Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PERBEDAAN MESH SIZE DAN WAKTU PENANGKAPAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) PADA JARING INSANG PERMUKAAN (Surface Gill Net) DI WADUK CACABAN KABUPATEN TEGAL Miftahurrohman, Miftahurrohman; Fitri, Aristi Dian Purnama; Jayanto, Bogi Budi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.202 KB)

Abstract

Nelayan di waduk Cacaban menggunakan alat tangkap jaring insang permukaan dalam operasi penangkapannya. Nelayan menggunakan jaring insang dengan ukuran mata jaring dan waktu penangkapan yang berbeda-beda, sehingga belum diketahui ukuran mata jaring dan waktu penangkapan yang efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini, mengetahui pengaruh perbedaan ukuran mata jaring terhadap lingkar tubuh, mengetahui pengaruh perbedaan waktu penangkapan terhadap jumlah hasil tangkapan, serta mengetahui ada tidaknya interaksi perbedaan ukuran mata jaring dan perbedaan waktu penangkapan terhadap jumlah hasil tangkapan. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2016. Metode yang digunakan adalah diskriptif dengan 12 kali pengulangan. Analisis data menggunakan uji ANOVA. Hasil analisa data diperoleh Ftabel < Fhitung (2,88 < 13,045) untuk hubungan lingkar tubuh dengan ukuran mata jaring, hasil tersebut menunjukkan lingkar tubuh berpengaruh terhadap ukuran mata jaring. Hubungan jumlah hasil tangkapan dengan waktu penangkapan diperoleh Ftabel < Fhitung (2,88 < 11,976) menunjukkan perbedaan waktu penangkapan berpengaruh terhadap hasil tangkapan. Pengaruh interaksi ukuran mata jaring dan waktu penangkapan terhadap jumlah hasil tangkapan didapatkan Ftabel < Fhitung (2,88 < 11,976) menunjukkan ada interaksi antara ukuran mata jaring berbeda dengan waktu penangkapan berbeda terhadap hasil tangkapan ikan nila.
ANALISIS TEKNIS DAN EKONOMI ALAT TANGKAP ARAD (GENUINE SMALL TRAWL) DAN ARAD MODIFIKASI (MODIFIED SMALL TRAWL) DI PPP TAWANG KENDAL Widyawati, Aditya; Fitri, Aristi Dian Purnama; Hapsari, Trisnani Dwi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.963 KB)

Abstract

Penggunaan Arad (Small Trawl) di Perairan Indonesia, khususnya di PPP Tawang telah dilarang oleh pemerintah berdasarkan Keppres No. 39 tanggal 1 Juli 1980 karena dianggap tidak ramah lingkungan. Akan tetapi banyak nelayan yang masih menggunakan alat tersebut untuk operasi penangkapan. Penelitian ini dilakukan karena agar Arad dapat dioperasikan di PPP Tawang dan menjadi alat tangkap yang efektif dan efisien baik secara teknis maupun secara ekonomi melalui modifikasi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis aspek teknis; jenis dan berat total hasil tangkapan; serta aspek ekonomi (pendapatan, biaya, keuntungan dan R/C ratio) alat tangkap Arad dan Arad modifikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Metode analisis data, yaitu analisis ekonomi dan analisis uji t. Hasil penelitian berdasarkan aspek teknis, mengindikasikan bahwa alat tangkap Arad dan Arad Modifikasi hampir sama. Perbedaannya  tersebut terletak pada bagian badan jaring dan codend. Umumnya Arad terdapat 5 badan jaring dan mesh size codend 0,75 inchi sedangkan Arad Modifikasi hanya terdiri dari 3 badan jaring dan mesh size codend 1,5 inchi. Berat hasil tangkapan pada Arad lebih banyak dibandingkan dengan Arad modifikasi karena pada Arad modifikasi lebih selektif terhadap ukuran ikan yang tertangkap. Pendapatan dari Arad modifikasi lebih rendah daripada pendapatan dari Arad, tetapi keuntungan yang diperoleh dari pengoperasian Arad Modifikasi lebih tinggi. Hal ini dikarenakan biaya produksi Arad Modifikasi lebih sedikit. Fishing activities using small trawl was prohibited by indonesian government, especially in Tawang, Kendal sea waters base on Keppres No. 39 tanggal 1 Juli 1980 due to selective issue and not envromentaly friendly. But until today fishers still operation this fishing gear for fishing activity. Therefore, this research was conducted as expected Arad can be operated in PPP Tawang effective and efficient both technically and economically for fishing. The purpose of this research were to analyze the technical aspects; catching composition and total weight;  also economic aspects (income, expenses, profit and R/C ratio) for both genuine and modified small trawl. The method used was  descriptive method. Data analysis methods, using economic analysis and t-test analysis for total weight differences between genuine and modified small trawl. The result construction genuine and modified small trawl is almost the same. The differences were in the body and codend. Genuine has 5 bodies and codend mesh size of 0.75 inch while in modified Arad has 3 bodies and codend mesh size of 1.5 inch. The catching composition that were caught was same. For the total weight of the genuine small trawl catching was more than Modified small trawl, because Modified Arad was more selective than genuine; and income at Modified Arad smaller than the income of genuine. But the benefits from the operation of modified small trawl was higher. It’s because the production costs modified small trawl was cheaper.
ANALISIS HASIL TANGKAPAN ARAD MODIFIKASI (MODIFIED SMALL BOTTOM TRAWL) DI PERAIRAN PPP TAWANG KENDAL JAWA TENGAH Mahendra, Feldi; Fitri, Aristi Dian Purnama; Asriyanto, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 1: Januari, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.453 KB)

Abstract

Arad (Small Bottom Trawl) merupakan alat penangkap ikan yang dominan di PPP Tawang, Kendal, Jawa Tengah. Modifikasi arad diperlukan agar arad menjadi alat penangkap ikan yang ramah lingkungan. Tujuan penelitian adalah menganalisis komposisi hasil tangkapan arad modifikasi dan membandingkan dengan arad genuine. Metode yang digunakan adalah experimental fishing yang dilaksanakan pada bulan April 2014 dengan jumlah setting 15 kali pada setiap arad. Komposisi hasil tangkapan dominan yang didapatkan mempunyai jenis spesies yang sama. Hasil tangkapan yaitu Udang Putih (Penaeus merguensis), Udang Ronggeng (Harpiosquilla raphidea), Kepiting (Scylla serrata), Sotong (Sepia oficinalis), Cumi-cumi (Loligo sp), serta jenis-jenis ikan demersal seperti Ikan Tigawaja (Otolithes ruber), Ikan Petek (Leiognathus sp), Ikan Ekor Kuning (Caesio erythrogaster), Ikan Kuniran (Upeneus sulphureus), Ikan Layur (Trichiurus savala). Berat rata-rata hasil tangkapan arad genuine adalah 6500,67  gram dan arad modifikasi adalah 2916,93 gram. Analisis stasistik uji t menunjukkan bahwa berat rata-rata hasil tangkapan arad genuine dan modifikasi berbeda nyata (thit=7,87 > ttabel=2,145). Ukuran panjang total hasil tangkapan dominan arad modifikasi yaitu Udang Putih (Penaeus merguensis) 7,5 – 19 dan Udang Ronggeng (Harpiosquilla raphidea) 6 – 15,5 lebih panjang dibandingkan arad genuine yaitu Udang Putih (Penaeus merguensis) 5 – 19 dan Udang Ronggeng (Harpiosquilla raphidea) 5,5 – 14. Perhitungan efektivitas penangkapan menunjukan arad genuine mempunyai nilai efektivitas 69% lebih besar dibandingkan arad modifikasi 31%.  Small Bottom Trawl was a dominant fishing gear used in Fishery Port Beach, Tawang, Kendal Regency, Central Java. Modification of this gear was needed to make small bottom trawl more enviromentally friendly fishing gear. The aim of the research was to analyzed the total catch of the modified small bottom trawl and compared it with the genuine small bottom trawl. The methods used were experimental methods which held on April 2014 with 15 times total settings on each small bottom trawl. Dominant composition of the catch has the same species. The catch are Penaeus merguensis, Harpiosquilla raphidea, Crab (Scylla serrata), Sepia oficinalis, Squid (Loligo sp), and demersal fish species such as Otolithes ruber, Leiognathus sp, Caesio erythrogaster, Upeneus sulphureus, Trichiurus savala. The total catch weight average of genuine small bottom trawl was 6500,67 gram and modified small bottom trawl was 2916,93 gram. T-test statistics analyzed showed that the average weight of genuine and modified were significantly different (tcount=7,87 > ttable=2,145). The dominant  catches total length of modified small bottom trawl were Penaeus merguensis 7,5 – 19 cm and Harpiosquilla raphidea 6 – 15,5 cm, these total length was longer than the genuine small bottom trawl total catch Penaeus merguensis  5 – 19 and Harpiosquilla raphidea 5,5 – 14 cm. Catch efectivity counts shoowed that genuine small bottom trawl has 69% effectivity rate, higher than the modified small bottom trawl with 31% effectivity rate.
ANALISIS KERAMAHAN LINGKUNGAN BUBU RAJUNGAN MODIFIKASI CELAH PELOLOSAN DI PERAIRAN KABUPATEN REMBANG Ummaiyah, Chahyawati; Fitri, Aristi Dian Purnama; Jayanto, Bogi Budi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 3: Agustus 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.432 KB)

Abstract

Kajian mengenai keramahan lingkungan perlu dilakukan pada semua alat penangkap ikan, agar tercipta alat tangkap yang ramah lingkungan, yaitu alat tangkap yang tidak merusak lingkungan dan sumberdaya ikan, sehingga akan terwujud perikanan tangkap yang berkelanjutan. Tujuan dari penelitian adalah menentukan tingkat keramahan lingkungan alat tangkap bubu modifikasi. Penelitian dilakukan pada bulan November 2016 di Perairan Rembang. Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental fishing dengan penambahan celah pelolosan dengan ukuran P x L yaitu 10 cm x 2 cm pada bubu rajungan A1 (tanpa celah), bubu A2(1 celah pelolosan), dan bubu A3 (2 celah pelolosan)   pada bubu rajungan. Hasil tangkapan rajungan (Portunus pelagicus) 236 ekor (65%), dan hasil tangkapan sampingan Kroyo (Paratelphusa maculata) 40 ekor (11%), Kerapu Macan (Ephinephelu fuscoguttatus) 20 ekor (6%), Keong Macan (Babylonia spirata) 68 ekor (18%). Ukuran rajungan yang telah matang gonad  CW (carapace weigth) 10,56 cm. Berdasarkan proporsi jumlah tangkapan (ekor) dan segi bobot tangkapan bubu A1, A2, dan A3 > 60%, maka dapat dikatakan ramah lingkungan, sedangkan hasil tangkapan sampingan (HTS) bubu ini A1, A2, dan A3 ramah lingkungan karena  > 60%. Berdasarkan data Lm (length at first maturity) rajungan, bubu A1 ramah lingkungan karena persentase jumlah tangkapan Lm > 10 cm, sedangkan bubu A2 dan A3 tidak ramah lingkungan karena Lm < 60%. 
ANALISIS HASIL TANGKAPAN PER UPAYA PENANGKAPAN DAN POLA MUSIM PENANGKAPAN SUMBERDAYA IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus sp.) YANG DIDARATKAN DI PPN BRONDONG, LAMONGAN, JAWA TIMUR Azkia, Lana Izzul; Fitri, Aristi Dian Purnama; Triarso, Imam
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.897 KB)

Abstract

Kakap Merah (Lutjanus sp.) merupakan komoditas ekspor yang memiliki harga rata-rata tertinggi dibandingkan ikan lainnya di PPN Brondong. Penelitian ini bertujuan menganalisis hasil tangkapan per upaya penangkapan sumberdaya Kakap Merah yang didaratkan di PPN Brondong dan menganalisis pola musim penangkapan sumberdaya ikan Kakap Merah yang didaratkan di PPN Brondong. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survey dan deskriptif. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 90 orang responden. Metode analisis data yang digunakan untuk mengetahui hasil tangkapan per upaya penangkapan adalah analisis CPUE dan standarisasi alat tangkap sedangkan untuk mengetahui pola musim penangkapan digunakan metode rata-rata bergerak. Hasil penelitian menunjukkan nilai Hasil tangkapan per upaya penangkapan atau CPUE (Catch Per Unit Effort) sumberdaya Kakap merah yang didaratkan di PPN Brondong tahun  2008-2014 berfluktuasi dan cenderung mengalami penurunan dengan nilai rata-rata CPUE sebesar 3511,40 kg/trip/tahun. Berdasarkan nilai IMP diketahui bahwa musim puncak penangkapan Kakap merah terjadi pada bulan November.   Red snapper (Lutjanus sp.) is export comodity had the highest average price from the other fishes in Brondong Arcipelagic Fishing Port. The purpose of this research to analyze Catch Per Unit Effort of red snapper resources landed in Brondong Archipelagic Fishing Port, Lamongan and analyze fishing season pattern of red snapper resources landed in Brondong Archipelagic Fishing Port, Lamongan. The method in this research was survey and descriptive method. The sampling method was purposive sampling with 90 respondent. Data Analysis to know Catch Per Unit Effort used CPUE analysis and fishing gear standaritation method, while data analysis to know fishing season pattern used moving average method. The result showed that Catch Per Unit Effort of red snapper resources landed in Brondong Archipelagic Fishing Port, Lamongan have fluctuation and inclined to be down. Based on the index was known that the peak fishing season fishing occurs in November.
ANALISIS PENGGUNAAN MESHSIZE 2 INCH PADA ALAT TANGKAP JARING INSANG LAYUR (GILLNET) TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN LAYUR (Trichiurus lepturus) DI PERAIRAN PROBOLINGGO Anshory, Muhammad Fajar Izza; Boesono, Herry; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 4: Oktober, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Probolinggo merupakan daerah yang memiliki potensi perikanan dengan jumlah produksi sebesar 21.950 kg per tahun. Wilayah Probolinggo diuntungkan dengan letaknya yang strategis yaitu di jalur perdagangan Jawa-Bali. Kabupaten Probolinggo memiliki keanekaraman alat tangkap yaitu terdiri dari 14 jenis alat tangkap. Alat tangkap yang dominan yang digunakan yaitu jaring insang (Gillnet). Penelitian ini bertujuan menganalisis ukuran dan cara tertangkapnya pada jaring insang, menganalisis presentase komposisi hasil tangkapan jaring insang, dan menganalisis penggunaan meshsize 2 inch jaring insang terhadap hasil tangkapan ikan layur (Trichiurus lepturus). Metode penelitian yang digunakan ialah metode deskriptif. Data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan mengikuti proses penangkapan sebanyak 10 kali trip, sedangkan data sekunder diperoleh dari Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo. Analisis data meliputi komposisi hasil tangkapan, komposisi ukuran layak tangkap, diversitas hasil tangkapan, dominansi hasil tangkapan, ukuran pertama kali matang gonad dan ukuran pertama kali tertangkap. Peniliaian terhadap penggunaan meshsize dilakukan dengan cara melihat komposisi hasil tangkapan berdasarkan ukuran layak tangkap ikan. Hasil tangkapan alat tangkap jaring insang layur yaitu Layur ( Trichiurus lepturus), Beloso (Saurida tumbil), Kurisi (Nemitarus nematophorus), Bawal (Parastromateus niger), Kembung (Rastrelliger sp.). Diversitas hasil tangkapan yaitu bernilai 1,31 yang berarti keanekaragaman tinggi dan selektivitas alat tangkap rendah. Dominansi hasil tangkapan yaitu 0,3068 yang berarti dominansi tinggi dan selektivitas alat tangkap yang tinggi. Ikan layur (Trichiurus lepturus) sebagai tangkapan utama memiliki nilai Length at first maturity sebesar 64,54 cm sedangkan nilai length of catch yaitu 64,09 cm. Berdasarkan kriteria yang dianalisis maka penggunaan meshsize 2 inch layak digunakan.
ANALISIS KINERJA PENGAWAS PERIKANAN DALAM PENERAPAN MONITORING, CONROLING, AND SURVEILLANCE (STUDI KASUS DI PANGKALAN PSDKP JAKARTA) Yuliana, Anna; Wibowo, Bambang Argo; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 4: Oktober, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beragam kegiatan perikanan di perairan yang luas serta garis pantai yang panjang memerlukan pengawasan yang baik. Agar pengawasan dapat efektif, maka dilakukan penguatan Sistem Pengawasan Terpadu (Integrated Surveillance System/ISS) melalui langkah operasional salah satunya menerapkan Monitoring, Controlling and Surveillace (MCS) secara konsisten. Penelitian ini bertujuan mengetahui kinerja pengawas perikanan atas pelayanan publik yang diberikanan dan merumuskan strategi pengembangannya untuk mengoptimalkan pengawasan sumberdaya kelautan perikanan dalam rangka penerapan sistem monitoring, control and surveillance (MCS) yang dilakukan di Pangkalan PSDKP Jakarta. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yang bersifat studi kasus dengan analisis Customer Sastifaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA) untuk menentukan tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap pelayanan pengawas perikanan dan SWOT untuk strategi pengembangannya. Nilai tingkat kepuasan pengguna jasa berdasarkan CSI dari 44 responden adalah 86,82% terletak pada selang 81% –100% yang berarti pengguna jasa pelayanan publik dikategorikan “sangat puas” dan tingkat kesesuaian mencapai 100%. Analisis untuk strategi pengembangan pengawasan kegiatan perikanan berada pada Kuadran 1 (satu) merekomendasikan UPT Pangkalan PSDKP Jakarta untuk melaksanakan strategi-strategi yang bersifat tumbuh dan membangun (grow and build). Strategi tersebut diantaranya Penguatan kerjasama dan koordinasi dengan lintas institusi penegak hukum di laut melalui langkah operasional, Penguatan kerjasama nasional dan internasional dalam pengawasan IIU Fishing melalui patroli udara (airborne surveilllance), mensinergikan MCS dengan menerapkan sistem informasi yang terintegrasi SIMWASKAN, peningkatan koordinasi penyelesaian penyidikan dan penanganan TPKP dengan Kejaksaan Agung, serta Meningkakan pelayanan publik yang cepat dan akurat.
ANALISIS TEKNIS DAN FINANSIAL USAHA PERIKANAN TANGKAP JARING RAMPUS (BOTTOM GILLNET) DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TAWANG KABUPATEN KENDAL JAWA TENGAH Irsyad, Hadiman; Wijayanto, Dian; Purnama Fitri, Aristi Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 8, No 2: April, 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaring Rampus merupakan salah satu alat penangkapan ikan yang masuk ke dalam golongan gillnet dasar (bottom gillnet). Jumlah alat tangkap Jaring Rampus di PPP Tawang pada tahun 2019 sebanyak 239 unit dan total nelayan yang bekerja di PPP tawang sebanyak 12.712 orang, dengan jumlah produksi ikan sebanyak 879.967 kg pada tahun 2018 dan nilai produksinya sebesar Rp 9.077.100.000,00. Penelitian ini bertujuan mengidenifikasi aspek teknis, finansial dan ekonomi. Penelitian ini dilakukan di PPP Tawang Kabupaten Kendal pada bulan Februari 2019. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan  data skunder, kemudian dianalisis mengunakan analisis finansial dengan beberapa indikator yaitu: keuntungan, NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), R/C (Revenue Cost Ratio), dan PP (Payback Period). Hasil menunjukan rata-rata keuntungan Rp 26.000.000,00/tahun, NPV Rp 38.739.936,00, IRR 62%, R/C rasio 1,50, PP 2,5 (2 tahun 6 bulan). Nilai usaha tersebut melebihi nilai discount factor yang bernilai 17,5% sehingga dapat dikatakan layak untuk diteruskan dan dikembangkan.
Pendugaan Daerah Penangkapan Ikan Tongkol Dengan Teknologi Penginderaan Jauh Berdasarkan Parameter Klorofil-A dan Suhu Permukaan Laut Di Perairan Natuna Fauziah, Asa Nur; Triarso, Imam; Purnama Fitri, Aristi Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 9, No 1: Januari, 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor keberhasilan operasi penangkapan ikan di laut adalah diketahuinya Daerah PenangkapanIkan (DPI). Salah satu alternatif dalam penentuan DPI di laut adalah dengan menggunakan teknologi penginderaanjauh berdasarkan parameter klorofil-a dan SPL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis parameterklorofil-a dan SPL terhadap hasil tangkapan ikan Tongkol, mengetahui dan menganalisis parameter oseanografiklorofil-a dan SPL yang diduga sebagai DPI ikan Tongkol dari data citra satelit Aqua Modis. Metode penelitian yangdigunakan adalah metode deskriptif dengan pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Datapenelitian meliputi klorofil-a, SPL yang diperoleh dari citra satelit serta data SPL insitu, hasil tangkapan, dan koordinattangkapan di 10 stasiun dan data citra satelit Aqua MODIS periode 2015 – 2018, sedangkan data hasil tangkapan ikanTongkol pada periode 2015 – 2018 yang diperoleh dari data sekunder DKP Natuna. Hasil penelitian menunjukkanbahwa sebaran temporal diperoleh hasil nilai klorofil-a tertinggi pada bulan Januari 2019 yaitu 0.28 mg/m3 yangberada di lokasi fishing ground ke 5. Konsentrasi klorofil yang berada di perairan Natuna rata-rata bernilai 0.25 mg/m3,SPL yang berkisar antara 26-30oC, sebaran spasial diperoleh hasil nilai klorofil-a di daerah dekat pantai lebih tinggidi banding dengan perairan lepas pantai berbanding terbalik dengan suhu permukaan laut klorofil-a semakin ke lautlepas dan nilai suhunya semakin dingin. Korelasi antara klorofil-a dan suhu permukaan laut terhadap hasil tangkapanpada tahun 2015-2018 masing-masing sebesar 0,64 dan 0,78 sedangkan pada bulan Januari 2019 sebesar 0,53 dan0.84. Sehingga dapat dikatakan bahwa klorofil dan SPL mempengaruhi hasil tangkapan ikan Tongkol.
Hubungan Ketajaman Penglihatan dan Jarak Pandang Maksimum Penglihatan Pada Ikan Kerapu Lumpur (Ephinephelus tauvina) Aristi Dian Purnama Fitri
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 10, No 1 (2005): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.575 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.10.1.11-16

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara ketajaman penglihatan dan jarak pandangpenglihatan pada ikan kerapu lumpur (Greasy grouper). Sejumlah lima belas ekor ikan kerapu lumpur dengan ukuran panjang total tubuh 140-350 mm TL dianalisis menggunakan prosedur histologi retina mata untuk mendapatkan jumlah kepadatan sel kon tertinggi sebagai dasar penentuan ketajaman penglihatan dan jarak pandang penglihatannya. Nilai kepadatan sel kon tertinggi adalah 404 sel/0,01 mm2 untuk ukuran panjang tubuh 110 mm BL dan 256 sel/0,01 mm2 untuk ukuran panjang tubuh 280 mm BL. Sedangkan nilai ketajaman penglihatan untuk ikan kerapu lumpur berturut-turut adalah 0,089 untuk ukuran panjang tubuh 110 mm BL dan 0,149 untuk panjang tubuh 280 mm BL. Dengan dasar ketajaman penglihatan yang dimiliki, maka diketahui pula jarak pandang maksimum penglihatan sejauh 1,8452 m untuk ukuran panjang tubuh 110 mm BL dan 3,0845 m untuk ukuran tubuh 280 mm BL.Kata kunci: Ikan kerapu lumpur (Epinephelus tauvina), Panjang tubuh, Kepadatan sel kon, Ketajamanpenglihatan, Jarak pandang maksimum.Objective of the study is to investigate relation between visual acuity and maximum sighting distance of Ephinephelus tauvina. Fifteen Ephinephelus tauvina of 140-350 mm total length TL was analyzed by usinghistological examination of their retinas to obtain highest density of cone cells as based on visual acuity and maximum sighting distance.The maximum cone densities were 404 cells/0.01 mm2 for the fish of 110 mm body length BL and 256 cells/0.01 mm2 for the fish of 280 mm body length BL. The visual acuity for each specimens, were 0.09 for fish with 110 mm body length BL and 0.149 for fish with 280 mm body length BL. Visual acuty as determine maximum sighting distance were 1.8452 m for 110 mm body length BL and 3.0845 m for 280 mm body length BL.Key words: Ephinephelus tauvina, Body length, Cells cone density, Visual acuity, Maximum SightingDistance.
Co-Authors - Asriyanto - Perdiana - Pramonowibowo - Sardiyatmo Abdul Kharis Abdul Kohar Mudzakir Abdul Rosyid Abdulaziz, Muhammad Humam Adefryan Kharisma Yuniarta Adhikoro Tidar Putra Aditya Widyawati Adiyanto, Fajar Ahmad Niam Akir Ari Purwanto Amron Amron, Amron Anakotta, Anthoinette Rosaline Fransisca Anhar Muslim Ani Suryanti Aninditia Sabdaningsih Anis Syahfitri Rilia Giamurti, Anis Syahfitri Rilia Ardhana Nadyasari Arianto, Richard Maco Arif Ahmadi, Afif Rahman Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Asriyanto Azis Nur Bambang Bambang Argo Wibowo Baroqi, A. Riza Bogi Budi Jayanto Bogi Budi Jayanto Bogi Budi Jayanto Candra Pradhika Mulya Kusuma Daryadi Widiatmoko, Daryadi Desca E Dewi Dewi, Anggun Aspazia Dian Ayunita NND Dian Wijayanto Dwi Ispahdianto, Dwi Dwi Puji Hariyanto Khasanan, Dwi Puji Hariyanto Dwi Yoga Gautama Esalistya Nuring Kirana, Esalistya Nuring Fahresa Nugraheni Supadminingsih Fahresa Nugraheni Supadminingsih, Fahresa Nugraheni Faik Kurohman Fauziah, Asa Nur Feldi Mahendra Ferry Sandria Firdaus, Muhammad Wahyu Galih Suryo Muktiono Ganang Dwi Prasetyo Hanefa Elola Iporenu Hanifa, Irfan Hanityo Adi Nugroho Hartoyo Hartoyo Hasanah, Mauidzatul Hendrik Anggi Setiyawan Hendrik Ari Kristiawan Heri Sutanto Herry Boesono Herry Boesono Ihtisyamul Firdaus Imam Triarso Indradi Setiyanto Intan Aldita Iqbal A. Husni Irsyad, Hadiman Ismail Ismail Isna Nadhifa Izza Anshory Junaidi, Teuku Juzmi, Aldilla Nurul Kristina Endah Purna Wismaningrum Kukuh E. Prihantoko Kukuh Eko Prihantoko Kusuma, Alief Putri Laksono Trisnantoro Lana Izzul Azkia, Lana Izzul Lukman Guam Hakim Luthfian Nurdiansyah, Luthfian M. Khanif Makhshun Chanafi M. Rehatta, Beatrix Martiana Neilirrohmah Meliza Rahmawati Miftahurrohman Miftahurrohman, Miftahurrohman Muhammad Sapta Dian Jaya Nadia Adlina Nadia Elis Febrita Novalida Nurdyane Nugraha Permana, Nugraha Nurcahyati, Nurcahyati Nusa Putra, Wisnu Galuh Pamuntjak, Ivandeni Ronny Kurniawan Paris Siswoko Prakosa, Eka Firdaus Pramitrasari, Sulistyani Dyah Pramono Wibowo Pramonowibowo Pramonowibowo Pramonowibowo Pramonowibowo Prasetya, Pendhina Dinda Prihantoko, Kukuh Eko Pujiono Wahyu Purnomo qolbiah, zaenab mutmainatul Rizqi Laili Catur Putri Sardiyatmo Sardiyatmo Sembiring, Wirani Setyanto, Indradi Sinta Andriyani Sugeng Hartono Syahasta Dwinanta Gautama, Syahasta Dwinanta Syamsul Arifin Taufik Yulianto Tegar Perkasa, Tegar Timur, Putra Satria Trisnani Dwi Hapsari Tunjung Budi Setyasmoko, Tunjung Budi Ulinnuha, Layali Alya Ummaiyah, Chahyawati Vatharany Liana Putri Widjaya Saputra, Suradi Widyaningrum, Vira Oktaviani YS Darmanto Zakaria, Rizal Zulie Hantardi