Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MIND CONTROL TRAINING TERHADAP MENTAL TOUGHNES PADA ATLET UKM BOLA BASKET UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Salmi Purnama Yanti; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 1 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v4i1.42702

Abstract

PERBEDAAN KETANGGUHAN MENTAL ATLET PELAJAR LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN Mila Ayu Octavianti Putri; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i1.45021

Abstract

Abstrak Atlet pencak silat dalam berforma salah satunya dipengaruhi faktor psikologis. Atlet pencak silat yang mengalami kecemasan olahraga akan mempengaruhi pencapaian performa optimalnya. Kecemasan olahraga salah satunya dipengaruhi oleh mental toughness merupakan salah satu karakteristik psikologis yang paling penting dalam olahraga prestasi. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui hubungan yang terjadi antara mental toughness dengan kecemasan olahraga pada atlet pencak silat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Sampel jenuh digunakan pada penelitian ini. Maknanya seluruh populasi digunakan sebagai sampel penelitian. Populasi pada penelitian ini adalah atlet pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate Sidoarjo sebanyak 149 atlet. Rentang usia 15-19 tahun, dengan jumlah atlet laki-laki 87 dan atlet perempuan 33. Instrumen adalah skala mental toughness yang disusun berdasarkan Gucciardi et al., berjumlah 9 item. Data kecemasan olahraga diperoleh dari instrumen skala kecemasan olahraga yang disusun dari Smith et al., berjumlah 15 item. Teknik analisis data yakni dengan menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien -0.058 dengan signifikansi 0,529 (p>0,05). Artinya tidak terdapat hubungan antara mental toughness dengan kecemasan olahraga. Mental toughness memang berpotensi dalam mengatasi rasa cemas atlet. Namun, mental toughness sebagai kecerdasan emosional dengan kecemasan olahraga sebagai tekanan psikologis tidak secara langsung berhubungan. Keterampilan dasar ini tidak dapat membuktikan atlet dalam menguraikan kecemasannya ketika bertanding dan berlatih. Kata kunci: Kecemasan Olahraga, Mental toughness, Atlet Pencak Silat Abstract One of the forms of pencak silat athletes is influenced by psychological factors. Pencak silat athletes who experience sports anxiety will affect the achievement of optimal performance. Sports anxiety, one of which is influenced by mental toughness, is one of the most important psychological characteristics in achievement sports. The purpose of this study was to determine the relationship between mental toughness and sports anxiety in pencak silat athletes. This study uses quantitative methods. Saturated sample was used in this study. This means that the entire population is used as the research sample. The population in this study was the pencak silat athletes of the Setia Hati Terate Sidoarjo Brotherhood as many as 149 athletes. The age range is 15-19 years, with 87 male athletes and 33 female athletes. The instrument is a mental toughness scale based on Gucciardi et al., totaling 9 items. Sports anxiety data obtained from the sports anxiety scale instrument compiled from Smith et al., totaling 15 items. Data analysis technique is by using product moment correlation. The results showed the coefficient value -0.058 with a significance of 0.529 (p>0.05). This means that there is no relationship between mental toughness and sports anxiety. Mental toughness has the potential to overcome athlete's anxiety. However, mental toughness as emotional intelligence with sports anxiety as psychological stress is not directly related. These basic skills cannot prove that athletes can describe their anxiety when competing and practicing. Key words: Sports Anxiety, Mental toughness, Pencak Silat Athletes
MENTAL TOUGHNESS DAN COMPETITIVE ANXIETY ATLET DISABILITAS Maya Nisaul Magfiroh; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i1.45026

Abstract

Atlet disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi yang dimiliki dan berprestasi pada bidang olahraga. Competiitve anxiety pada atlet disabilitas dapat mempengaruhi performa dalam bertanding sehingga diperlukan mental toughness yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara mental toughness dengan competitive anxiety pada atlet disabilitas. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelasional. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan sampling jenuh. Populasi dalam penelitian ini adalah 69 orang atlet disabilitas NPCI Jawa Timur. Untuk memperoleh data, digunakan skala mental toughness yang diadaptasi dari Gucciardi et al. (2009) yang terdiri dari 24 item dan skala competitive anxiety yang disusun berdasarkan CSAI-2R dari Martinent et al. (2010) yang terdiri dari 16 item. Teknik analisis data menggunakan uji regresi linier dan korelasi product moment dengan bantuan JASP 16.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara mental toughness dengan competitive anxiety secara signifikan dengan p value 0,018 (p<0,1) dan r value -0,284 (rhitung>0.267). Sehingga semakin tinggi mental toughness yang dimiliki atlet disabilitas dalam menghadapi pertandingan maka semakin rendah tingkat competitive anxiety yang dialami. Kata Kunci: atlet disabilitas, mental toughness, competitive anxiety. Abstract Athletes with disabilities have the same opportunity to develop their potential and have achievement in sports. Competitive anxiety in athletes with disabilities can affect performance in competition so that a high mental toughness is needed. This study aims to determine whether there is a relationship between mental toughness and competitive anxiety in athletes. The approach used in this research is correlational quantitative. The sampling technique used in this study was saturated sampling. The population in this study were 69 athletes with disabilities from NPCI East Java. In obtaining the data, the mental toughness scale used was adapted from Gucciardi et al. (2009) which consist of 24 items and a competitive anxiety scale based on the CSAI-2R from Martinent et al. (2010) which consists of 16 items. The data analysis technique used linear regression test and product moment correlation with the help of JASP 16.0 for windows. The results showed that there was a significant negative relationship between mental toughness and competitive anxiety with p-values ??of 0,018 (p < 0.1) and -0,284 (rcount> 0.267). So the higher the mental toughness of the disabled athlete in facing the competition, the level of competitive anxiety will be decrease. Keywords: athletes with disabilities, mental toughness, competitive anxiety.
SELF EFFICACY DAN SPORT ANXIETY ATLET BELADIRI Muhammad Jaka Permata Adji; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i1.45027

Abstract

Abstrak Atlet beladiri harus mampu menguasai situasi baik pada saat menyerang maupun bertahan. Beragam resiko menjadi ancaman tersendiri karena tergolong jenis olahraga body contact. Ancaman tersebut berpotensi menyebabkan atlet mengalami berbagai permasalahan psikologis seperti kecemasan olahraga. Dampaknya atlet menjadi terganggu performa olahraganya. Salah satu faktor yang mempengaruhi kecemasan adalah self efficacy. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan kecemasan pada atlet beladiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet beladiri di Kabupaten Pasuruan. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 105 orang atlet, meliputi cabang beladiri karate, pencak silat, kick boxing, taekwondo. Rentang usia 13- 20 tahun dengan 72 laki laki dan 33 perempuan. Data self efficacy diperoleh dengan skala roundhouse kick self?efficacy scale (RKES) dan data kecemasan olahraga menggunakan sport anxiety scale-2 (SAS-2). Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan nilai korelasi -0,315 (p=0,001). Artinya semakin tinggi efikasi maka akan semakin rendah kecemasan olahraga atlet beladiri. Self efficacy yang dimiliki oleh atlet dapat membantu mengontrol dan mengurangi emosi negatif. Hal ini membuat atlet menjadi lebih tahan dan berani dalam menghadapi situasi yang mengancam dan penuh tekanan. Kata Kunci : Atlet beladiri, Body Contact, Self efficacy, Kecemasan Olahraga. Abstract Martial athletes must be able to master the situation both when attacking and defending. Various risks are a threat because it is a type of body contact sport. These threats have the potential to cause athletes to experience various psychological problems such as anxiety. As a result, athletes will be disrupted in their sports performance. One of the factors that influence anxiety is self-efficacy. The purpose of this study was to determine the relationship between self-efficacy and anxiety in martial athletes. The method used in this research is correlational quantitative method. The population in this study were martial arts athletes in Pasuruan Regency. The sampling technique used was accidental sampling. The sample in this study was 105 athletes, covering the branches of karate, pencak silat, kick boxing, taekwondo. Age range 13-20 years with 72 boys and 33 girls. Self-efficacy data was obtained using a roundhouse kick self-efficacy scale (RKES) and anxiety data using a sport anxiety scale-2 (SAS-2). The data analysis technique used is Pearson correlation. The results showed a correlation value of -0.315 (p=0.001). This means that the higher the efficacy, the lower the anxiety of the martial arts athlete. Self-efficacy possessed by athletes can help control and reduce negative emotions. This makes athletes more resilient and courageous in dealing with threatening and stressful situations. Keywords : Martial athletes, Body Contact, Self-efficacy, Sport Anxiety.
AKTIVITAS OLAHRAGA DAN STRES AKADEMIK MAHASISWA YANG MENGERJAKAN SKRIPSI Tasya Aqilla Zahra Sitepu; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i1.45028

Abstract

Abstrak Mahasiswa rentan mengalami stres saat sedang mengerjakan skripsi. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa dengan berolahraga tubuh akan meningkatkan kekebalan terhadap stres, sehingga tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara aktivitas olahraga dengan stres akademik pada mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 178 mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi dengan 73 sampel penelitian. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan simple random sampling dengan pengumpulan data berupa google form. Instrumen yang digunakan yaitu Global Physical Activity Questionnaire yang dikembangkan oleh WHO (2012) dan skala stres akademik yang diadaptasi dari Budewy dan Gabriel (2015) Perception of Academic Stress Scale (PAS). Analisis data dilakukan dengan teknik korelasi product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas olahraga dengan stres akademik. Semakin tinggi tingkat aktivitas olahraga maka semakin rendah stres akademik. Kata Kunci : Aktivitas olahraga, stres akademik skripsi. Abstract Students are prone to experiencing stress while working on their thesis. Several studies have stated that by exercising the body will increase immunity to stress, so the purpose of this study was to determine the relationship between sports activities and academic stress in students who are working on their thesis. This study uses a correlational quantitative method with a cross-sectional approach. The population is 178 students who are working on a thesis with 73 research samples. The sampling technique of this study used simple random sampling with data collection in the form of google form. The instruments used are the Global Physical Activity Questionnaire developed by WHO (2012) and the academic stress scale adapted from Budewy and Gabriel (2015) Perception of Academic Stress Scale (PAS). Data analysis was carried out using the product moment correlation technique. The results of this study indicate that there is a significant relationship between sports activities and academic stress. The higher the level of sports activity, the lower the academic stress. Keywords : Exercise activities, academic stress, thesis.
MENTAL TOUGHNESS DAN RISK TAKING BEHAVIOR PENDAKI GUNUNG Ivania Ardiningrum; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i1.45029

Abstract

Abstrak Mental toughness memiliki peranan penting bagi pendaki gunung. Fungsi mental toughness yaitu untuk pertahanan diri pendaki ketika berhadapan dengan risiko selama melakukan pendakian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara mental toughness dengan risk taking behavior pada pendaki gunung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif korelasional. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dimana peneliti melibatkan 100 orang yang tergabung dalam organisasi Wanadri dengan rentang usia 18-50 tahun. Data penelitian diperoleh dari adaptasi skala mental toughness milik Clough et al, serta skala risk taking behavior milik Woodman et al. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi product moment dengan bantuan Software JASP 0.15 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara variabel mental toughness dengan risk takimg behavior dengan nilai koefisien sebesar 0.663 dan taraf signifikan 0.001 (p<0.05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif diantara kedua variabel, sehingga mental toughness pendaki gunung dapat menentukan tingkat risk taking behavior yang dimilikinya. Kata Kunci: mental toughness, risk taking behavior, pendaki gunung Abstract Mental toughness has an important role for mountain climbers. The mental toughness function is for the climber's self-defense when dealing with risks during the ascent. This study aims to determine the relationship between mental toughness and risk taking behavior in mountain climbers. The method used in this research is correlational quantitative method. This study uses a purposive sampling technique in which the researchers involved 100 people who are members of the Wanadri organization with an age range of 18-50 years. The research data were obtained from adaptation of Clough et al's mental toughness scale, and Woodman et al's risk taking behavior scale. The data analysis technique uses the product moment correlation test with the help of JASP 0.15 software for Windows. The results showed that there was a relationship between the mental toughness variable and risk takimg behavior with a coefficient value of 0.663 and a significant level of 0.001 (p <0.05). This shows that there is a positive correlation between the two variables, so that the mental toughness of mountain climbers can determine the level of risk taking behavior they have. Keywords: mental toughness, risk taking behavior, mountain climbers
SENSATION SEEKING DAN RISK TAKING BEHAVIOR PENDAKI GUNUNG Frysta Dwi Permadani; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i1.45031

Abstract

Abstrak Penelitian dilatar belakangi pentingnya risk taking behavior pada pendaki dalam mengambil keputusan sebelum melakukan pendakian. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan pengalaman yang berharga dan lebih mempersiapkan terkait risiko yang akan dialami baik itu secara fisik, emosional, finansial, maupun sosial. Salah satu faktor yang memberi pengaruh terhadap risk taking behavior ialah sensation seeking. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara sensation seeking dengan risk taking behavior pada pendaki gunung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel mengunakan teknik sampel jenuh, dimana seluruh populasi digunakan dalam penelitian. Jumlah populasi dan sampel terdiri dari 80 orang pendaki di komunitas Jejak Angin Alas. Rentang usia 17-30 tahun, dengan jumlah laki-laki 62 orang dan perempuan berjumlah 38 orang. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan skala sensation seeking scale yang disusun berdasarkan teori zuckerman, berjumlah 40 item. Instrumen risk taking behavior menggunakan skala risk taking inventory yang disusun berdasarkan teori woodmen et al., berjumlah 7 item. Teknik analisis data menggunakan teknik korelasi product moment. Hasil dari penelitian ini diperoleh nilai koefeisen korelasi sebesar 0,431 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Dapat diartikan bahwasannya terdapat hubungan yang signfikan antara sensation seeking dengan risk taking behavior pada pendaki gunung. Kata Kunci: sensation seeking, risk taking behavior, pendaki gunung Abstract The background of the research is the importance of risk taking behavior for climbers in making decisions before climbing. It aims to gain valuable experience and be better prepared regarding the risks that will be experienced, both physically, socially, and financially. One of the factors that influence risk taking behavior is sensation seeking. The purpose of this study is to determine the relationship between sensation seeking and risk taking behavior on mountain climbers. This research uses quantitative research methods. The sampling technique used was the saturated sample technique, where the entire population was used in the study. The total population and sample consisted of 80 climbers in the Jejak Angin Alas community. The age range is 17-30 years, with 62 males and 38 females. Data collection in this study used a sensation seeking scale based on the Zuckerman scale of 40 items. Theinstrument risk-taking behavior uses ascale risk-taking inventory based on Woodmen et al., totaling 7 items. The data analysis technique uses thecorrelation technique product moment. The results of this study indicate the value of the correlation coefficient of 0.431 with a significance value of 0.000. It can be interpreted that there is a significant relationship between sensation seeking and risk taking behavior on mountain climbers. Keywords: sensation seeking, risk taking behavior, mountain climber
HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA ATLET MAHASISWA Diana Wahyu Kurnia Eka Putri; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i3.45801

Abstract

Atlet mahasiswa merupakan sub-kelompok mahasiswa yang mampu mempengaruhi keberlangsungan Perguruan Tinggi dengan meningkatkan efektivitas Perguruan Tinggi. Guna meningkatkan efektivitas Perguruan tinggi, dibutuhkan kebersediaan dari SDM untuk melakukan tugas yang lebih dari tanggung jawabnya, bukan hanya sekedar menjalankan semua tugas organisasi dengan baik. Perilaku ini dikenal dengan sebutan Organizational Citizenship Behavior (OCB). Kepuasan merupakan salah satu faktor yang mampu mempengaruhi OCB, dimana atlet mahasiswa mampu memberikan evaluasi positif terhadap pengalaman atletik yang dimilikinya saat itu akan muncul perilaku OCB. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kepuasan dengan Organizational Citizenship Behavior pada atlet mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan Accidental Sampling. Sampel yang digunakan berjumlah 112 atlet mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dari skala Organizational Citizenship Behavior (OCB) dan skala kepuasan atlet. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan analisis pearson correlation atau product moment. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu adanya hubungan antara kepuasan dengan perilaku Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada atlet mahasiswa UNESA dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 dan nilai pearson correlation sebesar 0.643. Diketahui pula, semakin tinggi kepuasan yang dirasakan atlet mahasiswa, semakin tinggi perilaku OCB yang akan ditunjukkan. Hal ini dikarenakan hubungan yang terjalin antar atlet mahasiswa cukup dekat atau akrab yang mampu memunculkan kepuasan pada atlet mahasiswa yang mendukung mereka untuk melakukan perilaku OCB. Hal tersebut membantu organisasi untuk dapat berjalan lebih dengan lebih baik dan mampu menggembangkan organisasi tersebut. Kata Kunci: Kepuasan, Organizational Citizenship Behavior (OCB), Atlet Mahasiswa
HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PADA ATLET MAHASISWA Nurmala Deviyanti; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i3.45804

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara konformitas dengan perilaku konsumtif pada atlet mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif korelasional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah atlet mahasiswa UNESA. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Subjek yang digunakan berjumlah 109 atlet mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik non parametrik korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara konformitas dan perilaku konsumtif pada atlet mahasiswa. Hasil hitung menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,537. Artinya semakin tinggi konformitas, maka semakin tinggi pula perilaku konsumtif yang dilakukan atlet mahasiswa. Atlet mahasiswa memiliki rutinitas latihan olahraga secara bersama dengan teman-temannya. Hal ini dapat memunculkan konformitas di antara mereka. Adanya konformitas membuat individu memiliki keinginan untuk terlihat sama sehingga mengakibatkan munculnya perilaku konsumtif pada atlet mahasiswa. Kata Kunci : Konformitas, Perilaku Konsumtif, Atlet Mahasiswa
HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DENGAN COMPETITIVE ANXIETY PADA ATLET PENCAK SILAT Isnanda Nur Lailiyah; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i3.45824

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh competitive anxiety sebagai salah satu faktor psikologis yang dapat mempengaruhi prestasi atlet pencak silat. Salah satu faktor yang mempengaruhi competitive anxiety pada atlet adalah kepercayaan diri. Kepercayaan diri merupakan suatu perasaan yakin pada diri individu atas kemampuannya, sehingga kepercayaan diri yang tinggi akan meminimalisir kecemasan bertanding pada atlet. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri dengan competitive anxiety pada atlet pencak silat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif non eksperimen. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh, semua populasi dijadikan subjek dalam penelitian. Jumlahnya terdiri dari 62 atlet dengan rentang usia 14-21 tahun. Instrumen penelitian menggunakan skala kepercayaan diri yang disusun oleh Jang et al (2018) dan skala competitive anxiety yang disusun oleh Cox et al. (2003). Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang negatif antara kepercayaan diri dengan competitive anxiety pada atlet pencak silat. Hal ini berarti semakin tinggi kepercayaan diri atlet, maka semakin rendah competitive anxiety yang dialami, begitu pula sebaliknya. Kata kunci: Atlet pencak silat, kepercayaan diri, competitive anxiety
Co-Authors Achmad Ma'mun Murod Agviananda Condroning Manah Ahmad Munir Ainul Fahmiya Aisy Annimar Ajeng Putri Pratiwi Andi Ledy Permata Putri Andre Silatia Deta Pradigdo Andryanna Carey Oktavia Andy Ledy Permata Putri Andy Ledy Permata Putri ANGELA PUTRI LARASWATI Anung Priambodo Arfin Nurma Halida Arifah Kaharina Aulia Shafira Hi Hukum Bachtiar Syaiful Bachri Bachtiar Syaiful Bachri Cici Fauziah Agustin Damajanti Kusuma Dewi Damajanti Kusuma Dewi Damayanti, Elok Dandy Aulia Rachman Desi Nurwidawati Diana Rahmasari Diana Wahyu Kurnia Eka Putri Dwi Nona Kristanti Edy Mintarto Edy Mintarto Eko Wahyu Nurdiansyah Elok Faiqoh Maulidiyah Elza Pristikasari Eva Nur Rachmaningdiah Evi Septiani Lauw Faridha Nurhayati Fatkur Rohman Kafrawi Fazaiz Khoirotun Chisan FEBY FITRI WINDA K Fitria Ardini Frysta Dwi Permadani Galih Wahyu Pradana Gilang Aji Permana Gretty Wida Kinanthi Hadiatus Sholiha Hadiatus Sholiha HENDRATNO HIMAWAN WISMANADI I Ketut Budayasa Ilham Andrian Noviansyah Ima Fitri Sholichah Ima Fitri Sholichah Ima Fitri Sholichah Imam Marsudi Inar Garmarini Intan Putri Asiyadi Ira Darmawanti Isnanda Nur Lailiyah Ivania Ardiningrum Ivania Ardiningrum Jefri Setyawan Jefry Apriliano Dwi Putra Surya Wijaya Jenny Indra Sabilla Karisma Ambar Wati Khoirul Nisa KHOIRUNNISA Khusnul Khotimah KUSUMA DWI PUTRA Kususanto Ditto Prihadi Lestari Retnawati LIES AMIN LESTARI Mailinda Anis Zulaiha Martha Paula Veronika Kogoya Maya Nisaul Magfiroh Mila Ayu Octavianti Putri Mochammad Rafliliya Triananda Putra Muhamad Enrico Guteres Muhammad Aufa Al Farisi Ann Haba Sauda Muhammad Faz'ul Akbar Muhammad Jaka Permata Adji Muhammad Reza MUHAMMAD SYAFIQ Muhammad Vandif Abdurrahman Syah Mustaji Mustaji Mustaji Mustaji Nabila Rachman Nabila Rachman NADIA ADVENTIN SUSANTO Navda Sevi Liona Navylia Tirta Kencana Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi NICO ARI KRISTIANTO Nofy Ongko Novarida Maulidya Nur Ahmad Arief Nur Fadhilah Nurchayati Nurchayati Nurchayati Nurhasan Nurhasan Nurhasan Nurmala Deviyanti Nurul Iskandar nurul khotimah Oce Wiriawan Olievia Prabandini Mulyana Pratiwi Wahyunissa Pusparani Prisma Adi Satriya Qonita Dian Parahita Rachma Hasibuan Rachman Widohardhono Rachman Widohardhono RATIH LANGENATI Reza Asep Adi Purnomo Riza Noviana Khoirunnisa Rizky Putra Santosa Ruqoyyah Fitri Salmi Purnama Yanti Sapto Wibowo Satiningsih Satiningsih Satiningsih Satiningsih Satiningsih Siti Ina Savira Siti Jaro'ah Siti Jaro'ah Slamet Setyawan Soetam Rizky Wicaksono Stefanni Fanni Stefanni Okta Anggraeni Sugiman Sugiman Syifaul Adhimah Tasya Aqilla Zahra Sitepu Thohir, Mohamad Tisa Alif Karina Umi Anugerah Izzati Vika Maurissa Husnianita Wafiq Alfina Oktafiani Yohana Wuri Satwika Yulia Trisdiana ‪Bachtiar Sjaiful Bachri