Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP KETANGGUHAN MENTAL ATLET BELA DIRI Khoirul Nisa; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i3.41165

Abstract

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN STRES AKADEMIK PADA ATLET PELAJAR DI SMA NEGERI OLAHRAGA JAWA TIMUR Tisa Alif Karina; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i4.41178

Abstract

Abstrak Atlet pelajar di sekolah mempunyai tugas beragam, selain dituntut berprestasi dibidang olahraga, atlet pelajar juga dituntut dapat menjalankan berbagai kewajiban sebagai siswa. Beban tersebut dapat berpotensi menyebabkan stres akademik. Salah satu hal yang dapat mempengaruhi stres akademik yaitu motivasi berprestasi. Tujuan untuk mengetahui adanya hubungan negatif antara motivasi berprestasi dengan stres akademik pada atlet pelajar di SMA Negeri Olahraga Jawa Timur. Metode penelitian menggunakan kuantitatif non eksperimen. Penelitian ini menggunakan sampel jenuh, semua populasi digunakan sebagai sampel penelitian yang berjumlah 115 orang atlet pelajar yang berasal dari 10 cabang olahraga, meliputi 57 siswa laki-laki dan 58 siswa perempuan dengan rentang usia 15-19 tahun. Data motivasi berprestasi diperoleh menggunakan instrumen skala motivasi berprestasi disusun berdasarkan teori smith et al. Data stres akademik diperoleh dari instrumen skala stres akademik disusun berdasarkan teori sun et al. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan negatif antara motivasi berprestasi dengan stres akademik dengan nilai koefisien sebesar -0,271. Semakin tinggi motivasi berprestasi maka semakin rendah stres akademik, begitu juga sebaliknya. Atlet pelajar yang mempunyai motivasi berprestasi akan mampu melihat tujuan sebagai atlet dan sebagai pelajar dengan jelas dan dapat mengatasi kesulitan yang dialami. Hal ini dapat mengurangi potensi timbulnya stres akademik. Kata kunci: Motivasi Berprestasi, Stres Akademik, Atlet pelajar. Abstract Student athletes in schools have various tasks, besides being required to excel in sports, student athletes are also required to carry out various obligations as students. This burden can potentially cause academic stress. One of the things that can affect academic stress is achievement motivation. The purpose of this study is to determine the existence of a negative relationship between achievement motivation and academic stress in student athletes at SMA Negeri Olahraga Jawa Timur. The research method uses non-experimental quantitative. This study used a saturated sample, all of the population used as research samples totaling 115 student athletes from 10 sports, including 57 male students and 58 female students with an age range of 15-19 years. Achievement motivation data was obtained using an achievement motivation scale instrument based on the theory of Smith et al. Academic stress data obtained from the academic stress scale instrument compiled based on the theory of Sun et al. The data analysis technique uses the product moment correlation test. The results showed that there was a negative relationship between achievement motivation and academic stress with a coefficient value of -0.271. The higher the achievement motivation, the lower the academic stress, and vice versa. Student athletes who have achievement motivation will be able to see their goals as athletes and as students clearly and be able to overcome the difficulties experienced an then can reduce the potential for academic stress. Keywords: Achievement Motivation, Academic Stress, Student athletes.
HUBUNGAN ANTARA KEJENUHAN DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI PADA ATLET SEPAK BOLA Karisma Ambar Wati; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i3.41205

Abstract

Abstrak Sepak bola merupakan salah satu cabang olahraga prestasi, motivasi pada atlet dibutuhkan sebagai landasan bagi atlet yang ingin berprestasi. Latihan yang repetitif diperlukan agar atlet dapat bertanding secara maksimal, tanpa disadari hal itu justru berdampak pada kejenuhan pada atlet. Kejenuhan pada atlet berpotensi memberi dampak pada motivasi atlet. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kejenuhan dengan motivasi berprestasi pada atlet sepak bola. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling sehingga dihasilkan sampel sejumlah 35 orang atlet Unit Kegiatan Mahasiswa(UKM) sepak bola dengan rentang usia 19-24 tahun yang berjenis kelamin laki-laki. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah adaptasi skala kejenuhan dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,847 dan adaptasi skala motivasi berprestasi dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,921. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi product moment. Hasil analisis data menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar -0,440 dengan taraf signifikan sebesar 0,008 < 0,05. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa ada hubungan negatif antara kejenuhan dengan motivasi berprestasi pada atlet sepak bola. Semakin tinggi kejenuhan maka semakin rendah motivasi berprestasi pada atlet sepak bola, begitupun sebaliknya. Atlet yang memiliki kejenuhan menyebabkan ia menjadi malas berlatih dan kehilangan tujuannya untuk berprestasi. Akibatnya, motivasi atlet untuk berprestasipun berpotensi rendah. Kata kunci: Kejenuhan, Motivasi Berprestasi, Sepak Bola. Abstract Football is a sport of achievement, motivation for athletes is needed as a foundation for athletes who want to excel. Repetitive exercise is needed so that athletes can compete optimally, without realizing it, it actually has an impact on saturation of athletes. Saturation in athletes has the potential to have an impact on athlete motivation. Therefore, this study aims to determine the relationship between boredom and achievement motivation in soccer athletes. This research was conducted with quantitative methods. The sampling technique used was accidental sampling, resulting in a sample of 35 athletes from the Football Student Activity Unit (UKM) with an age range of 19-24 years who were male. The instrument used in this study is the adaptation of the saturation scale with a reliability coefficient of 0.847 and the adaptation of the achievement motivation scale with a reliability coefficient of 0.921. The data analysis technique used the product moment correlation test. The results of data analysis showed the correlation coefficient value of -0.440 with a significant level of 0.008 <0.05. Based on these results, it can be concluded that there is a negative relationship between saturation and achievement motivation in soccer athletes. The higher the saturation, the lower the achievement motivation in soccer athletes, and vice versa. Athletes who have saturation cause them to be lazy to train and lose their goal to excel. As a result, the athlete's motivation for achievement has the potential to be low. Keywords: Boredom, Achievement Motivation, Football.
HUBUNGAN ANTARA ACADEMIC SELF-EFFICACY DAN STUDENT ENGAGEMENT PADA ATLET PELAJAR DI SMA OLAHRAGA JAWA TIMUR Aulia Shafira Hi Hukum; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i5.41252

Abstract

Abstrak Peran ganda atlet pelajar dalam ranah akademik dan olahraga perlu dijalankan dengan seimbang. Penyeimbangan peran tersebut seringkali membuat atlet pelajar menemui dilema. Guna mewujudkan penyeimbangan peran tersebut, atlet pelajar perlu mengembangkan student engagement dalam kegiatannya di sekolah. Salah satu faktor yang memengaruhi student engagement adalah academic self-efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara academic self-efficacy dan student engagement pada atlet pelajar di Sekolah Menengah Atas Olahraga Jawa Timur. Metode kuantitatif dengan studi korelasional digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini merupakan penelitian populasi. Instrumen pada penelitian ini adalah skala student engagement yang disusun berdasarkan Dogan, dan skala academic self-efficacy yang disusun berdasarkan Rowbotham dan Schmitz. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif antara academic self-efficacy dan student engagement. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,459. Bagi atlet pelajar yang dituntut untuk dapat memenuhi kedua bidang, academic self-efficacy berperan sebagai sumber penggerak atlet pelajar untuk memiliki engagement dalam ranah akademik dan olahraga. Sehingga, atlet pelajar memiliki keterlibatan yang tinggi dalam proses belajar mengajar ranah akademik dan latihan dalam olahraga. Kata Kunci: Academic self-efficacy, student engagement, atlet pelajar Abstract The double identity that student-athlete have in academic and sport must be balance. To balancing that role, student-athlete often have a dilemma. Student-athlete who has a low student engagement would tend to avoiding the tasks in classroom, and that make this role not balance. One of factor that influencing student engagement is academic self-efficacy. The purpose of this study is to determine the relationship between academic self-efficacy and student engagement that owned by students-athletes in Sekolah Menengah Atas Olahraga Jawa Timur. Correlation quantitative method are used in this study. This study is a population research. Instrument in this study are using student engagement scale based on Dogan, and academic self-efficacy scale based on Rowbotham and Schmitz. The data analysis technique using product moment correlation test. The results of this study showed the correlation coefficient value of 0,459. Based on this results, this study indicates that there is a positive correlation between academic self-efficacy and student engagement. For an athletes who have to fulfill their role in sport and academic, academic self-efficacy has the role to increase their motivation in academic and sport. Thus, that make student athletes have engagement in academic and sport. Keywords: Academic self-efficacy, student engagement, student-athletes
HUBUNGAN ANTARA PARENTING STRESS DENGAN PARENTING SELF-EFFICACY PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK DISABILITAS INTELEKTUAL Intan Putri Asiyadi; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i5.41311

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara parenting stress dengan parenting self- efficacy pada ibu yang memiliki anak Disabilitas Intelektual (DI). Parenting stress merupakan keadaan tegang dan cemas yang berlebihan terkait dengan peran sebagai orang tua. Kunci utama untuk dapat bertahan dari tantangan dan tuntutan yang dapat memicu parenting stress adalah komitmen orang tua dalam menjalankan praktik parenting, dengan kata lain parenting self- efficacy. Parenting self-efficacy merupakan persepsi orang tua terhadap kemampuan mereka terkait tugas dalam pelaksanaan praktik parenting. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif, dengan teknik korelasional. Subjek dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak DI usia 6 sampai dengan 12 tahun yang bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) sebanyak 74 subjek. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi pearson product moment dengan bantuan perangkat lunak komputer. Nilai koefisien korelasi antara variabel parenting stress dengan variabel parenting self-efficacy adalah sebesar -0,494. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan yang bernilai negatif antara parenting stress dengan parenting self-efficacy pada ibu yang memiliki anak DI. Kata Kunci: parenting stress, parenting self-efficacy, disabilitas intelektual Abstract This research aimed to analyse the relationship between parenting stress and parenting self- efficacy among mothers who have children with intellectual disabilities. Parenting stress is a condition of excessive tension and anxiety associated with parenting. The main key to survive the challenges and demands that can trigger parenting stress is the commitment of parents in carrying out the parenting practices, in other words parenting self-efficacy. Parenting self-efficacy is the perception of parents on their abilities related to tasks in implementing parenting practices. The method used in this research is a quantitative research method, with correlation techniques. The subjects in this research were mothers who had children aged 6 to 12 years who attended Special School (SLB) as many as 74 subjects. The data analysis techniques used is the pearson product moment correlation test with the help of computer software. The value of the correlation coefficient between parenting stress and parenting self-efficacy is -0.494. The results indicate that there is a significant negative relationship between parenting stress and parenting self-efficacy in mothers who have intellectual disabilities. Keywords: parenting stress, parenting self-efficacy, intellectual disability
HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Fazaiz Khoirotun Chisan; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i5.41321

Abstract

PERBEDAAN REGULASI EMOSI DI TINJAU DARI JENIS KELAMIN PADA KELAS X SEKOLAH MENENGAH ATAS BOARDING SCHOOL Vika Maurissa Husnianita; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i5.41335

Abstract

PENGARUH INTERVENSI MUSIK TERHADAP KECEMASAN IBU DARI ANAK USIA DINI DI MASA PANDEMI COVID-19 Hadiatus Sholiha; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i5.41353

Abstract

PERBEDAAN STRATEGI REGULASI EMOSI PADA MAHASISWA ATLET DAN NON ATLET UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Jefry Apriliano Dwi Putra Surya Wijaya; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i8.41679

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan strategi regulasi emosi mahasiswa atlet dan non atlet di Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa atlet dan non atlet Universitas Negeri Surabaya yang berjumlah 1544 yang terdiri dari 772 mahasiswa atlet dan 772ahasiswa non atlet, rentang usianya antara 18- 25 tahun dengan rata-rata usia 20 tahun. Komposisi subjek sebanyak 604 (9,11%) laki-laki dan 940 (60,88%) perempuan. Dasar pengelompokan pada penelitian ini adalah data dokumentasintuk mengetahui subjek masih mahasiswa aktif dan mahasiswa anggota UKM olahraga Unesa. Alat ukur penelitian yang digunakan ialah skala strategi regulasi emosi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji mann-whitney test . Berdasarkan hasil uji mann-whitney test diketahui bahwa nilai signifikannya sebesar 0,692. Karena nilai signifikan yang dihasilkan lebih besar dari 0,05 (p>0,05) maka dapat dikatakan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil strategi regulasi emosi yang signifikan antara mahasiswa atlet dengan mahasiswa non atlet. Tidak adanya perbedaan setrategi regulasi emosi yang antara mahasiswa atlet dengan mahasiswa non atlet bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Peneliti menemukan adanya kesamaan karakteristik subjek penelitian karena berada dalam satu instansi pendidikan yang sama sehingga terdapat kemungkinan adanya persamaan cara pandang dan perilaku. Faktor lain penyebab hasil penelitian yang menunjukkan tidak adanya perbedaan strategiegulasi emosi adalah rentan usia yang tidak jauh berbeda, sehingga ada potensi subjek penelitian memiliki kesamaan dalam hal pemahaman dan pengalaman sehingga perbedaan strategi regulasi emosi tidak muncul dalam penelitian ini. Kata kunci: Strategi regulasi emosi, mahasiswa atlet, mahasiswa non atlet. Abstract The current study aimed to compare the differences in emotion regulation strategies used by athlete and non-athlete students at Unesa (State University of Surabaya). This study applied the quantitative method. In total, there were 1544student-athletes and non-athletes of Unesa who participated as the subjects. They consisted of 772 student-athletes and 772 non-athlete students with the age range 18-25. Based on their genders, the composition of subjects was 604 (9.11%) males and 940 (60.88%) females. These subjects were recruited based on two qualifications; they are active students and members of UKM Olahraga (Student Activity Unit-sports division). The data were gained by administering the Emotional Regulation Strategy Scale. Then, all data were analyzed by examining the Mann-Whitney test. The results revealed that there is no significant difference in the results of emotional regulation strategies between student-athletes and non-athlete students. This absence of differences in the strategy of emotional regulation between student-athletes and non-athlete students can be influenced by some factors. The first factor is the educational institution. All subjects were officially registered in the same educational institution i.e. Unesa, therefore, there was the possibility that they also shared similarities in perspective and behavior. The second factor is the age range. The farthest age range was only 7 years, consequently, the subjects tended to have similarities in terms of understanding and experience. As the result, the differences in emotion regulation strategies do not appear in this study. Keywords: Emotion regulation strategies, athlete and non-athlete students
PERBEDAAN KETANGGUHAN MENTAL DITINJAU DARI STATUS ATLET INDIVIDU DAN BEREGU PADA SISWA SMA X Muhammad Vandif Abdurrahman Syah; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i8.41691

Abstract

Abstrak Ketangguhan mental adalah suatu hal yang diperlukan oleh atlet pelajar bukan sekedar untuk pertandingan tetapi juga untuk kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dikarenakan atlet pelajar memiliki tanggung jawab untuk latihan dan bertanding sekaligus bertanggung jawab dalam tugas akademiknya di sekolah. Status atlet disini adalah atlet individu dan beregu yang pada dasarnya diguga memiliki tugas gerak berbeda sehingga perbedaan ini akan mempengaruhi ketangguhan mentalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan ketangguhan mental pada atlet pelajar ditinjau dari atlet individu dan beregu. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif non-eksperimen. Total subjek sebanyak 80 atlet pelajar yang didapatkan menggunakan teknik non-probability purposive sampling dengan memberikan batasan pada populasi berupa siswa aktif SMA X dan tergabung dalam ekstrakurikuler di SMA X sehingga memberikan 30 atlet individu dan 50 atlet beregu. Instrumen pada penelitian ini menggunakan skala ketangguhan mental yang disusun berdasarkan Gucciardi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan nilai sebesar 0.537 dengan rata-rata sebesar 96.27 untuk atlet individu dan 94.12 untuk atlet beregu. Makna dari hasil tersebut yaitu adanya perbedaan pada ketangguhan mental antara atlet indvidu dan beregu pada siswa SMA X tetapi tidak secara signifikan. Hasil ini dapat muncul karena adanya kesamaan pada usia perkembangan dengan rentan usia 16 hingga 20 tahun. Selain itu mereka juga memiliki tugas akademik yang sama sehingga mereka masih berbaur satu sama lain. Kata kunci: ketangguhan mental, atlet pelajar, individu, beregu Abstract Mental toughness is something that student athletes need not only for competitions but also for everyday life. This is because student athletes have the responsibility to practice and compete as well as to be responsible for their academic duties at school. The status of athletes here are individual and team athletes who are basically assumed to have different motion tasks so that this difference will affect their mental toughness. This study aims to determine differences in mental toughness in student athletes in terms of individual and team athletes. The method used in this research is non-experimental quantitative. The total subjects obtained were 80 subjects using non-probability purposive sampling technique by limiting the population in the form of active students of SMA X and joining extracurricular activities at SMA X so as to provide 30 individual athletes and 50 team athletes. The instrument in this study used a mental toughness scale based on Gucciardi. The data analysis technique used in this study was the independent sample t-test. The results showed a value of 0.537 with an average of 96.27 for individual athletes and 94.12 for team athletes. The meaning of these results is that there is a difference in mental toughness between individual and team athletes in SMA X students but not significantly. This result may arise because of the similarity in the developmental age with the age range of 16 to 20 years. In addition, they also have the same academic duties so they still mingle with each other. Keywords: mental toughness, student athlete, individual, team
Co-Authors Achmad Ma'mun Murod Agviananda Condroning Manah Ahmad Munir Ainul Fahmiya Aisy Annimar Ajeng Putri Pratiwi Andi Ledy Permata Putri Andre Silatia Deta Pradigdo Andryanna Carey Oktavia Andy Ledy Permata Putri Andy Ledy Permata Putri ANGELA PUTRI LARASWATI Anung Priambodo Arfin Nurma Halida Arifah Kaharina Aulia Shafira Hi Hukum Bachtiar Syaiful Bachri Bachtiar Syaiful Bachri Cici Fauziah Agustin Damajanti Kusuma Dewi Damajanti Kusuma Dewi Damayanti, Elok Damian Mahesa Nurwandono Dandy Aulia Rachman Desi Nurwidawati Diana Rahmasari Diana Wahyu Kurnia Eka Putri Dwi Nona Kristanti Edy Mintarto Edy Mintarto Eko Wahyu Nurdiansyah Elok Faiqoh Maulidiyah Elza Pristikasari Eva Nur Rachmaningdiah Evi Septiani Lauw Faridha Nurhayati Fatkur Rohman Kafrawi Fazaiz Khoirotun Chisan FEBY FITRI WINDA K Fitria Ardini Frysta Dwi Permadani Galih Wahyu Pradana Gilang Aji Permana Gretty Wida Kinanthi Hadiatus Sholiha Hadiatus Sholiha HENDRATNO HIMAWAN WISMANADI I Ketut Budayasa Ilham Andrian Noviansyah Ima Fitri Sholichah Ima Fitri Sholichah Ima Fitri Sholichah Imam Marsudi Inar Garmarini Intan Putri Asiyadi Ira Darmawanti Isnanda Nur Lailiyah Ivania Ardiningrum Ivania Ardiningrum Jefri Setyawan Jefry Apriliano Dwi Putra Surya Wijaya Jenny Indra Sabilla Karisma Ambar Wati Khoirul Nisa KHOIRUNNISA Khusnul Khotimah KUSUMA DWI PUTRA Kususanto Ditto Prihadi Lestari Retnawati LIES AMIN LESTARI Lusia Estu Ariningtyas Mailinda Anis Zulaiha Martha Paula Veronika Kogoya Maya Nisaul Magfiroh Mila Ayu Octavianti Putri Mochammad Rafliliya Triananda Putra Muhamad Enrico Guteres Muhammad Aufa Al Farisi Ann Haba Sauda Muhammad Faz'ul Akbar Muhammad Jaka Permata Adji Muhammad Reza MUHAMMAD SYAFIQ Muhammad Vandif Abdurrahman Syah Mustaji Mustaji Mustaji Mustaji Nabila Rachman Nabila Rachman NADIA ADVENTIN SUSANTO Navda Sevi Liona Navylia Tirta Kencana Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi NICO ARI KRISTIANTO Nofy Ongko Novarida Maulidya Nur Ahmad Arief Nur Fadhilah Nurchayati Nurchayati Nurchayati Nurhasan Nurhasan Nurhasan Nurmala Deviyanti Nurul Iskandar nurul khotimah Oce Wiriawan Olievia Prabandini Mulyana Pratiwi Wahyunissa Pusparani Prisma Adi Satriya Qonita Dian Parahita Rachma Hasibuan Rachman Widohardhono Rachman Widohardhono RATIH LANGENATI Reza Asep Adi Purnomo Riza Noviana Khoirunnisa Rizky Putra Santosa Ruqoyyah Fitri Salmi Purnama Yanti Sapto Wibowo Satiningsih Satiningsih Satiningsih Satiningsih Satiningsih Siti Ina Savira Siti Jaro'ah Siti Jaro'ah Slamet Setyawan Soetam Rizky Wicaksono Stefanni Fanni Stefanni Okta Anggraeni Sugiman Sugiman Syarofina Izna Maulidah Syifaul Adhimah Tasya Aqilla Zahra Sitepu Thohir, Mohamad Tisa Alif Karina Umi Anugerah Izzati Vika Maurissa Husnianita Wafiq Alfina Oktafiani Yohana Wuri Satwika Yulia Trisdiana ‪Bachtiar Sjaiful Bachri