Claim Missing Document
Check
Articles

PERBEDAAN STRATEGI REGULASI EMOSI PADA MAHASISWA ATLET DAN NON ATLET UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Jefry Apriliano Dwi Putra Surya Wijaya; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i8.41679

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan strategi regulasi emosi mahasiswa atlet dan non atlet di Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa atlet dan non atlet Universitas Negeri Surabaya yang berjumlah 1544 yang terdiri dari 772 mahasiswa atlet dan 772ahasiswa non atlet, rentang usianya antara 18- 25 tahun dengan rata-rata usia 20 tahun. Komposisi subjek sebanyak 604 (9,11%) laki-laki dan 940 (60,88%) perempuan. Dasar pengelompokan pada penelitian ini adalah data dokumentasintuk mengetahui subjek masih mahasiswa aktif dan mahasiswa anggota UKM olahraga Unesa. Alat ukur penelitian yang digunakan ialah skala strategi regulasi emosi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji mann-whitney test . Berdasarkan hasil uji mann-whitney test diketahui bahwa nilai signifikannya sebesar 0,692. Karena nilai signifikan yang dihasilkan lebih besar dari 0,05 (p>0,05) maka dapat dikatakan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil strategi regulasi emosi yang signifikan antara mahasiswa atlet dengan mahasiswa non atlet. Tidak adanya perbedaan setrategi regulasi emosi yang antara mahasiswa atlet dengan mahasiswa non atlet bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Peneliti menemukan adanya kesamaan karakteristik subjek penelitian karena berada dalam satu instansi pendidikan yang sama sehingga terdapat kemungkinan adanya persamaan cara pandang dan perilaku. Faktor lain penyebab hasil penelitian yang menunjukkan tidak adanya perbedaan strategiegulasi emosi adalah rentan usia yang tidak jauh berbeda, sehingga ada potensi subjek penelitian memiliki kesamaan dalam hal pemahaman dan pengalaman sehingga perbedaan strategi regulasi emosi tidak muncul dalam penelitian ini. Kata kunci: Strategi regulasi emosi, mahasiswa atlet, mahasiswa non atlet. Abstract The current study aimed to compare the differences in emotion regulation strategies used by athlete and non-athlete students at Unesa (State University of Surabaya). This study applied the quantitative method. In total, there were 1544student-athletes and non-athletes of Unesa who participated as the subjects. They consisted of 772 student-athletes and 772 non-athlete students with the age range 18-25. Based on their genders, the composition of subjects was 604 (9.11%) males and 940 (60.88%) females. These subjects were recruited based on two qualifications; they are active students and members of UKM Olahraga (Student Activity Unit-sports division). The data were gained by administering the Emotional Regulation Strategy Scale. Then, all data were analyzed by examining the Mann-Whitney test. The results revealed that there is no significant difference in the results of emotional regulation strategies between student-athletes and non-athlete students. This absence of differences in the strategy of emotional regulation between student-athletes and non-athlete students can be influenced by some factors. The first factor is the educational institution. All subjects were officially registered in the same educational institution i.e. Unesa, therefore, there was the possibility that they also shared similarities in perspective and behavior. The second factor is the age range. The farthest age range was only 7 years, consequently, the subjects tended to have similarities in terms of understanding and experience. As the result, the differences in emotion regulation strategies do not appear in this study. Keywords: Emotion regulation strategies, athlete and non-athlete students
PERBEDAAN KETANGGUHAN MENTAL DITINJAU DARI STATUS ATLET INDIVIDU DAN BEREGU PADA SISWA SMA X Muhammad Vandif Abdurrahman Syah; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i8.41691

Abstract

Abstrak Ketangguhan mental adalah suatu hal yang diperlukan oleh atlet pelajar bukan sekedar untuk pertandingan tetapi juga untuk kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dikarenakan atlet pelajar memiliki tanggung jawab untuk latihan dan bertanding sekaligus bertanggung jawab dalam tugas akademiknya di sekolah. Status atlet disini adalah atlet individu dan beregu yang pada dasarnya diguga memiliki tugas gerak berbeda sehingga perbedaan ini akan mempengaruhi ketangguhan mentalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan ketangguhan mental pada atlet pelajar ditinjau dari atlet individu dan beregu. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif non-eksperimen. Total subjek sebanyak 80 atlet pelajar yang didapatkan menggunakan teknik non-probability purposive sampling dengan memberikan batasan pada populasi berupa siswa aktif SMA X dan tergabung dalam ekstrakurikuler di SMA X sehingga memberikan 30 atlet individu dan 50 atlet beregu. Instrumen pada penelitian ini menggunakan skala ketangguhan mental yang disusun berdasarkan Gucciardi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan nilai sebesar 0.537 dengan rata-rata sebesar 96.27 untuk atlet individu dan 94.12 untuk atlet beregu. Makna dari hasil tersebut yaitu adanya perbedaan pada ketangguhan mental antara atlet indvidu dan beregu pada siswa SMA X tetapi tidak secara signifikan. Hasil ini dapat muncul karena adanya kesamaan pada usia perkembangan dengan rentan usia 16 hingga 20 tahun. Selain itu mereka juga memiliki tugas akademik yang sama sehingga mereka masih berbaur satu sama lain. Kata kunci: ketangguhan mental, atlet pelajar, individu, beregu Abstract Mental toughness is something that student athletes need not only for competitions but also for everyday life. This is because student athletes have the responsibility to practice and compete as well as to be responsible for their academic duties at school. The status of athletes here are individual and team athletes who are basically assumed to have different motion tasks so that this difference will affect their mental toughness. This study aims to determine differences in mental toughness in student athletes in terms of individual and team athletes. The method used in this research is non-experimental quantitative. The total subjects obtained were 80 subjects using non-probability purposive sampling technique by limiting the population in the form of active students of SMA X and joining extracurricular activities at SMA X so as to provide 30 individual athletes and 50 team athletes. The instrument in this study used a mental toughness scale based on Gucciardi. The data analysis technique used in this study was the independent sample t-test. The results showed a value of 0.537 with an average of 96.27 for individual athletes and 94.12 for team athletes. The meaning of these results is that there is a difference in mental toughness between individual and team athletes in SMA X students but not significantly. This result may arise because of the similarity in the developmental age with the age range of 16 to 20 years. In addition, they also have the same academic duties so they still mingle with each other. Keywords: mental toughness, student athlete, individual, team
PERBEDAAN KEPERCAYAAN DIRI ATLET LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN UKM UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Andre Silatia Deta Pradigdo; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 7 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i7.41911

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kepercayaan diri mahasiswa atlet perempuan danaki-laki di Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 80 yang terdiri dari 40 mahasiswa atlet perempuan dan 40 mahasiswa atlet laki-laki, rentang usianya antara 18- 24 tahun dengan rata-rata usia 20 tahun. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data dokumentasi untuk mengetahui subjek masih mahasiswa aktif dan mahasiswa anggota UKM olahraga Unesa dan data primer berupa instrumen skala kepercayaan diri. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji independent sample t-test. Berdasarkan hasil uji independent sample t-test diketahui bahwa nilai T hitung pada hasil kepercayaan diri sebesar 0,447 dengan nilai signifikansi sebesar 0,657. Nilai T table dengan taraf signifikansi 5% dan df= 48 adalah 0,679. Karena nilai T hitung < T table (0,447<0,679) dan nilai signifikansi 0,657 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat berbedaan hasil kepercayaan diri antara atlet perempuan dan atlet laki-laki. Nilai rata-rata hasil kepercayaan diri pada atlet perempuan sebesar 110,32 dan atlet laki-laki sebesar 111,32. maka dapat dikatakan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil kepercayaan diri antara mahasiswa atlet perempuan dan atlet laki-laki. Faktor lain penyebab hasil penelitian yang menunjukkan tidak adanya perbedaan kepercayaan diri adalah rentang usia yang tidak jauh berbeda, sehingga ada potensi subjek penelitian memiliki kesamaan dalam hal pemahaman dan pengalaman sehingga perbedaan kepercayaan diri tidak muncul dalam penelitian ini. Kata Kunci: Kepercayaan diri, atlet perempuan dan atlet laki-laki Abstrack This study aimed to know the difference of self-confidence between female and male athlete students at State University of Surabaya. This study used quantitative study methods. The subjects in this study were 80 consisting of 40 female athlete students and 40 male athlete students. The range of age was between 18-24 years with average was 20 years old. Data collection techniques in this study used secondary data, namely documentation data to find out the subject was still an active student and student member of the Unesa sports UKM and primary data was the form of a confidence scale instrument. The data analysis technique was the independent sample t-test. Based on the results of the independent sample t-test, it is known that the calculated T value on the results of self-confidence is 0.447 with a significance value of 0.657. The value of T table with a significance level of 5% and df = 48 is 0.679. Because the calculated T value < T table (0.447 <0.679) and the significance value is 0.657 > 0.05, it can be concluded that there is no difference in self-confidence results between female athletes and male athletes. The average value of self-confidence results in female athletes is 110.32 and male athletes is 111.32. it can be said that there is no difference in self-confidence results between female athletes and male athletes. Another factor causing the results of the study that showed no difference in self-confidence was the age range which was not much different, so there was potential for research subjects to have similarities in understanding and experience so that differences in confidence did not appear in this study. Keyword: self-confidence, female athletes and male athletes
PENGARUH REGULASI EMOSI TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA DI MASA PANDEMI COVID-19 Martha Paula Veronika Kogoya; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 9 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i9.41917

Abstract

Abstrak Masa pandemi covid-19 membuat mahasiswa harus melakukan pembelajaran online sehingga muncul beberapa kendala yang memungkinkan munculnya perilaku prokrastinasi akademik. Mahasiswa terganggu untuk memilih melakukan faktor lain daripada menghadapi tanggungjawab akademik. Perilaku prokrastinasi akademik dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh regulasi emosi terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa di masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Sampel dari penelitian ini adalah mahasiswa berusia 18-21 tahun, sedang melakukan pembelajaran online dan berada di Surabaya. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Prosedur accidental sampling dilakukan dengan menyebarkan intrumen secara daring dalam waktu 14 hari sehingga didapatkan sampel penelitian. Penelitian ini memiliki sampel berjumlah 161 mahasiswa. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Regulasi Emosi yang disusun berdasarkan teori dari Gross dan Jhon. Skala Prokrastinasi Akademik disusun berdasarkan teori dari Mccloskey dan Scielzo. Teknik analisis data menggunakan uji regresi sederhana. Berdasarkan hasil analisis didapatkan nilai F sebesar 6,289 dengan nilai korelasi (R) sebesar -0,195. Maknanya adalah ada pengaruh regulasi emosi terhadap prokrastinasi akademik dimana semakin rendah regulasi emosi maka semakin tinggi tingkat prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Hasil analisis data lainnya didapatkan nilai uji R square sebesar 0,038. Maknanya adalah regulasi emosi memiliki pengaruh sebesar 3,8% terhadap prokrastinasi akademik. Melalui regulasi emosi, mahasiswa mampu mengendalikan emosi negatif yang muncul ketika menghadapi tugas akademik sehingga dapat menurunkan tingkat prokrastinasi akademik pada mahasiwa. Kata Kunci : Regulasi emosi, prokrastinasi akademik, mahasiswa, pandemi covid-19 Abstract The covid-19 pandemic period forced students to do online learning so that several obstacles emerged that allowed the emergence of academic procrastination behavior. Students are disturbed to choose to do other factors rather than face academic responsibilities. Academic procrastination behavior is influenced by several factors, one of which is emotion regulation. This study aims to determine the effect of emotional regulation on academic procrastination in students during the covid-19 pandemic. This study uses a quantitative approach method. The sample of this study is students aged 18-21 years, currently doing online learning and residing in Surabaya. The sampling technique used was the accidental sampling technique. The accidental sampling procedure was carried out by distributing the instrument online within 14 days so that the research sample was obtained. This study has a sample of 161 students. The measuring instrument used in this research is the Emotion Regulation Scale which is based on the theory of Gross and John. The Academic Procrastination Scale is based on the theory of McCloskey and Scielzo. The data analysis technique used a simple regression test. Based on the results of the analysis, the F value was 6.289 with a correlation value (R) of -0.195. The meaning is that there is an influence of emotional regulation on academic procrastination where the lower the emotional regulation, the higher the level of academic procrastination in students. The results of other data analysis obtained an R square test value of 0.038. The meaning is that emotion regulation has an influence of 3,8% on academic procrastination. Through emotion regulation, students can control negative emotions that arise when facing academic assignments so that they can reduce the level of academic procrastination in students. Keywords: Emotional regulation, Academic procrastination, Students, Covid-19 pandemic
PERBEDAAN KECEMASAN ATLET LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN PADA MAHASISWA UNIT KEGIATAN MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Eko Wahyu Nurdiansyah; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 9 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i9.41920

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak adanya perbedaan kecemasan antara atlet laki-laki dan perempuan pada mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode purposive sampling. Subyek penelitian berjumlah 80 orang mahasiswa dan mahasiswi aktif. Alat ukur peneltian menggunakan skala kecemasan. Analisis data menggunakan independent sample t-test. Instrumen penelitian dalam penelitian ini menggunakan koesioner dengan skala psikologi tentang kecemasan. Skala yang dibuat disusun berdasarkam teori dari variabel dan dianalisis dengan menggunakan software IBM SPSS 24 for windows. Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan kecemasan antara atlet laki-laki dan atlet perempuan, pada sampel penelitian ini yang dibuktikan dengan nilai signifikasi 1,000 (p>0,05) Kata kunci: kecemasan, mahasiswa, atlet Abstract This study aims to determine the differences in anxiety between male and female athletes in the Student Activity Unit of the State University of Surabaya. This study used quantitative approach with purposive sampling method. The research subjects were 80 active students. The instrument used The anxiety scale. Data analysis used independent sample t-test. The research instrument in this study used a questionnaire with a psychological scale about anxiety. The scale based on the theory of the variables and analyzed using IBM SPSS 24 software for windows. This study shows that there is no significant difference in anxiety between male athletes and female athletes, in the sample of this study as shown by a significance value of 1,000 (p>0.05). Keywords : Anxiety, student, athletes.
HUBUNGAN PSYCHOLOGICAL CAPITAL DENGAN MENTAL TOUGHNESS PADA ATLET BELADIRI Novarida Maulidya; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 6 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i6.41967

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan psychological capital dengan mental toughness pada atlet beladiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif non eksperimen. Penelitian ini menggunakan sampel jenuh. Penelitian melibatkan 60 orang atlet meliputi 32 atlet laki-laki dan 28 atlet perempuan dengan rentang usia subjek 15-18 tahun. Berasal dari cabang olahraga beladiri yang terdiri dari cabang olahraga gulat, karate, judo, pencak silat, taekwondo. Data diperoleh dari skala psychological capital dan mental toughness. Teknik analisis data yang digunakan uji korelasi pearson correlation. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif antara psychological capital dengan mental toughness dengan nilai koefisien sebesar 0.716 dengan taraf signifikansi 0.000. Semakin tinggi psychological capital seorang atlet beladiri maka semakin tinggi pula mental toughness atlet tersebut. Hal ini karena psychological capital mampu membuat atlet memiliki optimisme, resiliensi, daya juang yang tinggi, keinginan untuk sukses, dapat mengatur emosi, lebih percaya diri, dan dapat berkembang ke arah yang positif untuk meningkatkan mental toughness. Atlet beladiri dapat mengekspresikan melalui tujuan yang jelas seperti mendapatkan juara saat bertanding serta memiliki upaya untuk meraihnya dan mampu bangkit apabila mengalami kegagalan. Kata Kunci : psychological capital, mental toughness, beladiri. Abstract This study aims to determine the relationship between psychological capital and mental toughness in martial athletes. The method used in this study is a non-experimental quantitative method. This study uses a saturated sample. The study involved 60 athletes including 32 male athletes and 28 female athletes with a subject age range of 15-18 years. Derived from the martial arts branch consisting of wrestling, karate, judo, pencak silat, taekwondo. Data obtained from the scale of psychological capital and mental toughness. The data analysis technique used was the Pearson correlation test. The results showed that there was a positive relationship between psychological capital and mental toughness with a coefficient value of 0.716 with a significance level of 0.000. The higher the psychological capital of a martial athlete, the higher the mental toughness of the athlete. This is because psychological capital is able to make athletes have optimism, resilience, high fighting power, desire to succeed, can regulate emotions, be more confident, and can develop in a positive direction to increase mental toughness. Martial athletes can express through clear goals such as getting a champion when competing and having the effort to achieve it and being able to get up if they fail. Keywords:psychological capital, mental toughness, martial art
HUBUNGAN ANTARA MENTAL TOUGHNESS DENGAN KECEMASAN OLAHRAGA PADA ATLET BELADIRI Ilham Andrian Noviansyah; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 9 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i9.42043

Abstract

Abstrak Mental toughness mempunyai peranan penting dalam pencapaian prestasi atlet bela diri. Fungsi mental toughness yaitu untuk pertahanan diri atlet bela diri ketika menghadapi situasi yang sulit. Mental toughness memberikan motivasi dan perasaan positif, sehingga atlet bela diri mampu mengontrol dan menurunkan kecemasannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara mental thougness dengan kecemasan olahraga pada atlet beladiri. Penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh. Sampel yang digunakan yaitu terdiri dari 60 atlet pelajar beladiri terdiri dari cabang olahraga pencak silat, judo, karate, gulat dan anggar. Jumlah atlet pelajar beladiri terdiri dari 26 atlet pelajar perempuan dan 34 atlet pelajar laki-laki, dengan rentang usia 15-18 tahun.. Pengumpulan data menggunakan adaptasi skala mental toughness yang disusun berdasarkan Gucciardi et al. Sedangkan kecemasan olahraga menggunakan adaptasi skala Sport Anxiety Scale yang disusun berdasarkan Smith et al. Teknik analisis data menggunakan teknik korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara variabel mental toughness dengan kecemasan olahraga dengan nilai koefisien sebesar 0,105 dan taraf signifikansi 0,423 Atlet pelajar yang memiliki mental toughness pada situasi tertentu akan mengalami kecemasan olahraga. Kata Kunci: Mental toughness, Kecemasan Olahraga, Atlet Beladiri Abstract Mental toughness has an important role in the achievement of martial arts athletes. The function of mental toughness is for self-defense of self-defense athletes when facing difficult situations. Mental toughness provides motivation and positive feelings, so that martial arts athletes are able to control and reduce their anxiety. The purpose of this study was to determine the relationship between mental thougness and sports anxiety in martial athletes. The research uses correlational quantitative methods. The sampling technique used a saturated sample. The sample used consisted of 60 student martial arts athletes consisting of pencak silat, judo, karate, wrestling and fencing sports. The number of student martial arts athletes consists of 26 female student athletes and 34 male student athletes, with an age range of 15-18 years. The data was collected using an adaptation of the mental toughness scale compiled based on Gucciardi et al. Meanwhile, sports anxiety uses an adaptation of the Sport Anxiety Scale which is based on Smith et al. The data analysis technique uses the product moment correlation technique. The results showed that there was no relationship between the mental toughness variable and sports anxiety with a coefficient value of 0.105 and a significance level of 0.423. Student athletes who have mental toughness in certain situations will experience sports anxiety. Keywords: Mental toughness, Sports Anxiety, Martial Athletes
PENGARUH PELATIHAN VISUALISASI TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI ATLET BULU TANGKIS Prisma Adi Satriya; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 2 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v4i2.42577

Abstract

Abstrak Kepercayaan diri merupakan aspek psikologis yang dapat menunjang penampilan atlet saat bertanding. Pelatihan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kepercayaan diri adalah pelatihan Visualisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pelatihan visualisasi terhadap kepercayaan diri atlet bulu tangkis. Penelitian ini menggunkan desain eksperimen dengan one group pretest and posttest design. Penelitian ini menggunakan pelatihan visualisasi selama 17 hari dengan subjek penelitian adalah 6 orang atlet bulu tangkis Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Jawa Timur. Instrumen yang digunakan adalah adaptasi State Sport Confidence Inventory. SSCI. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon yang hasilnya menunjukkan ada pengaruh pelatihan visualisasi terhadap kepercayaan diri atlet bulu tangkis (nilai signifikansi sebesar 0,026 (p < 0,05)). Pelatihan visualisasi dapat merubah emosi negatif menjadi emosi positif sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri atlet. Kata Kunci: Pelatiahn Visualisasi, Kepercayaan Diri, Atlet Bulu Tangkis Abstract Self-confidence is a psychological aspect that supports the athletes performance during the competition. Hence to increase the self-confidence, there is one training that is visualization training. This study aims to determine whether there was an effect on the visualization training confidence of badminton athletes or not. This research uses experimental design study by applying one group pretest and post-test design. This study uses visualization training for 17 days and the research subjects are 6 Badminton athletes of Student Training and Education Center in East Java. The instrument is the adaptation of State Sport Confidence Inventory. SSCI. Moreover, the data analysis uses the Wilcoxon test where the result shows that there is an influence of visualization training in the self-confidence rate of the badminton athletes (the significance value is 0.026 (p <0.05)). Visualization training, it can transform negative emotions into positive emotions so that the self-confidence of the athletes can be increased. Keywords: Visualization Training, Self-Confidence, Badminton Athletes
PENGARUH PELATIHAN TEKNIK RELAKSASI PERNAFASAN DALAM TERHADAP COMPETITIVE STATE ANXIETY PADA ATLET UKM BULU TANGKIS UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Fitria Ardini; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 2 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v4i2.42578

Abstract

PENGARUH SELF TALK POSITIF TERHADAP KONSENTRASI PADA ATLET PANAHAN Mochammad Rafliliya Triananda Putra; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 2 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v4i2.42698

Abstract

Co-Authors Achmad Ma'mun Murod Agviananda Condroning Manah Ahmad Munir Ainul Fahmiya Aisy Annimar Ajeng Putri Pratiwi Andi Ledy Permata Putri Andre Silatia Deta Pradigdo Andryanna Carey Oktavia Andy Ledy Permata Putri Andy Ledy Permata Putri ANGELA PUTRI LARASWATI Anung Priambodo Arfin Nurma Halida Arifah Kaharina Aulia Shafira Hi Hukum Bachtiar Syaiful Bachri Bachtiar Syaiful Bachri Cici Fauziah Agustin Damajanti Kusuma Dewi Damajanti Kusuma Dewi Damayanti, Elok Dandy Aulia Rachman Desi Nurwidawati Diana Rahmasari Diana Wahyu Kurnia Eka Putri Dwi Nona Kristanti Edy Mintarto Edy Mintarto Eko Wahyu Nurdiansyah Elok Faiqoh Maulidiyah Elza Pristikasari Eva Nur Rachmaningdiah Evi Septiani Lauw Faridha Nurhayati Fatkur Rohman Kafrawi Fazaiz Khoirotun Chisan FEBY FITRI WINDA K Fitria Ardini Frysta Dwi Permadani Galih Wahyu Pradana Gilang Aji Permana Gretty Wida Kinanthi Hadiatus Sholiha Hadiatus Sholiha HENDRATNO HIMAWAN WISMANADI I Ketut Budayasa Ilham Andrian Noviansyah Ima Fitri Sholichah Ima Fitri Sholichah Ima Fitri Sholichah Imam Marsudi Inar Garmarini Intan Putri Asiyadi Ira Darmawanti Isnanda Nur Lailiyah Ivania Ardiningrum Ivania Ardiningrum Jefri Setyawan Jefry Apriliano Dwi Putra Surya Wijaya Jenny Indra Sabilla Karisma Ambar Wati Khoirul Nisa KHOIRUNNISA Khusnul Khotimah KUSUMA DWI PUTRA Kususanto Ditto Prihadi Lestari Retnawati LIES AMIN LESTARI Mailinda Anis Zulaiha Martha Paula Veronika Kogoya Maya Nisaul Magfiroh Mila Ayu Octavianti Putri Mochammad Rafliliya Triananda Putra Muhamad Enrico Guteres Muhammad Aufa Al Farisi Ann Haba Sauda Muhammad Faz'ul Akbar Muhammad Jaka Permata Adji Muhammad Reza MUHAMMAD SYAFIQ Muhammad Vandif Abdurrahman Syah Mustaji Mustaji Mustaji Mustaji Nabila Rachman Nabila Rachman NADIA ADVENTIN SUSANTO Navda Sevi Liona Navylia Tirta Kencana Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi NICO ARI KRISTIANTO Nofy Ongko Novarida Maulidya Nur Ahmad Arief Nur Fadhilah Nurchayati Nurchayati Nurchayati Nurhasan Nurhasan Nurhasan Nurmala Deviyanti Nurul Iskandar nurul khotimah Oce Wiriawan Olievia Prabandini Mulyana Pratiwi Wahyunissa Pusparani Prisma Adi Satriya Qonita Dian Parahita Rachma Hasibuan Rachman Widohardhono Rachman Widohardhono RATIH LANGENATI Reza Asep Adi Purnomo Riza Noviana Khoirunnisa Rizky Putra Santosa Ruqoyyah Fitri Salmi Purnama Yanti Sapto Wibowo Satiningsih Satiningsih Satiningsih Satiningsih Satiningsih Siti Ina Savira Siti Jaro'ah Siti Jaro'ah Slamet Setyawan Soetam Rizky Wicaksono Stefanni Fanni Stefanni Okta Anggraeni Sugiman Sugiman Syifaul Adhimah Tasya Aqilla Zahra Sitepu Thohir, Mohamad Tisa Alif Karina Umi Anugerah Izzati Vika Maurissa Husnianita Wafiq Alfina Oktafiani Yohana Wuri Satwika Yulia Trisdiana ‪Bachtiar Sjaiful Bachri