Claim Missing Document
Check
Articles

PESAN DAKWAH DALAM TRADISI MAUDU’ LOMPOA DI DESA CIKOANG KECAMATAN MANAGARABOMBANG KABUPATEN TAKALAR Achmad Badawi Alfarezi; M. Ishaq Shamad; Ratika Nengsi; Nur Setiawati; Andi Hasriani
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.7721

Abstract

This study aims to describe the Maudu’ Lompoa celebration process and explore the da’wah messages embedded within it. Conducted in Cikoang Village, Mangarabombang District, Takalar Regency, this research adopts a qualitative method with a phenomenological approach, utilizing interviews, observation, and documentation for data collection, and applying data reduction, presentation, and conclusion techniques for analysis. The findings reveal that the Maudu’ Lompoa tradition carries significant da’wah messages. It emphasizes the reinforcement of tawhid and includes the recitation of a’ratek/azzikkiri’ during the Prophet Muhammad’s birthday commemoration as a reflection of love and reverence toward the Prophet. The celebration reminds the community of the Prophet’s mission, including tawhid, rahmatan lil ‘alamin, and Islamic moral teachings. It also preserves local Islamic traditions by incorporating da’wah into cultural forms such as pamanca’ (martial arts), pakarena decorative elements, and julung-julung boats, symbolizing Islamic propagation blended with local identity—an example of Islamic inculturation that retains its spiritual essence. The tradition fosters strong solidarity and brotherhood among local residents and diaspora, reinforcing ukhuwah Islamiyah and ukhuwah wathaniyah, while also enhancing silaturahmi as a form of da’wah bil hal. Furthermore, Maudu’ Lompoa functions as an educational medium for youth through religious events, competitions, and Maulid recitations that promote the internalization of Islamic values. It also symbolizes the continuity of Islam in local history, with Cikoang recognized as a historical center for Islamic propagation by Sayyid Jalaluddin Al-Aidid, whose teachings are preserved through generations. Thus, Maudu’ Lompoa serves as a comprehensive platform for cultural, spiritual, and educational da’wah.
Strategi Komunikasi Guru Mengaji Dalam Meningkatkan Aklaqul Karimah Santri TKA/TPQ Nurul Amin Sukaria, Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakkkukang, Kota Makassar Muh, Nurwahidin Nasir; M. Akil; Syamsuriah; Nur Setiawati; Martini
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.7809

Abstract

Skripsi ini membahas tentang Strategi Komunikasi Guru Mengaji Dalam Meningakatkan Akhlaqul Karimah santri TKA/TPQ Nurul Amin Sukaria Kelurahan Tamamaung Kecamatan Panakkukang Kota Makassar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah Strategi Komunikasi ini dapat meningkatkan akhlaqul karimah Santri dan Santriwati yang berada di TKA/TPA Nurul amin Sukaria Kelurahan Tamamaung Kecamatan Panakkukang Kota Makassar. Studi Penelitian bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi guru mengaji dalam meningkatkan ahlaqul karimah santri di TKA/TPA Nurul Amin Sukaria dan memahami hambatan yang dihadapi oleh guru mengaji dalam melakukan pembacaan iqro kepada santri dan santriwati di TKA/TPA Nurul Amin Sukaria. Jenis Penelitian Ini Menggunakan Metode deskriptif kualitatif merupakan penelitian yang bersifat gambaran, kata-kata, tidak menekankan pada angka atau memaparkan kondisi objek yang akan diteliti sebagaimana adanya sesuai dengan kondisi yang harus sesuai pada penelitian yang dilakukan. Karena peneliti terjun langsung ke lokasi penelitian untuk mengamati dan memahami Kondisi dan pembinaan santri/santriwati dalam meningkatkan Akhlaqul Karimah Santri TKA/TPQ Nurul Amin Sukaria. Berdasarkan Hasil Peneliti, Maka dapat disumpulkan yaitu bahwa Strategi komunikasi guru mengaji dalam meningkatkan Akhlaqul Karimah Santri/santriwati di TKA/TPQ Nurul Amin Sukaria yaitu: Strategi Komunikasi Bil Lisan dilakuakn dengan cara: membaca Al- Qur’an,pembelajaran dinul islam untuk para santri dan santriwati dan uji hafalan santri, Strategi Komunikasi Bil Kalam Yaitu dengan cara: Menuliskan Al-Qur’an dan materi materi dinul Islam, Strategi Komunikasi Bil Hal dilakukan dengan cara: Berwudhu sebelum shalat ,menunaikan shlat lima waktu dan berdoa sebelum belajar. faktor penghambat guru mengaji dalam menanamkan nilai nilai agama di TKA/TPQ Nurul Amin Sukaria yaitu ada beberapa Aspek yang pertama Aspek internal, yang kedua Aspek Eksternal. Aspek Internal yaitu kurangnya percaya diri, dan semangat belajarnya rendah, ketidak disiplinan santri. Aspek Eksternal yaitu lingkungan kelurga yang kurang humoris, hubungan antar ayah dan ibu, memiliki teman sepermainan yang nakal.
Analisis Hukum Islam Terhadap Tradisi Pembagian Warisan Masyarakat Suku Bajo di Desa Jayabakti Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai Riefki, Ahmad; Baedah, Said Syarifuddin Abu; Setiawati, Nur
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - April 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas analisis hukum Islam terhadap tradisi pembagian warisan masyarakat Suku Bajo di Desa Jayabakti Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tradisi pembagaian warisan masayarakat Suku Bajo di Desa Jayabakti Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai dan Ketentuan Hukum Islam Terhadap Tradisi Pembagian Warisan Suku Bajo Di Desa Jayabakti Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu obervasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tradisi pembagian harta warisan pada masyarakat di Desa Jayabakti, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai dilakukan saat orang tua masih hidup demi keadilan dan menghindari masalah-masalah perebutan harta warisan. Pembagian harta warisan pada masyarakat Suku Bajo di Desa Jayabakti menggunakan sistem pewarisan warisan Bilateral atau parental yaitu sistem pembagian harta warisan melalui garis keturunan bapak dan ibu. Sistem kekerabatan ini memberi bagian pada masing-masing anak laki-laki maupun perempuan untuk memperoleh harta warisan dari orang tuanya, dan anak laki-laki maupun perempuan mendapatkan jumlah yang sama. Kemudian anak yang belum dewasa warisannya ditahan oleh kakak tertuanya untuk diberikan ketika dia sudah dirasa mampu mengurus warisan tersebut.
Pengaruh Media Sosial Terhadap Akhlak Remaja Di Desa Manajeng Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone Afif Ma’ruf; Hj. Nur Setiawati; Syarifa Raehana
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 2 No. 1 (2023): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, September 2023
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v2i1.346

Abstract

Fenomena yang sering terjadi saat ini, masih banyak remaja yang terlalu sibuk bermain media sosial sehingga tanggung jawab mereka terhadap allah dan sesama manusia sangat menurun bahkan hampir tidak ada sama sekali. Remaja di Desa Manajeng banyak yang merokok, menjalin hubungan dengan lawan jenis dan sering berkata-kata dengan menggunakan bahasa yang kasar. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan media sosial bagi remaja di Desa Manajeng Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone dan pengaruh media sosial terhadap akhlak remaja di Desa Manajeng. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Pendekatan deskriptif ini untuk mengeksplorasi atau mengklarifikasi suatu gejala, fenomena atau kenyataan sosial yang ada. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan data  sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi wawancara, dan dokumentasi. Pada penelitian penulis menggunakan teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian kualitatif, yaitu teknik analisis flow chart analysis analisis data mengalir (Miles-Huberman), adapun skemanya, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa langkah yang dilakukan dalam penanggulangan dari penyalahhgunaan media soial oleh remaja yaitu dengan dengan menggunakan komunikasi antar pribadi (Interpersonal)  yaitu orang tua dan anak remaja, dan komunikasi kelompok yaitu tokoh masyarakat dan pemerintah setempat.
Pemanfaatan Media Sosial Instagram Dan Facebook Sebagai Media Komunikasi Dakwah Bagi Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muslim Indonesia Ikawaty,; Nuraeni Abdullah; Nur Setiawati
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 2 No. 2 (2024): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Maret 2024
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v2i2.522

Abstract

Media sosial merupakan salah satu tren berbasis Teknologi Informasi (TI) pada era Information Age atau Digital Era. Penelitian ini bertujuan; (1) Untuk mengetahui sejauh mana pemanfaatan media sosial dalam menyebarkan pesan komunikasi dakwah mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam FAI UMI, (2) Untuk mengetahui apa saja faktor penghambat dala memanfaatkan media sosial. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yakni dengan pendekatan studi kasus. Adapun instrument kunci dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri dengan menggunakan pedoman wawancara, pedoman observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mahasiswa KPI angatan 2020 yang termasuk dalam subyek penelitian menggunakan media sosial yakni Facebook dan Instagram. Dari sampel yang di ambil oleh peneliti, terdapat  10 orang dari 21 orang yang menggunakan media sosial sebagai media penyebaran pesan dakwah pada angatan 2020 jurusan KPI FAI UMI. Selain itu 8 orang lainnya merupakan tipikal orang-orang yang menggunakan media sosial dalam hal umum, baik tentang atifitas pribadi atau gambaran berita firal di sosial media, dan 3 orang tergolong pasif dalam menggunakan media sosial yakni Instagram dan Facebook.
Analisis Isi Pesan Dakwah Buku “Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja” Karya Alvi Syahrin Andi Alifa Khairunnisa Azhari; Hj. Nur Setiawati; Andi Hasriani
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 2 No. 2 (2024): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Maret 2024
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v2i2.546

Abstract

Sejak zaman Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wasallam, buku telah menjadi salah satu media dakwah yang terus eksis dari masa ke masa. Buku yang berisi dakwah semakin mudah dijumpai dengan berbagai macam motivasi dan ajakan untuk memperkenalkan Islam sebagai Agama Rahmatal lil’alamin. Salah satunya adalah buku karya dari Alvi Syahrin, Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja.Pokok permasalahan pada penelitian ini adalah untuk menganalisis apa saja pesan dakwah yang terkandung dalam buku Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja, yang menyajikan dua substansi permasalahan, yaitu: (1) Apa pesan-pesan dakwah Alvi Syahrin dalam buku “Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja”? (2) Apa respon pembaca terhadap pesan dakwah dalam buku “Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja”?. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Analisis isi (content analysis) dengan metode pengumpulan data melalui analisis isi buku, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengelolahan data dilakukan dengan tiga langkah, reduksi data yang diperoleh dari buku sebagai objek penelitian, kemudian penyajian data yang telah terkumpul, dan penarikan kesimpulan.Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa dalam buku “Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja” memiliki dua pokok unsur pesan dakwah, yaitu Aqidah dan Akhlak. Pesan Aqidah dalam buku ini mencakup tentang keesaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, membangun kepercayaan kepada Allah dan mengedepankan urusan-urusan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah. Pesan Akhlak dalam buku ini adalah cara menyikapi masalah-masalah duniawi dengan tidak keluar dari ajaran Agama. Alvi Syahrin mengajak pembaca untuk Ikhlas, Sabar, Bersyukur dan Mencintai Diri sendiri agar teteap berada dikoridor Agama, agar selamat dari perasaan tidak baik-baik saja. Respon pembaca terhadap buku Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja secara garis besar adalah tentang Tawakkal, Ikhlas, dan Bersyukur. Para pembaca diberikan solusi atas kegelisahan-kegelisahan dan banyaknya kerumitan masalah yang tidak pernah usai. Tapi, dengan Buku Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja, para pembaca seperti memiliki teman yang bisa membimbing, menasihati dan mengingatkan hakikat kehidupan yang sebenarnya.  
TRANSFORMASI KOMUNIKASI PESAN DAKWAH DI ERA DIGITAL MEDIA SOSIAL MELALUI PLATFORM YOUTUBE Syahnas, Iin Putri; Setiawati, Nur; Hasriani, Andi; Raehana, Syarifa; Nengsih, Ratika
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.44322

Abstract

This study examines the transformation of Islamic preaching communication in the digital era through social media, particularly on the YouTube platform. The main issues raised are the forms of Islamic preaching communication transformation and the opportunities and challenges faced in conveying Islamic messages amidst the development of digital technology. This study aims to identify the forms of Islamic preaching communication transformation and explain the opportunities and challenges in utilizing social media as a means of effectively conveying religious messages. The type of research used is descriptive qualitative with a netnographic approach in the study of Islamic preaching communication. Data sources consist of primary and secondary data obtained through virtual observation, documentation, and content analysis on the YouTube platform. The data analysis process is carried out through several stages: data reduction, data presentation, data analysis, and systematic drawing of conclusions to gain a deeper understanding of the phenomenon under study. The results show that the transformation of Islamic preaching communication in the digital era is characterized by changes in communication style, which is more interactive and dialogical, and the use of relaxed language that is easily understood by audiences, especially the younger generation. In addition, Islamic preaching also utilizes attractive visual and audiovisual content to increase the appeal of religious messages. Islamic preaching communication becomes more participatory through interaction features such as comments, likes, and shares. The opportunities for digital da'wah include broad audience reach, easy access to information, and flexibility in time and place. However, challenges also arise, such as the spread of unverified information, the potential for message distortion, and the influence of social media algorithms. Therefore, adaptive, creative, and digital literacy-based da'wah communication strategies are needed to ensure the Islamic message remains authentic, relevant, and can positively impact the wider community.
Can a Da'i Remain Silent? Strategic Non-Communication and the Moral Economy of Islamic Publics during Digital Controversies Nur Setiawati; Faridah; Saparuddin; Retna Dwi Estuningtyas; Fitriani
Punggawa Global Research: Jurnal Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2026): Punggawa Global Research
Publisher : Punggawa Legacy Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67707/pgr.v1i3.143

Abstract

This study examined how silence and restrained response were interpreted within Indonesian digital Islamic publics. Six public digital documents drawn from three controversy clusters between 2023 and 2026 formed the empirical material. Comparative archival digital ethnography and qualitative discourse analysis were used to trace how non-response, delayed response, and restrained speech were judged in relation to religious authority. The findings showed that silence remained legitimate when audiences could connect it to tabayyun, uncertainty, or the need to avoid premature judgment. Its legitimacy weakened when audiences perceived ongoing harm, selective concern, or a mismatch between public religious authority and public responsibility. The analysis developed Islamic communicative non-performance as a concept for situations in which an expected act of religious communication was perceived as missing and that absence affected evaluations of authority. The findings indicated that silence in digital da'wah was neither communicatively empty nor automatically blameworthy, since its meaning depended on the moral expectations surrounding the religious actor and the controversy.
Communicating Islam across Social Difference in Contemporary Indonesia Nur Setiawati
Punggawa Social Inquiry: Journal of Crime, Culture, and Social Dynamics Vol. 1 No. 1 (2026): Punggawa Social Inquiry
Publisher : Punggawa Legacy Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic preaching in Indonesia have extensively addressed message effectiveness, religious moderation, and digital authority, yet rarely explain how theological claims, moral classification, social recognition, and media circulation operate within one communicative process. This study examines how Islamic communication forms and negotiates moral boundaries in encounters with social difference in contemporary Indonesia. This resarchh uses a qualitative literature study with a conceptual approach. The findings show that preaching does more than transmit religious teachings: it assigns moral positions to those discussed and may shape whether they are treated as legitimate members, objects of correction, or socially suspect actors. Doctrinal boundaries do not necessarily produce exclusion because theological disagreement can remain separate from civic rights and everyday cooperation. Problems arise when judgments about beliefs extend to a person’s social worth, loyalty, or right to participate, a process identified here as moral spillover. Protection and coexistence also do not always amount to equal recognition when dominant groups retain unilateral authority to define the terms of acceptance. In digital settings, the force of moral labels is strengthened or challenged by the credibility of religious actors, platform structures, and the arrival of audiences outside the original setting. Islamic communication across difference is therefore better assessed by whether it preserves doctrinal conviction while allowing those being judged a meaningful opportunity to speak, respond, and influence shared social relations.
Co-Authors A. Zulfikar Imran Abdi , Muhammad Jayadi Abdi, Muhammad Jayadi Abdul Wahab Abdullah, Nuraeni Abdullah, Nurrahmat Achmad Badawi Alfarezi Adawiyah, Radiatul Afif Ma’ruf Afiyah , Nur AFIYAH, NUR Akbar, Andi Muhammad Al Amin, Rahmat Aldilawati , Sari Aldilawati, Sari Amir, Rahma Melati Amrullah, Fiqri Andi Alifa Khairunnisa Azhari Andi Hasriani Andi Muhammad Akbar Arimah, Haerunnisa Nur Arwan, Armiyani Asrullah, Muh. Yusran Baedah, Said Syarifuddin Abu Bin Budin , Hanafiah Binti Wazir , Rosni Bisyri Abdul Karim Bunyamin, Andi Burhanuddin, Azhar Cahyati , Myra Cakriani, Selvi Chotimah , Chusnul Chotimah, Chosnul Chusnul Chotimah Darmawangsa, Andi Dermawan , Riezal Dwinanda, Yuslihayanti DWIYAMA, FAJRI Faridah Faridah Faridah Faridah Faridah Fitriani H.M Hasibuddin Mahmud Hakim, Ahmad Hasmirati Hasriani , Andi Hasriani, Andi Idawati Idawati Ikawaty, Irfan M. Amir, Andi Muhammad Irwan Setiawan Ishak Gani Ishaq, Muhammad Kaluku, Muh. Zaki Rahmadi M. Akil, M. M. Yogi Riyantama Isjoni Mahmud, Hasibuddin Maqhfirah Amiruddin Martini Muammar Muammar, Muammar Muh, Nurwahidin Nasir Muh. Azhar Muhammad Akil Muhammad Azhar Muhammad Ishaq Shamad Muhammad Yusuf Muhammad Yusuf Muslihati Muslimin , Ulfa Amalia Nengsi, Ratika Nengsih, Ratika Nuraeni Abdullah Nurjannah Nurjannah Nurlaelah Nurlaelah, Nurlaelah Nurmiati Muchlis Raehana, Syarifa Rahman, Muh Rifki Ramadhan , Sahrul Ramadhan, Sahrul Ramadhani, Ainun Suriah Retna Dwi Estuningtyas Riefki, Ahmad Rosmiati Rosmiati Rosmiati RS, Austina Damayanti Salim Hasan Salsabila , Nabila Salsabila, Nabila Saman, Muh. Syahdan Ardita Saparuddin Saputra, Muh. Raihan Subaedah, Subaedah Subaidah Sultan, Ahmad Riyadi Surani Syahid, Akhmad Syahid, Akhmad Syahnas, Iin Putri Syahrul Syahrul syahrul, muhammad Syahrun, Syahrun Syamsuriah Syamsuriah syhaid, Akhmad Syuhada, Khansa Ummu Tahta, Tahta Rizky Fajrul Islam Yusrifar, Yusrifar