Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH REGULASI EMOSI TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA DI MASA PANDEMI COVID-19 Martha Paula Veronika Kogoya; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 9 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i9.41917

Abstract

Abstrak Masa pandemi covid-19 membuat mahasiswa harus melakukan pembelajaran online sehingga muncul beberapa kendala yang memungkinkan munculnya perilaku prokrastinasi akademik. Mahasiswa terganggu untuk memilih melakukan faktor lain daripada menghadapi tanggungjawab akademik. Perilaku prokrastinasi akademik dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh regulasi emosi terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa di masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Sampel dari penelitian ini adalah mahasiswa berusia 18-21 tahun, sedang melakukan pembelajaran online dan berada di Surabaya. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Prosedur accidental sampling dilakukan dengan menyebarkan intrumen secara daring dalam waktu 14 hari sehingga didapatkan sampel penelitian. Penelitian ini memiliki sampel berjumlah 161 mahasiswa. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Regulasi Emosi yang disusun berdasarkan teori dari Gross dan Jhon. Skala Prokrastinasi Akademik disusun berdasarkan teori dari Mccloskey dan Scielzo. Teknik analisis data menggunakan uji regresi sederhana. Berdasarkan hasil analisis didapatkan nilai F sebesar 6,289 dengan nilai korelasi (R) sebesar -0,195. Maknanya adalah ada pengaruh regulasi emosi terhadap prokrastinasi akademik dimana semakin rendah regulasi emosi maka semakin tinggi tingkat prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Hasil analisis data lainnya didapatkan nilai uji R square sebesar 0,038. Maknanya adalah regulasi emosi memiliki pengaruh sebesar 3,8% terhadap prokrastinasi akademik. Melalui regulasi emosi, mahasiswa mampu mengendalikan emosi negatif yang muncul ketika menghadapi tugas akademik sehingga dapat menurunkan tingkat prokrastinasi akademik pada mahasiwa. Kata Kunci : Regulasi emosi, prokrastinasi akademik, mahasiswa, pandemi covid-19 Abstract The covid-19 pandemic period forced students to do online learning so that several obstacles emerged that allowed the emergence of academic procrastination behavior. Students are disturbed to choose to do other factors rather than face academic responsibilities. Academic procrastination behavior is influenced by several factors, one of which is emotion regulation. This study aims to determine the effect of emotional regulation on academic procrastination in students during the covid-19 pandemic. This study uses a quantitative approach method. The sample of this study is students aged 18-21 years, currently doing online learning and residing in Surabaya. The sampling technique used was the accidental sampling technique. The accidental sampling procedure was carried out by distributing the instrument online within 14 days so that the research sample was obtained. This study has a sample of 161 students. The measuring instrument used in this research is the Emotion Regulation Scale which is based on the theory of Gross and John. The Academic Procrastination Scale is based on the theory of McCloskey and Scielzo. The data analysis technique used a simple regression test. Based on the results of the analysis, the F value was 6.289 with a correlation value (R) of -0.195. The meaning is that there is an influence of emotional regulation on academic procrastination where the lower the emotional regulation, the higher the level of academic procrastination in students. The results of other data analysis obtained an R square test value of 0.038. The meaning is that emotion regulation has an influence of 3,8% on academic procrastination. Through emotion regulation, students can control negative emotions that arise when facing academic assignments so that they can reduce the level of academic procrastination in students. Keywords: Emotional regulation, Academic procrastination, Students, Covid-19 pandemic
PERBEDAAN KECEMASAN ATLET LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN PADA MAHASISWA UNIT KEGIATAN MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Eko Wahyu Nurdiansyah; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 9 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i9.41920

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak adanya perbedaan kecemasan antara atlet laki-laki dan perempuan pada mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode purposive sampling. Subyek penelitian berjumlah 80 orang mahasiswa dan mahasiswi aktif. Alat ukur peneltian menggunakan skala kecemasan. Analisis data menggunakan independent sample t-test. Instrumen penelitian dalam penelitian ini menggunakan koesioner dengan skala psikologi tentang kecemasan. Skala yang dibuat disusun berdasarkam teori dari variabel dan dianalisis dengan menggunakan software IBM SPSS 24 for windows. Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan kecemasan antara atlet laki-laki dan atlet perempuan, pada sampel penelitian ini yang dibuktikan dengan nilai signifikasi 1,000 (p>0,05) Kata kunci: kecemasan, mahasiswa, atlet Abstract This study aims to determine the differences in anxiety between male and female athletes in the Student Activity Unit of the State University of Surabaya. This study used quantitative approach with purposive sampling method. The research subjects were 80 active students. The instrument used The anxiety scale. Data analysis used independent sample t-test. The research instrument in this study used a questionnaire with a psychological scale about anxiety. The scale based on the theory of the variables and analyzed using IBM SPSS 24 software for windows. This study shows that there is no significant difference in anxiety between male athletes and female athletes, in the sample of this study as shown by a significance value of 1,000 (p>0.05). Keywords : Anxiety, student, athletes.
HUBUNGAN PSYCHOLOGICAL CAPITAL DENGAN MENTAL TOUGHNESS PADA ATLET BELADIRI Novarida Maulidya; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 6 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i6.41967

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan psychological capital dengan mental toughness pada atlet beladiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif non eksperimen. Penelitian ini menggunakan sampel jenuh. Penelitian melibatkan 60 orang atlet meliputi 32 atlet laki-laki dan 28 atlet perempuan dengan rentang usia subjek 15-18 tahun. Berasal dari cabang olahraga beladiri yang terdiri dari cabang olahraga gulat, karate, judo, pencak silat, taekwondo. Data diperoleh dari skala psychological capital dan mental toughness. Teknik analisis data yang digunakan uji korelasi pearson correlation. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif antara psychological capital dengan mental toughness dengan nilai koefisien sebesar 0.716 dengan taraf signifikansi 0.000. Semakin tinggi psychological capital seorang atlet beladiri maka semakin tinggi pula mental toughness atlet tersebut. Hal ini karena psychological capital mampu membuat atlet memiliki optimisme, resiliensi, daya juang yang tinggi, keinginan untuk sukses, dapat mengatur emosi, lebih percaya diri, dan dapat berkembang ke arah yang positif untuk meningkatkan mental toughness. Atlet beladiri dapat mengekspresikan melalui tujuan yang jelas seperti mendapatkan juara saat bertanding serta memiliki upaya untuk meraihnya dan mampu bangkit apabila mengalami kegagalan. Kata Kunci : psychological capital, mental toughness, beladiri. Abstract This study aims to determine the relationship between psychological capital and mental toughness in martial athletes. The method used in this study is a non-experimental quantitative method. This study uses a saturated sample. The study involved 60 athletes including 32 male athletes and 28 female athletes with a subject age range of 15-18 years. Derived from the martial arts branch consisting of wrestling, karate, judo, pencak silat, taekwondo. Data obtained from the scale of psychological capital and mental toughness. The data analysis technique used was the Pearson correlation test. The results showed that there was a positive relationship between psychological capital and mental toughness with a coefficient value of 0.716 with a significance level of 0.000. The higher the psychological capital of a martial athlete, the higher the mental toughness of the athlete. This is because psychological capital is able to make athletes have optimism, resilience, high fighting power, desire to succeed, can regulate emotions, be more confident, and can develop in a positive direction to increase mental toughness. Martial athletes can express through clear goals such as getting a champion when competing and having the effort to achieve it and being able to get up if they fail. Keywords:psychological capital, mental toughness, martial art
HUBUNGAN ANTARA MENTAL TOUGHNESS DENGAN KECEMASAN OLAHRAGA PADA ATLET BELADIRI Ilham Andrian Noviansyah; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 9 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i9.42043

Abstract

Abstrak Mental toughness mempunyai peranan penting dalam pencapaian prestasi atlet bela diri. Fungsi mental toughness yaitu untuk pertahanan diri atlet bela diri ketika menghadapi situasi yang sulit. Mental toughness memberikan motivasi dan perasaan positif, sehingga atlet bela diri mampu mengontrol dan menurunkan kecemasannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara mental thougness dengan kecemasan olahraga pada atlet beladiri. Penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh. Sampel yang digunakan yaitu terdiri dari 60 atlet pelajar beladiri terdiri dari cabang olahraga pencak silat, judo, karate, gulat dan anggar. Jumlah atlet pelajar beladiri terdiri dari 26 atlet pelajar perempuan dan 34 atlet pelajar laki-laki, dengan rentang usia 15-18 tahun.. Pengumpulan data menggunakan adaptasi skala mental toughness yang disusun berdasarkan Gucciardi et al. Sedangkan kecemasan olahraga menggunakan adaptasi skala Sport Anxiety Scale yang disusun berdasarkan Smith et al. Teknik analisis data menggunakan teknik korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara variabel mental toughness dengan kecemasan olahraga dengan nilai koefisien sebesar 0,105 dan taraf signifikansi 0,423 Atlet pelajar yang memiliki mental toughness pada situasi tertentu akan mengalami kecemasan olahraga. Kata Kunci: Mental toughness, Kecemasan Olahraga, Atlet Beladiri Abstract Mental toughness has an important role in the achievement of martial arts athletes. The function of mental toughness is for self-defense of self-defense athletes when facing difficult situations. Mental toughness provides motivation and positive feelings, so that martial arts athletes are able to control and reduce their anxiety. The purpose of this study was to determine the relationship between mental thougness and sports anxiety in martial athletes. The research uses correlational quantitative methods. The sampling technique used a saturated sample. The sample used consisted of 60 student martial arts athletes consisting of pencak silat, judo, karate, wrestling and fencing sports. The number of student martial arts athletes consists of 26 female student athletes and 34 male student athletes, with an age range of 15-18 years. The data was collected using an adaptation of the mental toughness scale compiled based on Gucciardi et al. Meanwhile, sports anxiety uses an adaptation of the Sport Anxiety Scale which is based on Smith et al. The data analysis technique uses the product moment correlation technique. The results showed that there was no relationship between the mental toughness variable and sports anxiety with a coefficient value of 0.105 and a significance level of 0.423. Student athletes who have mental toughness in certain situations will experience sports anxiety. Keywords: Mental toughness, Sports Anxiety, Martial Athletes
PENGARUH PELATIHAN VISUALISASI TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI ATLET BULU TANGKIS Prisma Adi Satriya; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 2 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v4i2.42577

Abstract

Abstrak Kepercayaan diri merupakan aspek psikologis yang dapat menunjang penampilan atlet saat bertanding. Pelatihan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kepercayaan diri adalah pelatihan Visualisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pelatihan visualisasi terhadap kepercayaan diri atlet bulu tangkis. Penelitian ini menggunkan desain eksperimen dengan one group pretest and posttest design. Penelitian ini menggunakan pelatihan visualisasi selama 17 hari dengan subjek penelitian adalah 6 orang atlet bulu tangkis Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Jawa Timur. Instrumen yang digunakan adalah adaptasi State Sport Confidence Inventory. SSCI. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon yang hasilnya menunjukkan ada pengaruh pelatihan visualisasi terhadap kepercayaan diri atlet bulu tangkis (nilai signifikansi sebesar 0,026 (p < 0,05)). Pelatihan visualisasi dapat merubah emosi negatif menjadi emosi positif sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri atlet. Kata Kunci: Pelatiahn Visualisasi, Kepercayaan Diri, Atlet Bulu Tangkis Abstract Self-confidence is a psychological aspect that supports the athletes performance during the competition. Hence to increase the self-confidence, there is one training that is visualization training. This study aims to determine whether there was an effect on the visualization training confidence of badminton athletes or not. This research uses experimental design study by applying one group pretest and post-test design. This study uses visualization training for 17 days and the research subjects are 6 Badminton athletes of Student Training and Education Center in East Java. The instrument is the adaptation of State Sport Confidence Inventory. SSCI. Moreover, the data analysis uses the Wilcoxon test where the result shows that there is an influence of visualization training in the self-confidence rate of the badminton athletes (the significance value is 0.026 (p <0.05)). Visualization training, it can transform negative emotions into positive emotions so that the self-confidence of the athletes can be increased. Keywords: Visualization Training, Self-Confidence, Badminton Athletes
PENGARUH PELATIHAN TEKNIK RELAKSASI PERNAFASAN DALAM TERHADAP COMPETITIVE STATE ANXIETY PADA ATLET UKM BULU TANGKIS UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Fitria Ardini; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 2 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v4i2.42578

Abstract

PENGARUH SELF TALK POSITIF TERHADAP KONSENTRASI PADA ATLET PANAHAN Mochammad Rafliliya Triananda Putra; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 2 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v4i2.42698

Abstract

PENGARUH MIND CONTROL TRAINING TERHADAP MENTAL TOUGHNES PADA ATLET UKM BOLA BASKET UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Salmi Purnama Yanti; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 1 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v4i1.42702

Abstract

PERBEDAAN KETANGGUHAN MENTAL ATLET PELAJAR LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN Mila Ayu Octavianti Putri; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i1.45021

Abstract

Abstrak Atlet pencak silat dalam berforma salah satunya dipengaruhi faktor psikologis. Atlet pencak silat yang mengalami kecemasan olahraga akan mempengaruhi pencapaian performa optimalnya. Kecemasan olahraga salah satunya dipengaruhi oleh mental toughness merupakan salah satu karakteristik psikologis yang paling penting dalam olahraga prestasi. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui hubungan yang terjadi antara mental toughness dengan kecemasan olahraga pada atlet pencak silat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Sampel jenuh digunakan pada penelitian ini. Maknanya seluruh populasi digunakan sebagai sampel penelitian. Populasi pada penelitian ini adalah atlet pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate Sidoarjo sebanyak 149 atlet. Rentang usia 15-19 tahun, dengan jumlah atlet laki-laki 87 dan atlet perempuan 33. Instrumen adalah skala mental toughness yang disusun berdasarkan Gucciardi et al., berjumlah 9 item. Data kecemasan olahraga diperoleh dari instrumen skala kecemasan olahraga yang disusun dari Smith et al., berjumlah 15 item. Teknik analisis data yakni dengan menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien -0.058 dengan signifikansi 0,529 (p>0,05). Artinya tidak terdapat hubungan antara mental toughness dengan kecemasan olahraga. Mental toughness memang berpotensi dalam mengatasi rasa cemas atlet. Namun, mental toughness sebagai kecerdasan emosional dengan kecemasan olahraga sebagai tekanan psikologis tidak secara langsung berhubungan. Keterampilan dasar ini tidak dapat membuktikan atlet dalam menguraikan kecemasannya ketika bertanding dan berlatih. Kata kunci: Kecemasan Olahraga, Mental toughness, Atlet Pencak Silat Abstract One of the forms of pencak silat athletes is influenced by psychological factors. Pencak silat athletes who experience sports anxiety will affect the achievement of optimal performance. Sports anxiety, one of which is influenced by mental toughness, is one of the most important psychological characteristics in achievement sports. The purpose of this study was to determine the relationship between mental toughness and sports anxiety in pencak silat athletes. This study uses quantitative methods. Saturated sample was used in this study. This means that the entire population is used as the research sample. The population in this study was the pencak silat athletes of the Setia Hati Terate Sidoarjo Brotherhood as many as 149 athletes. The age range is 15-19 years, with 87 male athletes and 33 female athletes. The instrument is a mental toughness scale based on Gucciardi et al., totaling 9 items. Sports anxiety data obtained from the sports anxiety scale instrument compiled from Smith et al., totaling 15 items. Data analysis technique is by using product moment correlation. The results showed the coefficient value -0.058 with a significance of 0.529 (p>0.05). This means that there is no relationship between mental toughness and sports anxiety. Mental toughness has the potential to overcome athlete's anxiety. However, mental toughness as emotional intelligence with sports anxiety as psychological stress is not directly related. These basic skills cannot prove that athletes can describe their anxiety when competing and practicing. Key words: Sports Anxiety, Mental toughness, Pencak Silat Athletes
MENTAL TOUGHNESS DAN COMPETITIVE ANXIETY ATLET DISABILITAS Maya Nisaul Magfiroh; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i1.45026

Abstract

Atlet disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi yang dimiliki dan berprestasi pada bidang olahraga. Competiitve anxiety pada atlet disabilitas dapat mempengaruhi performa dalam bertanding sehingga diperlukan mental toughness yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara mental toughness dengan competitive anxiety pada atlet disabilitas. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelasional. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan sampling jenuh. Populasi dalam penelitian ini adalah 69 orang atlet disabilitas NPCI Jawa Timur. Untuk memperoleh data, digunakan skala mental toughness yang diadaptasi dari Gucciardi et al. (2009) yang terdiri dari 24 item dan skala competitive anxiety yang disusun berdasarkan CSAI-2R dari Martinent et al. (2010) yang terdiri dari 16 item. Teknik analisis data menggunakan uji regresi linier dan korelasi product moment dengan bantuan JASP 16.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara mental toughness dengan competitive anxiety secara signifikan dengan p value 0,018 (p<0,1) dan r value -0,284 (rhitung>0.267). Sehingga semakin tinggi mental toughness yang dimiliki atlet disabilitas dalam menghadapi pertandingan maka semakin rendah tingkat competitive anxiety yang dialami. Kata Kunci: atlet disabilitas, mental toughness, competitive anxiety. Abstract Athletes with disabilities have the same opportunity to develop their potential and have achievement in sports. Competitive anxiety in athletes with disabilities can affect performance in competition so that a high mental toughness is needed. This study aims to determine whether there is a relationship between mental toughness and competitive anxiety in athletes. The approach used in this research is correlational quantitative. The sampling technique used in this study was saturated sampling. The population in this study were 69 athletes with disabilities from NPCI East Java. In obtaining the data, the mental toughness scale used was adapted from Gucciardi et al. (2009) which consist of 24 items and a competitive anxiety scale based on the CSAI-2R from Martinent et al. (2010) which consists of 16 items. The data analysis technique used linear regression test and product moment correlation with the help of JASP 16.0 for windows. The results showed that there was a significant negative relationship between mental toughness and competitive anxiety with p-values ??of 0,018 (p < 0.1) and -0,284 (rcount> 0.267). So the higher the mental toughness of the disabled athlete in facing the competition, the level of competitive anxiety will be decrease. Keywords: athletes with disabilities, mental toughness, competitive anxiety.
Co-Authors Achmad Ma'mun Murod Agviananda Condroning Manah Ahmad Munir Ainul Fahmiya Aisy Annimar Ajeng Putri Pratiwi Andi Ledy Permata Putri Andre Silatia Deta Pradigdo Andryanna Carey Oktavia Andy Ledy Permata Putri Andy Ledy Permata Putri ANGELA PUTRI LARASWATI Anung Priambodo Arfin Nurma Halida Arifah Kaharina Aulia Shafira Hi Hukum Bachtiar Syaiful Bachri Bachtiar Syaiful Bachri Cici Fauziah Agustin Cindy Apriliawati Damajanti Kusuma Dewi Damajanti Kusuma Dewi Damayanti, Elok Damian Mahesa Nurwandono Dandy Aulia Rachman Desi Nurwidawati Diana Rahmasari Diana Wahyu Kurnia Eka Putri Dwi Nona Kristanti Edy Mintarto Edy Mintarto Eko Wahyu Nurdiansyah Elok Faiqoh Maulidiyah Elza Pristikasari Eva Nur Rachmaningdiah Evi Septiani Lauw Faridha Nurhayati Fatkur Rohman Kafrawi Fazaiz Khoirotun Chisan FEBY FITRI WINDA K Fitria Ardini Frysta Dwi Permadani Galih Wahyu Pradana Gilang Aji Permana Gretty Wida Kinanthi Hadiatus Sholiha Hadiatus Sholiha Haniya Haniya HENDRATNO HIMAWAN WISMANADI I Ketut Budayasa Ilham Andrian Noviansyah Ima Fitri Sholichah Ima Fitri Sholichah Ima Fitri Sholichah Imam Marsudi Inar Garmarini Intan Putri Asiyadi Ira Darmawanti Isnanda Nur Lailiyah Ivania Ardiningrum Ivania Ardiningrum Jefri Setyawan Jefry Apriliano Dwi Putra Surya Wijaya Jenny Indra Sabilla Karisma Ambar Wati Khoirul Nisa KHOIRUNNISA Khusnul Khotimah Kusuma Dewi Damajanti KUSUMA DWI PUTRA Kususanto Ditto Prihadi Lestari Retnawati LIES AMIN LESTARI Lusia Estu Ariningtyas Mailinda Anis Zulaiha Martha Paula Veronika Kogoya Maya Nisaul Magfiroh Mayang Salsabila Mila Ayu Octavianti Putri Mochammad Rafliliya Triananda Putra Muhamad Enrico Guteres Muhammad Aufa Al Farisi Ann Haba Sauda Muhammad Faz'ul Akbar Muhammad Jaka Permata Adji Muhammad Reza MUHAMMAD SYAFIQ Muhammad Vandif Abdurrahman Syah Mustaji Mustaji Mustaji Mustaji Nabila Rachman Nabila Rachman NADIA ADVENTIN SUSANTO Navda Sevi Liona Navylia Tirta Kencana Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi NICO ARI KRISTIANTO Nofy Ongko Novarida Maulidya Nur Ahmad Arief Nur Fadhilah Nurchayati Nurchayati Nurchayati Nurhasan Nurhasan Nurhasan Nurmala Deviyanti Nurul Iskandar nurul khotimah Oce Wiriawan Olievia Prabandini Mulyana Onny Fransinata Anggara Pratiwi Wahyunissa Pusparani Prisma Adi Satriya Qonita Dian Parahita Rachma Hasibuan Rachman Widohardhono Rachman Widohardhono RATIH LANGENATI Reza Asep Adi Purnomo Riza Noviana Khoirunnisa Rizky Putra Santosa Rosida Rosida Ruqoyyah Fitri Salmi Purnama Yanti Sapto Wibowo Satiningsih Satiningsih Satiningsih Satiningsih Satiningsih Siti Ina Savira Siti Jaro'ah Siti Jaro'ah Slamet Setyawan Soetam Rizky Wicaksono Stefanni Fanni Stefanni Okta Anggraeni Sugiman Sugiman Syarofina Izna Maulidah Syifaul Adhimah Tasya Aqilla Zahra Sitepu Thohir, Mohamad Tisa Alif Karina Titien Ruswanti Umi Anugerah Izzati Vika Maurissa Husnianita Wafiq Alfina Oktafiani Yes Matheus Lasarus Malaikosa Yohana Wuri Satwika Yulia Trisdiana ‪Bachtiar Sjaiful Bachri