mengenai pendugaan stok rajungan di Perairan Tegal. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan lebar-berat, pola pertumbuhan, laju mortalitas, pola rekrutmen dan laju eksploitasi dari sumberdaya rajungan di Perairan Tegal. Metode yang digunakan dalam menduga stok adalah model analitik. Sampel rajungan berjumlah 300 ekor yang berasal dari hasil tangkapan rajungan nelayan bubu lipat dan rajungan yang sudah dijual di pengepul. Hasil yang didapatkan adalah lebar karapas pertama kali tertangkap rajungan di Perairan Tegal adalah sebesar 98 mm. Pola pertumbuhan pada rajungan jantan bersifat allometrik positif, sedangkan pada rajungan betina bersifat allometrik negatif. Perbandingan nisbah kelamin jantan dan betina sebesar 1,24:1. Laju pertumbuhan dan lebar karapas asimptot rajungan jantan lebih besar dibandingkan rajungan betina. Laju mortalitas total sebesar 4,57 dan status eksploitasi masih berada di bawah optimum.
Fisiologi Penglihatan Ikan Selar (Selar crumenophthalmus) dan Aplikasinya dalam Proses Penangkapan Ikan dengan Mini Purse Seine Aristi Dian Purnama Fitri
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.145

Abstract

Research about visual physiology of Bigeye as a group of tropical fish was still limited. The aim of this research was to know visual physiology of Bigeye, and the application in arrest process of fish catch of mini purse seine. Retina of fish samples with the total length of size 205-260 mm were analyzed by histological observation and calculation of formula in order to know visual acuity and maximum sighting distance, and then application process at mini purse seine to know getting away model of appliance coverage catch. Visual acuity of Bigeye ranged from 0.09 to 0.1. The object was net of mini purse seine diameter of 1.90-22.00 mm and maximum sighting distance of 0.39-7.17 m. Get away time of Bigeye were 7.45 sec; 6.45 sec; and 5.70 sec at condition of sustained speed; prolonged speed; and burst speed, respectively. Appliance time of mini purse seine to circle of perfection was 290.82 second.
ANALISIS FINANSIAL USAHA PENANGKAPAN ONE DAY FISHING DENGAN ALAT TANGKAP MULTIGEAR DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TAWANG KABUPATEN KENDAL Purna Wismaningrum, Kristina Endah; Ismail, Ismail; Purnama Fitri, Aristi Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.272 KB)

Abstract

Usaha penangkapan ikan merupakan suatu kegiatan ekonomi yaitu, usaha manusia dalam memanfaatkan sumberdaya hayati perairan atau suatu usaha yang menghasilkan. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis usaha. Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengetahui tingkat keuntungan dan pengembalian investasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek teknis penangkapan multigear yaitu dengan alat tangkap arad dan jaring udang serta melakukan analisis finansial usaha penangkapan multigear dengan menghitung kriteria NPV, IRR, PP dan B/C Ratio. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai Oktober 2012 dengan mengambil lokasi di Pelabuhan Perikanan Pantai Tawang Kabupaten Kendal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat studi kasus dengan jumlah sampel 13 nelayan. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah snowball sampling. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi langsung, wawancara dengan kuisioner, dan pengambilan data sekunder di instansi yang mendukung penelitian. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penerimaan rata-rata per tahun nelayan multigear sebesar Rp 72.925.000,- dengan keuntungan rata-rata per tahun sebesar Rp 20.012.000,-. Analisis finansial rata-rata yang didapatkan adalah nilai NPV sebesar Rp 131.777.643,-, nilai IRR 48%, PP selama 7 tahun 2 bulan 1 hari, dan B/C Ratio sebesar 1,21. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa usaha penangkapan tersebut layak untuk dilakukan.
PENGARUH PERBEDAAN JENIS UMPAN DAN MATA PANCING TERHADAP HASIL TANGKAPAN PADA PANCING COPING (hand line) DI DAERAH BERUMPON PERAIRAN PACITAN, JAWA TIMUR Siswoko, Paris; Wibowo, Pramono; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 2: April, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Production fisheries in the waters of Pacitan increase, recorded in 2008 data about 1692.179 tons and in 2011 increased by 4544.863 tons. Effort to exploitation the fishery resources can do in various ways, catching is one of the efforts in the field of fisheries, whether it's catching in the sea, lakes or rivers. Catching effort requires a fishing gear, one of which is coping (hand line) where used fishing in the waters of Pacitan. Using different of bait and hook expected to give different catches. The purpose of this study was to analyze the effect of the type of imitation bait and natural bait, use a single hook and three hook, as well as to determine whether there is interaction of both factors. The method used is experimental fishing, and data collected in this study is the primary form of data directly from the field objects and documentation, as well as secondary data from production data in relevant institution. Data retrieval was conducted in March-April 2012. From the research data that have been obtained if the results that the use of a single hook and imitation bait most of their catch 138 fish. No interaction of the two treatments.
Analisis Hasil Tangkapan Ikan Kembung (Rastrelliger spp) dengan Perbedaan Mesh Size Gill net di Perairan Rembang Dewi, Anggun Aspazia; Fitri, Aristi Dian Purnama; Jayanto, Bogi Budi
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 7, No 3 (2023): Jurnal Perikanan Tangkap, September 2023
Publisher : Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gill net (jaring insang) merupakan salah satu alat tangkap yang diizinkan dioperasikan berdasaran PERMEN KP No. 71 tahun 2016. Jaring insang umumnya digunakan masyarat nelayan di perairan Rembang, Salah satu target tangkapannya yaitu ikan kembung (Rastrelliger spp). Penelitian mengenai modifikasi alat tangkap gill net sangat diperlukan agar hasil dari pengoperasian alat tangkap tersebut bisa optimal sesuai kematangan gonad yang bisa diketahui dengan panjang total ikan. Panjang total ikan kembung pertama ali matang gonad yaitu 16,4 cm untuk ikan kembung betina dan 14-16 cm untuk ikan kembung jantan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ukuran mesh size serta spesifikasi jaring yang digunakan terhadap hasil tangkapan. Penelitian ini menggunakan 2 (dua) jaring, yaitu jaring mesh size 4 dengan nomor jaring 6 dan jaring mesh size 3 dengan nomor jaring 8. Penelitian dilaksanakan di Desa Pasar Banggi Rembang pada bulan Desember 2019 dengan menggunakan metode experimental fishing dan dilakukan 8 kali percobaan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu regresi linier sederhana serta uji T independent. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa, perbedaan mesh size serta spesifikasi jaring yang digunakan berpengaruh terhadap jumlah hasil tangkapan, jumlah tangkapan tertinggi diperoleh dari jaring yang memiliki mesh size 3 serta nomor jaring 8 yaitu memiliki rata-rata 16 sedangkan mesh size 4 nomor jaring 6 memiliki rata-rata 3. Hal ini dikarenakan mesh size yang digunakan lebih kecil sehingga menyulitan ikan untuk meloloskan diri serta ketebalan dari jaring nomor 8 lebih kuat untuk menahan lolosnya ikan tersebut.
Penilaian Kondisi Tempat Pelelangan Ikan Ditinjau dari Indikator Persyaratan Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan di Pelabuhan Perikanan Pantai Tasik Agung Widyaningrum, Vira Oktaviani; Bambang, Azis Nur; Fitri, Aristi Dian Purnama; Prihantoko, Kukuh Eko
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 7, No 3 (2023): Jurnal Perikanan Tangkap, September 2023
Publisher : Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTPI Tasik Agung merupakan TPI terbesar di Kabupaten Rembang. Dari sisi nilai produksi dan jumlah kapal yang masuk ke pelabuhan. Tingkat kebersihan merupakan faktor penting untuk menjaga kualitas ikan yang didaratkan. Kurang higienisnya TPI karena banyaknya genangan air di area TPI yang berasal dari air hasil tangkapan dan sisa air pembersihan TPI sehingga menimbulkan bau menyengat meskipun sudah dibersihkan menjadi salah satu permasalahan yang mendasar. Pembangunan perikanan dapat berjalan dengan baik apabila Tempat Pelelangan Ikan (TPI) memiliki fasilitas dan sistem kerja yang sesuai dengan peraturan KEPMEN-KP Nomor 52 A Tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian TPI Tasik Agung 1 dan 2 berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 52 A Tahun 2013. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2021, dengan metode penelitian deskriptif analisis. Metode yang digunakan untuk menganalisis kesesuaian TPI adalah analisis skor dengan mengamati kondisi sarana dan prasarana TPI kemudian membandingkannya dengan KEPMEN-KP Nomor 52 A Tahun 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis sarana dan prasarana di TPI Tasik Agung 1 dan 2 dapat dikategorikan kurang sesuai dengan peraturan KEPMEN-KP Nomor 52 A baik dari sisi persyaratan jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan pada bagian proses produksi, pengolahan, hingga distribusi. 
Co-Authors - Asriyanto - Perdiana - Pramonowibowo - Sardiyatmo Abdul Kharis Abdul Kohar Mudzakir Abdul Rosyid Abdulaziz, Muhammad Humam Adefryan Kharisma Yuniarta Adhikoro Tidar Putra Aditya Widyawati Adiyanto, Fajar Ahmad Niam Akir Ari Purwanto Amron Amron, Amron Anakotta, Anthoinette Rosaline Fransisca Anhar Muslim Ani Suryanti Aninditia Sabdaningsih Anis Syahfitri Rilia Giamurti, Anis Syahfitri Rilia Ardhana Nadyasari Arianto, Richard Maco Arif Ahmadi, Afif Rahman Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Azis Nur Bambang Bambang Argo Wibowo Baroqi, A. Riza Bogi Budi Jayanto Bogi Budi Jayanto Bogi Budi Jayanto Candra Pradhika Mulya Kusuma Daryadi Widiatmoko, Daryadi Desca E Dewi Dewi, Anggun Aspazia Dian Ayunita NND Dian Wijayanto Dwi Ispahdianto, Dwi Dwi Puji Hariyanto Khasanan, Dwi Puji Hariyanto Dwi Yoga Gautama Esalistya Nuring Kirana, Esalistya Nuring Fahresa Nugraheni Supadminingsih Fahresa Nugraheni Supadminingsih, Fahresa Nugraheni Faik Kurohman Fauziah, Asa Nur Feldi Mahendra Ferry Sandria Firdaus, Muhammad Wahyu Galih Suryo Muktiono Ganang Dwi Prasetyo Hanefa Elola Iporenu Hanifa, Irfan Hanityo Adi Nugroho Hartoyo Hartoyo Hasanah, Mauidzatul Hendrik Anggi Setiyawan Hendrik Ari Kristiawan Heri Sutanto Herry Boesono Herry Boesono Ihtisyamul Firdaus Imam Triarso Indradi Setiyanto Intan Aldita Iqbal A. Husni Irsyad, Hadiman Ismail Ismail Isna Nadhifa Izza Anshory Junaidi, Teuku Juzmi, Aldilla Nurul Kristina Endah Purna Wismaningrum Kukuh E. Prihantoko Kukuh Eko Prihantoko Kusuma, Alief Putri Laksono Trisnantoro Lana Izzul Azkia, Lana Izzul Lukman Guam Hakim Luthfian Nurdiansyah, Luthfian M. Khanif Makhshun Chanafi M. Rehatta, Beatrix Martiana Neilirrohmah Meliza Rahmawati Miftahurrohman Miftahurrohman, Miftahurrohman Muhammad Sapta Dian Jaya Nadia Adlina Nadia Elis Febrita Novalida Nurdyane Nugraha Permana, Nugraha Nurcahyati, Nurcahyati Nusa Putra, Wisnu Galuh Pamuntjak, Ivandeni Ronny Kurniawan Paris Siswoko Prakosa, Eka Firdaus Pramitrasari, Sulistyani Dyah Pramono Wibowo Pramonowibowo Pramonowibowo Pramonowibowo Pramonowibowo Prasetya, Pendhina Dinda Prihantoko, Kukuh Eko Pujiono Wahyu Purnomo qolbiah, zaenab mutmainatul Rizqi Laili Catur Putri Sardiyatmo Sardiyatmo Sembiring, Wirani Setyanto, Indradi Sinta Andriyani Sugeng Hartono Syahasta Dwinanta Gautama, Syahasta Dwinanta Syamsul Arifin Taufik Yulianto Tegar Perkasa, Tegar Timur, Putra Satria Trisnani Dwi Hapsari Tunjung Budi Setyasmoko, Tunjung Budi Ulinnuha, Layali Alya Ummaiyah, Chahyawati Vatharany Liana Putri Widjaya Saputra, Suradi Widyaningrum, Vira Oktaviani YS Darmanto Zakaria, Rizal Zulie Hantardi